Bagikan sekarang

Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) memiliki posisi strategis dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pasalnya BMT memiliki potensi dasar nasabah lokal yang kuat dan kompetitif, sehingga akan mampu bersaing di era perdagangan bebas.

“Tapi ada hal-hal krusial yang tetap harus diperhatikan seperti menyangkut kualitas, pelayanan dan lainnya.Yang tak kalah pentingnya, harus bisa menggapai posisi yang lebih baik dengan jalan memperbaiki diri serta menjalin hubungan intensif dengan lembaga sejenis,” ujar Deputi Kelembagaan Kemenkop dan UKM, Choirul Djamhari, saat menghadiri Rapat anggota Tahunana (RAT) ke XVIII serta Milad ke21,BMT Al Ikhlas, di Graha Pandawa, Kompleks Balaikota Yogyakarta, Sabtu (30/1).

Choirul menambahkan, BMT sebagai jelmaan koperasi dengan prinsip syariah, memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Hanya saja secara umum, masih diperlukan usaha untuk memperkuat kelembagaannya.

“Karena itu, Kemenkop dan UKM bersama OJK sedang mendata dan memberi kesempatan pada BMT untuk memilih, apakah akan berbentuk kelembagaan koperasi atau bukan. Jika, koperasi berarati ada dibawah naungan kami, jika tidak akan berada dibawah binaan OJK Yang jelas, prinsip dasarnya BMT harus tetap dikembangkan.

Beberapa prinsip dasar tersebut meliputi, memiliki sumber daya yang memadai sebagai lembaga usaha, bersedia mengikuti semua peraturan baik secara industri maupun regulasi pemerintah, sebagai bekal mengelola dengan prinsip yang baik dan benar. Selain tentu ada aturan syariah yang dipegang sebagai jalan mengagungkan syiar Islam.

Sementara itu Ketua Pengurus BMT Al Ikhlas, Ahmad sumiyanto menuturkan pihaknya ingin memperkuatjalinana keanggotaan. Sebab menurutnya, ukuran sukses BMT antara lain ketika partisipasi anggota meningkat demikian pula dengan kesejahteraan anggota juga meningkat. Selain itu penguatan pada kredit atau pembiayaan pada anggota berbasis komunitas.

“Keberhasilan BMT juga diukur dari keberhasilan mengelola bisnis,”katanya. Saat ini aset BMT Al Ikhlas tercatta sebesar Rp 37 miliar. Pada 2016 ini, ditargetkan aset bertambah menjadi Rp 41- Rp 42 miliar atau naik Rp 4-5 miliar. BMT Al Ikhlas juga menargetkan peningkatan anggota sampai 100 persen pada 2016 ini.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *