Bagikan sekarang

Menteri KoperasiUKM Teten Masduki menegaskan kembali kerjasama bisnis model antara Kementerian KoperasiUKM dengan pelaku marketplace, teknologi agricultute serta financial technology UMKM dalam mengembangkan UMKM.

“Teman-teman ini sudah memiliki aplikasi digital yang mampu menjadi agregator bagi UMKM petani-petani berlahan sempit dan nelayan kecil. Mereka sudah mampu membangun rantai perdagangan, pedagang yang sulit terhubung ke market, sekarang dengan aplikasi digital mereka bisa terhubung dengan market dalam negeri maupun global,” kata Teten Masduki saat konferensi pers terkait kolaborasi program dan kegiatan antara Kementerian KoperasiUKM, pelaku marketplace, teknologi agricultute serta fintech UMKM, Rabu (15/7/2020), di kantor Kementerian KoperasiUKM Jakarta.

Upaya ini, lanjutnya, dilakukan sebagai upaya mendorong digitalisasi UMKM. Mereka juga, kataTeten, sudah mempunyai dukungan pembiyaan, pelatihan-pelatihan, pemasaran dan lain-lain.

“Selama ini karena tidak dibangun dalam bisnis model yang terintegrasi, mulai dari produksi, pembiayaan maupun pemasaran, sehingga hasilnya kurang maksimal,” jelas Teten.

Untuk itulah KemenkopUKM meminta mereke untuk membantu melalui bisnis model yang terintegrasi. KemenkopUKM akan membuat team work dalam berkolaborasi karena mereka sudah mempunyai market digital. Pemerintah hanya menjadi suport sistem dari bisnis model yang sudah dikembangkan.

“Tahun ini kita mempunyai target untuk menambah jumlah UMKM terhubung dengan ekosistem digital, targetnya 10 juta UMKM dan saat ini baru 8 juta atau 13% dari jumlah UMKM,” papar Teten.

Sementara Astri Purnamasari, VP Corporate Services Tanihub berharap agar para start up UMKM pertanian bisa bergabung dengan ekosistem digital sehingga mendukung satu sama lain.

“Selana ini dilakukan dalam sistem manual dan belum terintegrasi dalam sistem digital. Teknologi agriculture Indonesia mencoba bersama-sama supaya pertanian Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan memiliki ketahanan pangan yang sangat kuat,” jelas Astri.

Indonesia, tambahnya, sudah mempunyai modal pertanian yang baik, tugas bersamanya adalah mempercepat semua proses dengan sistem digital, sehingga pangan Indonesia tetap terjaga dengan kolaborasi antara pemerintah dan start up.

Selain Teten Masduki dan Astri hadir juga dalam pertemuan itu: CEO Aruna, CEO Ternaknesia, CEO Hara, CEO Alami, CEO Modal Rakyat, CEO Sayur Box dan CEO Ekosis.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *