Bagikan sekarang

Pasar memiliki peran yang sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Pasar merupakan hilir dari arus barang-barang yang diperlukan masyarakat. Untuk itu pasar harus mendapatkan suplai yang cukup dari hulu, yaitu sentra-sentra produksi khususnya di pedesaan dan pabrikan.

“Di masa pandemi covid-19 ini, pasar memiliki peran yang sangat strategis, karena ketika dunia usaha yang lain lesu, pasar tetap harus buka untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat, untuk itulah suplai barang ke pasar tidak boleh kurang, karenanya pasar harus bekerjasama dengan hulu dari barang-barang kebutuhan masyarakat,” kata Ketua Umum Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) Ferry Juliantono saat sambutan pada acara penandatanganan MoU dengan PT Indonesia Payment Incorporated dan PT Kuelap Solusi Indonesia, di Kantor INKOPPAS /Graha INKUD Jakarta, Senin (27/7/2020).

Kerjasama yang baru ditanda tangani itu di bidang layanan Digitalisasi Koperasi yang terintegrasi dengan ekosistem pembayaran berbasis aplikasi. Kerjasama ini juga dimaksudkan untuk peningkatan penerapan tekhnologi informasi di Koperasi Pedagang Pasar (KOPPAS), karena selama ini pasar belum terintegrasi dengan sistem aplikasi.

“Inilah yang digalakkan oleh Presiden dengan memberi challenge atau tantangan untuk perbaikan pasar dalam rangka melayani kehidupan masyarakat dengan menggunakan tekhnologi digital,” jelas Ferry yang juga Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI).

Ia juga setuju jika tanggal 10 Agustus akan dijadikan momentum kebangkitan tekhnologi bagi Koperasi dan pedagang pasar. Para pedagang pasar diharapkan dengan mudah bisa menggunakan tekhnologi informasi dalam melakukan aktivitasnya.

Menurut Pengurus Inkoppas Ngadiran, saat ini ada 2.689 Koppas, namun yang hidup dan menjalankan aktivitas sekitar +/_ 1.100 an. Oleh karena itu moment ini merupakan peluang yang tepat bagi koperasi, Koperasi harus berkembang di masa pandemi covid-19 ini, tidak ada jalan lain untuk menolong UMKM dan pedagang kecil selain dengan pendekatan koperasi.

Di bidang keuangan, support tekhnologi harus diperhatikan, ada dua perusahaan yang akan mendukung koperasi: PT Kuelap Solusi Indonesia sebagai penyedia sistem coor koperasi dan Indonesia Payment Incorporated sebagai penyedia aplikasi berbasis android dan semua tekhnologi yang terkait 4.0. Diharapkan dengan kerjasama ini, ketika industri keuangan di Koppas dibangun, maka tekhnologinya juga sudah siap.

Diharapkan juga, aplikasi ini sudah bisa didemonstrasikan di android, untuk beberapa fiture pada hari kebangkitan tekhnologi koperasi 10 Agustus nanti, sehingga para pedagang anggota Koppas bisa menjadi pilot projek.

“Dari mitra-mitra Koppas di DKI Jakarta yang dahulunya bekerja sama dengan nama USP Swamitra, kini sudah siap bergabung menjadi piloting di program ini, ada beberapa Koppas yang siap di Jakarta,” imbuh Ngadiran.

Hadir pada kesempatan tersebut untuk menandatangani MoU Direktur PT Indonesia Payment Incorporated Cok Maudi Kasenda dan Direktur PT Kuelap Solusi Indonesia Jodi Ng. Hadir juga Ketua Puskoppas DKI H Gusnal, Ketua Induk Koperasi Unit Desa Herman Wutun dan Ketua Induk Koperasi Tahu Tempe H Aep, dari Bank Mandiri dan mitra lain-lainnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *