Bagikan sekarang

Kementerian Koperasi dan UKM menetapkan sistem klaster yang dikenal dengan One Village One Product (OVOP) sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan daya saing koperasi dan UKM. Karena itu, harus ada kepedulian Pemda untuk memperkuat OVOP di daerahnya.

“Kunci pengembangan OVOP adalah kepedulian Pemda,” tegas  Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kemenkop UKM, Wayan Dipta, Senin (9/5) usai memberikan pengarahan kepada para kepala dinas kabupaten se-Bali.

Dia mengemukakan mengatakan sejumlah Pemda sudah memberi perhatian besar terhadap pengembangan OVOP, namun masih sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah provinsi di Indonesia. Provinsi yang berhasil mengembangkan OVOP, disebutnya, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, Aceh Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

“Kemenkop sebelumnya menetapkan 108 jenis OVOP di seluruh Indonesia, ada Pemda yang memang serius mengembangkan OVOP di daerahnya. Seperti di Jateng sudah ada 76 jenis OVOP,” tegas Wayan.

Dia mengemukakan sistem klaster terbukti paling berhasil untuk mengembangkan koperasi dan UKM. Dia menyebut antara lain Italia, Jepang, Selandia Baru mampu memperkuat UKMnya dengan sistem klaster.

Bahkan, ditekankanya klaster UKM tersebut menjadi destinasi wisata di berbagai negara. “KIta lihat di Selandia Baru, dengan peternakan susu menjadi salah satu tujuan wisata di negaranya,” ujar Wayan.

Bali, yang terkenal dengan OVOP Asparagus di Plage, Badung, juga sudah mulai menjadikan kawasan tersebut sebagai tujuan wisata. Di kawasan itu kerap diselenggarakan event wisata.

Wayan meminta agar semua Pemda baik provinsi maupun kabupaten/kota memiliki benchmark produk unggulan.

“Membangun koperasi dan UKM itu butuh icon. Keunggulan daerah apa? Tidak bisa semaunya pemda,” tegas Wayan.

Wayan menekankan, ada sejumlah strategi yang dilakukan untuk memperkuat daya saing koperasi dan UK, yakni peningkatan SDM, peningkatan akses pembiayaan dan perluasan skema pembiayaan, peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran, penguatan kelembagaan usaha, peningkatan kemudahan, kepastian dan perlindungan usaha.

Wayan mengingatkan untuk mengimplementasikan strategi tersebut tidak bisa  lagi dengan cara-cara biasa. Pemda harus aktif mencari informasi, membuka jaringan dan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *