Bagikan sekarang

Penyerapan Program Ekonomi Nasional (PEN) untuk Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) sampai tanggal 9 Juli 2020 yang sudah terealisasi adalah subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), penempatan dana pemerintah untuk restrukturisasi dan bantuan likuiditas koperasi melalhi LPDB KUMKM.

Kenaikannya mencapai 6,82% (Rp8, 42 T) dari yang sebelumnya 0,26% pada awal pusat informasi pemulihan Koperasi dan UMKM diluncurkan pada Juli 2020.

“Total penerima program PEN hingga 9 Juli 2020 mencapai 341.743 pelaku UKM melalui penerima manfaat dari penerima subsidi bunga KUR sebanyak 212.846 UMKM. UKM debitur Himbara sebanyak 128.868 dan koperasi penerima dana investasi LPDB sebanyak 29 koperasi,” hal itu antara lain yang disampaikan Sekretaris Kementerian KoperasiUKM Prof Rully Indrawan, saat menyampaikan update data Pemulihan Ekonomi KUKM, di kantornya, kamis (9/7/2020).

KemenkopUKM, imbuh Rully, pastikan skema penyaluran PEN berjalan baik dan tepat sasaran. “Ada hal-hal yang membuat optimis dan ke depan lebih baik lagi penyaluran PEN untuk Koperasi dan UKM,” harap Rully.

Sementara itu Early Rahmawati selaku Tim Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan KemenkopUKM sudah melakukan pendataan UMKM terdampak covid-19.

“Untuk merespon itu kami sudah mendirikan klinik tanggap darurat, dimana kami mendorong UMKM untuk bertahan dari resistensi bisnis. Total yang sudah memberikan data kepada kami ada sekitar 12 ribu UMKM,” kata Early.

Di tempat yang sama Sementara itu di tempat yang sama Guru Besar Universitas Padjajaran, Prof Ina Primianan, berharap agar program PEN yang sudah direncanakan sangat baik tersebut dapat ditingkatkan akselerasi penyalurannya. Pasalnya saat ini sektor UMKM sangat terdampak dan sudah sangat membutuhkan bantuan dana stimulus dari pemerintah agar usahanya bisa kembali bangkit. Saat ini sektor UMKM menjadi sektor yang paling terkena dampak buruk dari pandemi covid-19. Oleh karenanya sudah seharusnya semua bergotong royong membantu kebangkitan sektor tersebut.

“Perlu melakukan pendekatan ke perbankan dan lembaga pembiayaan lainnya agar melakukan percepatan (penyaluran). Mungkin ada UMKM yang belum tahu PEN karena banyak program pemerintah sehingga UMKM tidak mengerti. Jadi perlu juga digencarkan sosialisasinya,” tutur Ina.

Dia juga berharap pemerintah dapat membantu pelaku UMKM bertemu dengan pasar yang lebih luas. Sebab di saat kondisi ekonomi sedang sulit seperti saat ini, mereka tidak hanya sekedar butuh bantuan fiskal melainkan akses pasar. Sebab dalam kurun waktu 6 bulan kedepan apabila pasar tidak terbentuk, bantuan modal usaha akan tergerus secara perlahan-lahan yang pada akhirnya bisa mematikan UMKM.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *