Bakamla RI dan BNN Kejar Kapal Pengangkut Narkoba

Sebagai salah satu bentuk sinergitas instansi pemerintah Indonesia dalam mengamankan lautan Nusantara, Bakamla RI mendapatkan informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa terdapat sebuah kapal yang akan menyelundupkan narkoba dari negara “X” menuju Batam. Menanggapi hal ini, Kantor Pengelolaan Informasi Marabahaya Laut (KPIML) Bakamla RI melalui Komando Pusat Operasi Nusantara (KODAL OPS) berkoordinasi dengan Kantor Kamla Zona Maritim Barat untuk melakukan pencarian terhadap kapal yang dicurigai membawa narkoba.

Sebagai tindakan lanjutan, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat memerintahkan Komandan KN. Belut Laut 4806 yang sedang melaksanakan operasi, untuk melakukan pencarian lebih lanjut. Kapal yang dicurigai mengangkut narkoba tersebut diketahui sedang melintasi jalur Selat Singapura-Batam. Hal ini merupakan simulasi latihan bersama antara Bakamla RI dengan BNN di Perairan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Kamis, (9/8/2018).
Metode latihan yang diterapkan adalah latihan lapangan (field exercise) yang diawali dengan pembekalan di kelas (tactical floor game dan pre sail brief). Pelaksanaan latihan selama empat hari, dan akan berakhir Jumat (10/8). Lokasi latihan sengaja dipilih di perairan Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan Singapura. Peserta latihan berjumlah 30 orang, yang terdiri dari personel Bakamla RI dengan BNN.
Dalam skenarionya, KN. Belut Laut 4806 yang merupakan salah satu kapal patroli Bakamla RI sedang melaksanakan patroli di wilayah perairan Indonesia bagian barat. Bertindak sebagai komandan adalah AKBP Capt. Nyoto Saptono, S.H., M.Si.(Han), M.Mar., yang sehari-harinya menjabat sebagai komandan KN. Tanjung Datu 1101.
Masih dalam aksi latihan bersama, KPIML melaksanakan deteksi anomali menggunakan aplikasi Bakamla Integrated Information System (BIIS) terhadap kapal-kapal yang menggunakan Automatic Identification System (AIS). Menurut informasi intelijen lanjutan, diketahui kapal target bernama KM. Budi Jasa 7 dan diperkirakan akan melewati Perairan Tanjung Sengkuang.
KPIML terus memantau keberadaan KM. Budi Jasa 7 dan memberikan informasi secara berkala kepada KN. Belut Laut 4806 dalam melaksanakan pencarian kapal target. KN. Belut Laut 4806 berhasil mendeteksi keberadaan KM Budi Jasa 7, dan langsung melaksanakan pengejaran terhadap KM. Budi Jasa 7.
Lebih lanjut, KN. Belut Laut 4806 memerintahkan KM. Budi Jasa 7 untuk menghentikan kapal. Alih-alih menghentikan kapal, KM. Budi Jasa 7 malah menambah kecepatan. Menganggapi hal tersebut, Komandan KN. Belut Laut 4806 memerintahkan Tim Pemeriksa atau Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) untuk melaksanakan peran pemeriksaan dan penggeledahan atau yang biasa disebut Visit Boarding Search and Seizure (VBSS) ke KM Budi Jasa 7.
KM. Budi Jasa 7 berhasil dihentikan dan dilakukan pemeriksaan terhadap ABK tersangka, dan muatan kapal. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan barang bukti yang dicurigai   sebagai narkoba. Hasil pemeriksaan dilaporkan ke Komandan KN. Belut Laut 4806, dan selanjutnya diteruskan ke Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat.
Lebih lanjut, Kepala Kantor Kamla Zona Mitim Barat memerintahkan Komandan KN. Belut Laut 4806 untuk mengamankan tersangka dan barang bukti, serta membawa KM. Budi Jasa 7 ke Pangkalan. Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat juga menghubungi BNN dan menyampaikan hasil pemeriksaan awal agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di pangkalan.
KM. Budi Jasa 7 berhasil dibawa ke pangkalan. Selanjutnya Tim Raid, Plan, and Execution (RPE) BNN yang berada di pangkalan melakukan pemeriksaan ruangan-ruangan di dalam kapal secara seksama. Pencarian dimaksimalisasi dengan bantuan dari unit anjing pelacak (K-9) untuk memudahkan pencarian barang bukti narkoba yang kemungkinan disembunyikan oleh tersangka.
Hasil pencarian lanjutan, ditemukan barang bukti narkoba lainnya yang disembunyikan di bawah lantai kamar mesin. Setelah ditemukan barang bukti lainnya, Komandan KN Belut Laut 4806 menyerahkan tersangka, kapal, dan barang bukti kepada BNN. Selanjutnya BNN melakukan pengamanan terhadap tersangka, kapal dan barang bukti sesuai prosedur untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Demikianlah akhir dari latihan bersama hari ini.
Latihan bersama ini diselenggarakan guna mengantisipasi dan merespon terjadinya penyelundupan narkoba dan rangkaian kegiatan kejahatan yag dilakukan oleh kelompok sindikat di wilayah perairan Indonesia. Tujuan dan sasaran latihan bersama adalah mensinergikan kerjasama antara Bakamla RI dan BNN, serta meningkatkan keamanan maritim terutama pada bidang pencegahan penyelundupan narkoba melalui jalur laut.