Bakamla RI Tangkap Pengguna Pukat Trawl di Perairan Kep. Seribu

KP. Napoleon 006 dengan nahkoda Capt. Budi Setiawan yang sedang melaksanakan tugas patroli rutin di bawah bendera Bakamla RI, berhasil menangkap dua kapal ikan ‘nakal’ yang didapati tengah melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap terlarang (pukat trawl), di perairan Kepulauan Seribu, Rabu (26/4/2017).

Nama kedua kapal tersebut yakni: KM Cahaya Putra dinahkodai Sandi dengan membawa 3 orang ABK, serta KM Gemilang yang dinahkodai Anas membawa 5 ABK.

Alat tangkap pukat trawl merupakan alat tangkap yang penggunaannya dilarang, karena dapat merusak keberlanjutan sumber daya ikan-ikan kecil. Larangan  Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di WPPNRI diatur oleh KKP dalam rangka pengawasan agar alat tangkap yang digunakan dapat menunjang perikanan yang bertanggung jawab dan lestari.  

Atas kenekatannya menggunakan alat tangkap yang dilarang, kedua kapal kecil tersebut ditangkap atas dugaan melanggar Undang Undang No. 45 tentang perikanan, dan selanjutnya dikawal menuju PSDKP Muara Baru untuk proses lebih lanjut.

 

Filed in: Hukum

You might like:

Pasukan Garuda Konga XXXVII-D/Minusca Gelar Seni Budaya Indonesia Pasukan Garuda Konga XXXVII-D/Minusca Gelar Seni Budaya Indonesia
Kemenkop UKM Buktikan Mampu Terapkan Akuntabilitas Keuangan dengan Baik Kemenkop UKM Buktikan Mampu Terapkan Akuntabilitas Keuangan dengan Baik
Food Truck for Humanity, Memberi Makan sepanjang 30 Hari Ramadhan Food Truck for Humanity, Memberi Makan sepanjang 30 Hari Ramadhan
Panglima TNI : Kepala Daerah Wujudkan Persatuan Bangsa dan Cegah Potensi Ancaman Panglima TNI : Kepala Daerah Wujudkan Persatuan Bangsa dan Cegah Potensi Ancaman
© 2017 Mediasi Online | media informasi pemersatu. All rights reserved. XHTML / CSS Valid.