Bersama TNI, Rumah Zakat Bersihkan Puing-puing Bangunan yang Rusak

Hari kelima di Wamena, tim Relawan Rumah Zakat bersama TNI membersihkan puing-puing bangunan yang rusak dan dibakar oleh para pendemo saat kerusuhan terjadi. Selain itu juga memberikan santunan dan Superqurban kepada salah satu pengungsi, yaitu Abdullah Sihabudin.

Abdullah Sihabudin adalah pria asal Probolinggo yang merantau ke Wamena sejak 2012, ia mengatakan tidak membawa harta benda apapun saat akan pergi mengungsi. Rumah dan 12 motor untuk usaha ojeknya sudah habis dibakar massa.

Sebanyak 120 penyintas Wamena, Papua yang berasal dari Jawa Timur tiba di Malang. Mereka dievakuasi dari Wamena menggunakan pesawat C 130 Hercules A-1305 dan tiba di Bandara Abdurrahman Saleh sekitar pukul 14.50 WIB, pada Rabu (2/10).

Dari 120 penyintas tersebut, 15 diantaranya anak-anak, selanjutnya dikumpulkan di Bakorwil Malang untuk didata dan diserahkan ke pemerintah daerah masing-masing melalui Dinas Sosial. Mereka berasal dari Probolinggo, Pasuruan, Bojonegoro, Jember, Madura dan Banyuwangi.

“Kami telah memberikan bantuan berupa makanan siap saji, logistik, pendampingan psikososial, dan layanan medis. Insya Allah kami akan terus melakukan upaya untuk membantu korban kerusuhan Wamena, baik yang masih di Wamena dan yang sudah dievakuasi ke daerahnya masing-masing,” kata Izzatul Yazid, Relawan Rumah Zakat.