Buku 100 Koperasi Besar Indonesia, Bukti Koperasi Sebagai Usaha Skala Besar

IMG-20171030-WA0014

Bisnis koperasi kini dinilai sebagai usaha yang masuk ke dalam kategori usaha skala besar, dan mampu bersaing dengan usaha swasta. Bahkan saat ini, sudah ada koperasi yang mampu mendulang aset lebih dari Rp 7 triliun dan volume usaha lebih dari Rp 5,7 triliun. Hal tersebut dibuktikan dengan diluncurkannya buku ‘100 Koperasi Besar Indonesia 2017′ yang diterbitkan oleh majalah Peluang, pada Senin (30/10/2017) di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta.

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Agus Muharram, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah Peluang Irsyad muchtar, Deputi bidang Kelembagaan Meliadi Sembiring, Perwakilan 100 Koperasi besar, Direktur PT Dua Visi Yuni Hegarwati, Direktur Utama LLP-KUKM Emilia Suhaimi, Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo.

Deputi bidang kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan, pihaknya sudah memiliki program revormasi total koperasi, yang meliputi rehabilitasi dan reorientasi. Program tersebut guna menunjang pertumbuhan koperasi yang berkualitas.

“Revitalisasi itu intinya bagaimana kita menempatkan koperasi kembali ke jalur yang benar. Jadi kita membina koperasi-koperasi, kita benahi, yang kita sebut pertama adalah penataan data koperasi. Disitu kita sudah membubarkan koperasi yang tidak aktif. Supaya kedepan semua koperasi yang aktif yang kita bina, itu rehabilitasi,” jelas Meliadi.
Kedua, tambahnya, yaitu reorientasi. Ini kita bagaimana mengarahkan koperasi yang tadinya kuantitas menjadi kualitas. Jadi kita mengarahkan koperasi-koperasi ini ke arah yang berkualitas. Menurutnya, koperasi-koperasi ke depan harus mampu mengembangkan koperasinya dengan mengutamakan kualitas.

Peluncuran buku 100 koperasi tersebut bertujuan untuk menunjukan koperasi yang kualitasnya baik di tingkat nasional. “Ini adalah suatu kegiatan yang menunjukkan bahwa koperasi di Indonesia ini banyak yang berkualitas,” tuturnya.

Hal serupa juga diutarakan Irsyad Muchtar, sebagai penulis buku ‘100 Koperasi Besar Indonesia 2017′, bahwa berdasarkan hasil survey yang dilakukannya selama dua tahun terakhir, bisnis koperasi skala besar terus tumbuh di berbagai daerah di tanah air. Menariknya, koperasi berskala justru berkembang di kota-kota yang terbilang relatif kecil.

Irsyad juga menambahkan bahwa koperasi saat ini sudah banyak dipimpin oleh kaum muda berusia 24,6 tahun. Selain itu, kemampuan koperasi untuk tanggap dengan perubahan teknologi yang berkembang kini juga menggembirakan. “Hampir semua koperasi besar, kini familiar dengan teknologi informasi. Bahkan banyak koperais yang membangun jaringan usahanya berbasis digital dan melakukan transaksi online, sebagaimana layaknya perbankan,” pungkas Irsyad yang juga sebagai Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi Majalah Peluang.

Dalam acara peluncuran buku ‘100 Koperasi Besar Indonesia 2017′ tersebut, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga juga berkesempatan menyerahkan piagam dan tropi kepada sejumlah koperasi besar yang kinerjanya dianggap menonjol. Sebanyak 13 koperasi mendapat penghargaan sebagai pengelola Aset Terbesar, Volume Usaha Terbesar, CSR Terbaik dan IT Terbaik.

Sebagai Ketua Pelaksana acara Launching buku ‘100 Koperasi Besar Indonesia 2017′, Yuni Hegarwati mengungkapkan, bahwa ini merupakan ketiga kalinya buku tersebut diterbitkan, dan dapat menjadi referensi dalam memahami bisnis. “Melakukan kunjungan ke berbagai koperasi besar dan hasilnya adalah sebagaimana yang kita saksikan. Ini juga berkat kerja sama yang baik dengan beberapa pihak,” kata Yuni dalam kesempatan yang sama.

Adapun 13 koperasi penerima penghargaan tersebut diantaranya adalah Kopdit Lantang Tipo,KSPPS UGT Sidogiri, Koperasi Setia Bakti Wanita Surabaya, Kisel Jakarta, Kospin Jasa Pekalingan Jawa Tengah, Koperasi Pusat Susu Bandung Utara Lembang, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, Koperasi Astra Internasional, Koppas Srinadi, Kopdit Keling Kuman Sintang Kalbar, Koperasi Agro Niaga Jabubg Malang Jawa Timur, Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama Bogor Jawa Barat, Healthcare Mandiri Jakarta.

“Ke depan itu kita mengharapkan agar koperasi bisa lebih aktif dalam penyaluran KUR. Sebagaimana pemerintah telah memberikan bantuan subsidi untuk bunga dan juga 70% dari penjaminan,” harap Meliadi.