Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Berubah ke arah yang lebih baik adalah tujuan setiap orang. Ketika seseorang sudah mau merubah diri, maka ia harus konsisten melaksanakan perubahan itu, supaya perbaikan diri bisa tercapai dengan baik. More »

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Kami ingin jiwa dan semangat luhur yang melekat pada TNI dapat terus terjaga dan dirawat sepanjang masa.  Sampai kapanpun TNI tidak pernah melupakan para pejuang dan senior yang telah memerdekakan dan mempertahankan bangsa ini. More »

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

BINUS UNIVERSITY akan menjadi tuan rumah untuk Ms. Frances Adamson, Secretary of the Foreign Affairs and Trade Development of Australia pada acara seminar “Australia and Indonesia: Stronger Together” di #AussieBanget Corner yang baru diresmikan bulan Maret More »

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM akan menyelenggarakan event olahraga, Forwakop SME 5K Run 2017 – Series I, dengan menargetkan 2.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku More »

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Keberhasilan pembebasan sandera di Papua adalah bentuk dari kerja sama TNI dan Polri, maka kekompakan dan kebersamaan TNI dan Polri sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dilihat More »

 

Category Archives: Daerah

Serka Darwis Inspirator Dalam Membangun Ketahanan Wilayah

Aktivitas menjalankan tugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Koramil 1412-03/Rante Angin, telah menjadikan seorang Serka Muh. Darwis menjadi inspirator bagi aparatur negara lainnya di negeri ini.

Pasalnya, karya pria kelahiran Bulukumba 48 tahun lalu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di empat desa binaannya, yakni Kelurahan Ranteangin, Desa Landolia, Desa Rantebaru dan Desa Maroko. Sejak mengawali tugasnya sebagai Babinsa di Kelurahan Ranteangin pada bulan Maret tahun 2009 lalu, Serka  Darwis masih menjumpai masyarakat yang masih terbiasa dengan perilaku primitif berupa mabuk-mabukan yang memicu terjadinya keonaran dan perkelahian antar suku. Kebiasaan negatif tersebut juga menjadi salah satu penyebab kesejahteraan masyarakat di empat desa itu tertinggal. 

Melalui sentuhan tangan dingin Serka Muh. Darwis, perlahan-lahan kebiasaan itu dikikis sehingga akhirnya berubah menjadi masyarakat yang memiliki etos kerja yang tinggi.  Keberhasilan Serka Darwis merubah pola pikir warga, tidak terlepas dari pola pendekatan yang diterapkannya sehingga mendapatkan respon positif dari segenap warga desa binaan. Wujud pendekatan tersebut dapat dilihat dari cara yang ditempuh Darwis dalam mensosialisasikan program pemerintah. Yang bersangkutan selalu mengadakan koordinasi ketat dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pemerintah setempat. 

Alhasil, program-program yang ditargetkan oleh Serka Darwis selalu berjalan sukses. Contoh riilnya terlihat pada program Upsus Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh pemerintah tahun 2014 lalu. Awalnya program ini mendapatkan hambatan yakni adanya penolakan dari sebagian warga desa binaanya. Namun penolakan warga tersebut disikapi positif olehnya, dengan membuktikan bahwa program pemerintah itu benar-benar ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Diapun memulai program tersebut dengan membuka areal persawahan seluas ± 1 Ha yang dipinjamnya dari warga Desa Binaan. 

Berbekal tekad dan arahan PPL setempat, produksi padi di sawah pinjaman itu berhasil dan sontak membuat masyarakat  berbondong-bondong mengikuti langkah Serka Darwis. Akhirnya dengan percontohan yang diberikan oleh Serka Darwis berhasil meningkatkan areal persawahan di empat desa binaan dari semula 40 Ha menjadi 340 hektar dalam kurun waktu hanya 2 tahun.

Selain berhasil memotivasi warga dalam mengembangkan pertanian, Serka Darwis juga memiliki kepekaan dan perhatian terhadap dunia pendidikan.  Menurutnya, kualitas sumber daya manusia Indonesia harus ditingkatkan agar dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Sebagai wujud komitmennya untuk meningkatkan SDM tersebut, saban hari Serka Darwis menyeberangkan anak-anak sekolah melalui Gondola (Jembatan tali berkatrol) melewati Sungai Ranteangin di Desa Maroko. Untuk menyeberangkan anak sekolah melewati sungai yang memiliki kedalaman 6 meter itu, setiap hari Serka Muh. Darwis telah standby di lokasi penyeberangan sejak pagi hari.

Menurut penduduk setempat, aktivitas menyeberangkan anak tersebut menjadi pekerjaan rutin Serka Darwis kecuali saat sang Babinsa mendapatkan tugas lain.

Serka Darwis menegaskan bahwa aktivitasnya menyeberangkan anak sekolah semata-mata merupakan panggilan hati nurani sebagaimana konsekuensi dirinya sebagai prajurit TNI yang selalu setia pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan 8 Wajib TNI.

Selain dua hal di atas, wujud pengabdian  Serka Darwis  juga nampak dalam keberhasilannya menghilangkan kebiasaan nelayan dalam menangkap ikan dengan menggunakan bom. Melalui koordinasi Serka Darwis dengan segenap stakeholders setempat, para pelaku pengeboman ikan  yang berasal dari luar Kecamatan Ranteangin berhasil diamankan oleh aparat berwajib.  Atas keberhasilan tersebut, masyarakat Desa Landolia mewujudkan apresiasinya dengan memberikan hadiah kepada Serka Darwis berupa 1 (satu) unit Rumah Pos Babinsa berukuran 7 X 9 meter di dalam wilayah Desa Landolia Kecamatan Ranteangin, Kab. Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ratusan Peserta NKRI 2017 Tiba di Merauke

797 orang peserta Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017  menggunakan Kapal Perang TNI AL KRI Teluk Bintuni-520  dengan Komandan Kapal Letkol Laut (P) R Yusup Yanto, M.Tr.Hanla tiba di pelabuhan Yos Sudarso Merauke – Papua Kamis, (3/8/2017).

Peserta Ekspedisi NKRI 2017 yang terdiri dari kalangan peneliti, akademisi, TNI serta Polri menggunakan Kapal Perang jenis LST (Landing Ship Tank) TNI Angkatan Laut.  KRI Teluk Bintuni-520 berangkat dari Pelabuhan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlanmil) Tanjung Priok Jakarta, pada Senin (24/07) menempuh perjalanan laut selama 10 (Sepuluh) hari.

Komandan Komando Resort Militer 174/Anim Ti Waninggap Merauke Kodam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Asep Setia Gunawan, S.I.P, selaku Wakil Komandan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 didampingi Koordinator Ekspedisi NKRI 2017 Kolonel Inf Dwi Anggono, menyambut kedatangan para  peserta Ekspedisi NKRI  yang tiba di pelabuhan Yos Sudarso Merauke.

Dalam kesempatan tersebut  Wakil Komandan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017  berpesan agar para peserta Ekspedisi NKRI menghormati adat istiadat dan kearifan lokal daerah setempat, sehingga keberadaan peserta Ekspedisi NKRI selalu dapat diterima oleh masyarakat. Para peserta Ekspedisi NKRI diharapkan selalu menjaga dan perhatikan faktor keamanan, apalagi para peserta banyak yang masih baru pertama kali datang ke Papua Bagian Selatan.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Brigjen TNI  Asep Setia Gunawan, S.I.P mengucapkan selamat bertugas, semoga sukses, berikan pengabdian yang terbaik untuk masyarakat Papua sebagaimana tujuan Ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Koordinator Ekspedisi NKRI Kolonel Inf Dwi Anggono  menjelaskan,  dari Merauke para peserta Ekspedisi NKRI akan di sebar dalam 5 (Lima) Subkorwil, yakni Subkorwil-1/Asmat di kab. Asmat meneruskan perjalanan dengan KRI Teluk Bintuni-520, Subkorwil-2/Mappi di kab. Mappisubkorwil-3/Merauke di kab. Meraukesubkorwil-4/Mindiptana di kab. Boven Digoel dan subkorwil-5/Tanah merah di kab. Boven Digoel menggunakan jalan darat.

Ekspedisi NKRI merupakan kegiatan yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat dengan menunjuk Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) selaku Komandan Ekspedisi dan Danrem wilayah setempat sebagai wakil Komandan Ekspedisi NKRI untuk bekerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, beserta segenap komponen bangsa dalam menjaga kelestarian alam

Pelaksanaan Ekspedisi NKRI 2017 dimulai tanggal 3 Agustus sampai dengan 22 November 2017. Materi yang akan dilaksanakan pada Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 adalah serbuan teritorial atau pengabdian masyarakat, penelitian, dan penjelajahan,.

Ekspedisi NKRI bertujuan melakukan identifikasi pengembangan potensi sumber daya alam, meningkatkan pelayanan kemasyarakatan, terutama pada bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, meningkatkan partisipasi masyarakat, terutama generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan, serta memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Turut menyambut kedatangan peserta, Brigjen TNI (Mar) Bambang Sutrisno Komandan Lantamal XI Merauke, Kasiter Korem 174/ATW Kolonel Inf M Andi P, Kabag operasional Ekspedisi Letkol Inf Ade Chandra, Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Heri Krisdianto, S.E, Dandenbekang 17-44-04/Merauke, Dandenkesyah 17.04.04/Merauke, Danramil jajaran Kodim 1707/Merauke dan Kodim 1711/Boven digul, tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Muspida setempat serta Tim Ahli dan para Pakor bidang Ekspedisi NKRI 2017.(Tim Media Ekspedisi NKRI 2017).

 

Bakamla RI Tangkap  Kapal Tanker di Perairan Jakarta

KAL Petir II-05 yang tengah bergabung dalam Operasi Patroli rutin Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menangkap sebuah kapal tanker bernama MT Blue Ocean 5 tanpa kelengkapan dokumen, di Perairan Jakarta, Senin (24/7/2017).

Kemanunggalan TNI dan Rakyat Percepat Pembangunan

Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai Kolonel Inf Bambang Ismawan, S.E., M.M., menghadiri Pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reg ke 99 pada Selasa, 3 Juli 2017, di Dusun Ngedang Desa Tebedak Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.

TMMD Reg ke 99 di Kabupaten Landak dibuka oleh Bupati Landak dr. Carolin Margaret Natasa dengan tema, “Dengan Semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat Kita Percepat Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI”.

Menurut Danrem 121/ABW, Kolonel Inf. Bambang Ismawan, TMMD adalah suatu sarana untuk menciptakan kemanunggalan antara TNI dan rakyat serta selama kegiatan TMMD, prajurit akan tinggal di rumah-rumah masyarakat, menyatu dengan masyarakat sehingga tercipta komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Lanjut Danrem, untuk fokus kegiatan TMMD ke-99 di Ngabang  adalah pembangunan fisik  berupa perbaikan jalan, jembatan, gedung PAUD, Gereja, sedangkan non fisik berupa penyuluhan tentang Kamtibmas, bela negara, dan penyalahgunaan narkoba.

Lokasi kegiatan TMMD dipilih atas dasar usulan dari masyarakat kepada Babinsa kemudian berkoordinasi dengan Danramil dan Dandim selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten, tambahnya.

Sementara itu Bupati Landak dr Carolin Margaret Natasa menyampaikan bahwa di Provinsi Kalbar terdapat 2 kabupaten yang diberikan tanggung jawab untuk melaksanakan TMMD yaitu Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Landak,  dan Pemerintah Daerah mendukung kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Landak mengajak seluruh masyarakat Desa Tebedak untuk berpartisipasi dalam mendukung kegiatan TMMD dan mengikut sertakan 20 orang masyarakat setiap harinya untuk membantu.

Tampak hadir dalam pembukaan TMMD tersebut diantaranya,  Waaster Kasdam XII/Tpr Letkol Inf Made Mahaparta, Dandim 1201/Mpw Letkol Inf Win Nindar, Kapolres Landak AKBP Bowo,  Wadanyon Armed 16 Komposit, Wakil Bupati Landak,  Ketua DPRD Kab Landak, SKPD Kab Landak, Para Pasi dan Danramil Kodim 1201/Mph, dengan pasukan upacara prajurit Kodim 1201/Mph, Yon Armed 16/Komposit, Yon Zipur 6/SD, TNI AL, TNI AU, Polres Landak, Satpol PP, Pelajar dan masyarakat.

Panglima TNI Tinjau Lokasi dan Kesiapan Peringatan Hari TNI ke-72 di Cilegon

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A, Wakasal Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Wakasau Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, para Asisten Panglima TNI dan Kabalakpus TNI meninjau langsung lokasi dan kesiapan tempat pelaksanaan Peringatan Hari TNI ke-72 yang akan digelar pada tanggal 5 Oktober 2017, di Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (6/7/2017).
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo  beserta  rombongan  dengan  menggunakan 2 Helikopter Bell 412 milik TNI, berangkat dari Mabes TNI Cilangkap pukul 08.00 WIB dan tiba di Pelabuhan Indah Kiat Cilegon, Banten sekitar pukul 08.45 WIB.
 
Setibanya di lokasi, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta rombongan disambut oleh Wakil Gubernur Banten, Pangdam III/Siliwangi, Kapolda Banten dan para Pejabat Pemda Provinsi Banten.
 
Selanjutnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta rombongan langsung menuju lokasi yang direncanakan sebagai tempat Peringatan Hari TNI ke-72, diantaranya tempat pelaksanaan upacara, penempatan Alutsista TNI, Daerah Persiapan dan Sasaran Demonstrasi, serta lokasi lain untuk akomodasi dan pengunjung dari masyarakat setempat.
 
Dalam rangkaian Peringatan Hari TNI ke-72 tahun 2017, Panitia (Pusat dan Daerah) akan menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain: Bakti Sosial Kesehatan, diantaranya Pengobatan Umum, Operasi Katarak, Operasi Bibir Sumbing, Pelayanan KB/Kebidanan, Sunatan Massal, Pelayanan Gigi, Donor Darah, Pemberian Alat Bantu Dengar, Kaca Mata Plus Minus dan Kursi Roda serta kegiatan sosial lainnya seperti Bazar dan pembagian sembako.
 
Kegiatan lainnya yaitu Lomba Foto dan Karya Tulis Jurnalistik, Festival Film Nasional, Lomba Dayung dan Renang 1.000 meter, Lomba Para Motor dan Aeromodelling, Lomba MTQ, MHQ dan Hadro serta Lomba Lagu Rohani dan Perjuangan.
 
Dalam rangkaian Peringatan Hari TNI ke-72 tahun 2017,  TNI juga menghadirkan 1.000 siswa/i berprestasi dari seluruh wilayah tanah air, khususnya pulau-pulau terluar dan daerah perbatasan, melaksanakan ziarah ke makam mantan Presiden RI dan Panglima Besar Jenderal Sudirman, nonton bareng Prajurit TNI bersama masyarakat film “Merah Putih Memanggil” yang direncanakan akan diputar secara serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia, pada tanggal 5 Oktober 2017.
 
Itu semua sebagai bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan TNI kepada masyarakat, yang telah mendukung tugas-tugas yang dilaksanakan TNI.  Hal ini juga sejalan dengan tema Peringatan Hari TNI ke-72 tahun 2017, yaitu “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”.

Rumah Zakat Salurkan Paket Lebaran di Ternate

Rumah Zakat menyalurkan 30 paket Bingkisan Lebaran Keluarga untuk warga kurang mampu di Kelurahan Kastela Kec. Pulau Ternate. Sebagian warga di wilayah tersebut merupakan mualaf dari Suku Togutil.

Suku Togutil merupakan Suku Tobelo Dalam di Halmahera yang hidup di hutan-hutan secara nomaden. Warga mualaf dari suku Togutil tersebut kini tinggal di Pondok Pesantren Hidayatullah. Sebagian besar mualaf adalah remaja yang dibawa oleh salah satu ustaz di Ponpes Hidayatullah yang bertugas untuk memperkenalkan Islam di Halmahera.

Kehidupan di daerah tersebut belum terkondisikan dengan baik dan cenderung bebas. Bahkan di antara mereka ada yang masih belum memiliki agama,” ungkap Andre, Relawan Rumah Zakat, Jumat (16/6).

Selain untuk mualaf, bantuan juga diberikan kepada warga kurang mampu di wilayah itu. Andre menambahkan, di wilayah tersebut masih banyak warga pesisir pantai yang rumahnya terbuat dari kayu.

“Ini sebagai wujud kepedulian Rumah Zakat terhadap masyarakat di Indonesia Timur. Untuk itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri, kami ingin berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Semoga bisa menebar energi kebahagiaan yang lebih di Ternate dan wilayah sekitarnya,” ujar Andre.

Panglima TNI : TNI Tidak Bisa Dipisahkan Dengan Rakyat

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan, karena sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran rakyat termasuk ulama dan santri yang tergabung dalam  laskar-laskar pejuang. Setelah  kemerdekaan, para ulama dan santri ada yang kembali ke pesantrennya masing-masing, namun ada pula yang berdagang dan berkarya. Sebagian dari mereka terpanggil untuk menjaga Keamanan Rakyat, maka dibentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang saat ini kita kenal dengan TNI.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya, pada acara Safari Ramadhan yang dihadiri 3.500 orang, terdiri dari Prajurit TNI-Polri, para Ulama dan masyarakat serta 1.000 anak Yatim Piatu, bertempat di Lapangan ApelBatalyon Para Raider 502/UY Brigif 18 Para  Raider/2 Kostrad, Jabung Malang, Jawa Timur, Minggu (11/6/2017).

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa Panglima Besar Jenderal Sudirman (Panglima TNI yang pertama) adalah pejuang yang berasal dari rakyat dengan latar belakang sebagai guru agama yang tidak pernah lepas dari wudhu, sehingga anak buahnya memanggil dengan sebutan Kyai. “Oleh karena itu, TNI dan rakyat serta Ulama tidak mungkin bisa dipisahkan sampai kapanpun dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama”, jelasnya. 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa keamanan dan  ketentraman Jawa Timur khususnya di Malang terpelihara dengan baik karena masyarakatnya guyub.  “Sebentar lagi, tahun 2018 akan ada Pilkada di sini, mudah-mudahan masyarakat Jawa Timur bisa menunjukan kedewasaan dalam politik, bersaing silahkan tapi masyarakat harus tetap damai sehingga pembangunan tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengucapkan terimakasih kepada semua Prajurit TNI, karena tingkah laku yang sopan santun dan kedekatan dengan masyarakat, sehingga kepercayaan masyarakat kepada TNI tinggi. “Ini bukan harus dibanggakan, tetapi bagaimana kita harus mempertahankannya karena TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan, sejarah membuktikan bahwa yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan bukan hanya TNI, tetapi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Disela-sela sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bercerita tentang seorang tukang cat  perahu, yang dimintai tolong oleh pemilik perahu untuk mengecat perahunya. Ketika sedang mengecat, dia melihat ada lubang di bawah perahu yang sedang dia cat. Tanpa memberitahukan ataupun diperintah pemilik perahu, lubang tersebut langsung ditambal dengan kuat. Selesai dicat, pemilik perahu langsung mengecek dan mengatakan bahwa hasilnya sangat rapi dan bagus.

Ketika perahu tersebut digunakan oleh anak-anak pemilik perahu pergi memancing, si pemilik perahu begitu khawatir karena perahu tersebut masih berlubang. Namun, Alhamdulillah anak-anaknya selamat semuanya. Ternyata lubang dibawah perahu, sudah ditutup sama si tukang cat.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, makna dari cerita tersebut adalah apabila kita berbuat baik pasti akan bermanfaat dan ada hikmahnya, maka biasakanlah kita selalu berbuat baik, kapanpun juga. “Ingatsetiap kita berbuat kebaikan, sama dengan kita menerangi jalan kita sendiri. Ingatlah bahwa Allah SWT adalah yang maha mengetahui, pengasih lagi penyayang,” pungkasnya.

Panglima TNI : Situasi Poso Semakin Hari Semakin Aman

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan rasa syukur dan bahagia, karena atas jerih payah seluruh masyarakat bersama TNI dan Polri, situasi Poso semakin hari semakin aman. Semoga kondisi seperti ini terus berlanjut dan semakin baik ke depan serta harus dipertahankan.
 
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI pada tatap muka dengan personel TNI dan Polri, para Ulama dan masyarakat Kota Poso, menjelang Buka Puasa Bersama di Gedung Olahraga Kasintuwu Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (8/6/2017).
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, tujuan kedatangan saya ke Poso semata-mata untuk bersilaturahmi dengan jajaran TNI-Polri serta Ulama dan masyarakat setempat. “Kepada seluruh masyarakat untuk bersinergi, dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah, guna menangkal masuknya pihak-pihak tertentu untuk merusak kembali kedamaian dan ketertiban di Poso,” himbaunya.
 
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali mengingatkan soal pemberontakan ISIS di Filipina Selatan yang berhasil merebut Kota Marawi. ISIS di Marawi diperkirakan sekitar 50 sampai 100 orang ternyata mencapai 500 orang lebih dan tidak menutup kemungkinan akan masuk ke wilayah Indonesia, karena terdesak oleh militer Filipina.
 
“Sekitar enam bulan yang lalu, saya pernah menyampaikan bahwa ISIS akan memusatkan kekuatan di Asia Tenggara, yaitu Filipina Selatan. Dan terbukti, saat ini terjadi di Marawi,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
“Kita semua harus waspada, kalau ada orang tidak dikenal masuk ke wilayah kita, laporkan segera kepada aparat. Aparat itu bisa TNI, Polisi, Pemda, RT, RW dan Kepala Desa terhadap masuknya ISIS di Indonesia. Kita harus jaga betul jangan sampai terjadi di negara kitakata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Usai berbuka puasa bersama dilanjutkan dengan shalat Tarawih bersama dengan penceramah Ramadhan oleh Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag, Rektor IAIN Palu dan Ketua MUI Kota Palu. Turut hadir diantaranya Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, Komandan Satgas Operasi Tinombala Poso Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf M. Saleh Mustafa

Adira dan Rumah Wakaf Akan Bangun Sekolah Terapung di NTT

PT Adira Insurance Syariah bekerjasama dengan Rumah Wakaf untuk program Sekolah Terapung di NTT.  Sekolah Terapung merupakan sekolah yang akan dibangun oleh pihak Rumah Wakaf di atas laut untuk menyediakan sarana sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal warga.

“Ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk berkontribusi di masyarakat.  Semoga dengan donasi ini dapat membantu terwujudnya sarana dan prasarana Sekolah Terapung dan dapat memudahkan aktivitas belajar mengajar, serta dapat membina generasi penerus bangsa yang cerdas,” ujar Indra Baruna, Direktur Utama PT Adira Insurance Syariah, Senin, (5/6).

Soleh Hafiz, Direktur Rumah Wakaf mengatakan program Sarana Sekolah Terapung ini akan dibangun di Kab. Sikka. Wilayah ini kondisi sarana dan prasarana di wilayah tersebut masih kurang dan tidak memadai.

Selain Sarana Sekolah Terapung, akan disalurkan pula Perahu Guru Pedalaman. Sebab transportasi menjadi permasalahan lain di wilayah ini. Untuk sampai di sekolah, setiap hari siswa-siswa dan guru harus menempuh perjalanan selama 3-5 jam menggunakan perahu. Perahu yang digunakan pun masih jarang dan hanya datang pada jam-jam tertentu.

“Program Sarana Sekolah Terapung dan Perahu Guru Pedalaman ini adalah salah satu cara kami untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh pedalaman Indonesia. Selain itu, sesuai dengan tagline Rumah Wakaf yaitu ‘Kekalkan Kebaikan’ maka kami pun ingin mengajak masyarakat agar dapat mengekalkan kebaikan lewat donasi yang disalurkan di Rumah Wakaf,” papar Soleh Hafiz.

Pangdam IM  Memberikan Piagam Penghargaan dan Bantuan Beasiswa

Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI  Moch. Fachrudin, S.Sos memberikan bantuan beasiswa kepada Naufal Raziq Bocah asal Aceh Timur penemu energi listrik dari pohon kedondong pagar (Spondias Dulcis Forst) di Ruang Tamu Pangdam, Banda Aceh, Kamis (1/6/17) siang.
Naufal memenuhi undangan Pangdam IM untuk berdiskusi mengenai energi yang telah ditemukannya yaitu energi listrik dari pohon kedondong pagar. Bocah yang saat ini sudah berusia 15 tahun tersebut telah meneliti energi listrik dari pohon kedondong pagar selama tiga tahun ini.
“Kami melihat inovasi dari Naufal ini merupakan wujud energi terbarukan yang memanfaatkan potensi alam yang banyak dijumpai di Indonesia. Dan sesuai semangat kami yang sangat mendukung inovasi teknologi baru terbarukan. Harapannya semakin banyak inovator yang menemukan solusi untuk penggunaan energi yang terbarukan,” jelas Pangdam.
Pertemuan selama satu jam tersebut, Mayjen TNI  Moch. Fachrudin, S.Sos memberikan motivasi kepada Naufal agar bisa menciptakan listrik dengan kapasitas yang lebih besar dan handal agar bisa bermanfaat untuk masyarakat luas.
“Tadi habis bertemu Pak Pangdam, membicarakan listrik dari pohon kedondong pagar,” kata Naufal.
Sebelumnya, teknologi temuan Naufal ini telah dimanfaatkan PT Pertamina EP melalui Rantau Field untuk membantu sekolah Anak Merdeka dan beberapa rumah serta fasilitas umum di desa terpencil Tampor Paloh Kec. Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur mendapatkan penerangan di malam hari.
Selain itu, pohon energi ini juga telah dipasang di lokasi Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina di Aceh Tamiang, yang juga menjadi laboratorium tree energy dalam pengembangannya untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal.