Panglima TNI Ngopi Bareng Dengan Para Pemred di atas Udara

Panglima TNI Ngopi Bareng Dengan Para Pemred di atas Udara

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menggelar coffee morning bersama Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Massa dan awak wartawan serta Pejabat Mabes TNI dan TNI AU di atasudara, dengan menggunakan pesawat Hercules  C-130 VIP milik TNI Angkatan Udara di ketinggian More »

21 PENGUSAHA INSPIRATIF RAIH SMESCO AWARD 2017

21 PENGUSAHA INSPIRATIF RAIH SMESCO AWARD 2017

Sebanyak 21 Pengusaha kecil dan menengah dari berbagai pelosok Tanah Air menerima penghargaan Smesco Award 2017 yang berlangsung di Gedung Smesco Indonesia, Sabtu (9/12/2017) Jakarta. Penghargaan bergengsi dari Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi More »

Menkop dan UKM Beri Penghargaan Bagi 21 UKM Inspiratif

Menkop dan UKM Beri Penghargaan Bagi 21 UKM Inspiratif

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga memberikan penghargaan bagi 21 UKM yang dianggap inspiratif dari seluruh Indonesia berupa Smesco Award 2017. Mereka dinilai memiliki kinerja usaha fenomenal dan mampu menginspirasi dunia usaha. More »

Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar Pasal Ujaran Kebencian/Hate Speech

Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar Pasal Ujaran Kebencian/Hate Speech

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) menilai pernyataan advokat Eggi Sudjana seusai sidang terkait Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu, tidak menyalahi undang-undang. Pernyataan Eggi dinilai belum More »

Forwakop SME 5K Run Buka Kategori Umum dan Wartawan

Forwakop SME 5K Run Buka Kategori Umum dan Wartawan

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Pupayoga dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dijadwalkan akan melepas peserta Forwakop SME 5K Run 2017 – Series I. Pembukaan event ini akan berlangsung di kantor More »

 

Category Archives: Hukum

TKI Illegal Menyesal dan Jera untuk Bekerja Kembali di Ladang Sawit

Tiada habisnya berita mengenai TKI illegal Indonesia yang dipulangkan dari Rumah Tahanan Imigrasi Malaysia ke Indonesia. Menindaklanjuti surat permohonan mendadak dari Kantor Imigrasi di Sandakan sehari sebelumnya, KJRI Kota Kinabalu hari ini tanggal 24 Februari 2016, kembali menugaskan dua orang anggota Tim Satgas Perlindungan WNI untuk pergi ke Sibuga, Sandakan berjarak 350 km dari Kota Kinabalu. Kedua anggota Tim Satgas perlu menghabiskan waktu 6 jam perjalanan dengan mobil untuk melakukan interview dan melakukan verifikasi dokumen kepada 82 tenaga kerja yang akan dideportasi, terdiri dari 40 Pria, 38  wanita dan 4 Anak di bawah umur.

Konsul Jenderal RI di Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan menyatakan bahwa Tim Satgas KJRI memang harus selalu siap membantu dan bekerjasama dengan para pemangku kepentingan agar WNI terjamin perlindungannya. Kata Irfan : “Tim Satgas KJRI Kota Kinabalu tidak boleh menolak permohonan bantuan dari pihak manapun, sejauh itu menyangkut kepentingan WNI/TKI. Ini merupakan bagian dari upaya yang terus menerus untuk melindungi keselamatan dan kepentingan WNI/TKI dari tindakan yang melanggar hukum, baik sebagai korban atau bahkan sebagai pelaku”.

Berkaitan dengan pemulangan ini, Ketua Tim Satgas Perlindungan, Hadi Syarifuddin, mengatakan bahwa mereka yang dipulangkan rata-rata tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya bekerja serabutan karena tidak memiliki ijin kerja. Mereka ini sangat rentan terhadap tindakan sewenang-wenang dari majikan.

Tim Satgas selain menerbitkan SPLP, juga melakukan sosialisasi tentang keberadaan Poros Sentra Pelayanan dan Pemberdayaan Terpadu TKI yang pada tanggal 16 Februari 2016 diresmikan oleh Menko PPM Puan Maharani di Nunukan. Kepada para deportan ini ditanyakan apakah ingin menetap dan bekerja di Indonesia atau menempuh masa training di sentra untuk mendapatkan peningkatan ketrampilan sebelum bekerja kembali ke luar negeri.

Di Sabah, pada umumnya TKI berasal dari Indonesia bagian timur seperti Flores, Adonara, Buton, Makasar dan Toraja. Banyak diantara mereka datang ke Sabah secara illegal melalui daerah tertentu di perbatasan Kaltara. Seperti diutarakan oleh dua TKI yang akan dipulangkan yaitu Harini binti Idris dan Dahlia; dua ibu rumah tangga masuk ke Sabah melalui Sungai Nyamuk dengan menggunakan sampan. “Saya masuk ke Sabah ditolong oleh seorang agen. Memang secara gelap karena malas memproses penempatan yang ribet, banyak menghabiskan waktu dan tenaga. Selama di Sabah, saya bekerja memungut bijih sawit dengan upah kecil dan itupun dipotong lagi oleh majikan, katanya untuk iuran makan, tempat tinggal, air dan listrik”, kata Harini dan Dahlia. Selepas mendekam dalam Rumah Tahanan Imigrasi selama 2 bulan, keduanya mengatakan menyesal dan jera untuk kembali bekerja di ladang sawit di Sabah.

———-

 

Merasa Dirugikan dalam Proses Tender, PT Sang Saka dan PT Trio Bernas Group Surati Menteri PUPR

Dua perusahaan yaitu PT Sang Saka dan PT Trio Bernas Group mendatangi Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta. Kedatangan kedua PT tersebut untuk mengadukan nasibnya sebagai peserta lelang di Propinsi Sumatera Utara, yang seharusnya berhak atas tender tersebut namun dikalahkan oleh perusahaan yang tidak memenuhi syarat.

PT Sang Saka adalah perusahaan yang ikut tender pembangunan jembatan Aek Pinang Sori. Dari hasil evaluasi/klarifikasi kelompok kerja ULP pengadaan barang/jasa lingkungan pelaksanaan jalan nasional wilayah II Propinsi Sumuatera Utara TA 2016.

Sesuai SE Menteri PUPR, tentang SBU, SKA dan SKTK yang berlaku dalam pengadaan barang dan jasa adalah yang tercantum dalam database SIKI LPJKN, berhak mengikuti proses pemilihan pengadaan barang dan jasa bidang konstruksi.

“Kami beranggapan bahwa kinerja Pokja pengadaan barang/jasa lingkungan satker pelaksanaan jalan nasional wilayah II Propinsi Sumut TA 2016 tidak profesional, terbukti dengan terdaftarnya SKA Personil perusahaan kami di lpjk.net tetapi pokja menyatakan personil tersebut tidak terdaftar di lpjk.net,” kata Dirut PT Sang Saka Syahruddin AR, kepada wartawan di Jakarta, senin (22/2/2016).

Ia merasa dirugikan atas evaluasi pihak pokja ULP pengadaan barang/jasa lingkungan satker pelaksanaan jalan nasional wilayah II Prop Sumut TA 2016, “maka kami minta pada pokja untuk evaluasi dan klarifikasi ulang untuk paket pekerjaan pembangunan jembatan Aek Pinang Sori (bangunan bawah),” pinta Syahruddin.

Di tempat yang sama, Dirut PT Trio Bernas Group Parlaungan Lumban Gaol juga menyampaikan sanggahan tentang dugaan penyimpangan dan kelalaian terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Perpres No 54 2010 dan yang telah ditetapkan dalam dokumen pengadaan barang/jasa serta peraturan LPJKN no 10 2014 tentang persyaratan penetapan kualifikasi usaha jasa pelaksana konstruksi pada pelelangan paket pekerjaan pemeliharaan berkala/rehabilitasi dan peningkatan jembatan natal cs.

“Terkait pengumuman paket pekerjaan tersebut, kami PT Trio Bernas Group mengajukan sanggahan terhadap hasil evaluasi administrasi di mana telah terjadi kelalaian terhadap ketentuan dan prosedur,” kata Parlaungan Lumban Gaol.

Menurutnya, setelah dilihat dan dicermati, Sertifikat Badan Usaha yang dikeluarkan oleh LPJK dari perusahaa pemenang lelang yaitu PT MTDG pada web lpjk, masih berada pada sub klafikikasi M1 dan sesuai peraturan LPJKN tentang batasan nilai satu pekerjaannya maksimum Rp 10 milyar, sedangkan nilai pagu dan nilai HPS adalah lebih dari Rp 10 milyar yaitu nilai Pagu Rp 10.310.953.000;, nilai HPS Rp 10.277.653.000; sedangkan nilai harga penawaran pemenang Rp 9.353.144.015;

Oleh karena itu ia mempertanyakan, apakah SBU pemenang lelang sudah masuk pada sub klasifikasi M2 atau masih berada di sub klasifikasi M1 sesuai dengan data yang ada di LPJKN. “Apakah perusahaan yang masih berada di sub klasifikasi M1 dapat diluluskan evaluasi administrasi dan dilanjutkan evaluasi tekhnis dan ditetapkan sebagai pemenang lelang pada paket pelelelangan yang pada dasarnya sudah masuk pada kategori sub klasifikasi M2 atau lebih dari Rp 10 M,” tanya Parlaungan Lumban Gaol.

Kedua perusahaan tersebut sudah mengirimkan surat pengaduan ini ke Menteri PUPR dan Dirjen Bina Marga pada 18 februari lalu. Namun ketika dikonfirmasi ke staf Dirjen Bina Marga, mengatakan bahwa surat tersebut belum ada disposisi dari Dirjen, sehubungan dalam waktu dua minggu ini Dirjen ada kegiatan di luar kantor.

 

Materi Anti Korupsi di SMP Juara Bandung

SMP Juara Bandung binaan RZ (Rumah Zakat) memberikan materi Anti Korupsi kepada para siswa di kegiatan Pekan Berbagi Senyum (PBS). Kegiatan ini merupakan acara rutinan yang diadakan oleh RZ untuk memberi pengetahuan serta wawasan lebih luas kepada para siswa.

Pekan Berbagi Senyum kali ini diikuti oleh siswa kelas VIII SMP Juara Bandung. Acara dihadiri Hj. Etit Hartiah, aktivis perempuan anti korupsi dan juga PKK Propinsi Jawa Barat. Di kesempatan ini, beliau menyampaikan materi tentang nilai integritas seperti jujur, peduli, mandiri, disiplin, sederhana dll. “Dengan nilai integritas ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran sejak dini terhadap bahaya korupsi yang berawal dari hilangnya sifat jujur,” tutur Etit, Senin (25/1).

Selain memberikan materi, Etit juga memperkenalkan games tentang bahaya korupsi serta memberikan buku dan komik tentang korupsi. Dan di akhir acara juga diberikan kenangan berupa sertifikat dan gambar hasil karya siswa SMP Juara Bandung yang diberikan langsung oleh Jajang selaku Kepala Sekolah SMP Juara Bandung.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, Etit memberikan kartu pos bagi SMP Juara Bandung dengan tujuan, kartu pos tersebut nantinya ditulisi mengenai berbagai harapan bagi pemimpin Indonesia. Selain itu juga akan diikutkan dalam lomba menulis kartu pos yang berhadiah menarik.

“Materi anti korupsi ini sangat tepat dan penting diberikan kepada Siswa SMP Juara Bandung. Agar mereka sedari dini sudah bisa mengetahui dan mengerti mengenai bahayanya korupsi, sehingga mereka bisa menghindari dari perbuatan yang sangat merugikan orang banyak tersebut. Semoga  kegiatan ini dapat berlanjut ke kelas lainnya,” ujar Ginanjar Rahayu, Guru SMP Juara Bandung.

Marinir Tangkep Pelaku Jambret di Maruyung

Eka Dedyawan, seorang anggota Marinir yang berdinas di Cilandak Jakarta, berhasil menggagalkan dan melumpuhkan pelaku pejambretan di jalan Raya Meruyung Desa Limo Kota Depok, Jakarta, Jumat (15/01/2016).

Kejadian tersebut berawal ketika Kopda Marinir Eka Dedyawan anggota Batalyon Bekpal-2 Menbanpur-2 Marinir sekitar pukul 05.55 Wib berangkat dari rumah tinggalnya di Perumahan Pasir Putih Sawangan Depok untuk melaksanakan dinas di Batalyon Bekpal-2 Marinir.

Saat melintas di jalan Raya Meruyung–Limo sekitar pukul 06.15 wib, di depan Mini Market Alfamidi Meruyung, Kopda Marinir Eka Dedyawan melihat seorang ibu yang selanjutnya diketahui bernama Rikha (27th) yang berboncengan motor dengan anaknya (siswa PAUD) hendak berhenti menepi ke kiri jalan karena macet. Pada saat yang bersamaan tiba-tiba didatangi oleh 2 (dua) orang pengendara sepeda motor dan langsung merebut tas serta menarik kalung yang dipakainya sehingga korban bersama anaknya terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Melihat kejadian tersebut Kopda Mar Eka Dedyawan dengan nalurinya sebagai prajurit, spontan langsung mengejar pelaku penjambretan yang melarikan diri ke arah Depok (Masjid Kubah Mas) bersama dengan seorang pengendara sepeda motor lainnya, Ikhwan (28 th) yang kebetulan pada saat bersamaan ada di TKP.

Setelah terjadi kejar-kejaran akhirnya Kopda Marinir Eka Dedyawan berhasil menyusul motor pelaku penjambretan, kemudian pada jarak yang cukup dekat Kopda Marinir Eka Dedyawan langsung memukul pelaku dengan menggunakan helm sehingga pelaku terjatuh dari motornya. Setelah terjatuh pelaku berusaha melarikan diri namun saat akan ditangkap oleh Kopda Marinir Eka Dedyawan dan sdr. Ikhwan, pelaku melawan sehingga terjadi perkelahian. Akan tetapi pelaku berhasil dilumpuhkan kemudian diserahkan kepada anggota Pos Pol Limo yang datang ke TKP.

Selanjutnya pelaku dan korban yang masih tidak sadarkan diri diamankan anggota Polisi tersebut, sedangkan Kopda Marinir Eka Dedyawan melanjutkan perjalanan menuju cilandak untuk melaksanakan dinas.

ILUNI FHUI Mengutuk Aparat yang Lakukan Kekerasan terhadap Aktivis LBH Jakarta

Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI) mengutuk tindakan kekerasan yang diduga dilakukan aparat gabungan Satpol PP dan Polsek Tebet terhadap Alldo Fellix Januardy, Pengabdi Bantuan Hukum dari LBH Jakarta.

Seperti diketahui, Alldo yang juga alumnus FHUI menjadi korban kekerasan aparat gabungan Satpol PP dan Polsek Tebet saat peristiwa penggusuran tempat tinggal warga di Bukit Duri, Jakarta Selatan, pada Selasa (12/01).

Terkait kekerasan yang dialami Alldo, Ketua Umum ILUNI FHUI Ahmad Fikri Assegaf menyatakan bahwa penyelesaian masalah dengan cara kekerasan adalah cara yang paling purba.

“Pengurus ILUNI FHUI mendorong pihak Kepolisian untuk mengusut kejadian tersebut dan lebih lanjut melakukan proses hukum atas pihak-pihak yang terlibat, termasuk aparat dari Polsek Tebet,” tegas Fikri.

Stand TNI Semarakkan Expo Festival Antikorupsi 2015

Memperingati Hari Antikorupsi sedunia Tahun 2015, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan acara Expo Festival Antikorupsi Tahun 2015 pada tanggal 10 – 11 Desember 2015, bertempat di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung dan telah dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut B. Panjaitan mewakili Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Kamis (10/12/2015).

Dalam sambutan Presiden RI yang dibacakan oleh Menkopolhukam, Luhut B. Panjaitan, menekankan pada pentingnya tindakan pencegahan selain penegakan hukum yakni dengan membangun sistem dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.  Karena sistem yang baik itu akan efektif untuk mencegah peluang terjadinya korupsi.  Untuk itu, pemerintah melakukan langkah percepatan reformasi birokrasi termasuk di dalamnya reformasi pelayanan publik dan perijinan.

Mekanisme kerja birokrasi, harus diarahkan ke pemerintahan elektronik atau E-Government mulai dari cash flow management system, pajak on-line, e-budgeting, e-purchasing system, E-catalog dan pemanfaatan whistleblowing system serta banyak lagi yang lain.  Banyak pekerjaan dalam birokrasi yang bisa dilakukan jauh lebih efisien dengan menggunakan teknologi birokrasi, ” ujar Joko Widodo.

Sementara itu, Ketua Sementara KPK, Taufiequrachman Ruki dalam sambutannya menyampaikan bahwa, KPK mengajak seluruh komponen bangsa bersinergi dan bekerja sama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, bebas dari korupsi.  “Kami sadar bahwa KPK tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas korupsi, KPK perlu sinergi dan kerja sama dengan seluruh komponen bangsa untuk mensukseskan pekerjaan besar, mewujudkan peradaban baru Indonesia, mewujudkan cita-cita kemerdekaan menjadi bangsa yang unggul dan terhormat dalam pergaulan dunia”, paparnya.

Lebih lanjut Taufiequrachman Ruki mengatakan, sebagai perwujudan amanat UU No. 30 tahun 2002, upaya pencegahan korupsi diimplementasikan untuk menyasar tiga aspek, yaitu manusia, budaya dan sistem.  Aspek manusia/ individu dan budaya ditangani dengan pendidikan, sosialisasi dan kampanye antikorupsi.  Sistem yang merupakan aspek yang paling penting, diperbaiki sebagai upaya memperbaiki kebijakan, aturan dan/atau prosedur yang dianggap berpotensi korupsi.  Perbaikan sistem dilakukan baik kepada suatu subsistem dalam setiap Kementrian/Lembaga ataupun pada sistem nasional.

Turut hadir dalam pembukaan Expo Festival Antikorupsi Tahun 2015, diantaranya Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Irjen TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin dan Ketua DPD RI Irman Gusman.

Menkumham Laoly Buka Lokakarya Peningkatan Peran & Profesionalitas Perancang Peraturan Perundang-undangan

Menteri Hukum dan Ham membuka lokakarya dengan tema ‘Peningkatan Peran dan Profesionalitas Perancang Peraturan Perundang-undangan’ yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Acara yang digelar di Hotel Manhattan Jakarta pada selasa (17/11/2015) pagi itu juga diisi dengan rapat Koordinasi Pembinaan jabatan fungsional perancang peraturan Perundang-undangan.

Dalam lokakarya tersebut hadir juga sebagai pembicara antara lain Dirjen Perundang-undangan Widodo Ekathahjana, Prof Mahfud MD, Hakim MK Maria Farida, sejumlah pakar hukum dan lain-lain.

Tim WFQR 4 Lanal TBK telah Berhasil Tangkap Pelaku Berikut Barang Buktinya

Tim WFQR 4 Lanal TBK telah berhasil menangkap pelaku berikut barang buktinya yaitu boat pancung dan barang2 yg dirompak serta senjata tajam yg di gunakan sbg sarana kejahatan sbb : kronologis penangkapan pada tanggal 22 Oktober 2015 : – 01.00 Tim WFQR 4 Lanal TBK mendapat info dari jargon ada pergerakan 5 orang kelaut menggunakan pancung.

  • 04.00 tim WFQR 4 Lanal TBK berangkat dari dermaga Lanal TBK menuju ke arah P.Parit dengan menggunakan boat patroli pos Kolong: Pasintel, Letda Panca, Peltu Edi, Sertu Soleh, 2 org Phl.
  • TW.04.15 wib memeriksa pompong yg baru keluar dari P.Parit, nihil.
  • TW.04.30 wib boat stand by di Bouy putih Parit. 10 menit kemudian terdengar boat pancung selanjutnya team mendatangi sasaran. Melihat kapal patroli pancungtersebut lari dan mengandaskan pancung ke Pulau Parit
  • TW.04.45 wib diadakan pengejaran dan berhasil di tangkap 1 org pelaku A.n  Zakir dan barang bukti serta 1 bh boat pancung yg digunakan pelaku, sdg 4 orang lagi berhasil  melarikan diri karena suasana masih gelap.

Saat ini Tim WFQR 4 Lanal TBK bersenjata lengkap  menggerebbek kampung Pulau Parit.

Demikian sbg laporan. Tim WFQR 4 kemudian masuk ke sarang perompak Zakir di Pulau Parit dan ditemukan lagi semua barang2 hasil kejahatan…utk sindikat lainnya sedang dalam pengejaran

Satgas Marinir Gagalkan Aksi Illegal Logging

Satuan Tugas Marinir (Satgasmar) yang tergabung dalam Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) berhasil menggagalkan aksi illegal logging ditengah terjadinya bencana kebakaran lahan dan hutan di kawasan Taman Nasional Sembilang, Sumatera Selatan, Sabtu (12/09/2015).

Berawal dari informasi masyarakat tentang adanya kegiatan illegal logging di kawasan tersebut kemudian Dansatgas menerjukan 7 personel yang dibagi menjadi dua kelompok. Kedua kelompok yang dipimpin Kapten Marinir Aris Unu dan Sertu Marinir Sunoko tersebut melaksanakan patroli serta melakukan penyelidikan di kawasan Taman Nasional Sembilang itu.

Saat melaksanakan patroli pada pukul 12.30 Wib, kelompok yang dipimpin Sertu Marinir Sunoko memergoki 2 orang yang mengendarai sepeda motor sedang mengangkut kayu olahan hasil illegal logging di Dusun Pancoran, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin. Setelah dilakukan pengejaran oleh anggota Satgas, kedua orang tersebut berhasil melarikan diri dengan meninggalkan sepeda motor dan kayu yang dibawanya.

Setelah mendapat informasi kejadian itu, Komandan Satgasmar TNI AL PRCPB Karlahut Letkol Marinir Totok Nurcahyanto yang sehari-hari menjabat sebagai Danyon Bekpal-2 Mar kemudian memerintahkan prajuritnya dengan kekuatan 35 personel menuju ke TKP untuk mengamankan barang bukti.

Sementara itu, pada pukul 16.00 Wib personel Satgas kembali memergoki beberapa orang yang diduga pelaku dengan mengendarai 5 sepeda motor di tengah perjalanan menuju ke TKP, mereka langsung melarikan diri kearah Taman Nasional dan dilakukan pengejaran, namun karena hari mulai gelap pengejaran dihentikan.

Setibanya di TKP, Satgasmar berhasil mengamankan lebih kurang 50 kubik kayu olahan jenis punak beserta 7 unit sepeda motor sebagai barang bukti dan gubuk-gubuk yang digunakan oleh para pelaku.

Korem 051/Wkt Terima Kunjungan Tim Wasrik Itjenad

Tim wasrik Itjenad dipimpin oleh Ketua Tim Kolonel CPL Sigit Wicaksono, SIP.,Msi. beserta 8 anggota Tim Pemeriksa berkunjung menuju Korem 051/Wkt. Adapun gambaran secara garis besar tentang pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Korem 051/Wkt TA.2014 dan semester I TA. 2015 dalam Bidang Intelijen secara umum sudah dapat dilaksanakan, lebih lanjut dalam Bidang Operasi Pelaksanaan Program Kerja TA 2014 serta TW I dan II TA 2015 Bidang Operasi bila diukur secara kuantitas dapat dilaksanakan 100 %. Dalam Bidang Personel Secara umum program pembinaan tenaga manusia di Korem 051/Wkt diarahkan untuk mewujudkan kekuatan ideal organisasi, guna mencapai pemantapan sesuai program Komando Atas.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapkan selamat datang kepada Irjenad beserta Tim di Makorem 051/Wkt, dalam rangka Wasrik TA 2015. Pada kunjungan Wasrik Itjenad di Korem 051/Wkt TA 2014 yang lalu telah ditemukan beberapa temuan, yang kemudian temuan tersebut secara keseluruhan sudah dijawab dan dilaporkan ke Itjenad.” Demikian sambutan Komandan Korem 051/Wkt Kolonel Inf Suharyanto, S.Sos.,M.M. dalam menerima Tim Wasrik Itjenad di Makorem 051/Wkt, Rabu (9/9).

Lebih lanjut dalam Bidang Logistik Penyelenggaraan pembinaan logistik sampai dengan semester I TA.2015 secara umum telah dapat dilaksanakan sesuai program yang direncanakan meliputi Bangfas, Harbang dan Harmat, serta dukungan BMP. Pengelolaan SIMAK BMN telah dapat dilaksanakan pada TA.2014 dan Semester I TA.2015, dengan demikian Korem 051/Wkt telah berupaya untuk memperbaiki laporan SIMAK BMN sesuai petunjuk Komando Atas, dengan menggunakan aplikasi dari Menkeu, dalam rangka mempertahankan dan memelihara opini BPK RI “Wajar Tanpa Pengecualian” (WTP).

Dalam rangka memantapkan kemanunggalan TNI dan Rakyat berdasarkan program dari Komando Atas umumnya dapat dilaksanakan dengan baik, Sehingga untuk meningkatkan pelaksanaan Binter, Korem 051/Wkt telah memanfaatkan potensi wilayah yang ada guna mendukung pelaksanaan kegiatan Binter. Melaksanakan kegiatan Karya Bhakti yaitu berkoordinasi dengan instansi terkait dan berupaya dengan mengerahkan seluruh sarana dan prasarana yang dimiliki Korem 051/Wkt untuk membantu mengatasi permasalahan dalam upaya pembersihan pasca banjir.

Pelaksanaan Anggaran TA. 2014, sudah berjalan sesuai dengan rencana hingga akhir tahun dan dapat dikatakan tepat waktu serta tersalurkan 100 %. Diharapkan temuan Wasrik dapat mendeteksi pelaksanaan program kerja dan anggaran yang tidak sesuai aturan yang berlaku. Diharapkan ada masukan dari Tim Wasrik Itjenad untuk memperbaiki pelaksanaan program kerja dan anggaran yang belum sesuai aturan.

Sebelum mengakhiri sambutannya Danrem menyampaikan “Kepada Tim Wasrik Itjenad dipersilahkan untuk melaksanakan tugasnya di Staf Umum, Badan pelaksana Korem 051/Wkt, agar menyiapkan data pendukung dan keterangan yang diperlukan oleh Tim Wasrik Itjenad, karena pada dasarnya Tim Wasrik Itjenad adalah mitra kerja.