Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Kesehatan

Satgas Kizi TNI Laksanakan Pembersihan Munisi di Bandara Dungu

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XX-N/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) di bawah pimpinan Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos. sebagai Dansatgas, melaksanakan pembersihan serpihan munisi akibat ledakan gudang senjata Markas FARDC di Runway Bandara Dungu, Kongo, Afrika, Rabu (1/3/2017).

Pembersihan sisa-sisa serpihan munisi tersebut sesuai perintah dari Staf Security UN kepada Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco, selanjutnya Dansatgas Konga XX-N/Monusco Mayor Czi Nur Alam Sucipto memerintahkan Tim Jihandak Satgas Kizi TNI yang berjumlah 4 personel dipimpin oleh Serka Agung Maigiri untuk melaksanakan deteksi di runway bandara Dungu

Mayor Czi Nur Alam Sucipto saat meninjau anggotanya di lokasi mengatakan bahwa, daerah di runway bandara merupakan salah satu tempat yang sangat penting untuk transportasi udara personel staf UN maupun sipil.

“Deteksi dan penyisiran tersebut dilaksanakan karena terdapat banyak serpihan-serpihan sisa munisi dan senjata berada di runway bandara akibat dari ledakan di gudang senjata Markas FARDC yang terjadi beberapa waktu yang lalu, mengingat markas FARDC terletak tidak jauh dari bandara Dungu,” ujar Dansatgas Konga XX-N/Monusco.

Lebih lanjut Dansatgas Konga XX-N/Monusco menyampaikan, dari hasil pembersihan tersebut berhasil didapatkan beberapa serpihan sisa dari kebakaran dan sudah diamankan oleh Tim Jihandak serta diserahkan kepada Staf Security UN. Kemudian bandara telah dinyatakan aman untuk kegiatan transportasi udara.

Kinerja Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco mendapat apresiasi dari Staf Security UN dan dari pihak bandara mengucapkan terima kasih dalam melaksanakan tugas dengan cepat, cermat dan teliti.

Sestama Bakamla RI Tinjau SPKKL Natuna

Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Sestama Bakamla RI) Laksda TNI Agus Setiadji, S.A.P. didampingi Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksma TNI Prasetyo, S.Pi., M.Tr (Han). melaksanakan inspeksi dan peninjauan terkait kondisi sumber daya Bakamla RI dari sisi personel dan sarana prasarana di Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Natuna, Prov. Kepulauan Riau, Sabtu (25/2/2017).

Dalam inspeksi tersebut, dilakukan pengecekan pada peralatan Automatic Identification System (AIS), Long Range Camera (LRC), dan radio Global Maritime Distress and Safety System) yang selama ini telah mendukung proses pemantauan perairan Natuna oleh SPKKL Natuna, serta pengecekan backbone yang sedang dalam proses pengerjaan.

Peninjauan atas kesiapan sarana pemantauan perairan yang berada di SPKKL Natuna penting dilakukan mengingat proses pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas di sekitar Kepulauan Natuna dengan menggunakan Sistem Pendeteksi Dini Bakamla RI harus terus berjalan agar keamanan di sekitar wilayah tersebut tetap terpantau. Kejahatan illegal fishing yang dilakukan oleh kapal-kapal ikan asing berbendera Vietnam dan Malaysia telah banyak ditemui dan diamankan melalui Operasi Nusantara Bakamla RI, belum lagi permasalahan nelayan Tiongkok yang dilindungi oleh aparat saat melakukan pencurian ikan diwilayah Natuna yang bersinggungan dengan Laut China Selatan.

Dengan segala potensi permasalahan yang ada di perairan Natuna, maka sarana prasarana yang ada harus dapat dioperasikan dengan benar dan sumber daya manusia yang dimiliki oleh SPKKL Natuna harus memiliki penguasaan yang menyeluruh terhadap peralatan yang ada. Dengan dilaksanakannya peninjauan oleh pimpinan Bakamla RI secara langsung diharapkan dapat diambil respon atau tindakan yang cepat terhadap kendala dan permasalahan yang ditemui.

Melalui Rapat Koordinasi TA. 2017, Bakamla Tingkatkan Sinergi Antar Bidang

Dalam rangka meningkatkan sinergitas antar bidang dalam lingkungan Bakamla RI untuk mewujudkan program prioritas tahun anggaran 2017, diselenggarakan Rapat Koordinasi dipimpin oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. dan didampingi oleh Sekretaris Utama Bakamla RI Laksda TNI Agus Setiadji S.A.P., di Ruang Rapat Kantor Bakamla Rawamangun, Jalan Pemuda Kav. 52 Jakarta Timur, Jumat (24/02/2017).
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh para pejabat Eselon I, para Pejabat Eselon II, para Kepala Kantor Kamla Zona Maritim, Inspektur, Kepala UPH, para Pejabat Eselon III, Pokja, dan para Kepala Subbagian terkait dibidang Perencanaan, Monitoring Evaluasi, Keuangan, ULP dan Inspektorat.

Dalam rakor tersebut tiap bagian menyampaikan paparan yang meliputi 3 hal, yaitu evaluasi kegiatan tahun 2016 dan permasalahannya, kegiatan tahun 2017, dan pengajuan usulan tahun 2018.

Paparan disampaikan oleh 10 pemapar, yaitu Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI Irjen Pol. Drs. Satria F. Maseo, S.H., M.M., Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda TNI Andi Achdar, Plh. Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla RI Erbagtyo Rohan, S.H., M.H., Kepala kantor Kamla Zona Maritim Timur Vetty Viona Salakay, S.H., M.Si., Kepala kantor Kamla Maritim Zona Tengah Kombes Pol. Drs. Bastomy Sanap, S.H., M.B.A., M.Hum., Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Laksma TNI Prasetyo, S.Pi., M.Tr. (Han)., M.AP., Direktur Data dan Informasi Kolonel Laut (P) Isbandi Andrianto, S.E., M.M., Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Nofel Hasan, S.E., M.M., Kepala Biro Sarana Prasarana Laksma TNI Suroyo, dan paparan oleh Kepala Pusat Informasi Maritim (PIM) yang diwakili oleh Kepala Seksi Dokumentasi Data dan Jaringan Fery Haryanto, S.T.

Melalui rapat koordinasi yang menyatukan seluruh kedeputian, kantor kamla zona maritime, direktorat, biro, bagian dan subbagian dilingkungan Bakamla RI, diharapkan dapat terjalin sinergi yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang gunakan dalam mewujudkan program prioritas Bakamla RI yang efektif dan efisien.

Diskes Kolinlamil Selenggarakan Pelatihan Kesehatan

Guna meningkatkan profesionalme prajurit Kolinlamil di bidang pelayanan kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kolinlamil (Kadiskes Kolinlamil) Letkol Laut (K) dr. Hengky Setyahadi Sp.B, FINACS, FICSmenyelenggarakan pelatihan kepada personel yang berdinas di jajaran Dinas Kesehatan Kolinlamil.
 
Sebanyak 125 personel petugas kesehatan di jajaran Kolinlamil yang terdiri dari Bintara dan Tamtama ikut dalam pelatihan ini. Kegiatan dilaksanakan selama kurun waktu dua minggu hingga awal bilan maret mendatang di gedung Laut Natuna Markas Komando Komando Lintas Laut Militer yang di buka langsung oleh Kadiskes Kolinlamil.
 
Dalam pelatihan ini para peserta dibekali sejumlah pengetahuan teori dasar pelayanan kesehatan dan praktek diantaranya; Penanggulangan Gawat Darurat , Bantuan Hidup Dasar, Evakuasi Medis, Pengenalan BPJS, Pengetahuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
 
Pelatihan ini adalah salah satu program kerja Dinas kesehatan pada triwulan pertama tahun 2017 di bidang pembinaan operasi dan latihan pelayanan kesehatan. Latihan kesehatan sangat diperlukan bagi semua prajurit, yang mengalami dinamika penugasan.
 
Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan para personel kesehatan dan non kesehatan, mempunyai keterampilan, pengetahuan dasar kesehatan secara perorangan. Yang dapat menunjang tugas dan tanggung jawab personel dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan dan dukungan kesehatan di lingkungan Kolinlamil khususnya dan TNI Aangkatan Laut secara umum.
 
Kediskes menegaskan karena pentingnya bekal latihan kesehatan ini diharapkan dapat dipahami dan dilaksanakan secara serius dan sungguh-sungguh oleh seluruh peserta latihan.
 
Dalam penugasan, kita harus dapat memperkirakan Cuaca, Medan, dan Musuh. Yang sewaktu-waktu dapat berubah, dan dimungkinkan terjadinya cedera, kecacatan bahkan kematian. Dengan latihan kesehatan ini, pada penugasan di lapangan diharapkan mendapat pengetahuan dalam menangani pelayanan medis dengan baik, tepat dan benar, jelas Kadiskes.

TNI Terima Bantuan 6 Unit Mobil Ambulan dari PT Asabri

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menerima bantuan 6 (enam) unit mobil Ambulan dari PT Asabri yang diserahkan oleh  Letjen TNI (Purn) Sonny Widjaja selaku Direktur Utama (Dirut) PT Asabri (Persero) dan diterima oleh Brigjen TNI Heri Wiranto S.E., M.M., Wakil Asisten Personel (Waaspers) Panglima TNI didampingi Laksma TNI drg. Andriani Sp.ort., Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI di lapangan Apel Kantor Pusat PT Asabri Jl. Mayjen Sutoyo No.11, Jakarta Timur, Jumat (17/6/2017).

Pemberian bantuan mobil ambulan kepada Mabes TNI sebagai peserta Asabri untuk mendukung tugas pokok TNI yang penuh resiko dalam melaksanakan tugasnya.

Bantuan tersebut sebagai jaminan kecelakaan kerja, kematian dan pensiun bagi prajurit TNI di lingkungan Kemhan RI, sehingga tidak terdapat program yang ditransformasi ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Panglima TNI : Dukungan dan Pelayanan Kesehatan Harus Sesuai Kebutuhan Prajurit TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, perkembangan dan perubahan kebijakan di bidang kesehatan TNI, secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap pola dukungan dan pelayanan kesehatan di lingkungan TNI.

 
“Dukungan dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh kesehatan TNI harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan prajurit TNI dan keluarganya, sehingga aspek kesehatan dalam mendukung tugas pokok TNI benar-benar optimal,” kata Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A.,  saat membuka Rakornis Kesehatan TNI Tahun 2017, di Aula Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (13/2/2017).
 
Disamping itu, Panglima TNI berharap Satuan Kesehatan TNI dapat memberikan dukungan dan pelayanan kesehatan yang terbaik guna mewujudkan TNI yang kuat, profesional, hebat dan dicintai rakyat. “Untuk itu diperlukan kesiapan dan kepedulian serta kemampuan para pemimpin kesehatan TNI dalam mengimplementasikan tugas-tugas kegiatan dukungan dan pelayanan kesehatan,” kata Panglima TNI
 
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, di masa depan diperkirakan energi fosil akan habis dan digantikan dengan bio energi dan sasaran konflik yang akan mengarah pada lokasi sumber pangan sekaligus merupakan sumber energi seperti Indonesia. “Salah satu caranya adalah dengan cara bioterorisme, biological warfare dan biocrime yang akan menimbulkan korban besar, ketakutan dan kekacauan di masyarakat dengan biaya yang murah dan relatif tidak menggunakan teknologi tinggi,” jelasnya.
 
Rakornis Kesehatan TNI tahun 2017 harus dimanfaatkan sebagai upaya untuk menghadapi perubahan sifat dan karakteristik perang yang telah bergeser, seiring perkembangan teknologi yang dikenal sebagai perang proxy di masa yang akan datang,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Sementara itu, terkait keterlibatan Satgas Kesehatan TNI dalam kegiatan internasional, Panglima TNI menjelaskan bahwa hal tersebut dimaksudkan agar ada satu kesamaan pola pandang dan sikap jika dihadapkan pada perkembangan ancaman wabah penyakit yang bersifat global seperti Ebola, Mers Cov,  Flu Burung dan penyakit lainnya yang berpotensi mewabah.
 
Panglima TNI menyampaikan bahwa, ancaman yang disebabkan oleh Chemical Biological, Radiation Nuckear And Explosion (CBRN-E), serta ancaman Narkoba HIV-AIDS TBC dan malaria saat ini telah menjangkiti pada personel TNI dan keluarganya. “Mekanisme pertahanan untuk menghadapi serangan tersebut adalah melalui human,  bio dan health security, di mana saat ini Health Scurity merupakan prioritas utama,” ucapnya.
 
Berkaitan dengan permasalahan yang harus dihadapi pada masa mendatang, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berharap, kesempatan ini dapat dipergunakan oleh para Komandan Satuan Kesehatan dan para Kepala Rumah Sakit untuk memberikan masukan kepada Pimpinan TNI, sebagai pertimbangan untuk menentukan kebijakan strategis maupun teknis di bidang kesehatan TNI.
 
Diakhiri amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan beberapa penekanan kepada para peserta Rakornis Kesehatan TNI, diantaranya : Manfaatkan Rakor ini sebagai sarana komunikasi dan sinkronisasi antar komunitas kesehatan TNI, sehingga diperoleh kesamaan persepsi dan interprestasi dalam mendukung tugas pokok TNI;  Tingkatkan kepedulian terhadap pelayanan prajurit TNI dan keluarganya serta masyarakat; Laksanakan setiap tugas dengan niat berbuat terbaik, tulus dan ikhlas hanya untuk TNI, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

175 Prajurit TNI Konga XX-N Misi Pasukan Perdamaian tiba di Kongo

Setelah menempuh perjalanan route Jakarta-Kongo/Afrika dengan Pesawat UN, sebanyak 175 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XX-N/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) dibawah pimpinan Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos. selaku Komandan Satgas (Dansatgas), tiba di Republik Demokratik Kongo, Minggu (29/1/2017).

Dalam perjalanan menuju ke Republik Demokratik Kongo, 175 Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco terlebih dahulu melakukan transit di Bandara Internasional Enteebe-Uganda, dan terbang menuju tiga lokasi misi yang berbeda, yaitu 6 (enam) personel di Bunia, 86 personel di Beni Tactical Operational Base (TOB), dan 83 personel di Dungu Company Operasional Base (COB).

Dansatgas Kizi TNI Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos., dalam pengarahannya kepada seluruh anggota Konga XX-N/Monusco menyampaikan bahwa, tantangan kedepan masih banyak untuk Kontingen Garuda di Kongo. “Keberadaan Indonesia diakui oleh aparatur misi Monusco disini, masyarakat lokalpun menyatakan rasa bangga terhadap Kontingen Indonesia. Ini merupakan langkah awal yang cukup berat untuk mempertahankan citra Indonesia yang telah ditanamkan di sini,” ucapnya.

Lebih lanjut Mayor Czi Nur Alam Sucipto mengatakan bahwa, setiap personel harus melakukan secara cermat dan detail termasuk hal-hal yang menyangkut masalah tehnis di lapangan, baik dari unsur staf Komando Kompi, Tim Kesehatan, Peleton Bantuan maupun Peleton Alat Berat. “Kepada seluruh personel Satgas agar segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, sehingga tidak ada kevakuman kegiatan setelah purnatugas Kompi Zeni TNI Konga XX-M kepada Konga XX-N,” ujarnya.

“Dengan kekompakan para anggota sekalian, koordinasi yang baik ke dalam maupun ke luar, perencanaan yang baik dalam setiap Mission Task, dan disiplin, Insya Allah kita bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan kredibilitas kerja Indonesia Engineering Company,” kata Dansatgas Kizi TNI Mayor Czi Nur Alam Sucipto mengakhiri pengarahannya.

Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco yang beranggotakan 175 Prajurit TNI dari ketiga angkatan (150 personel TNI AD, 19 personel TNI AL dan 6 personel TNI AU) sebagian besar dari Yonzikon 11 dan Yonzikon 12 yang berdomisili di Jakarta dan Palembang, akan melaksanakan tugas selama satu tahun di Kongo. Satgas ini dipimpin oleh Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos sebagai Komandan Satgas abituren Akademi Militer 2000, saat ini menjabat sebagai Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 11/DW, di Matraman, Jakarta Timur.

Sementara itu, sebelum tiba di Republik Demokratik Kongo, Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco beberapa waktu lalu dilepas keberangkatannya oleh Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Komandan PMPP TNI menekankan kepada seluruh anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco untuk selalu menjaga nama baik bangsa dan negara yang selama ini memiliki citra yang baik di dunia Internasional. “Jaga nama baik TNI, bangsa dan negara selama bertugas serta laksanakan tugas secara profesional dan proporsional sesuai koridor yang telah ditentukan oleh PBB,” ucapnya.

“Agar seluruh prajurit untuk tidak melakukan pelanggaran seperti tindakan ilegal yang masih banyak ditemukan akhir-akhir ini, sehingga dapat mengakibatkan nama Bangsa Indonesia menjadi buruk di mata Internasional,” pungkasnya.

Perangi Narkoba Kolinlamil Laksanakan Pengecekan Urine Mendadak kepada Prajurit

Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) tidak henti-hentinya melaksanakan upaya dalam memerangi Narkoba. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sampai dengan saat ini penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba masih menjadi ancaman serius yang dapat menghancurkan bangsa indonesia.

 
Guna mencegah dan mengantisipasi jaringan ini muncul di lingkungan kerja Kolinlamil, maka Kepala Staf Kolinlamil (Kaskolinlamil) Laksamana Pertama TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M. melaksanakan apel khusus memeriksa langsung performance para prajurit yang hadir. Dengan dibantu Asisten Intelijen (Asintel) Pangkolinlamil Kolonel Laut (E) Jalasena Satriawirya dan Kadiskes Kolinlamil Letkol Laut (K) Hengky Setyahadi, Sp.B, FINACS, FICS secara acak prajurit dan PNS Kolinlamil dari barisan diambil untuk melaksanakan tes air seni (urine).
 
Tes urine ini dilakukan secara sampel terhadap 98 prajurit Kolinlamil baik Staf maupun unsur ini untuk mengetahui apakah ada keterlibatan personel prajurit dan PNS Kolinlamil terhadap barang haram yang membahayakan tersebut.
 
Sidak mendadak dalam apel khusus ini, tujuannya untuk melihat dan melatih tingkat kedisiplinan dan kesiapsiagan personel dalam melaksanakan tugas. Selain itu juga dengan pengecekan seperti ini mengingatkan personel untuk tidak terjerumus kepada perbuatan-perbuatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri, keluarganya maupun institusi.
 
Kaskolinlamil dalam arahannya cukup banyak yang telah disampaikan untuk disimak dan dilaksanakan oleh seluruh personel Kolinlamil. Namun bahaya narkoba salah satu perhatian khususnya karena penyalahgunaan narkoba adalah sebuah tindakan pelanggaran yang sangat berbahaya bagi prajurit.
 
“Dengan gaji yang pas-pasan, kalau prajurit terlibat narkoba maka akan membahayakan kehidupan keluarga maupun kedinasan. Selain itu performance sebagai prajurit akan buruk karena fisik dan mental hancur akibat narkoba” tandas mantan Wagub AAL ini.
 
Bersih-bersih satuan dari penyalahgunaan narkoba, hal ini telah menjadi komitmen kita bersama dan sesuai perintah Panglima TNI untuk memberikan sanksi yang terberat kepada setiap personel yang terlibat berupa pemecatan, bila anggotanya terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
 
Juga hal ini telah ditegaskan Kasal dalam telegramnya no. ST/147/2016 tanggal 18 Februari 2016 tentang prajurit TNI AL yang terlibat narkoba akan langsung dipecat dengan proses tidak lebih dari satu bulan.
 
Selain itu, Kaskolinlamil melakukan pemeriksaan terhadap penampilan setiap prajurit dari ujung kepala hingga ujung kaki, hal ini untuk mengetahui kedisiplinan setiap prajurit dalam menjaga penampilan baik rambut, pakaian dan sepatu.
 
“Dengan pemeriksaan mendadak seperti ini baru akan terlihat mana prajurit yang disiplin atau tidak, mana yang rajin dan mana yang tidak. Pembagian pakaian dan sepatu dari dinas harus dipakai itu bentuk perhatian dari pimpinan dan kerapian rambut serta penggunaan atribut harus diperhatikan disesuaikan aturan yang telah ditentukan” jelas Kaskolinlamil.
 
Turut hadir dalam apel khusus tersebut Irkolinlamil, para Asisten Pangkolinlamil, Kadis/Kasatker dan Komandan KRI di bawah Satlinlamil Jakarta.

Kontingen Garuda Dapat Apresiasi Pemerintah Kongo

Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda Garuda XX-M/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) atauIndonesian Engineering Company (IEC), baru saja melaksanakan Upacara Medal Parade, yang merupakan upacara penyematan Medali UN kepada Kontingen negara yang melaksanakan misi di Republik Demokratik Kongo.

Rangkaian Upacara dan acara berjalan sukses, Kontingen Garuda Indonesia mendapat apresiasi yang luar biasa dari pemerintah lokal Kongo, Leter Appreciation dari Force Commander, dan Force Engineering Monusco, serta pujian dari Komandan Brigade Ituri yang menjadi Chif Guest dalam pelaksanaan acara Medal Parade tersebut.

Dengan selesainya upacara penyematan Medali UN menandakan bahwa misi Kontingen Garuda XX-M/Monusco sudah di penghujung waktunya. Rangkaian serah acara serah terima kepada Kontingen pengganti sudah dipersiapkan dari bagian administrasi, operasional, sampai teknis pekerjaan.

Dansatgas Kontingen Garuda XX-M/Monusco Letkol Czi Sriyanto disela-sela acara, Rabu (11/1/2017) menginstruksikan kepada seluruh Perwiranya agar menyiapkan segala sesuatu yang harus diserahterimakan kepada Kontingen pengganti yaitu Satgas Garuda XX-N/Monusco.

Lebih lanjut Letkol Czi Sriyanto mengatakan, ada 3 TOB (Tactical Operational Base) dan Dungu COB (Company Operational Base) yang akan melaksanakan serah terima. “Hal ini perlu direncanakan secara matang karena sistem di UN adalah sistem online dan transparan. Kesalahan dalam administrasi maupun operasional dapat berpengaruh terhadap kredibilitas dan kinerja di lapangan, sehingga akan mengganggu tugas yang diemban oleh Kontingen Indonesia,” katanya.

Pergeseran pasukan akan dilaksanakan pada tanggal 23 Januari mendatang. Beberapa masyarakat lokal dan UN Staff sudah mulai bertanya-tanya “kapan kalian akan meninggalkan kami?”. Disisi lain, di dalam tubuh Satgas Kontingen Garuda XX-M/Monusco juga anggotanya berasal dari satuan-satuan yang berbeda dari seluruh Indonesia, dengan Main Body / kontribusi pasukan terbanyak dari Yonzipur 8/SMG Makassar.

Kebersamaan selama 1 tahun akan menjadi kenangan tersendiri yang ditandai oleh Medali UN. Ada satu sisi bahagia akan kembali ke tanah air dan juga perasaan kehilangan moment-moment berharga di daerah misi, karena disetiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Bumi Nusantara Camp adalah camp militer Indonesia yang juga disebut Home of Engineer di Dungu. Kontingen Garuda Indonesia di Dungu baru saja melaksanakan acara Medal parade yang merupakan acara penyerahan medali penghargaan UN kepada seluruh anggota Satgas Kontingen Garuda XX-M/Monusco.

Yang paling menarik dari acara ini adalah pertunjukan dua lagu Indonesia yang dibawakan oleh 11 orang Kongolaish masyarakat asli Kongo dengan menyanyikan lagu Angin Mamiri dan lagu Indonesia Pusaka.

Lagu Angin Mamiri dengan bahasa Makassar yang terbata-bata, mereka membawa lagu tersebut dengan irama Jazz. Sungguh pemandangan unik dan sangat jarang melihat orang Kongo menyanyikan lagu Angin Mamiri yang bagi kita sebagai orang Indonesia pun tidak begitu menghafal liriknya. Endang Thamrin yang akrabnya dipanggil Mba Enoini sampai meneteskan air mata saat mendengar nyanyian ini. Wanita asli Makassar ini bekerja sebagai salah satu Staf UN di Entebbe, Uganda. Mendengar nyanyian para Kongolaish ini, mengingatkannya terhadap kampung halamannya Makassar.

Di akhir acara, para Kongolaish menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, secara spontan seluruh anggota Kontingen Garuda XX-M/Monusco ikut menyanyikannya. Suasana emosional menjadi sangat kental dan terasa oleh para tamu undangan. Keadaan rindu kampung halaman Indonesia dan pengabdian di daerah misi selama 1 tahun menjadi sangat jelas, sehingga membuat suasana sangat menyentuh.

Komandan Brigade Ituri Brigade Brigadir Jendral Kazi Mohammad Kaiser Hosain, Ndu, Psc, saat meninggalkan Camp Indonesia menanyakan kepada Dansatgas arti dari lagu tersebut. Dansatgas Letkol Czi Sriyanto M.I.R, M.A, Phc (j) menyampaikan bahwa lagu tersebut merupakan lagu yang menceritakan tentang tanah air, tempat kelahiran, tempat perlindungan, dimana ketika menyanyikan lagu tersebut seluruh anggota merasakan kerinduan mereka terhadap Tanah Air Indonesia.

Kontingen Garuda XX-M/Monusco Terima Medali UN

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) dibawah pimpinan Letkol Czi Sriyanto menerima penyematan Medali Parade dari UN atas jasa pengabdian selama 1 (satu) tahun di daerah misi, yang dilaksanakan dalam sebuah Upacara Militer di Base Camp Kontingen Indo Eng Coy, Bumi Nusantara, Haut-Uele District, Kota Dungu, Republik Demokratik Kongo, Rabu (11/1/2017).

Banyak hal yang telah dilakukan dan dicapai selama 1 (satu) tahun untuk Misi UN dan pemerintah Kongo khususnya di Dungu. Medal Parade merupakan moment dimana Kontingen Garuda mendapatkan medali penghargaan yang diberikan UN atas jasa selama pengabdian di daerah misi.

Sebagai tamu kehormatan yang menyematkan Medali adalah Komandan Brigade Ituri Brigadir Jendral Kazi Mohammad Kaiser Hosain, Ndu, Psc, Komandan Kontingen Nepal, dan beberapa pejabat dari Bunia.

Kontingen Indonesia dengan penuh semangat menunjukkan kesiapan mereka yang sudah mempersiapkan acara ini dalam satu bulan sebelum pelaksanaan. Persiapan dimulai dari penjemputan tamu kehormatan, dilanjutkan dengan Upacara. Hadirin dibuat takjub oleh kesigapan gerakan dan kedisiplinan anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco dalam melaksanakan baris-berbaris.

Penyematan Medali UN kepada seluruh anggota Kontingen Garuda dilakukan oleh Komandan Brigade Ituri Brigadir Jenderal Kazi Mohammad Kaiser Hosain, Ndu, Psc., Head of Office Dungu Log Base Mrs. Alessandra, Komandan Northern Sector, Walikota Dungu dan Komandan Ban Air.

Usai pelaksanaan upacara pasukan Garuda menampilkan demonstrasi dan pertunjukan seni budaya Indonesia diantaranya demonstrasi Beladiri Militer dan Kolone Senapan, dengan membuat kagum tamu undangan yang hadir oleh gerakan-gerakan Yong Modoo yang dilakukan oleh 12 orang. Gerakan teknik bantingan dan demonstrasi pertarungan lapangan dengan sangat cepat, yang berlatarkan 20 orang melaksanakan gerakan seirama Kolone Senapan. Kemudian dalam waktu yang sangat singkat orang-orang berbaju hitam bersarung tiba-tiba masuk ke podium. Ini merupakan Tari kecak dari bali yang dibawakan oleh 40 orang.

Tamu dan undangan dibuat geli dengan koreografi gerakan kocak Hanoman yang dalam cerita tari kecak melawan Rahwana.  Setelah tari kecak Komandan Brigade Ituri, Komandan Kontingen Nepal, tamu undangan, dan banyak dari tamu diajak joget Maumere bersama.

Usai joget Maumere bersama dilaksanakan foto bersama dan setelah itu para tamu undangan bergerak ke Rub Hall diantar oleh kreografi Tari Mambesak dari Papua. Sampai di Rub Hall, tamu dan undangan langsung disambut oleh Tari Marawis. Kemudian ditutup oleh tarian Gendrang Bulo dari Makasar dalam makan bersama. Semua terlaksana dengan terstruktur dan rapi ditambah semangat seluruh anggota Satgas Konga XX-M/Monusco.

Komandan Brigade Ituri Brigadir Jendral Kazi Mohammad Kaiser Hosain, Ndu, Psc dalam  sambutannya pada saat menjadi Inspektur Upacara dan pidato singkat di Rub Hall, berkali-kali menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi Indonesian Engineering Company (IEC) di Monusco.

Ia menyampaikan bahwa pasukan Indonesia adalah pasukan paling disiplin dan paling berdedikasi dalam tugasnya. Ia pun membacakan record pekerjaan IEC yang tercatat di Ituri Brigade dalam kurun waktu satu tahun. “Saya sangat menikmati acara Medal Parade Indonesia, bahkan sampai naik heli saat kepulangannya,” ucapnya.

Dalam kedatangannya, Komandan Brigade Ituri juga memberikan Letter of Appreciation dari Force Commander. Indonesia juga dalam waktu dekat ini akan mendapat Letter Appreciation dari Force Engineer Monusco.

Sementara itu, Head of Office Dungu Alessandra yang berkewarga negaraan Italia, dalam wawancaranya bersama Staf Penerangan Satgas mengatakan, baru sekali mengikuti upacara seperti ini. Sedikit Upacara Militer, sedikit tari-tarian, sedikit banting-membanting, sedikit musik dan nyanyian, sempurna.

 

“Saya belum pernah ke Indonesia, tapi saya sudah mendengar bahwa Indonesia kaya akan budaya, dan saya yakin akan hal itu sekarang. Setelah saya melihat tari-tarian, destinasi wisata Indonesia dan seluruh kegiatan Medal Parade ini, harus saya pertimbangkan untuk membawa seluruh keluarga saya untuk cuti dan berkunjung ke Indonesia,” ujar Head of Office Dungu Alessandra dengan penuh semangat.

 

Diakhir rangkaian acara Medal Parade, Dansatgas Garuda XX-M/Monusco Letkol Czi Sriyanto, M.I.R, M.A, Phc (j) menyampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada seluruh anggota Satgas Garuda XX-M/Monusco yang selalu bersemangat dari awal penugasan, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan UN, sampai dengan perayaan Medal Parade yang baru saja selesai dilaksanakan. “Ini bukan merupakan kesuksesan 175 orang semata, namun ini adalah kesuksesan bangsa Indonesia di Republik Demokratik Kongo,” katanya.

“Kita disini adalah Delegasi Militer Republik Indonesia, militer negara lain dan staf UN pun memanggil kita Indonesian Contingent, jadi kesuksesan kita ini juga merupakan bagian dari kesuksesan Bangsa Indonesia,” ujarnya.