Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Berubah ke arah yang lebih baik adalah tujuan setiap orang. Ketika seseorang sudah mau merubah diri, maka ia harus konsisten melaksanakan perubahan itu, supaya perbaikan diri bisa tercapai dengan baik. More »

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Kami ingin jiwa dan semangat luhur yang melekat pada TNI dapat terus terjaga dan dirawat sepanjang masa.  Sampai kapanpun TNI tidak pernah melupakan para pejuang dan senior yang telah memerdekakan dan mempertahankan bangsa ini. More »

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

BINUS UNIVERSITY akan menjadi tuan rumah untuk Ms. Frances Adamson, Secretary of the Foreign Affairs and Trade Development of Australia pada acara seminar “Australia and Indonesia: Stronger Together” di #AussieBanget Corner yang baru diresmikan bulan Maret More »

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM akan menyelenggarakan event olahraga, Forwakop SME 5K Run 2017 – Series I, dengan menargetkan 2.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku More »

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Keberhasilan pembebasan sandera di Papua adalah bentuk dari kerja sama TNI dan Polri, maka kekompakan dan kebersamaan TNI dan Polri sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dilihat More »

 

Category Archives: Kesehatan

175 Prajurit TNI Konga XX-N Misi Pasukan Perdamaian tiba di Kongo

Setelah menempuh perjalanan route Jakarta-Kongo/Afrika dengan Pesawat UN, sebanyak 175 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XX-N/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) dibawah pimpinan Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos. selaku Komandan Satgas (Dansatgas), tiba di Republik Demokratik Kongo, Minggu (29/1/2017).

Dalam perjalanan menuju ke Republik Demokratik Kongo, 175 Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco terlebih dahulu melakukan transit di Bandara Internasional Enteebe-Uganda, dan terbang menuju tiga lokasi misi yang berbeda, yaitu 6 (enam) personel di Bunia, 86 personel di Beni Tactical Operational Base (TOB), dan 83 personel di Dungu Company Operasional Base (COB).

Dansatgas Kizi TNI Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos., dalam pengarahannya kepada seluruh anggota Konga XX-N/Monusco menyampaikan bahwa, tantangan kedepan masih banyak untuk Kontingen Garuda di Kongo. “Keberadaan Indonesia diakui oleh aparatur misi Monusco disini, masyarakat lokalpun menyatakan rasa bangga terhadap Kontingen Indonesia. Ini merupakan langkah awal yang cukup berat untuk mempertahankan citra Indonesia yang telah ditanamkan di sini,” ucapnya.

Lebih lanjut Mayor Czi Nur Alam Sucipto mengatakan bahwa, setiap personel harus melakukan secara cermat dan detail termasuk hal-hal yang menyangkut masalah tehnis di lapangan, baik dari unsur staf Komando Kompi, Tim Kesehatan, Peleton Bantuan maupun Peleton Alat Berat. “Kepada seluruh personel Satgas agar segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, sehingga tidak ada kevakuman kegiatan setelah purnatugas Kompi Zeni TNI Konga XX-M kepada Konga XX-N,” ujarnya.

“Dengan kekompakan para anggota sekalian, koordinasi yang baik ke dalam maupun ke luar, perencanaan yang baik dalam setiap Mission Task, dan disiplin, Insya Allah kita bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan kredibilitas kerja Indonesia Engineering Company,” kata Dansatgas Kizi TNI Mayor Czi Nur Alam Sucipto mengakhiri pengarahannya.

Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco yang beranggotakan 175 Prajurit TNI dari ketiga angkatan (150 personel TNI AD, 19 personel TNI AL dan 6 personel TNI AU) sebagian besar dari Yonzikon 11 dan Yonzikon 12 yang berdomisili di Jakarta dan Palembang, akan melaksanakan tugas selama satu tahun di Kongo. Satgas ini dipimpin oleh Mayor Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos sebagai Komandan Satgas abituren Akademi Militer 2000, saat ini menjabat sebagai Komandan Batalyon Zeni Konstruksi 11/DW, di Matraman, Jakarta Timur.

Sementara itu, sebelum tiba di Republik Demokratik Kongo, Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco beberapa waktu lalu dilepas keberangkatannya oleh Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen TNI Achmad Marzuki di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Komandan PMPP TNI menekankan kepada seluruh anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco untuk selalu menjaga nama baik bangsa dan negara yang selama ini memiliki citra yang baik di dunia Internasional. “Jaga nama baik TNI, bangsa dan negara selama bertugas serta laksanakan tugas secara profesional dan proporsional sesuai koridor yang telah ditentukan oleh PBB,” ucapnya.

“Agar seluruh prajurit untuk tidak melakukan pelanggaran seperti tindakan ilegal yang masih banyak ditemukan akhir-akhir ini, sehingga dapat mengakibatkan nama Bangsa Indonesia menjadi buruk di mata Internasional,” pungkasnya.

Perangi Narkoba Kolinlamil Laksanakan Pengecekan Urine Mendadak kepada Prajurit

Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) tidak henti-hentinya melaksanakan upaya dalam memerangi Narkoba. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sampai dengan saat ini penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba masih menjadi ancaman serius yang dapat menghancurkan bangsa indonesia.

 
Guna mencegah dan mengantisipasi jaringan ini muncul di lingkungan kerja Kolinlamil, maka Kepala Staf Kolinlamil (Kaskolinlamil) Laksamana Pertama TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M. melaksanakan apel khusus memeriksa langsung performance para prajurit yang hadir. Dengan dibantu Asisten Intelijen (Asintel) Pangkolinlamil Kolonel Laut (E) Jalasena Satriawirya dan Kadiskes Kolinlamil Letkol Laut (K) Hengky Setyahadi, Sp.B, FINACS, FICS secara acak prajurit dan PNS Kolinlamil dari barisan diambil untuk melaksanakan tes air seni (urine).
 
Tes urine ini dilakukan secara sampel terhadap 98 prajurit Kolinlamil baik Staf maupun unsur ini untuk mengetahui apakah ada keterlibatan personel prajurit dan PNS Kolinlamil terhadap barang haram yang membahayakan tersebut.
 
Sidak mendadak dalam apel khusus ini, tujuannya untuk melihat dan melatih tingkat kedisiplinan dan kesiapsiagan personel dalam melaksanakan tugas. Selain itu juga dengan pengecekan seperti ini mengingatkan personel untuk tidak terjerumus kepada perbuatan-perbuatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri, keluarganya maupun institusi.
 
Kaskolinlamil dalam arahannya cukup banyak yang telah disampaikan untuk disimak dan dilaksanakan oleh seluruh personel Kolinlamil. Namun bahaya narkoba salah satu perhatian khususnya karena penyalahgunaan narkoba adalah sebuah tindakan pelanggaran yang sangat berbahaya bagi prajurit.
 
“Dengan gaji yang pas-pasan, kalau prajurit terlibat narkoba maka akan membahayakan kehidupan keluarga maupun kedinasan. Selain itu performance sebagai prajurit akan buruk karena fisik dan mental hancur akibat narkoba” tandas mantan Wagub AAL ini.
 
Bersih-bersih satuan dari penyalahgunaan narkoba, hal ini telah menjadi komitmen kita bersama dan sesuai perintah Panglima TNI untuk memberikan sanksi yang terberat kepada setiap personel yang terlibat berupa pemecatan, bila anggotanya terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
 
Juga hal ini telah ditegaskan Kasal dalam telegramnya no. ST/147/2016 tanggal 18 Februari 2016 tentang prajurit TNI AL yang terlibat narkoba akan langsung dipecat dengan proses tidak lebih dari satu bulan.
 
Selain itu, Kaskolinlamil melakukan pemeriksaan terhadap penampilan setiap prajurit dari ujung kepala hingga ujung kaki, hal ini untuk mengetahui kedisiplinan setiap prajurit dalam menjaga penampilan baik rambut, pakaian dan sepatu.
 
“Dengan pemeriksaan mendadak seperti ini baru akan terlihat mana prajurit yang disiplin atau tidak, mana yang rajin dan mana yang tidak. Pembagian pakaian dan sepatu dari dinas harus dipakai itu bentuk perhatian dari pimpinan dan kerapian rambut serta penggunaan atribut harus diperhatikan disesuaikan aturan yang telah ditentukan” jelas Kaskolinlamil.
 
Turut hadir dalam apel khusus tersebut Irkolinlamil, para Asisten Pangkolinlamil, Kadis/Kasatker dan Komandan KRI di bawah Satlinlamil Jakarta.

Kontingen Garuda Dapat Apresiasi Pemerintah Kongo

Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda Garuda XX-M/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) atauIndonesian Engineering Company (IEC), baru saja melaksanakan Upacara Medal Parade, yang merupakan upacara penyematan Medali UN kepada Kontingen negara yang melaksanakan misi di Republik Demokratik Kongo.

Rangkaian Upacara dan acara berjalan sukses, Kontingen Garuda Indonesia mendapat apresiasi yang luar biasa dari pemerintah lokal Kongo, Leter Appreciation dari Force Commander, dan Force Engineering Monusco, serta pujian dari Komandan Brigade Ituri yang menjadi Chif Guest dalam pelaksanaan acara Medal Parade tersebut.

Dengan selesainya upacara penyematan Medali UN menandakan bahwa misi Kontingen Garuda XX-M/Monusco sudah di penghujung waktunya. Rangkaian serah acara serah terima kepada Kontingen pengganti sudah dipersiapkan dari bagian administrasi, operasional, sampai teknis pekerjaan.

Dansatgas Kontingen Garuda XX-M/Monusco Letkol Czi Sriyanto disela-sela acara, Rabu (11/1/2017) menginstruksikan kepada seluruh Perwiranya agar menyiapkan segala sesuatu yang harus diserahterimakan kepada Kontingen pengganti yaitu Satgas Garuda XX-N/Monusco.

Lebih lanjut Letkol Czi Sriyanto mengatakan, ada 3 TOB (Tactical Operational Base) dan Dungu COB (Company Operational Base) yang akan melaksanakan serah terima. “Hal ini perlu direncanakan secara matang karena sistem di UN adalah sistem online dan transparan. Kesalahan dalam administrasi maupun operasional dapat berpengaruh terhadap kredibilitas dan kinerja di lapangan, sehingga akan mengganggu tugas yang diemban oleh Kontingen Indonesia,” katanya.

Pergeseran pasukan akan dilaksanakan pada tanggal 23 Januari mendatang. Beberapa masyarakat lokal dan UN Staff sudah mulai bertanya-tanya “kapan kalian akan meninggalkan kami?”. Disisi lain, di dalam tubuh Satgas Kontingen Garuda XX-M/Monusco juga anggotanya berasal dari satuan-satuan yang berbeda dari seluruh Indonesia, dengan Main Body / kontribusi pasukan terbanyak dari Yonzipur 8/SMG Makassar.

Kebersamaan selama 1 tahun akan menjadi kenangan tersendiri yang ditandai oleh Medali UN. Ada satu sisi bahagia akan kembali ke tanah air dan juga perasaan kehilangan moment-moment berharga di daerah misi, karena disetiap pertemuan pasti ada perpisahan.

Bumi Nusantara Camp adalah camp militer Indonesia yang juga disebut Home of Engineer di Dungu. Kontingen Garuda Indonesia di Dungu baru saja melaksanakan acara Medal parade yang merupakan acara penyerahan medali penghargaan UN kepada seluruh anggota Satgas Kontingen Garuda XX-M/Monusco.

Yang paling menarik dari acara ini adalah pertunjukan dua lagu Indonesia yang dibawakan oleh 11 orang Kongolaish masyarakat asli Kongo dengan menyanyikan lagu Angin Mamiri dan lagu Indonesia Pusaka.

Lagu Angin Mamiri dengan bahasa Makassar yang terbata-bata, mereka membawa lagu tersebut dengan irama Jazz. Sungguh pemandangan unik dan sangat jarang melihat orang Kongo menyanyikan lagu Angin Mamiri yang bagi kita sebagai orang Indonesia pun tidak begitu menghafal liriknya. Endang Thamrin yang akrabnya dipanggil Mba Enoini sampai meneteskan air mata saat mendengar nyanyian ini. Wanita asli Makassar ini bekerja sebagai salah satu Staf UN di Entebbe, Uganda. Mendengar nyanyian para Kongolaish ini, mengingatkannya terhadap kampung halamannya Makassar.

Di akhir acara, para Kongolaish menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, secara spontan seluruh anggota Kontingen Garuda XX-M/Monusco ikut menyanyikannya. Suasana emosional menjadi sangat kental dan terasa oleh para tamu undangan. Keadaan rindu kampung halaman Indonesia dan pengabdian di daerah misi selama 1 tahun menjadi sangat jelas, sehingga membuat suasana sangat menyentuh.

Komandan Brigade Ituri Brigade Brigadir Jendral Kazi Mohammad Kaiser Hosain, Ndu, Psc, saat meninggalkan Camp Indonesia menanyakan kepada Dansatgas arti dari lagu tersebut. Dansatgas Letkol Czi Sriyanto M.I.R, M.A, Phc (j) menyampaikan bahwa lagu tersebut merupakan lagu yang menceritakan tentang tanah air, tempat kelahiran, tempat perlindungan, dimana ketika menyanyikan lagu tersebut seluruh anggota merasakan kerinduan mereka terhadap Tanah Air Indonesia.

Kontingen Garuda XX-M/Monusco Terima Medali UN

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) dibawah pimpinan Letkol Czi Sriyanto menerima penyematan Medali Parade dari UN atas jasa pengabdian selama 1 (satu) tahun di daerah misi, yang dilaksanakan dalam sebuah Upacara Militer di Base Camp Kontingen Indo Eng Coy, Bumi Nusantara, Haut-Uele District, Kota Dungu, Republik Demokratik Kongo, Rabu (11/1/2017).

Banyak hal yang telah dilakukan dan dicapai selama 1 (satu) tahun untuk Misi UN dan pemerintah Kongo khususnya di Dungu. Medal Parade merupakan moment dimana Kontingen Garuda mendapatkan medali penghargaan yang diberikan UN atas jasa selama pengabdian di daerah misi.

Sebagai tamu kehormatan yang menyematkan Medali adalah Komandan Brigade Ituri Brigadir Jendral Kazi Mohammad Kaiser Hosain, Ndu, Psc, Komandan Kontingen Nepal, dan beberapa pejabat dari Bunia.

Kontingen Indonesia dengan penuh semangat menunjukkan kesiapan mereka yang sudah mempersiapkan acara ini dalam satu bulan sebelum pelaksanaan. Persiapan dimulai dari penjemputan tamu kehormatan, dilanjutkan dengan Upacara. Hadirin dibuat takjub oleh kesigapan gerakan dan kedisiplinan anggota Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco dalam melaksanakan baris-berbaris.

Penyematan Medali UN kepada seluruh anggota Kontingen Garuda dilakukan oleh Komandan Brigade Ituri Brigadir Jenderal Kazi Mohammad Kaiser Hosain, Ndu, Psc., Head of Office Dungu Log Base Mrs. Alessandra, Komandan Northern Sector, Walikota Dungu dan Komandan Ban Air.

Usai pelaksanaan upacara pasukan Garuda menampilkan demonstrasi dan pertunjukan seni budaya Indonesia diantaranya demonstrasi Beladiri Militer dan Kolone Senapan, dengan membuat kagum tamu undangan yang hadir oleh gerakan-gerakan Yong Modoo yang dilakukan oleh 12 orang. Gerakan teknik bantingan dan demonstrasi pertarungan lapangan dengan sangat cepat, yang berlatarkan 20 orang melaksanakan gerakan seirama Kolone Senapan. Kemudian dalam waktu yang sangat singkat orang-orang berbaju hitam bersarung tiba-tiba masuk ke podium. Ini merupakan Tari kecak dari bali yang dibawakan oleh 40 orang.

Tamu dan undangan dibuat geli dengan koreografi gerakan kocak Hanoman yang dalam cerita tari kecak melawan Rahwana.  Setelah tari kecak Komandan Brigade Ituri, Komandan Kontingen Nepal, tamu undangan, dan banyak dari tamu diajak joget Maumere bersama.

Usai joget Maumere bersama dilaksanakan foto bersama dan setelah itu para tamu undangan bergerak ke Rub Hall diantar oleh kreografi Tari Mambesak dari Papua. Sampai di Rub Hall, tamu dan undangan langsung disambut oleh Tari Marawis. Kemudian ditutup oleh tarian Gendrang Bulo dari Makasar dalam makan bersama. Semua terlaksana dengan terstruktur dan rapi ditambah semangat seluruh anggota Satgas Konga XX-M/Monusco.

Komandan Brigade Ituri Brigadir Jendral Kazi Mohammad Kaiser Hosain, Ndu, Psc dalam  sambutannya pada saat menjadi Inspektur Upacara dan pidato singkat di Rub Hall, berkali-kali menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi Indonesian Engineering Company (IEC) di Monusco.

Ia menyampaikan bahwa pasukan Indonesia adalah pasukan paling disiplin dan paling berdedikasi dalam tugasnya. Ia pun membacakan record pekerjaan IEC yang tercatat di Ituri Brigade dalam kurun waktu satu tahun. “Saya sangat menikmati acara Medal Parade Indonesia, bahkan sampai naik heli saat kepulangannya,” ucapnya.

Dalam kedatangannya, Komandan Brigade Ituri juga memberikan Letter of Appreciation dari Force Commander. Indonesia juga dalam waktu dekat ini akan mendapat Letter Appreciation dari Force Engineer Monusco.

Sementara itu, Head of Office Dungu Alessandra yang berkewarga negaraan Italia, dalam wawancaranya bersama Staf Penerangan Satgas mengatakan, baru sekali mengikuti upacara seperti ini. Sedikit Upacara Militer, sedikit tari-tarian, sedikit banting-membanting, sedikit musik dan nyanyian, sempurna.

 

“Saya belum pernah ke Indonesia, tapi saya sudah mendengar bahwa Indonesia kaya akan budaya, dan saya yakin akan hal itu sekarang. Setelah saya melihat tari-tarian, destinasi wisata Indonesia dan seluruh kegiatan Medal Parade ini, harus saya pertimbangkan untuk membawa seluruh keluarga saya untuk cuti dan berkunjung ke Indonesia,” ujar Head of Office Dungu Alessandra dengan penuh semangat.

 

Diakhir rangkaian acara Medal Parade, Dansatgas Garuda XX-M/Monusco Letkol Czi Sriyanto, M.I.R, M.A, Phc (j) menyampaikan rasa bangga dan terimakasih kepada seluruh anggota Satgas Garuda XX-M/Monusco yang selalu bersemangat dari awal penugasan, pekerjaan-pekerjaan yang diberikan UN, sampai dengan perayaan Medal Parade yang baru saja selesai dilaksanakan. “Ini bukan merupakan kesuksesan 175 orang semata, namun ini adalah kesuksesan bangsa Indonesia di Republik Demokratik Kongo,” katanya.

“Kita disini adalah Delegasi Militer Republik Indonesia, militer negara lain dan staf UN pun memanggil kita Indonesian Contingent, jadi kesuksesan kita ini juga merupakan bagian dari kesuksesan Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Satgas Kompi Zeni TNI Padamkan Kebakaran Lahan di Pedalaman Afrika

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XXXVII-C/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) di bawah pimpinan Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos. sebagai Dansatgas, yang sedang melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian misi PBB, beberapa waktu lalu berhasil memadamkan kebakaran lahan di sekitar Bandara Internasional Bangui, pedalaman Afrika Tengah.

 
Dansatgas Kompi Zeni TNI Mayor Czi Widya Wijanarko saat meninjau lokasi kebakaran lahan mengatakan bahwa, lokasi kebakaran di sekitar Bandara Bangui tidak jauh lokasinya dengan Camp Garuda, Mpoko Bangui, Afrika Tengah.
 
“Bulan Januari ini, di Afrika Tengah sedang mengalami musim kemarau. Sebagian warga melakukan pembukaan lahan kosong dengan cara membakar dan menyebabkan kebakaran lahan semakin besar,” ujarnya.
 
Menurut Mayor Czi Widya Wijanarko, mobil pemadam kebakaran milik bandara tidak mampu memadamkan api yang semakin membesar. “Untuk mengatasi kebakaran lahan tersebut, Satgas Kompi Zeni TNI membantu dengan mengerahkan beberapa alat berat Dozer,” ucapnya.
 
Pengerahan alat berat Dozer dipimpin Kapten Czi Febri beserta tiga personel Satgas, dengan tugas yang berbeda-beda, Kopka Sudarsono (Operator), Praka Samsul (Taban Operator) dan Serda Marwan sebagai pengaman. Operator Dozer dengan sigap dan cepat memotong jalur kebakaran sebelum merambat ke tempat lain, dan akhirnya kebakaran lahan berhasil dihentikan.
 
Seperti diketahui, 200 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XXXVII-C/Minusca, terdiri dari 178 personel TNI AD, 18 personel TNI AL, 4 personel TNI AU, bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa selama satu tahun di wilayah Republik Afrika Tengah.

Awali 2017, Jajaran Kolinlamil Donorkan Darahnya

Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) menyumbangkan darah prajuritnya kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara, melalui kegiatan bakti sosial donor darah yang dilaksanakan, di Gedung Laut Natuna, Mako Kolinlamil, Jakarta Utara, Jumat (6/1).

 
Jajaran prajurit Kolinlamil mendonorkan darah pada kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian Kolinlamil terhadap kemanusiaan.
 
“Melalui kegiatan ini diharapkan Kolinlamil turut serta membantu pemerintah melalui PMI terhadap ketersediaan darah, yang akan disalurkan ke rumah sakit untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutur Kadiskes Kolinlamil Letkol Laut (K) dr. Hengky Setyahadi, Sp.B, FINACS, FICS disela-sela kegiatan.
 
Lebih jelas Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kolinlamil Letkol Laut (K) dr. Hengky Setyahadi Sp.B, FINACS, FICS mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan untuk mengisi stok darah bagi Palang Merah Indonesia (PMI) wilayah Jakarta Utara, dan dalam rangka peringatan HUT Kowal ke-54.
 
Donor darah kali ini dilaksanakan atas kerja sama Diskes Kolinlamil dengan Unit Transfusi darah PMI Jakarta Utara, yang diikuti oleh keluarga besar Kolinlamil baik militer maupun PNS Kolinlamil.
 
Unit Transfusi darah PMI Jakarta Utara dalam pelayanannya mendatangkan 10 personel terdiri dari 1 orang dokter, 6 orang paramedis dan 2 orang tenaga administrasi. Sedangkan dari Diskes Kolinlamil mendatangkan 8 orang dalam mendukung kegiatan donor darah di Kolinlamil.
 
Sejumlah 100 orang donor darah yang ingin menyumbangkan darahnya namun hanya 68 orang dengan rincian;  golongan darah A sebanyak 13 kantong,  golongan darah B sebanyak 25 kantong, golongan darah AB sebanyak 5 kantong, dan golongan darah 0 sebanyak 25 kantong. Sedangkan sejumlah 32 orang tidak terambil darahnya karena tidak memenuhi syarat akibat tensi tinggi, hemoglobin tidak cukup,dll.

Lantamal III Jakarta Laksanakan Doa Bersama Akhir Tahun 2016

Seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN)  Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta, menggelar doa bersama di Masjid Miftahul Jannah memohon kesuksesan tahun 2017, Jumat (30/12),.

Dalam rangka menyambut tahun baru 2017, seluruh prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengadakan doa bersama di Masjid Miftahul Jannah untuk Negara dan Bangsa Indonesia agar mendapat kedamaian, kesejahteraan, keselamatan, kemakmuran dan meningkatnya rasa persatuan, kesatuan dalam berbangsa dan bertanah air untuk mewujudkan ke Bhineka Tunggal Ikaan, untuk TNI Angkatan Laut pada khususnya agar supaya tahun yang akan datang mendapat keberhasilan, kelancaran, keamanan dan keselamatan dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai prajurit Sapta Marga baik yang bersifat kegiatan latihan maupun sedang menjalankan kegiatan operasional.

Doa bersama itu dilaksanakan sebelum shalat jum’at di Masjid Miftahul Jannah Mako Lantamal III Jakarta di Jalan Gunung Sahari Raya No 02 Ancol Jakarta Utara yang dipimpin oleh Ust. H. Drs. Imam Khoderi dari Kasubdis Bintal Mabesal dan Ust. Fhatikul Qirom imam tetap Masjid Miftahul Jannah.Setelah melaksanakan kegiatan doa bersama dilanjutkan sholat Jum’at bersama sama dengan masyarakat sekitar Lantamal III Jakarta.

Turut hadir pada acara doa bersama tersebut Wadan Lantamal III Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E., Asops Danlantamal III, Asintel Danlantamal III, Aspers Danlantamal III dan para Kadis/Kasatker jajaran Lantamal III Jakarta.

Pasukan Garuda Rayakan Natal Dengan Mengadakan Bakti Sosial di Darfur

Sebanyak 69 Personel Garuda Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt) beragama Nasrani, yang sedang melaksanakan Misi Perdamaian PBB di Darfur Sudan, merayakan Natal di Garuda Camp, El-Geneina, Darfur Barat, Sudan-Afrika, Minggu (25/12/2016).

 
Perayaan Natal ini sendiri memiliki kesan bagi personel yang beragama Nasrani, hal ini dikarenakan perayaan Natal dirayakan di daerah misi dan jauh dari keluarga.
 
Rangkaian kegiatan dalam perayaan Natal tahun ini adalah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial, Ibadah dan malamnya melaksanakan kegiatan makan malam bersama dengan turut mengundang perwakilan dari masing-masing Troops Contributing Country (TCC).
 
Untuk kegiatan Bakti Sosial, Pasukan Garuda Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid berkonsentrasi di daerah Ardhamata IDP (Tempat Pengungsian). Ditempat ini Prajurit Garuda yang beragama Nasrani membagikan buku bacaan, alat tulis serta baju batik kepada anak-anak dan masyarakat sekitar.
 
Disampaikan oleh Lettu Cba Yonathan Raja Mulia Tambunan selaku Ketua Panitia perayaan Natal bahwa, kegiatan ini bertujuan selain merupakan rangkaian perayaan Natal juga sebagai bentuk nyata dari Satgas Indobatt 02 Konga XXXV-B/Unamid dalam membantu anak-anak dan masyarakat di daerah ini yang dirasa sangat tertinggal dan jauh dari kata layak.
 
Lettu Cba Yonathan Raja Mulia Tambunan juga menyampaikan harapannya, agar damai Natal dapat memberikan kebahagaian dan kedamaian bagi seluruh masyarakat di Darfur Sudan ini.
 
“Semoga dengan adanya kegiatan bakti sosial dapat dimanfaatkan sebaik mungkin serta harapannya pada perayaan Natal tahun ini, dapat memberikan kebahagiaan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat di Darfur Sudan serta konflik yang berkepanjangan dapat cepat selesai, katanya.
 
Sementara itu, Wakil Komandan Satgas Indobatt 02 Mayor Inf Roy Fakhrul Rozi dalam sambutannya mengucapkan Selamat Hari Raya Natal bagi personel Satgas yang merayakan dan Selamat Tahun Baru 2017. Semoga damai Natal dapat memberikan kedamaian, ketenangan dan kesejahteraan bagi seluruh prajurit dan memberikan dampak berupa terciptanya perdamaian dan keamanan di negara konflik Sudan,” ucapnya.
 
Kegiatan perayaan Natal di Garuda Camp berjalan dengan lancar, dan acara ditutup dengan penampilan tim paduan suara yang menyanyikan lagu-lagu rohani.

RZ Kirim Bantuan Medis ke Lokasi Banjir Bima

RZ (Rumah Zakat)  bersama PT Tower Bersama Group telah memberangkatkan Mobil Klinik dan tim medis untuk membantu korban banjir di Bima, Nusa Tenggara Barat. Mobil Klinik tersebut telah diberangkatkan dari  Kediri melalui jalur laut pagi ini, Jumat (23/12).

“Meski tidak ada korban jiwa, tetapi banyak warga yang terluka dan sakit. Jadi, kami kirimkan Mobil Klinik dengan fasilitas lengkap dan petugas medisnya untuk memberikan layanan kesehatan di sana,” papar Ajeng, Project Monitoring and Evaluation RZ.

Koordinator Relawan RZ Sumbawa, Repi menambahkan, RZ juga menyalurkan bantuan berupa makanan, alat tulis, pampers, dan pakaian layak pakai. Relawan akan membantu petugas untuk melakukan evakuasi dan juga persiapan untuk melakukan assesment kebutuhan di lokasi bencana.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Sekda Kota Bima, Kepala BPBD Kota Bima dan Kepala Logistik Banjir Kota Bima. Setelah itu, kami akan segera mulai untuk menyalurkan bantuan dan juga evakuasi korban,” tambah Repi.

Banjir yang terjadi di Bima dan Sumbawa terjadi pada hari Rabu (21/12) pukul 03.00 WITA. Akibatnya, 5 kecamatan di Kota Bima terendam banjir setinggi 1-2 meter meliputi Kecamatan Rasanae, Rasanae Timur, Rasanae Barat dan Punda. Data sementara tercatat 25 rumah rusak berat, 5 rumah hanyut, 3 rumah rusak sedang, dan 1 jembatan negara putus.

131 Atlet Ikuti Kejurnas Orienteering Piala Panglima TNI ke IV Tahun 2016

Bagi atlet yang menjadi juara Orienteering Piala Panglima TNI Tahun 2016 akan diikutkan kejuaraan 50th World Military Orienteering Championship tanggal 17 s.d 19 Oktober 2017 di Hamina, Finlandia, dengan target 30 besar dunia. Demikian disampaikan  Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo (Danrem Garuda Dempo Palembang) selaku Ketua Penyelenggara Kejuaraan Nasional Orienteering saat memberikan pengarahan kepada 131 orang atlet pada Technical Meeting di Gedung Moch Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Selasa Malam (20/12/2016). 

 
Lebih lanjut Kolonel Inf Kunto mengatakan Kejuaraan Nasional Orienteering Piala Panglima TNI Terbuka ke IV Tahun 2016 diharapkan menjadi kegiatan puncak tingkat nasional tahunan yang merupakan bagian dari rantai pembinaan secara bertahap dan berkesinambungan di lingkungan TNI.
 
Menurut Kolonel Inf Kunto orienteering adalah satu cabang olahraga yang membutuhkan kemampuan dan menggunakan peta dan kompas dalam melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lain (point to point) di alam bebas dan biasanya, yang merupakan daerah belum dikenali sebelumnya. “Normalnya peserta orienteering harus bergerak dengan cepat. Peserta diberi sebuah peta topografi, biasanya peta orienteering yang disiapkan secara khusus dan akan mereka gunakan untuk menemukan titik kontrol (Control Point).
 
Kolonel Inf Kunto menyampaikan bahwa, pada awalnya olahraga ini digunakan oleh kemiliteran untuk melatih kemampuan navigasi darat bagi anggota militer dan telah dikembangkan dalam banyak variasi. Diantaranya yang paling tua dan popular adalah foot orienteering. Namun pada dasarnya, semua olahraga yang melibatkan unsur perlombaan dengan waktu dan memerlukan kemampuan navigasi dengan menggunakan peta merupakan jenis olahraga orienteering.
 
“Olahraga orientering  pertama kali dipraktekkan  di dalam  militer, namun saat ini menawarkan berbagai  macam format yang berbeda mulai dari ras-ras yang lebih tradisional jarak jauh ke hutan kota sprint  dan baru-baru ini dikembangkan,” katanya.
 
Kolonel Inf Kunto juga menjelaskan, dengan menggunakan meninjau elektronik dan pelacakan GPS, orienteering adalah olahraga terlihat oleh penonton dengan siaran real time di TV dan internet. “Federasi Orienteering Internasional memiliki empat disiplin resmi yaitu Foot Orienteering, Mountain Bike Orienteering, ski Orienteering dan Trial Orienteering (Untuk Penyandang Cacat),” ujarnya.
 
Sejarah mengenai orienteering dimulai pada akhir abad ke-19 di Swedia. Istilah “orienteering” sebenarnya pertama kali digunakan pada tahun 1886 yang artinya melintasi suatu daerah yang tidak diketahui (unknown land) dengan bantuan peta dan kompas. Di Swedia, orienteering berkembang dari hanya sekedar pelatihan militer menjadi olahraga yang kompetitif untuk perwira militer dan warga sipil. Kompetisi orienteering yang pertama terbuka untuk umum dan diselenggarakan di Norwegia pada tahun 1897.
 
Kompetisi orienteering diadakan untuk menguji keahlian navigasi, konsentrasi, dan kemampuan lari setiap peserta. Tingkat kebugaran dan kecepatan adalah hal-hal yang diperlukan agar peserta mampu sukses bersaing di level internasional. Agar kompetisi ini bisa berjalan secara fair, peta tidak diberikan dari awal, dan baru diserahkan kepada peserta orienteering hanya beberapa detik sebelum start perlombaan dimulai.
 
Tujuan kompetisi ini adalah mengikuti rute tercepat dari satu titik kontrol (control point) menuju titik kontrol yang lain, hingga mencapai garis finish. Rute tercepat disini belum tentu rute terpendek. Ini semua tergantung keputusan peserta dalam memilih dan menentukan rutenya sendiri.
 
Setiap peserta diharuskan membawa kartu kontrol (control card) yang diberikan pada saat start dan harus diserahkan kembali saat mencapai finish. Kartu ini digunakan sebagai bukti bahwa peserta telah menyempurnakan rute dengan benar. Setiap titik kontrol biasanya dilengkapi dengan stempel unik untuk dicap pada kartu kontrol milik peserta, sebagai bukti bahwa peserta telah mencapai titik kontrol tersebut.
 
 
Orienteering merupakan olahraga yang menggabungkan kedua elemen fisik dan mental. Ide dasar dalam orienteering adalah untuk melanjutkan dari kursus awal sampai akhir dengan mengunjungi sejumlah titik kontrol dalam urutan yang telah ditentukan dengan bantuan peta dan kompas. Dalam rangka untuk memilih rute terbaik, orienteers melihat karakteristik medan, dan pemenang ditentukan oleh waktu tercepat untuk menyelesaikan kursus. Apa yang unik untuk orienteering adalah bahwa orienteers harus menavigasi dan membuat keputusan cepat saat berjalan pada kecepatan tinggi. Orienteering yaitu olahraga murah cocok untuk pria dan wanita serta semua golongan umur. 
 
Orienteering memerlukan perlengkapan sebagai penunjang dalam melaksanakan kegiatan yang meliputi : Pertama, Kompas untuk orienteering ada 2 tipe: kompas baseplate dan kompas thumb. kompas lensatic, kompas prisma, maupun kompas sighting-mirror tidak cocok untuk dipergunakan dalam olahraga ini. Kedua,  Tidak ada ketentuan khusus untuk pakaian dan sepatu dalam olahraga ini tetapi gunakanlah pakaian yang kuat dan memudahkan anda untuk bergerak serta sepatu yang cocok dan kuat untuk segala medan ketika anda berlari.
 
Ketiga, Peta yang digunakan dalam olahraga ini peta orienteering  (untuk rekreasi, edukasi & kompetisi) telah menyebar ke penjuru dunia. Keuntungan peta orienteering adalah bahwa simbol-simbol peta, warna-warna, skala-skala, ketebalan garis-garis dan sebagainya telah seragam & sesuai dengan standar dunia yang ditetapkan oleh Komisi Peta Federasi Orienteering Internasional (IOF Map Commission). Peta orienteering adalah sebuah peta topografi yang terperinci atau detail (Komisi Peta IOF).
 
Menurut Federasi Orienteering Amerika Serikat (USOF), peta orienteering diartikan sebagai sebuah jenis peta topografi yang khusus dibuat untuk orienteering. Jadi peta orienteering merupakan sebuah jenis peta topografi, tetapi bukan peta topografi standar melainkan sebuah peta topografi khusus untuk olahraga ini. Peta orienteering sangat terperinci atau detail menggambarkan permukaan Bumi, sehingga dapat digunakan untuk bernavigasi sambil berlari dengan kecepatan tinggi.
 
Keempat, Kartu Kontrol, dalam kejuaraan orienteering internasional, telah jarang digunakan kartu kontrol tipe tradisional. Kartu kontrol elektronik (e-control card) telah menggantikan fungsi kartu kontrol tradisional. Contoh e-control card adalah Sportident dan EMIT. 
 
Adapun mekanisme pertandingan orienteering yaitu: di area start peta orienteering dan kartu kontrol tipe tradisional diberikan kepada peserta di lokasi pra-start pada waktu start yang telah ditentukan. Peserta bergerak mengikuti rute yang ditandai (marked route) menuju titik start (start point) yang ditandai dengan sebuah bendera kontrol tanpa kode. Pada peta orienteering, titik start ditandai dengan simbol segitiga sama sisi.
 
Dari titik start, silahkan bernavigasi dengan peta dan kompas untuk mengunjungi kontrol-kontrol sesuai urutan yang digambarkan pada peta orienteering dan ditentukan di deskripsi kontrol. Anda bebas menentukan pilihan rute sesuai kemampuan masing-masing.
 
Di lokasi control,  bila menemukan lokasi kontrol yang ditandai dengan bendera kontrol di medan sebenarnya, perhatikan kode kontrolnya. Apabila kode kontrolnya sesuai yang ditentukan pada lembar deskripsi kontrol: Jika menggunakan kartu kontrol tipe tradisional,  tandailah kartu kontrol anda dengan alat penusuk sistem jarum pada kotak-kotak bernomor yang tersedia. Pastikan bahwa kotak bernomor yang anda tandai adalah benar. Jika menggunakan kartu kontrol elektronik (misalnya Sportident atau EMIT), masukkan ujung Sportident e-card anda ke lubang pada di stasiun kontrol elektronik (untuk Sportident) atau pasangkan EMIT e-card ke stasiun elektoniknya (untuk EMIT) hingga terdengar bunyi.
 
Kontrol terakhir finish, umumnya rute antara kontrol terakhir ke Finish telah ditandai di lapangan. Ikutilah rute tersebut secepat mungkin ke lokasi Finish. Walau sering kali Waktu Finish tercatat secara otomatis begitu anda melewati garis Finish, namun ada juga metode Waktu Finish diperoleh ketika anda menandai e-card (baik Sportident maupun EMIT) ke stasiun Finish elektronik. Lakukanlah jika metode Waktu Finish-nya demikian.
 
Prinsip penentuan hasil, prinsip utamanya adalah waktu tempuh tercepat. Pemenang adalah peserta yang paling cepat waktu tempuhnya (dimana semua kontrol harus dikunjungi secara berurutan sesuai yang digambarkan pada peta orienteering dan ditentukan di deskripsi kontrol). Peserta yang tidak mengunjungi semua kontrol secara berurutan akan kena sanksi diskualifikasi.
 
Kejurnas Orienteering berlangsung dari tanggal 21 s.d 23 Desember 2016 yang diikuti 131 peserta perlombaan pada nomor Foot Orienteering Middle Distance/jarak menengah (individual),  meliputi 40 personel TNI AD, 25 personel TNI AL, 11 personel TNI AU, 16 personel Taruna Taruni  Akmil, dan 39 orang sipil dari mahasiswa, pelajar serta dari berbagai club orienteering. 
 
Tempat perlombaan  Sepeda Gunung (MTB) di Komplek Panca Arga Akmil dengan jarak 6 Km untuk pria dan 5 km untuk wanita dengan batas waktu 2 jam,  perlombaan Middle Distance mengambil tempat di Bukit Slekker Bandongan dengan jarak 6,6 km untuk pria, 5,8 km untuk wanita dan 5 km untuk junior dengan batas waktu 5 jam untuk seluruh kelas serta Relay atau Estafet dengan jarak 2 km per runner (total 6 km) mengambil tempat di Komplek Akmil Magelang.
 
Susunan organisasi penyelengaraan Kejurnas Orientering Piala Panglima TNI Tahun 2016 adalah Penasehat Panglima TNI, penanggung jawab  Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, dan panitia pelaksana yaitu Ketua Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, Wakil Ketua Kolonel Mar Sugiharto, Direktur Lomba Mayor Ctp Arief,  Wakil Direktur Lomba  Lettu Inf Ade Mufti Kusuma, Sekretaris Letkol Inf Erfan dan bendahara Kapten Kriswanto, serta Mapper & Course Planner dipimpin Kapten Inf Rendra Agit dan Kapten Mar Muh Ady Santoso.