Kemenkop dan UKM Komit Bangun Infrastruktur Akses Permodalan bagi Pelaku UKM di Daerah

Kemenkop dan UKM Komit Bangun Infrastruktur Akses Permodalan bagi Pelaku UKM di Daerah

Sumber daya Koperasi dan UMKM mempunyai peran yang sangat besar dalam memajukan perekonomian nasional. UMKM telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 60,34%. Kemampuan dalam menyerap More »

Panglima TNI : Pegang Teguh Nilai-Nilai Budaya dan Pancasila

Panglima TNI : Pegang Teguh Nilai-Nilai Budaya dan Pancasila

Pancasila sebagai Ideologi Negara sudah final, siapapun tidak boleh merubahnya, jika ada yang mengajak untuk merubahnya jangan dipercaya dan jangan diikuti, itu adalah pengkhianat bangsayang akan mencelakakan bangsa Indonesia. Untuk itu, tetap memegang teguh nilai-nilai budaya dan Pancasila.   More »

Tumbuhkan Perekonomian Indonesia, Koperasi dan UKM harus Jadi Prioritas

Tumbuhkan Perekonomian Indonesia, Koperasi dan UKM harus Jadi Prioritas

Indonesia patut bernafas lega, karena di tengah-tengah kelesuan ekonomi dunia yang belum ada tanda-tanda pulih, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih baik. Bahkan jika dibandingkan dengan negara G20 perkembangan ekonomi Indonesia berada di urutan More »

Braman Usung Paradigma Baru LPDB Jadi Lembaga Inklusif

Braman Usung Paradigma Baru LPDB Jadi Lembaga Inklusif

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) di bawah kepemimpinan Braman Setyo mengusung paradigma baru ingin menjadi lembaga yang inklusif atau terbuka, sehingga terjalin kemitraan strategis penyaluran dana More »

BNPB: Gedung LKAAM Provinsi Sumatera Barat harus Segera Difungsikan

BNPB: Gedung LKAAM Provinsi Sumatera Barat harus Segera Difungsikan

Badan Nasional penanggulangan bencana (BNPB) menegaskan bahwa gedung Lembaga Kerapatan Adat Ala Minangkabau (LKAAM) provinsi Sumatera Barat harus segera difungsikan, karena memang gedung tersebut dibangun untuk LKAAM provinsi Sumatera Barat dan telah More »

 

Category Archives: Kesehatan

131 Atlet Ikuti Kejurnas Orienteering Piala Panglima TNI ke IV Tahun 2016

Bagi atlet yang menjadi juara Orienteering Piala Panglima TNI Tahun 2016 akan diikutkan kejuaraan 50th World Military Orienteering Championship tanggal 17 s.d 19 Oktober 2017 di Hamina, Finlandia, dengan target 30 besar dunia. Demikian disampaikan  Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo (Danrem Garuda Dempo Palembang) selaku Ketua Penyelenggara Kejuaraan Nasional Orienteering saat memberikan pengarahan kepada 131 orang atlet pada Technical Meeting di Gedung Moch Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Selasa Malam (20/12/2016). 

 
Lebih lanjut Kolonel Inf Kunto mengatakan Kejuaraan Nasional Orienteering Piala Panglima TNI Terbuka ke IV Tahun 2016 diharapkan menjadi kegiatan puncak tingkat nasional tahunan yang merupakan bagian dari rantai pembinaan secara bertahap dan berkesinambungan di lingkungan TNI.
 
Menurut Kolonel Inf Kunto orienteering adalah satu cabang olahraga yang membutuhkan kemampuan dan menggunakan peta dan kompas dalam melakukan perjalanan dari satu titik ke titik lain (point to point) di alam bebas dan biasanya, yang merupakan daerah belum dikenali sebelumnya. “Normalnya peserta orienteering harus bergerak dengan cepat. Peserta diberi sebuah peta topografi, biasanya peta orienteering yang disiapkan secara khusus dan akan mereka gunakan untuk menemukan titik kontrol (Control Point).
 
Kolonel Inf Kunto menyampaikan bahwa, pada awalnya olahraga ini digunakan oleh kemiliteran untuk melatih kemampuan navigasi darat bagi anggota militer dan telah dikembangkan dalam banyak variasi. Diantaranya yang paling tua dan popular adalah foot orienteering. Namun pada dasarnya, semua olahraga yang melibatkan unsur perlombaan dengan waktu dan memerlukan kemampuan navigasi dengan menggunakan peta merupakan jenis olahraga orienteering.
 
“Olahraga orientering  pertama kali dipraktekkan  di dalam  militer, namun saat ini menawarkan berbagai  macam format yang berbeda mulai dari ras-ras yang lebih tradisional jarak jauh ke hutan kota sprint  dan baru-baru ini dikembangkan,” katanya.
 
Kolonel Inf Kunto juga menjelaskan, dengan menggunakan meninjau elektronik dan pelacakan GPS, orienteering adalah olahraga terlihat oleh penonton dengan siaran real time di TV dan internet. “Federasi Orienteering Internasional memiliki empat disiplin resmi yaitu Foot Orienteering, Mountain Bike Orienteering, ski Orienteering dan Trial Orienteering (Untuk Penyandang Cacat),” ujarnya.
 
Sejarah mengenai orienteering dimulai pada akhir abad ke-19 di Swedia. Istilah “orienteering” sebenarnya pertama kali digunakan pada tahun 1886 yang artinya melintasi suatu daerah yang tidak diketahui (unknown land) dengan bantuan peta dan kompas. Di Swedia, orienteering berkembang dari hanya sekedar pelatihan militer menjadi olahraga yang kompetitif untuk perwira militer dan warga sipil. Kompetisi orienteering yang pertama terbuka untuk umum dan diselenggarakan di Norwegia pada tahun 1897.
 
Kompetisi orienteering diadakan untuk menguji keahlian navigasi, konsentrasi, dan kemampuan lari setiap peserta. Tingkat kebugaran dan kecepatan adalah hal-hal yang diperlukan agar peserta mampu sukses bersaing di level internasional. Agar kompetisi ini bisa berjalan secara fair, peta tidak diberikan dari awal, dan baru diserahkan kepada peserta orienteering hanya beberapa detik sebelum start perlombaan dimulai.
 
Tujuan kompetisi ini adalah mengikuti rute tercepat dari satu titik kontrol (control point) menuju titik kontrol yang lain, hingga mencapai garis finish. Rute tercepat disini belum tentu rute terpendek. Ini semua tergantung keputusan peserta dalam memilih dan menentukan rutenya sendiri.
 
Setiap peserta diharuskan membawa kartu kontrol (control card) yang diberikan pada saat start dan harus diserahkan kembali saat mencapai finish. Kartu ini digunakan sebagai bukti bahwa peserta telah menyempurnakan rute dengan benar. Setiap titik kontrol biasanya dilengkapi dengan stempel unik untuk dicap pada kartu kontrol milik peserta, sebagai bukti bahwa peserta telah mencapai titik kontrol tersebut.
 
 
Orienteering merupakan olahraga yang menggabungkan kedua elemen fisik dan mental. Ide dasar dalam orienteering adalah untuk melanjutkan dari kursus awal sampai akhir dengan mengunjungi sejumlah titik kontrol dalam urutan yang telah ditentukan dengan bantuan peta dan kompas. Dalam rangka untuk memilih rute terbaik, orienteers melihat karakteristik medan, dan pemenang ditentukan oleh waktu tercepat untuk menyelesaikan kursus. Apa yang unik untuk orienteering adalah bahwa orienteers harus menavigasi dan membuat keputusan cepat saat berjalan pada kecepatan tinggi. Orienteering yaitu olahraga murah cocok untuk pria dan wanita serta semua golongan umur. 
 
Orienteering memerlukan perlengkapan sebagai penunjang dalam melaksanakan kegiatan yang meliputi : Pertama, Kompas untuk orienteering ada 2 tipe: kompas baseplate dan kompas thumb. kompas lensatic, kompas prisma, maupun kompas sighting-mirror tidak cocok untuk dipergunakan dalam olahraga ini. Kedua,  Tidak ada ketentuan khusus untuk pakaian dan sepatu dalam olahraga ini tetapi gunakanlah pakaian yang kuat dan memudahkan anda untuk bergerak serta sepatu yang cocok dan kuat untuk segala medan ketika anda berlari.
 
Ketiga, Peta yang digunakan dalam olahraga ini peta orienteering  (untuk rekreasi, edukasi & kompetisi) telah menyebar ke penjuru dunia. Keuntungan peta orienteering adalah bahwa simbol-simbol peta, warna-warna, skala-skala, ketebalan garis-garis dan sebagainya telah seragam & sesuai dengan standar dunia yang ditetapkan oleh Komisi Peta Federasi Orienteering Internasional (IOF Map Commission). Peta orienteering adalah sebuah peta topografi yang terperinci atau detail (Komisi Peta IOF).
 
Menurut Federasi Orienteering Amerika Serikat (USOF), peta orienteering diartikan sebagai sebuah jenis peta topografi yang khusus dibuat untuk orienteering. Jadi peta orienteering merupakan sebuah jenis peta topografi, tetapi bukan peta topografi standar melainkan sebuah peta topografi khusus untuk olahraga ini. Peta orienteering sangat terperinci atau detail menggambarkan permukaan Bumi, sehingga dapat digunakan untuk bernavigasi sambil berlari dengan kecepatan tinggi.
 
Keempat, Kartu Kontrol, dalam kejuaraan orienteering internasional, telah jarang digunakan kartu kontrol tipe tradisional. Kartu kontrol elektronik (e-control card) telah menggantikan fungsi kartu kontrol tradisional. Contoh e-control card adalah Sportident dan EMIT. 
 
Adapun mekanisme pertandingan orienteering yaitu: di area start peta orienteering dan kartu kontrol tipe tradisional diberikan kepada peserta di lokasi pra-start pada waktu start yang telah ditentukan. Peserta bergerak mengikuti rute yang ditandai (marked route) menuju titik start (start point) yang ditandai dengan sebuah bendera kontrol tanpa kode. Pada peta orienteering, titik start ditandai dengan simbol segitiga sama sisi.
 
Dari titik start, silahkan bernavigasi dengan peta dan kompas untuk mengunjungi kontrol-kontrol sesuai urutan yang digambarkan pada peta orienteering dan ditentukan di deskripsi kontrol. Anda bebas menentukan pilihan rute sesuai kemampuan masing-masing.
 
Di lokasi control,  bila menemukan lokasi kontrol yang ditandai dengan bendera kontrol di medan sebenarnya, perhatikan kode kontrolnya. Apabila kode kontrolnya sesuai yang ditentukan pada lembar deskripsi kontrol: Jika menggunakan kartu kontrol tipe tradisional,  tandailah kartu kontrol anda dengan alat penusuk sistem jarum pada kotak-kotak bernomor yang tersedia. Pastikan bahwa kotak bernomor yang anda tandai adalah benar. Jika menggunakan kartu kontrol elektronik (misalnya Sportident atau EMIT), masukkan ujung Sportident e-card anda ke lubang pada di stasiun kontrol elektronik (untuk Sportident) atau pasangkan EMIT e-card ke stasiun elektoniknya (untuk EMIT) hingga terdengar bunyi.
 
Kontrol terakhir finish, umumnya rute antara kontrol terakhir ke Finish telah ditandai di lapangan. Ikutilah rute tersebut secepat mungkin ke lokasi Finish. Walau sering kali Waktu Finish tercatat secara otomatis begitu anda melewati garis Finish, namun ada juga metode Waktu Finish diperoleh ketika anda menandai e-card (baik Sportident maupun EMIT) ke stasiun Finish elektronik. Lakukanlah jika metode Waktu Finish-nya demikian.
 
Prinsip penentuan hasil, prinsip utamanya adalah waktu tempuh tercepat. Pemenang adalah peserta yang paling cepat waktu tempuhnya (dimana semua kontrol harus dikunjungi secara berurutan sesuai yang digambarkan pada peta orienteering dan ditentukan di deskripsi kontrol). Peserta yang tidak mengunjungi semua kontrol secara berurutan akan kena sanksi diskualifikasi.
 
Kejurnas Orienteering berlangsung dari tanggal 21 s.d 23 Desember 2016 yang diikuti 131 peserta perlombaan pada nomor Foot Orienteering Middle Distance/jarak menengah (individual),  meliputi 40 personel TNI AD, 25 personel TNI AL, 11 personel TNI AU, 16 personel Taruna Taruni  Akmil, dan 39 orang sipil dari mahasiswa, pelajar serta dari berbagai club orienteering. 
 
Tempat perlombaan  Sepeda Gunung (MTB) di Komplek Panca Arga Akmil dengan jarak 6 Km untuk pria dan 5 km untuk wanita dengan batas waktu 2 jam,  perlombaan Middle Distance mengambil tempat di Bukit Slekker Bandongan dengan jarak 6,6 km untuk pria, 5,8 km untuk wanita dan 5 km untuk junior dengan batas waktu 5 jam untuk seluruh kelas serta Relay atau Estafet dengan jarak 2 km per runner (total 6 km) mengambil tempat di Komplek Akmil Magelang.
 
Susunan organisasi penyelengaraan Kejurnas Orientering Piala Panglima TNI Tahun 2016 adalah Penasehat Panglima TNI, penanggung jawab  Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, dan panitia pelaksana yaitu Ketua Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, Wakil Ketua Kolonel Mar Sugiharto, Direktur Lomba Mayor Ctp Arief,  Wakil Direktur Lomba  Lettu Inf Ade Mufti Kusuma, Sekretaris Letkol Inf Erfan dan bendahara Kapten Kriswanto, serta Mapper & Course Planner dipimpin Kapten Inf Rendra Agit dan Kapten Mar Muh Ady Santoso.

Panglima TNI Harap BPJS Berikan Pelayanan Kesehatan Terbaik

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berharap Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan (BPJS) memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi prajurit dan keluarganya serta jangan sampai karena aturan-aturan yang ada, justru menghambat pelayanan kesehatan yang berakibat pada tidak tercapainya sasaran untuk memelihara derajat kesehatan prajurit maupun keluarganya.

 
Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam amanatnya yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Dr Didit Herdiawan M.P.A., M.B.A. dihadapan 237 peserta acara Rekonsiliasi Data Peserta dan Evaluasi Program Kerja Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) - Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 19 s.d. 21 Desember 2016, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).
 
Panglima TNI menyampaikan bahwa dengan mengikuti program ini diharapkan dapat tercapai pelayanan kesehatan yang berkualitas dan bagi anggota TNI / PNS  beserta keluarganya di manapun berada dan bertugas, baik pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh fasilitas kesehatan TNI maupun fasilitas kesehatan pada umumnya. “Saat ini jumlah peserta BPJS dari TNI/PNS beserta keluarganya telah mencapai sebanyak 1.524.201 peserta,” katanya.
 
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala di lapangan terkait pelayanan kesehatan maupun kepesertaannya diantaranya mengenai  administrasi kepesertaan, akses pelayanan, regulasi, dukungan obat-obatan dan prosedur yang  mungkin kurang sesuai harapan prajurit TNI, sumber daya manusia, serta sarana prasarana  baik di tingkat pusat maupun lapangan.
 
Panglima TNI juga menyampaikan bahwa, hal ini sering memunculkan kritik bahkan timbul kesan negatif terhadap program jaminan kesehatan, yang bila tidak segera ditangani secara cepat dan tepat akan berpengaruh terhadap keberhasilan  program JKN-KIS yang dilaksanakan oleh BPJS. “Saya menilai sangat tepat kegiatan Rekonsiliasi Data dan Evaluasi Program JKN-KIS bagi personel TNI tahun 2016 ini,” ujarnya.
 
Kegiatan ini bisa menjadi sarana komunikasi antara peserta, fasilitas kesehatan TNI dalam pelaksana pelayanan kesehatan, dengan  BPJS sebagai penyelenggara program JKN-KIS  dan mampu menemukan penyelesaian masalah secara komprehensif agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal dan efisien,” harap  Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, sampai saat ini TNI terlibat aktif dalam pelayanan BPJS, yang merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang badan penyelenggaraan jaminan sosial dan Perpang TNI Nomor 45 Tahun 2013 tentang pedoman penyelenggaraan jaminan kesehatan di lingkungan TNI. “Saya minta kepada pejabat personel tiap angkatan agar segera menindaklanjuti hal-hal yang terkait dengan pelayanan kesehatan maupun masalah  kepesertaan yang mungkin masih menjadi keluhan prajurit maupun keluarganya,” pungkasnya.
 
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain; Kapuskes TNI, Kepala RSPAD, Jajaran Perwira Tinggi TNI, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Direktur Kepesertaan dan Pemasaran, Direktur Pelayanan serta Jajaran GM, SM dan Manager BPJS Kesehatan.

Ketum KOMI : Pelatih Profesional Hasilkan Atlet Berprestasi

Kuasai segala materi yang telah diberikan, baik materi yang bersifat pengetahuan atau teori maupun materi yang bersifat skill. Dengan pelatih yang profesional, diharapkan kedepan akan menghasilkan atlet-atlet terjun payung yang berprestasi di tingkat dunia.

Demikian dikatakan Asops Panglima TNI  Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., selaku Ketua Umum KOMI (Komite Olahraga Militer Indonesia) dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kapusjaspermildas TNI Brigjen TNI Dedy Kuswandi, pada penutupan Penataran Pelatih Skydiving Tunnel tahun 2016 di Gedung Skydiving Tunnel Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (20/12/2016).
 
Menurut Ketua Umum (Ketum) KOMI, ilmu yang telah terima sebagai pelatih dapat segera diaplikasikan kepada para peterjun, sehingga ke depan prestasi atlet Terjun Payung TNI dapat menunjukkan prestasi lebih baik di event dunia maupun sebagai operator yang handal pada skydiving tunnel di kesatuan masing-masing.
 
Dengan penataran ini, Ketum KOMI Mayjen TNI Agung Risdhianto mengharapkan dapat menghasilkan pelatih-pelatih handal dan profesional, sehingga dapat meningkatkan kemampuan teknis, fisik dan psikis para atlet-atlet Terjun Payung TNI yang bermental juara.  “Dengan demikian, akan didapatkan atlet yang memiliki prestasi dunia dan menjadi atlet andalan nasional yang dapat mengangkat citra TNI, bangsa dan negara di dunia melalui olahraga,” ujarnya.
 
“Selesai mengikuti pelatihan ini, hendaknya para peserta mampu melaksanakan tugas sebagai seorang pelatih untuk membimbing dan mengajarkan serta melatihkan teknik terjun payung secara profesional dengan menggunakan skydiving tunnel di masing-masing Angkatan,” tegas Ketum KOMI.
 
Lebih lanjut Ketum KOMI mengatakan bahwa, prestasi yang membanggakan dari atlet Terjun Payung TNI adalah meraih medali 1 (satu) Emas dan 1 (satu) Perunggu nomor Accuracy Junior Women, pada Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer ke-38 di Solo tahun 2014 dan pada 6th World Military Games  tahun 2015 di Mungyeong Korea Selatan, dengan meraih 1 (satu) Perak dan 1 (satu) Perunggu di nomor Accuracy Junior Women dan Juara Tingkat Nasional dari masing-masing kesatuan TNI.
 
Diakhir amanatnya, Ketum KOMI Mayjen TNI Agung Risdhianto mengatakan bahwa selama ini atlet yang berprestasi adalah dari para atlet junior putri. “Dengan bertambahnya para pelatih maka akan tercipta generasi baru para atlet putra TNI, sehingga dapat menambah pundi-pundi prestasi dalam setiap kejuaraan,” pungkasnya.
 
Peserta yang ikut dalam Penataran Pelatihan Skydiving Tunnel ini sebanyak 21 orang, terdiri dari 7 orang TNI Angkatan Darat, 7 orang TNI Angkatan Laut, satu diantaranya Korps Wanita TNI Angkatan Laut (Kowal) dan 7 orang TNI Angkatan Udara. Turut hadir pada acara tersebut, diantaranya para Pengurus KOMI Pusat dan Angkatan.

DFC Minusca : Pasukan Garuda Miliki Semangat Kerja Yang Tinggi

Pasukan Garuda Satgas Kizi TNI telah menunjukkan konsekuensi dan memiliki semangat kerja yang tinggi serta tanggung jawab dan tingkah laku yang menunjukkan profesionalisme sebagai militer.

 
Dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki serta semangat yang kuat, Pasukan Garuda telah mampu menunjukkan kinerja yang baik, sehingga tugas-tugas Indoengcoy (Engineering Company) yang diberikan oleh Minusca (Multi Dimensional Integrated Stabilization Mission in The Central African Republic) dapat dilaksanakan dengan baik,”.
 
Hal tersebut disampaikan Deputy Force Commander (DFC) Minusca sebagai pimpinan bagi seluruh personel militer misi PBB di Minusca, yang diwakili oleh Major Gener Shafiuddin Ahmed, saat berkunjung ke Markas Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca di Mpoko Bangui, Afrika Tengah, Rabu (14/12/2016).
 
Kedatangan Major Gener Shafiuddin Ahmed beserta Staf disambut langsung oleh Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos didampingi Perwira Staf.
 
Dalam kesempatan tersebut, Major Gener Shafiuddin Ahmed menyampaikan bahwa DFC Minusca juga memberikan pujian kepada Pasukan Garuda atas kinerja dan kontribusi serta kerja sama dalam melaksanakan misi perdamaian PBB di Central African Republic (CAR).
 
Menurut DFC Minusca, sejak kedatangannya Pasukan Garuda telah menunjukkan kinerja terbaik khususnya di wilayah Bangui dan Berbarati yang merupakan daerah tersulit dan rawan, karena kedua daerah tersebut sering terjadi kontak bersenjata antar kelompok yang bertikai serta daerah yang terisolasi, baik komunikasi maupun infrastuktur yang terbatas.
 
DFC Minusca juga menyampaikan bahwa, hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh Pasukan Garuda tersebut tidak saja dirasakan oleh Minusca, namun juga dirasakan dan berdampak positif terhadap perkembangan pembangunan negara Afrika Tengah yang saat ini sedang dalam masa pemulihan keamanan.
 
Semoga apa yang sudah dilakukan oleh Kontingen Garuda, agar tetap mempertahankan nama baik dan kinerja yang maksimal selama ini,” katanya.
 
Komandan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos, menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan dan perhatian yang diberikan kepada Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda.

Jaga Kondisi Fisik Prajurit Kolinlamil Laksanakan Lari Siang

Untuk memelihara kondisi fisik yang tetap prima dalam melaksanakan tugas, prajurit Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) baik yang dinas di Mako maupun yang dinas di KRI melaksanakan olahraga siang di lingkungan Markas Komando (Mako) Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (7/12).

Cuaca panas yang menyelimuti lingkungan dermaga Kolinlamil bukan menjadi hambatan bagi para prajurit jajaran Kolinlamil untuk tetap menjaga kondisi fisiknya. Dengan penuh semangat dan berbaris yang rapi para prajurit ini melaksanakan lari siang sambil bernyanyi mengelilingi lingkungan Mako Kolinlamil selamat tiga puluh menit.
 
Menurut Aspers Pangkolinlamil Kolonel Laut (E) Edi Suhara selaku pejabat yang membidangi personel, mengatakan kegiatan lari siang ini sangat efektif untuk melaksanakan pembinaan fisik para prajurit agar tetap dalam kondisi prima dan siap melaksanakan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawab masing-masing.
 
“Lari siang sangat efektif untuk menjaga tetap terpeliharanya kondisi fisik para anggota dengan batas waktu yang telah ditentukan minimal lari selama 30 menit,” jelas Aspers.
 
Lebih lanjut dijelaskan bahwa selain kegiatan lari siang yang telah diprogramkan setiap hari Rabu, kegiatan olahraga lain sesuai yanus masing-masing dan kegiatan olahraga pada tiap hari Selasa dan Jumat tetap dilaksanakan.
 
Selesai melaksanakan lari siang tim Jas memimpin pelaksanaan senam pendinginan dan dilanjutkan dengan kegiatan Push up dan Sit up secara terpimpin tanpa terkecuali.

RZ Hadiri Konferensi untuk Atasi Masalah Gizi di Indonesia

Dinilai sudah menjadi lembaga yang mampu mengatasi gizi masyarakat Indonesia, RZ diundang menjadi bagian dalam acara Konferensi Indonesia Bergizi, Selasa (6/12) di Hotel Haris, Jl. Dr. Saharjo No 191, Jakarta. Acara yang digelar oleh JAPFA Foundation bersama Konsorsium Indonesia Bergizi dengan tajuk Pengembangan Gizi Anak dan Remaja.  

“Hingga saat ini, RZ telah melaksanakan program untuk mengatasi permasalah gizi masyarakat di setiap daerah binaan. Program tersebut diantaranya Kebun Gizi, Hidroponik dan Siaga Gizi Balita,” ujar Aap Apipudin, Relationship Management Division Head RZ, Rabu (7/12).

Aap pun menambahkan bahwa RZ menerima sinergi dari berbagai kalangan baik komunitas dan pemerintah yang mau bekerja sama dalam implementasi program – program tersebut. Dengan begitu, seluruh pihak akan semakin mudah untuk mengatasi permasalahan gizi yang terjadi. Senada dengan Aap, Andi Prasetyo, Head of JAPFA Foundation, menambahkan bahwa permasalah gizi di Indonesia harus diatasi bersama. 

“Kini Indonesia dihadapkan pada permasalahan gizi yang cukup kompleks. Data yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia menunjukan bahwa, remaja berusia 13-18 tahun memiliki tingkat kecukupan energi sebesar 72,3% dengan proporsi pengkonsumsi baru mencapai 52,5%. Demi mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan sebuah solusi yang konkret. Semoga dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat menemukan solusi bersama,” papar Andi.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Maria Harfanti, Miss Indonesia 2015 yang juga menjadi Duta Gizi Remaja Indonesia, Ketua Pusat Kajian Gizi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Ir.Ahmad Syafiq, M.Sc. Ph.D., Direktur Bina Gizi Ditjen Bina Gizi KIA Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ir.Doddy Izuardy, MA., Dekan FKM UI,  Dr. Agustin Kusumayati, M.Sc. Ph.D., dan Ketua Omar Niode Foundation Amanda Katili Noide Ph.D. Mereka menyampaikan paparan mengenai pentingnya gizi remaja sebagai langkah untuk memajukan remaja Indonesia.

Malam Akrab Tim PS TNI dan PBS ATM

Pertandingan Sepak Bola Piala Wira Malindo merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun, dimana penyelenggaraannya saling bergantian antara Persatuan Sepakbola Tentara Nasional Indonesia (PS TNI) dengan Persatuan Bola Sepak Angkatan Tentera Malaysia (PBS ATM). Demikian sambutan tertulis Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, S.IP., M.M. yang dibacakan Kapusjaspermildas TNI Brigjen TNI Dedy Kusmayadi pada Malam Akrab, di Aula Makogartap II Bandung, Jawa Barat, Senin malam (5/12/2016).

“Wira Malindo pada awalnya tahun 1985, diprakarsai oleh kedua Panglima Angkatan Bersenjata, yaitu Panglima ABRI saat itu Jenderal TNI Benny Moerdani dan Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jeneral Tan Sri dato Ghazali Bin Mohd Seth,” kata Marsda TNI Bambang Samoedro.

Lebih lanjut Aspers Panglima TNI mengatakan bahwa, pada kejuaraan pertama dilaksanakan secara timbal balik (home and away) dengan format pertandingan pertama ditempat sendiri dan pertandingan kedua ditempat lawan. Pertandingan pertama dilaksanakan di Kuala Lumpur dan pertandingan kedua di Indonesia.

Menurut Marsda TNI Bambang Samoedro, pada tahun 1986 formatnya diubah untuk dilaksanakan di satu negara dengan dua kali pertandingan, guna menghemat waktu dan tenaga serta biaya. “Format baru tersebut, mulai dilaksanakan pada tahun 1987 dan sampai sekarang 2016. Tahun ini 2016, Indonesia mendapat giliran sebagai penyelenggara ke-XXXI yang dilaksanakan di Bandung,” ujarnya.

Diakhir sambutannya Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro menekankan, junjung tinggi sportivitas dengan mengedepankan norma-norma dan prinsip olahraga, sehingga apapun hasil yang diperoleh bukan hanya mencari kemenangan semata dengan mengabaikan aturan permainan yang telah disepakati bersama. “Melalui olahraga sepak bola ini, yang paling utama tujuannya adalah untuk mempererat silahturahmi antara kedua belah pihak,” tegasnya.

“Pertandingan Wira Malindo diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana integratif serta peningkatan hubungan persahabatan antar kedua negara, khususnya TNI dan ATM,” pungkas Marsda TNI Bambang Samoedro.

Sementara itu, Ketua Kontingen ATM Mayor Jeneral Dato H. Khlir Bin H Mohd Nor mengucapkan terima kasih kepada Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Kapusjaspermildas TNI Brigjen TNI Dedy Kusmayadi serta Kasgartap II Bandung Marsma TNI Sun Sudharta atas sambutan yang hangat dan begitu hebat sejak kedatangan Kontingen Malaysia tiba di Bandara Lanud Husein Bandung.

“Walau bagaimanapun perlawanan pasti hebat, Kontingen Sepak Bola ATM berkeinginan untuk menang, begitu pula Kontingen Indonesia juga bermaksud untuk menang. Pertandingan ini akan menarik dan hebat, akan tetapi pertandingan jangan sampai gaduh/ricuh, yang paling penting adalah keakraban diantara personel kedua Angkatan Bersenjata,” kata Ketua Kontingen ATM.

201 Unjuk kekuatan Otot Dalam Kontes Binaraga

Salah satu Prajurit Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha Pratu Andi unjuk kekuatan otot dalam kontes Ark’el di Cimanggis Square jl.Raya Bogor km 29.

Jika biasanya anggota TNI saat menjalakan tugas di lapangan atau di kantor, kali ini kita disuguhkan prajurit 201 ikut serta dalam kontes Ark’el body Contest. Di sela waktu yang begitu padat dalam menjalankan tugas Negara salah prajurit Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha mampu menunjukan kekuatan otot dalam kontes binaraga yang di selengarakan salah satu Mall di Cimanggis.

Dalam kontes fitness atau binaraga yang di selenggarakan Ark’el body Contest ini di ikuti 36 kontestan salah satunya Prajurit 201 bernama Pratu M Andi Rizky ikut ambil nama dalam kontes Fitnes atau Binaraga, kegiatan yang positif ini di dukung Danyonif Mekanis 201/Jaya Yudha Letkol Inf M.I Gogor A.A. Dalam kegiatan ini dapat memacu prajurit Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha agar dapat menjaga fisik dan kebugaran dengan olah raga.

Piala Wira Malindo ke-XXXI Digelar di Kodam III/Siliwangi

Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, S.IP.,M.M didampingi Kapusjaspermildas TNI Brigjen TNI Dedy Kusmayadi dan Kasgartap III Bandung Marsma TNI Sun Sudharta menerima kedatangan 31 orang Tim Persatuan Bola Sepak Angkatan Tentera Malaysia yang dipimpin oleh Mayor Jeneral Dato H. Khlir Bin H. Mohd Nor di VIP Room Sompil Basuki, Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/12/2016).

Kedatangan Tim Persatuan Bola Sepak (PBS) Angkatan Tentera Malaysia tersebut, dalam rangka menggelar pertandingan dengan Persatuan Sepakbola Tentara Nasional Indonesia (PS TNI) untuk memperebutkan Piala Bergilir Wira Malindo ke-XXXI tahun 2016.

Pertandingan sepakbola antara kedua Angkatan Bersenjata (Indonesia dan Malaysia) tersebut dilaksanakan setiap tahun.

Pertandingan pertama antara PS TNI dengan PBS ATM (Malaysia – Indonesia), akan digelar di Stadion Kodam III/Siliwangi Bandung, pada hari Selasa, 6 Desember 2016. Sedangkan, untuk pertandingan kedua antara PS TNI dan PBS ATM, akan digelar di Stadion Kodam III/Siliwangi Bandung pada hari Kamis, 8 Desember 2016.

 

Menyambut HUT Ke-2 Bakamla RI, DWP Lakukan Kunjungan ke Wisma Tuna Ganda Palsigunung

Sebagai salah satu bagian dari rangkaian kegiatan HUT Ke-2 Bakamla RI, Ketua Dharma Wanita Persatuan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (DWP Bakamla RI) Ny. Tati Ari Soedewo bersama para pengurus DWP Bakamla RI melaksanakan kunjungan ke Wisma Tuna Ganda Palsigunung, Jalan Raya Bogor Cimanggis, Depok, Kamis (1/12/2016).

Kedatangan Ketua DWP bersama rombongan diterima oleh Pimpinan Yayasan Wisma Tuna Ganda Palsigunung  Kristanti. Yayasan yang berdiri sejak 2 Maret 1975 ini pada saat ini memiliki 55 orang karyawan dan 3 orang tenaga pengajar yang bertanggung jawab atas 27 anak-anak dengan keterbatasan mental dan fisik, dan mendapatkan perawatan fisioterapi untuk kesehatan mental dan fisik yang lebih baik.

Dalam sambutannya, Ketua DWP menyampaikan bahwa dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Bakamla RI untuk menyambut HUT ke-2 tahun ini Bakamla RI ingin memberikan dan berbagi sedikit perhatian kepada anak-anak Wisma Tuna Ganda Palsigunung, sebagai rasa syukur atas terbentuknya DWP yang dapat dikatakan masih “seumur bayi” sehingga masih butuh banyak belajar. Dalam kesempatan itu Ketua DWP juga mohon do’a dari semua anggota yang hadir agar DWP dapat berkembang dan maju seiring dengan Bakamla RI.

Pada akhir kunjungan Ketua DWP Bakamla RI menyerahkan sejumlah santunan uang tunai dan barang-barang kebutuhan pokok yang diterima oleh Pimpinan Wisma Kristanti dan menyampaikan harapannya agar santunan yang diberikan dapat bermanfaat bagi yayasan dan anak-anak khususnya.