Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Kesra

TNI dan Kementerian PUPR Bangun Jalan Trans Papua 4.300 Km

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan jalan Trans Papua yang menghubungkan Wamena-Mumugu di Bumi Cenderawasih, Provinsi Papua, Rabu (10/5/2017).

Pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 4.300 Km merupakan kerja sama antara TNI dan Kementerian PUPR yang direncanakan akan selesai pada tahun 2019. “Kondisi medan di Papua sangat berat sehingga pembangunan jalan dikerjakan oleh TNI bekerjasama dengan Kementerian PUPR. Diharapkan pertumbuhan ekonomi di Papua akan meningkat,” ujar Presiden RI.

Pada saat meninjau, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa pembangunan jalan Trans Papua direncanakan sepanjang 4.300 km, sampai saat ini telah selesai 3.800 km dan diharapkan pembangunan jalan tersebut rampung pada tahun 2019. “Saya beserta rombongan menelusuri sebagian jalan yang menghubungkan Wamena, Kenyam dan Agast, namun yang baru diaspal sepanjang 37 km,” kata Presiden RI Joko Widodo.

Jalan Trans Papua dibagi dalam 7 (tujuh) segmen tahapan pembangunan yaitu, Jayapura-Wamena-Mulia, Jayapura-Sarmi, Jayapura-Hamadi-Holtekamp-Perb atasan Papua Nugini, Merauke-Waropko, Timika-Mapurujaya-Pomako, Nabire-Waghete-Enarotali, dan Serui-Menawi-Subeba. Jalan berlokasi di Papua Barat adalah ruas Manowari-Sorong, Manokwari-Bintuni, Fakfak-Hurimber-Bomberay, dan Sorong-Mega. Jalan ini diharapkan akan membuka kawasan yang terisolasi, menekan kemahalan harga dan konektivitas antar wilayah di Papua.

Dalam pengerjaan jalan tersebut, TNI mengerahkan satuan TNI dari Kodam XVII/Cenderawasih dan dari luar Kodam diantaranya, Satuan Denzipur-10, Denzipur-12, Yonzikon-14 dan Yonzipur-18 serta dengan mengerahkan alat berat yang dimiliki TNI AD berupa Exavator, Dozer, Grader, Dump Truck, Tandem Roller, Tyred Roller, Vibro dan Tangki Air.

Panglima TNI : Petani dan Nelayan Pahlawan Pertumbuhan Ekonomi

Para petani dan nelayan adalah manusia-manusia yang luar biasa, mereka adalah Pahlawan Pertumbuhan Ekonomi terkini. Apabila di Indonesia tidak ada petani dan nelayan, mungkin bangsa Indonesia sudah mengalami degradasi ekonomi sejak dulu. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan para Gubernur, petani dan nelayan dari 34 Provinsi, bertempat di Aula Anjung Mon Matta, Pendopo Gubernur Banda Aceh, Jumat (5/5/2017).

Dalam pengarahan dengan tema “Tantangan dan Peluang Petani serta Nelayan Dalam Menghadapi Kompetisi Global” Panglima TNI juga menjelaskan bahwa, petani dan nelayan adalah pahlawan bangsa dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena bekerja dan berjuang untuk mewujudkan ketahanan pangan dan menyelamatkan Indonesia dari kompetisi global. “Oleh karenanya, mari bersama-sama kita wujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Bung Karno pada saat peletakan batu pertama Fakultas Pertanian Universitas Indonesia, “suatu bangsa apabila kebutuhan pangan rakyat tidak terpenuhi, maka malapetaka. Oleh karena itu, perlu usaha secara besar-besaran, radikal dan revolusioner untuk menyiapkan pangan, dan yang bisa melaksanakan itu adalah para petani,” katanya.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa, dipenghujung kehabisan energi fosil dunia, Indonesia sebagai equator sangat subur tanahnya dan dapat ditanami dengan berbagai macam tumbuh-tumbuhan baik tanaman pangan maupun tanaman industri. Contohnya tanaman Akasia untuk kertas, di Indonesia bisa tumbuh selama enam tahun, sedangkan di Eropa bisa 12 tahun karena ada musim gugur, dan begitu musim salju daunnya berkembang, kemudian musim semi. “Inilah sebenarnya yang menjadi permasalahan, sehingga terjadi kompetisi global dan dalam kompetisi global kita harus berhati-hati,” ungkapnya.

Menurut Panglima TNI, saat ini prediksi ancaman militer terhadap kedaulatan Indonesia belum begitu besar, yang ada justru berupa ancaman ekonomi khususnya bidang pertanian dan perikanan yang berdampak pada lemahnya persatuan dan kesatuan bangsa. “Ancaman ekonomi diarahkan untuk melemahkan sektor pertanian dan perikanan, serta memasok narkoba kepada anak-anak petani agar mereka tidak produktif,” ujarnya.

“Pihak asing yang tidak menginginkan kemajuan ekonomi Indonesia di sektor pertanian dan perikanan, maka mereka menghancurkan Indonesia dengan meracuni anak-anak petani dan nelayan melalui narkoba sehingga generasi yang akan datang, anak-anak tersebut tidak lagi produktif,” jelas Panglima TNI.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Siwi Sukma Aji, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Moch. Fachrudin, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., Aster Kasad Brigjen TN Widagdo H. Sukoco, Aspotmar Kasal Mayjen TNI (Mar) Tommy Basari Natanegara S.E., M.M., dan Aspotdirga Kasau Marsda TNI Agus Munandar.

Panglima TNI Ingatkan Prajurit Harus Selalu Bersyukur

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa, setiap prajurit TNI harus selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena apa yang didapat selama ini merupakan rahmat dan karunia-Nya.

“Selain bersyukur prajurit TNI harus selalu berdoa dalam setiap melaksanakan tugas, karena TNI dituntut untuk selalu memberikan yang terbaik dalam pengabdiannya kepada bangsa dan negara Indonesia,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan dihadapan 1.250 personel TNI AD, AL dan AU, bertempat di Lanud Iswahyudi Madiun, Jawa Timur, Jumat (28/4/2017).

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa melakukan doa itu sangat penting sebelum melaksanakan tugas, karena tugas prajurit TNI penuh dengan resiko bahkan melebihi panggilan tugas, agar semua yang dilakukan diberi kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Mintalah segala sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar semua yang dikerjakan selalu diberi kemudahan, dilindungi dari berbagai musibah, diberikan keberhasilan dan keamanan serta kemenangan,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, seluruh prajurit TNI harus bersyukur karena saat ini institusi TNI dinobatkan sebagai lembaga yang mendapat kepercayaan publik paling tinggi dari rakyat Indonesia. “Berdasarkan riset beberapa lembaga survey di Indonesia, menyebutkan bahwa citra kelembagaan negara telah menempatkan institusi TNI sebagai lembaga negara dengan citra baik,” katanya.

“Semuanya itu bukan hasil kerja saya, akan tetapi kerja seluruh prajurit TNI dimanapun berada dan bertugas karena telah berbuat yang terbaik dalam melaksanakan tugasnya untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Diakhir pengarahannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI agar menjauhi penyalahgunaan narkoba dan korupsi. Saat ini TNI sedang melaksanakan perang terhadap Narkoba dan korupsi, karena pemakai narkoba dan koruptor adalah bentuk penghianatan terhadap TNI dan Negara. “TNI saat ini telah bekerja sama dengan berbagai instansi lainnya dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana korupsi di lingkungan TNI,” katanya.

Pasukan Garuda Peringati Isra Miraj di Afrika

 

Pasukan Garuda yang tergabung dalam Kontingan Garuda (Konga) XXXVII-C/Minusca (Multi Dimensional Integrated Stabilization Mission in The Central African Republic) atau Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI yang beragama Islam memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah di Masjid Al-Hijrah Camp Garuda, Mpoko Bangui, Afrika Tengah, Rabu malam (26/4/2017).

Rangkaian acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1437 H diawali dengan Shalat Maghrib berjamaah, pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, sambutan Komandan Satgas Kizi TNI dan Ceramah Rohani Islam serta diakhiri dengan Shalat Isya berjamaah.

Komandan Satgas (Dansatgas) Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca, Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos. dalam sambutannya menyampaikan bahwa, peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan agar seluruh umat Islam mengingat kembali mengenai penerimaan wahyu yaitu mengerjakan Sholat lima waktu dalam sehari oleh Nabi Muhammad SAW.

“Dengan memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW diharapkan seluruh personel Satgas Kizi TNI semakin mempertebal Iman dan Taqwa kepada Allah SWT,” harap Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos.

Komandan Satgas Kizi TNI juga tidak lupa mengingatkan kepada seluruh pasukan Garuda yang tengah melaksanakan tugas misi perdamaian PBB, dengan melalui moment peringatan kali ini untuk tetap semangat, menjaga kesehatan serta terus meningkatkan karya dan kinerjanya sebagai duta bangsa Indonesia di negara Afrika Tengah.

“Walaupun dilaksanakan dengan sederhana, namun tidak mengurangi hikmah dan makna yang terkandung dalam memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tersebut,” pungkas Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos.

Sementara itu, Praka Taharuddin selaku Ustadz Satgas Kizi TNI dalam ceramahnya menyampaikan diantaranya, dalam peringatan Isra Miraj ini bahwa kekuasaan Allah SWT tak terbatas, sehingga mampu memperjalankan hambanya menuju Sidratul Muntaha untuk mendapatkan perintah Sholat yang akan dapat mencegah perbuatan manusia dari kekejian dan kemungkaran.

Perlu Arus Baru Ekonomi Pengembangan UMKM

Pembahasan tentang pengembangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) dalam sidang komisi di Kongres Ekonomi Umat 2017 di Jakarta malam ini (23/4), menjadi pembahasan yang memanas, khususnya dalam memberikan rekomendasi para peserta kongres terhadap kebijakan pemerintah selama ini dalam keperpihakannya terhadap KUKM. Para peserta kongres meminta–adanya arus baru ekonomi Indonesia, khususnya dalam pengembangan Koperasi dan UKM. Diantaranya adalah model ekonomi dan paradigma tentang pengembangan UMKM harus dirubah.

Peryataan ini disampaikan oleh M. Nadrattuzaman Hosen dari Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah di acara tersebut yang mengatakan, bahwa arus baru ekonomi yang harus disampaikan kepada pemerintah adalah bagaimana pemerintah membuat kebijakan yang jelas, yakni bagaimana pengusaha besar bisa dipaksa berkerjasama dengan pelaku UMKM. Dengan demikian ada kemitraan yang jelas dan saling sinergi antara yang usaha besar dan yang kecil. Kebijakan ini harus serius dikembangkan oleh pemerintah agar tidak terjadi kesenjangan dan keadilan. “Kebijakan ini harus dibuat oleh pemerintah seperti halnya negara – negara Jepang dan Korea dalam mengembangkan industri otomotif yang kini maju dan berkembang,”paparnya.

Problem ekonomi Indonesia dalam mengembangkan KUKM adalah tidak adanya kebijakan pemerintah dalam menghentikan kapitalisme yang rakus yang berjalan di tanah air selama ini. Hal inilah, kata Nadra, yang menyebabkan ekonomi berjalan penuh ketimpangan. Untuk itu, perlu arus baru ekonomi Indonesia yang mengacu pada ekonomi konstitusi bahwa antara pengusaha besar dan kecil bisa saling sinergi dalam membangun ekonomi. Dengan demikian ada tatanan baru bagi pengembangan ekonomi nasional.

Sementara, Muhajir dari praktisi hukum koperasi dan UKM dalam rekomendasi tersebut, menyoroti tentang kebijakan regulasi tentang Program Kemiteran dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Corporte Social Responsibility (CSR)
yang selama ini diwajibkan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta yang dirasakan sangat kurang relevan bagi pengembangan UMKM. Pasalnya dalam realitas yang ada dilapangan, dana PKBL dan CSR yang berorientasi pada pemberdayaan UMKM tersebut hanya sekedar berpindah tangan saja yang dikelola oleh manajemen perusahaan itu sendiri. “Hal ini jelas program – program CSR dan PKBL tersebut hanya sekedar kamunflase saja pemberdayaan,”ucapnya.

Agar program PKBL dan CSR bisa berjalan sesuai dengan UU PKBL dilaksanakan dengan dasar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, Muhajir meminta kepada pemerintah merevisi terkait peraturan pemerintah tentang PKBL dan CSR yang bisa disalurkan secara langsung dalam program pemberdayaan UMKM serta revisi jumlah dananya.

Kemudian terkait program program pemberdayaan UMKM, peserta kongres minta agar pemerintah melibatkan Ormas Islam khususnya Komite Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam melakukan pendampinhan bukan sekedar lembaga swadaya masyarakat (LSM) saja. Dengan demikian ada kemiteraan bersama dalam mengembangkan UMKM di Indonesia.

TNI dan Pertamina Jalin Kerja Sama Memperlancar Perekonomian Bangsa

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjalin kerja sama dengan PT. Pertamina (Persero) terkait program pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh wilayah Indonesia.

Penandatangan Nota Kesepahaman antara TNI dengan PT. Pertamina (Persero) secara resmi telah ditandatangani bersama antara Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Direktur Utama PT. Pertamina (Persero) Ibu Elia Massa Manik, bertempat di Ruang Hening, Gedung Sudirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/4/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah yang sangat strategis, karena Indonesia adalah negara kepulauan terbesar, banyak terdapat pulau yang terpencar namun perekonomian tetap harus berjalan dengan baik termasuk dibidang distribusi Migas. “Negara kita merupakan negara kepulauan yang begitu luas, tapi disatu sisi roda perekonomian tidak boleh terputus,” tuturnya.

Sesuai dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, harga minyak di seluruh Indonesia harus satu harga, maka untuk mewujudkan kebijakan pemerintah tersebut, TNI melakukan upaya kerja sama dengan Pihak PT. Pertamina (Persero) agar dapat terealisasi.

“TNI bersama PT. Pertamina (Persero) harus sama-sama bergerak agar program Pertamina dan TNI dapat berjalan sesuai dengan rencana dan tidak boleh terhambat sama sekali,” ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa, untuk melaksanakan kerja sama dengan pihak PT. Pertamina (Persero), TNI akan menyiapkan semua kekuatan baik personel maupun materiil agar hasilnya dapat dirasakan kedua belah pihak. “TNI siap bekerjasama dengan Pertamina dengan daya dan kekuatan yang ada, bahkan Alutsista yang diperlukan pun kami siap agar roda perekonomian bangsa ini bisa berjalan,” jelasnya.

Turut hadir pada acara tersebut, antara lain Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Nurendi, M.Si., (Han)., Dankodiklat TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, Kabais TNI Mayjen TNI Hartomo, para Asisten Panglima TNI, Kabalakpus TNI dan Angkatan dan Direktur Pengolahan PT. Pertamina (Persero) Bapak Toharso.

TNI dan USPACOM Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Multinasional

Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerjasama dengan US Pasific Command (USPACOM) menggelar Latihan Penanggulangan Bencana Multinasional yang diikuti oleh 30 negara kawasan Asia Pasifik, mulai tanggal 20 s.d 28 April 2017 di Jakarta. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang diwakili oleh Perwira Tinggi Staf Ahli (Pa Sahli) Panglima TNI Tk. II Bidang Ekonomi Keuangan dan Perdagangan Brigjen TNI Edison Simanjuntak saat membuka Multinational Planning Augmentation Team (MPAT) Tempest Express-30 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis (20/4/2017) mengatakan bahwa, kegiatan MPAT Tempest Express-30 adalah suatu kegiatan penanggulangan bencana multinasional.

Lebih lanjut Brigjen TNI Edison Simanjuntak menyampaikan bahwa pada kegiatan Tempest Express-30 ini, akan di diskusikan tentang bagaimana memberikan bantuan yang cepat dan luas kepada negara yang sedang tertimpa bencana di kawasan Asia-Pasifik. “Dalam rangkaian kegiatannya nanti, kita juga akan berkoordinasi bagaimana bekerja dengan instansi terkait dan berbagai negara multinasional,” ucapnya.

“Latma Tempest Express-30 menggabungkan kerja sama berbagai organisasi yang berbeda antara militer, komunitas kemanusiaan, instansi pemerintah dan instansi sipil lainnya, yang bersama-sama untuk merencanakan terhadap skenario tindakan penanganan yang dapat terjadi kapan saja di Asia Tenggara,” jelas Brigjen TNI Edison Simanjuntak.

Dalam kesempatan tersebut, Brigjen TNI Edison Simanjuntak menyatakan bahwa peristiwa bencana alam dalam suatu negara bukan hanya tanggung jawab pihak sipil atau komunitas kemanusiaan semata. “Keberhasilan misi-misi penanganan bencana alam, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri sangat bergantung pada kerja sama sipil, militer, komunitas kemanusiaan, pemerintah, LSM dan organisasi terkait lainnya,” terangnya.

Menurut Pa Sahli Panglima TNI Tk. II Bidang Ekonomi Keuangan dan Perdagangan Brigjen TNI Edison Simanjuntak, pasukan militer sering kali dilibatkan dalam penanganan bencana di beberapa Negara, seperti Indonesia. “TNI merupakan pihak pertama dan pendukung utama, bahkan terkadang sebagai pelaku utama dalam menangani kondisi bencana alam,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Paban 7 Latma Sops TNI Kolonel Inf A. Budi Handoyo selaku Direktur Latma Tempest Express-30 mengatakan bahwa, latihan ini diikuti oleh 30 negara yaitu Australia, Cambodia, France, India, Japan, Maldives, New Zealand, Philippines, Sri Lanka, Tuvalu, Vanuatu, Bangladesh, Canada, Fiji, Indonesia, Korea, Mongolia, Brunei, East Timor, Germany, Italy, Malaysia, Nepal, Papua New Guinea, Singapore, Thailand, United Kingdom, Vietnam, Solomon Island, Tonga, dan United States.

Menurut Direktur Latma Tempest Express-30, Materi Latma Tempest Express-30 yang disampaikan diantaranya Humanitarian Stakeholders, Humanitarian Principles, International Disaster Response Operations, CM Coord & Hu MOCC, Humanitarian Logistics, IDN Disaster Response Mechanisms, MNF SOP Introduction and MNF SOP HA/DR Annex.

“Dalam Latma Tempest Express-30, terdapat pula instansi pemerintah yang terlibat yaitu Kemensos, Kemenkes, Pemprov Yogyakarta, Pemkab Sleman, Pemkab Bantul, BNPB, BPBD Yogyakarta, BATAN Yogyakarta, Kantor SAR Yogyakarta (Basarnas/SAR), Polda Yogyakarta (District Police),” tambah Kolonel Inf A. Budi Handoyo.

Turut hadir dalam upacara pembukaan diantaranya, Kapusinfolahta TNI Marsma TNI Dadang Hermawan M.Sc, Kolonel Mark Railey, Kepala Kantor Kerjasama Pertahanan Amerika Serikat di Jakarta, Mr. Scoot A. Weidie dan Kepala Bagian Kerjasama Latihan dan Program Multinasional (USPACOM J712).

Lantamal III Serahkan Santunan Duka Kepada 33 Ahli Waris

Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta menyerahkan uang santunan duka dari dana Yasbhum kepada 33 orang ahli waris TNI AL/PNS dengan total nilai sebesar Rp 66 juta di gedung Serbaguna Mako Lantamal III, Jalan Gunung Sahari No. 2 Jakarta Utara, Selasa (18/4).

Acara tersebut dibuka oleh Kadisminpers Lantamal III Letkol Laut (KH) Rimbun Natanael, SP dihadapan para ahli waris penerima santunan duka. Dijelaskannya bahwa uang santunan duka ini berasal dari dana Yasbhum dan per jiwa mendapatkan uang tunai sebesar Rp 2 juta.Selanjutnya para ahli waris dapat segera mengambil haknya setelah dipanggil sesuai urutan dan melengkapi persyaratan administrasi.Penyerahan uang santunan duka itu disaksikan oleh petugas Pomal dan Sintel Lantamal III sebagai unsur pengawas.

CSR, Bukan Beban, Tapi Peluang Untuk Tingkatkan Bisnis

Sebanyak 117 perusahaan terkemuka dari berbagai sektor industri, mengikuti kegiatan Top CSR (Corporate Social Responsibility) 2017, yang bertema Aligning CSR to Business Strategy,  hari ini (Rabu, 5 April 2017), di Rafflesia Grand Ballroom – Balai Kartini, Jakarta. Tercatat, beberapa nama besar  menjadi pemenang penghargaan. Itu antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI); Pertamina; Astra International; Unilever Indonesia; Holcim Indonesia; Kalbe Farma, MNC Group; Pan Brothers, Japfa Comfeed Indonesia, FIFGroup, Indosat, Sinarmas Land, United Tractors, Sepatu Bata, Bank CIMB Niaga; Gajah Tunggal; Indocement; HM Sampoerna, Bank Danamon, Levis, dan perusahaan besar lainnya. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 500 audience dari kalangan Direksi, Komisaris dan staf CSR ini, berlangsung sangat meriah dan suskes.

TOP CSR adalah kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan (award) tertinggi kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasional di Indonesia, yang dinilai telah menjalankan program CSR/ PKBL/ Community Development terbaik. Penilaian CSR didasarkan pada keterkaitan CSR terhadap 3 hal yakni: 1) ISO 26000, 2) Strategi Bisnis, 3) Praktek GCG.

Kegiatan TOP CSR diselenggarakan oleh Majalah BusinessNews  Indonesia, yang bekerja sama dengan sejumlah lembaga kredibel seperti Komite Nasional Kebijakan Governance/KNKG, Masyarakat CSR Indonesia, SGL Management, Asia Business Research Center, Mitra Bhadra Consulting, Yayasan PAKEM, PPM Manajemen, Alvara, Indonesia CSR Society, Dwika Consulting, Sinergi Daya Prima, dan SBC Sinergi Internasional.

Kegiatan TOP CSR ini tergolong Award CSR paling kredibel di Indonesia. Selain mendapatkan Nilai Tambah dalam presentasi dan Wawancara Penjurian, setiap peserta juga mendapatkan Feedback tertulis untuk, pengembangan CSR perusahaan di masa mendatang. Maka tak heran jika kegiatan TOP CSR ini diiikuti oleh banyak perusahaan.

Khofifah Indar Parawansa – Menteri Sosial RI, berharap kegiatan TOP CSR ini dapat disinergikan dengan program pemerintah, khususnya program pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan. Pemerintah akan dengan senang hati, untuk berdialog dan merumuskan sinergi dan kolaborasi CSR, untuk membantu pembangunan bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup.

Mengubah Paradigma Lama Melalui Top CSR
Ketua Dewan Juri Top CSR 2017 yang juga ketua KNKG, Mas Achmad Daniri, hari ini di Jakarta, mengatakan bahwa penghargaan itu merupakan kegiatan penilaian dan pemberian penghargaan tertinggi, kepada perusahaan yang berhasil menjalankan program CSR, PKBL (program kemitraan bina lingkungan), Community Involvement & Development (CID), secara efektif-berkualitas di Indonesia.

Danirimengatakan, sejumlah pertimbangan menjadi penyebab diselenggarakannya Top CSR 2017. Melalui Top CSR 2017, diharapkan adanya pelurusan arah kebijakan dan program CSR di Indonesia.
Menurutnya, kebanyakan praktek CSR di Indonesia masih menggunakan paradigma lama. Contohnya, manajemen perusahaan menganggap bahwa kegiatan CSR sekadar donasi kepada masyarakat, dan tidak bermanfaat langsung ke perusahaan.

Kemudian, praktik CSR masih dalam batas community involvement and development (CID), untuk memeroleh dukungan komunitas sekitar. Selain itu, program CSR terlalu beragam, kurang fokus, tidak terkait bisnis inti, dan belum menjadi bagian strategi bisnis. Juga, belum merujuk ke ISO 26000, kata Daniri.
Praktek CSR dan paradigma lama tersebut harus diubah menuju paradigma baru. CSR harus aligning dengan business strategy.

JikaCSR tidak selaras dengan strategi bisnis, maka perusahaan hanya menambah/memerbesar cost atau biaya saja, dan bukan sebuah investasi yang meningkatkan nilai perusahaan. Padahal, setiap biaya CSR yang dikeluarkan, harus dapat dipertanggungjawabkan kepada pemegang saham sebagai upaya untuk meningkatkan nilai perusahaan. Jika CSR selaras dengan strategi bisnis, maka CSR bukan lagi sebagai beban, namun justru menjadi kebutuhan perusahaan.

ISO 26000 dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan CSR yang sesuai dengan paradigma baru tersebut.

ISO26000 adalah guidance (panduan) pelaksanaan tanggung jawab sosial organisasi (baik perusahaan, lembaga maupun instansi), dan bukan guideline (pedoman), Daniri menambahkan.

SedangkanM. Lutfi Handayani selaku Ketua Penyelenggara TOP CSR 2017, menjelaskan beberapa pembeda antara Top CSR 2017, dengan penghargaan sejenis yang pernah berlangsung. Antara lain, pertama, fokus penilaian kepada pemenuhan ketentuan di ISO 26000; keselarasan CSR dengan strategi serta daya saing perusahaan.
Kedua, ada penilaian khusus berupa keterkaitan program CSR sebuah perusahaan, dengan Nawacita. Khususnya di Nawacita 5, 6, dan 7.

Ketiga, hasil penilaian GCG (good corporate governance/tata kelola perusahaan) yang baik, menjadi prasyarat awal untuk menerima penghargaan Top CSR 2017. Sebab, program CSR yang efektif, lebih mudah diterapkan jika GCG perusahaan telah bagus.

Keempat, penilaian di Top CSR 2017, tidak hanya melibatkan pakar dan konsultan CSR. Tetapi, turut melibatkan asosiasi bisnis dan konsultan. Termasuk dari pasar modal dan lembaga pembiayaan.

Lutfimenambahkan, Program CSR yang efektif-berkualitas, sudah seharusnya merupakan pendekatan strategis dan inovatif untuk memerkuat daya saing dan kinerja perusahaan. Juga, merupakan upaya kolektif perusahaan untuk memerbaiki kondisi lingkungan bisnis dan sosial-ekonomi, yang memungkinkan semua pihak berkembang optimal.

Perusahaanpemenang TOP CSR, untuk ke depan, harus mengupayakan agar mereka berperan bersama memerbaiki kondisi lingkungan bisnis, sosial, dan ekonomi. Sehingga, memungkinkan semua pihak berkembang optimal sekaligus bersinergi mendukung pembangunan nasional.
Mereka pun harus mendorong implementasi GCG. Sebab, CSR yang efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan, baru bisa diimplementasikan ketika sebuah perusahaan telah menerapkan GCG dengan baik, kata pemimpin redaksi Majalah BusinessNews Indonesia itu.

Secaraumum, hasil penilaian TOP CSR dapat dijelaskan sebagai berikut. Pertama, sejumlah perusahaan pemenang Top CSR 2017, sudah mengadopsi ISO 26000 dengan baik, serta memiliki sistem manajemen CSR berbasis ISO 26000 itu. Antara lain, mereka telah mengidentifikasi tanggung jawab sosial dengan baik, dan punya tata kelola CSR yang baik, kata Nurdizal dari SBC Strategi Indonesia, salah satu Dewan Juri TOP CSR 2017.

Kedua, perusahaan pemenang Top CSR, memiliki KPI (key performance indicator) dan target kinerja yang tertuju ke perusahaan maupun para pemangku kepentingan. Mereka pun me-review kinerja CSR dengan melibatkan manajemen dan para pemangku kepentingan lainnya.
Ketiga, perusahaan pemenang Top CSR 2017 telah memerlihatkan pencapaian dampak program yang jelas dan nyata. Dampak tersebut berlaku untuk perusahaan atau juga pemangku kepentingan.

Prosespenjurian dan penilaian terhadap perusahaan peserta Top CSR 2017, ada beberapa temuan. Antara lain, dilihat dari keselarasan strategi CSR dengan strategi bisnis, 62% termasuk kategori cukup selaras. Selanjutnya, 17%, sangat selaras. Adapun yang termasuk kelompok kurang selaras, sebanyak 21%.

Selanjutnya, dalam hal tata kelola dan implementasi sistem CSR, yang termasuk lengkap, sebanyak 37%. Termasuk kurang lengkap, di 62%. Adapun yang termasuk konsisten, di angka 11%.

Sejumlahharapan ditujukan kepada perusahaan pemenang Top CSR 2017. Antara lain, mereka harus  lebih meningkatkan manfaat program CSR ke para pemangku kepentingan. Itu khususnya ke masyarakat. Dengan demikian, CSR makin berguna dalam pemecahan berbagai masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di Indonesia.

Diamengatakan, Di samping itu, CSR harus menciptakan kondisi lingkungan ekonomi yang semakin baik bagi pertumbuhan daya saing bisnis di Indonesia. Serta daya saing perusahaan secara individual.

Rumah Zakat Buka Dapur Umum di Lokasi Longsor Ponorogo

Relawan Rumah Zakat bersinergi dengan Tagana, membuka Pos Dapur Umum untuk membantu korban longsor di Ponorogo. Menurut Koordinator Relawan untuk Aksi Bencana Longsor Ponorogo, Bagas Dwi Satriyo, hal ini salah satu prioritas yang saat ini dibutuhkan oleh warga adalah asupan makanan yang bergizi.
“Hari ini kami telah membuka Pos Dapur Umum untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang menjadi korban longsor.Tak hanya itu, kami juga sedang mempersiapkan pos hangat dan pos segar untuk pengungsi dan petugas evakuasi,” ujar Bagas, Rabu (5/4).

Selain membuka Pos Dapur Umum, Relawan Rumah Zakat juga masih melanjutkan proses evakuasi korban yang tertimbun longsor. Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan tim pencari dan penyelamat belum menemukan 26 korban hilang akibat bencana longsor tersebut.

Akses menuju lokasi longsor cukup sulit karena berada di jalan kecil dan sempit, sehingga menghambat proses evakuasi dengan menggunakan alat berat. Apalagi ditambah dengan hujan yang sempat mengguyur lokasi, sehingga dikhawatirkan terjadinya longsor susulan.

“Alhamdulillah, kemarin kami mendapatkan personil tambahan dari Relawan Rumah Zakat Malang dan Bandung. Sehingga total Relawan yang bertugas di lokasi longsor menjadi 12 orang. Semoga dapat lebih mempercepat proses evakuasi yang hingga saat ini masih dilakukan,” tutur Bagas.