Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Berubah ke arah yang lebih baik adalah tujuan setiap orang. Ketika seseorang sudah mau merubah diri, maka ia harus konsisten melaksanakan perubahan itu, supaya perbaikan diri bisa tercapai dengan baik. More »

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Kami ingin jiwa dan semangat luhur yang melekat pada TNI dapat terus terjaga dan dirawat sepanjang masa.  Sampai kapanpun TNI tidak pernah melupakan para pejuang dan senior yang telah memerdekakan dan mempertahankan bangsa ini. More »

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

BINUS UNIVERSITY akan menjadi tuan rumah untuk Ms. Frances Adamson, Secretary of the Foreign Affairs and Trade Development of Australia pada acara seminar “Australia and Indonesia: Stronger Together” di #AussieBanget Corner yang baru diresmikan bulan Maret More »

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM akan menyelenggarakan event olahraga, Forwakop SME 5K Run 2017 – Series I, dengan menargetkan 2.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku More »

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Keberhasilan pembebasan sandera di Papua adalah bentuk dari kerja sama TNI dan Polri, maka kekompakan dan kebersamaan TNI dan Polri sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dilihat More »

 

Category Archives: Kesra

Kelompok Tani Desa Berdaya Tambahrejo Panen 7 Ton Bengkuang

Kelompok Tani Desa Tambahrejo Kab. Batang berhasil melakukan panen bengkuang sebanyak tujuh ton. Panen bengkuang ini berhasil dilakukan setelah 4,5 bulan penanaman.

“Panen bengkuang pada saat ini tergolong suskes. Selain karena musim yang sangat mendukung, irigasi atau pengairan juga terjangkau, harga jual pun sedang dalam kondisi yang baik,” ujar Fasilitator Desa Berdaya Tambahrejo, Kahfi Salim, Jumat (18/8).

Koperasi, Solusi Optimalkan Dana Desa

Munculnya kebijakan dana desa memberikan angin segar untuk pembangunan masyarakat desa. Namun, sayangnya ada banyak penyimpangan penggunaan dana desa untuk keperluan diluar pemberdayaan rakyat desa dan sebagian di korup oleh oknum pemerintah di daerah dan desa.

Penggelontoran dana ke desa sejak tahun 2015 dimulai sebesar Rp 20,76 trilyun (untuk 74.093 desa), tahun 2016 sebesar Rp 46,98 trilyun (untuk 74.754 desa) dan 2017 sebesar Rp 60 trilyun (untuk 74.954 desa). Bahkan direncanakan dana desa tahun 2018 sebesar Rp 120 trilyun.

“Angka yang sangat besar untuk alokasi anggran pembangunan di desa. Jika dana ini dilaksakanakan dengan baik untuk peningkatan infrastruktur desa, operasinal pembangunan desa, program dana bergulir maka akan menpercepat pembangunan desa sesuai dengan Nawacita Presiden yang ketiga membangun Indonesia dari pinggiran,” kata Ketua Harian Dekopin Agung Sudjatmoko, Jumat (11/8).

Agung mengatakan perlu solusi perubahan sistem alokasi penggunaan dana desa. Ada empat langkah yang bisa dilakukan, yaitu 1) pecah sistem penyaluran menjadi 4 bagian yaitu untuk pembangunan infrastruktur desa, pendidikan pelatihan, operasional dan modal bergulir di pedesaan, 2) masing-masing bagian diatas di masukkan ke rekening institusi yang berbadan hukum di desa sesuai dengan peruntukan, 3) lakukan pengawasan penggunaan anggaran secara demokratis dengan melibatkan rakyat desa.

Khusus untuk modal bergulir Dekopin menganjurkan agar pemerintah menggunakan instrumen koperasi untuk selamatkan dan mengoptimalisasi dana desa.

“Kenapa harus gunakan koperasi, karena dengan koperasi dana desa tersebut dapat di gulirkan ke kelompok sasaran di desa. Masyarakat desa tercatat sebagai anggota, koperasi di desa yang ditunjuk mempunyai syarat koperasi yang sehat dan akuntabilitas penggunaan dana desa di koperasi akan dipertanggung jawabkan dengan mekanisme yang jelas di rapat anggota. Semua kemajuan, perkembangan dan permasalahan diungkap secara umum pada rapat anggota. Dengan demikian dana desa tersebut dapat digunakan secara optimal,” jelas Agung.

Dekopin, dikemukakan, siap untuk membangun transparansi penggunaan dana desa khusunya untuk alokasi modal bergulir pemberdayaan masyarakat desa selama koperasi diberi peran yang benar dan proporsional untuk mengurai carut marut masalah dana desa.

KN Belut Laut Bakamla RI Tangkap Kapal Muat Peralatan Elektronik Ilegal

KN Belut Laut 4806 Bakamla RI dikomandani Mayor Laut (P) Hadi Syafruddin, S.E., S.T. berhasil menangkap dua kapal kargo kayu dengan muatan tidak sesuai manifest kapal, di Perairan Batam, tadi malam.
 
Penangkapan bermula sekira pukul 21.45 pada Senin (7/8) saat kapal Bakamla RI  yang sedang melakukan patroli rutin Operasi Nusantara Bakamla RI tersebut melakukan pengawasan di wilayah zona kamla Barat, dan mendapati sebuah kapal kargo KM BJ 19 berbobot 166 GT. Seperti biasa, dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kapal tidak melakukan aktivitas illegal. 
 
Dari pemeriksaan yang dilakukan, didapati kapal yang membawa 8 ABK tersebut berlayar tanpa nakhkoda, dan juga muatan yang dibawa tidak sesuai keterangan yang tercantum pada manifest. Petugas menemukan adanya muatan barang bekas berupa tas-tas bekas dan beberapa barang elektronik bekas yang tidak dicantumkan dalam manifest.
 
Tidak jauh dari lokasi tersebut, kapal patroli juga mendapati keberadaan kapal KM BI 10, dan kemudian dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, kapal berbobot 212 GT dan membawa 10 ABK tersebut diduga juga melakukan pelanggaran yang sama, yaitu nakhkoda tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi. Selain itu didapati pula bahwa muatan yang dibawa tidak sesuai manifest. Dalam kapal ditemukan beberapa barang dalam kemasan yang tidak tercantum dalam manifest berupa onderdil sepeda motor.
 
Atas pelanggaran yang dilakukan, kedua kapal diduga melanggar UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Selanjutnya kapal tangkapan dikawal menuju Pelabuhan Sekupang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasum TNI : Sudah Saatnya Bangsa Indonesia Kelola Budidaya Rumput Laut

Sudah saatnya bangsa Indonesia mengelola budidaya rumput laut yang merupakan salah satu potensi laut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang 60 % tinggal di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. didampingi Komandan Lantamal VI Laksma TNI Yusup, S.E., M.M., saat memberi pembekalan kepada peserta Pelatihan Budidaya Rumput Laut (Rula) dari Hulu ke Hilir Ster TNI TA. 2017, bertempat di Gedung SultanHasanuddin Mako Lantamal VI/Makasar TNI Angkatan Laut, Jl. Yos Sudarso No. 308, Tamalabba, Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi SelatanJumat (4/8/2017).

Kasum TNI mengatakan bahwa saat ini potensi laut Indonesia masih belum dikelola secara maksimal karena hanya terfokus pada ikan. Padahal Indonesia masih mempunyai rumput laut yang bisa dioptimalkan sebagai salah satu alternatif pangan, namun pengelolaannya masih secara tradisional dengan biaya pengelolaan yang tinggi dan minimnya penggunaan sarana teknologi serta terbatasnya sistem pasok logistik.

Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menyampaikan bahwa rumput laut sebagai tumbuhan organik harus tetap dipertahankan, walaupun PBB akan membuat aturan bahwa rumput laut dikeluarkan dari kelompok tumbuhan organik menjadi anorganik karena rekayasa genetika. “Kita harus bisa mempertahankan karena pasarnya masih banyak,” ucapnya.

Lebih lanjut Kasum TNI mengatakan tentunya pemerintah daerah harus bisa menjadikan contoh bahwa icon rumput laut sebagai salah satu alternatif pangan dari kelautan dan pesisir karena banyak manfaat yang didapat dari nutrisi rumput laut yaitu vitamin K, B12 dan lain sebagainya. “Hal ini harus tetap dipertahankan agar kedepannya kebijaksanaan dan strategi budidaya rumput laut dapat dimanfaatkan secara benar,” ujarnya.

“Tantangan di Indonesia yaitu permasalahan ketergantungan beras sebagai bahan makanan pokok yang sangat tinggi. Padahal di wilayah timur Indonesia merupakan gudang hasil perikanan, rumput laut, pertanian dan kelautan mempunyai potensi yang sangat luar biasa,” kata Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.

Kasum TNI menyampaikan ada lima pilar kebijakan maritim pemerintah yaitu budaya maritime, sumber daya laut, infrastruktur dan konektivitas maritime, diplomasi maritime dan pertahanan maritime. “Saya harapkan agar langkah-langkah pengelolaan sumber daya maritime yang sudah digaungkan dan dilaksanakan oleh pemerintah bisa ditindaklanjuti di lapangan, tentunya harus ada sinergi yang terkait erat dengan seluruh stakeholder di pusat maupun di daerah,” pungkasnya.

Panglima TNI : Waspadai Benih-Benih Perpecahan Antar Agama

Waspadabenih-benih yang ingin membuat perpecahan antar dan inter agama, dengan cara mengadu dombasesama umat beragamaBenih-benih seperti itu sudah mulai muncul, maka jangan sampai negeri ini menjadi kancah konflik antar agama dan antar kelompok agama.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Simakrama Kebangsaan Perisada Hindu Darma dengan tema “Wawasan kebangsaan”, yang dihadiri  oleh 2.800 Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, bertempat di Taman Bhagawan, Jalan Pratama Tanjung Benoa Denpasar, Bali, Jumat malam (4/8/2017).

“Jangan sampai ada pertikaian dan konflik antar agama  yang  dapat merusak, menghancurkan bangsa dan negara, jangan sampai itu terjadi, hal ini yang membuat perpecahan antar masyarakat, antar kelompok agama dan antar saudara-saudara kita sendiri,”  tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang memiliki 17 ribu pulau, 1.340 ribu suku dan 1.150 ribu bahasa daerah.  Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia sepanjang masa, kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Itulah yang harus tetap kita jaga dan bina. Kuncinya adalah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke.  Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernahmengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkandikonkritkandiimplementasikandikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari.

Bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Khatolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Di sisi lain Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria. Bila ada yang mengusik rasa kebangsaannya, mereka akan melawan karena di tubuhnya mengalir darah ksatria yang dibuktikan dengan setiap suku bangsa Indonesia memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri. 

Panglima TNI mengungkapkan bahwa perjuangan rakyat yang beratus-ratus tahun lamanya tidak membuahkan hasil karena masih bersifat kedaerahan. Para pejuang, tokoh agama dan pemuda menyadari hal itu, maka muncul rasa persatuan dan kesatuan dalam perjuangan hingga lahir Sumpah Pemuda tahun 1928, maka hanya memerlukan waktu 17 tahun kemerdekaan bisa direbut. “Bangsa ini bergotong royong dipelopori oleh para pahlawan dan rakyat,sehingga dapat merebut kemerdekaan dengan senjata apa adanya,” pungkasnya.

Panglima TNI : Utamakan Peran SDM Menjadi Karakter TNI Dalam Kelola Organisasi

Pengelolaan organisasi dengan mengedepankan peran Sumber Daya Manusia (SDM) harus menjadi karakter TNI dan budaya organisasi merupakan filosofi dasar yang akan memberikan arah kebijakan kepada segenap anggota dalam sistem pengelolaan unit organisasi.

Demikian disampaikan amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara serah terima jabatan Irjen TNI dari Letjen TNI M. Setyo Sularso kepada Mayjen TNI Dodik Widjanarko, S. H. dan Dansatkomlek TNI dari Brigjen TNI Umaryana kepada Brigjen TNI Jumadi, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (28/7/2017).

Panglima TNI mengatakan bahwa sebagai sebuah institusi pertahanan negara, TNI dituntut untuk memberi arah kebijakan dalam bidang pertahanan dan keamanan negara, serta turut mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki komitmen, karakter positif, kreatif, kompetitif, komunikatif, kredibel dan militan bila dihadapkan dengan tuntutan tugas.

Sudah saatnya kita semua harus secara tegas mengaplikasikan reward and punishment secara konsisten, dengan tindak lanjut berupa penghargaan kepada mereka yang telah berprestasi dan sangsi kepada satuan dan personel, yang bekerja keluar dari norma, kebijakan dan aturan yang ada,” ujar Panglima TNI.

Untuk itu, Inspektorat Jenderal memiliki peran strategis dalam struktur organisasi TNI terkaitan dengan fungsi pengawasan, baik pengawasan fungsional maupun pengawasan melekat yang dilaksanakan melalui penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU). “Peran tersebut dilaksanakan dengan pendekatan wasrik yaitu ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan dan norma hukum, ketertiban administrasi guna memenuhi tuntutan tugas,” ucapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa dengan mengutamakan peran SDM menjadi karakter TNI akan meningkatkankemampuan sebuah organisasi dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi akan menjadi salah satu ciri keunggulan organisasi dalam menghadapi tantangan baik eksternal maupun internal.

”Tantangan eksternal yang begitu cepat berubah, sedangkan tuntutan internal dari anggota juga semakin intens sehingga membutuhkan desain organisasi yang lentur namun tetap fokus dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan,” kata Panglima TNI

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan, beragam perubahan sebagai akibat perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi mengharuskan TNI untuk siap menjawab setiap masalah yang muncul dalam bidang pertahanan dan keamanan negara. ”Hal itu merupakan tantangan TNI bukan hanya dalam pengelolaan internal organisasi, tetapi juga harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi beragam tantangan tersebut,”katanya.

Terkait dengan program tahun ini, Tahun Bersih-Bersih yang sudah dicanangkan beberapa waktu yang lalu, Panglima TNI menilai Inspektorat memiliki tugas besar dan mulia untuk dapat mewujudkan program tersebut, pengawasan harus dilaksanakan secara melekat dan berlanjut, jangan sampai terulang kembali penyimpangan pelaksanaan program yang dapat menimbulkan kerugian negara. “Semua satuan di jajaran TNI harus dapat melaksanakan semua program dan kegiatan secara benar, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa disamping Inspektorat, Satkomlek TNI juga memiliki peran, tugas dan fungsi yang sangat strategis, sehingga  Satkomlek TNI harus mampu menghadirkan saran cerdas dan konsep komunikasi yang mudah beradaptasi sesuai kecenderung an perkembangan saat ini dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

“Sejak hampir dua dasawarsa terakhir, perkembangan lingkungan strategis, secara relatif didominasi oleh main-stream informasi  dan komunikasi,  yang  banyak berpengaruh pada pola kehidupan keprajuritan dan pola operasi TNI,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Di akhir amanatnya Panglima TNI mengucapkan terima kasih serta  penghargaan Letjen TNI M. Setyo Sularso dan Brigjen TNI Umaryana atas pengabdian dan dedikasi yang disertai sikap, keteladanan dalam perjalanan hidup dan karir di TNI. Dan ucapan selamat melaksanakan tugas kepada Mayjen TNI Dodik Widjanarko, sebagai Irjen TNI dan Brigjen TNI Jumadi, sebagai Dansatkomlek TNI.

Observation Post  Pasukan Garuda di Darfur Barat

Pasukan Garuda Satgas Indobatt-03 Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur)  melaksanakan kegiatan jaga (OP / Observation Post) dalam rangka pengamanan sekeliling wilayah Super Camp untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, kenyamanan bagi seluruh personel UN yang berada di dalam area Unamid Super Camp, El-Geneina, Darfur Barat, Sudan-Afrika, Selasa (25/7/2017).

Panglima TNI : TNI-Polri Tonggak Keutuhan dan Kedaulatan Bangsa

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa ancaman bangsa Indonesia saat ini sudah semakin nyata, tidak bisa dipungkiri bahwa TNI-Polri adalah tonggak dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa saat ini.

Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan The Royal Thai Navy

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menerima kunjungan Director of Policy and Planning Naval Intelligence Department, The Royal Thai Navy (RTN), Rear Admiral (RADM) Aphicat Punyakittiwat di Ruang Tamu Kepala Bakamla RI, Kantor Pusat Bakamla RI, Jl. Dr. Sutomo No. 11, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017).

Kunjungan silaturahmi ini sebagai bentuk hubungan baik antar instansi di negara tetangga. RADM Punyakittiwat menyampaikan rencana pimpinan tinggi RTN untuk melanjutkan kerja sama yang lebih kompleks di bidang maritim dengan Bakamla RI. Hal ini disambut baik oleh Kepala Bakamla RI dan siap menunggu tim teknis dari RTN untuk membicarakan poin kerja sama secara mendetail.

Pertukaran informasi seputar isu maritim yang baru terjadi juga menjadi perbincangan hangat dalam pertemuan ini, diantaranya operasi yang dilakukan Bakamla RI, patroli yang dilakukan oleh RTN, dan perkembangan kebijakan Undang-undang yang terjadi di masing-masing instansi.

Turut mendampingi Kepala Bakamla RI dalam pertemuan ini yaitu Direktur Latihan Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Muspin Santoso, S.H., M.Si. (Han)., dan Kasubdit Kerja Sama Luar Negeri Satya Pratama, S.Sos., M.Sc.

 

Dukung Kelancaran Operasional, Bakamla RI Gandeng Bank Mandiri

Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bakamla RI dengan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. resmi ditandatangani di Plaza Mandiri, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 36 – 38, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).

PKS yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional ini ditandangani oleh Sestama Bakamla RI Laksda TNI Agus Setiadji, S.AP. dan Director Government & Institutional Banking PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kartini Sally.

Seiring dengan aktifitas penegakkan keamanan dan keselamatan di laut yang semakin kompleks serta meningkatnya kualitas kejahatan lintas negara, memberikan isyarat yang kuat pada kita bahwa masalah keamanan dan keselamatan laut memerlukan manajeman pengelolaan yang sinergis, sehingga dibutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas sektoral.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sestama Bakamla RI.

Dengan dasar itulah, lanjutnya, untuk mengoptimalisasi tugas pokok Bakamla RI, khususnya pelaksanaan operasi keamanan laut serta segala bentuk dukungan operasi lainnya, termasuk dalam mensinergikan operasi bersama dengan instansi lainnya, maka tidak dapat dipungkiri dukungan, pelayanan, dan pengelolaan perbankan sangatlah dibutuhkan.

Kepala Bakamla RI berharap layanan perbankan yang diberikan oleh Bank Mandiri dapat memberikan kontribusi bagi optimalnya kinerja personel Bakamla RI. “Khususnya dalam menjalankan tugas pokoknya dalam mewujudkan keamanan di wilayah perairan dan yurisdiksi nasional, menciptakan kecepatan dan kemudahan dalam akses perbankan, kapan saja dan di mana saja”, tutupnya.