Ingin Kembangkan UKM, Zambia Studi Banding ke smesco INDONESIA

Ingin Kembangkan UKM, Zambia Studi Banding ke smesco INDONESIA

Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Zambia melakukan studi banding ke Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (LLP KUKM). Rombongan dari Zambia dipimpin oleh Direktur Industri di Kementerian Perdagangan dan Industri Zambia More »

Kembalikan Pengelolaan TPI oleh Koperasi, Payung Hukum Perpres Sangat Dinantikan

Kembalikan Pengelolaan TPI oleh Koperasi, Payung Hukum Perpres Sangat Dinantikan

Kementerian Koperasi dan UKM memprioritaskan agar pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) kembali dikelola oleh Koperasi Perikanan. Inilah yang menjadi target utama Menkop dan UKM Puspayoga sejak ia menjadi Menteri. More »

Kumpulkan Alumni, MAN Purworejo Gelar Reuni Akbar dan Lustrum

Kumpulkan Alumni, MAN Purworejo Gelar Reuni Akbar dan Lustrum

Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo dari berbagai angkatan yang tergabung dalam Persatuan Alumni Madrasah Aliyah Negeri Purworejo (Palmanep) menggelar Reuni Akbar sekaligus Lustrum 2018. Puncak acara yang digelar di halaman MAN More »

BINUS UNIVERSITY Sebagai Tuan Rumah dalam Kuliah Umum mengenai Uni Eropa

BINUS UNIVERSITY Sebagai Tuan Rumah dalam Kuliah Umum mengenai Uni Eropa

BINUS UNIVERSITY menyelenggarakan kuliah umum mengenai potensi masalah ekonomi, geopolitik, dan sosial seputar masa depan Uni Eropa (UE). Terorganisir bekerjasama dengan Institut Français Indonesia, ceramahnya bertema ‘Eropa 2030: Decline or Birth dan More »

Imlek antara Hari Raya Agama dan Tradisi

Imlek antara Hari Raya Agama dan Tradisi

Sebentar lagi Tahun Baru Imlek (1 Cia Gwee 2569) kelender Imlek, yang bertepatan dengan tanggal 16 Febuari 2018 pada kalender Masehi,   akan dirayakan oleh masyarakat Tiong Hoa secara umum dan meluas, dari More »

 

Category Archives: Kesra

122 Prajurit Indobatt-03 Naik Pangkatdi Afrika

Sebanyak 122 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03melaksanakan Upacara KorpRaport Kenaikan Pangkat di lapangan Garuda Super Camp El Geneina, Darfur-Sudan,Afrika, Minggu (1/10/2017).

Kemenkop dan UKM: Bantuan WP Untuk Naikkan Skala Usaha

Kementerian Koperasi dan UKM telah menetapkan penerima bantuan  pembiayaan bagi Wirausaha Pemula (WP) sebanyak 1.043 orang atau dengan nilai Rp 12,315 miliar.  Tahun ini sasaran penerima WP ditargetkan  1.200 orang  di seluruh Indonesia dengan nilai bantuan Rp 10 juta – Rp13 juta/WP.

Kunjungi Pangkalan Serei Bakamla RI, Laksma Suradi Himbau Tingkatkan Pengawasan Perairan

Kepala Biro Umum Bakamla RI Laksma TNI Suradi A.S., S.T., S.Sos., M.M. melakukan kunjungan ke Pangkalan Armada Serei Bakamla RI, di terima Kepala Pangkalan Serei Kolonel Laut (P) Agung Jaya Saktika,  untuk meninjau kemampuan perangkat monitoring dan surveillance di Pangkalan Armada Serei, Minahasa Utara, Senin (25/9/2017).

Panglima TNI : HUT Ke-72, TNI Kerahkan Seluruh Kekuatan Alutsista

Pada pelaksanaan upacara HUT Ke-72 TNI tanggal 5 Oktober 2017, TNI akan mengerahkan seluruh kekuatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), seperti Tank Leopard, Helikopter Apache, KRI Kelas Sigma, Kapal Selam KRI Nagapasa dan Pesawat Tempur Sukhoi yang diaplikasikan dalam bentuk demonstrasi latihan gabungan TNI dan kemampuan keterampilan prajurit TNI.

Mabes TNI Gelar Kejurnas Karate Piala Panglima TNI Ke-V Tahun 2017

Dalam rangka memperingati HUT TNI Ke-72 Tahun 2017Markas Besar (Mabes) TNI menggelarKejuaran Nasional (Kejurnas) KaratePiala Panglima TNI Ke-Tahun 2017, yang akan berlangsung selama tiga hari (22 s.d. 24 September 2017) di Gedung Olahraga Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Kelompok Tani Desa Berdaya Tambahrejo Panen 7 Ton Bengkuang

Kelompok Tani Desa Tambahrejo Kab. Batang berhasil melakukan panen bengkuang sebanyak tujuh ton. Panen bengkuang ini berhasil dilakukan setelah 4,5 bulan penanaman.

“Panen bengkuang pada saat ini tergolong suskes. Selain karena musim yang sangat mendukung, irigasi atau pengairan juga terjangkau, harga jual pun sedang dalam kondisi yang baik,” ujar Fasilitator Desa Berdaya Tambahrejo, Kahfi Salim, Jumat (18/8).

Koperasi, Solusi Optimalkan Dana Desa

Munculnya kebijakan dana desa memberikan angin segar untuk pembangunan masyarakat desa. Namun, sayangnya ada banyak penyimpangan penggunaan dana desa untuk keperluan diluar pemberdayaan rakyat desa dan sebagian di korup oleh oknum pemerintah di daerah dan desa.

Penggelontoran dana ke desa sejak tahun 2015 dimulai sebesar Rp 20,76 trilyun (untuk 74.093 desa), tahun 2016 sebesar Rp 46,98 trilyun (untuk 74.754 desa) dan 2017 sebesar Rp 60 trilyun (untuk 74.954 desa). Bahkan direncanakan dana desa tahun 2018 sebesar Rp 120 trilyun.

“Angka yang sangat besar untuk alokasi anggran pembangunan di desa. Jika dana ini dilaksakanakan dengan baik untuk peningkatan infrastruktur desa, operasinal pembangunan desa, program dana bergulir maka akan menpercepat pembangunan desa sesuai dengan Nawacita Presiden yang ketiga membangun Indonesia dari pinggiran,” kata Ketua Harian Dekopin Agung Sudjatmoko, Jumat (11/8).

Agung mengatakan perlu solusi perubahan sistem alokasi penggunaan dana desa. Ada empat langkah yang bisa dilakukan, yaitu 1) pecah sistem penyaluran menjadi 4 bagian yaitu untuk pembangunan infrastruktur desa, pendidikan pelatihan, operasional dan modal bergulir di pedesaan, 2) masing-masing bagian diatas di masukkan ke rekening institusi yang berbadan hukum di desa sesuai dengan peruntukan, 3) lakukan pengawasan penggunaan anggaran secara demokratis dengan melibatkan rakyat desa.

Khusus untuk modal bergulir Dekopin menganjurkan agar pemerintah menggunakan instrumen koperasi untuk selamatkan dan mengoptimalisasi dana desa.

“Kenapa harus gunakan koperasi, karena dengan koperasi dana desa tersebut dapat di gulirkan ke kelompok sasaran di desa. Masyarakat desa tercatat sebagai anggota, koperasi di desa yang ditunjuk mempunyai syarat koperasi yang sehat dan akuntabilitas penggunaan dana desa di koperasi akan dipertanggung jawabkan dengan mekanisme yang jelas di rapat anggota. Semua kemajuan, perkembangan dan permasalahan diungkap secara umum pada rapat anggota. Dengan demikian dana desa tersebut dapat digunakan secara optimal,” jelas Agung.

Dekopin, dikemukakan, siap untuk membangun transparansi penggunaan dana desa khusunya untuk alokasi modal bergulir pemberdayaan masyarakat desa selama koperasi diberi peran yang benar dan proporsional untuk mengurai carut marut masalah dana desa.

KN Belut Laut Bakamla RI Tangkap Kapal Muat Peralatan Elektronik Ilegal

KN Belut Laut 4806 Bakamla RI dikomandani Mayor Laut (P) Hadi Syafruddin, S.E., S.T. berhasil menangkap dua kapal kargo kayu dengan muatan tidak sesuai manifest kapal, di Perairan Batam, tadi malam.
 
Penangkapan bermula sekira pukul 21.45 pada Senin (7/8) saat kapal Bakamla RI  yang sedang melakukan patroli rutin Operasi Nusantara Bakamla RI tersebut melakukan pengawasan di wilayah zona kamla Barat, dan mendapati sebuah kapal kargo KM BJ 19 berbobot 166 GT. Seperti biasa, dilakukan pemeriksaan untuk memastikan kapal tidak melakukan aktivitas illegal. 
 
Dari pemeriksaan yang dilakukan, didapati kapal yang membawa 8 ABK tersebut berlayar tanpa nakhkoda, dan juga muatan yang dibawa tidak sesuai keterangan yang tercantum pada manifest. Petugas menemukan adanya muatan barang bekas berupa tas-tas bekas dan beberapa barang elektronik bekas yang tidak dicantumkan dalam manifest.
 
Tidak jauh dari lokasi tersebut, kapal patroli juga mendapati keberadaan kapal KM BI 10, dan kemudian dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen, kapal berbobot 212 GT dan membawa 10 ABK tersebut diduga juga melakukan pelanggaran yang sama, yaitu nakhkoda tidak memenuhi persyaratan kualifikasi dan kompetensi. Selain itu didapati pula bahwa muatan yang dibawa tidak sesuai manifest. Dalam kapal ditemukan beberapa barang dalam kemasan yang tidak tercantum dalam manifest berupa onderdil sepeda motor.
 
Atas pelanggaran yang dilakukan, kedua kapal diduga melanggar UU Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Selanjutnya kapal tangkapan dikawal menuju Pelabuhan Sekupang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasum TNI : Sudah Saatnya Bangsa Indonesia Kelola Budidaya Rumput Laut

Sudah saatnya bangsa Indonesia mengelola budidaya rumput laut yang merupakan salah satu potensi laut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang 60 % tinggal di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. didampingi Komandan Lantamal VI Laksma TNI Yusup, S.E., M.M., saat memberi pembekalan kepada peserta Pelatihan Budidaya Rumput Laut (Rula) dari Hulu ke Hilir Ster TNI TA. 2017, bertempat di Gedung SultanHasanuddin Mako Lantamal VI/Makasar TNI Angkatan Laut, Jl. Yos Sudarso No. 308, Tamalabba, Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi SelatanJumat (4/8/2017).

Kasum TNI mengatakan bahwa saat ini potensi laut Indonesia masih belum dikelola secara maksimal karena hanya terfokus pada ikan. Padahal Indonesia masih mempunyai rumput laut yang bisa dioptimalkan sebagai salah satu alternatif pangan, namun pengelolaannya masih secara tradisional dengan biaya pengelolaan yang tinggi dan minimnya penggunaan sarana teknologi serta terbatasnya sistem pasok logistik.

Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menyampaikan bahwa rumput laut sebagai tumbuhan organik harus tetap dipertahankan, walaupun PBB akan membuat aturan bahwa rumput laut dikeluarkan dari kelompok tumbuhan organik menjadi anorganik karena rekayasa genetika. “Kita harus bisa mempertahankan karena pasarnya masih banyak,” ucapnya.

Lebih lanjut Kasum TNI mengatakan tentunya pemerintah daerah harus bisa menjadikan contoh bahwa icon rumput laut sebagai salah satu alternatif pangan dari kelautan dan pesisir karena banyak manfaat yang didapat dari nutrisi rumput laut yaitu vitamin K, B12 dan lain sebagainya. “Hal ini harus tetap dipertahankan agar kedepannya kebijaksanaan dan strategi budidaya rumput laut dapat dimanfaatkan secara benar,” ujarnya.

“Tantangan di Indonesia yaitu permasalahan ketergantungan beras sebagai bahan makanan pokok yang sangat tinggi. Padahal di wilayah timur Indonesia merupakan gudang hasil perikanan, rumput laut, pertanian dan kelautan mempunyai potensi yang sangat luar biasa,” kata Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.

Kasum TNI menyampaikan ada lima pilar kebijakan maritim pemerintah yaitu budaya maritime, sumber daya laut, infrastruktur dan konektivitas maritime, diplomasi maritime dan pertahanan maritime. “Saya harapkan agar langkah-langkah pengelolaan sumber daya maritime yang sudah digaungkan dan dilaksanakan oleh pemerintah bisa ditindaklanjuti di lapangan, tentunya harus ada sinergi yang terkait erat dengan seluruh stakeholder di pusat maupun di daerah,” pungkasnya.

Panglima TNI : Waspadai Benih-Benih Perpecahan Antar Agama

Waspadabenih-benih yang ingin membuat perpecahan antar dan inter agama, dengan cara mengadu dombasesama umat beragamaBenih-benih seperti itu sudah mulai muncul, maka jangan sampai negeri ini menjadi kancah konflik antar agama dan antar kelompok agama.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Simakrama Kebangsaan Perisada Hindu Darma dengan tema “Wawasan kebangsaan”, yang dihadiri  oleh 2.800 Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, bertempat di Taman Bhagawan, Jalan Pratama Tanjung Benoa Denpasar, Bali, Jumat malam (4/8/2017).

“Jangan sampai ada pertikaian dan konflik antar agama  yang  dapat merusak, menghancurkan bangsa dan negara, jangan sampai itu terjadi, hal ini yang membuat perpecahan antar masyarakat, antar kelompok agama dan antar saudara-saudara kita sendiri,”  tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI Ir. Joko Widodo bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang memiliki 17 ribu pulau, 1.340 ribu suku dan 1.150 ribu bahasa daerah.  Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia sepanjang masa, kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Itulah yang harus tetap kita jaga dan bina. Kuncinya adalah Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi bangsa Indonesia, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan, Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke.  Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernahmengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkandikonkritkandiimplementasikandikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari.

Bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Khatolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Di sisi lain Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria. Bila ada yang mengusik rasa kebangsaannya, mereka akan melawan karena di tubuhnya mengalir darah ksatria yang dibuktikan dengan setiap suku bangsa Indonesia memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri. 

Panglima TNI mengungkapkan bahwa perjuangan rakyat yang beratus-ratus tahun lamanya tidak membuahkan hasil karena masih bersifat kedaerahan. Para pejuang, tokoh agama dan pemuda menyadari hal itu, maka muncul rasa persatuan dan kesatuan dalam perjuangan hingga lahir Sumpah Pemuda tahun 1928, maka hanya memerlukan waktu 17 tahun kemerdekaan bisa direbut. “Bangsa ini bergotong royong dipelopori oleh para pahlawan dan rakyat,sehingga dapat merebut kemerdekaan dengan senjata apa adanya,” pungkasnya.