Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Metropolitan

Dukung Kiprah Diaspora di luar Negeri, Dubes Wening Dampingi Peluncuran Buku Exploring Hungary

”Hongaria terbukti sebagai negara yang inspirasional” demikian disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Hongaria, Y.M. Wening Esthyprobo dalam sambutannya di acara peluncuran buku Exploring Hungary, karya diaspora Indonesia, Gaganawati Stegmann.
Dalam acara di KBRI Budapest tersebut, Dubes Wening menekankan mengenai pentingnya dukungan negara terhadap peran diaspora Indonesia di luar negeri. Diaspora adalah konstituen pemerintah, karenanya KBRI Budapest siap mendukung karya-karya anak negeri, kapanpun dan dimanapun.

”Buku Exploring Hungary ini juga kami harapkan dapat meningkatkan rasa keingintahuan masyarakat Indonesia terhadap Hongaria, negeri cantik yang mempesona”, imbuh Dubes Wening disela-sela acara.

Gaganawati Stegmann juga mengapresiasi dukungan dan respon positif KBRI Budapest terhadap karyanya. ”Saya sangat mengapresiasi dukungan Dubes Wening terhadap Exploring Hungary, terutama atas kata pengantar dan kesempatan peluncuran buku di KBRI Budapest. Tindakan responsive KBRI Budapest, nyata menunjukkan peran negara terhadap hasil karya kami sebagai diaspora Indonesia.

Acara peluncuran buku Exploring Hungary ini juga dihadiri oleh Dirjen Asia Pasifik Kemlu Hongaria, Dr. Sandor Sipos, Penulis terkenal Erika Bartos serta jurnalis media lokal Hongaria selain masyarakat Indonesia di Hongaria. Acara ini dimeriahkan pula dengan pertunjukan tari tradisional Indonesia dan ditutup dengan makan malam khas Indonesia.

Exploring Hungary adalah buku mengenai tempat-tempat menarik di Hongaria yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi sang penulis. Gaganawati Stegmann sendiri adalah diaspora Indonesia yang bermukim di Jerman dan telah berkunjung ke lebih dari 20 negara di dunia. Hasil kunjungan tersebut dituangkan dalam sebuah buku, hingga saat ini Gaganawati Stegmann telah menerbitkan buku travel Exploring Hungary dan Exploring Germany.

Bakamla RI Tangkap 13 Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna

Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan-01 milik Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP-KKP) yang sedang tergabung dalam operasi rutin Bakamla RI berhasil menangkap 13 Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam di perairan timur Laut Natuna, Selasa (21/3/2017).
Penangkapan bermula ketika kapal pengawas yang dinakhkodai oleh Capt. Samson dan didampingi Kasi Keselamatan Laut Bakamla RI Suyitno, S.Sos., M.Si. tersebut sedang melakukan operasi patroli rutin di Perairan Natuna, dan pada pukul 07.45 WIB melihat adanya aktivitas mencurigakan oleh sekelompok kapal ikan sedang melakukan aktivtas penangkapan ikan. Setelah di dekati oleh kapal pengawas hiu macan 01 dan dideteksi melalui pantauan radar serta teropong terlihat kapal ikan asing berbendera Vietnam sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan secara Illegal dengan menggunakan alat tangkap pair trawl yg dilarang di wilayah perairan Indonesia.

Melihat kedatangan kapal pengawas, kapal-kapal ikan asing itu berusaha melarikan diri sehingga dilakukan pengejaran oleh unsur kapal pengawas dan berhasil dilakukan penangkapan terhadap seluruh kapal. Identitas 13 kapal beserta alat tangkap yang digunakan dan jumlah ABK sebagai berikut :
1. BV. 92553 TS, 90 Gt, pair trawl 3 abk
2. BV. 92552 TS, 45 GT, Pair trawl. 11 ABK
3. BV. 5273 TS, 95 GT, pair trawl, 11 ABK
4. BV. 5271 TS, 50 GT, pair trawl, 3 ABK
5. BV 5525 TS, 90 abk, pair trawl, 10 ABK
6. BV. 94437 TS, 40 GT, Pair trawl, 3 ABK
7. BV 9480 TS, 60 GT, Pair Trawl, 3 ABK
8. BV 92886 TS, 95 GT, pair trawl, 13 ABK
9. BV 55028 TS, 50 GT, pair trawl, 2 ABK
10. BV. 92709 TS, 95 GT, pair trawl, 12 ABK
11. BV. 92696 TS, 95 GT, Pair trawl, 10 ABK
12. BV 92206 TS, 45 GT, pair trawl, 3 ABK
13. BV. 90951 TS, 90 GT, trawl, 12 ABK

Selanjutnya KP Hiu Macan-01 melakukan pengawalan dan penahanan terhadap 13 KIA Vietnam beserta 94 orang yang seluruhnya merupakan warga negara Vietnam tersebut ke Stasiun PSDKP Pontianak Kalbar.

Pelanggaran Keimigrasian oleh Dua Jurnalis Perancis dari The Explorers

Kementerian Luar Negeri melalui koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Direktorat Jenderal Imigrasi memperoleh kronologi kasus pelanggaran keimigrasian oleh dua jurnlais Prancis dari The Explorers sebagai berikut

1. The Explorers, program dokumenter Televisi Prancis, akan membuat film mengenai Indonesia yang akan ditayangkan di tiga stasiun TV: TF1, TMC dan Ushuaia TV. Selain itu mereka juga bekerja sama dengan Netflix dan National Geographic Channel untuk ditayangkan bulan November-Desember 2017.

2. Menurut rencana The Explorers akan membuat total 8 episode berdurasi 52 menit per film dari liputan di Sabang sampai Merauke. Rencana shooting dalam 2 tahap, dimulai Februari 2017 dengan daerah shooting Indonesia Timur (Raja Ampat, Papua Barat dan Maluku).

3. Kementerian Pariwisata akan mendukung tiket domestik, dan sebagai kontraprestasi, The Explorers akan memberikan kepada Kementerian Pariwisata:

Ø Buku & DVD spesial tentang proyek film dengan logo Wonderful Indonesia, yang juga akan dijual ke publik;
Ø Logo Wonderful Indonesia dalam film yang akan ditayangkan di TV;
Ø Film & video yang diedit akan diberikan pada Wonderful Indonesia untuk bahan promosi;
Ø Video mengenai Raja Ampat bisa digunakan Garuda sebagai bahan promosi;
Ø 5000 exemplar brosur gratis re Indonesia di majalah Paris Match, yang dapat digunakan sebagai bahan promosi untuk VITO (Representative Office Kementerian Pariwisata di Prancis).

4. Total crew 22 orang (semula 17 ditambah 5 orang), visa kunjungan jurnalis untuk 20 orang sudah keluar, sementara 2 orang meski belum mendapat visa, tetap berangkat on schedule dengan Visa on Arrival (VOA) yang melanggar ketentuan imigrasi.

5. Pada tanggal 11 Maret, ketika akan melakukan shooting film dari udara, Mr. Franck Jean Pierre Escudie dan Mr. Basile Marie Longchamp tidak dapat menunjukkan visa kunjungan jurnalis kepada petugas di Bandara Mozes Kilangin, Timika, dan dilakukan investigasi oleh Kantor Imigrasi kelas II Tembagapura. Hal ini kemudian diinformasikan kepada Kedutaan Besar Prancis di Jakarta.

6. Selama proses penyidikan terhadap kedua crew tersebut, pihak Imigrasi tidak melakukan penahanan.

7. Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, memberikan kesempatan kepada kedua crew film tersebut untuk mengambil visa jurnalistik yang sebelumnya secara prinsip telah disetujui. Kedua jurnalis dapat memperoleh visa tersebut dari Perwakilan di Paris atau Singapura. VOA tidak bisa dikonversi menjadi visa tipe lainnya di dalam negeri.

8. Produser The Explorers memutuskan agar kedua jurnalis kembali ke Paris, dan menyampaikan permohonan maaf kepada Kementerian Pariwisata karena tidak memberitahukan mengenai penambahan crew, maupun status kedua wartawan yang masuk tanpa visa jurnalis. Kedua jurnalis The Explorers kembali ke Prancis pada tanggal 18 Maret 2017. Tim The Explorers lainnya melanjutkan shooting fillm sebagai mana direncanakan.

Mendikbud Muhadjir Effendi Beri Rekomendasi Tinggi untuk Film ‘Kartini’

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Bapak Muhadjir Effendi, memberikan rekomendasi untuk film Kartini sebagai film yang sangat layak ditonton seluruh rakyat Indonesia, karena dinilainya bisa memberikan inspirasi.

“Saya sudah menonton film Kartini ini. Menurut saya filmnya sangat bagus. Pesan-pesan pendidikannya sangat sarat makna, dan semuanya disampaikan dengan penyampaian yang baik, sama sekali tidak ada kesan menggurui. Dan terutama, pesan yang sangat kuat adalah pentingnya literasi untuk anak-anak muda.”

Lebih lanjut bapak Muhadjir mengatakan, “Kita bisa bayangkan, dengan setting sejarah era Raden Ajeng Kartini waktu itu, betapa susahnya untuk mendapatkan buku saja. Dibandingkan dengan jaman sekarang, mestinya anak-anak harus jauh lebih giat, dengan fasilitas yang sangat melimpah ruah, untuk bahan bahan bacaan sekarang ini.”

Mengenai kualitas filmnya sendiri, bapak Muhadjir menambahkan, “Saya sangat senang, film ini alur ceritanya sangat runtut, dan sangat mempermainkan emosi penonton, sehingga mudah sekali untuk membawa kita ke alam masa lalu, ke era Kartini sesungguhnya.”

Untuk itu, bapak Muhadjir sangat merekomendasikan film ini, dengan menyatakan bahwa, “Saya sarankan, terutama untuk orang tua, dan juga anak–anak, para siswa untuk bisa menonton film ini, khususnya para siswi, para pelajar putri, untuk bisa meneladani apa yang telah dilakukan oleh RA Kartini, sebagai pelopor perempuan

Indonesia, yang mungkin juga masih banyak orang bertanya–tanya, kenapa sih Kartini dianggap sebagai tokoh perempuan perintis emansipasi. Kalau masih banyak yang meragukan, silahkan nonton film ini.”

Terakhir, bapak Muhadjir memberikan harapan khusus untuk film ini. “Mudah mudahan film ini masuk ke jajaran film terlaris, banyak penonton, karena kalau film bagus tidak banyak penonton juga percuma. Semakin banyak penonton saya kira akan semakin menggairahkan industri perfilman kita.”

Mari kita saksikan film Kartini yang menginspirasi ini di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 19 April 2017!

Mereka Ulang Kehidupan `Kartini’ di Tangan Hanung Bramantyo

Sebagai salah satu sutradara papan atas Indonesia, tidak ada genre film yang tidak disentuh oleh Hanung Bramantyo. Mulai dari drama, komedi, horror, sampai cerita sejarah, semua sudah pernah dibuat oleh Hanung. Apalagi dia juga sutradara ‘bertangan dingin’, yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari para aktor dan aktris yang bermain dalam film yang disutradarainya.

Namun ada pendekatan berbeda yang dilakukan dalam film Kartini kali ini. Meskipun sudah beberapa kali menyutradarai film berlatar belakang sejarah atau film periodik, serta film biografi, Hanung mengakui pembuatan film Kartini mempunyai arti sendiri bagi dirinya.

“Ini adalah film pertama saya yang bertema tentang pahlawan perempuan. Kenapa saya tertarik untuk membuat film ini? Karena saya juga melihat bahwa secara pasar, penonton film Indonesia, dan juga di belahan dunia lainnya, lebih banyak didominasi oleh perempuan. Maka tentunya cerita perempuan juga selayaknya dikedepankan. Saya orang yang banyak hutang budi kepada perempuan, terutama orang-orang yang dekat di kehidupan saya.”

Hanung juga mengatakan, setelah menyelami kehidupan Kartini lewat banyaknya referensi pustaka yang dipelajarinya dalam proses pembuatan film ini, dia memutuskan untuk membuat film Kartini ini dengan sudut pandang yang mungkin banyak belum diketahui orang banyak.

“Di film ini saya ingin mengajak orang melihat sebuah paparan kehidupan. Saya menghilangkan banyak sekali dialog yang sifatnya seperti petuah. Saya ingin penonton belajar dari film ini bukan karena petuah-petuahnya, tetapi dari bagaimana sikap Kartini, bagaimana aksi dari Kartini. Membuat film biopik adalah bagaimana mengenenal kembali atau menafsirkan kembali tokoh-tokoh yang dikenalkan oleh negara melalui sekolah-sekolah.”

Seperti apa hasil garapan Hanung Bramantyo di film Kartini ini?

Mari kita saksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 19 April 2017!

Siapkan Operasi Militer, Perwira Kolinlamil Terima Sosialisasi PPKM

Seluruh perwira di jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mendapat pencerahan tentang Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) yang disampaikan Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Akmal, S.AP. di Gedung Laut Nusantara, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/3).
Menurut Asrena Pangkolinlamil yang baru saja selesai mengikuti Kursus Operasi Gabungan TNI mengatakan, kegiatan ini diadakan sebagai pembekalan bagi para perwira Kolinlamil berkaitan dengan akan digelarnya beberapa latihan ke depan, salah satunya adalah Latihan Posko Armada Jaya 2017 yang akan diselenggarakan di Kodiklatal Surabaya dalam waktu dekat ini, selain itu juga, PPKM dilaksanakan guna meningkatkan dan menambah wawasan para perwira tentang proses pengambilan keputusan militer dalam perencanaan operasi militer.

Dalam paparannya mantan Athan di Rusia ini menyampaikan bahwa di dalam PPKM atau Proses Pengambilan Keputusan Militer tersebut meliputi bagaimana, kapan, apa yang diputuskan, apa resikonya, dan konsekuensi dari keputusan tersebut, PPKM ini sangat penting, karena apa yang diputuskan pada tahap tersebut sangat menentukan rangkaian kegiatan selanjutnya.

Aplikasi PPKM pada Kolinlamil, diterapkan di dalam Opsgab TNI, dimana peran Kolinlamil adalah sebagai Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) yang bertugas melaksanakan Operasi Pendaratan Administrasi (Opsratmin) bagi Kogasratgab, selanjutnya Kogasgabratmin itu sendiri dalam melaksanakan Opsratmin tidak dapat berdiri sendiri karena merupakan kelanjutan dari Opsfib. Opsratmin pada dasarnya melaksanakan dukungan angkutan laut dan perlindungan linla bagi Kogasratgab dari Pangkalan awal ke DSA (tumpuan pantai). Maka PPKM Kogasgabratmin dalam merencanakan Opsratmin selalu dilaksanakan secara paralel dengan Komando Gabungan.

Menjadi Orang Tua Kartini: Christine Hakim

Siapa yang tidak kenal Christine Hakim?

Aktris kharismatis senior papan atas Indonesia ini sudah menjadi legenda tersendiri di dunia perfilman dan seni Tanah Air.

Selama lebih dari empat dekade berkarya di layar lebar, nama Christine Hakim telah menjadi jaminan mutu atas kualitas baik dari film yang dibintanginya. Hal ini terbukti dengan 7 Piala Citra yang sudah pernah diraihnya, terbanyak sepanjang sejarah sampai sekarang, termasuk Piala Citra khusus untuk Pencapaian Seumur Hidup (Lifetime Achievement Award) yang diraihnya tahun 2016 lalu.

Prestasi demi prestasi ini membuat Christine Hakim masih tetap terus berkarya, di saat banyak seniman di usianya sudah mulai mengurangi aktifitas mereka. Pesona Christine Hakim dalam memberi nafas kepada karakter yang dimainkannya masih tak tertandingi. Dan karya Christine sebagai aktris legendaris kali ini bisa kita saksikan dalam film Kartini, yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduseri Robert Ronny.

Dalam film Kartini, Christine Hakim mempunyai peran penting sebagai Ngasirah, ibu kandung Kartini.

Meskipun sudah cukup sering memerankan karakter yang diangkat dari kisah nyata, namun Christine mengakui bahwa memerankan karakter yang pernah ada dalam catatan sejarah itu tidaklah mudah.

“Membuat film sejarah itu secara tidak langsung seperti merekonstruksi skenario Tuhan. Saya punya tanggung jawab moral yang lebih besar, jauh lebih besar dibanding karya-karya lainnya. Itulah sebabnya saya perlu menapak tilas kehidupan Ngasirah, Kartini dan kelurga Sosroningrat sampai ke Jepara, Rembang, dan Kudus. Di samping itu, yang tidak kalah pentingnya, saya berusaha juga menapak tilas batin Ngasirah dan terutama Kartini.”

Persiapan Christine Hakim untuk film Kartini memang tidak main-main. Keseriusan Christine menyiapkan peran Ngasirah terlihat dari intensitas yang dijalaninya.

“Tugas saya sebagai aktor adalah memahami dan menghidupkan peran yang diberikan. Termasuk bagaimana peran itu hidup, bernafas dan berinteraksi dengan karakter yang lain. Saya mencoba menganalisa Ngasirah dengan memahami tokoh-tokoh yang ada di dalam kehidupan Ngasirah, seperti Kartini, Sosroningrat, bagaimana karakternya. Bagaimana Sosroningrat di mata saudara-saudaranya, di mata Bupati yang lain, di mata Belanda. Kemudian bagaimana Kartini, Kardinah, Kartono dalam kehidupan kesehariannya.”

Ini terlihat dari kesungguhan Christine Hakim dalam menyiapkan perannya sebagai Ngasirah, ibu kandung Kartini, untuk film Kartini, yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduseri Robert Ronny.

Untuk bisa menghidupkan peran Ngasirah, yang mungkin tidak banyak diketahui oleh banyak masyarakat Indonesia, persiapan Christine tidak tanggung-tanggung. Dia sempat tinggal di set bangunan yang memang dibangun khusus untuk film Kartini beberapa hari sebelum syuting. Dia ikut membersihkan rumah tersebut, dan berpakaian selayaknya Ngasirah di luar syuting.

Christine menambahkan, “Yang tersulit ketika memerankan Ngasirah adalah kompleksitas beliau sebagai anak seorang Kyai, lalu menjadi istri Bupati yang berdarah biru, walaupun sebagai istri pertama. Jadi sulit bagaimana menentukan di satu pihak, dia bukan pembantu, di lain pihak status sosialnya di dalam tradisi kehidupan yang harus dia jalani agak lebih tinggi sedikit dari pembantu.”

Riset yang dalam dan serius yang dilakukan Christine Hakim untuk peran Ngasirah dan tokoh-tokoh lain di film Kartini membuatnya semakin mengagumi Kartini.

“Dilema Kartini itu luar biasa besarnya. Bahwa pada akhirnya Kartini memilih untuk tinggal, tidak menerima beasiswa yang sudah dia dapatkan dari pemerintah Belanda, itu bukan kekalahan menurut saya, tapi itu suatu pilihan. Pilihan Kartini menurut saya tidak bisa dianggap sebagai kegagalan krn mempertahankan akar budaya bangsa juga penting. Bangsa yang tercabut dari akarnya, maka dia akan goyah.”

Ada perbedaan generasi antara Christine dan Hanung. Namun hal ini tidak menyurutkan kekaguman Christine terhadap Hanung dalam menyutradarai film Kartini.

“Ini pertama kali saya bekerja dengan mas Hanung. Jadi, saya punya PR untuk memahami bagaimana bekerjasama dengan mas Hanung. Bagaimana bisa seirama sebagai partner kerja dan membentuk sebuah kolaborasi yang baik, sehingga hasil filmnya pun juga bisa dinikmati dengan baik.”

Harmonisasi menjadi penting bagi Christine, terutama untuk film Kartini, karena ini adalah film besar dengan jumlah pemeran yang besar juga.

“Inilah tantangannya karena ada banyak sekali cast yang terlibat dalam film ini, jadi saya tidak bisa berpikir hanya untuk kepentingan saya sendiri. Tapi bagaimana caranya bisa menjadi sebuah orkestra yang harmoni. Yang saya syukuri dari pembuatan film ini, mas Hanung sangat terbuka untuk menerima masukan-masukan. Tentu saja masukannya tidak dari saya saja, tapi dari semua aktor atas peran mereka masing-masing, lalu kru dengan tingkat kesulitan masing-masing. Jadi, ini adalah sebuah ensemble, seperti sebuah orkestra yang konduktornya adalah mas Hanung, dan saya harus mengikuti irama itu. Karena kalau saya jalan dengan keinginan saya saja, nanti secara keseluruhan bisa melahirkan nada sumbang.”

Seperti apa hasil dari orkestrasi indah sebuah film Kartini ini?

Mari kita saksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 19 April 2017!

Pangarmabar Pimpin Sertijab Danlantamal III Jakarta

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Aan Kurnia, S.Sos., memimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta dari Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI (Mar) I Ketut Suardana, SH kepada penggantinya, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muchammad Richad, SH, MM., di Lapangan Apel Markas Komando (Mako) Lantamal III Jakarta, Jalan Gunung Sahari No. 2 Jakarta Utara, Rabu (15/03).

Dalam sambutan Pangarmabar Laksamana Muda (Laksda) TNI Aan Kurnia, S.Sos mengatakan serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi . Ini semua guna menghadapi perubahan lingkungan strategis yang semakin dinamin dan kompleks. Lantamal III memegang peranan penting dan strategis di wilayah perairan Barat. Ini menjadikan tantangan dalam mewujudkan perairan yang aman.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Brigadir Jenderal TNI Marinir  I Ketut Suardana yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik serta pengabdiannya selama ini. Semoga ke depan lebih sukses dan lebih berprestasi pada tugas berikutnya sebagai Komandan Puspomal. Kepada Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad , saya ucapkan selamat atas kepercayaan yang diberikan  Pemimpin TNI Angkatan Laut sebagai Komandan Lantamal III,” kata Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos

Upacara Sertijab Danlantamal III dipimpin komandan upacara Letkol Marinir Kristiyono yang sehari-hari menjabat Dandenma Lantamal III dengan pasukan upacara terdiri satu pleton Korsik, satu pleton Pamen dan Pama, dua pleton Bintara dan Tamtama Pomal, satu pleton Bintara dan Tamtama Satkamla, dua pleton Bintara dan Tamtama Yonmarhanlan, satu pleton PNS, satu pleton Siswa Pelayaran dan satu pleton Pramuka Saka Bahari.

Hadir dalam acara serah terima jabatan tersebut antara lain para pejabat Mabesal,  pejabat Kotama TNI AL wilayah Jakarta,  para Danlantamal di jajaran Koarmabar, para Mantan Danlantamal III, para Pejabat Muspida, para Pimpinan Industri Kemaritiman, para mitra kerja dan para undangan lain.

Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana, SH yang  sebelumnya menjabat Danlantamal III Ke-41 sejak 24 Juni 2016, akan melanjutkan pengabdiannya sebagai Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Danpuspomal) menggantikan Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, SH, MM.

Laksma TNI Muchammad Richad adalah Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut kelahiran Kudus  9 Juni 1960,  yang menjabat sebagai Danlantamal III Jakarta Ke-42. Sosoknya bukan orang baru di lingkungan Lantamal III Jakarta, pada tahun 2012 beliau selama 19 bulan  menjabat sebagai Wadan Lantamal III.

Riwayat  jabatan lain yang pernah diemban Laksma TNI Muchammad Richad, SH, MM. antara lain Danpuspomal, Kapusbintal TNI, Sekdispotmar, Sekdispamal, Paban I Ren Spam Kasal, Paban V Prodin Spam Kasal, Wadan Puspomal, Paban III Intelmar Spam Kasal, As Binfung Satinduk Bais TNI, Danlanal Sorong, Dan KRI Teluk Tomini-508, Dan KRI Teluk Manado-537 serta Dan KRI Sigurot-864.

Selesai upacara militer dilanjutkan dengan acara pisah sambut Danlantamal III dari Brigjen TNI  (Mar) I Ketut Suardana, SH, kepada Laksma TNI Muchammad Richad, SH, MM., di ruang Serbaguna Mako Lantamal III. Rangkaian kegiatan Sertijab Danlantamal III dengan Ketua Panitia Kolonel Laut (S) Rachmat Kurniawan Putra, SE yang sehari-hari menjabat Kakuwil Lantamal III, diakhir dengan tradisi pelepasan Brigjen TNI  (Mar) I Ketut Suardana, SH, dan penyambutan Danlantamal III yang baru Laksma TNI Muchammad Richad, SH, MM., sekaligus menyampaikan Taklimat Awal kepada seluruh personel Lantamal III.

Pangkolinlamil Cek Kesiapan Kendaraan Dinas

Untuk memberikan keamanan dan keselamatan serta kenyamanan kepada seluruh anggotanya dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok Kolinlamil, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksamana Pertama TNI Agung Prasetiawan, M.AP didampingi para pejabat Kolinlamil melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) kendaraan operasional Kolinlamil yang mengantar anggota kerja tiap hari maupun kendaraan dinas jabatan di lapangan apel Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu pagi (15/3).

Pada kesempatan tersebut Panglima Kolinlamil memeriksa satu persatu kondisi kendaraan dinas jabatan maupun kendaraan antar jemput personel, hingga menanyakan kepada para pemegangnya/sopir tentang tingkat kesiapan kendaraan yang menjadi tanggung jawabnya.
 
“Kendaraan baik untuk operasional maupun kendaraan jabatan yang disediakan dinas untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok harus rawat dan dipelihara dengan baik, disamping untuk memperpanjang usia pakai kendaraan juga apabila kendaraan terawat dengan baik akan memberikan kenyamanan bagi pemakai kendaraan itu sendiri,” kata Pangkolinlamil.
 
Dalam inspeksi tersebut, Pangkolinlamil tidak puas dengan hanya bertanya kepada pada sopirnya, Panglima memeriksa satu persatu kendaraan mulai dari perawatan bodi kendaraan, mesin, ban, rem, lampu-lampu, dan aksesoris lainnya yang perlu dilengkapi.Termasuk kebersihan dan pemeliharaan kendaraan yang dilakukan para pemegangnya dalam menjaga dan memelihara infentaris yang telah dipercayakan kepada masing-masing anggota.
 
“Kendaraan dinas yang kita miliki saat ini jumlahnya masih terbatas untuk itu, pelihara dan rawatlah kendaraan dinas yang menjadi tanggung jawab setiap pemegang kendaraan agar selalu siap setiap saat dan tidak menjadi penghambat dalam pelaksanaan tugas. Selain itu, dengan kesiapan kendaraan dinas akan memerikan kenyamanan dan keamanan bagi pemakainya”, jelas Pangkolinlamil saat memeriksa kendaraan dinas.
 
Selain itu, Panglima juga menegaskan bahwa kendaraan-kendaraan dinas yang sudah tua dan tidak layak dioperasionalkan serta biaya bila diperbaiki akan membutuhkan biaya yang besar agar diajukan penghapusan ke komando atas sesuai prosedur. Demikian juga kendaraan yang perlu perbaikan dan penggantian ban segera dilakukan perawatan.
 
Kesiapan kendaraan dinas menjadi salah satu perhatian Panglima Kolinlamil, karena disamping tempat tinggal anggota dengan lokasi kerja sangat jauh. Markas Komando lintas Laut Militer (Mako Kolinlamil) berada di Tanjung Priok sementara komplek perumahan anggota terjauh berada di wilayah Jonggol, Cibitung, Jawa barat juga tugas-tugas yang dilaksnakan Kolinlamil banyak dan padat.
 
“Kondisi tempat tinggal anggota dengan lokasi kerja begitu jauh-jauh. Sehingga diperlukan kesiapan kendaraan antar jemput guna memberikan kenyamanan dan keamanan selama dalam perjalanan,” terang Panglima.
 
Turut hadir dalam inspeksi kendaraan dinas tersebut para Asisten Pangkolinlamil, Kasatker/Kadis, Komandan Satlinlamil Jakarta dan Komandan KRI jajaran Satlinlamil Jakarta, serta para perwira jajaran Kolinlamil.

Tingkatkan Silaturahmi, Ketua Pengurus Cabang I Jalasenastri Mako Kolinlamil Tatap Muka dengan Anggota

Ketua Pengurus Cabang 1 Jalasenastri Mako Kolinlamil Ny. Arief Muchtarom mengadakan tatap muka dengan anggota Jalasenastri Mako Kolinlamil yang berlangsung di Gedung Laut Sulu, Markas Komando (Mako) Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (14/3).

 
Acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut berlangsung cukup meriah, pertemuan pengurus dan anggota cabang 1 Mako kolinlamil itu untuk saling memperkenalkan diri antara pengurus dan anggota.
 
Dalam sambutannya, Ny. Arief Muchtarom menyampaikan bahwa momentum kegiatan ini untuk bersilaturahmi dan bertatap muka untuk saling mengenal diantara pengurus dan anggota jalasenastri Kolinlamil khususnya cabang 1. Selain juga untuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan keluarga besar Komando Lintas laut Militer (Kolinlamil).
 
Lebih lanjut dikatakan tatap muka ini adalah sebagai wahana komunikasi dua arah antara anggota jalasenastri dengan pengurusnya, sehingga dapat terjalin komunikasi yang baik yang pada akhirnya dapat mendukung dalam pelaksanaan tugas.
 
Dalam kesempatan tersebut pula, Inspektur Kolinlamil Kolonel Laut (S) Arief Muchtarom selaku pembina cabang 1 Jalasenastri Kolinlamil, turut hadir dalam acara tersebut juga memberikan arahan kepada anggota jalasenastri sebagai istri prajurit TNI Angkatan Laut agar bisa berperan sebagai istri, ibu rumah tangga dan anggota jalasenastri. Dijelaskan, anggota jalasenastri sebagai istri prajurit TNI Angkatan Laut harus menerima konsekuensi segala yang ada, harus mampu menjadi pendorong bagi suami untuk meningkatkan prestasi dalam kesatuannya, dapat menjaga kondisi rumah tangga yang harmonis.
 
Disamping itu, anggota jalasenastri sebagai ibu rumah tangga agar dapat membina putra-putrinya dan mengendalikan kehidupan keluarga secara baik. Dalam membimbing anak-anak harus kreatif dan inovatif, menerapkan pola hemat dalam keluarga juga anak-anak sedini mungkin. Dan mewaspadai bahaya narkoba di lingkungan keluarga.
 
Selain itu kepada para pengurus Jalasenastri dan juga para anggota cabang 1 Jalasenastri Kolinlamil untuk mengenali semua unsur organisasi dan memanfaatkan program – program kegiatan yang ada untuk kepentingan bersama.
 
Diakhir sambutannya, Ny. Arief Muchtarom memberikan arahan antara lain agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan hidup dalam berkeluarga dan bernegara, meningkatkan pembinaan keluarga terutama menjaga keseimbangan antara peran istri sebagai pendamping suami, bertugas dan peran sebagai ibu yang harus menyiapkan masa depan anak, meningkatkan pengabdian dan tanggung jawab terhadap organisasi melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kepedulian serta kemauan keras untuk berorganisasi.
 
Dalam acara pengarahan yang dihadiri para segenap Pengurus cabang 1 Jalasenastri Kolinlamil tersebut, juga diadakan demo kecantikan dari PT Mustika Ratu dan pemberian tali asih untuk putera dari salah seorang PNS Kolinlamil yang memiliki kebutuhan khusus.