Kemenkop dan UKM Komit Bangun Infrastruktur Akses Permodalan bagi Pelaku UKM di Daerah

Kemenkop dan UKM Komit Bangun Infrastruktur Akses Permodalan bagi Pelaku UKM di Daerah

Sumber daya Koperasi dan UMKM mempunyai peran yang sangat besar dalam memajukan perekonomian nasional. UMKM telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 60,34%. Kemampuan dalam menyerap More »

Panglima TNI : Pegang Teguh Nilai-Nilai Budaya dan Pancasila

Panglima TNI : Pegang Teguh Nilai-Nilai Budaya dan Pancasila

Pancasila sebagai Ideologi Negara sudah final, siapapun tidak boleh merubahnya, jika ada yang mengajak untuk merubahnya jangan dipercaya dan jangan diikuti, itu adalah pengkhianat bangsayang akan mencelakakan bangsa Indonesia. Untuk itu, tetap memegang teguh nilai-nilai budaya dan Pancasila.   More »

Tumbuhkan Perekonomian Indonesia, Koperasi dan UKM harus Jadi Prioritas

Tumbuhkan Perekonomian Indonesia, Koperasi dan UKM harus Jadi Prioritas

Indonesia patut bernafas lega, karena di tengah-tengah kelesuan ekonomi dunia yang belum ada tanda-tanda pulih, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih baik. Bahkan jika dibandingkan dengan negara G20 perkembangan ekonomi Indonesia berada di urutan More »

Braman Usung Paradigma Baru LPDB Jadi Lembaga Inklusif

Braman Usung Paradigma Baru LPDB Jadi Lembaga Inklusif

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) di bawah kepemimpinan Braman Setyo mengusung paradigma baru ingin menjadi lembaga yang inklusif atau terbuka, sehingga terjalin kemitraan strategis penyaluran dana More »

BNPB: Gedung LKAAM Provinsi Sumatera Barat harus Segera Difungsikan

BNPB: Gedung LKAAM Provinsi Sumatera Barat harus Segera Difungsikan

Badan Nasional penanggulangan bencana (BNPB) menegaskan bahwa gedung Lembaga Kerapatan Adat Ala Minangkabau (LKAAM) provinsi Sumatera Barat harus segera difungsikan, karena memang gedung tersebut dibangun untuk LKAAM provinsi Sumatera Barat dan telah More »

 

Category Archives: Metropolitan

Pertahankan Kondisi Fisik, Prajurit Kolinlamil Laksanakan Lari Siang

Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.AP., olah raga bersama dengan seluruh prajurit dan PNS dengan melaksanakan lari siang selama 40 menit di lingkungan Markas Komando Komando Lintas Laut Militer (Mako Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu pagi (29/3).

Kegiatan lari siang ini adalah salah satu bentuk pembinaan fisik yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu kepada seluruh anggota di lingkungan jajaran Kolinlamil untuk tetap mempertahankan kondisi fisik yang baik dan sehat.

Dalam pelaksanakaan pembinaan fisik ini seluruh anggota diwajibkan melaksanakannya tanpa terkecuali dan bahkan seluruh aktifitas pada saat dihentikan baik di staf maupun di KRI, dan melaksanakan kegiatan lari siang, kecuali yang sedang dinas jaga tetap melaksanakan tugas jaga.

Selama 40 menit melaksanakan lari keliling lingkungan mako Kolinlamil sambil menyanyikan lagu-lagu yang membangun jiwa korsa. Untuk menjaga kerapian barisan, para prajurit dikelompokan sesuai strata kekuatan atau kelompok umur.

Kelompok yang kuat lari membentuk barisan paling depan melaksanakan lari sedangkan untuk kelompok yang jalan membentuk barisan tersendiri melaksanakan jalan dengan waktu yang sama yaitu 40 menit tanpa berhenti.

Lari siang ini tidak hanya laksanakan oleh anggota tapi termasuk seluruh pejabat di lingkungan Kolinlamil termasuk Panglima Kolinlamil yang tengah berada di tengah-tengah prajuritnya melaksanakan kegiatan yang sama.

Menjadi Anak Kartini: Ayushita Nugraha

 

ceria dan penuh talenta. Inilah kesan pertama kita terhadap Ayushita Nugraha. Betapa tidak? Pertama kali mencuat lewat grup musik Bukan Bintang Biasa (BBB) bentukan Melly Goeslaw, kini Ayushita semakin memantapkan langkahnya di dunia hiburan Indonesia. Belasan judul film telah dibintanginya, di samping beberapa judul sinetron dan acara-acara televisi yang diasuhnya. Ayushita memberikan sentuhan segar di setiap penampilannya, baik di layar lebar maupun di layar kaca.

Namun untuk perannya sebagai Kardinah, adik kandung Kartini dalam film bertajuk sama, Ayushita mengakui mempersiapkan perannya jauh lebih serius dibandingkan film-filmnya sebelumnya.

“Ini film periodik pertama aku. Terus terang, mempersiapkan diri untuk film ini agak tegang karena aku juga harus baca, cari tahu sendiri. Untungnya, aku diberi kesempatan bekerja dengan orang-orang yang sangat mudah berbagi ilmu di produksi ini. Termasuk mbak Dian yang banyak memberikan buku-buku sebagai referensi persiapan aku. Kalau di film Kartini ada adegan Kartini memberikan buku ke adik-adiknya untuk dibaca, persis seperti itulah yang terjadi di dunia nyata waktu persiapan film ini.”

Selain itu, ada persiapan khusus lain yang juga dilakukan Ayushita untuk film Kartini ini.

“Aku membiasakan diri pakai kain, sanggulan, dari sejak proses reading dan latihan. Tapi yang juga penting adalah mempersiapkan mindset, atau pemikiran, bahwa aku harus memposisikan diri untuk hidup sebagai perempuan-perempuan Jawa jaman dulu, yang tujuan hidupnya itu untuk menikah. Ini tidak mudah.”

Ayushita memang mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk film Kartini ini. Apalagi dia sempat mendapat kejutan selama syuting yang membuatnya semakin bersemangat.

“Jadi waktu syuting, ada keluarga ibu Kardinah yang datang ke lokasi dan bercerita tentang ibu Kardinah. Aku jadi mendapat tambahan insight tentang ibu Kardinah ini langsung dari keluarganya, dan ini membuat aku semakin senang dan bangga bisa memerankan tokoh yang melanjutkan perjuangan kakaknya. Bu Kardinah berumur panjang, dibanding saudara-saudaranya yang lain. Dan tidak berhenti sampai di situ, di Tegal ada rumah sakit ibu Kardinah. Jadi hidupnya memang dihabiskan untuk membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik.”

Seperti apa penampilanAyushita dalam film Kartini?

Mari kita rayakan Hari Kartini dengan menonton #FilmKartini di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 19 April 2017!

Lantamal III Jakarta Sambut Kedatangan Kapal Perang New Zealand Dengan Berbagai Kegiatan

Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta menyambut kedatangan Kapal Perang Angkatan Laut New Zealand HMNZS Te Kaha (FF-77) dengan berbagai agenda kegiatan.

Dimulai dari upacara penyambutan (merplug) kapal perang asing yang dikomandani Commander Stephen (Steve) Lenik dengan mengangkut 163 anak buah kapal (ABK) di Dermaga JITC II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/03). Sejumlah pejabat utama Lantamal III yang hadir antara lain Asops Kolonel Laut (P) Teddy Bernard, Kakuwil Kolonel Laut (S) Rachmat Kurniawan, S.E, Kadissyahal Letkol Laut (P) Arief Sebastian dan Dansatkamla Letkol Laut (P) Aminuddin Albek, SE. Kegiatan itu dimeriahkan dengan tarian Mojang Priangan dari Jawa Barat, gerak dan lagu oleh ABK kapal New Zealand serta dilanjutkan goyang bersama Gemu Famire.

Kemudian sehari setelah kedatangan HMNZS Te Kaha (FF-77) di Jakarta, Komandan Lantamal (Danlantamal) III Laksamana Pertama (Laksma) TNI Muchammad Richad, SH, MM., menerima kunjungan kehormatan komandan kapal Commander Steve Lenik di ruang kerja Markas Komando (Mako) Lantamal III Jakarta, Jalan Gunung Sahari No. 2 Jakarta Utara, Senin (27/03). Turut mendampingi Danlantamal III yakni Plh Wadan Lantamal III Kolonel Laut (E) Yose Aldino, para Asisten Danlantamal III dan Kakuwil Lantamal III. Courtesy Call (CC) diakhiri dengan tukar menukar cindera mata dan foto bersama. Komandan Kapal Perang New Zealand itu selanjutnya juga CC ke Pangarmabar dan Walikota Jakarta Utara.

Bersamaan dengan itu diselenggarakan pertandingan persahabatan Bola Voli antara Prajurit Lantamal III Jakarta melawan ABK Kapal Perang Angkatan Laut New Zealand di lapangan voli Mako Lantamal III, yang diawali dengan senam Gemu Famire. Pertandingan Bola Voli berlangsung meriah dan penuh keakraban baik di pertandingan putra maupun putri. Ketua Korcab III DJAB Ny. Muchammad Richad beserta para pengurus Jalasenastri hadir menyaksikan pertandingan tersebut .

Selanjutnya perwakilan personil Lantamal III turut menghadiri kegiatan open ship di Kapal Perang HMNZS Te Kaha (FF-77) yang sandar Dermaga JITC II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Malam harinya Danlantamal III Laksma TNI Muchammad Richad, SH, MM., bersama dengan Pejabat TNI AL dan para undangan lainnya menghadiri jamuan makan malam (Reception on Board) di kapal perang milik Angkatan Laut New Zealand jenis Anzac Class Frigate dengan panjang kapal 118 meter, lebar 15 meter, bobot 3.600 ton, kecepatan maksimal 27 knots serta dilengkapi berbagai persenjataan dan perlengkapan.

Kunjungannya selama 3 hari di Jakarta dari tanggal 26 hingga 29 Maret 2017 diakhiri dengan latihan Passex antara TNI Angkatan Laut dengan Angkatan Laut New Zealand di perairan Teluk Jakarta guna mempererat hubungan persahabatan dua negara. Selanjutnya kapal perang HMNZS Te Kaha (FF-77) menuju ke Philipina.

Dukung Kiprah Diaspora di luar Negeri, Dubes Wening Dampingi Peluncuran Buku Exploring Hungary

”Hongaria terbukti sebagai negara yang inspirasional” demikian disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Hongaria, Y.M. Wening Esthyprobo dalam sambutannya di acara peluncuran buku Exploring Hungary, karya diaspora Indonesia, Gaganawati Stegmann.
Dalam acara di KBRI Budapest tersebut, Dubes Wening menekankan mengenai pentingnya dukungan negara terhadap peran diaspora Indonesia di luar negeri. Diaspora adalah konstituen pemerintah, karenanya KBRI Budapest siap mendukung karya-karya anak negeri, kapanpun dan dimanapun.

”Buku Exploring Hungary ini juga kami harapkan dapat meningkatkan rasa keingintahuan masyarakat Indonesia terhadap Hongaria, negeri cantik yang mempesona”, imbuh Dubes Wening disela-sela acara.

Gaganawati Stegmann juga mengapresiasi dukungan dan respon positif KBRI Budapest terhadap karyanya. ”Saya sangat mengapresiasi dukungan Dubes Wening terhadap Exploring Hungary, terutama atas kata pengantar dan kesempatan peluncuran buku di KBRI Budapest. Tindakan responsive KBRI Budapest, nyata menunjukkan peran negara terhadap hasil karya kami sebagai diaspora Indonesia.

Acara peluncuran buku Exploring Hungary ini juga dihadiri oleh Dirjen Asia Pasifik Kemlu Hongaria, Dr. Sandor Sipos, Penulis terkenal Erika Bartos serta jurnalis media lokal Hongaria selain masyarakat Indonesia di Hongaria. Acara ini dimeriahkan pula dengan pertunjukan tari tradisional Indonesia dan ditutup dengan makan malam khas Indonesia.

Exploring Hungary adalah buku mengenai tempat-tempat menarik di Hongaria yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi sang penulis. Gaganawati Stegmann sendiri adalah diaspora Indonesia yang bermukim di Jerman dan telah berkunjung ke lebih dari 20 negara di dunia. Hasil kunjungan tersebut dituangkan dalam sebuah buku, hingga saat ini Gaganawati Stegmann telah menerbitkan buku travel Exploring Hungary dan Exploring Germany.

Bakamla RI Tangkap 13 Kapal Ikan Vietnam di Laut Natuna

Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan-01 milik Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP-KKP) yang sedang tergabung dalam operasi rutin Bakamla RI berhasil menangkap 13 Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam di perairan timur Laut Natuna, Selasa (21/3/2017).
Penangkapan bermula ketika kapal pengawas yang dinakhkodai oleh Capt. Samson dan didampingi Kasi Keselamatan Laut Bakamla RI Suyitno, S.Sos., M.Si. tersebut sedang melakukan operasi patroli rutin di Perairan Natuna, dan pada pukul 07.45 WIB melihat adanya aktivitas mencurigakan oleh sekelompok kapal ikan sedang melakukan aktivtas penangkapan ikan. Setelah di dekati oleh kapal pengawas hiu macan 01 dan dideteksi melalui pantauan radar serta teropong terlihat kapal ikan asing berbendera Vietnam sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan secara Illegal dengan menggunakan alat tangkap pair trawl yg dilarang di wilayah perairan Indonesia.

Melihat kedatangan kapal pengawas, kapal-kapal ikan asing itu berusaha melarikan diri sehingga dilakukan pengejaran oleh unsur kapal pengawas dan berhasil dilakukan penangkapan terhadap seluruh kapal. Identitas 13 kapal beserta alat tangkap yang digunakan dan jumlah ABK sebagai berikut :
1. BV. 92553 TS, 90 Gt, pair trawl 3 abk
2. BV. 92552 TS, 45 GT, Pair trawl. 11 ABK
3. BV. 5273 TS, 95 GT, pair trawl, 11 ABK
4. BV. 5271 TS, 50 GT, pair trawl, 3 ABK
5. BV 5525 TS, 90 abk, pair trawl, 10 ABK
6. BV. 94437 TS, 40 GT, Pair trawl, 3 ABK
7. BV 9480 TS, 60 GT, Pair Trawl, 3 ABK
8. BV 92886 TS, 95 GT, pair trawl, 13 ABK
9. BV 55028 TS, 50 GT, pair trawl, 2 ABK
10. BV. 92709 TS, 95 GT, pair trawl, 12 ABK
11. BV. 92696 TS, 95 GT, Pair trawl, 10 ABK
12. BV 92206 TS, 45 GT, pair trawl, 3 ABK
13. BV. 90951 TS, 90 GT, trawl, 12 ABK

Selanjutnya KP Hiu Macan-01 melakukan pengawalan dan penahanan terhadap 13 KIA Vietnam beserta 94 orang yang seluruhnya merupakan warga negara Vietnam tersebut ke Stasiun PSDKP Pontianak Kalbar.

Pelanggaran Keimigrasian oleh Dua Jurnalis Perancis dari The Explorers

Kementerian Luar Negeri melalui koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Direktorat Jenderal Imigrasi memperoleh kronologi kasus pelanggaran keimigrasian oleh dua jurnlais Prancis dari The Explorers sebagai berikut

1. The Explorers, program dokumenter Televisi Prancis, akan membuat film mengenai Indonesia yang akan ditayangkan di tiga stasiun TV: TF1, TMC dan Ushuaia TV. Selain itu mereka juga bekerja sama dengan Netflix dan National Geographic Channel untuk ditayangkan bulan November-Desember 2017.

2. Menurut rencana The Explorers akan membuat total 8 episode berdurasi 52 menit per film dari liputan di Sabang sampai Merauke. Rencana shooting dalam 2 tahap, dimulai Februari 2017 dengan daerah shooting Indonesia Timur (Raja Ampat, Papua Barat dan Maluku).

3. Kementerian Pariwisata akan mendukung tiket domestik, dan sebagai kontraprestasi, The Explorers akan memberikan kepada Kementerian Pariwisata:

Ø Buku & DVD spesial tentang proyek film dengan logo Wonderful Indonesia, yang juga akan dijual ke publik;
Ø Logo Wonderful Indonesia dalam film yang akan ditayangkan di TV;
Ø Film & video yang diedit akan diberikan pada Wonderful Indonesia untuk bahan promosi;
Ø Video mengenai Raja Ampat bisa digunakan Garuda sebagai bahan promosi;
Ø 5000 exemplar brosur gratis re Indonesia di majalah Paris Match, yang dapat digunakan sebagai bahan promosi untuk VITO (Representative Office Kementerian Pariwisata di Prancis).

4. Total crew 22 orang (semula 17 ditambah 5 orang), visa kunjungan jurnalis untuk 20 orang sudah keluar, sementara 2 orang meski belum mendapat visa, tetap berangkat on schedule dengan Visa on Arrival (VOA) yang melanggar ketentuan imigrasi.

5. Pada tanggal 11 Maret, ketika akan melakukan shooting film dari udara, Mr. Franck Jean Pierre Escudie dan Mr. Basile Marie Longchamp tidak dapat menunjukkan visa kunjungan jurnalis kepada petugas di Bandara Mozes Kilangin, Timika, dan dilakukan investigasi oleh Kantor Imigrasi kelas II Tembagapura. Hal ini kemudian diinformasikan kepada Kedutaan Besar Prancis di Jakarta.

6. Selama proses penyidikan terhadap kedua crew tersebut, pihak Imigrasi tidak melakukan penahanan.

7. Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, memberikan kesempatan kepada kedua crew film tersebut untuk mengambil visa jurnalistik yang sebelumnya secara prinsip telah disetujui. Kedua jurnalis dapat memperoleh visa tersebut dari Perwakilan di Paris atau Singapura. VOA tidak bisa dikonversi menjadi visa tipe lainnya di dalam negeri.

8. Produser The Explorers memutuskan agar kedua jurnalis kembali ke Paris, dan menyampaikan permohonan maaf kepada Kementerian Pariwisata karena tidak memberitahukan mengenai penambahan crew, maupun status kedua wartawan yang masuk tanpa visa jurnalis. Kedua jurnalis The Explorers kembali ke Prancis pada tanggal 18 Maret 2017. Tim The Explorers lainnya melanjutkan shooting fillm sebagai mana direncanakan.

Mendikbud Muhadjir Effendi Beri Rekomendasi Tinggi untuk Film ‘Kartini’

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Bapak Muhadjir Effendi, memberikan rekomendasi untuk film Kartini sebagai film yang sangat layak ditonton seluruh rakyat Indonesia, karena dinilainya bisa memberikan inspirasi.

“Saya sudah menonton film Kartini ini. Menurut saya filmnya sangat bagus. Pesan-pesan pendidikannya sangat sarat makna, dan semuanya disampaikan dengan penyampaian yang baik, sama sekali tidak ada kesan menggurui. Dan terutama, pesan yang sangat kuat adalah pentingnya literasi untuk anak-anak muda.”

Lebih lanjut bapak Muhadjir mengatakan, “Kita bisa bayangkan, dengan setting sejarah era Raden Ajeng Kartini waktu itu, betapa susahnya untuk mendapatkan buku saja. Dibandingkan dengan jaman sekarang, mestinya anak-anak harus jauh lebih giat, dengan fasilitas yang sangat melimpah ruah, untuk bahan bahan bacaan sekarang ini.”

Mengenai kualitas filmnya sendiri, bapak Muhadjir menambahkan, “Saya sangat senang, film ini alur ceritanya sangat runtut, dan sangat mempermainkan emosi penonton, sehingga mudah sekali untuk membawa kita ke alam masa lalu, ke era Kartini sesungguhnya.”

Untuk itu, bapak Muhadjir sangat merekomendasikan film ini, dengan menyatakan bahwa, “Saya sarankan, terutama untuk orang tua, dan juga anak–anak, para siswa untuk bisa menonton film ini, khususnya para siswi, para pelajar putri, untuk bisa meneladani apa yang telah dilakukan oleh RA Kartini, sebagai pelopor perempuan

Indonesia, yang mungkin juga masih banyak orang bertanya–tanya, kenapa sih Kartini dianggap sebagai tokoh perempuan perintis emansipasi. Kalau masih banyak yang meragukan, silahkan nonton film ini.”

Terakhir, bapak Muhadjir memberikan harapan khusus untuk film ini. “Mudah mudahan film ini masuk ke jajaran film terlaris, banyak penonton, karena kalau film bagus tidak banyak penonton juga percuma. Semakin banyak penonton saya kira akan semakin menggairahkan industri perfilman kita.”

Mari kita saksikan film Kartini yang menginspirasi ini di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 19 April 2017!

Mereka Ulang Kehidupan `Kartini’ di Tangan Hanung Bramantyo

Sebagai salah satu sutradara papan atas Indonesia, tidak ada genre film yang tidak disentuh oleh Hanung Bramantyo. Mulai dari drama, komedi, horror, sampai cerita sejarah, semua sudah pernah dibuat oleh Hanung. Apalagi dia juga sutradara ‘bertangan dingin’, yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari para aktor dan aktris yang bermain dalam film yang disutradarainya.

Namun ada pendekatan berbeda yang dilakukan dalam film Kartini kali ini. Meskipun sudah beberapa kali menyutradarai film berlatar belakang sejarah atau film periodik, serta film biografi, Hanung mengakui pembuatan film Kartini mempunyai arti sendiri bagi dirinya.

“Ini adalah film pertama saya yang bertema tentang pahlawan perempuan. Kenapa saya tertarik untuk membuat film ini? Karena saya juga melihat bahwa secara pasar, penonton film Indonesia, dan juga di belahan dunia lainnya, lebih banyak didominasi oleh perempuan. Maka tentunya cerita perempuan juga selayaknya dikedepankan. Saya orang yang banyak hutang budi kepada perempuan, terutama orang-orang yang dekat di kehidupan saya.”

Hanung juga mengatakan, setelah menyelami kehidupan Kartini lewat banyaknya referensi pustaka yang dipelajarinya dalam proses pembuatan film ini, dia memutuskan untuk membuat film Kartini ini dengan sudut pandang yang mungkin banyak belum diketahui orang banyak.

“Di film ini saya ingin mengajak orang melihat sebuah paparan kehidupan. Saya menghilangkan banyak sekali dialog yang sifatnya seperti petuah. Saya ingin penonton belajar dari film ini bukan karena petuah-petuahnya, tetapi dari bagaimana sikap Kartini, bagaimana aksi dari Kartini. Membuat film biopik adalah bagaimana mengenenal kembali atau menafsirkan kembali tokoh-tokoh yang dikenalkan oleh negara melalui sekolah-sekolah.”

Seperti apa hasil garapan Hanung Bramantyo di film Kartini ini?

Mari kita saksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 19 April 2017!

Siapkan Operasi Militer, Perwira Kolinlamil Terima Sosialisasi PPKM

Seluruh perwira di jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) mendapat pencerahan tentang Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) yang disampaikan Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) Akmal, S.AP. di Gedung Laut Nusantara, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (16/3).
Menurut Asrena Pangkolinlamil yang baru saja selesai mengikuti Kursus Operasi Gabungan TNI mengatakan, kegiatan ini diadakan sebagai pembekalan bagi para perwira Kolinlamil berkaitan dengan akan digelarnya beberapa latihan ke depan, salah satunya adalah Latihan Posko Armada Jaya 2017 yang akan diselenggarakan di Kodiklatal Surabaya dalam waktu dekat ini, selain itu juga, PPKM dilaksanakan guna meningkatkan dan menambah wawasan para perwira tentang proses pengambilan keputusan militer dalam perencanaan operasi militer.

Dalam paparannya mantan Athan di Rusia ini menyampaikan bahwa di dalam PPKM atau Proses Pengambilan Keputusan Militer tersebut meliputi bagaimana, kapan, apa yang diputuskan, apa resikonya, dan konsekuensi dari keputusan tersebut, PPKM ini sangat penting, karena apa yang diputuskan pada tahap tersebut sangat menentukan rangkaian kegiatan selanjutnya.

Aplikasi PPKM pada Kolinlamil, diterapkan di dalam Opsgab TNI, dimana peran Kolinlamil adalah sebagai Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) yang bertugas melaksanakan Operasi Pendaratan Administrasi (Opsratmin) bagi Kogasratgab, selanjutnya Kogasgabratmin itu sendiri dalam melaksanakan Opsratmin tidak dapat berdiri sendiri karena merupakan kelanjutan dari Opsfib. Opsratmin pada dasarnya melaksanakan dukungan angkutan laut dan perlindungan linla bagi Kogasratgab dari Pangkalan awal ke DSA (tumpuan pantai). Maka PPKM Kogasgabratmin dalam merencanakan Opsratmin selalu dilaksanakan secara paralel dengan Komando Gabungan.

Menjadi Orang Tua Kartini: Christine Hakim

Siapa yang tidak kenal Christine Hakim?

Aktris kharismatis senior papan atas Indonesia ini sudah menjadi legenda tersendiri di dunia perfilman dan seni Tanah Air.

Selama lebih dari empat dekade berkarya di layar lebar, nama Christine Hakim telah menjadi jaminan mutu atas kualitas baik dari film yang dibintanginya. Hal ini terbukti dengan 7 Piala Citra yang sudah pernah diraihnya, terbanyak sepanjang sejarah sampai sekarang, termasuk Piala Citra khusus untuk Pencapaian Seumur Hidup (Lifetime Achievement Award) yang diraihnya tahun 2016 lalu.

Prestasi demi prestasi ini membuat Christine Hakim masih tetap terus berkarya, di saat banyak seniman di usianya sudah mulai mengurangi aktifitas mereka. Pesona Christine Hakim dalam memberi nafas kepada karakter yang dimainkannya masih tak tertandingi. Dan karya Christine sebagai aktris legendaris kali ini bisa kita saksikan dalam film Kartini, yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduseri Robert Ronny.

Dalam film Kartini, Christine Hakim mempunyai peran penting sebagai Ngasirah, ibu kandung Kartini.

Meskipun sudah cukup sering memerankan karakter yang diangkat dari kisah nyata, namun Christine mengakui bahwa memerankan karakter yang pernah ada dalam catatan sejarah itu tidaklah mudah.

“Membuat film sejarah itu secara tidak langsung seperti merekonstruksi skenario Tuhan. Saya punya tanggung jawab moral yang lebih besar, jauh lebih besar dibanding karya-karya lainnya. Itulah sebabnya saya perlu menapak tilas kehidupan Ngasirah, Kartini dan kelurga Sosroningrat sampai ke Jepara, Rembang, dan Kudus. Di samping itu, yang tidak kalah pentingnya, saya berusaha juga menapak tilas batin Ngasirah dan terutama Kartini.”

Persiapan Christine Hakim untuk film Kartini memang tidak main-main. Keseriusan Christine menyiapkan peran Ngasirah terlihat dari intensitas yang dijalaninya.

“Tugas saya sebagai aktor adalah memahami dan menghidupkan peran yang diberikan. Termasuk bagaimana peran itu hidup, bernafas dan berinteraksi dengan karakter yang lain. Saya mencoba menganalisa Ngasirah dengan memahami tokoh-tokoh yang ada di dalam kehidupan Ngasirah, seperti Kartini, Sosroningrat, bagaimana karakternya. Bagaimana Sosroningrat di mata saudara-saudaranya, di mata Bupati yang lain, di mata Belanda. Kemudian bagaimana Kartini, Kardinah, Kartono dalam kehidupan kesehariannya.”

Ini terlihat dari kesungguhan Christine Hakim dalam menyiapkan perannya sebagai Ngasirah, ibu kandung Kartini, untuk film Kartini, yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduseri Robert Ronny.

Untuk bisa menghidupkan peran Ngasirah, yang mungkin tidak banyak diketahui oleh banyak masyarakat Indonesia, persiapan Christine tidak tanggung-tanggung. Dia sempat tinggal di set bangunan yang memang dibangun khusus untuk film Kartini beberapa hari sebelum syuting. Dia ikut membersihkan rumah tersebut, dan berpakaian selayaknya Ngasirah di luar syuting.

Christine menambahkan, “Yang tersulit ketika memerankan Ngasirah adalah kompleksitas beliau sebagai anak seorang Kyai, lalu menjadi istri Bupati yang berdarah biru, walaupun sebagai istri pertama. Jadi sulit bagaimana menentukan di satu pihak, dia bukan pembantu, di lain pihak status sosialnya di dalam tradisi kehidupan yang harus dia jalani agak lebih tinggi sedikit dari pembantu.”

Riset yang dalam dan serius yang dilakukan Christine Hakim untuk peran Ngasirah dan tokoh-tokoh lain di film Kartini membuatnya semakin mengagumi Kartini.

“Dilema Kartini itu luar biasa besarnya. Bahwa pada akhirnya Kartini memilih untuk tinggal, tidak menerima beasiswa yang sudah dia dapatkan dari pemerintah Belanda, itu bukan kekalahan menurut saya, tapi itu suatu pilihan. Pilihan Kartini menurut saya tidak bisa dianggap sebagai kegagalan krn mempertahankan akar budaya bangsa juga penting. Bangsa yang tercabut dari akarnya, maka dia akan goyah.”

Ada perbedaan generasi antara Christine dan Hanung. Namun hal ini tidak menyurutkan kekaguman Christine terhadap Hanung dalam menyutradarai film Kartini.

“Ini pertama kali saya bekerja dengan mas Hanung. Jadi, saya punya PR untuk memahami bagaimana bekerjasama dengan mas Hanung. Bagaimana bisa seirama sebagai partner kerja dan membentuk sebuah kolaborasi yang baik, sehingga hasil filmnya pun juga bisa dinikmati dengan baik.”

Harmonisasi menjadi penting bagi Christine, terutama untuk film Kartini, karena ini adalah film besar dengan jumlah pemeran yang besar juga.

“Inilah tantangannya karena ada banyak sekali cast yang terlibat dalam film ini, jadi saya tidak bisa berpikir hanya untuk kepentingan saya sendiri. Tapi bagaimana caranya bisa menjadi sebuah orkestra yang harmoni. Yang saya syukuri dari pembuatan film ini, mas Hanung sangat terbuka untuk menerima masukan-masukan. Tentu saja masukannya tidak dari saya saja, tapi dari semua aktor atas peran mereka masing-masing, lalu kru dengan tingkat kesulitan masing-masing. Jadi, ini adalah sebuah ensemble, seperti sebuah orkestra yang konduktornya adalah mas Hanung, dan saya harus mengikuti irama itu. Karena kalau saya jalan dengan keinginan saya saja, nanti secara keseluruhan bisa melahirkan nada sumbang.”

Seperti apa hasil dari orkestrasi indah sebuah film Kartini ini?

Mari kita saksikan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 19 April 2017!