Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Metropolitan

KRI Tanjung Kambani 971 Sisir Pantai Utara Jawa

Usai melaksanakan embarkasi dari Batalyon Infateri 310/Kidang Kencana Kodam III Siliwangi, di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin sore (13/2) lalu. KRI Tanjung Kambani 971 dengan Komandan Letkol Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian, S.E. berlayar menyisir pantai utara pulau Jawa untuk mengangkut pasukan Batalyon 405/Surya Kusuma Kodam IV Diponegoro, yang mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini.
 
Pelayaran dari Jakarta menuju Semarang KRI Tanjung Kambani 971 menempuh pelayaran kurang lebih selama satu hari dengan jarak 245 Nm dengan kecepatan 10 Knot. Dan pelayaran dari Jakarta hingga ke Semarang berlayar dengan aman dan lancar karena didukung oleh cuaca yang bagus.
 
Untuk embarkasi pasukan dan material dari Batalyon 405/Surya Kusuma Kodam IV Diponegoro ini KRI Tanjung Kambani 971 sandar di dermaga pelabuhan umum tepatnya di dermaga Nusantara 3 Semarang.
 
Disini pasukan dari batalyon 405/Surya Kusuma diangkut sebanyak 447 personel berikut perlengkapan perorangan tiap prajurit dan kendaraan taktis.
 
Pemberangkatan Pasukan dari Batalyon 405/Surya Kusuma Kodam IV Diponegoro  bersama KRI Tanjung Kambani 971 dilepas langsung oleh Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi dari dermaga Nusantara 3 Semarang pada hari Kamis Sore (16/2).
 
Usai dari Semarang rencananya akan berlayar ke Surabaya untuk mengangkut pasukan dari Batalyon 503/Mayangkara Kodam V Brawijaya.

Kasum TNI : Pengadaan Alkomlek TNI Berdayakan Industri Dalam Negeri

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., mengatakan bahwa, proses pengadaan Alat Komunikasi dan Elektronika (Alkomlek) TNI, baik dalam rangka modernisasi maupun pemenuhan Alkomlek satuan, agar memperhatikan faktor interoperabilitas, transparansi, akuntabilitas, tepat guna dan berdaya guna dengan memberdayakan industri dalam negeri.

 
Demikian amanat tertulis Kasum TNI yang dibacakan Inspektor Jenderal (Irjen) TNI Letjen TNI Setyo Sularso pada pembukaan Rapat Koordinasi Komunikasi dan Elektronika (Rakor Komlek) TNI TA. 2017,  dengan tema  Melalui Rakor Komlek TNI Dan Semangat Kebersamaan, Kita Mantapkan Interoperabilitas Komlek TNI Guna Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Profesional dan di Cintai Rakyat”, yang diikuti 70 peserta , bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/2/2017).
 
Kasum TNI menyampaikan bahwa, Sistem Komunikasi dan Elektronika (Siskomlek) di lingkungan TNI untuk mendukung kelancaran tugas pokok TNI, khususnya dalam menjamin kelancaran dan keamanan Kodal TNI secara komprehensif,  baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP). “Tingkatkan efektivitas peran Siskomlek melalui berbagai program pengkajian, Litbang maupun diskusi/sharing, baik dikomuniti internal Komlek TNI maupun non TNI,” ucapnya.
 
Menurut Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, produk Komlek TNI yang dihasilkan tidak hanya mendukung kelancaran tugas TNI, namun lebih pada mendorong perkembangan industri pertahanan agar menjadi kekuatan yang membanggakan di mata dunia. “Upaya untuk mewujudkan interoperability Komlek TNI harus terus dibina dan ditingkatkan, sehingga diperoleh Siskomlek yang handal,” tegasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Kasum TNI menyampaikan bahwa Rakor Komlek TNI memiliki nilai strategis untuk mengevaluasi realisasi program yang telah dilaksanakan dan menyampaikan kebijakan Pimpinan TNI dibidang Komlek, juga sebagai sarana untuk menyamakan visi, misi dan persepsi dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas TNI pada TA  2017.
 
Lebih lanjut Kasum TNI menuturkan bahwa, pelaksanaan tugas-tugas yang bersifat gabungan tidak hanya dilaksanakan antar matra, tetapi juga antara TNI dengan Polri maupun dengan instansi lain. “Hal ini terlihat dalam tugas pengamanan daerah rawan, daerah perbatasan, menghadapi aksi demonstrasi berskala besar, pengamanan VVIP, penanggulangan bencana alam atau search and rescue (SAR), dalam pelaksanaannya dituntut kelancaran komunikasi kodal dan koordinasi dengan unsur terkait,” jelasnya.
 
Diakhir amanatnya, Kasum TNI memberikan beberapa penekanan yaitu : Tingkatkan profesionalitas komunitas Komlek TNI dengan cara berlatih serta selalu belajar dan membuka diri terhadap kemajuan teknologi yang berkembang pesat saat ini; Hilangkan ego sektoral yang dapat mengganggu terselenggaranya interoperabilitas Komlek TNI dalam pelaksanaan tugas; Pelihara  koordinasi yang intensif antar seluruh pemangku kepentingan Komlek TNI guna mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi dan  laksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa secara transparan, akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku serta dapat dipertanggungjawabkan.
 
Turut hadir pada Rakor Komlek TNI, antara lain Danjen Akademi TNI Letjen TNI Bayu Purwiyono, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar H. Hutagaol, Wakabais TNI Marsda TNI Wieko Syofyan, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto dan Kas Kohanudnas Marsma TNI Tamsil.

Pangkolinlamil Pastikan Kesiapan Operasi KRI Mentawai 959

Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Pertama TNI Agung Prasetiawan, M.AP. melakukan inspeksi ke KRI Mentawai 959 yang sandar di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (9/2). Dalam inspeksi tersebut, Pangkolinlamil didampingi para Asisten Pangkolinlamil, para Kasatker terkait, Komandan Satlinlamil Jakarta dan Komandan KRI Mentawai 959.

 
Pengecekan ini dilaksanakan untuk mengetahui secara langsung dan memastikan kesiapan KRI Mentawai 959 dalam mendukung tugas-tugas operasi lintas laut militer dan tugas operasi laut lainnya.
KRI Mentawai 959, jenis kapal perang Bantuan Umum (BU) diproduksi di Hongaria tahun 1964, memiliki spesifikasi panjang 74,54 meter dan lebar 11,30 meter.
 
KRI Mentawai 595 masuk jajaran TNI Angkatan Laut pada tanggal 1 September 1964 dan dioperasikan oleh Kolinlamil sejak tahun 1975. Kapal perang ini memiliki bobot berat 1.301 DWT dan awalnya mampu mengangkut 850 ton dan personel dengan fasilitas 250 pasukan dengan kelengkapan perorangan lainnya memiliki kemampuan menempuh kecepatan maksimal 11,5 knot/jam. Namun dengan kondisi usianya saat ini kemampuan awalnya tentunya sudah berkurang masih bisa mendukung tugas operasi.
 
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Kolinlamil menyampaikan arahannya kepada Komandan KRI Mentawai 959 Mayor Laut (P) Homa Sugama agar tetap menjaga kesiapan kapal perang, terus bangun semangat anak buah dan rasa bangga sebagai pengawak KRI serta jadikan landasan yang kuat dalam melaksanakan tugas pokok.
 
“Jaga dan operasionalkan kapal ini sebaik-baiknya. Tetap semangat dan tumbuhkan terus rasa bangga sebagai prajurit KRI Mentawai 959, tingkatkan kesiapsiagan pelaksanaan purba jaga” tegas Panglima mengarahkan.
 
Ditambahkan pula, bahwa KRI Mentawai 959 yang telah banyak memberikan sumbangsih bagi negara dalam melaksanakan dukungan operasi militer baik Operasi Militer Perang dan Operasi Militer Selain Perang harus terus dipelihara dan dirawat.
 
“Anggaplah kapal ini seperti rumah sendiri bagi para pengawaknya, Komandan sebagai pemilik rumah ini” ujar Panglima.
 
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama terkait dengan kerawanan akan bahaya kebakaran dan kebocoran, Pangkolinlamil juga mengingatkan agar prajurit yang melaksanakan jaga untuk melakukan pengecekan secara terus-menerus.
 
“Waspadai bahaya kebakaran dan kebocoran, selalu utamakan zero accident” kata Panglima.
 
Operasi pergeseran pasukan dan material merupakan salah satu tugas dan fungsi Kolinlamil sebagai pembina kemampuan sistem angkutan laut militer, dengan menyelenggarakan pergeseran pasukan TNI yang meliputi personel, peralatan dan perbekalan, baik yang bersifat administratif maupun taktis strategis.

Letkol Laut Whisnu Kusardianto Dikukuhkan Sebagai Komandan KRI BAC 593

Jabatan Komandan KRI Banda Aceh 593 dikukuhkan kepada Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto, S.E., M.H. dalam berlangsung dalam upacara militer dipimpin Komandan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta Kolonel Laut (P) Sigit Santoso di Geladak Heli KRI Banda Aceh-593, Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (8/2).

Komandan KRI Banda Aceh 593 yang baru, Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto, S.E., M.H. merupakan perwira lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 43 tahun 1997, yang sebelumnya menjabat sebagai Ka TU Smin Kasum TNI. Berbagai jabatan di Kapal perang telah diembannya diantaranya Palaksa KRI Tjiptadi 381, Palaksa KRI Lambung Mangkurat 874, Komandan KRI Teluk Sangkulira 542 dan Komandan KRI Mandau 621.
 
Komandan Satlinlamil Jakarta mengatakan jabatan Komandan KRI merupakan jabatan yang sangat strategis dengan memiliki kewenangan serta power yang sangat luas. Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan untuk menjadi komandan KRI, jangan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
 
Lebih lanjut, Dansatlinlamil Jakarta juga menekankan pentingnya wawasan kepemimpinan saat ini yang sangat diperlukan, terlebih lagi di masa yang akan datang.
 
“Khusus bagi seorang Komandan harus mengetahui, menguasai, dan memahami kondisi peralatan dan kondisi seluruh anak buahnya dengan segala permasalahan yang ada pada diri mereka. Hendaknya seorang komandan dapat dijadikan sebagai guru, bapak juga sekaligus atasan. Oleh karena itu bersikaplah dewasa, arif, dan bijaksana,” ujarnya.
 
Sementara itu Panglima Kolinlamil Laksma TNI Agung Prasetiawan, M.AP. yang menyempatkan hadir dalam acara serah terima jabatan tersebut, menyampaikan pesan kepada seluruh prajurit khususnya awak KRI Banda Aceh 593 untuk selalu gembira dan senang dalam melaksanakan tugas, setiap permasalahan yang dihadapi agar tidak menjadi halangan dalam melaksanakan tugas.
 
“Senyum dan gembira dalam bertugas, itu salah satu kunci kesuksesan dalam menjalankan tugas. Meskipun kita ada permasalahan, lupakan sejenak untuk turut dalam kegembiraan dan semangat. Baik Komandan maupun anak buah berusahalah untuk selalu bergembira” ujar Panglima berpesan.
 
KRI Banda Aceh-593 adalah buatan PT PAL yang diluncurkan pada tahun 2010. Kapal tersebut diproduksi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
 
Kapal perang ini dibangun dengan menggunakan konstruksi lambung ganda (double bottom), Untuk memudahkan manuver, dan dilengkapi bow thruster yang berfungsi memecah gelombang.
 
KRI Banda Aceh 593 digunakan untuk menunjang tugas dan operasi Komando Lintas Laut Militer di antaranya untuk Landing Craft Carrier, pendaratan pasukan, operasi amfibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, tactical vehicle 13 unit, total embarkasi 507 personel. Selain itu, operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus-menerus .
 
KRI Banda Aceh 593 telah teruji, mulai dari kecepatan kapal, stabilitas kapal dan kemampuan berlayar. Hasil uji coba cukup memuaskan. Pada saat uji coba dilakukan kecepatan kapal mencapai 15,2 knots, padahal dalam kontak ditetapkan 15,0 knots.

Danlantamal III Resmikan Kantor Posmat TNI Al Sunda Kelapa

Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta  Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H., meresmikan kantor Posmat TNI AL Sunda Kelapa di Jl. Tongkol RT.10 RW.10 Kel. Ancol Jakarta Utara, Rabu  (08/02).

Dalam sambutannya Danlantamal III menyampaikan bahwa Lantamal III memiliki tugas pokok menyelengarakan dukungan logistik dan administrasi kepada satuan-satuan operasional TNI Angkatan Laut, melaksanakan kegiatan Patroli Keamanan Laut Terbatas, Pembinaan Teritorial Matra Laut (Bintermatra) dan Pembinaan Potensi Maritim Nasional menjadi Kekuatan Pertahanan di Bidang Maritim (Binpotnaskuatmar). Selain itu Lantamal III juga merupakan tempat pemangkalan bagi unsur-unsur Koarmabar maupun unsur-unsur TNI Angkatan Laut yang akan beroperasi di wilayah Barat Indonesia khususnya wilayah kerja Lantamal III dan melaksanakan tugas-tugas lainnya yang bersifat kewilayahan serta tugas berdasarkan kebijakan Kasal.

 “Selain melaksanakan tugas tersebut, Lantamal III menggelar pangkalan sampai dengan elemen terkecil dalam strata gelar pangkalan TNI AL yaitu Pos TNI Angkatan Laut. Pos TNI AL adalah lini terdepan dari Pangkalan TNI AL di satu wilayah yang akan sangat mewarnai persepsi dan penilaian masyarakat terhadap TNI AL, termasuk juga dalam keberhasilan tugas-tugas TNI AL, yang merupakan kepanjangan tangan , mata dan telinga dalam melaksanakan fungsi pengamatan dan pengamanan TNI AL.

Peresmian kantor Posmat Sunda Kelapa ini, diharapkan akan lebih meningkatkan kinerja personel Posmat agar selalu peka terhadap dinamika kehidupan masyarakat dan dapat memberi kontribusi nyata bagi pengembangan daerah setempat sesuai dengan tugas pokok TNI AL yang turut memegang peranan penting dalam membangun kekuatan pertahanan serta lebih meningkatan kordinasi dan kerjasama dengan pihak pihak terkait termasuk masyarakat sekitar untuk menghindari konflik,” kata Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H.

Selesai kata sambutan, acara peresmian penjagaan kantor Posmat Sunda Kelapa  dilanjutkan penandatanganan Prasasti oleh Danlantamal III,  pengguntingan pita, peninjauan kantor Posmat Sunda Kelapa, dan pembacaan doa, kemudian  diakhiri dengan acara ramah tamah serta penyerahan bingkisan kepada anak yatim dari Yayasan Al- Islam  Sunter.

Hadir pada acara peresmian tersebut Wadan Lantamal III Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E, para Asisten Danlantamal III, para Kadis/Kasatker di jajaran Lantamal III,  Direktur PT Mandiri Jaya Sukses Roby Salim, Lurah Ancol yang diwakilkan Sekkel Dadag Tunggul B, para tokoh masyarakat Sunda Kelapa, Danposmat TNI AL Sunda Kelapa Peltu Kom Suwardi beserta 6 anggotanya yang akan menempati Pos tersebut.

Panglima TNI Terima Kunjungan Kasad Republik Korea di Mabes TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Republik Korea, General Jang Jun-Gyu di Mabes TNI, Cilangkap,  Jakarta Timur, Senin (6/2/2017). Kunjungan Kasad Republik Korea dan rombongan ke Indonesia atas undangan dari Kepala Staf Angkatan Darat untuk mempererat hubungan dan kerjasama antara Angkatan Bersenjata kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI menyampaikan, hubungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Republik Korea sangat penting untuk terus ditingkatkan dengan menjalin kerjasama yang erat dalam berbagai kegiatan, khususnya di bidang intelijen, yang dapat memantau gerakan teroris masuk ke wilayah Asia Tenggara, seperti masuknya ISIS ke wilayah Philipina Selatan.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, melalui kerja sama yang erat, akan memberi dampak positif bagi peningkatan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan, serta profesionalisme prajurit guna mendukung pelaksanaan tugas Angkatan Darat kedua negara. “Untuk itu, Angkatan Bersenjata  antara kedua negara dapat terus mengeksplorasi potensi kerja sama khususnya pada aspek pengembangan sumber daya manusia keprajuritan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasad Republik Korea mengatakan melalui peningkatan kerjasama kedua Angkatan Bersenjata, telah membawa kontribusi nyata bagi upaya untuk menjaga perdamaian di kawasan semenanjung Korea. Republik Korea khususnya militer sangat berterima kasih atas peran Indonesia selama ini, dalam mendukung adanya perdamaian di kawasan tersebut.

Dalam menyikapi maraknya aksi teroris di berbagai kawasan Asia Tenggara, Kasad Republik Korea mendukung adanya upaya untuk memerangi aksi teroris dalam menjaga kawasan yang aman. Oleh karenanya, perlu adanya kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata baik Indonesia maupun Republik Korea  di bidang pertukaran intelijen dan kerjasama pelatihan pasukan dalam menangani aksi terorisme.

 Dalam rangkaian kunjungannya di Indonesia, Kasad Republik Korea selain berkunjung ke Mabes TNI juga melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan RI di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, Aspam Kasad Mayjen TNI Rudy Yulian Huliselan, Asops Kasad  Mayjen TNI George Elandus Supit, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos. dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko W. Sedangkan Delegasi Korea, Sekretaris Staf General MG KOO Jaeseo, dan Athan Republik Korea di Jakarta  Colonel Park Pil Seung.

 

Bakamla RI Siap Wujudkan Instansi Maritim Yang Profesional

Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. secara resmi membuka acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penyusunan Grand Design untuk Mewujudkan Bakamla RI yang Profesional”, di Ruang Serba Guna Kantor Pusat Bakamla RI Jalan Dr. Sutomo No. 11 Jakarta Pusat, Selasa (31/01/2017).

Acara ini sebagai ajang diskusi interaktif guna memperoleh masukan-masukan yang berharga bagi kesempurnaan penyusunan Grand Design Bakamla RI. Sesuai Perpres Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 dalam rangka mempercepat tata kelola pemerintahan yang baik, perlu dilakukan reformasi birokrasi diseluruh Kementerian/Lembaga/Daerah (K/L/D) melalui pembuatan Grand Design, sehingga sangat penting bagi Bakamla RI untuk segera mewujudkan satu Grand Design yang dapat menjawab tantangan permasalahan dan pembangunan kelautan Indonesia yang berkaitan dengan tugas fungsi Bakamla RI.

Sesuai UU Nomor 32/2014 bahwa Bakamla RI bertugas melaksanakan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan yurisdiksi Indonesia. Berkaitan dengan tugas tersebut, maka Bakamla RI menjalankan peran untuk ikut serta mewujudkan arah kebijakan pembangunan kelautan dibidang pengamanan wilayah dan aset laut/maritim Indonesia. Mengingat potensi sumber daya dan kekayaan maritim nasional yang perlu dijaga serta kewajiban untuk memenuhi hak rasa aman bagi pelayaran masyarakat maritim nasional dan internasional, maka upaya mewujudkan keamanan laut menjadi upaya prioritas.

Hal ini sebagaimana yang dikatakan Kepala Bakamla RI dalam sambutannya:“Konsep Keamanan Laut mencakup empat aspek, yakni secure, yaitu perasaan bebas dari gangguan fisik dan psikis; surety, yaitu perasaan bebas dari kekhawatiran; safety, yaitu perasaan terlindung dari segala bahaya; dan peace, yaitu perasaan damai lahir dan batin”.

Lebih lanjut pimpinan tertinggi Bakamla RI itu menyatakan : “berdasarkan dinamika yang ada dalam penegakan hukum di laut, maka diperlukan suatu upaya untuk menyusun rancangan Bakamla RI di masa depan dalam bentuk Grand Design, agar pengembangan dan pembaruan Bakamla RI menjadi terarah dan sesuai yang diharapkan pemerintah dan masyarakat”.

Paparan tentang Grand Design Bakamla RI disampaikan oleh Plt. Direktur Data dan Informasi Bakamla RI Kombes Pol Drs. E. Brata Mandala. Hadir sebagai nara sumber antara lain Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi akuntabilitas aparatur, dan Pengawasan Kemenpan RB Drs. Teguh Widjinarko, M.P.A. yang membawakan materi tentang Pembangunan Bakamla Yang Profesional serta Kasubdit Bidang Pertahanan Kementerian PPN/Bappenas Ir. Gunarta, M.E. yang menyampaikan paparan tentang Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan Keamanan Laut.

Selain itu hadir pula para penasehat Bakamla RI selaku pemateri yaitu, Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi, Mayjen TNI (Purn) R. Adang Ruchiatna P membawakan materi tentang Peranan Bakamla dalam Koordinasi Lintas Sektor Kemaritiman, dan Prof. Dr. Rokhmin Dahuri dengan materi Desain Fungsi dan Peran Bakamla yang Produktif, Efisien, Efektif dan Tangguh.

Acara yang dipandu oleh moderator ternama yang sehari-hari sebagai Dosen Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Dr. Novi Indah Earlyanti dihadiri oleh Sestama dan Para Deputi, Para Kepala Zona Maritim, para pejabat Eselon II dan tim penyusun Grand Design Bakamla RI.

Lantamal III Tertibkan Rumah/ Tanah Negara TNI AL di Sunter Kodamar

Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta melaksanakan penertiban rumah/tanah negara (kavling) di Komplek TNI Angkatan Laut  Sunter Kodamar, Jakarta Utara, Kamis (12/01) malam hari.

Menurut Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana, SH., akan melaksanakan penertiban rumah/tanah negara TNI AL yang ada di wilayah Lantamal III Jakarta secara bertahap dan berlanjut, yang dimulai dari Komplek TNI AL di Sunter.

“Sasaran pengecekan tersebut selain menertibkan orang-orang yang  tidak berhak tinggal di rumah/tanah negara terutama mereka yang kos dan kontrak, juga upaya mencegah peredaran narkoba dan mencegah terjadinya pelanggaran hukum,” kata Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana, SH.

Sebelum dilaksanakan penertiban terlebih dahulu dilaksanakan pendataan serta sosialisasi terhadap warga komplek melalui Surat Edaran kepada RT/RW di komplek setempat.

Dalam waktu sekitar 3 jam, tim penertiban Lantamal III yang terdiri dari Provost, Sintel, Diskum, Disminpers, Yonmarhanlan dan Dispen mendapati sekitar 48 orang yang kos dan kontrak di Komplek TNI AL Sunter.  Terhadap penghuni yang tidak berhak tinggal di sana itu  kemudian dilakukan pendataan dan diberi peringatan supaya segera pindah dan mencari rumah kos atau kontrakan di tempat lain. Ironisnya ada anggota TNI AL aktif berpangkat Sertu yang kontrak di rumah/tanah negara yang dihuni pensiunan.

Lantamal III berupaya menekankan kembali kepada penghuni rumah/tanah negara (kavling) untuk mentaati peraturan. Sesuai dengan Surat Edaran Kasal Nomor : SE/01/VII/2003 Tanggal 31 Juli 2003 tentang Penjelasan Surat Keputusan Kasal Nomor: Skep/344/II/2003 Tanggal 24 Februari 2003 tentang Peraturan Pokok Perumahan Dinas TNI AL.

Dalam Surat Edaran Kasal tersebut terdapat ketentuan bagi penghuni untuk  tidak menggunakan rumah/tanah negara untuk keperluan bukan sebagaimana mestinya antara lain tempat usaha, kantor kegiatan partai dan sebagainya, serta tidak menyewakan dan menjual kepada orang lain.

Kaskolinlamil Pimpin Apel Khusus dan Olahraga Bersama dengan Prajurit Jajaran Satlinlamil Surabaya

Kepala Staf Komando Lintas Laut Militer (Kaskolinlamil) Laksamana Pertama TNI R. Edi Surjanto, S.E., M.M. melaksanakan apel khusus dan dilanjutkan dengan olahraga bersama dengan prajurit jajaran Satlinlamil Surabaya yang berlangsung di lapangan apel Mako Satlinlamil Surabaya, Jumat (13/1).
 
Pelaksanaan apel khusus ini, sebagai bentuk perhatian pemimpin kepada bawahannya untuk menyampaikan informasi penting yang datang dari Komando atas di awal tahun dan kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2017 untuk didengarkan dan dilaksanakan oleh seluruh anggota. Selain itu, pelaksanaan apel khusus ini bertujuan sebagai bentuk pengawasan dan pemberian motivasi kepada anggota dalam membina hubungan kerja yang harmonis antara pimimpin dengan bawahan, baik hubungan sebagai atasan kepada bawahan, maupun sebagai mitra kerja dengan kehadiran pemimpin di tengah-tengah prajuritnya.
 
Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Surabaya adalah salah satu satuan operasi pelaksana Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang berkedudukan di Surabaya yang dipimpin oleh perwira berpangkat Kolonel, dan satu satuan lagi adalah Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta yang bermarkas di Tanjung Priok di Mako Kolinlamil.
 
Saat menyampaikan amanat Panglima Kolinlamil, Kepala Staf Kolinlamil mengatakan bahwa Apel khusus awal tahun 2017 ini menandai pelaksanaan rangkaian kegiatan yang sudah diprogramkan pada tahun anggaran 2017 dan evaluasi program yang telah dilaksanakan pada tahun 2016 terutama tugas yang belum terlaksana secara optimal sehingga pada tahun 2017 pelaksanaannya lebih baik lagi.
 
Kolinlamil kedepan berupaya meningkatkan kemampuannya sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan strategis baik alutsistanya maupun personel yang mengawakinya, saat ini kolinlamil menghadapi suatu kenyataan bahwa unsur KRI yang dimiliki sebagian besar sudah berumur sehingga dapat mempengaruhi optimalisasi kegiatan operasi.
 
Berkenaan dengan hal tersebut Panglima Kolinlamil mengharapkan agar seluruh warga Kolinlamil baik Satuan maupun operasional serta dukungan keterminalan mampu meningkatkan kualitas dan menunjukkan kinerja yang baik guna menjaga, serta dapat mempertahankan kemampuan alutsista Kolinlamil.
 
Sebelum apel khusus dilaksanakan diawali dengan kegiatan apel pagi oleh Wakil Komandan Satlinlamil Surabaya Letkol Laut (P) Sapta Raharja untuk mengecek kesiapan dan kelengkapan kehadiran anggota. Kemudian setelah apel khusus selesai dilanjutkan dengan kegiatan olehraga bersama, Kaskolinlamil dengan seluruh prajurit jajaran Satlinlamil Surabaya melaksanakan senam dan lari mengelilingi Mako Satlinlamil Surabaya.
 
Pada kesempatan tersebut, Kaskolinlamil juga menyaksikan penampilan olahraga beladiri Real Fighter khas Satlinlamil Surabaya dan kegiatan Lomba tarik tambang yang diawali pertandingan antara Tim Perwira Staf dipimpin Aspers Pangkolinlamil berhadapan dengan Tim Perwira KRI dipimpin Dan Satlinlamil Surabaya. Kemudian dilanjutkan dengan lomba tarik tambang antar unsur KRI dengan Staf Mako Satlinlamil Surabaya.
 
Lomba ini dilaksanakan untuk membina jiwa korsa atau rasa kebersamaan para prajurit dalam menghadapi setiap tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka. Selain itu juga sebagai bagian dari upaya pembinaan personel dalam membina kondisi fisik yang selalu prima.
 
Hadir dalam apel khusus Aspers Pangkolinlamil, Dansatlinlamil Surabaya, Pamen Staf, Komandan unsur KRI yang berada dipangkalan serta seluruh Perwira staf/unsur KRI, Bintara, Tamtama dan PNS.

Asops Pangkolinlamil: Prosedur Kamla Harus Dikuasai Perwira

TNI Angkatan Laut yang memiliki wilayah tugas di laut, mengendalikan dan menjaga wilayah laut indonesia mengemban tiga peran yaitu peran militer, peran polisionil dan peran diplomasi. Pada peran Polisionil oleh undang-undang TNI Angkatan Laut diberi kewenangan untuk melakukan penegakkan hukum dan menjaga keamanan di laut. Hal ini disampaikan Asisten Operasi (Asops) Pangkolinlamil Kolonel Laut (P) P. Rahmad Wahyudi, S.E, memberikan pengarahan kepada para perwira di lingkungan Kolinlamil, di Gedung Laut Natuna, Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/1).

 
Lebih lanjut Asops menjelaskan bahwa Konvensi PBB tahun 1982 tentang Hukum Laut Internasional (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS 1982) telah diratifikasi oleh Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 secara yuridis formal memberikan kewenangan penegakan hukum bagi kapal perang terhadap berbagai bentuk tindak pidana yang dilakukan di dan atau lewat laut, terutama kejahatan yang bersifat trans nasional.
 
Demikian juga Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia memberikan tugas kepada TNI Angkatan Laut sebagai penegak hukum dan menjaga keamanan di laut sebagaimana tercantum pada pasal 9. Adapun salah satu bagian dari upaya penegakan hukum di dan atau lewat laut adalah kegiatan penyidikan. Oleh sebab itu para perwira harus menguasai prosedur keamanan laut (Kamla) agar tidak ada keragu-raguan dalam melaksanakan tugas.
 
Persepsi TNI Angkatan Laut tentang keamanan adalah Laut bebas dari ancaman kekerasan (pembajakan, perampokan, sabotase obyek vital, bahaya ranjau dan teror), Laut bebas dari ancaman navigasi (sarana navigasi yang memadai); Laut bebas dari ancaman terhadap sumber daya laut (pencemaran dan perusakan ekosistem laut); Laut bebas dari ancaman pelanggaran hukum (illegal fishing, illegal logging, migran dan penyelundupan), jelas Asops menambah wawasan para perwira.
 
Asops juga mengingatkan bahwa seluruh perwira untuk terus belajar dan berlatih. Membaca referensi yang mengatur tentang pelaksanaan tugas TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan penegakkan hukum di laut selaku penyidik Tindak Pidana Tertentu di Laut secara profesional dan proporsional sesuai dengan ketentuan Hukum Laut Internasional maupun Hukum Nasional agar tidak terjadi kekeliruan prosedur.
 
Dalam melakukan proses penangkapan terhadap sebuah kapal yang dicurigai melakukan pelanggaran di laut dilaksanakan sesuai tahap-tahap prosedur sebagai berikut; Kenali obyek/dicurigai, lakukan pengejaran, selanjutnya laksanakan penghentian dan laksanakan pemeriksaan (kapal, muatannya, personelnya/ABK dan kelengkapan dokumen), bila menemukan bermasalah lakukan penangkapan dan bawa ke pangkalan TNI Angkatan Laut terdekat untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjutan.
 
Pada saat membawa ke pangkalan TNI Angkatan Laut terdekat ada cara yang dilakukan yaitu dengan Ad Hoc dan melakukan pengawalan/gandeng hingga ke pangkalan dengan mempertimbangkan faktor-faktor keamanan.
 
Mengakhiri pengarahannya dan untuk menambah kemampuan para perwira dalam melaksanakan, Asops menyampaikan beberapa referensi yang dapat digunakan untuk menambah wawasan dan profesionalisme untuk dipelajari, diantaranya; Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP jo Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan KUHAP.; Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1983 tentang  Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI).; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan UNCLOS 1982.; Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya.; Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia.; Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup.; Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.; Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004  tentang Tentara Nasional Indonesia.; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.; dan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara.