Suku Bunga KUR Bakal  Turun Jadi  7 persen, Pengusaha Pemula Bisa Mengakses

Suku Bunga KUR Bakal  Turun Jadi  7 persen, Pengusaha Pemula Bisa Mengakses

Guna pencapaian target dan perluasan penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) serta untuk mengakomodir permintaan pelaku usaha, pemerintah melalui Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) sedang menyusun konsep perubahan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang Pedoman More »

Panglima TNI : Jenderal Soedirman Sosok Sederhana dan Dekat Prajurit

Panglima TNI : Jenderal Soedirman Sosok Sederhana dan Dekat Prajurit

Dalam rangka HUT ke-72 TNI tahun 2017,  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad, Kasal dan Kasau melaksanakan ziarah ke makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta, Jawa Tengah, Selasa (19/9/2017). More »

Tingkatkan Kinerja di Daerah, LPDB KUMKM Jalin Kemitraan dengan DPD

Tingkatkan Kinerja di Daerah, LPDB KUMKM Jalin Kemitraan dengan DPD

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) pada Kemenkop dan UKM selalu berusaha membantu koperasi dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan More »

Kemenkop dan UKM Komit Bangun Infrastruktur Akses Permodalan bagi Pelaku UKM di Daerah

Kemenkop dan UKM Komit Bangun Infrastruktur Akses Permodalan bagi Pelaku UKM di Daerah

Sumber daya Koperasi dan UMKM mempunyai peran yang sangat besar dalam memajukan perekonomian nasional. UMKM telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 60,34%. Kemampuan dalam menyerap More »

Panglima TNI : Pegang Teguh Nilai-Nilai Budaya dan Pancasila

Panglima TNI : Pegang Teguh Nilai-Nilai Budaya dan Pancasila

Pancasila sebagai Ideologi Negara sudah final, siapapun tidak boleh merubahnya, jika ada yang mengajak untuk merubahnya jangan dipercaya dan jangan diikuti, itu adalah pengkhianat bangsayang akan mencelakakan bangsa Indonesia. Untuk itu, tetap memegang teguh nilai-nilai budaya dan Pancasila.   More »

 

Category Archives: Nasional

Indonesia dorong OKI untuk bekerja sama mencari penyelesaian Krisis masalah Rohingya di Myanmar

Indonesia prihatin dan menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar dan berkomitmen untuk terus mengatasi krisis kemanusiaan di Rakhine State tersebut, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan masyarakat internasional.

Kemitraan Untuk Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Delegasi Indonesia akan menyampaikan laporan dan melakukan dialog dengan Komite Pekerja Migran PBB di Jenewa, 5-6 September 2017. Semangat kemitraan dengan pemangku kepentingan terkait, khususnya masyarakat sipil merupakan salah satu pesan yang akan digaungkan oleh Delegasi Indonesia dalam dialog tersebut. Kemitraan tersebut telah dikedepankan tidak hanya dalam penyiapan laporan namun juga dalam tindak lanjut pelaporan, khususnya dalam implementasi rekomendasi Komite nantinya.

Menlu RI: De-eskalasi Ketegangan di Rakhine State menjadi Prioritas

“Upaya untuk de-eskalasi situasi di Rakhine State harus menjadi prioritas utama bagi otoritas keamanan di Myanmar”, demikian disampaikan oleh Menlu RI, Retno Marsudi dalam Pertemuan dengan Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior  U Min Aung Hlaing.

Ketika Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Samoa Terpesona dengan Indonesia

Sebagai tindak lanjut kunjungan Delegasi Indonesia ke Samoa, Hon. Afamasaga Lepuiai Rico Tupai, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Samoa dan rombongan melakukan kunjungan ke Jakarta untuk menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72 di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus 2017. Hon. Tupai berkesempatan mengucapkan selamat HUT RI ke-72 langsung kepada Presiden Joko Widodo.

Sebagai rangkaian kegiatan delegasi Samoa dari tanggal 16 – 20 Agustus 2017 ini, Hon. Tupai juga melakukan pertemuan dengan berbagai pejabat Pemerintah Indonesia, di antaranya Wakil Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, pengelola Jakarta Smart City dari Pemprov DKI, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, pengusaha Chairul Tanjung, dan beberapa pengusaha Small and Medium Enterprises (SMEs), terutama penghasil keripik cassava dan umbi-umbian.

Kunjungan delegasi Samoa kali ini ternyata telah membuat Hon. Tupai terpikat dan terpesona terhadap perayaan kemerdekaan dan pembangunan Jakarta.

Kunjungan ini sangat bermakna bagi Indonesia karena Samoa kerap menunjukkan sikap yang mendukung dan menghargai kedaulatan negara Indonesia. Hubungan bilateral Indonesia dengan Samoa juga cukup erat. Pada tanggal 9 Agustus 2017, Hon. Leuatea Polataivao Fossie Schmidt Laauli, Menteri Pertanian dan Perikanan Samoa bertemu dengan Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI dan menghasilkan inisiatif kerjasama bidang pertanian meliputi suplai beras dari lahan pertanian di Indonesia Timur maupun pelatihan peningkatan kapasitas petani dan petugas pertanian.

Di samping kerjasama pertanian, kerjasama teknik Indonesia-Samoa juga meliputi bidang inkubator UKM, ecotourism, penanggulangan bencana, workshop on dispute settlement mechanism on investment, dan Bandung Spirit Program.

Samoa merupakan negara pertama di Pasifik yang mendapat kemerdekaan dari Selandia Baru (1 Januari 1962). Sumber pemasukan terbesar perekonomian Samoa adalah bantuan luar negeri di mana Selandia Baru merupakan salah satu donor. Guna meningkatkan pembangunan ekonomi, pemerintah Samoa mencanangkan Strategy for Development of Samoa 2016 – 2020 yang fokus pada pembangunan berkelanjutan dan inklusif serta ICT.

Pada tahun 2017 – 2018, Samoa akan memegang keketuaan Pasific Islands Forum (PIF) dan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi para kepala negara di wilayah Pasifik di Apia pada tanggal 4 – 8 September 2017. Hubungan baik dengan Samoa perlu tetap dipelihara karena pengaruhnya yang perlu diperhitungkan terhadap negara-negara di Pasifik. PIF sendiri merupakan forum kawasan terbesar di Pasifik yang  beranggotakan 18 negara anggota. Indonesia sendiri sudah diterima menjadi mitra wicara PIF sejak tahun 2001.

Pada tahun 2021, Samoa akan menjadi hub bagi ICT connectivity untuk negara-negara Pasifik Selatan.

Bakamla RI Hadiri Pertemuan Bilateral RI-Malaysia di Jakarta

Indonesia menjadi tuan rumah pada acara pertemuan ke-15 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI-Malaysia yang diselenggarakan di Jakarta. Bakamla RI mengirimkan perwakilannya, Kasi Bilateral dan Regional Fenny Sefhirany, S.S. untuk menghadiri Senior Official’s Meeting (SOM), yang merupakan salah satu agenda pertemuan JCBC, di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017).

JCBC merupakan pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri RI dan Menteri Luar Negeri Malaysia yang akan membahas perkembangan isu kerja sama bilateral, pending issues, dan isu regional lainnya di berbagai bidang yang menjadi perhatian bersama kedua negara. Pertemuan sebelumnya, yaitu JCBC ke -14 telah dilaksanakan pada 9-10 Oktober 2015 silam di Kuala Lumpur Malaysia.

Kehadiran Bakamla RI dalam Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (SOM) tersebut adalah terkait Implementation of The Memorandum of Understanding in Respect of The Common Guidelines Concerning Treatment of Fisherman by Maritime Law  Enforcement Agencies of the Republic Indonesia and Malaysia.

Pada tingkat SOM, delegasi RI dipimpin Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Dr. Desra Percaya. Sedangkan delegasi Malaysia dipimpin Deputy Secretary General for Bilateral Affairs, Kementerian Luar Negeri Malaysia Y.M. Duta Besar Nurshirwan Zainal Abidin.

Sementara itu, agenda lainnya yaitu Pertemuan ke-15 JCBC RI-Malaysia tingkat Menteri Luar Negeri dijadwalkan akan dilaksanakan esok hari (11/8) di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta Pusat.

Atase Pertahanan RI kunjungi Satgas Indobatt-03 di Sudan-Afrika

Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk negara Sudan, Yordania, Lebanon dan Mesir Kolonel Laut (P) Kemas Ikhwan Madani, S.Sos, M.Si. mengunjungi Satgas Indobatt-03 Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) di Super CampEl-Geneina, Darfur Barat, Sudan-Afrika, Rabu (9/8/2017).
 
Kedatangan Atase Pertahanan Republik Indonesia (Athan RI) beserta rombongan diterima langsung oleh Dansatgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E., dengan acara tradisi penyambutan jajar kehormatan dan tepuk tangan yang meriah diiringi lagu Mars Garuda menuju ruang briefing untuk menerima paparan Dansatgas tentang kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan, sedang berjalan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan, baik dibidang operasi, personel, material, dan seni budaya.
 
Acara dilanjutkan dengan pengarahan Athan RI Kolonel Laut (P) Kemas M. Ikhwan Madani, S.Sos, M.Si. kepada prajurit-prajurit garuda Satgas Indobatt-03 dilapangan Garuda Camp, yang diawali dengan yel-yel Pasukan Indobatt-03. Dalam pengarahannya, Athan RI memberikan motivasi agar Pasukan Garuda tetap semangat dalam melaksanakan tugas ini, tetap profesional, disiplin dan waspada dalam kegiatan. “Semua prajurit mempunyai peran penting walaupun tugasnya memasak, Cimic atau medis yang tidak segagah pasukan bersenjata,” ucapnya.
 
Lebih lanjut Kolonel Laut (P) Kemas menyampaikan bahwa, Pasukan Indobatt-03 berbeda dari satgas sebelumnya karena satgas yang sekarang menjadi empat Time Site yaitu, El Geneina, Mastery, Habila dan Foro Baranga. “Mengapa harus Indonesia yang ditunjuk PBB ?. Itu karena assessment dan apresiasi dari Unamid, ini bukan tugas yang ringan dan tantangannya berat. Tidak hanya tantangan ambush, alam, medan dan cuaca saja, dan itu saya anggap tantangannya Satgas XXXV-C lebih besar dan lebih berat dari sebelumnya,” jelasnya.
 
“Apapun yang terjadi, dampak atau gaung bisa ke seluruh dunia. Oleh karena itu, jangan anggap remeh kegiatan-kegiatan sekecil apapun dalam misi ini baik oleh Perwira, Bintara dan Tamtama karena keberadaan kita disini selain representation dari UN, kita adalah wakil dari duta bangsa dan negara Indonesia yang sudah mengirim kita kesini,” tutur Athan RI.
 
Pada kesempatan tersebut Athan RI Kolonel Laut (P) Kemas mengatakan bahwa, penunjukan Batalyon 433/JS Kostrad sebagai induk pasukan (main body) terpilih dari sekian banyaknya karena apresiasi para Pimpinan TNI yang ada di Jakarta dan menjadi Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid bergabung menjadi satu dengan satuan lain dari matra Darat, Laut dan Udara.
 
“Saya memerintahkan kepada kalian untuk dapat membuktikan, bahwa anda semua sekalian adalah prajurit terpilih dan terbaik yang punya tekad untuk menjaga citra TNI khususnya dan nama baik bangsa Indonesia pada umumnya. Saya yakin kalian pasti sanggup, karena dari awal sudah kelihatan semangat luar biasa, sambutannya luar biasa, mudah-mudahan bisa dipertahankan sampai dengan selesai penugasan,” ujar Athan RI Kolonel Laut (P) Kemas M. Ikhwan Madani.
 
Diakhir pengarahannya Athan RI Kolonel Laut (P) Kemas M. Ikhwan Madani mengatakan, mewakili unsur Pimpinan TNI yang ada di Indonesia, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinginya, serta rasa bangga atas prestasi yang sudah dicapai Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid. “Saya berharap prajurit-prajurit Garuda Indobatt-03, dalam melaksanakan tugas-tugas kedepan, tetap menjaga keselamatan, keamanan, waspada terhadap situasi dan kondisi yang berkembang didaerah penugasan,” pungkasnya.
 
Sementara itu, ucapan terima kasih juga disampaikan dari Dansatgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E., kepada prajurit-prajurit Garuda Satgas Indobatt-03 atas suksesnya pelaksanaan penyambutan ini, sehingga semua berjalan dengan baik, aman dan lancar.
 
Turut hadir dalam acara tersebut Chief G1 Letkol Caj Fajar, Chief G3 Letkol Fanlik, beserta seluruh Perwira serta prajurit-prajurit Garuda Satgas Indobatt-03.

Menlu RI: 50 Tahun Asean telah Buktikan Diri Sebagai Motor Perdamaian dan Stabilitas Kawasan

“Ditengah keraguan terhadap multilateralisme dan regionalisme, ASEAN telah membuktikan diri sebagai motor perdamaian dan stabilitas kawasan,” demikian disampaikan Menlu RI Retno Marsudi, dalam pernyataannya pada sesi pleno ASEAN Foreign Ministers’ Meeting di Manila, Filipina (5/8).

Pada sesi pleno yang membahas ASEAN community building, Menlu RI menekankan bahwa selama 50 tahun terakhir, ASEAN telah berhasil menciptakan ekosistem perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan. Keberhasilan ASEAN tersebut telah mencegah terjadinya konflik terbuka, memicu pembangunan ekonomi dan kesejahteraan kawasan yang menjadikan ASEAN sebagai mesin pertumbuhan kawasan dan dunia. “Keberhasilan ASEAN dapat dilihat dari kawasan kita yang damai dan stabil dengan pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata dunia,” tutur Menlu Retno.
Lebih lanjut Menlu RI menyampaikan bahwa keberhasilan ASEAN tersebut terjadi karena beberapa kekuatan ASEAN seperti dapat membangun institusi yang menekankan pada perdamaian dan stabilitas. ASEAN juga telah berhasil menghindari megaphone diplomacy dan mengedepankan diplomasi dan dialog. Selain itu, ASEAN telah berhasil membangun suatu rule-based association. Semua ini merupakan bagian dari ASEAN way yang berhasil membuat ASEAN untuk berinteraksi dengan baik diantara anggota dan juga negara-negara di luar kawasan. “ASEAN telah menjadi aktor kawasan dan global yang dihormati melalui ASEAN-led mechanism untuk membangun dialog dengan negara di kawasan dan di luar kawasan,” sebut Menlu RI.
Namun demikian, untuk terus dapat menjaga keberhasilan yang telah dicapai, Menlu RI menegaskan ASEAN juga harus berhasil dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini maupun tantangan baru. Salah satu tantangan tersebut terkait dengan adanya revalitas geopolitik, seperti di Laut China Selatan. Dalam hal ini ditekankan bahwa ASEAN harus terus dapat mengelola situasi dengan menghormati prinsip-prinsip dasar dan hukum internasional serta menjaga hubungan yang baik dengan semua pihak.
Selain itu, ASEAN juga harus dapat mengatasi berbagai tantangan yang datang dari ancaman kejahatan transnasional dan terorisme.  Dalam hal ini Menlu RI menekankan pentingnya untuk ASEAN meningkatkan kerja sama, baik di tingkat regional maupun sub-regional.
Menlu RI juga menegaskan bahwa mengurangi jurang pembangunan antara yang miskin dan kaya masih merupakan tantangan bagi ASEAN. Untuk itu ASEAN perlu untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif, termasuk dengan memberdayakan UMKM, mempercepat perundingan RCEP, dan memberikan perlindungan bagi pekerja migran. “Kunci dari keberhasilan ASEAN kedepan akan ditentukan dari kemampuannya untuk memastikan rakyat ASEAN merasakan hasil dari pembangunan yang dicapai ASEAN,” tutur Menlu Retno.
Menlu RI juga menekankan, kedepan ASEAN akan menghadapi tantangan untuk menjaga dan mempertahankan sentralitas dan kesatuan ASEAN. Tanpa kesatuan dan sentralitas ASEAN, peran ASEAN di kawasan dan dunia dapat menjadi kurang relevan. Untuk itu, Menlu Retno menyerukan agar komunikasi diantara Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN harus ditingkatkan, baik melalui jalur formal maupun informal. “Kita harus terus menjaga dan memperkuat kesatuan dan sentralitas ASEAN, dan jangan sampai kawasan ASEAN menjadi  proxy bagi negara-negara besar,” tutup Menlu Retno.

Rayakan 50 tahun ASEAN, Kemlu Merangkul Masyarakat Membumikan ASEAN

50 tahun ASEAN hadirkan perdamaian, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan merupakan momen yang patut dirayakan. Mendekatkan ASEAN dengan masyarakatnya, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri hadirkan berbagai kegiatan untuk menjembatani masyarakat Indonesia dalam merasakan langsung manfaat ASEAN.

Dimulai dari 1 Agustus 2017, pencahayaan landmark di Monumen Nasional dan Bundaran HI menyemarakkan dimulainya perayaan HUT ASEAN yang juga dilaksanakan di semua negara-negara anggota ASEAN. Menjangkau publik, khususnya generasi milenials, juga telah dilakukan pemasangan landmark dalam bentuk tulisan #ASEAN50 dengan tujuan menjadi pengingat bagi anak muda untuk turut meramaikan gempita 50 tahun ASEAN di media sosial. Selain di Monas dan Bundaran HI, #ASEAN50 juga terpasang di depan kantor Kementerian Luar Negeri RI dan Pemda DKI serta di Taman Lapangan Banteng.

27 Agustus 2017 menjadi hari istimewa untuk turut turun bersama warga ASEAN di Jakarta dalam kegiatan parade yang akan diikuti oleh perwakilan dari 28 negara ASEAN dan negara mitra. Parade ASEAN 50 akan diikuti 3000 peserta dan disaksikan oleh 50.000 – 100.000 pengunjung. Dalam kesempatan bahagia tersebut, akan diumumkan juga pemenang lomba foto dan kompetisi vloggers HUT ke-50 ASEAN.

Tanggal 29 Agustus 2017 menjadi hari yang mendebarkan bagi 68 pemuda dari 34 provinsi saat mengikuti Malam Final Pemilihan Duta Muda ASEAN di Balai Sarbini, dengan juri-juri ternama seperti Reza Rahadian, Wulan Tilaar, Najwa Shihab, Tyovan Widagdo dan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Jose Tavares.

Berlanjut pada tanggal 30 Agustus 2017, HUT ke-50 ASEAN diperingati pula dengan penyelenggaraan Konferensi Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia dengan Pusat Studi ASEAN (PSA). Sinergi antara Setnas ASEAN – Indonesia dengan 36 PSA yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia tersebut bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan peluang dalam Masyarakat ASEAN.

Pada 31 Agustus 2017, Ditjen Kerja Sama ASEAN bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN (ASEC) memberikan coaching clinic bagi PSA untuk memanfaatkan trust fund yang dikelola ASEC. Trust fund tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan riset yang memajukan Masyarakat ASEAN.

Tidak berhenti di sana, pada tanggal 28 September 2017, diselenggarakan CEO Forum 2017: Sharing of Success Stories, Experiences and Best Practices yang ditujukan bagi para pelaku bisnis untuk semakin memperluas pasar ke negara-negara ASEAN. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka yang usahanya telah eksis di ASEAN agar semakin menginspirasi pelaku bisnis Indonesia untuk semakin gencar berekspansi ke pasar ASEAN.  Narasumber yang direncanakan akan hadir antara lain: Ir. Ciputra dan Dr. (H.C) Martha Tilaar serta perwakilan dari berbagai perusahaan Indonesia lainnya yang telah Go ASEAN, seperti: Dua Kelinci, Alfamart dan Dexa Medica.

Berada di penghujung kegiatan, yaitu tanggal 28-30 Oktober 2017, ASEAN Youth Interfaith Camp akan membawa pemuda-pemuda ASEAN untuk dapat merasakan keberagaman dan persatuan di Indonesia selama 3 hari untuk dibawa pulang ke negaranya masing-masing.

Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat luas, untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui website Kemlu dan sosial media.

HAM harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kerja sama ASEAN

“AICHR (ASEAN Intergovernmental Commision on Human Rights) harus dapat tingkatkan pemahaman HAM di masyarakat ASEAN,” demikian disampaikan Menlu RI, Retno Marsudi, pada pertemuan Menlu ASEAN dengan perwakilan AICHR di Manila, Filipina (4/8).

Dalam pertemuan Menlu RI menegaskan pentingnya masalah HAM menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kera sama ASEAN. Menlu RI juga memberikan apresiasi atas kinerja AICHR dalam meningkatkan kesadaran masyarakat ASEAN akan penegakan HAM melalui pendekatan dialog dan konsultasi dengan seluruh pemangku kepentingan di kawasan.

Dalam rangka menjadikan penegakan HAM sebagai pertimbangan utama kerja ASEAN, ke depannya Menlu RI mengharapkan AICHR dapat lebih fokus pada isu-isu seperti, terorisme dan radikalisme, hak-hak kelompok rentan di ASEAN, termasuk pekerja migran, serta isu-isu yang terkait demokrasi, perdamaian dan moderasi. “Di dunia yang dihadapi dengan intoleransi dan kebencian AICHR harus dapat memberikan perhatian kepada isu HAM terkait dengan terorisme dan radikalisme dan hak pekerja migran di ASEAN,” tutur Menlu Retno.  

Lebih lanjut, AICHR diharapkan dapat bekerja lebih keras dan proaktif dalam meningkatkan kesadaran HAM masyarakat ASEAN melalui pendidikan dan peningkatan kesadaran di sekolah-sekolah di seluruh tingkat pendidikan dan pendekatan langsung ke masyarakat, serta memanfaatkan semua jenis media, termasuk sosial media. 

Disamping itu, Menlu RI juga mengharapkan kerjasama dari negara-negara anggota ASEAN untuk senantiasa mendukung AICHR, melalui upaya pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia di negara masing-masing. Melalui dukungan positif dari semua pihak, AICHR dapat mampu mendukung terciptanya perdamaian, keamanan dan demokrasi serta pembangunan yang merata di wilayah Asia Tenggara.

Pertemuan Menlu ASEAN dengan AICHR merupakan mandat Terms of Reference AICHR yang disahkan oleh Menteri Luar Negeri ASEAN pada tahun 2009, yang dilakukan setiap tahun di sela sela pertemuan Tahunan Menlu ASEAN.  Adapun salah satu tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan perkembangan dari upaya AICHR  dalam pengarusutamaan HAM di ASEAN.

15 Perwira Siswa Australia kunjungi Mabes TNI

Sebanyak 15 Perwira Siswa Center For Defence Strategic Studies(CDSS) Australia, terdiri dari 13 Delegasi CDSS, 1 (satu) personel  Atase Udara  dan 1 (satu) personel Asisten Atase Udarayang dipimpin oleh Commander Australian Defence College Major General Simone Louise Wilkie, Ao, melaksanakan kunjungan ke Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).