Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Nasional

15 Perwira Siswa Australia kunjungi Mabes TNI

Sebanyak 15 Perwira Siswa Center For Defence Strategic Studies(CDSS) Australia, terdiri dari 13 Delegasi CDSS, 1 (satu) personel  Atase Udara  dan 1 (satu) personel Asisten Atase Udarayang dipimpin oleh Commander Australian Defence College Major General Simone Louise Wilkie, Ao, melaksanakan kunjungan ke Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).

Kasum TNI : Ketahanan Pangan Kelautan Dukung Kebijakan Poros Maritim

Ketahanan pangan kelautan mendukung kebijakan poros Maritim Indonesia, seiring dengan perkembangan strategis yang sangat cepat dan dinamis dengan adanya fenomena kekinian, dimana pertumbuhan penduduk yang sangat cepat tapi tidak diimbangi dengan sumber pangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. pada acara pembekalan kepada 130 Perwira Siswa (Pasis) Seskoal Angkatan ke-55 Tahun Pendidikan 2017 di Gedung R.E. Martadinata Seskoal Jl. Ciledug Raya No.2 Komplek Seskoal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).

Kasum TNI mengatakan bahwa, kedaulatan pangan sudah menjadi kebijakan pemerintah agar harga kebutuhan pangan menjadi lebih baik sehingga lebih memotifasi petani dan nelayan dalam menggeluti dunia pangan. “Pangan kita harus dikelola dengan baik agar terwujud ketahanan pangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menjelaskan bahwa, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan bahwa Indonesia sebagai negara Maritim dan negara Agraris, harus berjalan bersama-sama sebagai instrumen ketahanan pangan dan selanjutnya meningkat menjadi kedaulatan pangan. “Ketahanan pangan Maritim perlu ditingkatkan dengan mengeksploitasi  komoditi yang berasal dari laut Indonesia yang selama ini kurang didayagunakan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut Kasum TNI menyampaikan bahwa, pemerintah telah mengeluarkan 5 (lima) pilar kebijakan maritim yakni budaya maritim, sumber daya laut, infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim serta pertahanan maritim. Ini sudah jelas bahwa poros maritim dunia sesuai kebijakan Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan tentang poros maritim bernilai strategis salah satunya dibidang ekonomi, dimana 90% perdagangan dunia melalui laut.

“Tentunya dengan kondisi seperti itu, dimana perdagangan antar negara dan antar benua yang sangat tinggi dari waktu ke waktu mulai zaman sebelum Perang Dunia kedua atau abad 18 sampai hari ini penggunaan sarana laut juga semakin meningkat,” ucap Kasum TNI.

Diakhir pembekalannya Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menyampaikan bahwa, tantangan budaya maritim itu perlu ada kesamaan visi dengan sumber daya manusianya, seperti tantangan sarana dan prasarana. “Tantangan kedaulatan pangan maritim perlu dikemas sedemikian rupa agar terjadi suatu transformasi baik pengetahuan yang berkaitan dengan masalah sumber daya maupun teknologi tentang maritim Nusantara,” tandasnya.

Pasis Seskoaal Angkatan ke-55 ini berjumlah 130 Perwira Menegah (Pamen), terdiri atas  TNI AL 118 orang, TNI AD 2 orang, TNI AU 2 orang dan 8 orang Perwira Manca Negara (Amerika Serikat, Australia, India, Republik Korea, Malaysia, Pakistan Singapura dan Thailand).

Panglima TNI Dianugerahi Tanda Kehormatan PGAT dari Kerajaan Malaysia

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima penganugerahan Tanda Kehormatan Panglima Gagah Angkatan Tentera (PGAT) dari Kerajaan Malaysia, yang disematkan langsung oleh Yang Amat Berhormat (YAB) Perdana Menteri Malaysia, Dato Sri Mohammad Najib bin Tun Abdul Razak di Putra Jaya, Malaysia, Rabu (19/7/2017).

Penganugerahan Tanda Kehormatan PGAT kepada Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang disaksikan Ibu Nenny Gatot Nurmantyomerupakan kehormatan tidak hanya bagi Panglima TNI dan keluarga secara pribadi, namun juga bagi segenap jajaran TNI.  Penganugerahan tersebut merupakan penghargaan yang akan mendorong Panglima TNI untuk lebih meningkatkan hubungan dan kerja sama kedua Angkatan Bersenjata.

Pemberian Tanda Kehormatan PGAT tersebut, karena Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo senantiasa berusaha untuk mempererat jalinan dan kerja sama bilateral persahabatan antara Indonesia dan Malaysia, serta senantiasa memupuk dan meningkatkan semangat kerja sama demi keselamatan dan keutuhan kedua negara.

Disamping itu, sebagai seorang Jenderal yang kharismatik, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga berperan sebagai penggerak utama dalam tugas-tugas operasi bersama di kawasan, latihan dan patroli darat, laut dan udara antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM).

Setelah acara penganugerahan Tanda Kehormatan PGAT, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta rombongan, melakukan kunjungan kehormatan kepada Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jeneral Tan Sri Raja Mohamed Affandi Bin Raja Mohamed Noor dan Wamenhan MalaysiaDato Sri Mohd Johari Bin Baharum dalam rangka meningkatkan kerja sama militer kedua negara.

Kunjungan kerja Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta rombongan ke Kuala Lumpur, Malaysia dalam rangka mengikuti Sidang ke-13 High Level CommitteeMalaysia-Indonesia (HLC Malindotahun 2017, yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Juli 2017.

Ulang Tahun Emas ASEAN: Gelorakan Semangat Sentralitas dan Kesatuan ASEAN

“Peringatan 50 tahun ASEAN merupakan momentum yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran ASEAN di kawasan sebagai motor penggerak integrasi ekonomi dan kerja sama di segala bidang,” tegas Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. A.M. Fachir pada saat membuka Simposium 50 tahun ASEANSentralitas dan Kesatuan ASEAN” di Kementerian Luar Negeri pada 13-14 Juli 2017.

Simposium ini diselenggarakan sebagai salah satu capaian organisasi khususnya dari aspek kontribusi intelektual. Simposium diharapkan mampu menjadi ajang bertukar pikiran dan pandangan mengenai perkembangan serta capaian ASEAN ke depan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik dari pemerintah, pelaku usaha dan akademisi.

Dengan tema “Sentralitas dan Kesatuan ASEAN”, Simposium difokuskan untuk membahas isu-isu terkini berdasarkan 3 (tiga) pilar ASEAN, yaitu Politik dan Keamanan, Ekonomi, dan Sosial Budaya.

Kegiatan Simposium dilaksanakan selama 2 (dua) hari dengan sesi yang akan dikhususkan pada masing-masing pilar ASEAN.

Pada sesi pilar ekonomi, pembahasan difokuskan pada berbagai kemajuan, tantangan dan rencana implementasi ASEAN Economic Community, pembahasan ASEAN Connectivity serta prospek kerja sama ASEAN dan Regional Comprehensive Partnership (RCEP).

Pada sesi berikutnya dibahas mengenai pilar sosial budaya yang mengangkat tema ASEAN Identity, Migrant Workers, Drug Free Community dan Gender Mainstreaming.

Sedangkan pada sesi terakhir, yakni pilar politik dan keamanan dibahas mengenai Regional Security ArchitectureSouth China Sea, Treaty of Amity and Cooperation, dan Maritime Security.

Simposium ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Luar Negeri dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN serta didukung oleh Perwakilan RI di negara-negara ASEAN. Kegiatan menghadirkan narasumber dari 10 (sepuluh) negara anggota ASEAN, para ahli dari lembaga kajian (Habibie Center, CSIS), Sekretariat ASEAN, dan Universitas Pertahanan.

Hasil kegiatan ke depan akan disusun menjadi suatu buku untuk disampaikan pada ASEAN Ministerial Meeting yang sekaligus memperingati 50 tahun ASEAN di Manila, Filipina, pada Agustus 2017.

Secara umum, peringatan 50 tahun ASEAN diharapkan dapat memperkuat sentralitas dan kesatuan ASEAN dalam cakupan politik-keamanan, ekonomi, dan sosial budaya, serta menghasilkan rumusan terkait strategi dan langkah-langkah praktis untuk memperkuat identitas ASEAN.

Panglima TNI : Indonesia dan Singapura Ciptakan Perdamaian Kawasan

Indonesia dan Singapura sebagai negara bertetangga berkomitmen untuk bekerja sama yang positif dan produktif ikut serta menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di wilayah kawasan, khususnya Asean yang akan memberikan banyak konstribusi pada ketertiban dunia yang lebih bermartabat.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua HLC Indonesia bersama Panglima Angkatan Bersenjata Singapura SAF (Singapore Armed Forces) Lieutenant General Perry Lim selaku Ketua Delegasi HLC Singapura pada saat membuka Sidang ke-20 CARM-INDOSIN HLC (Combined Annual Report Meeting Indonesia-Singapore High Level Committee) tahun 2017 di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutan pembukaan rapat HLC mengatakan bahwa kerja sama militer dalam pertemuan HLC merupakan kegiatan yang sangat strategis, selain mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, juga membahas kerja sama militer kedua negara yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis serta dapat memberikan citra positif terhadap Indonesia dan Singapura di kancah Internasional.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan kerja sama militer Indonesia – Singapura bertujuan untuk terciptanya wilayah Asean yang aman dan tenang, sehingga stabilitas kawasan tetap terjaga dan dapat menopang sektor lain terutama sektor ekonomi yang menjadikan wilayah kawasan Asean sebagai The Winning Region.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa negara-negara Asean telah sepakat membentuk masyarakat Asean yang ditopang oleh tiga pilar utamanya yaitu, Komunitas Politik Keamanan Asean (APSC), Komunitas Ekonomi Asean (AEC) dan Komunitas Sosio-Budaya Asean (ASCC). “Pembentukan masyarakat Asean diharapkan akan berjalan dinamis, sehingga mampu mendorong perkuatan dan kerja sama bagi Angkatan Bersenjata kedua negara ke tataran yang lebih produktif dan strategis,” ucapnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Lieutenant General Perry Lim berharap hubungan bilateral kedua negara terus diperkuat di masa depan. “Terorisme transnasional merupakan suatu ancaman yang jelas dan nyata, kedua negara harus bekerja sama untuk mengatasi ancaman ini dan memelihara stabilitas regional,” katanya.

Rangkaian kegiatan pelaksanaan Sidang ke-20 CARM-INDOSIN HLC 2017 diawali dengan pertemuan Informal Meetingoleh Ketua Delegasi CARM-INDOSIN HLC, usai Sidang HLC dilanjutkan olahraga bersama Tenis Lapangan, selanjutnya Jamuan Makan Malam Resmi (Official Dinner) di Wisma Ahmad Yani Jakarta.

 

Panglima TNI : TNI Dengan Masyarakat Akan Gelar Doa Bersama 17 17 17

TNI dengan masyarakat akan menggelar gerakan doa bersama pada 17 17 17 (Tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017), yang bertemakan “Muroja’ah Untuk Lebih Berkasih Sayang” di masing-masing wilayah Indonesia dan dilaksanakan di markas atau kantor satuan jajaran TNI AD, TNI AL dan TNI AU, diharapkan masyarakat ikut serta dalam kegiatan doa bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai acara Buka Puasa bersama dengan Insan Pers di Balai Prajurit Gedung Sudirman, Jakarta Selatan, Senin malam (12/6/2017).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bahwa Sila Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, agar diaplikasikan kembali mulai tanggal 17  Agustus pukul 17.00 tahun 2017. Artinya bagi yang beragama Islam khusus para Hafiz Al-qur’an atau penghafal Al-Qur’an untuk Khataman bersama dan bagi yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu berdoa bersama selama 1 jam, mulai pukul 17.00 s.d.18.00 sesuai waktu masing-masing wilayah Indonesia.

“Hal ini mengaplikasikan Sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kita berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh memohon pada waktu yang sama dan  Tuhan maha mengabulkan doa orang banyak, mudah-mudahan semuanya dikabulkan dan kita penuh dengan kasih sayang serta tidak ada  keributan,” kata Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari bersejarah dan hari kemerdekaan bangsa Indonesia berkat jasa para Pahlawan Kesuma Bangsa. “Tanggal 17 Agustus 2017 kita gelorakan sebagai Hari kasih sayang Indonesia, kita berdoa bersama seluruh komponen anak bangsa dan memohon kepada Tuhan agar kita penuh dengan kasih sayang antar sesama, rukun dan damai sebagai bangsa pemenang,” pungkasnya.

Program Amnesti Kerajaan Arab Saudi tahun 2017

Arab Saudi telah meluncurkan kampanye ‘Nation without violation’ atau Wathon Bila Mukholifdengan memberlakukan Program Amnesti tahun 2017 selama 90 hari sejak 29 Maret 2017 bagi para WNA pelanggar peraturan ketenagakerjaan, kependudukan dan keimigrasian untuk kembali ke negaranya dengan biaya sendiri tanpa dikenai denda dan tidak dimasukkan dalam daftar cekal sehingga dapat kembali ke Arab Saudi. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menargetkan 1 juta WNA pelanggar untuk kembali ke negaranya tahun ini.

Hingga tanggal 5 Juni 2017, Perwakilan RI di Arab Saudi mencatat sebanyak 11.226 WNI peserta amnesti dengan rincian 2.149 laki-laki dewasa, 7.509 perempuan dewasa dan 1.568 anak-anak yang terdiri dari 809 anak laki-laki dan 759 anak perempuan. Dari jumlah tersebut, 5.724 WNI telah dan sedang menunggu jadwal kepulangannya ke Indonesia. Pada Jum’at, 9 Juni 2017, KBRI Riyadh telah memfasilitasi pemulangan 96 WNI peserta Program Amnesti yang tiba hari Sabtu, 10 Juni 2017 pukul 14.00 menggunakan maskapai penerbangan Saudi Arabian Airlines dan Srilankan Airlines.

Kementerian Luar Negeri mencatat sebanyak 610.518 WNI tinggal di Arab Saudi. Perwakilan RI di Riyadh dan Jeddah telah memfasilitasi para WNI peserta amnesti mulai dari pendaftaran peserta, penerbitan dokumen perjalanan (Surat Perjalanan Laksana Paspor), hingga pendampingan pembuatan izin bagi para WNI meninggalkan Arab Saudi. Upaya Perwakilan RI tersebut tidak dapat dipisahkan dari kolaborasi dengan unsur masyarakat Indonesia di Arab Saudi seperti lembaga swadaya masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat Indonesia di Arab Saudi.

Sementara Pemerintah RI melalui koordinasi antar Kementerian/Lembaga telah melakukan berbagai upaya agar para WNIO dapat memanfaatkan Program tersebut melalui sosialisasi intensif dan menyentuh akar rumput, penugasan Tim Perbantuan Teknis untuk mendukung pelaksanaan pelayanan yang dilakukan Perwakilan RI di Arab Saudi meliputi bidang pendataan, penerbitan dokumen perjalanan dan surat keterangan bagi anak WNI peserta Amnesti serta penanganan pasca ketibaan para WNI di Indonesia.

Program Amnesti Arab Saudi Tahun 2017 akan berakhir pada 24 Juni 2017. Setelah program tersebut berakhir, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan memberlakukan law enforcement berupa denda keimigrasian, penahanan di kantor-kantor detensi imigrasi hingga deportasi melalui razia para WNA yang belum memanfaatkan program dimaksud.

Maka dari itu, Pemerintah RI mengharapkan kiranya para WNI Overstayers/Undocumentedserta masyarakat Indonesia yang memiliki sanak saudara para WNI Overstayers yang masih tinggal di Arab Saudi untuk tetap memanfaatkan sisa waktu Program Amnesti seoptimal mungkin.

Wadan Lantamal III Terima CC Tamu Rusia

 

Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Wadan Lantamal) III Kolonel Laut (P) Jaya Darmawan mewakili Komandan Lantamal III Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, SH, MM., menerima Courtesy Call (CC) Tamu Rusia yakni Athan Rusia Kolonel Nikolay, Deputy Athan Letkol Maxim dan Komandan Kapal RNS Varyag (CGHM-011) Commander Ulyanenko beserta dua perwira staf  di ruang komandan Markas Komando Lantamal III Jalan Gunung Sahari Raya No 02 Ancol Jakarta Utara, Selasa (23/05).

Saat menerima kunjungan tamu Rusia tersebut Wadan Lantamal III didampingi oleh Aspers Danlantamal III Kolonel Laut (P) Untung S.M., M.A.P., Ka Kuwil Lantamal III Kolonel Laut (S) Rachmat Kurniawan Putra, SE., dan para perwira Sops Lantamal III.

Kunjungan  tersebut bertujuan untuk lebih mempererat hubungan persahabatan kedua negara yang selama ini telah terjalin dengan baik, diantaranya melalui kegiatan olahraga bersama ABK Kapal AL Rusia dengan Prajurit Lantamal III berupa pertandingan sepak bola dan bola voli persahabatan di Mako Lantamal III Jakarta pada Rabu, 24 Mei 2017 serta latihan Passex antara TNI Angkatan Laut dan AL Rusia di perairan Teluk Jakarta sebelum dua Kapal Angkatan Laut Rusia RNS Varyag (CGHM-011) dan RNS Pechenga (AOL/AOT) meninggalkan Jakarta pada Kamis, 25 Mei 2017. 

 

Eurasian Economic Community (EAEU) Sebagai Pasar Prospektif Produk Unggulan Indonesia

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa (Pusat P2K2 Amerop) – Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana, telah menyelenggarakan kegiatan Seminar Internasional dengan tema “Eurasian Economic Union: Challenges and Opportunities for Indonesia” bertempat di Ruang Nusantara, Universitas Udayana, Bali, tanggal 19 Mei 2017. Kegiatan Seminar Internasional ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang peserta yang terdiri dari wakil pejabat perwakilan diplomatik asing anggota Eurasian Economic Union (EAEU), wakil pejabat pemerintahan, pelaku bisnis, dan kalangan akademisi.

Pelaksanaan Kegiatan Seminar Internasional dilatarbelakangi upaya Indonesia untuk  meningkatkan volume perdagangan dan kualitas perdagangan Indonesia melalui diplomasi ekonomi yang dilakukan dengan dua hal, yaitu pertama, pendalaman kerjasama perdagangan dan ekonomi dengan pasar tradisional Indonesia; kedua, mengupayakan pembukaan pasar baru bagi produk-produk Indonesia di negara-negara pasar prospektif. Pembukaan pasar baru di berbagai kawasan salah satunya dilakukan melalui penjajakan keikutsertaan Indonesia pada berbagai kesepakatan perdagangan bilateral, regional, maupun lintas benua (Cross Regional Trade Agreement), seperti penawaran Rusia untuk membentuk kerjasama perdagangan bebas antara ASEAN dan Eurasian Economic Union (EAEU).

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Seminar Internasional ini adalah pembicara dari Indonesia dan Rusia. Narasumber dari Indonesia terdiri dari Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Dr. Siswo Pramono, LL.M., Kepala Pusat Kerja Sama Perdagangan Kementerian Perdagangan, Ir. Sri Nastiti Budianti, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Pierre Togar Sitanggang, Peneliti Senior pada Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI. Sementara itu, pembicara dari pihak Rusia , terdiri dari Aide to the Member of Eurasian Economic Union Commission Board for Integration and Macroeconomics, Mr. Fyodor Chernitsyn, dan Deputy Director of the First CIS Department Kemlu Federasi Rusia. Bertindak sebagai moderator adalah Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa, Kemlu RI, Leonard F. Hutabarat, Ph.D.  

Dari paparan para narasumber diperoleh sejumlah informasi bahwa EAEU merupakan bentuk integrasi kerjasama ekonomi di kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah yang merupakan negara-negara pecahan Uni Soviet (Belarusia, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Armenia) dengan Rusia sebagai motor utamanya, mulai berlaku secara resmi sejak tahun 2015.  Meskipun EAEU merupakan integrasi ekonomi berbentuk Economic Union – sama halnya dengan Uni Eropa, EAEU tidak akan menerapkan kebijakan penggunaan mata uang bersama. Hal ini dikarenakan perbedaan kondisi ekonomi dan keuangan yang cukup besar antara negara-negara anggota EAEU. 

Isu lainnya yang mengemuka dalam seminar tersebut adalah meskipun saat ini perdagangan Indonesia dengan EAEU mengalami defisit, namun kerjasama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara EAEU tetap menjanjikan. Hal ini mengingat produk-produk kedua negara memiliki tingkat komplementari yang cukup besar. Indonesia perlu secara cermat memetakan produk-produk unggulannya untuk diperdagangkan dengan negara-negara EAEU, sehingga dapat mengejar nilai defisit perdagangannya.  Menyadari potensi ekonomi EAEU yang besar, Indonesia dapat memanfaatkan adanya bentuk kerjasama yang paling dasar dengan EAEU, yaitu melalui nota kesepahaman kerjasama (MoU) antar kedua negara, melalui pembentukan working groups, untuk menegosiasikan pembebesan tarif bagi produk barang dan jasa kedua negara dan hal-hal lainnya, sebelum akhirnya Indonesia memutuskan untuk membentuk integrasi kerjasama ekonomi dalam bentuk kawasan perdagangan bebas (FTA) atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), atau bentuk lainnya.

Rusia merupakan 80% penyumbang GDP bagi EAEU, sehingga peningkatan kerjasama dengan Rusia merupakan hal yang mutlak dilakukan.  Salah satu produk unggulan Indonesia yang sangat potensial untuk pasar EAEU adalah minyak kelapa sawit (palm oil). Kampanye negatif terhadap palm oil yang dilakukan oleh Uni Eropa (EU), harus dapat dipatahkan oleh Indonesia, sehingga produk unggulan Indonesia tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Nilai ekspor miyak kelapa sawit Indonesia ke Rusia mencapai total nilai sebesar US$ 480 juta pada tahun 2015.   

Pada akhir sesi diskusi Seminar, ditekankan bahwa Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh EAEU, sebagai pasar prospektif bagi produk-produk unggulan Indonesia, terlebih karena negara-negara anggota ASEAN lainnya seperti Vietnam, Singapura, Malaysia, sudah terelbih dahulu melakukan engagement dengan EAEU . Salah satu tantangan nyata yang dihadapi Indonesia dalam melakukan kerja sama ekonomi dengan EAEU adalah konektivitas.  Pelabuhan di Rusia menjadi andalan Indonesia untuk memasukkan barang di EAEU. Namun demikian, Indonesia dan EAEU dapat memanfaatkan adanya proyek mega Pemerintah RRT untuk meningkatkan kerjasama ekonomi bagi negara-negara yang berada di jalur sutra (One Belt One Road) melalui pembangunan infrastruktur, sehingga biaya pengiriman menjadi dapat ditekan.

Kobarkan Semangat Kebangkitan Nasional, Bakamla RI Upacara di Gedung Perintis Kemerdekaan

“Semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar, namun justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa kita hari-hari ini. Padahal semangat itu sudah tercetus setidaknya 109 tahun yang lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, namun sampai sekarang tetap sangat ampuh menyatukan dan menyemagati gerak kita sebagai bangsa”.

Hal tersebut dikatakan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang dibacakan oleh Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han), pada saat memimpin Upacara Bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-109 Tahun 2017 di halaman Gedung Perintis Kemerdekaan, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017).

“Program pemerataan pembangunan sesuai dengan amanat pemerintah, mendapatkan porsi yang sangat tinggi dalam skala prioritas kementerian dan lembaga di Indonesia. Pemerataan pembangunan antar wilayah hendak diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam negara kesatuan”, lanjutnya.

“Bagi kita, kebangkitan nasional hanya akan berarti jika tidak ada satu anak bangsa pun yang tercecer dari gerbong kebangkitan tersebut. Berlatarbelakang pemikiran tersebut, maka kiranya tema ‘Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebaga Wujud Kebangkitan Nasional’ merupakan pesan yang tepat dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-109 ini”, ujar Rudianto.

Dalam rentang waktu satu abad setelah digagasnya Hari Kebangkitan Nasional, telah terjadi perubahan besar yang biasa disebut digitalisasi. “Berkah digitalisasi yang paling nyata hampir terjadi di setiap sektor terkait dengan depangkasnya waktu perizinan. Proses perizinan yang berlangsung ratusan hari sampai tak terhingga dipangkas secara drastis hingga enam kali lebih cepat dari waktu semula”, lanjutnya.

“Semoga kita semua bias meniti ombak besar perubahan digital dengan selamat dan sentosa dan berbuah manis bagi orientasi pelayanan kepada masyarakat. Hanya dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan maka Negara kesatuan Republik Indonesia ini akan tetap jaya”, tutupnya.

Upacara ini diikuti oleh Pejabat Eselon III, IV dan seluruh staf Bakamla RI yang berdinas di Kantor Pusat, Kantor Rawamangun, dan Kantor Gedung Perintis Kemerdekaan.