Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Nasional

Panglima TNI, Mantan Presiden Barcelona dan Pemilik Valencia Sambangi PS TNI

anglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Joan Laporta mantan Presiden Barcelona dan Peter Lim pemilik Valencia sambangi para pemain PS TNI (Persatuan Sepak Bola Tentara Nasional Indonesia) yang sedang melakukan latihan di Lapangan Atang Sutresna, Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (2/4/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media mengatakan bahwa, kedatangan Saya bersama Joan Laporta dan Peter Lim adalah untuk melihat langsung latihan PS TNI. “Kenapa saya datang ? karena hidup mati PS TNI di Liga 1 harus bertahan,” katanya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam setiap pertandingan kita harus mempunyai mimpi yang tinggi, dan menjadi nomor 1 (satu). “Target saya adalah yang terbaik,” ucapnya.

“Kedatangan Joan Laporta dan Peter Lim, awalnya telepon-teleponan, mereka datang kesini supaya semua tahu bagaimana sistem dan rumusan sepak bola jalanan dan akademi, untuk menjadi pemain sepak bola profesional,” pungkasnya.

Sementara itu, Joan Laporta menyampaikan bahwa sepak bola tidak hanya menendang bola, tetapi sepak bola adalah sesuatu yang memiliki nilai lebih, dan sepak bola adalah budaya. “Jika ingin mengembangkan sepak bola, kita harus berfikir filosofinya, tidak hanya ketrampilan bermain sepak bola, kita harus memenuhi kebutuhan utama yaitu untuk menang, bermain bagus dan menjadi sukses,” jelasnya.

“Guna meraih sukses dalam bermain sepak bola, PS TNI harus menciptakan sistem pembinaan yang baik, pelatihan yang dilakukan saat ini sangat baik dan mereka pemain berbakat,” kata Joan Laporta.

Joan Laporta berpendapat bahwa, Asosiasi Sepak Bola Indonesia sudah dikelola dan diorganisir dengan baik dan kami di FC Barcelona mengatur secara akademis. “Kedatangan kami adalah untuk membantu sepak bola Indonesia guna menciptakan sistem secara akademis, dan berbagi mengenai kiat membangun sebuah klub agar meraih kesuksesan seperti yang dilakukan di FC Barcelona,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang FC Barcelona tidak hanya mengumpulkan Tropy tetapi juga memiliki uang, Joan Laporta merekomendasikan bahwa jika ingin sukses di lingkup perekonomian dalam hal ini uang, harus memperhatikan dan menciptakan filosofi yang lebih dari sekedar klub, memiliki para pemain yang jenius dan mempromosikan secara akademis. “Jika kita menemukan dan mempromosikan filosofi serta sistem secara akademis, maka sponsor dan uang akan datang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya, Kasad Jenderal TNI Mulyono, para Asisten Panglima TNI, Danpom TNI Mayjen TNI Dodik Widjanarko, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni dan pemilik Grup Artha Graha Bapak Tomy Winata serta para Pengurus PS TNI.

Indonesia Desak Negara-Negara Hapuskan Senjata Nuklir di Dunia

Indonesia mendesak negara-negara pemilik senjata nuklir agar segera memulai proses perlucutan senjata nuklirnya mengingat besarnya dampak senjata nuklir terhadap kemanusiaan. Demikian disampaikan oleh Duta Besar Dian Triansyah Djani, Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, pada Konferensi perundingan Traktat pelarangan senjata nuklir di New York (27/3).

“Situasi keamanan dunia saat ini sudah sangat mengkhawatirkan karena ancaman senjata nuklir. Untuk itu, satu-satunya cara untuk melawan ancaman dan penggunaan senjata nuklir adalah penghapusan total seluruh senjata nuklir di dunia” tegas Dubes Dian Triansyah Djani di hadapan Sekjen PBB dan negara-negara peserta Konferensi.

Selama ini negara-negara pemilik senjata nuklir menjadikan alasan keamanan sebagai upaya melegitimasi keberadaan senjata nuklirnya. Sebaliknya, Dubes Djani memandang bahwa justru keberadaan senjata nuklir tersebut semakin mengancam keamanan global. Untuk itu, Indonesia sangat mendukung dan berpartisipasi aktif dalam perundingan pelarangan senjata nuklir.

Konferensi perundingan Traktat perlarangan senjata nuklir dilaksanakan di New York sejak tanggal 27 Maret 2017 hingga tanggal 31 Maret 2017. Konferensi dihadiri oleh Wakil Tinggi Sekjen PBB untuk Perlucutan Senjata, Presiden Majeis Umum PBB dan negara-negara anggota PBB. Pertemuan tersebut merupakan implementasi dari resolusi Majelis Umum PBB yang disahkan pada bulan Oktober 2017.

“Indonesia memandang bahwa Traktat pelarangan senjata nuklir tersebut nantinya harus kuat dan tegas sehingga tidak lagi memberikan celah yang melegitimasi keberadaan senjata nuklir di dunia” jelas Dubes Djani seraya menambahkan pentingnya memastikan implementasi dari prinsip-prinsip dalam Traktat tersebut.

Dubes Djani juga menekankan bahwa negara-negara pemilik senjata nuklir tidak perlu khawatir bahwa Traktat pelarangan senjata nuklir yang sedang dinegosiasikan tersebut akan memperlemah Non-Proliferation Treaty (NPT). Sebaliknya, Traktat baru tersebut justru akan memperkuat dan melengkapi NPT.

Konferensi perundingan Traktat pelarangan senjata nuklir tersebut merupakan putaran pertama dari dua putaran negosiasi yang telah direncanakan. Putaran negosiasi selanjutnya akan diselenggarakan di New York, pada tanggal 15 Juni – 7 Juli 2017.

Kasum TNI Pimpin Pertemuan ke-19 TSASM di Singapura

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. memimpin delegasi TNI pada forum pertemuan ke-19 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM), yang dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 21 s.d. 22 Maret 2017 di Regent Hotel di Singapura, Rabu (22/3/2017).
TSASM merupakan badan di bawah forum kerja sama tingkat tinggi antara TNI dengan SAF CARM-INDOSIN HLC yang bertugas menilai tindak lanjut hasil pelaksanaan program tiap committee (ISJIC, ISJOEC, ISJESPC, ISJLC) sesuai apa yang telah disepakati di dalam hasil sidang CARM-INDOSIN HLC.

Agenda pertemuan TSASM tahun 2017 membahas laporan perkembangan kerja sama yang telah terlaksana maupun program kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017 s.d. 2018. Pertemuan TSASM kali ini membicarakan peningkatan kerja sama militer antara kedua Negara.

Penyelenggara kegiatan TSASM adalah Singapore Armed Force (SAF) yang dipimpin bersama oleh Kasum TNI dan Chief of Staff Joint Staff Singapore Armed Force (CoS-JS SAF) BG Lim Tuang Liang.

Kasum TNI didampingi oleh Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono., S.E., M.Tr. (Han) beserta 11 Delegasi lainnya antara lain perwakilan dari Staf Umum TNI (Sintel TNI, Sops TNI, Spers TNI, Slog TNI), Athan RI untuk Singapura, para Paban di lingkungan Staf Operasi Mabes (TNI AD, TNI AL, dan TNI AU) serta perwakilan Polri.

Kepala Bakamla RI Hadiri Peresmian IFFAI

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. menghadiri peresmian The International FishFORCE Academy of Indonesia (IFFAI) di Gedung Mina Bahari III Lt. 1, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis, (16/3/2017).
Peresmian IFFAI ditandai dengan penandatanganan plakat bersama dengan Kapolri, Jaksa Agung, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut dan Kabakamla. Selanjutnya dilakukan pemukulan gong bersama-sama dan secara simbolis dilakukan penyematan Tanda Peserta kepada empat orang perwakilan peserta dari KKP, Polri, TNI AL, dan Kejaksaan Agung.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian, Jaksa Agung H.M. Prasetyo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku tuan rumah.

IFFAI merupakan salah satu wadah yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi aparat penegak hukum di bidang perikanan melalui berbagai pembelajaran yang terkait dengan isu pemberantasan IUU fishing dan tindak kriminalitas perikanan lainnya. Menanggapi berkembangnya modus tindak pidana di bidang perikanan di berbagai wilayah di Indonesia, upaya peningkatan kapasitas aparat penegak hukum di bidang perikanan perlu terus dikembangkan.

Berdirinya IFFAI merupakan sebagai bentuk kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (SATGAS 115) dengan Jakarta Center for Law Enforcement Copperation (JCLEC), Semarang.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani mengenai pendirian IFFAI, pelatihan perdana dan peresmian IFFAI diselenggarakan pada Kamis, 16 Maret 2017 oleh Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan SATGAS 115.

Panglima TNI : Pejabat Baru Harus Tingkatkan Kinerja dan Kemajuan Organisasi

Pejabat harus memiliki tanggung jawab  kepada bangsa dan negara,  oleh karena itu sebagai pemimpin harus memajukan organisasi dengan menunjukan kapasitas dan kapabilitas dalam meningkatkan kinerja organisasi sebagai bukti dari keberhasilan tugas.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam amanatnya pada saat menjadi Inspektur Upacara dalam acara serah terima jabatan Dansesko TNI dari Letjen TNI Agus Sutomo, S.E. kepada Mayjen TNI (Mar) R.M. Trusono, S.Mn  dan serah terima jabatan Asops Panglima TNI dari Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A. kepada Mayjen TNI Lodewyk Pusung di gedung Sarasan Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/3/2017).

Dalam amanatnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa ke depan TNI sangat dipengaruhi oleh globalisasi dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap tugas TNI.  “Dimasa mendatang tugas TNI akan semakin dinamis dan tidak ringan terutama menghadapi Proxy War dan media sosial yang kini menjadi madan perang baru,” katanya.

“Terkait perkembangan lingkungan strategis saat ini,  Sesko TNI sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi TNI harus terus berusaha sebagai pusat peningkatan sumber daya prajurit TNI, dalam mencetak perwira menjadi kader pimpinan TNI yang berpikiran strategis sebagai modal dalam mengemban tugas dan pengabdian kepada bangsa dan Negara,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dalam mencetak pemimpin TNI, Sesko TNI harus dapat membentuk prajurit generasi TNI yang profesional dalam bidang manajemen strategis pertahanan negara dan berkepribadian kuat, visioner, serta tangguh menghadapi segala tantangan.

“Sesko TNI dituntut untuk melahirkan perwira-perwira cerdas dalam melaksanakan tugas, hasil didikan Sesko TNI harus menguasai dan dapat menerapkan manajemen modern dengan basis penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang strategis pertahanan negara, sehingga mampu membuat perencanaan militer secara aplikatif dalam rangka pertahanan negara yang kuat dan disegani,” ungkap Panglima TNI.

Terkait serah terima jabatan Asops Panglima TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dalam perkembangan yang  semakin  dinamis di lingkungan regional maupun internasional, staf operasi harus mampu mengatasi dinamika ancaman yang berkembang saat ini.  “Harus selalu meningkatkan kesiapsiagaan terutama dalam penggunaan kekuatan TNI, baik personil maupun alutsista yang sedemikian tepat guna mengantisipasi segala kemungkinan ancaman yang berkembang,” tegasnya.

 

Sementara itu, terkait perkuatan pulau-pulau terluar di wilayah Indonesia Timur, Panglima TNI menekankan agar TNI harus dapat memaksimalkan seluruh personil dan alutsista untuk menggelar kekuatan di wilayah tersebut. “Staf operasi harus menyempurnakan pemikirannya dalam menggelar kekuatan dan kemampuan TNI di Pulau terluar, sehingga menjadi prioritas yang saat ini menjadi ancaman bagi Indonesia dan harus disinkronkan dengan proyek-proyek strategis nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Wakasal Laksda TNI Achmad TaufiqoerrochmanIrjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Prihadi Agus Irianto, para Asisten Panglima TNI dan para Kabalakpus TNI.

 

Kerja sama internasional kunci dari tercapainya Agenda 2030

“Kepala negara kita menyepakati Agenda 2030 mengenai pembangunan berkelanjutan untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dunia. Oleh karenanya, kerja sama internasional menjadi kunci dari tercapainya implementasi penuh Agenda 2030,” demikian disampaikan Menlu RI pada pertemuan Menlu G20 dalam pembahasan sesi pertama dengan tema Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development, di Bonn, Jerman.

 

Dalam pembahasan, Menlu RI menyampaikan bahwa tercapainya Agenda 2030 membutuhkan sinergi dari langkah yang diambil di tingkat nasional dan internasional. Dalam konteks ini, Menlu RI menyampaikan berbagai langkah yang telah diambil Indonesia untuk mengimplementasi Agenda 2030.

 

Menlu RI menegaskan bahwa Indonesia telah melibatkan semua pemangku kepentingan nasional sejak awal baik pada tahap formulasi maupun implementasi berbagai target dalam Agenda 2030. Berbagai target yang tertera di Agenda 2030 telah diarustamakan dalam semua kebijakan dan program pembangunan nasional dan sub-nasional. Selain itu roadmap, pendanaan serta mekanisme monitoring bagi berbagai pelaksnaan program tersebut juga telah disiapkan oleh Pemerintah. “Indonesia telah melakukan proses yang inklusif melalui bottom-up approach dalam memformulasi dan implementasi Agenda 2030 di dalam negeri, sehingga komitmen untuk mengimplementasinya akan lebih tinggi dari pelaksanaan MDGs yang lalu,” tutur Menlu RI.

 

Di tingkat internasional, Menlu RI menegaskan pentingnya  kerja sama internasional guna mencapai target Agenda 2030. Dalam kaitan ini, Menlu RI prihatin dengan menurunnya komitem kerja sama internasional dan multilateral belakangan ini, dan berkembangannya berbagai kebijakan yang inward looking di berbagai negara. Menlu RI menegaskan bahwa perkembangan seperti ini tidak akan membantu masyarakat internasional mencapai target 2030.

 

Dalam kaitan ini Menlu RI mengajak anggota G20 untuk tetap menunjukan komitmennya,  untuk terus melakukan kerja sama internasional yang salig menguntugkan. “Untuk memastikan keberhasilan Agenda 2030 secara global, negara anggota G20 harus dapat membantu negara berkembang dengan memastikan adanya bantuan kapasitas yang memadai dan kerja sama pendanaan dan teknologi bagi implementasi Agenda 2030,” tutur Menlu RI.

Pertemuan Menlu G20 pertama ini dibuka dan ketuai oleh Menteri Luar Negeri Republik Federal Jerman, Sigmar Gabriel. Pertemuan yang berlangsug pada tanggal 16-17 Februari 2017, merupakan kontribusi para Menteri Luar Negeri G20 dalam mengatasi berbagai tantangan global dan menciptakan kondisi kondusif bagi pertumbuhan ekonomi global. Tema dari pertemuan Menlu G20 adalah Shaping the Global Order – Foreign Policy Beyond Crisis Management”.  Sejumlah isu utama yang akan diangkat dalam pertemuan dimaksud meliputi:

  1. Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development”;
  2. Maintaining Peace in a Complex World”; dan
  3. Cooperation With Africa”

Indonesia – Jerman tekankan pentingnya kerja sama multilateral

Mengawali rangkaian kegiatan di pertemuan tingkat Menlu G20 yang pertama, Menlu RI Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Jerman, Sigmar Gabriel, di Bonn, Jerman.

Dalam pertemuan, Menlu RI menyambut baik inisiatif Jerman, sebagai ketua G20 tahun 2017, untuk mengadakan pertemuan Menlu G20. Walaupun G20 yang didirikan untuk membahas isu keuangan dan ekonomi global pasca krisis keuangan 2008, kedua Menlu sependapat bahwa Pertemuan Menlu G20 dapat berkontribusi dalam menciptakan kondisi kondusif bagi pembangunan ekonomi. “Fokus pembahasan Menlu G20 mengenai Maintaining Peace in a Complex World, tepat dalam berkontribusi untuk menciptakan kondisi kondusif bagi pembangunan,” tutur Menlu RI.

Kedua Menlu juga menekankan pentingnya kerja sama internasional dan multilateral dalam menciptakan perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan global. Dalam beberapa waktu terakhir, kedua Menlu meilhat telah berkurangnya semangat kerja sama multilateral dan mulai meningkatnya nasionalisme dan kebijakan proteksionis di berbagai negara. Pertemuan Menlu G20 diharapkan akan dapat mendorong kembali semangat kerja sama multilateral dalam mengatasi tantangan bersama. “Berbagai tantangan global saat ini tidak akan dapat diatasi oleh negara secara individu, dan membutuhkan kerja sama internasional dan multilateral yang kuat,” ucap Menlu RI.

Dalam konteks kerja sama bilateral, kedua Menlu membahas tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jerman pada April 2016 lalu, khususnya terkait kerja sama dalam bidang ekonomi, energi, maritim dan pendidikan vokasional. Kedua Menlu juga sepakat untuk segera pembahasan untuk memperluas bidang kerja sama komprehensif Indonesia-Jerman.

Terkait dengan pendidikan vokasional (pelatihan kejuruan), Menlu Jerman menekankan bahwa sistem pendidikan seperti ini hanya akan berhasil apabila terdapat peran aktif, kolaborasi dan rasa tanggung jawab yang tinggi dari perusahaan dan organisasi buruh atas pentingnya tenaga kerja yang trampil. Menlu Gabriel menyampaikan bahwa di Jerman, sistem pendidikan vokasional berhasil karena adanya kerja sama yang baik antara perusahaan dan organisasi buruh, yang menentukan keahlian tenaga kerja yang dibutuhkan pasar. “Kami mengundang sektor swasta di Jerman untuk dapat berkolaborasi dengan Indonesia untuk mendukung pendidikan vokasional melalui program magang dan training for trainee” ujar Menlu Retno.

Selain itu, kedua Menlu juga membahas kerja sama di bidang maritim dan pembangunan. Pada bidang maritim, Menlu Retno mengundang investor Jerman untuk turut mendukung pengembangan  Pusat Kelautan dan Perikanan di pulau-pulau terluar di Indonesia. Sementara, Menlu Retno juga mengharapkan agar pembahasan kerja sama pembangunan dapat diarahkan sesuai priortas pembangunan nasional.

Sebagai 2 negara yang merupakan ekonomi tersebsar di Asia Tenggara dan ekonomi terbesar di Uni Eropa, merupakan suatu hal yang alami bagi Indonesia dan Jerman memiliki hubugan kerja sama ekonomi yang dekat dan intensif. Dalam kaitan ini, kedua Menlu sepakat untuk mendorong percepatan proses Indonesia – Uni Eropa CEPA.

Jerman merupakan mitra dagang utama di antara negara-negara Eropa. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$ 6.1 milyar pada tahun 2015, sementara investasi Jerman di Indonesia mencapai US$ 133.2 juta dalam 310 proyek pada tahun 2016. Jumlah wisatawan Jerman ke Indonesia: 117.883 pada periode Januari – Juli 201, merupakan urutan ke-3 terbesar di Eropa.

Indonesia dan Singapura Rayakan 50 Tahun Hubungan Diplomatik

“Keberadaan saya di Singapura selain meluncurkan rangkaian kegiatan perayaan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura bagi, saya juga melakukan penukaraan instrumen ratifikasi untuk perjanjian antara Indonesia-Singapura mengenai penetapan garis batas laut wilayah kedua negara dibagian timur selat Singapura,”  demikian disampaikan Menlu, Retno Marsudi setelah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di Singapura hari ini.

Dengan di lakukankannya penukaran instrumen ratifikasi tersebut, Indonesia dan Singapore kini hanya menyisakan sebagain kecil perbatasan  maritim yang belum diselesaikan oleh kedua negara.

Dalam pertemuan, kedua Menlu sependapat bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Singapura kini dalam keadaan yang sangat baik. Hal ini tidak saja dapat dilihat dari intensifnya hubungan ekonomi, namun juga adanya komunikasi yang baik antara kedua negara. “Hubungan baik kedua negara bukan berarti tidak ada tantangan dalam hubungan tersebut, namun karena adanya komunikasi yang

baik sehingga berbagai tantangan dan masalah dapat diselesaikan dengan baik secara terbuka,” tutur Menlu RI.

Kedua Menlu membahas berbagai langkah untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Dalam kaitan ini, selain membahas tindak lanjut dari berbagai kesepakatan yang dicapai dalam Leaders Retreat di Semarang, kedua Menlu juga membahas berbagai upaya untuk meningkatkan kerja sama Indonesia-Singapura di Batam, Bintan dan Karimun. “Hubungan ekonomi kedua negara saat ini sangat intensif, namun demikian, masih terdapat ruang untuk terus ditingkatkan, seperti melalui pembentukan kawasan industri kendal yang dilakukan Nopember 2016 lalu,” tutur Menlu Retno.

Kedua Menlu juga membahas berbagai tantangan yang saat mengancam pembangunan dikedua negara. Untuk itu  kedua Menlu sepakat pentingnya untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi ancaman terorisme, peredaran gelap narkoba dan perdagangan manusia, serta kerja sama di berbagai forum  regional dan internasional.

Selain isu bilateral, kedua Menlu membahas berbagai perkembangan di tingkat regional maupun global. Tahun ini juga merupakan ulang tahun ke 50 ASEAN. Kedua Menlu meyakini bahwa kedepan ASEAN akan terus berkembang dan semakin kuat. “Indonesia berkomitmen untuk memastikan agar ASEAN  terus berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan di kawasan,” tegas Menlu RI.

Sebagai utusan khusus Presiden RI untuk IORA, Menlu Retno juga telah  melakukan Kunjungan Kehormatan kepada PM Singapura, Y.M. Lee Hsien Loong, untuk menyampaikan undangan Presiden RI kepada PM Singapura untuk menghadiri KTT IORA pada 7 Maret 2017 yang akan datang. Selain  menyampaikan undangan tersebut, dalam pertemuan juga dibahas sejumlah isu bilateral, regional dan global yang menjadi kepentingan kedua negara.

Singapura merupakan mitra dagang terbesar ke-5 Indonesia setelah RRT, Amerika Serikat, Jepang, dan India. Hingga Oktober 2016, total perdagangan bilateral Indonesia dan Singapura mencapai : US$ 20,90 milyar. Investasi Singapura di Indonesia pada tahun 2016 mencapai US$ 9,2 milyar (1932 proyek), ini menjadikan Singapura sebagai investor asing terbesar dalam lima tahun terakhir. Selain itu, Singapura juga menjadi kontributor wisatawan asing terbesar terbesar dimana padatahun 2015 total mencapai 1.519.430 orang, naik 0,014% dari tahun sebelumnya.

Dalam rangka perayaan ulang tahun 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura berbagai kegiatan akan dilakukan baik di Singapura maupun di Indonesia antara lain, dialog interfaith, dialog track 2 dan 1.5 forum bisnis, serta berbagai kegiatan musik, fasion dan fun run.

Forum Bisnis Indonesia-Mozambik membangkitkan kerja sama antar pengusaha kedua negara

“Pengusaha Indonesia dan Mozambik harus manfaatkan semua peluang untuk merevitalisasi hubungan dagang dan investasi yang melemah setahun terakhir”. Demikian disampaikan Menlu RI, Retno L.P. Marsudi pada forum bisnis Indonesia-Mozambik di Maputo, yang dihadiri lebih dari 50 pengusaha Mozambik.

Pengusaha Mozambik yang hadir  berasal dari berbagai sektor, seperti energi, perbankan, tensportasi, pariwisata, konstruksi. Juga hadir wakil Kementerian Pertahanan, Kemlu dan BUMN Mozambik. “Saya mengetahui bahwa  Mozambik sedang membutuhkan berbagai produk industri strategis, saya percaya perusahaan industri strategis Indonesia siap bekerja sama,” tegas Menlu RI.

Salah satu hambatan kerja sama perdagangan dengan Mozambik selama ini terkait masalah pendanaan. Hadirnya perwakilan dari Indonesia Eximbank disambut baik oleh pengusaha dan perwakilan Pemerintah Mozambik yang hadir.

Dalam sambutannya, selain menyampaikan berbagai langkah reformasi ekonomi di Indonesia, Menlu RI  juga  mempromosikan produk industri Indonesia seperti gerbong kereta api. Menlu RI menawarkan gerbong kereta api produksi Indonesia kepada Mozambik yang sedang membangun sistem transportasi kereta api. “Gerbong kereta api buatan Indonesia sangat bagus dan telah diekspor ke beberapa negara. Indonesia siap bekerja sama untuk mendukung sistem     sistem transportasi kereta api yang sedang dibangun Mozambik”, tegas Menlu RI.

Menlu RI juga menawarkan kerja sama untuk memproses hasil komoditi kapas Mozambik  dengan perusahaan tekstil Indonesia. Menlu RI menyampaikan industri tekstil Indonesia sangat maju, selain dapat  memproses kapas hasil Mozambik, kedepannya saya yakin mereka siap untuk kerja sama lebih erat melalui  transfer of capacity dan kerja sama investasi.

Sebagai bagian dari forum bisnis, juga dilaksanakan kegiatan business matching. Terdapat berbagai minat dari pengusaha Mozambik kepada Indonesia, di antaranya terkait dengan produk      kereta api PT. INKA. Selain itu, PT. PAL juga mendapat minat kerja sama sejumlah kapal kargo untuk distribusi barang. Di sektor  pariwisata terdapt minat untuk kerja sama pengembangan pulau wisata dan biro perjalanan.

Forum bisnis diyakini akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara yang tengah mengalami berbagai tantangan.

*Maputo, Mozambik, 7 Februari 2017:* “Pengusaha Indonesia dan Mozambik harus manfaatkan semua peluang untuk merevitalisasi hubungan dagang dan investasi yang melemah setahun terakhir”. Demikian disampaikan Menlu RI, Retno L.P. Marsudi pada forum bisnis Indonesia-Mozambik di Maputo, yang dihadiri lebih dari 50 pengusaha Mozambik.

Pengusaha Mozambik yang hadir  berasal dari berbagai sektor, seperti energi, perbankan, tensportasi, pariwisata, konstruksi. Juga hadir wakil Kementerian Pertahanan, Kemlu dan BUMN Mozambik. “Saya mengetahui bahwa  Mozambik sedang membutuhkan berbagai produk industri strategis, saya percaya perusahaan industri strategis Indonesia siap bekerja sama,” tegas Menlu RI.

Salah satu hambatan kerja sama perdagangan dengan Mozambik selama ini terkait masalah pendanaan. Hadirnya perwakilan dari Indonesia Eximbank disambut baik oleh pengusaha dan perwakilan Pemerintah Mozambik yang hadir.

Dalam sambutannya, selain menyampaikan berbagai langkah reformasi ekonomi di Indonesia, Menlu RI  juga  mempromosikan produk industri Indonesia seperti gerbong kereta api. Menlu RI menawarkan gerbong kereta api produksi Indonesia kepada Mozambik yang sedang membangun sistem transportasi kereta api. “Gerbong kereta api buatan Indonesia sangat bagus dan telah diekspor ke beberapa negara. Indonesia siap bekerja sama untuk mendukung sistem     sistem transportasi kereta api yang sedang dibangun Mozambik”, tegas Menlu RI.

Menlu RI juga menawarkan kerja sama untuk memproses hasil komoditi kapas Mozambik  dengan perusahaan tekstil Indonesia. Menlu RI menyampaikan industri tekstil Indonesia sangat maju, selain dapat  memproses kapas hasil Mozambik, kedepannya saya yakin mereka siap untuk kerja sama lebih erat melalui  transfer of capacity dan kerja sama investasi.

Sebagai bagian dari forum bisnis, juga dilaksanakan kegiatan business matching. Terdapat berbagai minat dari pengusaha Mozambik kepada Indonesia, di antaranya terkait dengan produk      kereta api PT. INKA. Selain itu, PT. PAL juga mendapat minat kerja sama sejumlah kapal kargo untuk distribusi barang. Di sektor  pariwisata terdapt minat untuk kerja sama pengembangan pulau wisata dan biro perjalanan.

Forum bisnis diyakini akan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara yang tengah mengalami berbagai tantangan.

Pertemuan Pertama High Working Level Strategic Dialogue antara Indonesia dan Republik Korea

Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir bersama Wakil Menteri Luar Negeri Republik Korea Lim Sung-nam telah memimpin Pertemuan Pertama High-Working Level Strategic Dialogue (HWLSD) antara Indonesia dan Republik Korea (ROK) di Jakarta, 6 Februari 2017. Turut hadir sebagai delegasi, wakil dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Pertahanan, Kementerian Perdagangan, BKPM dan Kemlu.

Pertemuan Pertama High Working Level Strategic Dialogue dilaksanakan dalam rangka memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan ROK sebagai implementasi hasil kunjungan kenegaraan Presiden RI ke Republik Korea tahun 2016.

Beberapa agenda yang menjadi pembahasan dalam Pertemuan tersebut antara lain: kerjasama bilateral bidang pertahanan, ekonomi, sosial budaya, konsuler dan tenaga kerja. Selain membahas isu bilateral, kedua Wakil Menteri Luar Negeri juga berbagi pandangan mengenai isu-isu strategis pada tingkat regional dan global yang menyangkut kepentingan kedua negara.

Republik Korea merupakan mitra kerja sama strategis bagi Indonesia. Pada tahun 2016, ROK merupakan mitra dagang terbesar ke-6 dan negara penyumbang investasi asing ke-9 terbesar bagi Indonesia. Pemri senantiasa mendorong para pengusaha Korea untuk meningkatkan investasi di bidang-bidang infrastruktur, energi dan ketahanan pangan. Sementara bagi Korea, Indonesia memiliki arti penting di kawasan, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan.

Pada pertemuan tersebut, kedua Wakil Menteri Luar Negeri telah mengidentifikasi kerjasama strategis yang diwujudkan melalui kerjasama bilateral. Pertemuan Kedua HWLSD akan diselenggarakan di Republik Korea tahun 2019.