Kemenkop dan UKM Komit Bangun Infrastruktur Akses Permodalan bagi Pelaku UKM di Daerah

Kemenkop dan UKM Komit Bangun Infrastruktur Akses Permodalan bagi Pelaku UKM di Daerah

Sumber daya Koperasi dan UMKM mempunyai peran yang sangat besar dalam memajukan perekonomian nasional. UMKM telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 60,34%. Kemampuan dalam menyerap More »

Panglima TNI : Pegang Teguh Nilai-Nilai Budaya dan Pancasila

Panglima TNI : Pegang Teguh Nilai-Nilai Budaya dan Pancasila

Pancasila sebagai Ideologi Negara sudah final, siapapun tidak boleh merubahnya, jika ada yang mengajak untuk merubahnya jangan dipercaya dan jangan diikuti, itu adalah pengkhianat bangsayang akan mencelakakan bangsa Indonesia. Untuk itu, tetap memegang teguh nilai-nilai budaya dan Pancasila.   More »

Tumbuhkan Perekonomian Indonesia, Koperasi dan UKM harus Jadi Prioritas

Tumbuhkan Perekonomian Indonesia, Koperasi dan UKM harus Jadi Prioritas

Indonesia patut bernafas lega, karena di tengah-tengah kelesuan ekonomi dunia yang belum ada tanda-tanda pulih, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih baik. Bahkan jika dibandingkan dengan negara G20 perkembangan ekonomi Indonesia berada di urutan More »

Braman Usung Paradigma Baru LPDB Jadi Lembaga Inklusif

Braman Usung Paradigma Baru LPDB Jadi Lembaga Inklusif

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) di bawah kepemimpinan Braman Setyo mengusung paradigma baru ingin menjadi lembaga yang inklusif atau terbuka, sehingga terjalin kemitraan strategis penyaluran dana More »

BNPB: Gedung LKAAM Provinsi Sumatera Barat harus Segera Difungsikan

BNPB: Gedung LKAAM Provinsi Sumatera Barat harus Segera Difungsikan

Badan Nasional penanggulangan bencana (BNPB) menegaskan bahwa gedung Lembaga Kerapatan Adat Ala Minangkabau (LKAAM) provinsi Sumatera Barat harus segera difungsikan, karena memang gedung tersebut dibangun untuk LKAAM provinsi Sumatera Barat dan telah More »

 

Category Archives: Nasional

Bakamla RI Turut Bahas  Laut China Selatan di China

 Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) turut menghadiri undangan Pertemuan 21st ASEAN-China Joint Working Group dan 14th ASEAN-China Senior Officials Meeting on the Implementation of Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (JWG/SOM-DOC),  di Guiyang, China  16 – 18 Mei 2017.

Pada pertemuan JWG on DOC tanggal 17 Mei 2017, Delegasi Indonesia yg dipimpin oleh Direktur Polkam ASEAN, beserta negara-negara ASEAN lainnya dan China berupaya untuk memfinalisasi kerangka dari Code of Conduct (Framework of CoC) dalam rangka mengimplementasikan Declaration of Conduct of the Parties in the South China Sea.

Bersamaan dengan JWG on DOC, juga berlangsung Ad-Hoc Technical Officials Meeting antara para instansi teknis negara-negara ASEAN dan China yang membahas tentang proposal kerjasama antara ASEAN-China di bidang perlindungan lingkungan maritim dan keselamatan laut di Laut China Selatan.

Pada pertemuan tersebut, Delegasi RI yg diwakili oleh Kasi Kerja Sama Multilateral dan Organisasi Internasional Bakamla, Hudiansyah Is Nursal, S.H., MILIR, beserta perwakilan dari Kemenko Bidang Kemaritiman dan perwakilan dari KBRI Beijing melakukan diskusi dengan delegasi China dan delegasi negara-negara ASEAN lainnya terkait dengan proposal kerjasama yg diajukan oleh Pemerintah China di bidang perlindungan lingkungan dan keselamatan laut di Laur China Selatan.

Para pihak sepakat untuk membahas lebih lanjut proposal kerja sama dimaksud secara internal di masing-masing negara dan akan berkomunikasi lebih intens guna pelaksanaan kerja sama sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara.

Lebih lanjut, pada tanggal 18 Mei 2017 dalam pertemuan 14th Senior Officials Meeting (SOM) ASEAN-China on the Implementation of DOC, dihasilkan kesepakatan terhadap Framework of CoC. Framework ini menjadi acuan dalam rangka penyusunan Code of Conduct of the Parties in the South China Sea. Seluruh negara peserta berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama guna menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan. Disepakatinya Framework of CoC merupakan milestone dari kerjasama ASEAN-China khususnya terkait dengan isu Laut China Selatan.

Pada pertemuan 14th SOM ASEAN-China on DOC, Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Jose Tavarez.

Indonesia Mantapkan Peran Sebagai Negara Penyedia Bantuan Kontribusi Konkrit Indonesia dalam Kerja Sama Selatan-Selatan

Berawal dari Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, Indonesia senantiasa menjaga semangat solidaritas antar negara berkembang, atau biasa disebut negara Selatan, melalui berbagai macam program kegiatan pembangunan. “Sesungguhnya, Indonesia telah aktif memberikan bantuan kepada sesama negara berkembang lewat skema Kerja Sama Selatan-Selatan atau KSS sejak tahun 1981,” ungkap Moh. Syarif Alatas, Direktur Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri pada Seminar on Indonesia’s South-South and Triangular Cooperation dengan tema “Proud to Contribute: Maximizing Potentials in South-South Cooperationtanggal 18 Mei 2017 di Depok, Jawa Barat.

“Kini, Indonesia memasuki tingkatan baru sebagai negara berpendapatan menengah dan anggota G20. Masyarakat internasional semakin berharap lebih pada Indonesia, bukan hanya sebagai negara penerima, namun juga sebagai negara penyedia bantuan,” tegas Moh. Syarif Alatas. Hal tersebut tercermin dari jumlah permintaan program pembangunan kapasitas dari negara-negara berkembang yang terus meningkat kepada Indonesia sehingga semakin menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat internasional. Untuk itu, kontribusi Indonesia dalam Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Adapun kegiatan pembangunan kapasitas meliputi pelatihan, magang, pengiriman tenaga ahli maupun knowledge sharing yang ditujukan kepada berbagai negara di benua Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika.

Selain Moh. Syarif Alatas selaku Direktur Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri sebagai narasumber, Dinur Krismasari, Senior Representative JICA Indonesia dan Asra Virgianita, Dosen Hubungan Internasional, Universitas Indonesia serta Mickael B. Hoelman, Senior Advisor INFID juga menyampaikan tanggapannya dalam seminar yang dikemas dalam bentuk talkshow.

Indonesia berbeda dari negara lain karena pendekatan KSS yang berbasis knowledge sharing. JICA memandang Indonesia selalu berusaha berbagi secara tulus tanpa ada embel-embel. Selain itu, Indonesia bukan hanya berbagi best practice tapi juga pengalaman negatif yang sebaiknya jangan diadopsi oleh negara lain. Ini yang membuat Indonesia unik”, ungkap Dinur Krismasari.

Diungkapkan pula oleh Mickael B. Hoelman bahwa seminar ini menjadi bentuk pelibatan organisasi non pemerintah (ornop) pada KSS yang patut diapresiasi. Hal ini menguatkan paparan dari Asra Virgianita yang berkesempatan untuk membagi rekomendasi agar pemanfaatan KSS dapat dibingkai sebagai tools of diplomacy, termasuk sebagai instrumen diplomasi ekonomi, yang dapat lebih melibatkan aktor non negara melalui multitrack diplomacy.

Bersamaan dengan seminar yang merupakan hasil kerja sama antara Pusat P2K Multilateral, Kementerian Luar Negeri RI dengan Center for International Relations Study (CIReS), FISIP Universitas Indonesia dan didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia ini juga digelar pameran foto dengan tema yang sama. Melalui kedua kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat capaian dan kontribusi Indonesia dalam Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) di bidang pertanian, perikanan, pariwisata, infrastruktur, tata kelola pemerintahan, UMKM, pendidikan, dan bidang-bidang lainnya.

Persit Katika Chandra Kirana PD Iskandar Muda Terima Penyuluhan Psikologi

Sebanyak 227 Persit jajaran PD Iskandar Muda menerima Penyuluhan Psikologi dan konsultasi Psikologi dari Dinas Psikologi TNI AD di  Gedung Balai Teuku Umar Makodam Iskandar Muda, Banda Aceh. Kamis 18/05/17.
Penyuluhan Psikologi dan Konsultasi Psikologi tersebut di buka oleh Kabintaldam Kolonel Inf Sainul Alam mewakili Pangdam IM Mayjen TNI Moh. Fachrudin S.sos.
Dalam sambutan Pangdam yang dibacakan Kabintaldam menyampaikan, semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi kita untuk kebersamaan serta kekeluargaan dalam meningkatkan kualitas pengabdian sebagai persit kck dalam upaya mewujudkan keluarga prajurit yang sejahtera.
“Untuk itu saya berharap dalam menghadapi tugas-tugas kedepan Persit KCK senantiasa mampu mencermati dan menyikapi perkembangan yang terjadi, sehingga kegiatannya relevan dan menyentuh kebutuhan yang paling hakiki bagi upaya peningkatan kualitas kehidupan keluarga prajurit yang sehat, bahagia dan sejahtera,” harap Pangdam dalam sambutannya.
“Sesuai dengan lambang Persit Kartika Chandra Kirana yang mempunyai arti yaitu, membatu tugas Prajurit TNI-AD sebagai senjata pamungkas yang selalu setia pada Sumpahnya untuk menjaga keselamatan negara dan bangsa dari marabahaya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Flying Psichologist dari Dinas Psikologi TNI AD Letkol ( K ) Drs Tuti Rustati menyampaikan, bahwa Ahli komunikasi komunikasi keluarga Rae sedwig ( 1985 ), merupakan suatu pengorganisasian yang menggunakan kata-kata, sikap tubuh ( gesture ), intonasi suara, tindakan untuk menciptakan harapan image, ungkapan perasaan serta saling membagi pengertian,( dikutip dari Achdiat, 1997:30.).
“Ahli komunikasi lainnya, ( Friendly : 2002: ) komunikasi keluarga mengatakan merupakan kesiapan membicarakan dengan terbuka setiap hal dalam keluarga baik yang menyenangkan maupun kurang menyenangkan,” jelasnya.
Usai pemberian materi juga dibuka sesi Tanya jawab oleh ketua Tim Dispsiad Letkol Caj (K) Drs. Tuti Rustati untuk memimpin berjalanya sesi Tanya jawab.
Pada kesempatan tersebut,  salah satu anggota Persit Denma istri dari Pelda Irawan bertanya, bagaimana mengatasi anak yang suka iseng.?
Jawab Letkol Caj (K) Drs. Tuti Rustati, cara mengatasi anak yang suka iseng adalah dengan harus memberi perhatian lebih terhadap si anak dan harus di tegur disaat dia melakukan ke isengan tersebut.
“Tentunya dengan lemah lembut dan tidak boleh sesekali melakukan kekasaran terhadap anak, sebab bisa menyebabkan mental nya terganggu,” Jawab ketua tim Letkol Caj (K) Drs. Tuti Rustati.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri, Ny Fadjar ( Irdam IM ), Pabandya jahril Spers Mayor INF M. Fahdi dan pengurus Persit PD Iskandar Muda.





Kunjungan Presiden Chile ke Indonesia

Indonesia Sambut Presiden Republik Chile Y.M. Veronica Michelle Bachelet Jeria Untuk Bahas Penguatan Kerjasama Bilateral
Presiden Republik Chile Y.M. Veronica Michelle Bachelet Jeria akan melakukan Kunjungan Kenegaraan di Indonesia pada 11 – 12 Mei 2017. Pada kunjungannya, Presiden Chile akan memfokuskan diskusi untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan, kelautan serta perikanan, termasuk kerjasama sosial budaya. Kunjungan ini memiliki arti penting yang sejalan dengan prioritas Pemerintah RI dalam upaya untuk meningkatkan akses pasar bagi produk-produk Indonesia di pasar prospektif di wilayah Amerika Selatan

Selama berada di Indonesia, Presiden Michelle Bachelet juga rencananya akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden RI dan menghadiri seminar KADIN RI-Chile. Presiden Chile juga akan menggunakan kesempatan kunjungannya untuk mengadakan pertemuan di Sekretariat ASEAN serta peletakan karangan bunga di TMP Kalibata.

Chile merupakan mitra dagang terbesar ketiga Indonesia di wilayah Amerika Selatan. Pada tahun 2016, volume perdagangan RI – Chile mencapai 227 juta USD dengan surplus di pihak Indonesia sebesar 60,5 juta US. Rencana Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) RI-Chile yang saat ini sedang dinegosiasikan memiliki potensi meningkatkan perdagangan bilateral, investasi, serta menjadikan Chile sebagai hub bagi produk-produk Indonesia dalam memasuki pasar Amerika Selatan.

Melalui MSDE ke-8, Bakamla RI Selaraskan Konvensi Hukum Laut Internasional

Memasuki hari ke-2 pelaksanaan Maritime Security Desktop Exercise (MSDE) 2017, para peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang Konvensi Hukum Laut Internasional melalui penjelasan yang disampaikan dua nara sumber dari The Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS) serta diskusi dan tanya jawab, di ballroom Hotel Aryaduta, Manado (9/5/2017).
Kedua nara sumber yaitu Prof. Stuart Kaye dan Dr. Chris Rahman menyampaikan materi yang tertuang dalam artikel-artikel United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS 82), yang merupakan seperangkat norma hukum dan menjadi pedoman negara pantai dalam mengatur segala aspek hukum dan kedaulatan negara di laut.

Topik tentang UNCLOS 1982 diangkat dalam MSDE ke-8, guna mendapatkan persamaan persepsi negara-negara pantai terhadap aturan yang tertuang dalam UNCLOS 82 sehingga dapat menyikapi segala permasalahan di laut yang melibatkan berbagai negara dengan sudut pandang yang sama.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam penjagaan wilayah maritim, setiap negara tidak terkecuali Indonesia, terikat dengan aturan internasional yang harus dipenuhi. Dengan memfasilitasi pertemuan delegasi dari berbagai negara pantai di Asia dan Australia, Bakamla RI berharap dapat menyelaraskan pemahaman negara-negara pantai terhadap perjanjian laut internasional yang telah diakui secara bersama tersebut, sehingga dalam pelaksanaannya selalu dapat mengedepankan aturan yang telah disepakati bersama, dan menjadi pedoman yang dapat ditaati.

Demikian pula melalui tanya jawab dan diskusi interaktif yang berlangsung dalam pertemuan ini diharapkan dapat ditemukan formulasi kerjasama teknis operasional yang tepat berdasarkan ketentuan hukum internasional terhadap permasalahan dilaut.

Puluhan peserta dari 16 negara mengikuti perhelatan multilateral yang merupakan bentuk kerjasama Indonesia dan Australia ini, yaitu Australia, Jepang, Srilanka, Thailand, Bangladesh, Malaysia, Laos, Kamboja, Papua Nugini, Myanmar, Taiwan, Timor Leste, Singapura, Filipina, Maldives, dan Brunei Darussalam.

Dikunjungi lebih dari 1600 Masyarakat Hongaria, Indonesian Days and Charity Bazaar bukukan senilai USD 20.000

KBRI dan ITPC Budapest kembali adakan Indonesian Days and Charity Bazaar (IDCB) ke-lima tahun 2017. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 6-7 Mei 2017 ini berhasil menarik lebih dari 1600 masyarakat Hongaria dan melalui perhitungan kotor berhasil membukukan lebih dari 1200 transaksi senilai USD 20.000,-.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, IDCB mengundang pengusaha kecil dan menengah dari Indonesia untuk memasarkan produknya di Hongaria. Selain itu IDCB juga mengajak importir produk-produk Indonesia yang ada di Hongaria untuk memasarkan produknya secara cuma-cuma. Tercatat IDCB 2017 diikuti oleh 5 UKM asal Indonesia dan 4 Pengusaha asal Hongaria.

Dalam sambutannya, Kepala ITPC Budapest, Hikmat Rijadi menyampaikan bahwa kegiatan IDCB ini adalah kegiatan promosi terpadu dalam rangka lebih memperkenalkan dan mendekatkan produk Indonesia kepada Masyarakat Hongaria yang memiliki minat yang tinggi akan produk Indonesia yang bernilai seni. Pada IDCB 2017, selain ukiran dengan nilai seni tinggi IDCB juga menyediakan produk produk unggulan seperti Kopi, Teh, Produk kelapa dan turunannya serta bumbu-bumbu khas Indonesia.

Acara yang dilaksanakan di KBRI Budapest ini kental dengan suasana Indonesia dengan dipasangnya kain poleng pada pohon-pohon KBRI dan para panitia IDBC yang berpenampilan khas Bali. Sebelum acara, panitia juga melaksanakan kirab budaya di jalan sekitar KBRI untuk menarik perhatian pengunjung. KUAI KBRI Budapest, Abas Basori dalam sambutannya mengajak masyarakat Hongaria untuk lebih mengenal Indonesia dari Budaya dan keseniannya, salah satunya dengan mengikuti workshop pembuatan batik yang disediakan oleh KBRI Budapest dalam IDCB dan menarikan Gemu Famire bersama sama.

Selain itu, IDCB juga dimeriahkan dengan hadirnya kuliner khas Indonesia yang penyediaannya dimotori oleh WNI di Budapest. Dalam dua hari pelaksanaan IDCB masyarakat Hongaria menikmati kuliner khas Indonesia seperti sate ayam, gudeg Yogya, Nasi Bakar, klapertaart durian, coto makassar serta jajanan jajanan lainnya. Pengunjung IDCB 2017 menyampaikan dukungannya apabila Indonesia membuka restauran khas makanan Indonesia di Hongaria.

IDCB 2017 secara keseluruhan meninggalkan kesan yang mendalam bagi masyarakat Hongaria, karena selain menikmati kesenian, makanan dan dapat berbelanja produk khas Indonesia, mereka juga beramal karena 10 persen dari hasil penjualan barang dan produk Indonesia di IDBC disumbangkan untuk panti jompo di Kota Abasar- Hongaria.  Untuk menarik minat masyarakat lebih banyak berbelanja, KBRI dan ITPC menyediakan doorprize menarik berisi produk-produk Indonesia da sepeda gunung.

Acara yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari di KBRI Budapest, akan dilanjutkan kembali di Vasarcsarnok pada 9-11 Mei 2017.  Selain masyarakat umum Hongaria, acara IDCB juga dihadiri oleh kalangan diplomatik negara-negara sahabat seperti Dubes Thailand, Dubes Lithuania, Dubes Palestina dan istri dari Duta Besar Arab Saudi.

Pasukan Garuda Indobatt-03 Unamid Gelar Patroli di Wilayah Sudan

Pasukan Garuda Satgas Batalyon Komposit Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt) 03 dibawah pimpinan Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. sebagai Dansatgas, menggelar patroli rutin, patroli jarak pendek, patroli malam, pengawalan logistik dan administrasi dalam rangka menjalankan tugas/misi dari PBB (Persatuan Bangsa Bangsa / United Nations) di wilayah Sudan-Afrika, Selasa (2/5/2017).

Disela-sela kegiatan patroli, Dansatgas Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam mengatakan bahwa Pasukan Garuda TNI mulai dikenal oleh masyarakat lokal di wilayah Darfur sekitar 2 (dua) tahun yang lalu pada saat misi pertama di mulai. “Pasukan Indonesia mudah diterima di wilayah misi ini, dengan kemampuan tugas teritorial, keramahan kultur sosial budaya serta dikenal ramah-tamah, murah senyum, tegur sapa dan diterima dekat dengan warga lokal saat berinteraksi terhadap warga sipil dan anak-anak,” ujarnya.

Menurut Letkol Inf Syamsul Alam, kegiatan patroli ini dilaksanakan setiap hari baik siang maupun malam, tergantung sifat kebutuhan dari United Nations (PBB), dengan menggunakan kendaraan jenis Anoa (APC), LC, Truck, dan Ambulance. “Patroli dilakukan oleh masing-masing Kompi A, B, C, dan D dibawah pimpinan Danki, Danton sesuai pembagian tugasnya. Daerah yang sudah di patroli diantaranya Sandikoro, Khaskhasa, Jhokana, Amara Jadid, Krinding, Ojejei, Bore Hole dan Doroti,” jelasnya.

Lebih lanjut Dansatgas Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam memaparkan bahwa, selain melaksanakan kegiatan operasi rutin, pengamanan aset United Nations, maupun pengamanan di wilayah Area Of Responsibility (AOR) yang sudah berjalan dan dilaksanakan beberapa hari ini, Pasukan Garuda Konga XXXV-C/Unamid juga dikenal ramah-tamah, murah senyum, dan diterima dekat dengan warga lokal saat berinteraksi terhadap warga sipil dan anak-anak, sekaligus merupakan upaya nyata dalam pemulihan trauma terhadap warga sipil yang pernah menjadi korban konflik.

Dansatgas Indobatt-03 juga menyampaikan bahwa, penugasan di dalam negeri yang sudah pernah dimiliki oleh para Prajurit Garuda ketika berada di Indonesia, menjadi bekal dan modal dalam tugas misi perdamaian ini. “Kontingen Garuda XXXV-C/Unamid ini, merupakan Satgas yang ketiga kalinya untuk misi Unamid yang di tempatkan di wilayah Darfur Barat (Sector West) dan akan melaksanakan tugasnya hingga April 2018 mendatang,” ucapnya.

“Selain bertugas sebagai pasukan perdamaian, Prajurit Garuda Indobatt-03 juga melaksanakan kegiatan Civil Military Coordination (Cimic), diantaranya pemberian bantuan bagi tempat-tempat ibadah, penyaluran zakat bagi masyarakat lokal, dan pengobatan missal,” pungkas Dansatgas Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam, S.E..

Indonesia dan Malaysia Bahas Kerja Sama Pengamanan Selat Malaka

 

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Raharjo menghadiri pembahasan dan penandatanganan kerja sama pengamanan Selat Malaka dengan delegasi Malaysia yang dipimpin oleh Laksma Maritim Haji Oemar Lebai, di Putrajaya Malaysia, 5 – 6 April 2017.

Pertemuan yang dilaksanakan dalam rangka penguatan dan peningkatan kerja sama antar kedua negara khususnya tentang pengamanan di Selat Malaka tersebut membahas antara lain rencana operasi bersama yang melibatkan kedua negara, serta perlunya dilakukan sosialisasi bagi masyarakat pengguna laut terkait batas-batas negara agar pelanggaran wilayah oleh nelayan kedua negara yang disebabkan kurangnya pengetahuan dapat diminimalkan.

Kegiatan pengamanan bersama kedua negara nantinya dianggap penting untuk dapat memberikan efek deterance bagi pelaku kejahatan, sehingga diharapkan dapat mengurangi tingkat kejahatan di Selat Malaka dan menunjukkan eksistensi Indonesia dan Malaysia dalam kegiatan pengamanan laut.

Pertemuan diakhiri dengan penandatanganan kerja sama antara kedua belah pihak oleh masing-masing pimpinan delegasi.

Anggota delegasi Indonesia yang turut hadir dalam pertemuan tersebut berasal dari beberapa instansi maritim yaitu Direktur PSDKP KKP Goenaryo, A.Pi,M.Si., Kabid Operasi Zona Maritim Barat Bakamla RI Kombes Pol. Raden Prasetyo, Asops Guskamlabar Kolonel Laut (P) Jaya Darmawan, Kasubdit Kerma Ditpolair Kombes Pol Triyono Wibowo, Kasubdit Patroli Laut Ditjen Bea Cukai Untung Purwoko, Kasubdit Patroli dan Pengamanan KPLP Sugiharno Andreas, Paban V/Kerkamtas Sops Mabes TNI Letkol Inf Cahyadi Imam Suhada dan Tim Sekretariat Tim Perancang Operasi (TPOM) Indonesia, Kasie Operasi Laut Bakamla RI Prabu Airlangga dan Kasie Logistik Operasi Laut Bakamla RI Kustriyani.

Sedangkan delegasi Malaysia beranggotakan antara lain perwakilan dari agensi Bea dan Cukai, Imigrasi, Kepolisian Air, Dinas Kelautan, Angkatan Udara Malaysia dan Angkatan Laut Malaysia serta sekretariat TPOM Malaysia yang dipimpin Commander Fauzi.

Dubes RI Budapest menjadi Pembicara dihadapan 200 Mahasiswa University of Pécs

 

 

Duta Besar RI untuk Hongaria, Y.M. Wening Esthyprobo menjadi salah satu pembicara pada acara Diplomats’ Round-table Discussion dengan tema education and science diplomacy yang diselenggarakan oleh University of Pécs pada tanggal 5 April 2017 di Main Hall, Perpustakaan University of Pécs.

Kegiatan Diplomats Round-table Discussion yang merupakan bagian dari peringatan 650 tahun Jubilee University of Pécs tersebut juga menghadirkan 17 Duta Besar-Duta Besar dari berbagai negara.

Dihadapan 200 mahasiswa University of Pécs, Duta Besar Wening memaparkan mengenai sistem pendidikan di Indonesia dan diplomasi pendidikan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh Duta Besar Wening untuk menjelaskan mengenai beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia, “Sebagai bagian dari upaya public diplomacy, Pemerintah Indonesia menawarkan berbagai beasiswa bagi para pemuda negara sahabat sejak tahun 1974, para alumni penerima beasiswa tersebut sekarang menjadi agen promosi bagi Indonesia”.

Dalam presentasinya Dubes Wening juga memaparkan mengenai program-program di bidang diplomasi pendidikan yang dilakukan oleh KBRI Budapest antara lain program Indonesia Goes to School dan program penyediaan pengajar Bahasa Indonesia di Budapest Business School.

Kesempatan ini juga digunakan sebagai ajang promosi Budaya oleh Dubes RI kepada para Duta Besar dan civitas akademika University of Pécs dengan penggunaan batik dan tenun khas Indonesia dalam acara bergengsi ini.

University of Pécs merupakan universitas pertama di Hongaria yang mempunyai lebih dari 3000 mahasiswa internasional, dan 4 diantaranya berasal dari Indonesia.

Panglima TNI, Mantan Presiden Barcelona dan Pemilik Valencia Sambangi PS TNI

anglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Joan Laporta mantan Presiden Barcelona dan Peter Lim pemilik Valencia sambangi para pemain PS TNI (Persatuan Sepak Bola Tentara Nasional Indonesia) yang sedang melakukan latihan di Lapangan Atang Sutresna, Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, Minggu (2/4/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media mengatakan bahwa, kedatangan Saya bersama Joan Laporta dan Peter Lim adalah untuk melihat langsung latihan PS TNI. “Kenapa saya datang ? karena hidup mati PS TNI di Liga 1 harus bertahan,” katanya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dalam setiap pertandingan kita harus mempunyai mimpi yang tinggi, dan menjadi nomor 1 (satu). “Target saya adalah yang terbaik,” ucapnya.

“Kedatangan Joan Laporta dan Peter Lim, awalnya telepon-teleponan, mereka datang kesini supaya semua tahu bagaimana sistem dan rumusan sepak bola jalanan dan akademi, untuk menjadi pemain sepak bola profesional,” pungkasnya.

Sementara itu, Joan Laporta menyampaikan bahwa sepak bola tidak hanya menendang bola, tetapi sepak bola adalah sesuatu yang memiliki nilai lebih, dan sepak bola adalah budaya. “Jika ingin mengembangkan sepak bola, kita harus berfikir filosofinya, tidak hanya ketrampilan bermain sepak bola, kita harus memenuhi kebutuhan utama yaitu untuk menang, bermain bagus dan menjadi sukses,” jelasnya.

“Guna meraih sukses dalam bermain sepak bola, PS TNI harus menciptakan sistem pembinaan yang baik, pelatihan yang dilakukan saat ini sangat baik dan mereka pemain berbakat,” kata Joan Laporta.

Joan Laporta berpendapat bahwa, Asosiasi Sepak Bola Indonesia sudah dikelola dan diorganisir dengan baik dan kami di FC Barcelona mengatur secara akademis. “Kedatangan kami adalah untuk membantu sepak bola Indonesia guna menciptakan sistem secara akademis, dan berbagi mengenai kiat membangun sebuah klub agar meraih kesuksesan seperti yang dilakukan di FC Barcelona,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang FC Barcelona tidak hanya mengumpulkan Tropy tetapi juga memiliki uang, Joan Laporta merekomendasikan bahwa jika ingin sukses di lingkup perekonomian dalam hal ini uang, harus memperhatikan dan menciptakan filosofi yang lebih dari sekedar klub, memiliki para pemain yang jenius dan mempromosikan secara akademis. “Jika kita menemukan dan mempromosikan filosofi serta sistem secara akademis, maka sponsor dan uang akan datang,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya, Kasad Jenderal TNI Mulyono, para Asisten Panglima TNI, Danpom TNI Mayjen TNI Dodik Widjanarko, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni dan pemilik Grup Artha Graha Bapak Tomy Winata serta para Pengurus PS TNI.