Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Berubah ke arah yang lebih baik adalah tujuan setiap orang. Ketika seseorang sudah mau merubah diri, maka ia harus konsisten melaksanakan perubahan itu, supaya perbaikan diri bisa tercapai dengan baik. More »

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Kami ingin jiwa dan semangat luhur yang melekat pada TNI dapat terus terjaga dan dirawat sepanjang masa.  Sampai kapanpun TNI tidak pernah melupakan para pejuang dan senior yang telah memerdekakan dan mempertahankan bangsa ini. More »

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

BINUS UNIVERSITY akan menjadi tuan rumah untuk Ms. Frances Adamson, Secretary of the Foreign Affairs and Trade Development of Australia pada acara seminar “Australia and Indonesia: Stronger Together” di #AussieBanget Corner yang baru diresmikan bulan Maret More »

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM akan menyelenggarakan event olahraga, Forwakop SME 5K Run 2017 – Series I, dengan menargetkan 2.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku More »

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Keberhasilan pembebasan sandera di Papua adalah bentuk dari kerja sama TNI dan Polri, maka kekompakan dan kebersamaan TNI dan Polri sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dilihat More »

 

Category Archives: Nasional

Atase Pertahanan RI kunjungi Satgas Indobatt-03 di Sudan-Afrika

Atase Pertahanan Republik Indonesia untuk negara Sudan, Yordania, Lebanon dan Mesir Kolonel Laut (P) Kemas Ikhwan Madani, S.Sos, M.Si. mengunjungi Satgas Indobatt-03 Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) di Super CampEl-Geneina, Darfur Barat, Sudan-Afrika, Rabu (9/8/2017).
 
Kedatangan Atase Pertahanan Republik Indonesia (Athan RI) beserta rombongan diterima langsung oleh Dansatgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E., dengan acara tradisi penyambutan jajar kehormatan dan tepuk tangan yang meriah diiringi lagu Mars Garuda menuju ruang briefing untuk menerima paparan Dansatgas tentang kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan, sedang berjalan dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan, baik dibidang operasi, personel, material, dan seni budaya.
 
Acara dilanjutkan dengan pengarahan Athan RI Kolonel Laut (P) Kemas M. Ikhwan Madani, S.Sos, M.Si. kepada prajurit-prajurit garuda Satgas Indobatt-03 dilapangan Garuda Camp, yang diawali dengan yel-yel Pasukan Indobatt-03. Dalam pengarahannya, Athan RI memberikan motivasi agar Pasukan Garuda tetap semangat dalam melaksanakan tugas ini, tetap profesional, disiplin dan waspada dalam kegiatan. “Semua prajurit mempunyai peran penting walaupun tugasnya memasak, Cimic atau medis yang tidak segagah pasukan bersenjata,” ucapnya.
 
Lebih lanjut Kolonel Laut (P) Kemas menyampaikan bahwa, Pasukan Indobatt-03 berbeda dari satgas sebelumnya karena satgas yang sekarang menjadi empat Time Site yaitu, El Geneina, Mastery, Habila dan Foro Baranga. “Mengapa harus Indonesia yang ditunjuk PBB ?. Itu karena assessment dan apresiasi dari Unamid, ini bukan tugas yang ringan dan tantangannya berat. Tidak hanya tantangan ambush, alam, medan dan cuaca saja, dan itu saya anggap tantangannya Satgas XXXV-C lebih besar dan lebih berat dari sebelumnya,” jelasnya.
 
“Apapun yang terjadi, dampak atau gaung bisa ke seluruh dunia. Oleh karena itu, jangan anggap remeh kegiatan-kegiatan sekecil apapun dalam misi ini baik oleh Perwira, Bintara dan Tamtama karena keberadaan kita disini selain representation dari UN, kita adalah wakil dari duta bangsa dan negara Indonesia yang sudah mengirim kita kesini,” tutur Athan RI.
 
Pada kesempatan tersebut Athan RI Kolonel Laut (P) Kemas mengatakan bahwa, penunjukan Batalyon 433/JS Kostrad sebagai induk pasukan (main body) terpilih dari sekian banyaknya karena apresiasi para Pimpinan TNI yang ada di Jakarta dan menjadi Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid bergabung menjadi satu dengan satuan lain dari matra Darat, Laut dan Udara.
 
“Saya memerintahkan kepada kalian untuk dapat membuktikan, bahwa anda semua sekalian adalah prajurit terpilih dan terbaik yang punya tekad untuk menjaga citra TNI khususnya dan nama baik bangsa Indonesia pada umumnya. Saya yakin kalian pasti sanggup, karena dari awal sudah kelihatan semangat luar biasa, sambutannya luar biasa, mudah-mudahan bisa dipertahankan sampai dengan selesai penugasan,” ujar Athan RI Kolonel Laut (P) Kemas M. Ikhwan Madani.
 
Diakhir pengarahannya Athan RI Kolonel Laut (P) Kemas M. Ikhwan Madani mengatakan, mewakili unsur Pimpinan TNI yang ada di Indonesia, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinginya, serta rasa bangga atas prestasi yang sudah dicapai Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid. “Saya berharap prajurit-prajurit Garuda Indobatt-03, dalam melaksanakan tugas-tugas kedepan, tetap menjaga keselamatan, keamanan, waspada terhadap situasi dan kondisi yang berkembang didaerah penugasan,” pungkasnya.
 
Sementara itu, ucapan terima kasih juga disampaikan dari Dansatgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E., kepada prajurit-prajurit Garuda Satgas Indobatt-03 atas suksesnya pelaksanaan penyambutan ini, sehingga semua berjalan dengan baik, aman dan lancar.
 
Turut hadir dalam acara tersebut Chief G1 Letkol Caj Fajar, Chief G3 Letkol Fanlik, beserta seluruh Perwira serta prajurit-prajurit Garuda Satgas Indobatt-03.

Menlu RI: 50 Tahun Asean telah Buktikan Diri Sebagai Motor Perdamaian dan Stabilitas Kawasan

“Ditengah keraguan terhadap multilateralisme dan regionalisme, ASEAN telah membuktikan diri sebagai motor perdamaian dan stabilitas kawasan,” demikian disampaikan Menlu RI Retno Marsudi, dalam pernyataannya pada sesi pleno ASEAN Foreign Ministers’ Meeting di Manila, Filipina (5/8).

Pada sesi pleno yang membahas ASEAN community building, Menlu RI menekankan bahwa selama 50 tahun terakhir, ASEAN telah berhasil menciptakan ekosistem perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan di kawasan. Keberhasilan ASEAN tersebut telah mencegah terjadinya konflik terbuka, memicu pembangunan ekonomi dan kesejahteraan kawasan yang menjadikan ASEAN sebagai mesin pertumbuhan kawasan dan dunia. “Keberhasilan ASEAN dapat dilihat dari kawasan kita yang damai dan stabil dengan pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata dunia,” tutur Menlu Retno.
Lebih lanjut Menlu RI menyampaikan bahwa keberhasilan ASEAN tersebut terjadi karena beberapa kekuatan ASEAN seperti dapat membangun institusi yang menekankan pada perdamaian dan stabilitas. ASEAN juga telah berhasil menghindari megaphone diplomacy dan mengedepankan diplomasi dan dialog. Selain itu, ASEAN telah berhasil membangun suatu rule-based association. Semua ini merupakan bagian dari ASEAN way yang berhasil membuat ASEAN untuk berinteraksi dengan baik diantara anggota dan juga negara-negara di luar kawasan. “ASEAN telah menjadi aktor kawasan dan global yang dihormati melalui ASEAN-led mechanism untuk membangun dialog dengan negara di kawasan dan di luar kawasan,” sebut Menlu RI.
Namun demikian, untuk terus dapat menjaga keberhasilan yang telah dicapai, Menlu RI menegaskan ASEAN juga harus berhasil dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada saat ini maupun tantangan baru. Salah satu tantangan tersebut terkait dengan adanya revalitas geopolitik, seperti di Laut China Selatan. Dalam hal ini ditekankan bahwa ASEAN harus terus dapat mengelola situasi dengan menghormati prinsip-prinsip dasar dan hukum internasional serta menjaga hubungan yang baik dengan semua pihak.
Selain itu, ASEAN juga harus dapat mengatasi berbagai tantangan yang datang dari ancaman kejahatan transnasional dan terorisme.  Dalam hal ini Menlu RI menekankan pentingnya untuk ASEAN meningkatkan kerja sama, baik di tingkat regional maupun sub-regional.
Menlu RI juga menegaskan bahwa mengurangi jurang pembangunan antara yang miskin dan kaya masih merupakan tantangan bagi ASEAN. Untuk itu ASEAN perlu untuk terus mendorong pembangunan yang inklusif, termasuk dengan memberdayakan UMKM, mempercepat perundingan RCEP, dan memberikan perlindungan bagi pekerja migran. “Kunci dari keberhasilan ASEAN kedepan akan ditentukan dari kemampuannya untuk memastikan rakyat ASEAN merasakan hasil dari pembangunan yang dicapai ASEAN,” tutur Menlu Retno.
Menlu RI juga menekankan, kedepan ASEAN akan menghadapi tantangan untuk menjaga dan mempertahankan sentralitas dan kesatuan ASEAN. Tanpa kesatuan dan sentralitas ASEAN, peran ASEAN di kawasan dan dunia dapat menjadi kurang relevan. Untuk itu, Menlu Retno menyerukan agar komunikasi diantara Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN harus ditingkatkan, baik melalui jalur formal maupun informal. “Kita harus terus menjaga dan memperkuat kesatuan dan sentralitas ASEAN, dan jangan sampai kawasan ASEAN menjadi  proxy bagi negara-negara besar,” tutup Menlu Retno.

Rayakan 50 tahun ASEAN, Kemlu Merangkul Masyarakat Membumikan ASEAN

50 tahun ASEAN hadirkan perdamaian, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan merupakan momen yang patut dirayakan. Mendekatkan ASEAN dengan masyarakatnya, Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri hadirkan berbagai kegiatan untuk menjembatani masyarakat Indonesia dalam merasakan langsung manfaat ASEAN.

Dimulai dari 1 Agustus 2017, pencahayaan landmark di Monumen Nasional dan Bundaran HI menyemarakkan dimulainya perayaan HUT ASEAN yang juga dilaksanakan di semua negara-negara anggota ASEAN. Menjangkau publik, khususnya generasi milenials, juga telah dilakukan pemasangan landmark dalam bentuk tulisan #ASEAN50 dengan tujuan menjadi pengingat bagi anak muda untuk turut meramaikan gempita 50 tahun ASEAN di media sosial. Selain di Monas dan Bundaran HI, #ASEAN50 juga terpasang di depan kantor Kementerian Luar Negeri RI dan Pemda DKI serta di Taman Lapangan Banteng.

27 Agustus 2017 menjadi hari istimewa untuk turut turun bersama warga ASEAN di Jakarta dalam kegiatan parade yang akan diikuti oleh perwakilan dari 28 negara ASEAN dan negara mitra. Parade ASEAN 50 akan diikuti 3000 peserta dan disaksikan oleh 50.000 – 100.000 pengunjung. Dalam kesempatan bahagia tersebut, akan diumumkan juga pemenang lomba foto dan kompetisi vloggers HUT ke-50 ASEAN.

Tanggal 29 Agustus 2017 menjadi hari yang mendebarkan bagi 68 pemuda dari 34 provinsi saat mengikuti Malam Final Pemilihan Duta Muda ASEAN di Balai Sarbini, dengan juri-juri ternama seperti Reza Rahadian, Wulan Tilaar, Najwa Shihab, Tyovan Widagdo dan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Jose Tavares.

Berlanjut pada tanggal 30 Agustus 2017, HUT ke-50 ASEAN diperingati pula dengan penyelenggaraan Konferensi Sekretariat Nasional ASEAN – Indonesia dengan Pusat Studi ASEAN (PSA). Sinergi antara Setnas ASEAN – Indonesia dengan 36 PSA yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia tersebut bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih memanfaatkan peluang dalam Masyarakat ASEAN.

Pada 31 Agustus 2017, Ditjen Kerja Sama ASEAN bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN (ASEC) memberikan coaching clinic bagi PSA untuk memanfaatkan trust fund yang dikelola ASEC. Trust fund tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan riset yang memajukan Masyarakat ASEAN.

Tidak berhenti di sana, pada tanggal 28 September 2017, diselenggarakan CEO Forum 2017: Sharing of Success Stories, Experiences and Best Practices yang ditujukan bagi para pelaku bisnis untuk semakin memperluas pasar ke negara-negara ASEAN. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka yang usahanya telah eksis di ASEAN agar semakin menginspirasi pelaku bisnis Indonesia untuk semakin gencar berekspansi ke pasar ASEAN.  Narasumber yang direncanakan akan hadir antara lain: Ir. Ciputra dan Dr. (H.C) Martha Tilaar serta perwakilan dari berbagai perusahaan Indonesia lainnya yang telah Go ASEAN, seperti: Dua Kelinci, Alfamart dan Dexa Medica.

Berada di penghujung kegiatan, yaitu tanggal 28-30 Oktober 2017, ASEAN Youth Interfaith Camp akan membawa pemuda-pemuda ASEAN untuk dapat merasakan keberagaman dan persatuan di Indonesia selama 3 hari untuk dibawa pulang ke negaranya masing-masing.

Kegiatan ini terbuka bagi masyarakat luas, untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui website Kemlu dan sosial media.

HAM harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kerja sama ASEAN

“AICHR (ASEAN Intergovernmental Commision on Human Rights) harus dapat tingkatkan pemahaman HAM di masyarakat ASEAN,” demikian disampaikan Menlu RI, Retno Marsudi, pada pertemuan Menlu ASEAN dengan perwakilan AICHR di Manila, Filipina (4/8).

Dalam pertemuan Menlu RI menegaskan pentingnya masalah HAM menjadi salah satu pertimbangan utama dalam kera sama ASEAN. Menlu RI juga memberikan apresiasi atas kinerja AICHR dalam meningkatkan kesadaran masyarakat ASEAN akan penegakan HAM melalui pendekatan dialog dan konsultasi dengan seluruh pemangku kepentingan di kawasan.

Dalam rangka menjadikan penegakan HAM sebagai pertimbangan utama kerja ASEAN, ke depannya Menlu RI mengharapkan AICHR dapat lebih fokus pada isu-isu seperti, terorisme dan radikalisme, hak-hak kelompok rentan di ASEAN, termasuk pekerja migran, serta isu-isu yang terkait demokrasi, perdamaian dan moderasi. “Di dunia yang dihadapi dengan intoleransi dan kebencian AICHR harus dapat memberikan perhatian kepada isu HAM terkait dengan terorisme dan radikalisme dan hak pekerja migran di ASEAN,” tutur Menlu Retno.  

Lebih lanjut, AICHR diharapkan dapat bekerja lebih keras dan proaktif dalam meningkatkan kesadaran HAM masyarakat ASEAN melalui pendidikan dan peningkatan kesadaran di sekolah-sekolah di seluruh tingkat pendidikan dan pendekatan langsung ke masyarakat, serta memanfaatkan semua jenis media, termasuk sosial media. 

Disamping itu, Menlu RI juga mengharapkan kerjasama dari negara-negara anggota ASEAN untuk senantiasa mendukung AICHR, melalui upaya pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia di negara masing-masing. Melalui dukungan positif dari semua pihak, AICHR dapat mampu mendukung terciptanya perdamaian, keamanan dan demokrasi serta pembangunan yang merata di wilayah Asia Tenggara.

Pertemuan Menlu ASEAN dengan AICHR merupakan mandat Terms of Reference AICHR yang disahkan oleh Menteri Luar Negeri ASEAN pada tahun 2009, yang dilakukan setiap tahun di sela sela pertemuan Tahunan Menlu ASEAN.  Adapun salah satu tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan perkembangan dari upaya AICHR  dalam pengarusutamaan HAM di ASEAN.

15 Perwira Siswa Australia kunjungi Mabes TNI

Sebanyak 15 Perwira Siswa Center For Defence Strategic Studies(CDSS) Australia, terdiri dari 13 Delegasi CDSS, 1 (satu) personel  Atase Udara  dan 1 (satu) personel Asisten Atase Udarayang dipimpin oleh Commander Australian Defence College Major General Simone Louise Wilkie, Ao, melaksanakan kunjungan ke Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI).

Kasum TNI : Ketahanan Pangan Kelautan Dukung Kebijakan Poros Maritim

Ketahanan pangan kelautan mendukung kebijakan poros Maritim Indonesia, seiring dengan perkembangan strategis yang sangat cepat dan dinamis dengan adanya fenomena kekinian, dimana pertumbuhan penduduk yang sangat cepat tapi tidak diimbangi dengan sumber pangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. pada acara pembekalan kepada 130 Perwira Siswa (Pasis) Seskoal Angkatan ke-55 Tahun Pendidikan 2017 di Gedung R.E. Martadinata Seskoal Jl. Ciledug Raya No.2 Komplek Seskoal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).

Kasum TNI mengatakan bahwa, kedaulatan pangan sudah menjadi kebijakan pemerintah agar harga kebutuhan pangan menjadi lebih baik sehingga lebih memotifasi petani dan nelayan dalam menggeluti dunia pangan. “Pangan kita harus dikelola dengan baik agar terwujud ketahanan pangan,” ujarnya.

Lebih lanjut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menjelaskan bahwa, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan bahwa Indonesia sebagai negara Maritim dan negara Agraris, harus berjalan bersama-sama sebagai instrumen ketahanan pangan dan selanjutnya meningkat menjadi kedaulatan pangan. “Ketahanan pangan Maritim perlu ditingkatkan dengan mengeksploitasi  komoditi yang berasal dari laut Indonesia yang selama ini kurang didayagunakan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut Kasum TNI menyampaikan bahwa, pemerintah telah mengeluarkan 5 (lima) pilar kebijakan maritim yakni budaya maritim, sumber daya laut, infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim serta pertahanan maritim. Ini sudah jelas bahwa poros maritim dunia sesuai kebijakan Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo. Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan tentang poros maritim bernilai strategis salah satunya dibidang ekonomi, dimana 90% perdagangan dunia melalui laut.

“Tentunya dengan kondisi seperti itu, dimana perdagangan antar negara dan antar benua yang sangat tinggi dari waktu ke waktu mulai zaman sebelum Perang Dunia kedua atau abad 18 sampai hari ini penggunaan sarana laut juga semakin meningkat,” ucap Kasum TNI.

Diakhir pembekalannya Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan menyampaikan bahwa, tantangan budaya maritim itu perlu ada kesamaan visi dengan sumber daya manusianya, seperti tantangan sarana dan prasarana. “Tantangan kedaulatan pangan maritim perlu dikemas sedemikian rupa agar terjadi suatu transformasi baik pengetahuan yang berkaitan dengan masalah sumber daya maupun teknologi tentang maritim Nusantara,” tandasnya.

Pasis Seskoaal Angkatan ke-55 ini berjumlah 130 Perwira Menegah (Pamen), terdiri atas  TNI AL 118 orang, TNI AD 2 orang, TNI AU 2 orang dan 8 orang Perwira Manca Negara (Amerika Serikat, Australia, India, Republik Korea, Malaysia, Pakistan Singapura dan Thailand).

Panglima TNI Dianugerahi Tanda Kehormatan PGAT dari Kerajaan Malaysia

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima penganugerahan Tanda Kehormatan Panglima Gagah Angkatan Tentera (PGAT) dari Kerajaan Malaysia, yang disematkan langsung oleh Yang Amat Berhormat (YAB) Perdana Menteri Malaysia, Dato Sri Mohammad Najib bin Tun Abdul Razak di Putra Jaya, Malaysia, Rabu (19/7/2017).

Penganugerahan Tanda Kehormatan PGAT kepada Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang disaksikan Ibu Nenny Gatot Nurmantyomerupakan kehormatan tidak hanya bagi Panglima TNI dan keluarga secara pribadi, namun juga bagi segenap jajaran TNI.  Penganugerahan tersebut merupakan penghargaan yang akan mendorong Panglima TNI untuk lebih meningkatkan hubungan dan kerja sama kedua Angkatan Bersenjata.

Pemberian Tanda Kehormatan PGAT tersebut, karena Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo senantiasa berusaha untuk mempererat jalinan dan kerja sama bilateral persahabatan antara Indonesia dan Malaysia, serta senantiasa memupuk dan meningkatkan semangat kerja sama demi keselamatan dan keutuhan kedua negara.

Disamping itu, sebagai seorang Jenderal yang kharismatik, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga berperan sebagai penggerak utama dalam tugas-tugas operasi bersama di kawasan, latihan dan patroli darat, laut dan udara antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM).

Setelah acara penganugerahan Tanda Kehormatan PGAT, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta rombongan, melakukan kunjungan kehormatan kepada Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jeneral Tan Sri Raja Mohamed Affandi Bin Raja Mohamed Noor dan Wamenhan MalaysiaDato Sri Mohd Johari Bin Baharum dalam rangka meningkatkan kerja sama militer kedua negara.

Kunjungan kerja Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta rombongan ke Kuala Lumpur, Malaysia dalam rangka mengikuti Sidang ke-13 High Level CommitteeMalaysia-Indonesia (HLC Malindotahun 2017, yang akan dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Juli 2017.

Ulang Tahun Emas ASEAN: Gelorakan Semangat Sentralitas dan Kesatuan ASEAN

“Peringatan 50 tahun ASEAN merupakan momentum yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat peran ASEAN di kawasan sebagai motor penggerak integrasi ekonomi dan kerja sama di segala bidang,” tegas Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dr. A.M. Fachir pada saat membuka Simposium 50 tahun ASEANSentralitas dan Kesatuan ASEAN” di Kementerian Luar Negeri pada 13-14 Juli 2017.

Simposium ini diselenggarakan sebagai salah satu capaian organisasi khususnya dari aspek kontribusi intelektual. Simposium diharapkan mampu menjadi ajang bertukar pikiran dan pandangan mengenai perkembangan serta capaian ASEAN ke depan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik dari pemerintah, pelaku usaha dan akademisi.

Dengan tema “Sentralitas dan Kesatuan ASEAN”, Simposium difokuskan untuk membahas isu-isu terkini berdasarkan 3 (tiga) pilar ASEAN, yaitu Politik dan Keamanan, Ekonomi, dan Sosial Budaya.

Kegiatan Simposium dilaksanakan selama 2 (dua) hari dengan sesi yang akan dikhususkan pada masing-masing pilar ASEAN.

Pada sesi pilar ekonomi, pembahasan difokuskan pada berbagai kemajuan, tantangan dan rencana implementasi ASEAN Economic Community, pembahasan ASEAN Connectivity serta prospek kerja sama ASEAN dan Regional Comprehensive Partnership (RCEP).

Pada sesi berikutnya dibahas mengenai pilar sosial budaya yang mengangkat tema ASEAN Identity, Migrant Workers, Drug Free Community dan Gender Mainstreaming.

Sedangkan pada sesi terakhir, yakni pilar politik dan keamanan dibahas mengenai Regional Security ArchitectureSouth China Sea, Treaty of Amity and Cooperation, dan Maritime Security.

Simposium ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Luar Negeri dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN serta didukung oleh Perwakilan RI di negara-negara ASEAN. Kegiatan menghadirkan narasumber dari 10 (sepuluh) negara anggota ASEAN, para ahli dari lembaga kajian (Habibie Center, CSIS), Sekretariat ASEAN, dan Universitas Pertahanan.

Hasil kegiatan ke depan akan disusun menjadi suatu buku untuk disampaikan pada ASEAN Ministerial Meeting yang sekaligus memperingati 50 tahun ASEAN di Manila, Filipina, pada Agustus 2017.

Secara umum, peringatan 50 tahun ASEAN diharapkan dapat memperkuat sentralitas dan kesatuan ASEAN dalam cakupan politik-keamanan, ekonomi, dan sosial budaya, serta menghasilkan rumusan terkait strategi dan langkah-langkah praktis untuk memperkuat identitas ASEAN.

Panglima TNI : Indonesia dan Singapura Ciptakan Perdamaian Kawasan

Indonesia dan Singapura sebagai negara bertetangga berkomitmen untuk bekerja sama yang positif dan produktif ikut serta menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di wilayah kawasan, khususnya Asean yang akan memberikan banyak konstribusi pada ketertiban dunia yang lebih bermartabat.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua HLC Indonesia bersama Panglima Angkatan Bersenjata Singapura SAF (Singapore Armed Forces) Lieutenant General Perry Lim selaku Ketua Delegasi HLC Singapura pada saat membuka Sidang ke-20 CARM-INDOSIN HLC (Combined Annual Report Meeting Indonesia-Singapore High Level Committee) tahun 2017 di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutan pembukaan rapat HLC mengatakan bahwa kerja sama militer dalam pertemuan HLC merupakan kegiatan yang sangat strategis, selain mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, juga membahas kerja sama militer kedua negara yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis serta dapat memberikan citra positif terhadap Indonesia dan Singapura di kancah Internasional.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan kerja sama militer Indonesia – Singapura bertujuan untuk terciptanya wilayah Asean yang aman dan tenang, sehingga stabilitas kawasan tetap terjaga dan dapat menopang sektor lain terutama sektor ekonomi yang menjadikan wilayah kawasan Asean sebagai The Winning Region.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa negara-negara Asean telah sepakat membentuk masyarakat Asean yang ditopang oleh tiga pilar utamanya yaitu, Komunitas Politik Keamanan Asean (APSC), Komunitas Ekonomi Asean (AEC) dan Komunitas Sosio-Budaya Asean (ASCC). “Pembentukan masyarakat Asean diharapkan akan berjalan dinamis, sehingga mampu mendorong perkuatan dan kerja sama bagi Angkatan Bersenjata kedua negara ke tataran yang lebih produktif dan strategis,” ucapnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Lieutenant General Perry Lim berharap hubungan bilateral kedua negara terus diperkuat di masa depan. “Terorisme transnasional merupakan suatu ancaman yang jelas dan nyata, kedua negara harus bekerja sama untuk mengatasi ancaman ini dan memelihara stabilitas regional,” katanya.

Rangkaian kegiatan pelaksanaan Sidang ke-20 CARM-INDOSIN HLC 2017 diawali dengan pertemuan Informal Meetingoleh Ketua Delegasi CARM-INDOSIN HLC, usai Sidang HLC dilanjutkan olahraga bersama Tenis Lapangan, selanjutnya Jamuan Makan Malam Resmi (Official Dinner) di Wisma Ahmad Yani Jakarta.

 

Panglima TNI : TNI Dengan Masyarakat Akan Gelar Doa Bersama 17 17 17

TNI dengan masyarakat akan menggelar gerakan doa bersama pada 17 17 17 (Tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017), yang bertemakan “Muroja’ah Untuk Lebih Berkasih Sayang” di masing-masing wilayah Indonesia dan dilaksanakan di markas atau kantor satuan jajaran TNI AD, TNI AL dan TNI AU, diharapkan masyarakat ikut serta dalam kegiatan doa bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai acara Buka Puasa bersama dengan Insan Pers di Balai Prajurit Gedung Sudirman, Jakarta Selatan, Senin malam (12/6/2017).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bahwa Sila Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, agar diaplikasikan kembali mulai tanggal 17  Agustus pukul 17.00 tahun 2017. Artinya bagi yang beragama Islam khusus para Hafiz Al-qur’an atau penghafal Al-Qur’an untuk Khataman bersama dan bagi yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu berdoa bersama selama 1 jam, mulai pukul 17.00 s.d.18.00 sesuai waktu masing-masing wilayah Indonesia.

“Hal ini mengaplikasikan Sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kita berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh memohon pada waktu yang sama dan  Tuhan maha mengabulkan doa orang banyak, mudah-mudahan semuanya dikabulkan dan kita penuh dengan kasih sayang serta tidak ada  keributan,” kata Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari bersejarah dan hari kemerdekaan bangsa Indonesia berkat jasa para Pahlawan Kesuma Bangsa. “Tanggal 17 Agustus 2017 kita gelorakan sebagai Hari kasih sayang Indonesia, kita berdoa bersama seluruh komponen anak bangsa dan memohon kepada Tuhan agar kita penuh dengan kasih sayang antar sesama, rukun dan damai sebagai bangsa pemenang,” pungkasnya.