Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Nasional

Panglima TNI: Cinta Kasih Landasan Kerukunan Beragama

Marilah kita semua umat beragama di Indonesia bersaing untuk saling menyebarkan cinta kasih dengan sesama manusia dalam rangka kerukunan umat beragama, saya yakin Indonesia makin indah dan makin damai,  inilah sebenarnya hal mendasar dari peringatan Natal Bersama TNI tahun 2016. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Perayaan Natal Bersama TNI Tahun 2016 di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa, betapa indahnya hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, sungguh luar biasa, pasti yang menyusun Pancasila ini mendapat petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa, karena pada intinya semua agama mengajarkan kasih sayang,” ucapnya.
 
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, Natal memiliki dimensi sosial dan kesetiakawanan bukan hanya sekedar slogan kosong, namun harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Hal ini nyata bahwa kehidupan kita di Indonesia, manakala terjadi bencana tanpa diperintah semua golongan datang bersama-sama membantu meringankan beban saudara-saudara kita. Ini semua suatu hal yang indah dan harus kita lestarikan dalam kehidupan,” ujarnya.
 
“Saya mengucapkan Selamat Hari Natal tahun 2016 dan Selamat Tahun Baru 2017. Semoga di tahun 2017 ini, kita dapat lebih mewujudkan kerja dan pengabdian yang terbaik hanya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat-sangat kita cintai,” tutup Panglima TNI.
 
Pada perayaan Natal Bersama TNI tahun ini, diberikan Bingkisan Natal kepada 300 anak yatim dari Yayasan Bersinar Tunas Bangsa (Panti Asuhan Bersinar), Yayasan Fajar Baru, Yayasan SOS Chilldren Villages (Desa Teruna), Pondok Taruna dan Panti Asuhan Sinar Pelangi (Pusat Rehabilitasi dan Penyandang Cacat). 
 
Perayaan Natal Bersama TNI yang dihadiri sekitar 3.000 Prajurit dan PNS TNI di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan, mengangkat tema “Jadikan Peringatan Natal 2016 Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Keimanan dan Ketakwaan Yang Melandasi Pengabdian Untuk Mewujudkan Prajurit TNI Hebat, Profesional dan Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”.
 
Dalam rangkaian acara Natal Bersama TNI tahun 2016, saat memasuki GOR Ahmad Yani, Panglima TNI beserta rombongan disambut Tarian Papua dari Suku Asmat E Manbo Simbo’. Tarian ini menggambarkan luapan kegembiraan menyambut panglima perang yang berjuang dan kembali ke kampung halamannya.
 
Natal Bersama TNI tahun 2016 diisi dengan Puji-Pujian dan hiburan pada Ibadah Natal, sedangkan Perayaan Natal Bersama TNI  dimeriahkan oleh Paduan Suara Gabungan TNI, TNI AD, TNI AL, TNI AU, Thalita Ensamble, Sari Somorangkir, Nobo Idol  dan Vocal Group Angini Voice (Isteri Pati TNI).
 
Sebelum perayaan Natal Bersama TNI, pada pukul 07.00 WIB  terlebih dahulu diadakan Ibadah Natal oleh segenap umat Kristiani, khotbah dibawakan oleh  Pastor Nolascus Harsantyoko, O. Carm dan Pesan Natal disampaikan oleh Pdt. Dr. HWB. Sumakul, M.Th (Ketua Sinode GMIM) pada saat Perayaan Natal.
 
Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan usai perayaan Natal Bersama TNI tahun 2016, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa semua agama mengajarkan kasih dan sayang bukan hanya kepada manusia saja, tetapi kepada alam semesta. “Kalau semua umat yang hidup di Indonesia menerapkan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa  dan ajaran agamanya, alangkah indahnya bangsa ini, karena tidak ada lagi orang yang berbicara kasar,” ucapnya.
 
Terkait pencopotan Dandim 0603 Lebak Letkol Czi Ubaidillah dari jabatannya, Panglima TNI menegaskan bahwa itu adalah kesalahan prosedur, karena tidak melaporkan kepada atasan langsung. “Pencopotan Dandim merupakan murni kesalahan prosedur karena tidak melaporkan kepada pimpinan sesuai tingkatan, hal itu tidak dilakukannya,” katanya.
 
Menyikapi pemberitaan di media bahwa Panglima TNI mendapat teguran dari Presiden RI Joko Widodo terkait pemutusan hubungan kerja sama militer antara TNI dengan ADF, ‘Saya tegaskan bahwa teguran itu tidak ada dan itu hoax,” katanya.
 
Turut hadir dalam acara tersebut, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasum TNI Lakdya TNI Dr.  Didit  Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Danjen Akademi TNI Letjen TNI Bayu Purwiyono, Dansesko TNI Letjen TNI Agus Sutomo, para Asisten Panglima TNI dan Pati di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, S.Sos., M.M selaku Penanggung Jawab Natal Bersama TNI, Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar Hutagaol selaku Ketua Panitia Natal dan Kababek TNI Brigjen TNI Fabian Albert Embran selaku Wakil Ketua.

Australia Harus Proses Hukum Pelaku Kriminal di KJRI Melbourne

“Otoritas Australia harus segera menuntaskan investigasi dan memproses hukum pelaku kriminal penerobos KJRI Melbourne” ucap Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi.

Penerobosan di Gedung Konsulat Jenderal RI di Melbourne merupakan tindakan kriminal yang tidak dapat ditoleransi sama sekali. Oleh karena itu, sebagai negara penerima, Australia memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk segera memproses hukum dan menjamin keamanan semua misi Indonesia di Australia.

Vienna Convention 1961 pasal 22 ayat 2 mengatakan bahwa “ Negara penerima memiliki tugas  khusus mengambil semua langkah untuk melindungi bangunan-bangunan misi dari segala          bentuk intrusi atau kerusakan dan mencegah segala bentuk gangguan ketenangan  atau perusakan kewibawaan misi”.

Guna meyakinkan bahwa Pemerintah Australia akan melakukan investigasi dan memproses hukum pelaku kriminal tersebut, Menlu RI telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, pada Sabtu 7 Januari 2016.  Dubes RI Canberra juga terus melakukan komunikasi dengan Pemerintah dan Otoritas Australia guna memastikan keamanan semua misi dan staf Diplomatik Konsuler Indonesia di Australia.

Komandan Sector East Berkunjung ke Markas Indobatt

Komandan Sector East Brigadier General Aroldo Larazo Saenz didampingi staf terkait melaksanakan kunjungan ke Markas UN Position 7-1 Indobatt, Lebanon, Selasa (27/12/2016). Dalam kunjungannya Komandan Sector East disambut tarian Ja’i dari NTT dan pengalungan kain Tais khas NTT yang dipersembahkan Prajurit Indobatt. 

Teriakan “Garuda” pertama kali oleh Komandan Sector East Brigadier General Aroldo Larazo Saenz disaat kunjungannya, hal inipun disambut luar biasa oleh Komandan Kontingen Garuda Unifil Kolonel Inf Surya Wibawa S. bersama para prajurit Garuda.

Cuaca hujan dan berkabut tebal tidak menjadi penghalang Komandan Sector East untuk menyempatkan waktunya memeriksa dan berinteraksi dengan Prajurit yang sedang melaksanakan tugas di sepanjang Blue Line (Panorama Pint dan Flag Point).

Komandan Sector East  Brigadier General Aroldo Larazo Saenz berpesan kepada seluruh Prajurit Indobatt, selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan, berhati-hati dalam menjalankan tugas serta jaga kebersihan dan kesehatan.

Diakhir kunjungan Komandan Sector East Brigadier General Aroldo Larazo Saenz, dilaksanakan Penyerahan cindera mata berupa Plakat Satgas Indobatt dan miniatur wayang Rama dan Sinta.

Hadir dalam acara tersebut antara lain; Komandan Kontingen Garuda Unifil Kolonel Inf Surya Wibawa S., Komandan Satgas Yonmek XXIII-K/Unifil Letkol Inf Yudi Gumilar, S.Pd, Komandan Satgas MCOU Mayor Inf Rooy Chandra Sihombing, Komandan Satgas Cimic Mayor Arh Choirul Huda, Komandan Satgas FPC Mayor Inf I Made Putra Suartawan.

 

KN Belut Laut Bakamla RI Tangkap Kapal Muat BBM Ilegal

Tidak lama berselang setelah berhasil menangkap kapal muat ratusan ton cumi basah dan kapal kargo tanpa kelengkapan dokumen dalam Operasi Nusantara IX tahun 2016, kali ini Bakamla RI berhasil pula menangkap kapal pengangkut muatan puluhan ton BBM ilegal di Perairan Batam, Selasa (20/12/2016).

Kapal tanpa nama berbobot 30 GT ini ditangkap oleh KN Belut Laut pada saat sedang melakukan patroli di Perairan Batam dalam giat operasi yang dilaksanakan Bakamla RI akhir tahun 2016 ini. Kapal dinakhkodai oleh Adi Mustaip ditangkap dalam perjalanan dari P. Petong menuju Punggur, Batam.

Berdasarkan hasil pemriksaan yang dilakukan, kapal diduga melakukan pelanggaran karena tidak dilengkapi dengan dokumen kapal, dokumen muatan, dan juga kru kapal tidak memiliki dokumen kecakapan.

 

Pada saat berita ini diturunkan, kapal dan muatan BBM berjenis High Speed Diesel (HSD) tersebut dikawal menuju dermaga Barelang Bakamla RI untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Panglima TNI : Praja IPDN Harus Tahu Kondisi Bangsa

Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai Aparatur Pemerintahan yang paling depan, harus tahu persis bagaimana kondisi bangsa Indonesia. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada pengarahannya dihadapan 5.141 orang Calon Pamong Praja Muda TA 2017 dan Civitas Akademika IPDN, di Balaiurung Rudini Kampus IPDN Jatinangor Sumedang, Jawa Barat, Jumat (16/12/2016).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Calon Pamong Praja Muda IPDN adalah pejuang-pejuang, karena telah mengorbankan masa remajanya di tempat pendidikan.  “Kalian masuk ke tempat pendidikan ini sangat luar biasa dan penuh disiplin, bagaikan Chandradimuka yang penuh karang terjal, ombak dan badai yang besar, tetapi semua terlihat sehat dan ceria,” ujarnya.
 
Dalam pengarahannya, Panglima TNI juga menyinggung tentang pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Menurutnya, persaingan ekonomi terus terjadi dalam masyarakat, sehingga melahirkan krisis ekonomi yang menjadi pemicu terjadinya kompetisi global dan terjadi secara ketat serta cenderung tidak sehat.  Hal ini mengakibatkan krisis ekonomi dan kompetisi global, yakni meningkatnya tingkat kejahatan dan yang paling penting adalah hancurnya tatanan masyarakat, serta krisis ekonomi pasti menyebabkan depresi ekonomi, dan krisis ekonomi akan sebanding dengan meningkatnya kejahatan dan konflik,” ungkapnya.
 
Menyinggung perkembangan Proxy War di Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dengan tegas menyatakan bahwa, Indonesia saat ini sudah menjadi rebutan negara lain, karena kaya akan sumber daya alam yang menjadi salah satu negara equator di dunia. Indonesia sebagai negara equator  dan sangat kaya akan sumber daya alam adalah warning yang patut menjadi kekhawatiran bangsa Indonesia dimasa yang akan dating,” tegasnya.
 
“Presiden RI pertama Ir. Soekarno pernah mengingatkan bahwa, kekayaan alam Indonesia nanti akan membuat iri bangsa-bangsa di dunia, demikian juga Presiden RI Ir. H. Joko Widodo pada saat disumpah mengatakan bahwa, kekayaan sumber daya alam Indonesia justru akan menjadi petaka buat kita, tujuannya adalah agar kita waspada,” tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Terkait masalah terorisme, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa definisi terorisme adalah kejahatan terhadap negara, sehingga tidak ada ruang maupun tempat bagi teroris untuk berkembang di Indonesia. “Di Indonesia Undang-Undang terorisme saat ini definisinya adalah kejahatan tindak pidana, seharusnya merupakan kejahatan terhadap negara,” katanya.
 
Panglima TNI menegaskan bahwa, diperlukan landasan konstitusional yang menjadi dasar dalam mengambil langkah preventif untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara dari bahaya terorisme. “Teroris itu merupakan kejahatan terhadap negara, tidak usah ada kata TNI dalam Undang-Undang itu, tapi semua sadar bahwa teroris itu musuh bersama,” pungkasnya.
 
Menjawab pertanyaan wartawan tentang Praja IPDN, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa para Calon Pamong Praja Muda IPDN nantinya diarahkan sebagai alat pemerintahan yang terdepan. Oleh karenanya, mereka-mereka yang dididik disini (IPDN) harus rajin belajar dan lebih kuat lagi mentalnya, sehingga menjadi teladan bagi pemerintah. “Mereka harus tahu dan mengerti kompetisi global dan kondisi bangsa Indonesia saat ini serta ancaman-ancaman yang ada,” katanya.  
 
Turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Mendagri Cahyo Kumolo, Dansesko TNI Letjen TNI Agus Sutomo, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Muhammad Herindra, Dankodiklatad Letjen TNI Agus Kriswanto, Aster Panglima TNI  Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., M.Si., Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., Rektor IPDN Prof. Dr. Drs. H. Ermaya Suradinata dan Warek IPDN Prof. Dra. Hj. Erliana Hasan M.Si.

Panglima TNI Saksikan Gala Premier “I Leave My Heart In Lebanon”

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kasad Jenderal TNI Mulyono dan Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna menyaksikan Gala Premier “I Leave My Heart In Lebanon” di Studio 2 XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016).

 
Film “I Leave My Heart In Lebanon”  yang ditayangkan di layar lebar pada hari Kamis, 15 Desember 2016 secara serentak diseluruh Indonesia, merupakan kerja sama TNI dengan Te Be Silalahi Pictures. Sebagai latar belakang pembuatan film tersebut adalah sudah cukup lama TNI melaksanakan tugas-tugas operasi dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB tepatnya sejak tahun 1957.
 
Kehadiran Kontingen Garuda dalam setiap operasi misi PBB sangat dirasakan manfaatnya, dalam upaya membantu dan mewujudkan perdamaian dunia. Kegiatan pembinaan territorial yang diterapkan Pasukan Garuda selalu diterima dan menyatu dengan penduduk setempat, sehingga kiprahnya selalu mendapatkan apresiasi terbaik dan penghargaan dari PBB termasuk negara-negara di tempat penugasan.
 
Tujuan pembuatan film “I Leave My Heart In Lebanon” adalah agar  masyarakat Indonesia mengenal dan memahami Pasukan Garuda serta kiprahnya sebagai peacekeeper yang selalu mendapatkan prestasi dalam setiap penugasan, namun belum banyak diketahui. Selain itu juga menumbuhkan kecintaan, kebanggaan terhadap TNI dan meningkatkan nasionalisme bagi penonton, khususnya dikalangan muda sebagai penerus bangsa.
 
Film tersebut juga menyampaikan pesan bahwa, bangsa Indonesia melalui Pasukan Garuda dapat mengukir prestasi di forum internasional.  Disamping itu, pasukan Kontingen Garuda juga mampu memperkenalkan budaya bangsa Indonesia yang berbudi luhur, sopan santun dan gotong royong.
 
Film “I Leave My Heart In Lebanon”  yang menceritakan tentang kiprah pasukan Indonesia bertugas menjaga perdamaian di negara Lebanon, diperankan oleh Kapten Satria (Rio Dewanto), Lettu Arga (Yama Carlos), Serka Gulamo (Boris Bokir), Diah (Revalina S. Temat), Andri (Baim Wong), Ibu Diah (Tri Yudiman), Ayah Diah (Dedy Mizwar) dan Rania (Jowy Qhoury artis Lebanon).
 
Usai menyaksikan Film “I Leave My Heart In Lebanon”, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media mengatakan bahwa, film tersebut sangat berkesan. Garuda adalah salah satu nama yang diberikan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno, yaitu Garuda yang kokoh, kuat dan bisa menjaga nama bangsa. “Untuk itulah Garuda terpatri dalam setiap prajurit untuk melaksanakan tugas di luar negeri, karena selalu membawa nama bangsa,” ujarnya.
 
Menurut Panglima TNI, dalam setiap penugasannya Pasukan Garuda selalu melaksanakan diplomasi dan disiplin, dedikasi, moral, etika serta bisa merebut hati dan pikiran rakyat. “Inilah yang menyebabkan sejak tahun 1957 hingga sekarang, Pasukan Garuda selalu nomor satu dan tidak pernah nomor dua,” tegasnya.
 
Turut menyaksikan film tersebut, diantaranya Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, Wakasad Letjen TNI M. Erwin Safitri, Wakasau Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, para Asisten Panglima TNI serta para Kabalakpus TNI dan Angkatan.

Menlu Retno Ajak Delegasi Bali Democracy Forum 2016 Blusukan Belajar Kebhinekaan Indonesia

“Pluralisme dan kebhinekaan merupakan keniscayaan dan anugerah yang perlu semakin diresapi oleh seluruh umat manusia, demikian K.H Ketut Djamal, Ketua Ponpes Bali Bina Insani, Tabanan, Bali, sampaikan saat menyambut delegasi Bali Democracy Forum (BDF) 2016.

Ketua Ponpes juga menyampaikan harapannya agar Negara-negara peserta BDF dapat bekerjasama dengan Ponpres, seperti pertukaran guru bahasa dan santri, dan kerjasama pencegahan ekstremisme dan terorisme.

Turut hadir menyambut Menlu RI dan rombongan adalah Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, yang menyampaikan apresiasi karena memilih Tabanan sebagai potret kehidupan masyarakat majemuk harmonis di Indoensia.

Untuk pertama kalinya, program BDF mengadakan kegiatan kunjungan lapangan bagi para peserta. Para delegasi menyampaikan kekaguman dan apresiasinya saat melihat langsung bukti bahwa Indonesia mampu menciptakan kehidupan yang begitu harmonis antara umat Islam dan Hindu, tercermin dalam kehidupan di pesantren Bali Bina Insani.

Bakamla RI Bersinergi Pantau Perairan Indonesia

Badan Keamanan Laut RI bersama-sama dengan PSDKP Bitung dan Lantamal VIII Manado lakukan tugas dan fungsinya mengamankan laut dan perairan Indonesia dari segala potensi ancaman yang ada melalui Operasi Udara Maritim Bhuana VIII, di Perairan sangihe, Sulawesi Utara, Kamis (24/11/2016).

Operasi udara yang di gelar setelah berakhirnya Patroli Operasi Nusantara (OpsNus)-VIII tahun 2016 di 3 zona maritim, dan dilanjutkan pula dengan Patroli Penguatan OpsNus VIII tersebut dilaksanakan dengan mengikutsertakan aparat keamanan laut dari berbagai stakeholder.

Operasi Udara Maritim Bhuana VIII di bawah komando Direktur Operasi Udara Maritim Bakamla RI Marsekal Pertama TNI Widiantoro, M.B.A. kali ini mengoptimalkan kekuatan dengan menyusuri perbatasan RI-Philipina, untuk memantau dan memastikan situasi perairan di wilayah yang terbilang rawan tersebut dapat diamankan.

Dari pantauan udara yang dilakukan ini apabila di ketahui adanya kapal-kapal yang mencurigakan, akan diteruskan kepada unsur dilaut. Melalui koordinasi optimal antara patroli laut dan udara diharapkan kondisi laut yang bebas dari segala ancaman dapat diwujudkan, khususnya ketika pada saat ini keamanan laut menjadi salah satu faktor penting dalam proses Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia.

Selama kurun waktu sepanjang tahun 2016, Bakamla melalui OpsNus I – VIII dan Penguatan OpsNus VIII yang berlangsung hingga 25 November 2016 esok hari telah melaksanakan pemeriksaan terhadap 1.393 kapal dan menangkap 70 kapal dengan berbagai kasus pelanggaran, antara lain Illegal Fishing, ketidaklengkapan dokumen, keimigrasian, penyelundupan dan BBM illegal.

Keberhasilan tersebut tentunya dengan melibatkan stakeholder terkait dalam setiap kegiatan operasi yang dilaksanakan. Selain kapal patroli Bakamla RI, Operasi patroli tahun 2016 juga dilaksanakan dengan melibatkan 48 unsur kapal patroli stakeholder  antara lain TNI AL, Kepolisian RI, Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Bea dan Cukai, Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan dan kapal Pemerintah Kabupaten Sambas.

 

Demi keamanan laut nusantara, hingga saat ini operasi udara maritim yang dilancarkan jajaran Bakamla RI masih terus berjalan.

Kerja sama Perdagangan dan Investasi Inklusif untuk Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan: Wapres Pimpin Delegasi RI Dalam KTT APEC 2016

KTT APEC sebagai forum ekonomi utama Asia Pasifik kali ini mendapatkan sorotan tersendiri oleh dunia. Forum konsultasi antara 21 pemimpin ekonomi APEC yang menguasai 39% penduduk dunia, 60% ekonomi dunia dan 46% perdagangan dunia, menjadi harapan besar masyarakat internasional untuk memimpin dunia keluar dari stagnasi pertumbuhan ekonomi dan melewati berbagai tantangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan dan proteksionisme. Dalam KTT APEC ke-24 yang berlangsung di Lima, Peru, 19 – 20 November 2016 ini, Wapres RI memimpin delegasi Indonesia.

“Perdagangan, investasi dan konektivitas merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik, untuk itu harus didukung dengan kebijakan yang terbuka dan inklusif,” tegas Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dihadapan para pemimpin APEC. Komitment APEC untuk mencapai perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka harus dijaga, sebagaimana tercermin dalam Bogor Goals.

Pertemuan dengan tema “Quality Growth and Human Capital” ini sangat penting bagi Indonesia untuk dapat turut berperan dalam membentuk kebijakan ekonomi regional yang selaras dengan kepentingan nasional dan regional, serta meyakinkan pasar bahwa perekonomian Indonesia memiliki fundamental yang kuat dan kondusif.

Dalam intervensinya, Indonesia sebagai salah satu dari 10 negara yang paling maju dalam ease of doing business (EoDB) berdasarkan laporan Bank Dunia; ‘Doing Business 2017’, mempertegas komitmennya untuk mempermudah perdagangan dan investasi, dan mendukung inisiatif APEC Trade Facilitation untuk meningkatkan EoDB sebesar 10% pada 2018. “Namun bagi Indonesia EoDB di APEC juga berarti memberikan kemudahan akses pasar bagi komoditas yang berkontribusi pada pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan,” ujar Wapres.

Wapres juga mendorong kerja sama APEC dalam riset dan pengembangan, diseminasi teknologi, meningkatkan partisipasi petani dan nelayan kecil di jaringan produksi global, dan promosi pengelolaan efektif bagi ekosistem kelautan dan perikanan. Serta mengajak ekonomi APEC untuk memimpin pertumbuhan berkelanjutan dunia dan penggerak dalam mengatasi dampak perubahan iklim. Lebih lanjut Wapres tekankan pentingnya pembangunan infrastuktur yang mencapai daerah terpencil dan perbatasan terluar.

Sebagai capaian di tahun 2016, inisiatif Indonesia bersama Peru dan Korea berjudul “Strategic Framework Rural-Urban Development to Strengthen food Security And Quality Growth”, diterima seluruh ekonomi APEC. Inistiatif terkait kerja sama membangun daerah pedesaan dan urban secara bersinergi dan holistik dalam konteks meningkatkan ketahanan pangan serta pembangunan inklusif.

KTT APEC menghasilkan APEC Leaders’ Declaration 2016 dengan lampiran-lampirannya yaitu APEC Services Competitiveness Roadmap (2016-2025), terkait kerja sama perdagangan jasa dan AELM Lima Declaration on FTAAP, terkait peta jalan untuk mewujudkan perjanjian perdagangan bebas regional terbesar di dunia.

Indonesia dan Uni Eropa Terbitkan Forest Law Enforcement, Governance, and Trade License (FLEGT License)

Forest Law Enforcement, Governance, and Trade atau FLEGT License telah berlaku. Dengan lisensi ini, Indonesia menjadi negara pertama dan baru satu-satunya di dunia yang memperoleh Lisensi FLEGT dari Uni Eropa. Dengan penerapan FLEGT License ini, produk kayu dan turunannya dari Indonesia yang masuk ke UE akan memperoleh perlakuan green lane yang berarti tidak perlu lagi melalui proses due-diligence (uji tuntas).

Hal ini merupakan pengakuan internasional terhadap legalitas kayu Indonesia yang telah menerapkan sistem verivikasi legalitas kayu (SVLK). SVLK adalah sistem perdagangan kayu dengan memperhatikan prinsip legalitas, traceability, dan sustainability yang melibatkan multistakeholder dalam penyusunannya. Pemberlakuan FLEGT License ini diharapkan akan meningkatkan daya saing dan kredibilitas kayu asal Indonesia. Capaian ini juga menunjukkan Indonesia sebagai pemain penting dalam upaya memberantas pembalakan liar, perdagangan kayu ilegal, serta menjaga kelestarian hutan.

FLEGT License merupakan hasil dari perjanjian FLEGT Voluntary Partnership Agreement (FLEGT VPA) yang ditandatangani pada tanggal 30 September 2013 dan berlaku sejak 1 Mei 2014. Indonesia meratifikasi FLEGT VPA melalui Peraturan Presiden RI No. 21 Tahun 2014 dan Parlemen Uni Eropa pada bulan Maret 2014. Pencapaian kesepakatan tersebut diperoleh melalui proses perundingan yang panjang sejak tahun 2007.

Dalam menyambut peluncuran eskpor perdana produk kayu olahan berlisensi FLEGT, pengusaha Indonesia yang dikoordinir oleh APKINDO (Asosiasi Panel Kayu Indonesia) telah mengirimkan kayu bersertifikasi FLEGT ke Belgia dan Inggris pada tanggal 15 November 2016. Pengiriman perdana dikonsentrasikan melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa, sejak awal terlibat dalam proses negosiasi bersama Kementerian terkait lainnya, termasuk Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian  Keuangan. Kementerian Luar Negeri akan senantiasa mengawal dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di dalam maupun luar negeri untuk memastikan pelaksanaan FLEGT License RI-UE berjalan sesuai dengan yang diharapkan kepada stakeholder di negara akreditasi, antara lain, khususnya kepada para importir, civil society, akademisi, dan competent authority.