Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Nasional

Pokja Studi Perubahan Gelombang dan Permukaan Laut Bahas Antisipasi Dampak Perubahan Iklim di Laut China Selatan

Perubahan iklim yang menjadi masalah global saat ini juga memiliki dampak terhadap kawasan Laut China Selatan. Sebagai contoh, sejak tahun 1993 permukaan laut rata-rata di Laut China Selatan telah meningkat sebanyak 6 cm. Selain itu, peningkatan suhu air laut dapat berdampak pada rusaknya terumbu karang di beberapa area di Laut China Selatan. Dampak lingkungan dari perubahan iklim tersebut akan mempengaruhi banyak pihak yang berada di sekitar Laut China Selatan.

Kementerian Luar Negeri (cq. Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan) bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) menyelenggarakan Technical Working Group Meeting on the Study of Tides and Sea Level Change and Their Impacts on Coastal Environment in the South China Sea yang ke-12. Pertemuan akan dipimpin oleh pejabat dari BIG dan diikuti oleh peserta dari 12 participating authorities di kawasan untuk berbagi informasi mengenai perkembangan studi lingkungan Laut China Selatan. Selain itu, pertemuan dengan pendekatan 1,5 track ini juga ditujukan untuk meningkatkan kerja sama antar pihak dalam meminimalisir dampak negatif dari perubahan iklim di Laut China Selatan.

Pada bulan Februari, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi 69/266 yang berjudul “A Global Geodetic Reference frame for sustainable development”. Kerangka resolusi ini penting dalam usaha menimialisir dampak negatif dari perubahan iklim dan dapat diterapkan pada program-program nasional, seperti pemetaan, pertambangan, pertanian, konstruksi, mitigasi dampak perubahan ikilm, dan lain-lain. Peluang penerapan resolusi tersebut akan semakin luas jika lebih banyak lembaga yang terlibat. Namun ketentuan di tiap negara tentu berbeda-beda, sehinggga diperlukan kerja sama data sharing.

Penyelenggaraan ke-12 dari Technical Working Group ini diikuti oleh peserta yang berasal Brunei Darussalam, RRT, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam dan China Taipei. ini akan membahas laporan dari Project on the Study of Tides and Sea Level Change and Their Impacts on Coastal Environment in the South China Sea Affected by Potential Climate Change dan pembahasan The Application of Ocean Modelling for the Safety of Navigation in the South China Sea dari Biro Informasi Geospasial. Selain itu, disampaikan juga paparan “The Impact of Waves and Sea Level Changes on the Coastal Environment” oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Penyelenggaraan Technical Working Group Meeting on the Study of Tides and Sea Level Change and Their Impacts on Coastal Environment in the South China Sea yang ke-12 ini dilaksanakan secara back-to-back dengan Workshop on Managing Potential Conflicts in the South China Sea ke-26.

Indonesia Kecam Serangan Bom Bunuh Diri Di Pakistan

Pada Sabtu, 12 November 2016 telah terjadi aksi bom bunuh diri Provinsi Balochistan, Pakistan. Berdasarkan laporan media massa, serangan tersebut telah menewaskan sekitar 52 orang dan 100 lainnya luka-luka.

Pemerintah Indonesia mengecam aksi teror yang mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil yang sebagian besar terdiri dari wanita dan anak-anak.

Pemerintah Indonesia juga  menyampaikan simpati dan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarganya atas kejadian tersebut.

Hingga siaran pers ini dikeluarkan KBRI Islamabad melaporkan tidak terdapat WNI yang menjadi korban dari serangan. KBRI Islamabad terus memantau perkembangan  di lapangan dan melakukan komunikasi dengan otoritas keamanan setempat.

Saat ini tercatat ada 991 orang WNI di Pakistan, yaitu 734 orang di wilayah akreditasi KBRI Islamabad dan 257 orang di wilayah KJRI Karachi.

Bagi WNI yang berada di Pakistan dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terutama bila berada di pusat keramaian dan daerah perbatasan Pakistan, menghindari  tempat-tempat yang dinilai mengandung resiko keamanan, serta tidak terlibat dalam kegiatan politik setempat.

Bagi WNI dan keluarganya di Indonesia yang memerlukan informasi, dapat menghubungi Hotline KBRI Islamabad +92 51 2832017 / +92 345 857 1989 dan Direktorat Perlindungan WNI BHI Kementerian Luar Negeri +62 812 9007 0027.

Direktur Operasi Laut Bakamla RI Hadiri Talk Show Konsolidasi Industri Kemaritiman Nasional

Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, hadir mewakili Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. sebagai salah satu pembicara dalam acara  “Forum Konsolidasi Industri Kemaritiman Nasional ke-6 Indonesia Cabotage Advocation Forum” tahun 2016 di Hotel Kempinsky Jakarta, beberapa hari lalu.

Hadir pula sebagai pembicara dalam acara tersebut yaitu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Jawa Timur Dr. Soekarwo, S.H., M.Hum.

Forum membahas beberapa hal, antara lain penerapan asas “cabotage” secara konsisten yaitu kewajiban mengoperasikan kapal berbendera Indonesia di seluruh wilayah perairan Indonesia sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden nomor 5 Tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional serta diamanatkan dalam Undang – Undang nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

Selain itu juga dibahas tentang perlunya dilaksanakan transformasi pembangunan yang sebelumnya bersifat kontinental menjadi pembangunan bersifat kemaritiman serta perlunya diwujudkan optimalisasi kapasitas pelayaran dan industri galangan kapal sebagai upaya untuk mewujudkan transformasi tol laut.

Untuk itu, diperlukan konsolidasi seluruh stakeholder kemaritiman nasional baik pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat, serta dukungan industri pelayaran nasional, industri galangan nasional, industri dan jasa maritim untuk menciptakan kekuatan domestik di sektor kemaritiman.

Selanjutnya peran aktif para praktisi di bidang keamanan dan keselamatan laut sangat diperlukan untuk memberikan dukungan kepada para pelaku industri dan masyarakat kemaritiman atas kepastian hukum dan jaminan keamanan keselamatan diwilayah perairan Indonesia sehingga upaya peningkatan konektivitas di wilayah perairan Indonesia dapat ditingkatkan.

Dalam kesempatan itu Direktur Operasi Laut menyampaikan peran Bakamla dalam mensinergikan beberapa instansi terkait kemaritiman dalam operasi bersama Bakamla RI dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi melaksanakan patroli  keamanan dan keselamatan laut, hadir untuk mendukung peningkatan jaminan keamanan dan keselamatan laut.

Pasukan Operasi Khusus TNI dan RTAF Latihan Bersama Penanggulangan Terorisme

Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., diwakili Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa selaku Komandan Latihan didampingiDirector Of Special Operations Division Counter Terrorism Operations Center (CTOC) Colonel Voradorn Vorakitti Dechakorn,memimpin upacara pembukaan Latihan Bersama antara Pasukan Operasi Khusus TNI dengan Pasukan CTOC Royal Thai Armed Force (RTAF), dengan sandi KRIS-I 2016, bertempat di Lapangan Upacara Stand By Force, PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jum’at (11/11/2016).
 
Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A dalam amanatnya yang dibacakan Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan bahwa, masyarakat dunia sedang menghadapi permasalahan serius tentang keamanan terkait dengan aksi terorisme. Aksi ini telah menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi eksistensi sebuah Negara, dan upaya penyebaran ideologi mereka yang berorientasi kepada penanaman pengaruh terhadap para simpatisannya, perlu penanganan yang menyeluruh,” katanya.
 
Lebih lanjut Asops Panglima TNI menyampaikan bahwa, melalui latihan bersama antara TNI dengan RTAF, kedua Angkatan Bersenjataakan mewujudkan kebersamaan untuk dapat menciptakan ketrampilan pasukan khusus yang prima dan siap setiap saat. “Sinergitas antara TNI dan RTAF kali ini menandai adanya hubungan militer yang lebih baik antara kedua bangsa, dan interaksi yang terjalin antara prajurit kedua negara diharapkan dapat menciptakan semangat persaudaraan dan pertemanan yang sejati,” ujarnya.
 
Menurut Mayjen TNI Agung Risdhianto, sejarah persahabatan antara Indonesia dan Thailand telah terjalin sejak dahulu, Thailand adalah salah satu rekan terpenting bagi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. “Latihan bersama ini merupakan sarana yang sangat baik dalam rangka meningkatkan hubungan kita, khususnya kerja sama militer bidang penanggulangan terorisme,” katanya.
 
Mengakhiri amanatnya, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., mengharapkan agar selama pelaksanaan latihan, kedua kesatuan khusus Indonesia dan Thailand dapat meningkatkan dan mengembangkan metode, strategi, teknik, taktik dan pendekatan dalam operasi penanggulangan terorisme.
 
Sasaran latihan tersebut adalah sarana untuk meningkatkan interoperabilitas kedua kesatuan khusus dalam menghadapi dan menumpas aksi terorisme bersama, serta hubungan persaudaraan kedua kesatuan khusus makin erat dan menjadi katalisator dalam mencapai tujuan latihan dengan sukses,” pungkasnya.
 
Dalam kesempatan yang sama,Komandan Kontingen Thailand Colonel Voradorn Vorakitti Dechakorn mengatakan antara lain bahwa, seiring dengan meningkatnya kualitas ancaman terorisme dewasa ini, maka satuan-satuan penanggulangan teror di seluruh dunia, khususnya Indonesia telah menjalin hubungan erat, dalam bentuk latihan yang direncanakan, disiapkan dan dilaksanakan secara detail dan berkelanjutan. “Apabila terjadi ancaman terorisme yang mengancam kedaulatan dan melibatkan kepentingan kedua belah pihak, maka satuan-satuan penanggulangan teror di kedua negara dapat dikerahkan dengan cepat dan bekerjasama dengan baik,” ujarnya.
 
Dengan terselenggaranyaLatma KRIS-I 2016 ini, diharapkan menjadi momentum yang baik bagi kedua negara, untuk menyelenggarakan latihan bersama yang berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya,” kata Colonel Voradorn Vorakitti Dechakorn.
 
Latma KRIS-1 2016 dengan tema “Penanggulangan Terorisme”akan dilaksanakan mulai tanggal 11 sd 18 November 2016, danmerupakan kali pertama bagi Pasukan Khusus TNI dan RTAF,dengan melibatkan unsur Pasukan Operasi Khusus TNI meliputi Satuan-81 Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Satuan Bravo ‘90 Korpaskhas TNI AU, serta CTOC Royal Thai Armed Force.
 
Adapun tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kerja sama, interoperabilitas dan kesepahaman pasukan TNI dengan RTAF CTOC di dalam menanggulangi aksi terorisme yang melibatkan kedua Negara, dengan materi latihan meliputi  Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dan Table Top Exercise (TTX)  serta  ManuverLapangan.
 
Materi latihan SMEE,diantaranya analisa skenario latihan termasuk analisa dan Standar Operating Procedure (SOP); pengembangan skenario dan analisa kekuatan kawan dalam pelaksanaan latihan. Sedangkan materi latihan TTX meliputi perumusan;penganalisaan dan olah yudha cara bertindak; pengambilan keputusan cara bertindak yang terbaik;  merumuskan bersama konsep umum operasi; pengujian rencana penanggulangan teror gabungan melalui metoda TTX; danpelaksanaan komando dan kendali taktis.
 
Sedangkan Manuver Lapanganmeliputi Field Integration Training(FIT) dan  Full Mission Profile (FMP). Materi Manuver Lapangan secara teknis diantaranya, mobilisasi udara;fast roping; rapelling; method of entry; penembak runduk danexplosive ordonance disposal (penjinak bahan peledak. Secara taktis diantaranya, pembebasan sandera di gedung; raidpenghancuran; perebutan cepat; patrol pengintaian jarak jauh; penyekatan dan  evakuasi sandera.
 
Materail yang digunakan dalam Latma KRIS-1 diantaranya  Combat Shirt; Overall; Senjata MP-5, Shotgun, AX-338;  Amunisi Bahan Peledak; Alat Optik; Alat Komunikasi berupaHandy Talkie dan Repeater; Alat Perlengkapan  Fast Roping danRapelling; Peta (Ciawi 37/XVIII-A); GPS, Kompas dan Navigasi; serta alat perlengkapan perorangan lainnya.
 
Sementara, Alutsista yang dikerahkan meliputi 1 (satu) unit Helly Super Puma; Kendaraan Taktis diantaranya, 2 (dua) Bus Master; 3(tiga) Kendaraan Hilux; 1 (satu)Kendaraan Tangga;  1 (satu)Kendaraan Penjinak Bahan Peledak;  3 (tiga) Unit Truk; 1 (satu) UnitAmbulance dan 3 (tiga) Unit Motor. Jumlah pelaku yang terlibat sebanyak 87 orang, terdiri dari 44Pasukan Anti Teror TNI  dan 43Pasukan CTOC Royal Thai Armed Forces serta melibatkan 78 personelTNI sebagai pendukung.
 
Hadir pada upacara pembukaan Latma KRIS-I adalah Brigjen TNI Saptono Adji, Brigjen TNI Edison Simanjuntak, Paban VII/Latma Sops TNI Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo dan para pejabat Mabes TNI, TNI AD , TNI AL dan TNI AU.

Panglima TNI : Bersatu Hadapi Ancaman Global

Kita mempunyai modal yang sangat kuat dalam menghadapi ancaman global, yaitu harus bersatu bersama pemerintah, kembalikan jiwa nasionalisme kita, jangan hanya berwacana apalagi saling menyerang, jangan ada lagi egosentris, mari bersatu bergandeng tangan membangun dan mengutamakan karya nyata untuk NKRI. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan ceramah Ketahanan Nasional kepada peserta Lokakarya Nasional Partai Amanat Nasional (PAN) di Aula Hotel Red Top, Jl. Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (3/11/2016).

 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam ceramahnya yang mengangkat tema tentang wujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang, mengatakan bahwa dalam menghadapi perkembangan global dan regional saat ini diperlukan sikap waspada terkait kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.
 
“Presiden pertama Bung Karno pernah mengingatkan bahwa kekayaan alam Indonesia nanti akan membuat iri bangsa-bangsa di dunia, demikian juga Presiden Ir. H. Joko Widodo dalam amanatnya pada saat disumpah menyampaikan bahwa, kekayaan sumber daya alam Indonesia justru akan menjadi petaka buat kita,  tujuannya adalah agar kita waspada,” ujar Panglima TNI.
 
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, pergeseran budaya ekonomi terus terjadi dalam masyarakat sehingga melahirkan krisis ekonomi yang menjadi pemicu terjadinya kompetisi global dan terjadi secara ketat serta cenderung tidak sehat.
 
“Budaya kita saat ini hampir tersapu dengan budaya ekonomi dari luar yang eksis masuk siang dan malam, inilah yang menyebabkan resesi ekonomi dan depresi ekonomi, hal ini mengakibatkan krisis ekonomi dan kompetisi global, yakni anonim dengan meningkatnya tingkat kejahatan dan yang paling penting adalah hancurnya tatanan masyarakat,” tutur Panglima TNI.
 
Panglima TNI menekankan ulang bahwa berbagai pola proxy war dalam bentuk aksi terorisme berpotensi tumbuh subur di Indonesia, hal ini dikarenakan landasan hukum yang menjeratnya masih merupakan tindak pidana, dimana penindakan baru dapat dilakukan setelah aksi teorisme terjadi.
 
“Di Indonesia Undang-Undang terorisme memanjakan teroris, karena definisi terorisme adalah kejahatan pidana, jadi kalau Undang-Undang kita seperti sekarang ini, kita tinggal tunggu saja, kapan Negara kita di cap teroris,” imbuh Panglima TNI.
 
Menyikapi pemberantasan aksi terorisme di Indonesia, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa diperlukan landasan konstitusional yang menjadi dasar dalam mengambil langkah preventif untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara dari bahaya terorisme.
 
“PBB sudah mengingatkan kepada kita bahwa teroris adalah kejahatan negara, karena beberapa negara rusak karena teroris, kepada tim perumus revisi UU terorisme, saya hanya minta satu saja, definisi terorisme adalah kejahatan terhadap negara tidak usah masukkan satu kata pun TNI tidak apa-apa,” jelas Panglima TNI.
 
Panglima TNI juga mengatakan bahwa, demokrasi Indonesia adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dimana MPR sebagai tempat untuk merumuskan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat Indonesia.
 
 
“Bung Hatta mengatakan bahwa berdiskusi adalah tempat bernaung dan mengambil keputusan dan perwakilan dari semuanya adalah MPR. Jika sila pertama, kedua, ketiga dan keempat tidak kita lakukan dengan konsisten dan konsekuen, jangan harap apa yang menjadi tujuan nasional dapat tercapai, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” terang Panglima TNI.
 
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan dan ketahanan nasional kepada para elit politik partai di Indonesia dalam menjaga keutuhan dan nasionalisme sebagai modal dalam menghadapi berbagai ancaman global.
 
“Sekarang ini kita hidup dalam kompetisi global, dimana tempat harapan hidup masa depan semua bangsa adalah Indonesia, kita bisa menjadi bangsa pemenang jika semua elit bersatu hanya untuk NKRI,” pungkas Panglima TNI.

Kapuspen TNI : Publikasi Media Depankan Kepentingan Nasional

Menjelang  demo tanggal 4 November 2016, tidak mungkin bisa mencegah atau tidak mempublikasikan moment tersebut, karena sebagai awak media tidak pernah bisa lepas dari pemilik media itu sendiri. “Apapun yang terjadi tetap harus mempublikasikan semua itu, tetapi saya mengharapkan kepada media untuk selalu mengedepankan kepentingan nasional,” kata Kapuspen TNI Brigjen TNI Wuryanto, S.sos, pada acara coffee morningdengan Pemred Media Massa, di Balai Wartawan Puspen TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (1/11/2016).
 
Kapuspen TNI juga menyampaikan bahwa, kita adalah Warga Negara Indonesia yang mempunyai jiwa patriotisme, nasionalisme untuk kepentingan persatuan, kesatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Perkembangan perpolitikan yang berkembang saat ini di Indonesia khususnya Jakarta, umumnya semua sama pada saat menjelang Pilkada, dan memang banyak orang mengkhawatirkan perkembangan di Jakarta,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan tersebut Kapuspen TNI mengatakan bahwa, beberapa waktu lalu Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah menegaskan terkait perkembangan situasi saat ini, “TNI Netral dan harus selalu berada di atas semua golongan, TNI akan mengerahkan semua kemampuan untuk memback-up Polri dalam menghadapi semua situasi yang terjadi di wilayah, dan TNI sangat siap dalam menghadapi segala kemungkinan,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Kapuspen TNI menyampaikan bahwa, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyatakan bahwasanya saat ini situasi di seluruh wilayah Indonesia khususnya di Jakarta semuanya sudah terkendali dan diantisipasi. “TNI dan Polri selalu berkomunikasi untuk persamaan pandangan, persepsi, dalam menghadapi permasalahan, sehingga kekhawatiran dari seluruh masyarakat diharapkan bisa diredam karena memang sejatinya, semuanya sudah dalam perhitungan dari aparat yang terkait secara keseluruhan,” jelasnya.
 
Terkait perkembangan akhir-akhir ini, atau dua tiga bulan terakhir ini, Kapuspen TNI Brigjen TNI Wuryanto menyampaikan, mestinya kita juga melihat bagaimana sejarah perkembangan kejadian di Arab, mulai dari Mesir, Lybia dan Suriah, semuanya yang terjadi hampir tidak ada bedanya dengan yang terjadi saat ini.
 
Menurut Brigjen TNI Wuryanto, sekarang ini  kepentingan kelompok yang bergerak sepertinya mereka yang pasti benar, dan tidak mau membuka diri untuk menerima masukan-masukan dari kelompok ataupun golongan yang lain. “Dukungan dari beberapa kelompok-kelompok masyarakat yang lain juga sangat berpengaruh, sehingga situasi seolah-olah semakin melebar atau semakin membesar,” katanya.
 
Turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Kadispenal, Sespus Dispenad, Sespus Dispenau, Kabidum Puspen TNI, serta para Kepala Bidang Puspen TNI dan Angkatan.

Gubernur Isiro kunjungi Kontingen Garuda XX-M di Kongo

 Satgas Kompi Zeni TNI Kontinge inn Garuda (Konga) XX-M/Monusco di Republik Demokratik Kongo merupakansalah satu kontingen di jajaranBrigade Ituri dan langsung di bawah supervisi Force Engineering HQ Monusco, dengan Area of Responsibility meliputi wilayah Provinsi Ituri, Bass Uele dan Haut Uele yang berpusat di Dungu (Haut Uele).
 
Tugas pokok Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-M/Monusco yang berjumlah 175 personel, terdiri dari TNI AD, AL dan AU di bawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sriyanto, M.I.R., M.A.,psc(j) sebagai Komandan Satgas (Dansatgas), sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2277 tanggal 30 Maret 2016 danStandart Operating Procedure for Monusco Military Engineers No.899/MONUSCO/FC tanggal 21 Juli 2014, mempunyai 17 Tugas MiliterZeni secara garis besar.
 
Pada hari Sabtu, 29 Oktober 2016, Kontingen Garuda XX-M mendapat kunjungan dari Local Chief Isiro (Gubernur Isiro) Mr. Lola Kisanga di Dungu, yang didampingi oleh Alessandra Trabbatoni (Head of Office Dungu), Kolonel Major Mohammed Jamil (KomandanNorthern Sector), Komandan FARDC dan Komandan PNC, menerima paparan dari DansatgasKonga XX-M/Monusco Letkol Czi Sriyanto, M.I.R., M.A.,psc(j) mengenai pencapaian-pencapaian yang telah dilaksanakan oleh Kontingen Indonesia dalam rangka mendukung tugas Monusco ataupun membantu pemerintah/masyarakat Republik Demokratik Kongo.
 
“Pencapaian tersebut meliputi rehabilitasi jalan Dungu-Isiro, Faradje-Durba, pemeliharaan bandara baik di Dungu dan Beni, pembuatan/perbaikan jembatan, dukungan air bersih kepada masyarakat, kegiatan humanitarian dengan memberikan bantuan kepada para pengungsi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat/staf lokal,” jelas Letkol Czi Sriyanto.
 
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Isiro Mr. Lola Kisanga memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap semua yang telah dilaksanakan oleh Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-M/Monusco. Menurutnya, tugas-tugas yang telah dilaksanakan tersebut sangat membantu pemerintah, masyarakat di wilayah Bass-Haut Uele, karena selain manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat/ pemerintah lokal, pencapaian tugas tersebut juga dapat bermanfaat dalam dalam jangka panjang,” ujarnya.
 
Dalam jangka panjang pencapaian tugas, Kontingen Indonesia bermanfaat di bidang ekonomi dan keamanan.  Di bidang ekonomi, tugas-tugas yang dilaksanakan Kontingen Indonesia terutama rehabilitasi jalan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dikarenakan dengan lancarnya jalur transportasi darat dapat mempercepat distribusi barang-barang kebutuhan masyarakat dan harganya akan relatif murah.
 
Di bidang keamanan, pencapaian tugas Kontingen Indonesia juga akan memperlancar pelaksanaan patroli keamanan yang dilaksanakan oleh tentara FARDC, PNC dan Northern Sector. Terlebih kondisi negara-negara di sekitar Republik Demokratik Kongo (Central Africa Republic dan SouthSudan) sekarang dalam keadaan konflik, sehingga banyak terjadi pengungsi yang memasuki wilayah perbatasan utara Republik Demokratik Kongo (Propinsi Bass-Haut Uele).
 
Local Chief Isiro Mr. Lola Kisanga sangat berterima kasih kepada Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-M Monusco.  Setelah mendapatkan paparan dariDansatgas Kompi Zeni TNI Konga XX-M/Monusco, Mr. Lola Kisanga bersama rombongan mengunjungi Camp DDRRR Northern Sector.
 
Dalam kunjungan tersebut, Mr. Lola Kisanga menyempatkan diri untuk bertemu secara langsung dengan para pengungsi, dan memberikan motivasi untuk kembali ke negara asal mereka dan hidup secara damai. Selepas dari Camp DDRRR, Mr. Lola Kisanga meninggalkan log base Dungu menuju ke tempat peristirahatan untuk persiapan kembali ke Isiro.

Panglima TNI : Seskoad Sebagai Pusat Kajian Strategis TNI AD

Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) sebagai Pusat Kajian Strategis menghasilkan pemikiran-pemikiran bagi kemajuan TNI AD, Seskoad juga melahirkan kebijakan-kebijakan strategis dan calon pemimpin TNI. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada 236 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) LIV Seskoad Tahun 2016, di Aula Prof. DR. Satrio, Seskoad, Bandung, Jawa Barat, Jum’at (28/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI mengingatkan, bahwa Pasis sebagai generasi muda calon pemimpin TNI dan bangsa harus bisa memaknai esensi yang tersirat dari Sumpah Pemuda yang menjadi fundamental kemenangan perjuangan bangsa. “Dari semua sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sumpah pemudalah yang paling memiliki nilai strategis, tanpa Sumpah Pemuda tidak akan mungkin lahir Proklamasi Kemerdekaan,” ujarnya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, keberhasilan dalam memimpin diantaranya dapat tercapai dengan menciptakan soliditas dan menggali energi sosial untuk menggerakan menuju tujuan bangsa. “Pertama kali saya menjabat Panglima TNI, yang saya lakukan adalah mencetuskan Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Professional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Mandiri, Berdaulat dan Berkepribadian. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, dan terbukti saat ini TNI menjadi institusi yang terpercaya oleh rakyat,” ungkapnya.

Panglima TNI juga mengatakan, bahwa perjalanan sejarah bangsa Indonesia menunjukan lemahnya kesadaran akan persatuan bangsa menjadi pemicu penderitaan panjang penjajahan di Indonesia. “Sepanjang sejarah yang ada di nusantara ini tidak pernah ada kerajaan satupun di Indonesia ini yang dikalahkan oleh negara lain ataupun kerajaan lain, yang ada kita diadu domba, sehingga bangsa kita dijajah 250 tahun karena bersifat kedaerahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan, kesadaran dan kemauan bangsa Indonesia menyatukan diri melalui semangat gotong royong, dan energi sosial terbukti menghasilkan kemenangan dalam perjuangan bangsa. “Dengan memahami gotong royong dan energi sosial melalui semboyan merdeka atau mati, lalu mendeklarasikan satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa, Indonesia, dan akhirnya berhasil mengusir Belanda dari Indonesia,” jelasnya.

Dikreg LIV Seskoad Tahun 2016 yang berlangsung sejak tanggal 20 Januari 2016 s.d 15 November 2016, diikuti oleh 223 Pasis TNI AD, 2 (dua) Pasis TNI AL, 2 (dua) Pasis TNI AU, dan 9 (sembilan) Pasis Mancanegara, masing-masing dari Amerika, Australia, Aljazair, India, Malaysia, Pakistan, Singapura, Thailand dan Tiongkok.

Sementara itu, Pasis Seskoad juga telah melaksanakan Seminar Program Kegiatan Bersama (PKB) Kejuangan yang merupakan salah satu kegiatan kurikuler yang dilaksanakan menjelang akhir pendidikan yang telah dilaksanakan tanggal 17 s.d 21 Oktober 2016.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Dansesko TNI Letjen TNI Agus Sutomo, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., M.Si., Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar H. Hutagaol, Danseskoad Mayjen TNI Pratimun, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Muhammad Herindra, dan Kapuspen TNI Brigjen TNI Wuryanto, S.Sos.

Sambut Hari Ulang Tahun PBB ke-71, Kemlu dan PBB Gelar Serangkaian Kegiatan UN Day

 

 

Perayaan hari jadi PBB atau UN Day, yang diselenggarakan setiap tanggal 24 Oktober, menjadi momentum pengenalan kepada public tentang berbagai capaian PBB selama ini. Dalam perayaan UN Day tahun ini, kolaborasi antara Indonesia dan PBB diharapkan semakin kuat utamanya dalam mencapai tujuan agenda pembangunan berkelanjutan 2030.

Rangkaian peringatan UN Day ke-71 terdiri dari 3 (tiga) agenda utama, yaitu seminar internasional, pembukaan pameran karya seni, dan visual campaign. Seminar nasional dilangsungkan pada tanggal 24 Oktober 2016 (pagi hari) dengan dihadiri perwakilan negara-negara sahabat, badan-badan PBB yang berkedudukan di Indonesia, institusi pemerintahan, akademisi, danLSM.

“Peringatan hari jadi PBB ke-71 ini dapat menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran public akan pentingnya kemitraan Indonesia dan PBB, khususnya dalam pencapaian Agenda 2030 dan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan” ujarMenlu Retno pada Saat pembukaan Seminar bertemakan “Indonesia-UN Collaborative Actions: Enhancing Multi-Stakeholder Partnerships for Sustainable Development”.

Menlu Retno dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan berbagai keberhasilan Indonesia dalam Millenium Development Goals (MDGs), serta kesiapan untuk bekerjasama lebih lanjut dengan PBB untuk mewujudkan Agenda 2030 dan Perjanjian Paris soal perubahan iklim. Menlu Retno menekankan bahwa peran penting PBB dalam menentukan keberhasilan SDGs dilakukan melalui:1) pengarusutamaan tujuan dan target SDGs dalam seluruh aktivitas PBB; 2) adaptasi terhadap tantangan dan realitas baru;3) melakukan berbagai metode kinerja baru; 3) meningkatkan kapasitas negara-negara berkembang dan kurang berkembang untuk menerjemahkan tujuan dan target dalam kebijakan-kebijaan yang dapat diimplementasikan dan dilakukan; serta 4) mengadopsi“needs-assessment based approach”.

Setelah seminar, rangkaian kegiatan UN Day dilanjutkan dengan pameran karya seni bertemakan“Art with Purpose” yang berlangsung mulai dari tanggal 24-30 Oktober 2016 di Museum Nasional, dengan menampilkan hasil karya dari 22 seniman nasional. Karya seni tersebut antara lain berupa seni lukis, fotografi, patung, video, dan seni instalasi,yang sejalan dengan peran PBB di dunia.

Selain itu, sejumlah landmark di berbagai daerah di Indonesia seperti MonumenNasional (Jakarta), Candi Prambanan (Yogyakarta), dan Museum Tsunami (Aceh),akan disinari dengan warna biru pada malam hari pada tanggal 24 Oktober 2016.

Residen Koordinator PBB di Indonesia, Douglas Broderick, menyatakan apresiasinya terhadap komitmen Indonesia terhadap perwujudan Agenda 2030 dan siap untuk bekerjasama lebih lanjut guna menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemimpin global untuk implementasi SDGs. “Perwujudan SDGs di Indonesia meliputi kepemimpinan secara global, nasional, daerah, dan individual”, ujar Douglas.

Kepala Bakamla RI Lantik Lima Pejabat Eselon III dan IV

Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. memimpin upacara pelantikan dan penyumpahan Pejabat Eselon III dan IV di Kantor Pusat Bakamla RI, Jalan Doktor Sutomo No. 11, Jakarta Pusat, Senin (24/10/2016).
Pejabat Eselon III yang dilantik adalah Kolonel Laut (T) Tugas Eko Laksono sebagai Kabag Distribusi dan Pemeliharaan, Biro Sarana dan Prasarana; Kolonel Pnb Joko Triwibowo sebagai Kasubdit Penyelenggaraan Operasi Udara Maritim, Direktorat Operasi Udara Maritim; Kolonel Laut (T) Robby Darwin S., S.E., M.M. sebagai Kasubdit Dukungan Latihan, Direktorat Latihan; dan Letkol Sus Aries Yudho Nugroho, S.AP sebagai Kasubdit Dukungan Operasi Udara Maritim, Direktorat Operasi Udara.

Sementara pejabat eselon lV yang dilantik yaitu Mayor Laut (KH/W) Risma Samosir, S.Sos., M.M. sebagai Kepala Seksi Evaluasi Kebijakan Kamla, Direktorat Kebijakan Kamla.
Kepala Bakamla RI dalam sambutannya antara lain mengatakan, pada dasarnya terdapat dua makna penting yang terdapat di dalam acara pelantikan dan penyumpahan jabatan. “Pertama, pelantikan pejabat baru tidak hanya sebagai bentuk kaderisasi, namun merupakan bagian dari proses kesinambungan kepemimpinan berkelanjutan. Kedua, melalui pelantikan pejabat baru ini akan melalui pelantikan pejabat baru ini akan muncul ide, inovasi, dan kreativitas baru guna memperkaya kemampuan yang ada, sehingga organisasi dapat terus bergerak dinamis”, jelasnya.

Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV yang baru ini sebagai bentuk penguatan organisasi di bidang sumber daya manusia demi mencapai terealisasinya tugas dan fungsi Bakamla RI dengan sangat baik.

Tidak dapat dipungkiri, seiring dengan perkembangan lingkungan global dunia kemaritiman dengan segala permasalahan yang ada, maka tantangan tugas Bakamla RI di masa mendatang akan semakin kompleks, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan dan dinamika penugasan dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat (public trust).

Diharapkan dengan adanya penguatan lima Pejabat Eselon III dan IV yang baru dilantik ini, akan memberikan kontribusi yang positif dan signifikan dalam memajukan Bakamla RI sebagai garda terdepan dalam menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.