Dukung Kemajuan UKM, Gebyar UKM Indonesia 2017 Digelar di 18 Kota

Dukung Kemajuan UKM, Gebyar UKM Indonesia 2017 Digelar di 18 Kota

Eksistensi usaha kecil menengah UKM kian berkembang, bahkan pelaku usaha pun bergairah memproduksi dan memasarkan produk unggulan. Kementerian Koperasi dan UKM mendukung penuh dan merasa sangat senang serta bangga kegiatan yang dilakukan More »

Smesco Indonesia Gelar Pameran Seni Quilt & Needle Bertaraf Internasional

Smesco Indonesia Gelar Pameran Seni Quilt & Needle Bertaraf Internasional

Sebuah pameran bertaraf internasional yang mengangkat seni quilt dan needle digelar oleh Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP KUKM). Pameran yang berlangsung tiga hari mulai 19 hingga 21 Oktober 2017 di More »

Dirut LPDB Optimis Akhir Tahun Ini Apex Dana Bergulir Sudah Terbentuk

Dirut LPDB Optimis Akhir Tahun Ini Apex Dana Bergulir Sudah Terbentuk

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo menegaskan di era digitalisasi seperti sekarang ini setiap institusi/perusahaan dituntut harus peka dengan perubahan, mampu berinovasi, dan More »

Gelar Rakernas, Kongres Advokat Indonesia Ingin Penegak Hukum Taati Hukum

Gelar Rakernas, Kongres Advokat Indonesia Ingin Penegak Hukum Taati Hukum

Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) pimpinan H Indra Sahnun Lubis-Apolos Djara Bonga menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tema “Seluruh Penegak Hukum termasuk KPK harus Taaat pada KUHAP”, di More »

Rayakan Milad, Melalui LAZ Syarikat Islam Himpun Dana untuk Rohingnya

Rayakan Milad, Melalui LAZ Syarikat Islam Himpun Dana untuk Rohingnya

Kaum Syarikat Islam (SI) merayakan milad yg ke-112 dengan mengadakan Penganjian dan Silaturahmi Nasional di Mesjid Istiglal Jakarta, pada Ahad (15/10/2017). Acara ini dihadiri tidak kurang dari 12 ribu kaum Syarikat Islam More »

 

Category Archives: Pendidikan

Perpustakaan Kemenkop Kampanyekan Program Satu Jiwa Satu Buku

Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.

Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh. Selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan.

Menyadari hal itu, Bagian Humas dan Advokasi Hukum, Kementerian Koperasi dan UKM membuat suatu inovasi untuk menarik minat kunjungan pegawainya ke perpustaan yang mereka kelola. Mengkampanyekan program satu jiwa satu buku. Dimana setiap pegawai maupun pejabat diminta menyumbangkan buku untuk menambah koleksi perpustakaan.

“Kita tidak menargetkan seberapa banyak tapi seberapa ikhlas staf dan pegawai Kemenkop UKM ini untuk ikut berbagi. Dengan satu buku berarti juga sudah ikut membuka jendela dunia ini,” ujar Kabag Humas dan Advokasi Hukum, Darmono usai meninjau perpustakaan Kemenkop UKM di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Sejauh ini minat kunjungan pegawai ke perpustakaan ini masih cukup rendah, hal ini dikarenakan belum dikembangkan inovasi baru oleh pihak pengelola. Maka dengan program satu jiwa satu buku ini diharapkan dapat menarik minat pegawai untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di perpustakaan, termasuk membaca buku, baik tentang Perkoperasian-UKM maupun buku pengetahuan umum.

Program satu jiwa satu buku yang digagas oleh Darmono ini, berangkat dari kecilnya anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan. Darmono ingin menguji mental bawahannya agar bagaimana dengan anggaran yang kecil itu dapat dijadikan sebagai peluang untuk berinovasi dan berkreasi.

“Dengan anggaran kecil kita jangan menjadi jiwa pengeluh tapi bagaimana kekurangan itu kita jadikan peluang untuk kita berkreasi sehingga muncullah ide untuk bagaimana kalau kita mengetuk hati teman-teman di kementerian ini untuk menyumbang satu orang itu satu buku, tercetuslah ide satu jiwa satu buku,” katanya.

Bukan hanya buku saja, Darmono juga mengajak partisipasi pegawai Kemenkop UKM maupun masyarakat umum untuk menyumbangkan karya ilmiah yang pernah dibuat ke perpustakaan. Semakin banyak buku dan hasil karya ilmiah yang dihimpun, Darmono ingin menjadikan perpustakaan Kemenkop UKM sebagai tempat penelitian.

“Semakin banyak yang meneliti berarti semakin tersosialisasi Kemenkop UKM kepada masyarakat itu semakin lengkap. Kementerian juga semakin dikenal masyarakat, bukan hanya dikenal lembaganya juga tapi program-programnya dirasakan masyarakat,” tukas dia.

Tak ketinggalan, perpustakaan Kemenkop UKM ke depan akan ditata lebih baik dengan mengupdate buku pengetahuan umum maupun khusus yang terkait dengan Koperasi UKM. Konsep penataan perpustakaan juga akan berbasis teknologi digital atau mendapat bantuan komputer dalam seluruh aktifitas di perpustakaan secara menyeluruh.

“Untuk mencari buku-buku yang lebih cepat kita juga sudah mendigitalisasi judul-judul buku itu dan kita sudah bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional untuk membantu perpustakaan menata buku-buku itu sehingga terlihat menarik dan gampang untuk mencari buku apa yang dicari,” ucap Darmono.

Indonesia International Education & Training Expo 2017, TNI AD Ajak Seluruh Pelajar Bergabung Dan Menjaga NKRI

Sedikitnya 160 institusi pendidikan ternama baik dari dalam negeri Indonesia maupun dari luar negeri akan memeriahkan pameran terbesar dalam sektor pendidikan, Indonesia International Education & Training Expo (IIETE) ke-26 tahun 2017, di Hall A, B Jakarta Convention Center, 2 hingga 5 Februari 2017.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga tidak ketinggalan mengikuti gelaran akbar ini. Kolaborasi sekolah kedinasan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara akan turut menyemarakan pameran bersama sekolah kedinasan POLRI dan lainnya.

Nilai strategis gelaran IIETE ialah memberikan informasi kepada pelajar SMA/SMK/MA mengenai produk-produk pendidikan tinggi, mulai dari program pendidikan berjenjang Diploma, S1, S2, S3, profesi, kelas pararel, kelas internasional, program pelatihan hingga program kedinasan. Tentunya informasi pendidikan ini sangat diperlukan untuk menentukan pilihan perguruan tinggi mana yang sesuai dengan minat dan cita-cita yang diinginkan. Pastinya melalui pameran ini, pelajar calon mahasiswa berkesempatan untuk menggali informasi mengenai institusi perguruan tinggi sebanyak-banyaknya.

Tak mengherankan, jika dalam gelaran IIETE kali ini, penyelenggara berinisiatif mengakomodasi kehadiran pelajar SMA/SMK/MA se-Jabodetabek melalui kendaraan bis, menjemput dan memulangkan kembali para pelajar untuk datang ke lokasi pameran di JCC Jakarta dengan didampingi oleh guru pembimbing sekolah masing-masing tentunya.

Ayo kunjungi Indonesia International Education & Training Expo 2017, 2-5 Februari 2017, Hall A,B JCC Senayan Jakarta dan jangan lupa kunjungi stand TNI AD untuk mendapatkan informasi lengkap tentang Akademi Militer (Akmil) dan bergabunglah menjadi TNI melalui Taruna Akmil untuk menjaga NKRI.

Panglima TNI: Lulusan IPDN Wajib Militer, Harus dibuat Undang-Undangnya

Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) selama pendidikan sudah dididik disiplin yang baik, berpengetahuan yang baik dan jika kemudian akan mendapat kurikulum bela negara dan wajib militer, maka itu harus ada aturannya dan harus di buat Undang-Undangnya sehingga menjadi jelas.
Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjawab pertanyaan wartawan menanggapi usulan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo agar lulusan IPDN wajib militer dengan ditambah pendidikan militer selama tujuh bulan, disela-sela Rapim TNI tahun 2017 di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).

“Wajib militer otomatis lingkup bela negara, kalau bela negara tidak ada wajib militernya, kemudian sebelum lulusan IPDN jadi Camat terlebih dahulu membantu Kepolisian dan TNI, sehingga benar-benar sudah menyatu pada saat jadi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tingkat Kecamatan,” ujar Panglima TNI.

Menanggapi usulan agar lulusan IPDN mengikuti wajib militer, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan boleh-boleh saja, asalkan dia mendaftar seperti wajib militer. “IPDN itu setingkat sarjana, sama seperti sarjana hukum, sarjana ekonomi, boleh saja dia daftar secara umum,” katanya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada Praja IPDN di Balaiurung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (16/12/2016) menyatakan setuju dengan program wajib militer bagi para lulusan IPDN, bahkan siap menindaklanjuti kerja sama itu bila sudah ada aturan yang jelas.

“Para peserta wajib militer bisa berkarya seperti militer biasa. Peserta wajib militer bisa aktif berkarya di pasukan dan staf, bahkan bisa jadi Danramil dan mungkin dua atau tiga tahun setelah itu alih status sebagai PNS,”.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengusulkan agar setiap lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri diwajibkan mengikuti kegiatan wajib militer. Mendagri juga mengusulkan, lulusan IPDN wajib militer dengan ditambah pendidikan militer selama tujuh bulan dan mengusulkan para alumni IPDN yang lulus pendidikan militer agar diberikan pangkat letnan dua. “Alumni IPDN dapat menjadi pasukan cadangan bela negara dan proses penyiapan wajib militer menurutnya akan memakan waktu setidaknya satu tahun,” katanya.

Panglima TNI Ajak Mahasiswa Harus Siap Menjadi Generasi Pemimpin Bangsa

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh mahasiswa/mahasiswi Universitas Samawa untuk berjuang menjadi para calon-calon pemimpin dan ksatria Indonesia di masa yang akan datang. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan 636 Wisudawan/ti Sarjana (S1) dan Ahli Madya (D3) Angkatan XIII dan Diesnatalis XVIII Universitas Samawa di Aula Sriboyo Universitas Samawa (Unsa) Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Kamis (29/12/2016).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bangsa Indonesia sebagai bangsa pejuang dan sejarah telah membuktikan bahwa kemerdekaan yang didapatkan dari hasil perjuangan para pahlawan yang didalamnya mengalir darah patriot. “Semangat rela berkorban jiwa dan raga membuktikan Indonesia dapat merebut kemerdekaan dari penjajah,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, pertumbuhan jumlah penduduk yang sangat pesat dan ketersediaan pangan yang sangat terbatas, akan menimbulkan konflik dan kompetisi global yang luar biasa saat ini. “Kalau bangsa Indonesia ingin selamat, maka kita harus menjadi bangsa pemenang,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara Equator di dunia, yang mempunyai sumber energi hayati sepanjang tahun. “Inilah yang menyebabkan negara-negara lain yang ingin merebut kekayaan alam Indonesia, karena energi fosil yang sudah makin menipis,” ungkapnya.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa, Narkoba menjadi ancaman baru bagi kelangsungan suatu bangsa di seluruh dunia karena bisa menyebabkan lost generation, tidak terkecuali Indonesia. “Semua kasus Narkoba yang terjadi di Indonesia adalah untuk lost generation dan inilah yang dikatakan perang candu serta merupakan bagian dari perang modern yang dikatakan proxy war,” pungkasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang pembelian Helikopter AW-101 dari Inggris, Panglima TNI menyatakan sudah membuat surat untuk pembatalan kepada Kasau tembusannya kepada Kementerian Pertahanan kemudian sampai dengan Presiden, BPK dan Menteri Keuangan. “Saat ini tim investigasi sudah mengecek dimana letak kesalahannya,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, S.E., Rektor Unsa Prof. DR. Saifudin Iskandar M.E.d, Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Asintel Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Asops Panglima TNI Mayjen Agung Risdhianto M.B.A., Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto S.Sos. dan Bupati Sumbawa Drs. H. M Husni Djibril, B.Sc serta Forum Komunikasi Daerah Sumbawa.

RZ Bantu Tingkatkan Omzet Pedagang Lontong Sayur

Penerima manfaat bantuan ekonomi RZ (Rumah Zakat), Siti Wahyuni atau Yuyun kini sudah bisa mendapatkan omzet Rp1 juta perhari dari usaha toko kelontong yang ia jalankan. Sebelumnya, Yuyun berjualan lontong sayur dan hanya mendapatkan omzet sebesar Rp200ribu perhari.

Semenjak suaminya meninggal, Yuyun berusaha untuk menghidupi kedua anaknya seorang diri. Meski pas-pasan, ia terus menjalankan usaha lontong sayur untuk biaya hidup dan sekolah anak-anak yang keduanya sudah duduk di bangku SD.

Pada tahun 2014, Yuyun kemudian diberikan bantuan modal sebesar Rp500ribu oleh RZ. Ia kemudian mencoba untuk menambah modal penjualan lontong sayurnya dan menambah produk jualannya dengan gorengan.

Kini usaha Yuyun sudah semakin membaik. Toko kelontong miliknya sudah semakin ramai dikunjungi warga sekitar. Produk yang disediakan pun semakin lengkap, mulai dari sembako, makanan, sayuran, dan produk lainnya.

“Alhamdulillah atas bantuan modal usaha yang saya terima, saya bisa terus mengembangkan usaha. Selain itu, motivasi dan bimbingan dari RZ pun sangat membantu karena terus menumbuhkan semangat dalam diri saya untuk mengembangkan usaha ini,” ujar Yuyun, Rabu (21/12). 

Kapuspen TNI : Aplikasikan Pelatihan Kameramen dan Fotografer di Satuan

Bekal ilmu pengetahuan yang diberikan dalam waktu singkat ini, tentu belum cukup bagi para peserta pelatihan untuk menjadi Tim Peliput jajaran Penerangan TNI yang profesional. Oleh karenanya, kembangkan dan aplikasikan hasil pelatihan ini dengan maksimal di satuan kerja masing-masing dalam mendukung tugas pokok satuan.

 
Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., pada penutupan Pelatihan Peliputan bagi Kameramen dan Fotografer di lingkungan Penerangan TNI, bertempat di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/12/2016).
 
Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari (20-21 Desember 2016) tersebut, diikuti oleh perwakilan dari tim peliput  Puspen TNI, Dispenad, Dispenal, Dispenau dan  Pendam Jaya, diisi dengan kegiatan materi teori maupun praktek.
 
Lebih lanjut Kapuspen TNI menyampaikan bahwa, para peserta pelatihan dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dengan sebaik-baiknya, dari  semua materi pelatihan yang diberikan guna menunjang  keterampilan di bidang peliputan. “Pengembangan ilmu yang sudah didapatkan, sangat tergantung dari masing-masing peserta,” ucapnya.
 
“Aplikasikan dan kembangkan secara maksimal pengetahuan yang telah diperoleh guna mendukung pelaksanaan tugas peliputan di satuan masing-masing, baik penugasan dalam negeri maupun luar negeri,” tegasnya.
 
Mengakhiri sambutannya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menyampaikan selamat dan terima kasih kepada Bapak Taufik Dasaad beserta seluruh pendukung atas keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan pelatihan ini, sehingga dapat mencapai hasil maksimal sesuai dengan yang direncanakan.

Siswa SLTA EÖTVÖS JOZSEF Antusias Terhadap Budaya Indonesia

Duta Besar RI untuk Hongaria, Ibu Wening Esthyprobo kembali membuka salah satu program andalan KBRI Budapest, yaitu Indonesia Goes to School.  Kali ini dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2016 di salah satu sekolah the Second Best High School di Hongaria yaitu Eötvös Jőzsef Gimnázium di kota Budapest yang merupakan salah satu sekolah menengah atas terbaik di Hongaria.

Duta Besar RI, Ibu Wening Esthyprobo dalam sambutannya menyebutkan bahwa pagelaran seni budaya yang ditampilkan tersebut hanya sebagian kecil saja dari 1.128 kelompok etnik yang ada di Indonesia.

Mr. Laszlo Moss, Direktur Eötvös József Gimnazium mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang sangat langka, mendapatkan kunjungan tim budaya KBRI Budapest. Mr. Laszlo juga menyadari bahwa promosi langsung yang dilakukan oleh KBRI tepat mengenai sasarannya karena anak-anak muda ini merupakan generasi penerus bangsa Hongaria yang akan menjadi jembatan hubungan kedua negara dimasa depan.  Dengan kunjungan ini akan menambah wawasan dan pengetahuan anak-anak tersebut mengenai Indonesia.

KBRI Budapest menampilkan berbagai tarian daerah, diantaranya Tari Satria dari Jawa Tengah dan Tari Jaipongan dari daerah Jawa Barat.  Selain itu KBRI  menampilan permainan gamelan degung Sunda dari Jawa Barat dan Rindik dari Bali serta Gamelan Jawa.

Para siswa-siswi juga mendapatkan presentasi dan penjelasan mengenai Indonesia, secara singkat dan komprehensif.  Disela-sela presentasi dilakukan pertanyaan berhadiah bagi para siswa yang sangat antusias berebut menjawabnya. Sebagai penutup kegiatan dimeriahkan  dengan melakukan Flashmob Tari Gemu Fa Mira dari Nusa Tenggara yang diikuti oleh seluruh siswa siswi dan staf pengajar.

Promosi budaya yang dilakukan KBRI Budapest sangat bermanfaat untuk memperkenalkan sebuah negeri indah di Asia Tenggara, negeri kepulauan terbesar di dunia.  Direktur Sekolah mengakui bahwa pada umumnya orang Hongaria menganggap warga Hongaria yang paling majemuk dan keturunan bangsa besar di Eropa.  Namun dengan kunjungan ini maka cakrawala para murid akan lebih terbuka dan menambah wawasan sejarah, budaya dan geografi mereka.

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dan membuat terkagum-kagum tidak hanya para siswa siswi akan tetapi jajaran staf pengajarnya pula. Suara gamelan dan beragam tarian dengan baju daerah yang unik dan eksotik membuat para pelajar dan staf pengajar tidak beranjak dari tempat duduknya sampai acara usai.

Unhan Peringati Hari Bela Negara di Atas KRI Tanjung Kambani 971

Mahasiswa dari Universitas Pertahanan (Unhan) dan prajurit KRI Tanjung Kambani 971 melaksanakan peringatan Hari Bela Negara di atas geladak KRI Tanjung Kambani 971, Senin (19/12). Bertindak selaku inspektur upacara Kepala Biro Akademik & Kemahasiswaan Unhan Brigjen TNI Tamzil MSI (HAN).

Sambil melakukan pelayaran/Joy Sailing dengan menggunakan KRI Tanjung Kambani 971 dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju perairan Teluk Jakarta melaksanakan upacara Tabur Bunga di laut dalam rangka memperingati Hari Bela Negara.
 
Hari bela Negara diperingati setiap tanggal 19 Desember. Penetapan ini melalui Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara yang isinya diantaranya menetapkan Tanggal 19 Desember ditetapkan sebagai Hari Bela Negara.
 
Dalam upacara tersebut Irup melarungkan karangan bunga kelaut dan diikuti oleh peserta upacara lainnya melaksanakan penaburan bunga ke laut untuk memperingati perjuangan para pahlawan bangsa yang telah gugur berjuang di laut.
 
Selesai melaksanakan upacara Tabur Bunga para mahasiswa ini mendapat pembekalan dari perwira KRI Tanjung Kambani 971 menambah wawasan mereka tentang kapal perang yaitu Safety Briving tentang tatacara penggunaan Sweempes hingga peran peninggalan kapal dengan menggunakan Left kraft, tentang persenjataan yang dimiliki Kapal Perang TNI Angkatan Laut, masalah kebaharian, tentang navigasi laut, dunia kemaritiman serta masalah kewajiban bela Negara bagi setiap warga Negara Indonesia.
 
Pada kesempatan tersebut para mahasiswa mendapat penjelasan tentang tugas pokok Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) sebagai Pembina Angkutan Laut Militer dan Pembina Angkutan Laut Nasional. Juga menyaksikan tayang visualisasi tentang profil Kolinlamil dan tugas-tugas yang telah dilaksanakan Kolinlamil.
 
Komandan KRI Tanjung Kambani 971 Letkol Laut (P) Jan Lucky Boy Siburian, S.E, selaku pemimpin pelayaran upacara Tabur Bunga peringatan Hari Bela Negara kepada para mahasiswa memberikan keleluasaan kepada untuk bertanya mengenal lebih banyak tentang kapal perang dan hal-hal yang terkait dengan kemaritiman. Termasuk asal usul KRI Tanjung Kambani 971 dan misi-misi operasi yang pernah dan telah dilaksanakan.
 
Diakhir pelayaran kedua instansi melaksanakan tukar menukar cindera mata. Pada kesempatan tersebut Kepala Biro Akademic & Kemahasiswaan Brigjen TNI Tamzil MSI (HAN) selaku pemimpin rombongan mahasiswa Unhan mengucapkan terima kasih kepada Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI I.G. Putu Wijamahaadi, S.H. dukungan terselenggaranya kegiatan upacara Tabur Bunga peringatan Hari Bela Negara tahun 2016 dan berharap generasi muda kita akan bisa lebih mencintai akan bangsa ini yaitu bangsa yang berbasiskan Maritim, pangkasnya.

Kapuspen TNI : Isu Waspadai ‘Kuda Troya’ JK dan Gatot Nurmantyo Tidak Benar

Beredarnya isu yang dimuat media online kompasiana.com dengan judul “Jokowi, waspadai terhadap ‘Kuda Troya’ JK dan Gatot Nurmantyo”  yang diunggah pada hari Minggu (30/11/2016), sangatlah merusak citra dan nama baik institusi TNI serta meresahkan masyarakat Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (7/12/2016) mengatakan bahwa opini yang dimuat dalam tulisan disalah satu media online tersebut TIDAK BENAR dan tidak berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan.
 
“Pernyataan opini tersebut merupakan fitnah dan pencemaran nama baik TNI secara institusi maupun terhadap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo secara pribadi, yang berpotensi munculnya konflik antar lembaga maupun kelompok masyarakat,” tegasnya.
 
Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa, kegiatan yang di gagas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, seperti Doa Bersama yang dilaksanakan Jumat  (18/11/2016) dan Apel Nusantara Bersatu, Rabu (30/11/2016) merupakan kegiatan untuk mengajak masyarakat diseluruh Indonesia, bersama-sama berdoa agar negara kita terlepas dari perpecahan serta untuk persatuan dan kesataun bangsa yang berlandaskan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
 
Dalam opini yang dimuat media online tersebut, juga ditulis tentang kegiatan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang sering berkeliling kampus untuk mengkampanyekan visi nasionalismenya. “Faktanya memang benar bahwasanya Panglima TNI melakukan kegiatan tersebut, karena untuk membentuk karakter pemuda Indonesia agar memiliki rasa kebangsaan dan nasionalisme serta bela negara, bukan untuk berambisi mengambil alih pemerintahan,” kata Kapuspen TNI.
 
Sementara itu, terkait berita Panglima TNI akan menyerahkan wilayah laut Natuna kepada pihak Tiongkok, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto kembali menegaskan bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak akan penah menyerahkan wilayah laut Indonesia ke pihak asing, termasuk  perairan Natuna. “Panglima TNI tidak pernah menginginkan kapal-kapal asing mencuri ikan di perairan laut Indonesia, apalagi sampai berusaha menyuap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti agar mengijinkan kapal asing pencuri ikan bisa masuk perairan Indonesia,” tuturnya.
 
Menanggapi berita yang bertajuk Kuda Troya tersebut, berdasarkan sejarah bangsa Indonesia, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menyatakan bahwa mulai terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) dan pada 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), selanjutnya Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan saat ini Tentara Nasional Indonesia (TNI),  tidak pernah melakukan pembangkangan terhadap pemerintah termasuk melakukan kudeta, karena TNI berasal dari rakyat, bejuang bersama rakyat dan untuk kepentingan rakyat. 

Panglima TNI : Fungsi APIP Audit dan Review Inspektorat Jajaran TNI

Berdasarkan monitoring penguatan pengawasan bahwa efektifitas fungsi Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) terhadap kegiatan audit dan review di jajaran inspektorat di lingkungan TNI memiliki peran penting terkait akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di lingkungan TNI.

 
Demikian amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI DR. Didit Herdiawan, M.P.A.,M.B.A., pada pembukaan Rakorwas Inspektorat TNI dan Kemhan Tahun 2016, yang mengangkat tema “Dengan Semangat Profesionalisme, Sinergitas dan Soliditas Aparat Inspektorat, Kita Tingkatkan Penguatan Pengawasan Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”, bertempat di Aula Gatot Subroto, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (6/12/2016).
 
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, peran APIP disamping melaksanakan tugas sebagai auditor juga melaksanakan review/penelaahan terhadap Laporan Keuangan (LK), Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan review atas Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). “Salah satu indikator keberhasilan bidang penguatan pengawasan adalah profesionalisme APIP,katanya.
 
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, saat ini pemerintah sedang melaksanakan langkah strategis dengan menerapkan program reformasi birokrasi. “Langkah tersebut diambil guna membangun Aparatur Negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas pemerintah dan pembangunan nasional dengan fokus pada upaya peningkatan kinerja birokrasi pemerintah,” jelasnya.
 
Kegiatan peningkatan kualitas pemeriksa internal, eksternal dan pengawasan masyarakat serta mempercepat tindak lanjut hasil pengawasan, pada hakikatnya merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Panglima TNI.
 
Diakhir amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, berkaitan dengan reformasi birokrasi, peran APIP merupakan agen perubahan (agent of change) guna mendorong peningkatan kinerja di masing-masing instansi pemerintahan, sehingga terwujud tata kelola pemerintahan yang baik (good government) dan struktur pemerintahan yang bersih (clean government) melalui penguatan pengawasan.
 
Sebelumnya, Kasum TNI Laksdya TNI DR. Didit Herdiawan dihadapan 135 peserta Rakorwas Inspektorat TNI dan Kemhan Tahun 2016 yang berlangsung selama satu hari, menyampaikan bahwa didalam reformasi birokrasi sudah ada tim government dan good government.  “Dengan kondisi seperti ini maka perlu adanya paradigma baru yang dibuat oleh Kemhan dan TNI, untuk menyatukan visi dalam rangka memberikan contoh kepada Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK) yang ada di Republik ini,” ucapnya.
 
Kasum TNI mengharapkan para Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) mampu memberikan masukan dan pendampingan sebagai konsultan di dalam melaksanakan kegiatan masing-masing Unit Organisasi (UO) di lingkungan Kemhan dan TNI terjadi peningkatan, sehingga analisa perencanaan proses bisnis inspektorat yang berkaitan dengan pengawasan mulai dari tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan sampai dengan pelaporan, dapat dilaksanakan dengan baik.
 
Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Irjen Kemhan Marsdya TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., Dansesko TNI Letjen TNI Agus Sutomo, S.E., Danjen Akademi TNI Letjen TNI Bayu Purwiyono, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Prihadi Agus Irianto R., para Asisten Panglima TNI dan para Kabalakpus TNI.