Rayakan HUT ke-11, LPDB KUMKM Miliki Dirut Baru

Rayakan HUT ke-11, LPDB KUMKM Miliki Dirut Baru

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop dan UKM memasuki usia yang ke-11. Di hari jadinya ini, 18 Agustus sebelas tahun lalu, tercatat sejak 2008-2017, LPDB telah berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp More »

Tim Trans-TV dan LPDB Menangi Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja

Tim Trans-TV dan LPDB Menangi Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja

Tim B Trans TV dan Tim B LPDB berhasil merebut Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja 2017 yang diselenggarakan Forum Wartawan Koperasi [Forwakop]. Kedua tim itu berhasil menyisihkan 24 tim media More »

LPDB Gelontorkan Dana Bergulir Rp 35 M untuk Propinsi Kaltim

LPDB Gelontorkan Dana Bergulir Rp 35 M untuk Propinsi Kaltim

Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur merupakan kabupaten yang memiliki potensi luar biasa menarik di bidang pariwisata, pertambangan, perkebunan dan lain-lain. Di bidang pariwisata ada Pulau Derawan, Maratua, Tanjung Batu, Pelabuhan Cermin dan More »

Aroma Cake Buah Naga, Oleh-oleh Paling Rekomen dari Batam

Aroma Cake Buah Naga, Oleh-oleh Paling Rekomen dari Batam

Aroma Cake Buah Naga adalah oleh-oleh asli Batam, yang menawarkan makanan sehat dan bergizi, karena terbuat dari sari buah naga merah yang sangat mudah di jumpai di kota Batam. Selain nikmat, Cake More »

Forwakop Gelar Turnamen Tenis Meja Piala Menkop dan UKM

Forwakop Gelar Turnamen Tenis Meja Piala Menkop dan UKM

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) akan menggelar turnamen tenis meja 2017 memperebutkan Piala Menteri Koperasi dan UKM  Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Gedung SMESCO Indonesia,  Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017) pukul 08.00 – selesai. Ketentuan turnamen tenis meja adalah pesertanya More »

 

Category Archives: Pendidikan

Kembangkan Teknologi Ternak di SMK Juara Subang

SMK Peternakan Juara Subang melakukan pengembangan teknologi pakan ternak ruminansia, teknologi pengolahan hasil ternak dan pemanfaatan limbah ternak untuk pembuatan biogas dan pupuk organik. Pengembangan ini bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Subang.

Penandatanganan MoU telah dilaksanakan hari Rabu, (22/9) kemarin. Dalam kerja sama ini LIPI bertindak sebagai fasilitator alih teknologi, BP4KKP sebagai supervisor program dan SMK Peternakan Juara sebagai pelaksana kegiatan.

“Dengan adanya kerja sama ini, semoga semua pihak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Saya juga akan mengajak seluruh pihak dari sekolah kami untuk dapat memanfaatkan kesempatan baik ini,” ujar Ipiq Taufiq, Kepala Sekolah SMK Peternakan Juara Subang, Kamis (22/9).

Penandatangan MoU ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan Semiloka Grass Root Innovation (GRI). Kegiatan diisi oleh Dr. Ilham Akbar Habibie sebagai pemateri. GRI merupakan gerakan memunculkan inovasi masyarakat agar diakui oleh pemerintah dan dilindungi hak intelektualnya.

“GRI memiliki beberapa irisan dengan program ICD di sekitar lingkungan SMK Peternakan Juara Subang. Dengan sinergi yang baik ini semoga program pemberdayaan di ICD SMK Juara semakin berhasil,kata Ipiq.

Demontrasi Prajurit TNI meriahkan Eksebisi Yongmoodo

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Federasi Yongmoodo Indonesia didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono menyaksikan demonstrasi prajurit TNI bersama pelajar SMA pada pembukaan Eksibisi Yongmoodo Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX tahun 2016 di Lapangan Tenis Indoor Mohammad Toha Disjasad, Cimahi Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/9/2016).

 

Pembukaan Eksibisi Yongmoodo pada pelaksanaan PON ke-XIX tahun 2016 yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat terlihat sangat meriah. Hal tersebut ditandai dengan adanya demonstrasi beladiri Yongmoodo oleh prajurit Kostrad dan siswa-siswi dari SMA Efarina Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang hadir dalam acara tersebut dibuat kagum oleh penampilan dari prajurit Kostrad dan siswa siswi SMA Efarina Simalungun Sumatera Utara. Seni beladiri yang mengandalkan ketepatan, kecepatan dan kekuatan dalam duel jarak dekat tersebut sangat digemari para generasi muda terutamanya pelajar SMA.

 

Dalam kesempatan tersebut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia, seni beladiri asal Korea Selatan sudah memiliki kepengurusan di 34 Kontingen Provinsi. “Olahraga beladiri Yongmoodo sudah sangat memasyarakat, hal ini dapat dilihat dengan demonstrasi dari pelajar SMA Efarina Simalungun pada pembukaan Eksebisi Yongmoodo,” ujarnya.

 

Yongmoodo atau yang lebih dikenal dengan seni pertarungan jarak dekat ini, tak jarang membuat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kasad Jenderal TNI Mulyono serta para pejabat TNI yang hadir berdecak kagum dan bertepuk tangan melihat kehebatan peserta Eksebisi Yongmoodo PON ke-XIX tahun 2016.

 

Lebih lanjut Ketua Federasi Yongmoodo Indonesia yang merangkap sebagai Panglima TNI mengatakan bahwa, Eksibisi Yongmoodo PON XIX tahun 2016 diikuti oleh 34 provinsi dengan total peserta 277 orang terdiri dari 221 putra dan 56 putri.  “Pada Eksibisi ini total 48 medali (12 emas, 12 perak dan 24 perunggu) yang akan diperebutkan oleh para atlet putra dan putri dari 12 kelas yang dipertandingkan,” tuturnya.

Saat ini cabang beladiri Yongmoodo menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo telah masuk menjadi salah satu cabang olahraga yang berada di bawah KONI. Beladiri ini merangkum beberapa jenis beladiri lainnya seperti Taekwondo, Karate dan Jujitsu, sehingga sejak itu Yongmoodo jadi seni beladiri wajib Angkatan Darat. “Beladiri Yongmoodo pertama kali diperkenalkan jelang HUT TNI tahun  2008 karena berawal dari kebutuhan TNI Angkatan Darat memeriahkan HUT TNI pada 2008 yang digelar di Surabaya,” tandasnya.

Panglima TNI : Lebih Baik Mempunyai 1.000 Teman Daripada Satu Musuh

 

“Hubungan kerja sama  militer yang telah lama dan terjalin dengan baik selama ini perlu kita tingkatkan, bagi Indonesia lebih baik mempunyai 1000 teman daripada satu musuh”. Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menerima kunjungan kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Pakistan Jenderal Rashad Mahmood, NI (M) di Ruang Tamu Panglima TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (20/9/2016).

 

Kunjungan kehormatan Pangab Pakistan ke Mabes TNI merupakan kelanjutan kunjungan sebelumnya, sejak tahun 1996 lalu. Dalam kunjungan kali ini, Pangab Pakistan didampingi oleh Dirjenopsren Pakistan Mayjen Musarrat Nawaz Malik, Koorspri Pangab Pakistan Brigjen Muhammad Aqeel dan Athan Pakistan Kolonel Muhammad Shahid Siddeeq.

 

Menyikapi arti pentingnya kerjasama untuk menghadapi potensi ancaman global dan regional, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menginginkan adanya sinergitas positif antar kedua angkatan bersenjata. “Kita perlu menindaklanjuti dan bisa merumuskan bagaimana kerjasama selanjutnya dalam menghadapi kondisi kompetisi sekarang ini, situasi selalu berubah-rubah sehingga diperlukan suatu kerjasama yang lebih terintegrasi,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan, dalam mengimplementasikan peningkatan kualitas kedua angkatan bersenjata dan mewujudkan perdamaian dunia, diperlukan adanya sumber daya yang handal melalui interaksi pendidikan dan latihan bersama. “TNI memiliki tempat pusatpeacekeeping sebagai sarana pendidikan dan latihan. Saya telah melakukan kunjungan ke Lebanon, pasukan Pakistan disana sebagai salah satu penyumbang pasukan cukup besar di PBB dan ini perlu ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

 

Kerjasama kedua Angkatan Bersenjata memiliki nilai manfaat dihadapkan dengan banyaknya persamaan kondisi ancaman dan tantangan yang dihadapi dalam perkembangan lingkungan strategis.

 

“TNI juga menggunakan F-16, jadi bisa latihan bersama-sama dan ditingkatkan serta perlu adanya sharing informasi dalam mengatasi aksi terorisme, karena aksi terorisme tidak bisa diprediksi,” tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi atas bantuan kemanusiaan Negara Pakistan saat gempa bumi dan Tsunami di Aceh tahun 2004 yang lalu. “Negara Pakistan juga memberikan bantuan saat Gempa Bumi di Aceh, bantuan pada saat itu benar-benar diperlukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Aceh dan sangat bermanfaat,” pungkasnya

 

Sementara itu, Pangab Pakistan mengatakan, bahwa peran Indonesia di kawasan Asean sangat penting sekali dan hal ini yang mendasari Pakistan menginginkan kerjasama dalam berbagai bidang. “Indonesia mampu meningkatkan kesejahteraan, kemakmuran dan keamanan di kawasan Asean dan pada forum-forum lainnya, kami mengharapkan adanya kerjasama yang lebih luas dan status penuh dialog antara kedua pihak,” ucap Jenderal Rashad Mahmood.

 

Pangab Pakistan juga menyampaikan, bahwa untuk meningkatkan kerjasama kedua Angkatan Bersenjata, TNI dan Angkatan Bersenjata Pakistan telah menandatangani kesepakatan kerjasama yang mencakup di bidang pertahanan dalam dua tahun terakhir ini dan berharap pertemuan ini merupakan refleksi dalam meningkatkan dan melanjutkan hubungan kerjasama yang baik. “Salah satu wujud dari meningkatkan kerjasama ini adalah dilakukannya kerjasama pertahanan antara kedua Angkatan Bersenjata dalam bentuk Joint Working Group(JWG) serta dapat direalisasikan dalam waktu dekat,” katanya. 

 

Selanjutnya negara Pakistan memberikan rasa hormat kepada seluruh Anggota TNI dan negara Indonesia dalam mendukung Pakistan di Asean dan saat bencana. “Indonesia yang selalu terdepan dalam memberi bantuan kepada warga kami, terutama pada saat dilanda oleh gempa bumi, ingatan tersebut merupakan nilai yang penting bagi kami, sehingga hal itu membuat kami berpikir baik dengan Indonesia,” ujar Jenderal Rashad Mahmood.

 

Turut hadir pada cara tersebut, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Agus Supriyatna, Wakasal Laksdya TNI Arie H. Sembiring, Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Para Asisten Panglima TNI, Kabais TNI dan Kapuspen TNI.

Kabidpenum Puspen TNI Tinjau Lokasi Karya Bhakti

 
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H. meninjau lokasi yang akan menjadi sasaran Karya Bhakti Puspen TNI Tahun 2016 di Kampung Keranggan Rt. 004/Rw. 006 Kel. Jatiraden, Kec. Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/9/2016).
 
Menurut Kolonel Inf Bedali, kegiatan Karya Bhakti yang dilaksanakan Puspen TNI merupakan Dharma Bhakti TNI kepada masyarakat dalam rangka membantu dan menangani permasalahan sosial dilingkungan masyarakat guna mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat.
 
“Agar manfaat dari kegiatan Karya Bhakti tersebut dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat, maka penentuan sasaran fisik maupun non fisik harus bersumber dari aspirasi masyarakat yang diakomodir dalam bentuk perencanaan secara terpadu oleh Puspen TNI,” ungkap Kolonel Inf Bedali.
 
Kabidpenum Puspen TNI juga menyampaikan, bahwasanya kegiatan Bhakti Sosial ini bersifat membantu untuk meringankan kesulitan yang dihadapi masyarakat dilingkungannya. “Saya berharap agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam pelaksanaannya secara bergotong royong bersama-sama anggota Puspen TNI,” ucapnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Kabidpenum Puspen TNI menyatakan bahwa, kalau warga sudah sepakat menentukan sasaran yang akan dikerjakan yaitu berupa pengecatan dan perbaikan talang air Musholla, pembuatan saluran air dan perbaikan jalan.
 
“Kami dari tim Karya Bhakti Puspen TNI sangat mendukung, bila sudah menjadi kesepakatan dan keputusan warga. Untuk perencanaan dan pelaksanaannya segera kita realisasikan secepatnya,” pungkasnya.
 
Sementara itu, Pengurus Musholla Nurul Jannah Mang Ebos berharap kegiatan Karya Bhakti yang dilaksanakan Puspen TNI bisa terlaksana secepatnya, karena masyarakat selama ini tidak mempunyai saluran air yang layak. “Beberapa bulan yang lalu, warga kami banyak yang terkena wabah demam berdarah yang disebabkan adanya air yang tergenang,” ujarnya.

225 Pelajar SMKN 36 Jakarta Pelajar Wawasan Kemaritiman di Lantamal III

Sebanyak 255 orang pelajar SMKN 36 Jakarta mengikuti pembelajaran wawasan kemaritiman di Markas Komando (Mako) Lantamal III Jakarta, Jalan Gunung Sahari Raya No 02 Ancol Jakarta Utara.
Menurut Kadispotmar Lantamal III Letkol Laut (P) Agus Sujatmiko, S.M pembelajaran wawasan kemaritiman tersebut dikhususkan bagi peserta didik baru di SMKN 36 Jakarta untuk pembinaan mental dan disiplin pelajar. Dalam kegiatan pelatihan ini para pelajar didampingi 16 orang pembina dari Dispotmar Lantamal III.

“Melalui pembelajaran wawasan kemaritiman, diharapkan menjadikan mereka pelajar yang berakhlak mulia, mandiri, profesional, bertanggung jawab dan berkarakter terpuji,” kata Letkol Laut (P) Agus Sujatmiko, S.M

Kegiatan yang dikemas dalam Pelatihan Madabintal yang diikuti 200 pelajar pria dan 55 pelajar wanita dari SMKN 36 Jakarta itu diselenggarakan selama dua hari pada Sabtu (03/09) dan Minggu (04/09) lalu dari pukul 07.00 hingga pukul 15.30. Pelatihan itu dimulai dengan materi peraturan baris berbaris (PBB) untuk menumbuhkan sikap disiplin dan kekompakan. Kemudian dilanjutkan materi pengetahuan bela negara dan kemaritiman yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Kunjungan ke Kapal Perang Menumbuhkan Inspirasi Pelajar

Keberadan kapal perang milik Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) yang sedang sandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta dimanfaatkan puluhan pelajar sekolah alam Cikeas untuk melihat langsung dan mengenal kapal perang salah satunya KRI Tanjung Nusanive 973, Selasa (6/9).
Sekitar 51 pelajar Sekolah yang berlokasi dikomplek Puri Cikeas, Bogor ini begitu antusias untuk mengetahui seluk beluk kapal perang yang berjenis kapal angkut personil ini. Mereka didampingi 7 orang guru yang rata-rata juga belum pernah menaiki kapal perang.

“Kunjungan anak sekolah ke KRI Tanjung Nusanive 973 dalam rangka membina potensi maritim, jadi anak-anak kita yang masih muda belia ini, kita perkenalkan dengan alusista TNI AL, sehingga hal ini akan menumbuhkan minat belajar mereka,” jelas Komandan KRI Tanjung Nusanive 973, Letkol Laut (P) Rapy Ta’dung.

Kepada para pelajar dan Guru, Letkol Rapy menjelaskan mengenai seluk beluk kapal. Di kapal tersebut bukan hanya persenjataan lengkap untuk kapal perang, namun juga terdapat fasilitas sekelas hotel bintang lima. Kamar VVIP atau VIP, misalnya, dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang tamu, spring bed empuk, dan televisi.

Segala fasilitas ini sengaja disiapkan bagi para personel TNI Angkatan Laut yang hendak bertugas di sebuah lokasi penugasan. Alasannya, supaya tidak jenuh selama diperjalanan. Hal itu wajar sebab KRI Tanjung Nusanive adalah jenis kapal bantu angkut personel.

Letkol Rapy menambahkan, dari kunjungan itu diharapkan dapat menumbuhkan minat dan cita-cita untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Laut.

“Kalau dari sekarang, di usia dini sudah punya cita-cita menjadi Angkatan Laut, kemudian kita sampaikan syarat-syarat untuk menjadi TNI AL. Diharapkan tumbuhnya minat belajar anak-anak agar lebih berprestasi lagi,” pungkas Letkol Laut (P) Rapy Ta’dung.

Disamping itu pula, Kolinlamil juga memberikan kesempatan kepada pihak-pihak sekolah yang telah mengajukan permohonan kunjungan. Adanya kegiatan kunjungan anak sekolah ini dimaksudkan untuk memperkenalkan dunia kemaritiman secara umum dan kapal-kapal perang TNI AL khususnya Kolinlamil kepada para pelajar atau anak didik secara dini mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, maupun Sekolah Lanjutan.

Prajurit Lantamal III Rutin Latihan PBB Setiap Rabu

Untuk memupuk kedisiplinan, loyalitas dan mengasah ketrampilan, prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS)Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta rutin melaksanakan latihan PBB (Peraturan Baris Berbaris) setiap hari Rabu usai apel pagi di lapangan apel Markas Komando (Mako) Lantamal  III, Jalan Gunung Sahari Raya No 02 Ancol Jakarta Utara.

 

Wadan Lantamal III Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E beserta  para Asisten Danlantamal III dan para Kadis/Kasatker di jajaran Lantamal III juga turut mengikuiti  latihan PBB yang dipimpin oleh Komandan Denma Lantamal III Letkol Marinir Kristiyono pada Rabu (31/08).

Dalam latihan kali ini para perwira melaksanakan latihan PBB berpedang yang dimulai dengan cara memegang pedang yang baik dan benar dilanjutkan dengan gerakan berpedang di tempat dan berjalan hingga langkah defile. Untuk bintara dan tamtama latihan PBB bersenjata. Sedangkan PNS latihan baris berbaris  antara lain sikap sempurna, penghormatan, gerakan di tempat seperti lencang depan,lencang kanan, hadap kanan kiri dan balik kanan.

Latihan PBB sangatlah diperlukan mengingat PBB merupakan suatu ketrampilan, sehingga mustahil tanpa rutin berlatih hal tersebut dapat dikuasai dengan baik dan benar. Untuk itu wajib hukumnya bagi prajurit dan PNS Lantamal III selalu berlatih dengan teratur, agar memiliki kemampuan yang handal.

SD Juara Pekanbaru Raih Penghargaan Adiwiyata

SD Juara Pekanbaru berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Pekanbaru. SD Juara Pekanbaru terpilih sebagai 1 dari 8 sekolah penerima simbolis penghargaan Adiwiyata. Pemberian diberikan langsung oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus di Kantor Walikota.

Alhamdulillah, ini menjadi anugerah yang spesial karena bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71. Semoga kita semua terus bersemangat mengisi kemerdekaan dengan karya nyata bagi kemajuan bangsa,” ujar Suriksodi Saputro, Kepala SD Juara Pekanbaru, Selasa (23/8).

Penghargaan Adiwiyata tidak didapatkan dengan mudah oleh SD Juara Pekanbaru. Pihak sekolah terus mengajak kepada berbagai pihak seperti siswa, guru-guru, dan orang tua murid untuk turut berpartisipasi menjaga lingkungan sekolah.

“Peserta didik  dilibatkan menjadi Duta Lingkungan. Mereka dibagi beberapa orang per hari untuk piket. Tugasnya untuk menjaga kebersihan dan mengingatkan teman-temannya. Selain itu, anak-anak juga dibiasakan untuk memungut sampah yang mereka temukan dan memilahnya,” lanjut Suriksodi.

Penghargaan Adiwiyata diberikan kepada 50 sekolah di Kota Pekanbaru yang sudah ikut serta dalam program walikota tersebut. Untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata, SD Juara Pekanbaru telah melakukan serangkaian kegiatan. Mulai dari pengajuan Sekolah Adiwiyata, penandatanganan MoU dengan Sekolah Induk yang telah lebih dahulu menjadi Sekolah Adiwiyata, dan mengunjungi serta menerima kunjungan dari Sekolah Induk.

“Perencanaan, pelaksanaan, pembagian tugas, pelibatan unsur-unsur sekolah, dan do’a kepada Yang Maha Kuasa menjadi hal yang selalu kami terapkan di sekolah. Hal itu pula yang mengantarkan kami untuk bisa berprestasi menjadi Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Adiwiyata tingkat Kota Pekanbaru,” pungkas Suriksodi.

Panglima TNI : Mahasiswa Harus Fokus Untuk Meraih Mimpi

Tanamkan mimpi yang tinggi tetapi para Mahasiswa harus fokus terhadap mimpimu, fokus apakah ingin menjadi pengusaha, pemilik Rumah Sakit, pemilik perusahaan penerbangan. Harus optimis bahwa mimpimu suatu saat pasti terwujud, tetapi jangan hanya menjadi pemimpi tetapi kamu harus aksi.
 
Barack Obama kecil, waktu sekolah di SD Menteng bila ditanya apa cita-citamu kelak, dimana-mana jawabannya selalu ingin menjadi Presiden Amerika Serikat,”ungkap Jenderal TNI GatotNurmantyo memberikan contoh.
 
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada 4.604 mahasiswa UPH dan  siswa UPH College di Aula Universitas Pelita Harapan (UPH) Kelapa Dua, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Jumat (19/8/2016).
 
Tidak mudah mewujudkan mimpi karena berbagai kesulitan dan keterbatasan akan selalu hadir seiring dengan dinamika kehidupan itu sendiri, adakalanya beruntung tetapi sekali-kali juga mengalami kegagalan dan jatuh untuk menghadapi situasi seperti ini Panglima TNI memberi nasehat kepada para mahasiswa muda untuk selalu berdo’a kepada Tuhan YME dan membawakan diri secara Fleksibel.
 
Dihadapan para mahasiswa baru Jenderal TNI Gatot menguraikan ancaman yang sedang dan akan dihadapi bangsa Indonesia serta tantangan era persaingan global yang harus dihadapi dengan kesiapan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Jenderal mantan Pangkostrad ini kembali memberikan kunci sukses berikutnya untuk Fokus meraih mimpinya dan tetap belajar (Keep Learning).
 
“Aksinya, kalian tidak boleh frustasi hadapi kesulitan belajar, jangan cuma percaya pada pelajaran yang ada disini, cari tambahan sehingga apabila diberikan pekerjaan atau tugas oleh dosenmu akan dapat mengerjakan dengan baik,” kata Panglima TNI.
 
Panglima TNI juga menekankan bahwa pentingnya membangun network karena para Mahasiswa tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan mimpinya. Para mahasiswa berkumpul bersama teman lainya dari berbagai daerah dengan berbagai kelebihan yang dimiliknya masing-masing itu merupakan aset dan modal untuk saling bertukar dan berbagi serta membangun relasi sejak dini.
 
Setelah menguraikan kiatnya, ternyata kunci diatas segala kunci keberhasilan itu menurut jenderal mantan Kasad ini terletak pada hati kita sendiri.
 
“Belajarlah  dari kehidupan dan yang paling utama semua harus dilakukan dengan hati yaitu bekerja dengan hati  (Do by Hart),” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Rayakan HUT Pramuka, SD Juara Jaksel Gelar Aksi Peduli Lingkungan

Dalam rangka menyambut hari Pramuka ke-55 yang jatuh pada tanggal 14 Agustus, SD Juara Jakarta Selatan mengadakan aksi peduli lingkungan. Aksi ini diikuti oleh seluruh peserta didik dan guru dengan membersihkan halaman dan jalan di sekitar sekolah.

“Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Tri Satya Darma Pramuka. Kami rasa kegiatan ini juga dapat menjadi alternatif pedoman nilai disiplin yang berharga bagi peserta didik,” tutur Rahmanto, Kepala Sekolah SD Juara Jakarta Selatan, Selasa, (16/8).

Sebelum melaksanakan aksi peduli lingkungan, terlebih dahulu siswa melaksanakan kegiatan rutin yaitu sholat Dhuha. Kegiatan aksi peduli lingkungan dipimpin oleh seluruh wali kelas dan kepala sekolah SD Juara. Ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh SD Juara Selatan untuk merayakan HUT Pramuka.

“Pada tahun-tahun sebelumnya belum pernah kami laksanakan kegiatan ini. Tahun ini, sengaja kami adakan perayaan karena kami ingin semua siswa mengetahui lebih banyak tentang kepramukaan,” lanjut Ramhmanto.

Adapun bentuk perayaan dengan cara melakukan aksi peduli lingkungan, menurut Rahmanto adalah untuk melatih siswa agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan sekolah. Selain itu juga bentuk dukungan SD Juara Jakarta Selatan kepada program Diknas yaitu Green School atau sekolah hijau, sekolah bersih, teduh dan nyaman.

“Kalau sekolah sudah bersih, teduh, dan nyaman dampak ke siswa pun besar. Siswa akan bersemangat untuk datang ke sekolah dan belajar,” pungkas Rahmanto.