Advokat harus Tampil Bela Kebenaran dan Keadilan, bukan Gaya Hidup Hedonisme

Advokat harus Tampil Bela Kebenaran dan Keadilan, bukan Gaya Hidup Hedonisme

Hampir semua institusi penegak hukum di Indonesia mempunyai problem yang sama, yaitu saat ini tidak memiliki tokoh panutan di institusinya. Di dunia advokat pernah ada seseorang yang namanya Yap Thiam Hien, dimana More »

Panglima TNI Terima Audiensi Executive Steering Commitee IVCA

Panglima TNI Terima Audiensi Executive Steering Commitee IVCA

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah dan Pa Sahli TK III Bid. Komsos Brigjen TNI Suhardjanto menerima More »

Proses Penangkapan dan Penahanan FY oleh KPK tanpa Panggilan Kedua Bertentangan dengan KUHAP

Proses Penangkapan dan Penahanan FY oleh KPK tanpa Panggilan Kedua Bertentangan dengan KUHAP

Oleh: Gracia Panggabean Hukum Acara Pidana dibuat untuk menciptakan keadilan bagi seluruh masyarakat baik terhadap yang diduga melakukan tindak pidana maupun terhadap penegak hukum yakni hakim, polisi, jaksa, KPK dan advokat yang More »

Hak Imunitas Advokat Dinilai Kebablasan

Hak Imunitas Advokat Dinilai Kebablasan

Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredick Yunandi ditangkap oleh penyidik KPK pada Jumat (12/1/2017) malam. KPK berdalih bahwa Yunadi tak memenuhi panggilan yang dijadwalkan jumat kamarin. Fredrick yang disangkakan pasal menghalang-halangi proses More »

Rapimnas Putuskan KAI Dipimpin Kaum Hawa, Mia Lubis

Rapimnas Putuskan KAI Dipimpin Kaum Hawa, Mia Lubis

Siti Jamaliah Lubis atau yang akrab disapa Mia Lubis akhirnya ditunjuk menjadi Pejabat Pelaksana Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) menggantikan H Indra Sahnun Lubis SH yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Penunjukan More »

 

Category Archives: Pendidikan

SMK Peternakan Subang Raih Juara Tahfidz Tingkat Nasional

Siswa SMK Peternakan Juara Subang, Mutohar Ridho berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Tahfidz tingkat nasional yang diselenggarakan oleh SMAIN Insantama Bogor. Dalam lomba tersebut, Ridho berhasil mengalahkan 34 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Selain Lomba Tahfidz, dalam ajang Smart Teen Competition tersebut, siswa SMK Juara Subang juga berhasil meraih Juara Harapan 2 Lomba Nasyid dan Juara Harapan 1 Lomba Fotografi. Dalam waktu yang sama, SMK Juara Subang juga berhasil meraih Juara Favorit dalam Lomba Lintas Alam Islami se-Jawa Barat yang dilaksanakan oleh SMA IT Al Multazam Kuningan.

“Alhamdulillah dengan diraihnya prestasi ini menjadi salah satu bukti bahwa siswa kami bisa bersaing dalam berbagai bidang dengan siswa-siswa dari berbagai sekolah. Hal ini juga salah satu bentuk kesuksesan program Karantina Tahfidz Quran yang diselenggarakan oleh SMK Peternakan Juara Subang,” ujar Ipik Taufik, Kepala SMK Peternakan Juara Subang, Kamis (2/3).

Melihat potensi yang dimiliki oleh siswa-siswanya, Ipik mengatakan ia akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan minat tersebut. Sebab, kata Ipik, minat dan bakat dari SMK Peternakan Juara Subang mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kami akan selalu mendukung siswa-siswa kami dalam mengembangkan minat dan bakat mereka di berbagai bidang. Semoga prestasi ini terus menjadi pemicu siswa SMK Peternakan Juara Subang untuk eksis di tingkat nasional bahkan sampai di tingkat internasional,” pungkas Ipik.

Kesekretariatan Harus Teliti dan Cepat Untuk Mendukung Tugas Pimpinan

Dalam organisasi modern, kesekretariatan membutuhkan ketelitian dan kecepatan untuk mendukung tugas-tugas pimpinan serta untuk menentukan keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. Peran sekretariat sebagai pendukung organisasi menuntut kondisi personel profesional dan mampu memberikan dukungan yang maksimal untuk mewujudkan tujuan organisasi.

Hal tersebut dikatakan Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kesekretariatan (Rakornisset) tahun 2017, bertempat di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/3/2017).

Menurut Aspers Panglima TNI tema Rakornisset TNI tersebut hendaknya tidak hanya menjadi slogan semata, namun harus betul-betul dipahami esensinya, serta dapat diimplementasikan melalui tugas-tugas kesekretariatan dalam menyelenggarakan, mengendalikan administrasi umum dan tata kearsipan guna mendukung tugas di lingkungan TNI.

Dalam kesempatan tersebut, Marsda TNI Bambang Samoedro menjelaskan bahwa, rapat koordinasi teknis ini merupakan suatu kegiatan yang sangat penting untuk memantapkan sinergitas dalam pelaksanaan tugas bidang kesekretariatan di lingkungan TNI. “Saya berharap Rakornis ini dapat dimanfaatkansebagai sarana komunikasi dan koorndinasi untuk meningkatkan kerjasama antar pembina kesekretariatan dalam rangka mendukung tugas pimpinan di lingkungan TNI,” harapnya.

Lebih lanjut Marsda TNI Bambang Samoedro menyampaikan bahwa, dalam forum Rakornis ini harus membahas permasalahan yang sering timbul, agar dapat didiskusikan bersama guna mendapatkan tindak lanjut serta mencari solusi yang terbaik dengan memperhatikan seluruh aspek, baik secara komprehensif, integral maupun holistik. “Tingkatkan sinergitas dan kerja sama antar pembina kesekretariatan melalui koordinasi antar pejabat yang menjalankan tugas kesekretariatan,” tegasnya.

Aspers Panglima TNI juga menekankan, agar semua pejabat kesekretariatan harus memiliki kesadaran untuk menerima saran, masukan dan kritikan serta segera bertindak untuk melakukan introspeksi internal terhadap kinerja selama ini, selanjutnya harus mempunyai niat dan tekad yang kuat untuk bekerja maksimal pada program kerja anggaran 2017 di bidang kesekretariatan sehinggal hasilnya lebih baik dari tahun sebelumnya. “Saya berharap agar seluruh peserta Rakornisset TNI dapat mensinergikan semua program kesekretariatan untuk mendukung pelaksanaan tugas pimpinan TNI,” pungkasnya.

Rakornisset TNI Tahun 2017 diikuti 119 peserta terdiri dari, Mabes TNI 43 orang, TNI AD 36 orang, TNI AL 18 orang dan TNI AU 17 orang serta 5 orang peninjau, dengan mengambil tema “Melalui Rapat Koordinasi Teknis Sekretariat, Kita Tingkatkan Kinerja Kesekretariatan Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas Pokok TNI”.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto M.B.A, Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Gadang Pambudi, Kababinkum TNI Mayjen TNI Markoni S.H,MH, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto S.Sos., Kapusku TNI Brigjen TNI Abdul Rasyid S.E., M.M., Kapusinfolahta TNI Marsma TNI Hadi Suwito S.E., Kapusdalops TNI Brigjen TNI Hayunadi, Kasetum TNI Brigjen TNI Ferry Zein dan Dandenma Mabes TNI Brigjen TNI T. Beny Firmansyah.

Tingkatkan Disiplin Anggota, Diaprov Kolinlamil Gelar Gaktib

Dinas Provos Komando Lintas Laut Militer (Disprov Kolinlamil) menggelar operasi penegakan dan ketertiban (gaktib) dalam rangka mencegah dan menekan berbagai bentuk pelanggaran disiplin dan pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh anggota Kolinlamil, bertempat di Markas Komando Komando Lintas Laut Militer (Mako Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (16/2).
 
Kepala Dinas Provos Kolinlamil Letkol Laut (PM) J. Budi K. Ilyas mengatakan, operasi gaktib dilaksanakan secara berlanjut dan periodik dalam rangka menekan berbagai bentuk pelanggaran disiplin dan tindak pelanggaran lainnya yang dilakukan oleh prajurit TNI Angkatan Laut dan Pegawai negeri Sipil (PNS) di lingkungan Komando Lintas Laut Militer.
 
Adapun tujuan dilaksanakannya operasi gaktib, menurut Kadisprov, untuk meningkatkan kedisiplinan dan ketertiban bagi anggota Kolinlamil. Kegiatan sweeping seperti ini akan dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan guna menjaga dan meningkatkan kualitas kepatuhan dan kedisplinan terhadap peraturan dan hukum baik di lingkungan militer maupun sipil bagi anggota Kolinlamil.
 
Lebih lanjut dikatakan, operasi gaktib tersebut dilaksanakan sesuai dengan kebijakan Pemimpin Kolinlamil bahwa untuk mencegah sejak dini keterlibatan anggota terhadap bentuk-bentuk pelanggaran di antaranya keterlibatan dan penggunaan obat-obatan terlarang, miras, pelanggaran lalu lintas dan bentuk pelanggaran lainnya.
 
Selain itu Kadisprov menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan mengingat kondisi lingkungan kantor Kolinlamil berada dan berdekatan dengan kawasan pelabuhan serta lingkungan lainnya yang sangat kompleks, dapat menimbulkan dan mempengaruhi kondisi mental dan moral para prajurit serta berbagai bentuk kerawanan yang dapat melibatkan prajurit TNI Angkatan Laut di Kolinlamil.
 
”Bagi prajurit TNI Angkatan Laut dan PNS yang bertugas di Kolinlamil  apabila  tertangkap melakukan pelanggaran disiplin maupun serta tindak pidana lainnya tetap akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tegasnya.
 
Kegiatan operasi Gaktib dipimpin Mayor Laut (PM) Dodi P. pada saat anngota memasuki Mako Kolinlamil antara lain dilaksanakan pemeriksaan kelengkapan identitas atau kartu tanda anggota (KTA) sebagai prajurit dan PNS, kelengkapan surat-surat kendaraan maupun kelengkapan pakaian dinas sesuai dengan ketentuan.

Perpustakaan Kemenkop Kampanyekan Program Satu Jiwa Satu Buku

Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.

Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh. Selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan.

Menyadari hal itu, Bagian Humas dan Advokasi Hukum, Kementerian Koperasi dan UKM membuat suatu inovasi untuk menarik minat kunjungan pegawainya ke perpustaan yang mereka kelola. Mengkampanyekan program satu jiwa satu buku. Dimana setiap pegawai maupun pejabat diminta menyumbangkan buku untuk menambah koleksi perpustakaan.

“Kita tidak menargetkan seberapa banyak tapi seberapa ikhlas staf dan pegawai Kemenkop UKM ini untuk ikut berbagi. Dengan satu buku berarti juga sudah ikut membuka jendela dunia ini,” ujar Kabag Humas dan Advokasi Hukum, Darmono usai meninjau perpustakaan Kemenkop UKM di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Sejauh ini minat kunjungan pegawai ke perpustakaan ini masih cukup rendah, hal ini dikarenakan belum dikembangkan inovasi baru oleh pihak pengelola. Maka dengan program satu jiwa satu buku ini diharapkan dapat menarik minat pegawai untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di perpustakaan, termasuk membaca buku, baik tentang Perkoperasian-UKM maupun buku pengetahuan umum.

Program satu jiwa satu buku yang digagas oleh Darmono ini, berangkat dari kecilnya anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan. Darmono ingin menguji mental bawahannya agar bagaimana dengan anggaran yang kecil itu dapat dijadikan sebagai peluang untuk berinovasi dan berkreasi.

“Dengan anggaran kecil kita jangan menjadi jiwa pengeluh tapi bagaimana kekurangan itu kita jadikan peluang untuk kita berkreasi sehingga muncullah ide untuk bagaimana kalau kita mengetuk hati teman-teman di kementerian ini untuk menyumbang satu orang itu satu buku, tercetuslah ide satu jiwa satu buku,” katanya.

Bukan hanya buku saja, Darmono juga mengajak partisipasi pegawai Kemenkop UKM maupun masyarakat umum untuk menyumbangkan karya ilmiah yang pernah dibuat ke perpustakaan. Semakin banyak buku dan hasil karya ilmiah yang dihimpun, Darmono ingin menjadikan perpustakaan Kemenkop UKM sebagai tempat penelitian.

“Semakin banyak yang meneliti berarti semakin tersosialisasi Kemenkop UKM kepada masyarakat itu semakin lengkap. Kementerian juga semakin dikenal masyarakat, bukan hanya dikenal lembaganya juga tapi program-programnya dirasakan masyarakat,” tukas dia.

Tak ketinggalan, perpustakaan Kemenkop UKM ke depan akan ditata lebih baik dengan mengupdate buku pengetahuan umum maupun khusus yang terkait dengan Koperasi UKM. Konsep penataan perpustakaan juga akan berbasis teknologi digital atau mendapat bantuan komputer dalam seluruh aktifitas di perpustakaan secara menyeluruh.

“Untuk mencari buku-buku yang lebih cepat kita juga sudah mendigitalisasi judul-judul buku itu dan kita sudah bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional untuk membantu perpustakaan menata buku-buku itu sehingga terlihat menarik dan gampang untuk mencari buku apa yang dicari,” ucap Darmono.

Indonesia International Education & Training Expo 2017, TNI AD Ajak Seluruh Pelajar Bergabung Dan Menjaga NKRI

Sedikitnya 160 institusi pendidikan ternama baik dari dalam negeri Indonesia maupun dari luar negeri akan memeriahkan pameran terbesar dalam sektor pendidikan, Indonesia International Education & Training Expo (IIETE) ke-26 tahun 2017, di Hall A, B Jakarta Convention Center, 2 hingga 5 Februari 2017.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga tidak ketinggalan mengikuti gelaran akbar ini. Kolaborasi sekolah kedinasan dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara akan turut menyemarakan pameran bersama sekolah kedinasan POLRI dan lainnya.

Nilai strategis gelaran IIETE ialah memberikan informasi kepada pelajar SMA/SMK/MA mengenai produk-produk pendidikan tinggi, mulai dari program pendidikan berjenjang Diploma, S1, S2, S3, profesi, kelas pararel, kelas internasional, program pelatihan hingga program kedinasan. Tentunya informasi pendidikan ini sangat diperlukan untuk menentukan pilihan perguruan tinggi mana yang sesuai dengan minat dan cita-cita yang diinginkan. Pastinya melalui pameran ini, pelajar calon mahasiswa berkesempatan untuk menggali informasi mengenai institusi perguruan tinggi sebanyak-banyaknya.

Tak mengherankan, jika dalam gelaran IIETE kali ini, penyelenggara berinisiatif mengakomodasi kehadiran pelajar SMA/SMK/MA se-Jabodetabek melalui kendaraan bis, menjemput dan memulangkan kembali para pelajar untuk datang ke lokasi pameran di JCC Jakarta dengan didampingi oleh guru pembimbing sekolah masing-masing tentunya.

Ayo kunjungi Indonesia International Education & Training Expo 2017, 2-5 Februari 2017, Hall A,B JCC Senayan Jakarta dan jangan lupa kunjungi stand TNI AD untuk mendapatkan informasi lengkap tentang Akademi Militer (Akmil) dan bergabunglah menjadi TNI melalui Taruna Akmil untuk menjaga NKRI.

Panglima TNI: Lulusan IPDN Wajib Militer, Harus dibuat Undang-Undangnya

Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) selama pendidikan sudah dididik disiplin yang baik, berpengetahuan yang baik dan jika kemudian akan mendapat kurikulum bela negara dan wajib militer, maka itu harus ada aturannya dan harus di buat Undang-Undangnya sehingga menjadi jelas.
Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjawab pertanyaan wartawan menanggapi usulan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo agar lulusan IPDN wajib militer dengan ditambah pendidikan militer selama tujuh bulan, disela-sela Rapim TNI tahun 2017 di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (16/1/2017).

“Wajib militer otomatis lingkup bela negara, kalau bela negara tidak ada wajib militernya, kemudian sebelum lulusan IPDN jadi Camat terlebih dahulu membantu Kepolisian dan TNI, sehingga benar-benar sudah menyatu pada saat jadi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tingkat Kecamatan,” ujar Panglima TNI.

Menanggapi usulan agar lulusan IPDN mengikuti wajib militer, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan boleh-boleh saja, asalkan dia mendaftar seperti wajib militer. “IPDN itu setingkat sarjana, sama seperti sarjana hukum, sarjana ekonomi, boleh saja dia daftar secara umum,” katanya.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada Praja IPDN di Balaiurung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (16/12/2016) menyatakan setuju dengan program wajib militer bagi para lulusan IPDN, bahkan siap menindaklanjuti kerja sama itu bila sudah ada aturan yang jelas.

“Para peserta wajib militer bisa berkarya seperti militer biasa. Peserta wajib militer bisa aktif berkarya di pasukan dan staf, bahkan bisa jadi Danramil dan mungkin dua atau tiga tahun setelah itu alih status sebagai PNS,”.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengusulkan agar setiap lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri diwajibkan mengikuti kegiatan wajib militer. Mendagri juga mengusulkan, lulusan IPDN wajib militer dengan ditambah pendidikan militer selama tujuh bulan dan mengusulkan para alumni IPDN yang lulus pendidikan militer agar diberikan pangkat letnan dua. “Alumni IPDN dapat menjadi pasukan cadangan bela negara dan proses penyiapan wajib militer menurutnya akan memakan waktu setidaknya satu tahun,” katanya.

Panglima TNI Ajak Mahasiswa Harus Siap Menjadi Generasi Pemimpin Bangsa

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh mahasiswa/mahasiswi Universitas Samawa untuk berjuang menjadi para calon-calon pemimpin dan ksatria Indonesia di masa yang akan datang. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan 636 Wisudawan/ti Sarjana (S1) dan Ahli Madya (D3) Angkatan XIII dan Diesnatalis XVIII Universitas Samawa di Aula Sriboyo Universitas Samawa (Unsa) Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat, Kamis (29/12/2016).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bangsa Indonesia sebagai bangsa pejuang dan sejarah telah membuktikan bahwa kemerdekaan yang didapatkan dari hasil perjuangan para pahlawan yang didalamnya mengalir darah patriot. “Semangat rela berkorban jiwa dan raga membuktikan Indonesia dapat merebut kemerdekaan dari penjajah,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, pertumbuhan jumlah penduduk yang sangat pesat dan ketersediaan pangan yang sangat terbatas, akan menimbulkan konflik dan kompetisi global yang luar biasa saat ini. “Kalau bangsa Indonesia ingin selamat, maka kita harus menjadi bangsa pemenang,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara Equator di dunia, yang mempunyai sumber energi hayati sepanjang tahun. “Inilah yang menyebabkan negara-negara lain yang ingin merebut kekayaan alam Indonesia, karena energi fosil yang sudah makin menipis,” ungkapnya.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa, Narkoba menjadi ancaman baru bagi kelangsungan suatu bangsa di seluruh dunia karena bisa menyebabkan lost generation, tidak terkecuali Indonesia. “Semua kasus Narkoba yang terjadi di Indonesia adalah untuk lost generation dan inilah yang dikatakan perang candu serta merupakan bagian dari perang modern yang dikatakan proxy war,” pungkasnya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang pembelian Helikopter AW-101 dari Inggris, Panglima TNI menyatakan sudah membuat surat untuk pembatalan kepada Kasau tembusannya kepada Kementerian Pertahanan kemudian sampai dengan Presiden, BPK dan Menteri Keuangan. “Saat ini tim investigasi sudah mengecek dimana letak kesalahannya,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, S.E., Rektor Unsa Prof. DR. Saifudin Iskandar M.E.d, Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Asintel Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Asops Panglima TNI Mayjen Agung Risdhianto M.B.A., Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto S.Sos. dan Bupati Sumbawa Drs. H. M Husni Djibril, B.Sc serta Forum Komunikasi Daerah Sumbawa.

RZ Bantu Tingkatkan Omzet Pedagang Lontong Sayur

Penerima manfaat bantuan ekonomi RZ (Rumah Zakat), Siti Wahyuni atau Yuyun kini sudah bisa mendapatkan omzet Rp1 juta perhari dari usaha toko kelontong yang ia jalankan. Sebelumnya, Yuyun berjualan lontong sayur dan hanya mendapatkan omzet sebesar Rp200ribu perhari.

Semenjak suaminya meninggal, Yuyun berusaha untuk menghidupi kedua anaknya seorang diri. Meski pas-pasan, ia terus menjalankan usaha lontong sayur untuk biaya hidup dan sekolah anak-anak yang keduanya sudah duduk di bangku SD.

Pada tahun 2014, Yuyun kemudian diberikan bantuan modal sebesar Rp500ribu oleh RZ. Ia kemudian mencoba untuk menambah modal penjualan lontong sayurnya dan menambah produk jualannya dengan gorengan.

Kini usaha Yuyun sudah semakin membaik. Toko kelontong miliknya sudah semakin ramai dikunjungi warga sekitar. Produk yang disediakan pun semakin lengkap, mulai dari sembako, makanan, sayuran, dan produk lainnya.

“Alhamdulillah atas bantuan modal usaha yang saya terima, saya bisa terus mengembangkan usaha. Selain itu, motivasi dan bimbingan dari RZ pun sangat membantu karena terus menumbuhkan semangat dalam diri saya untuk mengembangkan usaha ini,” ujar Yuyun, Rabu (21/12). 

Kapuspen TNI : Aplikasikan Pelatihan Kameramen dan Fotografer di Satuan

Bekal ilmu pengetahuan yang diberikan dalam waktu singkat ini, tentu belum cukup bagi para peserta pelatihan untuk menjadi Tim Peliput jajaran Penerangan TNI yang profesional. Oleh karenanya, kembangkan dan aplikasikan hasil pelatihan ini dengan maksimal di satuan kerja masing-masing dalam mendukung tugas pokok satuan.

 
Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., pada penutupan Pelatihan Peliputan bagi Kameramen dan Fotografer di lingkungan Penerangan TNI, bertempat di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/12/2016).
 
Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari (20-21 Desember 2016) tersebut, diikuti oleh perwakilan dari tim peliput  Puspen TNI, Dispenad, Dispenal, Dispenau dan  Pendam Jaya, diisi dengan kegiatan materi teori maupun praktek.
 
Lebih lanjut Kapuspen TNI menyampaikan bahwa, para peserta pelatihan dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dengan sebaik-baiknya, dari  semua materi pelatihan yang diberikan guna menunjang  keterampilan di bidang peliputan. “Pengembangan ilmu yang sudah didapatkan, sangat tergantung dari masing-masing peserta,” ucapnya.
 
“Aplikasikan dan kembangkan secara maksimal pengetahuan yang telah diperoleh guna mendukung pelaksanaan tugas peliputan di satuan masing-masing, baik penugasan dalam negeri maupun luar negeri,” tegasnya.
 
Mengakhiri sambutannya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menyampaikan selamat dan terima kasih kepada Bapak Taufik Dasaad beserta seluruh pendukung atas keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan pelatihan ini, sehingga dapat mencapai hasil maksimal sesuai dengan yang direncanakan.

Siswa SLTA EÖTVÖS JOZSEF Antusias Terhadap Budaya Indonesia

Duta Besar RI untuk Hongaria, Ibu Wening Esthyprobo kembali membuka salah satu program andalan KBRI Budapest, yaitu Indonesia Goes to School.  Kali ini dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2016 di salah satu sekolah the Second Best High School di Hongaria yaitu Eötvös Jőzsef Gimnázium di kota Budapest yang merupakan salah satu sekolah menengah atas terbaik di Hongaria.

Duta Besar RI, Ibu Wening Esthyprobo dalam sambutannya menyebutkan bahwa pagelaran seni budaya yang ditampilkan tersebut hanya sebagian kecil saja dari 1.128 kelompok etnik yang ada di Indonesia.

Mr. Laszlo Moss, Direktur Eötvös József Gimnazium mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang sangat langka, mendapatkan kunjungan tim budaya KBRI Budapest. Mr. Laszlo juga menyadari bahwa promosi langsung yang dilakukan oleh KBRI tepat mengenai sasarannya karena anak-anak muda ini merupakan generasi penerus bangsa Hongaria yang akan menjadi jembatan hubungan kedua negara dimasa depan.  Dengan kunjungan ini akan menambah wawasan dan pengetahuan anak-anak tersebut mengenai Indonesia.

KBRI Budapest menampilkan berbagai tarian daerah, diantaranya Tari Satria dari Jawa Tengah dan Tari Jaipongan dari daerah Jawa Barat.  Selain itu KBRI  menampilan permainan gamelan degung Sunda dari Jawa Barat dan Rindik dari Bali serta Gamelan Jawa.

Para siswa-siswi juga mendapatkan presentasi dan penjelasan mengenai Indonesia, secara singkat dan komprehensif.  Disela-sela presentasi dilakukan pertanyaan berhadiah bagi para siswa yang sangat antusias berebut menjawabnya. Sebagai penutup kegiatan dimeriahkan  dengan melakukan Flashmob Tari Gemu Fa Mira dari Nusa Tenggara yang diikuti oleh seluruh siswa siswi dan staf pengajar.

Promosi budaya yang dilakukan KBRI Budapest sangat bermanfaat untuk memperkenalkan sebuah negeri indah di Asia Tenggara, negeri kepulauan terbesar di dunia.  Direktur Sekolah mengakui bahwa pada umumnya orang Hongaria menganggap warga Hongaria yang paling majemuk dan keturunan bangsa besar di Eropa.  Namun dengan kunjungan ini maka cakrawala para murid akan lebih terbuka dan menambah wawasan sejarah, budaya dan geografi mereka.

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dan membuat terkagum-kagum tidak hanya para siswa siswi akan tetapi jajaran staf pengajarnya pula. Suara gamelan dan beragam tarian dengan baju daerah yang unik dan eksotik membuat para pelajar dan staf pengajar tidak beranjak dari tempat duduknya sampai acara usai.