Rayakan HUT ke-11, LPDB KUMKM Miliki Dirut Baru

Rayakan HUT ke-11, LPDB KUMKM Miliki Dirut Baru

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop dan UKM memasuki usia yang ke-11. Di hari jadinya ini, 18 Agustus sebelas tahun lalu, tercatat sejak 2008-2017, LPDB telah berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp More »

Tim Trans-TV dan LPDB Menangi Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja

Tim Trans-TV dan LPDB Menangi Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja

Tim B Trans TV dan Tim B LPDB berhasil merebut Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja 2017 yang diselenggarakan Forum Wartawan Koperasi [Forwakop]. Kedua tim itu berhasil menyisihkan 24 tim media More »

LPDB Gelontorkan Dana Bergulir Rp 35 M untuk Propinsi Kaltim

LPDB Gelontorkan Dana Bergulir Rp 35 M untuk Propinsi Kaltim

Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur merupakan kabupaten yang memiliki potensi luar biasa menarik di bidang pariwisata, pertambangan, perkebunan dan lain-lain. Di bidang pariwisata ada Pulau Derawan, Maratua, Tanjung Batu, Pelabuhan Cermin dan More »

Aroma Cake Buah Naga, Oleh-oleh Paling Rekomen dari Batam

Aroma Cake Buah Naga, Oleh-oleh Paling Rekomen dari Batam

Aroma Cake Buah Naga adalah oleh-oleh asli Batam, yang menawarkan makanan sehat dan bergizi, karena terbuat dari sari buah naga merah yang sangat mudah di jumpai di kota Batam. Selain nikmat, Cake More »

Forwakop Gelar Turnamen Tenis Meja Piala Menkop dan UKM

Forwakop Gelar Turnamen Tenis Meja Piala Menkop dan UKM

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) akan menggelar turnamen tenis meja 2017 memperebutkan Piala Menteri Koperasi dan UKM  Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Gedung SMESCO Indonesia,  Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017) pukul 08.00 – selesai. Ketentuan turnamen tenis meja adalah pesertanya More »

 

Category Archives: Pendidikan

Siswa SD Juara Pekanbaru Sisihkan Uang Saku untuk Qurban

Semua bisa berqurban, begitu juga dengan Enny Eka Apriliana atau Ana, siswa kelas VI SD Juara Pekanbaru. Sejak duduk di kelas IV SD, Ana selalu menyisihkan uang sakunya untuk berqurban.

Setiap hari Ana biasa menabung antara Rp1.000 sampai Rp2.000 perhari. Menurutnya dengan menabung bisa memudahkan Ia membeli hewan qurban.

“Saya punya tabungan sejak kelas IV dan sekarang jumlahnya sudah 1 jutaan. Semoga sampai hari Idul Adha nanti cukup untuk beli satu ekor kambing,” ujar Ana, Jum’at (5/8).

Ana merupakan anak dari pasangan Hartono dan Yeni Purwanti. Hartono bekerja sebagai buruh mekanik di kantor DPRD provinsi Riau. Sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Ana beserta orang tuanya tinggal di Jalan Rawa Indah, RT/RW 002/010 Kel. Tangkerang Barat , Kec. Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Sehari-hari Ana dikenal sebagai anak yang periang, aktif, dan memiliki sikap peduli yang tinggi kepada teman-temannya. “Saya ingin qurban ini jadi jembatan ke surga,” ujar Ana dengan gaya polosnya.

Prajurit TNI dan ATM Latihan Penanggulangan Bencana

Prajurit TNI dan ATM (Angkatan Tentera Malaysia) yang tergabung dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016 menggelar latihan penanggulangan bencana di Pelabuhan Teluk Kemaman, Malaysia, Jumat (29/7/2016).

Dalam latihan tersebut, diskenariokan Tim Nubika (TNI dan ATM) Latgabma Malindo mendapat laporan bahwa di daerah kawasan Pelabuhan Teluk Kemaman telah terjadi banjir besar yang menyebabkan adanya tumpahan bahan kimia yang begitu besar dan sangat berbahaya disertai ledakan, sehingga para pekerja mengalami keracunan dan luka yang sangat serius bahkan ada yang mati.
 
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Nubika dalam hal ini Danton Nubika Latgabma Malindo Darsasa-9 Lettu Czi Satrio Bawono segera memerintahkan Tim Penyelidik dan Tim Evakuasi untuk memasuki area Tempat Kejadian Perkara (TKP). Selanjutnya, Tim Dekon menggelar Stasiun Dekon serta melaksanakan dekontaminasi area disekitar TKP.
 
Prajurit TNI dan ATM Latgabma Malindo bergerak untuk membantu menangani bencana banjir, dimana sebuah kilang di kawasan perindustrian Teluk Kemaman Malaysia telah dilaporkan mengalami kebocoran bahan kimia dan tempat simpanan bahan kimia telah dimasuki air serta  reaksi bahan tersebut telah menyebabkan tempat penyimpanan bahan kimia meledak dan mengalami kebocoran.
 
Bagi para korban yang sudah dilaksanakan dekontaminasi dibawa menuju rumah sakit lapangan dengan menggunakan ambulance. Kemudian, setelah Tim Dekon melaksanakan dekon area, Tim Penyelidik melaksanakan penyelidikan ulang dan menyatakan bahwa TKP tumpahan bahan kimia sangat berbahaya.
 
Komandan Kontingen (Deputy Commander) Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/2016 Kolonel Inf Elkines D.K yang kesehariannya menjabat sebagai Danbrigif Linud 17/1 Kostrad mengatakan, sebelum berangkat ke Malaysia masing-masing satuan sudah mengadakan latihan parsial, terutama Tim Nubika.
 
“Mereka di latih agar pada saat bergabung dengan Tim Nubika ATM bisa lebih baik lagi, dan perorangan sudah tahu tugasnya masing-masing, sehingga aturan-aturan yang harus dilaksanakan pada saat latihan benar-benar aman tanpa ada kesalahan teknis dan taktis, bagaimana cara mengevakuasi korban, bagaimana tahap-tahap awal menangani korban, sehingga kerja sama diantara tim itu benar berjalan dengan baik,” tutur Kolonel Inf Elkines.
 
Lebih lanjut Komandan Kontingen Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/2016 mengatakan bahwasanya latihan bersama ini akan terus diprogramkan, karena kejadian seperti bencana banjir tersebut tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi dimana-mana dan dapat menimbulkan efek kerusakannya bisa kemana-mana, seperti pabrik-pabrik ataupun bangunan yang menyimpan bahan kimia. “Dengan adanya latihan bersama ini, bisa mendukung tugas TNI semakin baik dan professional,” pungkasnya.

Wadirlat Latgabma Malindo Cek Perlengkapan Latihan

Wakil Direktur Latihan (Wadirlat) Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016 Brigjen TNI Agus Suhardi yang sehari-hari menjabat Kasdivif 1/Kostrad bersama Panglima Angkatan Bersama (PAB) Malaysia Lt Jen Dato Shahrani bin Mohd Sany mengecek kesiapan perlengkapan latihan, bertempat di Kuala Kemaman, Malaysia, Kamis (28/7/2016).
 
Dalam kegiatan di lapangan, kedua Jenderal tersebut diantaranya meninjauRumah Sakit Lapangan TNI dan ATMsekaligus mengecek perlengkapan yang akan digunakan dalam Latgabma Malindo Dasarsa-9 AB/2016, seperti kesiapan tenda ball pompa, kompresor, meja periksa, section, monitor, lampu periksa, tiang infus, meja obat, lemari obat, set minor, meja instrument, tromol 40 cm, pispot, urinal, tensi meter,stestokop, timbangan dewasa, kursi roda, tandu serba guna, dan perlengkapan kesehatan lainnya.
 
Menurut Wadirlat LatgabmaMalindo Dasarsa-9 AB/2016 Brigjen TNI Agus Suhardi, Latihan Gabungan Bersama Malaysia Indonesiadilaksanakan 3 (tiga) tahun sekali namunproses pelaksanaannya dimulai tahun 2013 dan sekarang 2016.  “Pelaksanan latihan ini adalah untuk menguji prosedur tetap yang sudah kita rancang bersama yaitu Protap 17 mengenai Operasi Gabungan Bersama Malaysia dan Indonesia tentang Penanggulangan Bencana dan Protap 19 mengenai Prosedur Penanggulangan Bencana,” ujarnya.
 
TNI dan Tentera Malaysia kita padukan bersama bagaimana kita membuat organisasi, sehingga pelaksanaan bantuan tersebut bisa berjalan dengan maksimal sesuai dengan yang diharapkan. Sebenarnya,tingkat kesulitan sementara ini kita bisa eleminir dengan protap yang kita susun,yang sudah kita rencanakan bersama,kata Brigjen TNI Agus Suhardi selaku Wardirlat Latgabma Malindo Dasarsa-9 AB/2016.
 
Ditempat terpisah, masing-masing bagian juga mempersiapkan perlengkapan untuk menunjang kesuksesan Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/2016, diantaranya Satkomlek memasang Repiter di 4 (empat) titik yaitu Pegunungan Kemuning, Tanjung Gelang, Kuantan dan Kapal KRI sertaRadio Link di Kemaman, termasuk Mobil Komsat (berhubungan langsung dengan Satelit) untuk pengiriman gambar secaralangsung (Live) ke Pusdalops.
 
Sementara itu, untuk kegiatan Zeni diantaranya CPX (Command Post Exercise), konstruksi pemasangan jembatan dan perbaikan jalan sertaNubika (dekontaminasi) didahului dengan pelatihan penggunaan simulasi Batteletek IV, FIT (Force IntegrationTraining) dengan materi mengenaimekanisme latihan, pengenalan jembatan ponton dan alat berat Jurutera ATM serta FIT Nubika berupa pengenalan alat-alat Nubika Zeni AD dan ATM, FTX (Field Training Exercise).

Pengelola Homestay, Guide Butuhkan Pelatihan dan Standar Sertifikasi

Pemerintah menargetkan pada tahun 2017 pengelola,  pemilik homestay, dan Tour Guide di Tanah Air memiliki sertikat standarisasi dari Badan  Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Untuk itu pemerintah melalui Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia bidang Kepariwisataan

melakukan pelatihan peningkatan kapasitas SDM KUKM,  melalui sertifikasi pengelola homestay dan Guide.

Saat ini ada sebanyak 720 KUKM yang bergerak di bidang tersebut telah mengikuti pelatihan. Dengan rincian 400 pengelola dan pemilik homestay, dan 300 guide di beberapa provinsi tujuan wisata, diantaranya Bali, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Deputi bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Susetyo mengatakan, sertifikasi bagi pelaku KUKM yang bergerak dalam Tour Guide, pengelola dan pemilik Homestay ini sangat penting, terutama dalam menghadapi pasar bebas Masyakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pasalnya, dengan diberlakukannya MEA dipastikan akan banyak tenaga kerja asing (Tour Guide) dan pengelola Homestay yang masuk ke Indonesia dengan mudah, sehingga persaingan pun makin ketat.

“Itulah salah satu pentingnya pelatihan  peningkatan kapasitas SDM KUKM,  melalui sertifikasi pengelola Homestay dan Guide ini,” kata Prakoso didampingi Asisten Deputi Peranserta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM, Budi Mustopo saat memberi sambutan pada acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Bidang Pariwisata di Hotel Mutiara,  Bandung, Kamis (28/7).

Dengan pelatihan ini, diharapkan kemampuan para Tour Guide dan pengelola Homestay semakin meningkat dan profesional, baik dari sisi pelayanan, pengelolaan atau manajemen maupun kemampuan berbahasa asing. “Dengan keprofesional para Tour Guide dan pengelola Homestay kita, diharapkan pasar di bidang ini dapat kita kuasasi,” tambahnya.

Oleh karena itu, Prakoso meminta para peserta serius dalam mengikuti pelatihan tersebut. “Dengan semakin profesional para Tour Guide dan pengelola Homestay akan mempercepat pengembangan pariwisata di Tanah Air,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prakoso juga meminta para Tour Guide, pemilik dan pengelola Homestay untuk membentuk koperasi. Dengan berkoperasi diharapkan dapat memperbesar jaringan dan skala usaha, serta mempermudah mendapatkan permodalan dari perbankan.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi bidang Pengembangan Standarisasi dan Sertifikasi Kemenkop dan UKM, Tati Haryati menambahkan bahwa pihaknya akan membantu para KUKM yang bergerak di bidang Homestay dan Tour Guade untuk mendapatkan sertikasi dari BNSP.

“Kami siap membantu, baik dari sisi penyiapan administrasi maupun pembiayaan,” kata dia seraya menambahkan bahwa biaya sertikasi sekitar 1,5 hingga 2 juta rupiah.

Pengelolaan TPKU

Sementara itu dalam acara terpisah, Prakoso  menyatakan tentang pentingnya peningkatan SDM para pengelola Tempat Pratik Keterampilan Usaha (TPKU). Untuk itu mereka perlu mendapatkan pelatihan pengelolaan usaha TPKU, agar TPKU selain menjadi tempat praktik usaha bagi siswa siswi SMK, juga menjadi entitas bisnis yang harus dikelola sebagai unis usaha dari koperasi di yayasan pendidikan,

Dengan begitu, lanjut Prakoso, kedepannya para pengelola mampu membiayai kelangsungan TPKU, bahkan bisa mengembangkan usahanya melalui diversifikasi usaha di bidang lainnya. “Dengan keberlangsungan usaha TPKU, maka proses penyemaian bibit-bibit wirausaha dari kalangan siswa siswi sekolah menengah atas dapat berjalan secara berkesinambungan. Selama ini, TPKU dirasakan telah banyak membekali para siswa siswi lulusan Sekolah Menenah Atas mempunyai alternatif berusaha sebagai pilihjannya ketika mereka tidak bisa meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya di sela-sela acara Pelatihan Usaha Mikro bagi Pengelola TPKU di Hotel Topas, Bandung.

Di sisi lain, dengan mereka berusaha, berarti telah menciptakan lapangan kerja bagi dirinya sendiri, juga orang lain atau lingkungannya. “Ini artinya sudah mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran dan kemiskinan,” tegasnya..

Asisten Deputi Peranserta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM, Budi Mustopo menambahkan, pelatihan digelar mulai 27 hingga 30 Juli dengan peserta sebanyak 80 peserta dari 30 TPKU yang tersebar di Provinsi Jawa Barat.

1.831 Personel TNI dan ATM Gelar Latihan Gabungan Bersama di Malaysia

Sebanyak 1.831 personel TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan ATM (Angkatan Tentera Malaysia) menggelar Latgabma (Latihan Gabungan Bersama) Malaysia-Indonesia (Malindo) Dasarsa-9 AB/2016, mulai tanggal 27 Juli s.d 3 Agustus 2016 di Malaysia.  Upacara pembukaan Latgabma Malindo Dasarsa-9 AB/2016 dibuka oleh Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Dato’ Sri (Dr) Hj Zulkifeli bin Mohd Zin dan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., di Padang Kawad Lapangan Upacara Markas Wilayah  (Mawilla)-1 Pangkalan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), Tanjung Gelang, Kuantan, Malaysia, Rabu (27/7/2016).

 
1.831 Personel TNI dan ATM yang terlibat dalam Latgabma, yaitu : 1.281 personel Angkatan Tentera  Malaysia (ATM), 50 personel Polisi Diraja Malaysia (PDRM), 500 personel TNI terdiri dari : 205 personel TNI AD (104 Kostrad, 4 Ditkesad, 92 Ditziad, 2 Sopsad, 3 Pussimpur). 198 personel TNI AL (130 Anak Buah Kapal KRI Banda Aceh, 8 Crew Hely Bell, 30 Tim SAR Laut, 12 Tim Medis, 3 Medcap, 15 Kogla / TTX dan CPX). 52 personel TNI AU (3 Kogla, 9 CPX, 40 FTX), 41 personel Mabes TNI, 2 personel Polri dan 2 personel BNPB.
 
Alutsista yang digunakan ATM, diantaranya : Kapal Diraja (KD) Mahawangsa, Kapal Diraja (KD) Terengganu, Kapal Diraja (KD) Perdana, Hellikopter Super Lynk, Helikopter Nuri, Bot Tempur CB 90, Heavy Raft dan Rumah Sakit Lapangan. Sedangkan Alutsista yang digunakan TNI diantaranya KRI Banda Aceh, 2 unit LCU, 2 LCVP, 1 Heli Bell, 2 Sea Rider, 1 Truck, 1 Trailler/Decoy, 1 Ransus Nubika, 7 tenda Rumah Sakit Lapangan, 2 unit Perahu Karet, 1 unit Mobil Ambulance, 1 set Alat Perlengkapan Rumah Sakit Lapangan.
 
Tujuan dilaksanakannya latihan tersebut adalah untuk meningkatkan kerja sama dan memelihara hubungan kesepahaman serta upaya meningkatkan kemampuan profesionalisme Prajurit TNI dan ATM beserta komponen lainnya dalam mewujudkan strategi menanggulangi bencana diwilayah perbatasan dan wilayah yang berkepentingan di kedua negara, serta mengantisipasi dalam merespon terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam yang terjadi.
 
Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., dalam sambutannya sebelum acara pembukaan menyampaikan, berdasarkan hasil keputusan sidang ke-12 High Level Committee (HLC) Malindo tanggal 3 Desember 2014 di Jakarta, Panglima Angkatan Bersenjata kedua negara telah memberikan direktif awal Latgabma Malindo Dasarsa-9 AB/2016 dengan materi latihan Humanitarian Assistence Disaster Relief (HADR) atau Penanggulangan Bencana dan Bantuan Kemanusiaan.
 
Sebagai tindak lanjut Staf Perancang Latihan (SPL) dan Kelompok Perancang Latihan (KPL), Latgabma Malindo telah melaksanakan rapat-rapat perencanaan latihan sampai dengan bulan April lalu di Kuantan, Malaysia. “saya ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para perencana latihan dari kedua Angkatan,” ujar Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.
 
“Tugas kita bersama belum selesai, laksanakan latihan dengan semangat dan sungguh-sungguh serta patuhi prosedur latihan yang telah ditentukan guna mewujudkan zero accident dan memperoleh hasil latihan yang optimal,” tegas Kasum TNI.
 
Lebih lanjut Kasum TNI mengatakan, bahwasanya salah satu akibat perubahan iklim yang exstrim atau gelobal climate change effects, bencana alam kerap melanda negara-negara di seluruh penjuru dunia dan semakin tidak dapat diprediksi kedatangannya di kawasan Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Indonesia pun tidak luput dari dampak bencana alam yang terjadi dan kerentanan masyarakat menjadi korban dalam jumlah besar yang sulit diantisipasi, pengembangan respon serta pola penanggulangan bencana masih sangat perlu dilaksanakan.
 
“Saya percaya dan yakin bahwa para peserta Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/2016 yang ada dihadapan saya ini (TNI, ATM, PDRM) dan instansi terkait lainnya mampu melaksanakan latihan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkas Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.
 
Panglima ATM Jenderal Tan Sri Dato’ Sri (Dr) Hj Zulkifeli bin Mohd Zin pada saat membuka Latgabma Malindo Dasarsa-9AB/2016, mengucapkan selamat bertemu kembali dalam latihan ini, karena giliran Malaysia untuk melaksanakan tempat latihan bersama antara Tentara Indonesia dan Tentara Malaysia, karena ini mendekatkan hubungan antara kedua negara atau lebih tepat lagi sebagai dua negara bersaudara yang memiliki kesepahaman yang mendalam, ibaratkan kata pepatah Melayu cubit paha kiri, paha kanan terasa juga,” ucapnya.
 
“Latgabma kali ini merupakan eksesais pertama kali yang bertemakan Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana atau Humanitarian Assistance And Disaster Relief (HADR). Tema ini amat bertepatan sekali dengan situasi dan perkembangan masa kini yang memerlukan bantuan serta komitmen dalam menangani bencana dan membantu orang yang kena musibah,” kata Panglima ATM.
 
Dalam kesempatan tersebut Panglima ATM Jenderal Tan Sri Dato’ Sri (Dr) Hj Zulkifeli bin Mohd Zin menyampaikan “saya sekali lagi mendambakan kedatangan rekan-rekan dari Tentara Nasinal Indonesia datang ke Malaysia untuk bersama-sama melaksanakan Eksesais Latgabma Malindo Darsasa-9AB/2016 dengan berbekalkan semangat kebersamaan Latgabma,” katanya.
 
Mengakhiri sambutannya Panglima ATM mengatakan, mudah-mudahan ikatan keakraban dan ukhuwah yang terjalin selama ini akan berkekalan dan terus diperkukuhkan lagi pada masa depan. “Marilah kita sama-sama melaksanakan latihan ini dengan sebaik-baiknya demi meningkatkan kesetabilan dan keamanan di negeri ini,” pungkasnya.
 
Turut hadir dalam upacara pembukaan Latgabma Malindo Dasarsa-9 AB/2016. Dari Indonesia : Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A, Kasdivif-1/Kostrad sebagai  Deputy Exercise Director  Brigjen TNI Agus Suhardi, Paban VII/Latma Sops TNI Kolonel Inf Edison Simanjuntak, S.I.P, Kabagjar Progkerma Sops Mabes Polri Kombes Dedi Setia Budi dan para Perwira dari Angkatan. Dari Malaysia Panglima Tentera Darat YM Jeneral Tan Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohamed Noor, Panglima Angkatan Bersama Leftenan Jeneral Dato’ Shahrani bin Mohd Sani, Commisioner Polis Dato’ Sri Muhammad Sabtubin Osman serta seluruh Perwira ATM

Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI Beri Pembekalan kepada 420 Capaja TNI

Dalam rangka Prasetya Perwira (Praspa) TNI tahun 2016, Ibu Nenny Gatot Nurmantyo selaku Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI memberikan pembekalan kepada 420 Capaja (Calon Perwira Remaja) TNI Tahun 2016, di Gedung Lily Rochly, Akmil, Magelang, Minggu sore (24/7/2016).

 

Mengawali pembekalannya, Ibu Nenny Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan dan prestasi yang telah diraih, selama mengikuti dan menyelesaikan pendidikan untuk menjadi  Perwira TNI. Diharapkan,  Prasetya Perwira TNI yang dilaksanakan tanggal 26 Juli 2016,  akan  menjadi  hari  yang bersejarah dalam memulai babak pengabdian  baru,  pada medan tugas yang sesungguhnya sebagai Perwira TNI yang penuh resiko dan tanggung jawab yang tidak ringan.

 

“Kalian pasti sudah siap dengan norma dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI, telah menyadari bahwa inilah pilihan profesi  dan  jalur pengabdian yang kalian tempuh,” ungkap Ibu Nenny Gatot Nurmantyo.

Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI juga mengingatkan bahwa, pelantikan para Capaja TNI, akan menjadi  moment  yang sangat membanggakan dan membahagiakan tidak hanya bagi para Capaja TNI,  namun  juga untuk keluarga,  khususnya   para  orang  tua yang  dengan  setia  telah memberikan bantuan, dukungan dan  doa yang tiada henti  kepada Capaja selama belajar, berlatih dan berjuang di lembaga pendidikan.

“Para Capaja TNI adalah sebagian dari jutaan pemuda Indonesia yang terpilih, kemudian mendapat kepercayaan dan kehormatan untuk dididik menjadi prajurit TNI. Oleh karena itu, jangan pernah ragu dan jangan pernah menyia-nyiakan peluang emas. Sebagai seorang Perwira Remaja TNI hendaklah memiliki keinginan untuk berprestasi dan melayani masyarakat dengan baik,” tegas Ibu Nenny Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Ibu Nenny Gatot Nurmantyo menuturkan, tuntutan dan tantangan tugas TNI ke depan akan semakin komplek dan berat, semua itu merupakan dampak dari perkembangan global, regional dan nasional.  “Kepada seluruh Capaja TNI agar sejak dini membudayakan tradisi belajar dan berlatih secara mandiri, guna meningkatkan kapasitas, kemampuan, wawasan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mengantisipasi perkembangan jaman yang bergerak cepat,” harapnya.

Mengakhiri pembekalannya Ibu Nenny Gatot Nurmantyo, menyampaikan pesan dan harapan sebagai bekal dalam meniti karier para Capaja TNI di tempat tugas masing-masing, yaitu: agar setiap mengawali langkah tugas dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;  segera melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan yang baru, banyaklah belajar dan bertanya kepada para senior; senantiasa untuk lebih mengedepankan sikap kesederhanaan, mensyukuri nikmat yang ada, mendorong kepedulian sosial, kesetiakawanan yang tinggi serta membina dan meningkatkan  kerja sama dengan sesama rekan TNI, lingkungan sosial yang lebih luas lagi dan hindari sikap arogansi, dominasi matra serta sikap egoistis.

Turut hadir dalam pembekalan tersebut diantaranya, para Ibu Taruna Akademi Angkatan, Ibu-Ibu Pengurus Dharma Pertiwi dan para Gubernur Akademi Angkatan serta undangan lainnya.

TNI Latihan Bersama Dengan USPACOM

Indonesia dan Amerika Serikat telah memiliki hubungan kerja sama yang sangat baik, kerja sama yang telah lama terjalin ini merupakan suatu pondasi dari diselenggarakannya kegiatan latihan bersama ini. Demikian disampaikan Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., dalam amanat tertulis yang dibacakan Waasops Panglima TNI Laksma TNI Hardjo Susmoro pada  upacara pembukaan Latihan Bersama (Latma) Gema Bhakti 2016,  di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (25/7/2016).

“Latihan bertujuan untuk memperlihatkan  kerjasama antara TNI dan USPACOM dalam mengatasi bencana alam. Selain itu, latihan ini juga sebagai sarana bertukar pengalaman dan pengetahuan serta kerjasama dalam operasi penanggulangan becana alam,” kata Asops Panglima TNI.

Mayjen TNI Agung Risdhianto juga berharap agar Latma Gema Bhakti ini dapat dijadikan forum untuk meningkatkan kepercayaan, wahana bertukar pengetahuan tanpa menghilangkan rasa saling menghargai atas standar prosedur yang ada, diantara kedua negara dan institusi. “Pada akhirnya tercapai tujuan bersama yaitu, koordinasi yang melekat antara aktor kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Brigadier General John Hillyer (USPACOM) menyatakan bahwa Latma Gema Bhakti merupakan latihan tingkat operasional yang tidak fokus pada detail di tingkat taktis, namun dirancang untuk menterjemahkan Petunjuk Strategis kedalam Operasional untuk kemudian dapat digunakan, sehingga menghasilkan respon yang efektif.

Lebih lanjut Brigadier General John Hillyer mengatakan, bahwa personel yang mengikuti latihan ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda, sehingga diperlukan sebuah pedoman umum untuk adanya kesepakatan bersama. “Pedoman umum tersebut berupa Prosedur yang disebut Multinational Force Standing Operating Procedures (MNF SOP), berfungsi sebagai pedoman bagi semua negara untuk merencanakan dan melaksanakan operasi bersama dalam kontijensi multinasional di seluruh dunia,” katanya.

Latma Gema Bhakti 2016 diikuti oleh 136 peserta teridiri dari 79 perwira TNI (AD, AL dan AU), 54 USPACOM dan 3 orang unsur sipil (PMI, Basrnas dan BNPB), kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 25 Juli sd 2 Agustus 2016.

Acara tersebut dihadiri oleh Pa Sahli Tk-II Bidang Intekmil Panglima TNI Brigjen TNI Raharyono, S.I.P., M.Si. selaku Direktur  Latihan, Kolonel Laut (P) Sultan Dajnieb, S.H., M.Si (Han), Pabandya-3/Latma Non Asean PabanVII/Latma Sops TNI Letkol Laut (P) Amrin Rosihan, H.,S.E. selaku Lead Planner. Sedangkan dari USPACOM dihadiri oleh Colonel Rusty Spray selaku Chief of Staff, Colonel Stephen Logan  Deputy Commander dan Colonel Rudolph Ligsay selaku Exercise Director.

Dermaga Kolinlamil Siap Uji Coba Embarkasi Ranpur TNI di KRI Teluk Bintuni 520

Sebanyak tiga kendaraan Tempur (Ranpur) TNI sudah berada di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (23/7). Kendaran tempur ini terdiri dari dua Ranpur Tank amfibi Marinir jenis Tank BMP-3F dan Tank LVT 7, dan satu Tank Leopard TNI AD.

 
Ketiga Tank ini akan diujicobakan proses Embarkasi dan Debarkasinya ke KRI Teluk Bintuni 520, besok pagi hari minggu (24/7/2016).
 
Uji coba ini dilaksanakan untuk menguji kemampuan dermaga Kolinlamil yang telah ditingkatkan kemampuannya khusus untuk mengakomodasi embarkasi dan debarkasi Tank Leopard yang memiliki bobot berat sekitar 62 ton ke atas KRI Teluk Bintuni 520.
 
Demikian juga Tank amfibi Marinir jenis Tank BMP-3F dan Tank LVT 7, akan diujicobakan proses embarkasi dan debarkasinya.
 
KRI Teluk Bintuni 520 karya anak bangsa yang di bangun di PT Daya Radar Utama, Srengsem Panjang, Bandar Lampung,pada tahun 2014 lalu.
 
KRI Teluk Bintuni juga memiliki daya angkut sebanyak 10 Tank MBT Leopard, 360 prajurit/pasukan dan sekitar 100 orang crew serta satu unit Helikopter. Termasuk juga mampu menjelajahi laut pada kondisi laut terburuk dengan jarak jelajah 7200 mil laut serta draft 3 meter dan memiliki ketahanan di laut (endurance) selama 20 hari.
 
Keunggulan KRI Teluk Bintuni 520 dirancang untuk dapat mengangkut tank MBT Leopard TNI AD dan Tank BMP-3F Marinir.
 
Kapal LST ini juga mempunyai panjang 120 meter, lebar 18 meter, dengan tinggi 11 meter. Kecepatannya maksimal 16 knot, dengan main engine 2 x 3.285 kw yang ditenagai dua mesin.
 
Secara keseluruhan KRI Teluk Bintuni terdiri dari 7 lantai yang letaknya secara berurutan dimulai dari bawah yakni Deck A merupakan ruang untuk tangki dan ruang pasukan. Paling bawah adalah Bottom Deck yang menjadi ruang khusus mesin kapal, dan Deck B untuk pasukan. Lalu, Deck C untuk kru kapal termasuk tempat tidur dan peralatan keseharian kru kapal. Deck D juga untuk kru kapal, serta Deck E untuk komandan kapal dan para perwira. Kemudian, Deck F untuk ruang komando, dan terakhir Deck G alias top deck atau compas deck digunakan untuk meletakkan dua radar utam

Ajendam Jaya Sambut Kunjungan OJT Siswa Suspalitpers

Ajendam Jaya/Jayakarta menerima kunjungan 25 orang siswa Suspalitpers gelombang 1 tahun 2016 di Aula Ajendam Jaya, Jakarta Timur, Selasa (19/7/16). Para siswa yang berpangkat Letda-Kapten dari seluruh Indonesia itu tengah melakukan tugas sekolah berupa On the Job Training (OJT).

OJT merupakan satu metode pelatihan yang paling popular sejak lama, dengan  metode ini para siswa dapat terlibat dalam proses yang terorganisasi untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, kebiasaan kerja dan sikap. Dengan kata lain OJT merupakan metode pelatihan dengan cara pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang sebenarnya, dibawah bimbingan dan pengawasan dari pegawai yang telah berpengalaman atau seorang supervisor. Para siswa diterima oleh Kasituud Ajendam Jaya Mayor Caj David Siahaan dan para Kasi Ajendam lainya yang secara bergantian memberikan penjelasan tugas seksi masing-masing.

Menurut salah seorang siswa Kapten Inf Yusnardi dari Brigif 9 Kostrad Jember, para siswa selain OJT ke Ajendam Jaya juga sudah ke Pusat Intelijen Angkatan Darat (PIAD). Menurut Yusnardi, siswa merasa senang dan antusias menerima penjelasan dari para Kasi Ajendam Jaya. “Kami siswa, tadi melaksanakan OJT ke Ajendam Jaya dan Piad, saya senang atas penerimaan yang baik dan antusias oleh Ajendam, pengenalan wilayah dan lingkup kerja Ajendam Jaya kepada kami juga cukup baik dan terencana,” jelas Yuswardi.

Para siswa juga secara bergantian berkunjung ke ruangan-ruangan untuk melihat secara langsung anggota Ajendam Jaya melaksanakan tugas.⁠⁠⁠⁠

TNI dan Tentera Malaysia Latihan Gabungan Bersama

Prajurit TNI dan Tentera Malaysia akan menggelar Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia (Malindo) Darsasa-9 AB/2016, mulai tanggal 21 Juli s.d 3 Agustus di Tanjung Gelang, Kuantan Pahang, Malaysia.  Upacara pemberangkatan 500 Prajurit TNI tersebut dipimpin oleh Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Laksma TNI Hardjo Susmoro mewakili Asops Panglima TNI dalam suatu Upacara Militer, di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta Utara, Kamis (21/7/2016).

 
Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/2016 dengan tema Combined Coordination Centre (CCC), bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan memelihara hubungan kesepahaman serta upaya meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit Angkatan Tentera Malaysia (ATM) dan TNI beserta komponen lainnya, dalam mewujudkan strategi menanggulangi bencana di wilayah perbatasan dan wilayah yang berkepentingan kedua negara.
 
Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Ridhianto, M.B.A., dalam amanatnya yang dibacakan Laksma TNI Hardjo Susmoro mengatakan, bahwa TNI perlu untuk terus bekerjasama dengan instansi terkait maupun dengan militer negara-negara sahabat, terutama Malaysia sebagai salah satu negara yang berbatasan langsung, untuk secara berkelanjutan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan satuan dalam penanggulangan bencana dan memberi bantuan kemanusiaan. “Sehingga peranan militer mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi kedua negara yang rentan terhadap ancaman bencana alam,” ujarnya.
 
“Utamakan zero accident dalam melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan latihan, selalu jaga keamanan pribadi dan perlengkapan serta peralatan yang dipercayakan, tunjukkan disiplin, semangat, kerja sama dan kekompakan serta interoperabilitas prajurit tiga matra TNI yang profesional kepada tuan rumah sebagai wujud deterrence effect,” tegas Asops Panglima TNI.
 
Mengakhiri amanatnya, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Ridhianto, M.B.A.,  menyampaikan agar terus jalin komunikasi dan kerja sama secara profesional dengan prajurit ATM dalam rangka mempererat hubungan kedua Angkatan Bersenjata. “Adakan evaluasi internal per-bagian selesai pelaksanaan tiap fase kegiatan latihan, guna mengadakan perbaikan  dan persiapan optimal untuk melaksanakan fase berikutnya,” pungkasnya.
 
Personel yang tergabung dalam Latgabma Malindo Darsasa-9 AB/2016 sebanyak 500 orang, terdiri dari 205 personel TNI AD : 103 Kostrad, 4 Ditkesad, 92 Ditziad, 2 Sopsad, 3 Pussimpur. 198 personel TNI AL : 130 Anak Buah Kapal (ABK) KRI Banda Aceh, 8 Crew Hely Bell, 30 Tim SAR Laut, 12 Tim Medis, 3 Medcap, 15 Kogla (TTX dan CPX). 52 personel TNI AU : 3 Kogla, 9 CPX, 40 FTX, 41 Mabes TNI2 Polri  dan 2 BNPB.
 
Sedangkan Alutsista yang digunakan, terdiri dari 1 unit Mobil Satkom Ford Ranger, peralatan Nubika 1 Truck, 1 Trailler/Decoy, 1 Ransus Nubika, 7 tenda Rumkit Lapangan, 2 unit Perahu Karet.  TNI AD, terdiri dari : 1 unit Mobil Ambulance, 1 set Alkap Rumkitlap. TNI AL meliputi 1 KRI Banda Aceh 593, 2 unit LCU, 2 LCVP, 1 Heli Bell, 2 Sea Rider, serta TNI AU 1 Pesawat C- 130 H Hercules (A-1318) dan 1 Heli Nas-332 Super Puma (H-3213)