Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Berubah ke arah yang lebih baik adalah tujuan setiap orang. Ketika seseorang sudah mau merubah diri, maka ia harus konsisten melaksanakan perubahan itu, supaya perbaikan diri bisa tercapai dengan baik. More »

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Kami ingin jiwa dan semangat luhur yang melekat pada TNI dapat terus terjaga dan dirawat sepanjang masa.  Sampai kapanpun TNI tidak pernah melupakan para pejuang dan senior yang telah memerdekakan dan mempertahankan bangsa ini. More »

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

BINUS UNIVERSITY akan menjadi tuan rumah untuk Ms. Frances Adamson, Secretary of the Foreign Affairs and Trade Development of Australia pada acara seminar “Australia and Indonesia: Stronger Together” di #AussieBanget Corner yang baru diresmikan bulan Maret More »

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM akan menyelenggarakan event olahraga, Forwakop SME 5K Run 2017 – Series I, dengan menargetkan 2.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku More »

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Keberhasilan pembebasan sandera di Papua adalah bentuk dari kerja sama TNI dan Polri, maka kekompakan dan kebersamaan TNI dan Polri sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dilihat More »

 

Category Archives: Politik

Belasungkawa dan Bantuan RI untuk Nepal

Pemerintah RI telah menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi berkekuatan 7,9 skala richter di Nepal yang menelan korban hampir 2000 orang.

Indonesia sebagai negara yang juga rawan akan bencana alam akan memberikan bantuan dan dukungan kepada rakyat Nepal dalam menghadapi bencana. Dalam kaitan ini Menlu RI telah berkoordinasi untuk pengiriman bantuan Indonesia sesuai kebutuhan di Nepal  antara lain berupa tenaga medis, bantuan SAR, makanan siap saji, selimut, tenda dan obat-obatan.

Kemlu juga terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan KBRI Dhaka, Konsul Kehormatan RI di Kathmandu serta berbagai pihak terkait  informasi sehubungan WNI di Nepal.

Dari data saat ada sekitar 18 orang WNI yang menetap di Nepal dan sekitar 16 WNI yang tercatat sedang melakukan kunjungan baik sebagai turis maupun kegiatan resmi, sehingga total WNI ada 34 orang. Dari jumlah tersebut sekiatar 17 orang telah berhasil dihubungi dan dalam keadaan baik.

Situasi yang saat ini terjadi di Nepal menyebabkan kelancaran jaringan komunikasi tidak stabil dan sulit untuk melakukan kontak.

Bagi masyarakat yang memiliki keluarga atau teman WNI yang berada di Nepal, mohon dapat menyampaikan informasi kepada Sdr. Hernawan Bagaskoro Abid, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri, tlp. (021) 3813186 atau +6281284794696.

Menlu RI Hadiri Peringatan 60 Tahun KAA di Bandung

Menlu RI, Retno Marsudi menghadiri Upacara Peringatan 60 Tahun KAA di Kota Bandung, 25 April 2015. Upacara peringatan tersebut di buka dan dihadiri langsung oleh Presiden RI bersama beberapa Kepala Negara Asing lainnya.  Sejumlah Kepala Negara, antara lain Presiden Tiongkok, PM Malaysia dan Presiden Timor Leste melakukan historical walk, didampingi para Menteri dari berbagai negara serta undangan lainnya.

Dalam pidatonya di Bandung,  Presiden RI menegaskan kembali pentingnya implementasi Bandung Spirit, walaupun saat ini situasi dan tantangan yang dihadapi sudah sangat berbeda dengan tantangan yang dihadapi para pemimpin yang menjadi founding fathers KAA.

Tantangan yang dihadapi saat ini oleh negara-negara anggota KAA adalah untuk mensejahterakan seluruh bangsa dan rakyat di kawasan tersebut, melalui berbagai kerja sama sebagai negara-negara yang sejajar dan sederajat.

Disebutkan pula bahwa tantangan yang harus dihadapi negara-negara anggota KAA adalah meraih kesejahteraan bangsa melalui kerja sama di berbagai bidang, terutama ekonomi dan perdagangan.

Pada Pertemuan Tingkat Kepala Negara (Leader’s Summit) telah diadopsi tiga dokumen penting yaitu : Bandung Message, the Declaration on Reinvigorating the New Asian African Strategic Partnership dan Declaration on Palestine.

Upacara peringatan 60 Tahun KAA ini merupakan rangkaian dari kegiatan pertemuan yang telah dilakukan sejak tanggal 19 April 2015, yang diawali dengan Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi, Pertemuan Tingkat Menteri dan Pertemuan Tingkat Kepala Negara.

Pada rangkaian kegiatan KAA di Jakarta telah hadir sekitar  21 Kepala Negara, 91 negara, 15 observers, 11 organisasi internasional.

UNIFIL Apresiasi Prajurit TNI di Lebanon

Kehadiran prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) sebagai Peacekeeper dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB sangat bermanfaat bagi warga negara Lebanon, bukan hanya menyangkut faktor keamanan semata, namun juga bermanfaat bagi kehidupan sosial di lingkungan tempat tugas. Demikian apresiasi yang disampaikan Force Commander Unifil Mayjen Luciano Portolano beberapa waktu lalu pada saat pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko di Lebanon.

 
Hal senada juga disampaikan oleh Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon Jenderal Jean Qahwaji ketika menerima kunjungan Panglima TNI beserta rombongan, yang mengatakan bahwa kehadiran Kontingen Garuda yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (United Nations Interim Force in Lebanon/ UNIFIL) bermanfaat bagi warga setempat. “Masyarakat Lebanon berharap selalu ada prajurit TNI Kontingen Garuda dalam  penugasaan UN Peacekeepers di Lebanon, karena pasukan Kontingen Garuda sangat mudah untuk berinteraksi dengan masyarakat Lebanon”, katanya.
 
Dalam kunjungannya di Lebanon, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko yang didampingi oleh Asintel Panglima TNI Laksda TNI Amri Husaini, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat R., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, dan Asops Kasad Mayjen TNI Johny L. Tobing, meninjau Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Konga), diantaranya Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-I/Unifil dan Satgas Force Protection Company Konga XXVI-G2/Unifil.
 
Kepada Pasukan Garuda di Lebanon, Panglima TNI menyampaikan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan, dan merasa terkesan dengan kehadiran masyarakat dan para tokoh masyarakat Lebanon Selatan yang turut menyambut kedatangannya.  “Saya terkesan dengan kedatangan para tokoh masyarakat maupun agama yang turut menyambut kedatangan saya beserta rombongan, saya harap hubungan baik dan kerja sama dengan masyarakat Lebanon Selatan yang telah terjalin agar terus di pelihara dengan baik, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit,” ujarnya.
 
Panglima TNI juga berpesan, agar Prajurit TNI selalu menjaga nama baik Bangsa Indonesia dan soliditas para Prajurit TNI khususnya Kontingen Garuda yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian dimanapun senantiasa dipelihara, selain itu kepada prajurit TNI agar tetap memelihara dan meningkatkan disiplin, loyalitas, semangat, kerja sama dalam pelaksanaan tugas serta jaga nama baik Indonesia. “Dengan soliditas personel dan satuan yang baik, tugas-tugas mulia yang diemban para Prajurit TNI selama di daerah operasi niscaya akan dapat dilaksanakan dengan baik pula”, ungkapnya.

Wamenlu Gelorakan Kembali Semangat Bandung dalam Menghadapi Tantangan Global

Wakil Menteri Luar Negeri, A.M. Fachir, berkesempatan membuka Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) bertajuk “Revitalisasi Semangat Bandung dan Peran Diplomasi Indonesia dalam Memperkokoh Kemitraan Strategis Asia-Afrika” di Bandung pada tanggal 14 April 2015. FKKLN yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK), Kemlu ini bertujuan untuk menggelorakan kembali Semangat Bandung sebagai intisari nilai-nilai Dasasila Bandung yang masih sangat relevan guna menjawab berbagai tantangan global dewasa ini. Turut hadir sebagai pembicara dalam FKKLN tersebut adalah Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia, H.E. Mr. Pakamisa Augustine Sifuba dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Mr. Fariz Mehdawi.

Dalam sambutan pembukaannya, Wamenlu RI A.M. Fachir menyampaikan bahwa kepentingan nasional Indonesia adalah senantiasa sejalan dengan kontribusi aktif dalam menjalankan ketertiban dunia, bedasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,  keadilan sosial, dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Lebih lanjut, Wamenlu RI menegaskan bahwa FKKLN ini merupakan ajang bagi kita, bangsa-bangsa se-Asia dan Afrika, untuk menunjukkan kepada dunia konsistensi dan komitmen Indonesia dalam mewujudkan solidaritas diantara negara selatan-selatan yang membawa manfaat bagi peningkatan kapasitas negara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan global. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi showcase peran aktif Indonesia dalam upaya memperjuangkan kepentingan bersama negara-negara Asia dan Afrika melalui peningkatan kerja sama.

Sepuluh tahun yang lalu New Asian-African Strategic Partnership (NAASP) didirikan atas dasar semangat untuk meningkatkan kerja sama negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Wamenlu RI menegaskan bahwa melalui kerangka NAASP, Pemerintah Indonesia berupaya untuk berbagi pengalaman, best practices, dan program-program peningkatan kapasitas yang ditujukan bagi kepentingan dan manfaat bangsa-bangsa Asia dan Afrika, khususnya untuk memerangi tantangan global masa kini seperti kemiskinan, kesenjangan dalam pembangunan, pengangguran dan daya saing yang belum memadai.

Wamenlu RI menyampaikan harapannya agar FKKLN ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi pelaksanaan kebijakan luar negeri ke depan, dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul, maupun memanfaatkan peluang-peluang yang terbuka sejalan dengan perkembangan strategis regional dan global (BAM Kemlu).

Panglima TNI : Istri Prajurit TNI Boleh Ikut Kegiatan Politik

Sesuai dengan Surat Telegram Panglima TNI Nomor : ST/1378/XI/2014 tanggal 24 November 2014, Panglima TNI telah membuat kebijakan baru yaitu memberikan/ mengembalikan hak politik bagi para istri-istri Prajurit TNI. Mulai sekarang, istri para Prajurit TNI diperbolehkan untuk melakukan kegiatan politik, sehingga nanti ada yang bisa menjadi Bupati atau Gubernur. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko selaku Pembina Utama Dharma Pertiwi pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Pertiwi ke-51, di Balai Sudirman Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2015).

 
Panglima TNI menegaskan bahwa, di dalam Undang-Undang yang dilarang berpolitik praktis adalah prajurit TNI, sedangkan bagi istri Prajurit TNI tidak ada larangan dan hal tersebut diperbolehkan. Untuk itulah pada musyawarah nasional ke-12 beberapa waktu yang lalu, hal ini sudah dimasukkan dalam agenda program, untuk mempertegas dan memperjelas posisi istri Prajurit TNI boleh menggunakan hak politiknya.
 
Dalam kesempatan ini Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada para mantan Ketua Umum Dharma Pertiwi yang telah memberikan pijakan kuat di dalam membangun organisasi  Dharma Pertiwi. Dharma Pertiwi sampai saat ini telah eksis dengan baik dan sejalan dengan tugas pokok Panglima TNI”, ujarnya.
 
Lebih lanjut Jenderal TNI Moeldoko menyampaikan bahwa, tugas pokok Panglima TNI itu ada yang namanya Tugas Komando, yaitu: Pertama, tugas menyiapkan pasukannya agar siap tempur. Kedua, menjaga dan meningkatkan kesejahteraan. Ketiga, menjaga dan memelihara kesejahteraan prajurit dan keluarganya”, ungkap Jenderal TNI Dr. Moeldoko.
 
Sementara itu, Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Koes Moeldoko dalam sambutannya menyampaikan, bahwa lima puluh satu tahun bukanlah waktu yang pendek.  Perjalanan panjang pengabdian Dharma Pertiwi sebagai organisasi kemasyarakatan tetap konsisten dalam memperhatikan, membantu meningkatkan kepedulian sosial, pendidikan, dan kesejahteraan prajurit TNI beserta keluarganya. “Setiap kita memperingati hari ulang tahun, maka kita selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena masih diberikan kesempatan untuk melakukan instrospeksi dan evaluasi diri, terhadap apa yang telah kita laksanakan selama ini, ungkapnya.
 
Kesempatan ini hendaknya tidak dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, akan tetapi justru saat inilah waktu yang tepat untuk memberikan makna yang lebih dalam dengan mengambil hikmah ulang tahun, sehingga dapat terus meningkatkan semangat serta komitmen pengabdian dalam memajukan organisasi Dharma Pertiwi”, tegas Ibu Koes Moeldoko.
 
Lebih lanjut Ibu Koes Moeldoko mengatakan bahwa peringatan HUT ke-51 Dharma Pertiwi tahun ini, mengetengahkan tema “Dengan Semangat Kebersamaan dan Kekeluargaan, Dharma Pertiwi Bertekad Meningkatkan Kepedulian Sosial, Pendidikan dan Kesehatan Guna Mewujudkan Kesejahteraan Keluarga TNI”. Tema ini membulatkan tekad segenap warga Dharma Pertiwi untuk lebih peduli kepada masalah-masalah sosial  guna meningkatkan kesejahteraan keluarga TNI pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
 
Adapun rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-51 Dharma Pertiwi, yaitu pemberian bantuan kepada anggota yang sakit, mengadakan Bakti Sosial dan Pengobatan Massal di daerah Serang Banten, pemberian bantuan Mobil Ambulance ke Rumah Sakit TNI, memberikan santunan kepada Warakawuri dan Anak Yatim, serta melaksanakan Donor Darah. Selain itu, dilaksanakan juga olahraga bersama Bola Volly, Pingpong dan Woodball.

Indonesia Dorong Negara-Negara di Kawasan untuk Siap Hadapi Tanggap Darurat Senjata Kimia dan Bahan Kimia Berbahaya

Sebagai salah satu wujud kewajiban dan komitmen terhadap Konvensi Senjata Kimia (KSK), Indonesia dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (Organization for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW) telah menyelenggarakan “Pelatihan Regional Negara Pihak Kawasan Asia terkait dengan Pasal X Konvensi Senjata Kimia dan Isu Terkait di Bidang Tanggap Darurat Senjata Kimia dan Bahan Kimia” pada tanggal 24 – 26 Maret 2015, di Bali, Indonesia.

Pelatihan tiga hari yang diselenggarakan atas kerjasama antara Direktorat Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata – Kementerian Luar Negeri RI, Direktorat Industri Kimia Dasar – Kementerian Perindustrian RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, dan OPCW tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari instansi pemerintah dan kalangan industri kimia dari Afghanistan, Bahrain, Bhutan, Fiji, Filipina, India, Kamboja, Korea Selatan, Lebanon, Malaysia, Pakistan, Qatar, Saudi Arabia, Tiongkok, Yordania dan Indonesia.

Direktur Industri Kimia Dasar Kementerian Perindustrian, Bpk. Muhammad Khayam, dalam sambutan pembukanya mengatakan bahwa pelatihan tersebut dapat membentuk dan memperkuat kemampuan dasar prosedur tanggap darurat senjata kimia dan kebocoran bahan kimia berbahaya.

Pernyataan tersebut didukung oleh Head of Assistance and Protection Branch OPCW, Shawn DeCaluwe, yang menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelatihan didasari kebutuhan untuk meningkatkan kapasitas negara-negara di kawasan Asia di bidang tanggap darurat menghadapi kemungkinan serangan senjata kimia dan bencana kebocoran bahan kimia berbahaya, sesuai dengan Pasal X KSK.

Pelatihan berhasil membahas dan menganalisa kerangka operasional penggelaran tanggap darurat kimia guna memastikan kesiapsiagaan yang efektif baik secara nasional maupun regional apabila terjadi insiden yang melibatkan senjata kimia dan bahan kimia berbahaya. Kerangka dimaksud mengacu pada 4 (empat) tahapan penting yaitu notifikasi insiden, respon otoritas yang berwenang, stabilisasi kondisi, dan restorasi paska insiden.

Pada akhir pelatihan, para peserta pelatihan menyampaikan kesan positif atas pelatihan tersebut yang telah membantu memperkuat mekanisme pembagian informasi, pertukaran pengetahuan dan wawasan, serta jejaring komunikasi antar personil dari berbagai negara, yang terlibat dalam penanganan tanggap darurat kimia.

Pernyataan tersebut sejalan dengan salah satu tujuan pelatihan yaitu untuk meningkatkan koordinasi antar negara, terutama di kawasan Asia, dalam hal kesiapan untuk meluncurkan bantuan guna melindungi korban apabila terjadi kebocoran bahan kimia atau serangan aksi terorisme yang menggunakan senjata kimia.

Dorong Konstribusi Nasional untuk Menjaga Perdamaian Dunia, Indonesia Sambut Baik Rencana Penyelenggaraan “Bridge-Dialogues Towards a Culture of Peace”

Pada hari Rabu, 25 Maret 2015, Chairman of the International Peace Foundation (IPF), Mr. Uwe Morawetz, telah melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) A.M. Fachir guna membahas rencana penyelenggaraan kegiatan “Bridges-Dialogues Towards a Culture of Peace” di Indonesia.

Kegiatan “Bridges-Dialogues Towards a Culture of Peace” adalah program IPF yang dilaksanakan dalam bentuk dialog interaktif antara tokoh-tokoh penerima nobel (Nobel Laurate) dengan kalangan universitas di dunia tentang isu perdamaian, kemanusiaan, demokrasi, peningkatan kualitas pendidikan dan ilmu pengetahuan serta isu aktual lainnya. Program ini rencananya akan diselenggarakan pada bulan November 2016 sampai dengan April 2017 dan bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Menanggapi rencana penyelenggaraan “Bridge-Dialogues Towards a Culture of Peace”, Wamenlu Fachir menyambut baik dan menyampaikan apresiasinya kepada IPF. Tentunya program ini akan memperkaya pengetahuan kalangan generasi muda mengenai upaya membangun budaya perdamaian guna mencegah timbulnya konflik. Wamenlu juga menegaskan sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, Indonesia akan terus berperan aktif untuk menjaga perdamaian dan ketertiban dunia. Hal ini tentunya selaras dengan visi dan misi IPF yang mengutamakan perdamaian, demokrasi, dan dialog lintas agama. Oleh karena itu, Pemri akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan sejumlah perguruan tinggi yang terlibat guna mensukseskan penyelenggaraan  “Bridge-Dialogues Towards a Culture of Peace” mendatang.

Wamenlu RI Berbicara Mengenai Diplomasi Ekonomi di Depan DPD RI, Kepala Daerah dan Duta Besar Asing

Kementerian Luar Negeri akan terus bekerja keras dalam memperkuat fungsi diplomasi ekonomi agar dapat berkontribusi terhadap pemberantasan kemiskinan serta meningkatkan standar pendidikan dan kesehatan bagi rakyat Indonesia”. Komitmen tersebut ditegaskan kembali oleh  Wamenlu RI, A. M. Fachir, ketika berbicara di depan Pimpinan dan anggota DPD, Kepala Daerah dan Duta Besar Asing dalam acara Diplomatic Gathering yang diselenggarakan oleh DPD RI di Jakarta, 27 Maret 2015.

Lebih lanjut Wamenlu RI juga menyampaikan bahwa kedepannya diplomasi ekonomi akan lebih difokuskan untuk memiliki deliverables yang riil sehingga dampaknya dapat langsung dirasakan oleh rakyat, bukan hanya sekedar perjanjian seremonial tanpa follow-up.

Wamenlu juga berpesan agar kegiatan diplomatic gathering ini dapat terus dilakukan untuk mendorong total diplomacy, dimana stakeholders dari berbagai komponen masyarakat dapat melakukan diplomasi guna mendorong pembangunan dan memajukan perekonomian bangsa Indonesia.

Berbicara mengenai investasi di Indonesia, Wamenlu RI  menyampaikan pesan kepada para Duta Besar Asing yang hadir dengan memberikan analogi layaknya Rumah Makan Padang: “Jika puas, kabarkan ke orang lain. Jika tidak puas, kabarkan kepada kami”. Prinsip ini merupakan promosi tulus dari mulut ke mulut dan sebagai masukan untuk perbaikan kualitas dalam kinerja pemerintahan.   

Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD RI tersebut membahas mengenai promosi trade, tourism and investment (TTI) dan bertujuan untuk membuka networking antara Pemimpin Daerah dan para Duta Besar negara sahabat.

Fredrich Yunadi: Otto Masih Sah Ketua Umum, DPN Peradi yang Berhak Gelar Munas

Makassar-Mediasi Online. Salah satu calon Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Dr Fredrich Yunadi menilai Otto Hasibuan masih sah menjadi Ketua Umum Peradi. Ia beralasan, posisinya belum domisioner karena Munas belum jadi dimulai dan ditunda 3 sampai 6 bulan ke depan dengan alasan keamanan.

Seperti diketahui Otto Hasibuan pada jumat (27/3/2015) pukul 20.30 wita, dihadapan peserta Munas menunda Munas karena keamanan yang tidak kondusif untuk dilanjutkannya Munas.

Usai Otto menutup, kubu Juniver Girsang kemudian melanjutkan Munas di hotel yang sama ruangan yang berbeda. Secara aklamasi Juniver terpilih jadi Ketua Umum.

Sementara di ruang utama Munas, Luhut Pangaribuan, Humphrey Djemat dan Hasanudin Nasution ditetapkan sebagai caretaker oleh kubu mereka karena Otto menunda Munas.

Dengan demikian setidaknya ada tiga kubu Munas Peradi yang berlangsung di hotel Grand Clarion Makassar, Sulawesi Selatan ini.

Menurut Fredrich Yunadi, Otto beserta pengurus DPN lainnya masih sah. “Alasan menunda Munas ini keputusan Dewan Pimpinan Nasional Peradi, bukan keputusan Otto Hasibuan sendiri, jadi Otto masih sah jadi Ketua Umum,” kata Yunadi kepada wartawan di hotel Grand Clarion, sabtu (28/3/2015).

Ia juga mengatakan, untuk memberhentikan Ketua Umum ada mekanismenya, tidak serta merta diberhentikan tanpa ada alasan.

“Kita harus menghormati AD/ART, kan sidang itu telah ditunda, kalau sudah ditunda maka tidak bisa dibuka lagi. Carateker itu hak dia apa, mereka tidak mempunyai wewenang, mereka bukan menyatukan justru memecahbelah organisasi advokat,” tegas Yunadi.

Ia meminta agar semua pihak kembali ke AD/ART, biarlah DPN yang akan kembali menggelar Munas.

Lanud El Tari Melaksanakan RAT Primkopau

Danlanud El Tari Kolonel Pnb Andi Wijaya,S.Sos, selaku Pembina Primkopau Lanud El Tari secara resmi membuka Rapat anggota Tahunan tahun 2014 bertempat di ruang Briefing Lanud El Tari yang diikuti 70 % anggota Lanud El Tari baik Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil Lanud El Tari. (24/03).

Dalam sambutannya Komandan Lanud El Tari Kolonel Pnb Andi Wijaya,S.Sos, menyampaikan bahwa koperasi dianggap ada apabila dapat memberikan manfaat dan dapat menimbulkan semangat usaha bagi para anggotanya, untuk itu pengurus koperasi harus memperhatikan aspirasi anggota serta aspek disiplin dan kejujuran yang harus dijunjung tinggi demi kemajuan koperasi. Rapat akhir tahun ini merupakan bentuk evaluasi kinerja koperasi sehingga kedepan koperasi dapat memperbaiki kinerjanya agar lebih baik lagi dengan mengakomodir usaha-usaha yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan bagi anggota koperasi itu sendiri.

Kemudian Ketua Primkopau Lanud El Tari Letda Kes Danang dalam Rapat Anggota Tahunan ini menyampaikan Laporan Pertanggung jawaban Pengurus meliputi Perhitungan Sisa Hasil Usaha per 31 Desember 2014, Neraca per 31 Desember 2014, serta Rencana Program Kerja dan Anggaran Primkopau Lanud El Tari Tahun 2015 mendatang.