Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Polkam

Panglima TNI :  TNI Siap Digerakkan dan Tidak Mengenal Kata Gagal

Organisasi militer berbeda dengan organisasi lainnya karena yang diutamakan adalah kesatuan komando, mulai Presiden sebagai Panglima Tertinggi, Panglima TNI, Kepala Staf dan Kotamaops mempunyai garis komando yang jelas dan tegas.

“Jadi jangan ragukan TNI, kapanpun TNI siap digerakkan dan tidak mengenal kata gagal dalam menjalankan tugas karena kalau gagal negara ini akan hancur,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan pada acara buka puasa bersama ribuan Prajurit dan PNS Mabes TNI dan Angkatan, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, masyarakat dan Anak Yatim Piatu, bertempat Lapangan Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/6/2017).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengucapkan terima kasih kepada Presiden Ir. Joko Widodo yang telah mengunjungi satuan-satuan TNI di seluruh tanah air dan latihan-latihan TNI.  “Bahkan Bapak Presiden  telah hadir 4 kali di Natuna dan yang terakhir Latihan  PPRC TNI beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan atas nama Prajurit dan PNS TNI juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden karena telah memberikan gaji ke 14 yang sudah diterima 57 % mulai Jumat kemarin.   “Untuk Mabes TNI, tidak saya berikan sebelum tempat terpencil atau perbatasan menerima. Dengan demikian Bapak Presiden jangan meragukan moril prajurit TNI yang tetap tinggi,” katanya.

Pada akhir sambutannya, Panglima TNI melaporkan kepada Presiden RI bahwa pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 (17 17 17), TNI bersama masyarakat akan mengadakan doa bersama di seluruh Markas TNI di tanah air.  “Para Hafiz Quran akan khataman Al-quran dan bagi yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu berdoa bersama selama satu jam mulai dari pukul 17.00 s.d. 18.00 sesuai dengan waktu setempat masing-masing,” ujarnya.  

“Doa bersama sebagai bentuk implementasi konkrit Pancasila pada awal Proklamasi sebagaimana yang diamanatkan Presiden RI Ir. Joko Widodo pada Penetapan  Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2017 yang lalu,” ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. 

Sementara itu, menjawab pertanyaan awak media tentang keterlibatan TNI dalam RUU Teroris, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, TNI adalah aparatur negara yang patuh kepada hukum, apapun yang sudah ditetapkan menjadi Undang-Undang, pasti akan dipatuhi karena Undang-Undang bagi prajurit TNI sebagai Panglima.

Lebih lanjut Panglima TNI juga mengingatkan bahwa, yang menyatukan perjuangan seluruh nusantara selama ratusan tahun tidak pernah berhasil karena bersifat kedaerahan dan yang pertama kali sadar adalah para pemuda. “Maka pemudalah yang melahirkan Sumpah Pemuda, jadi pemuda bertanggung jawab atas masa depan bangsa Indonesia,” tandasnya.

Ketua Umum MUI Prof. DR. KH. Ma’ruf Amin selaku penceramah menyampaikan bahwa, sebagai bangsa Indonesia marilah kita selalu bersyukur kepada Allah SWT karena Indonesia memiliki Pancasila. Dengan Pancasila, bangsa Indonesia yang beragam suku bangsa, agama dan ras dapat disatukan dalam bingkai ke-Bhinneka-an dan ke-Indonesia-an yang harmoni.

“Kita bersyukur memiliki tokoh seperti Bung Karno yang dengan cerdas dapat merumuskan Pancasila, tanpa pancasila tidak ada NKRI. Dalam prespektif Islam, Indonesia adalah negara damai, bukan Darul Islam (bukan negara Islam), bukan Darul Kuffar (bukan negara kafir), tetapi negara kesepakatan antar seluruh suku bangsa, antar seluruh agama, saling berjanji untuk hidup secara damai, saling mencintai dan menyayangi serta saling menolong,” ucap KH. Ma’ruf Amin.

Panglima TNI:  Maritime Command CenterWujudkan Keamanan Perairan Sulu

Peresmian Maritime Command Center (MCC) Tarakan merupakan upaya yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menindaklanjuti Deklarasi Bersama di Yogyakarta, guna mewujudkan keamanan di wilayah perairan Sulu dan sekitarnya sebagai solidaritas sesama Negara anggota ASEAN. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada saat peresmian MMC di Markas Komando Lantamal XIII Tarakan, Kalimatan Utara, Senin (19/6/2017).
 
Panglima TNI menyampaikan bahwa pertemuan di Yogyakarta pada tanggal 5 Mei 2016 yang menghasilkan suatu Deklarasi Bersama dilanjutkan dengan Pertemuan Para Menteri Pertahanan Ke-3 Negara di Denpasar, Bali, pada tanggal 2 Agustus 2016.  “Pertemuan Trilateral Para Menteri Pertahanan tersebut sepakat untuk mengembangkan lebih luas mengenai SOP (Standard Operating Procedures) pada Trilateral Maritim Patrol, latihan bersama ketiga Negara, sharing informasi dan intelijen, pemasangan alat automatic identification system (AIS) pada semua kapal yang melintas melalui transit koridor, dan penetapan perwira penghubung (L.O.) pada MCC,” jelasnya.
 
“Langkah tersebut merupakan bukti nyata keseriusan TNI dalam mendukung kebijakan Presiden RI yang menegaskan bahwa Indonesia merupakan Poros Maritim Dunia dan sebagai aplikasi tanggung jawab Indonesia sebagai bagian dari ASEAN.  TNI akan senantiasa menjaga stabilitas keamanan di wilayah nasional Indonesia dan regional,” ujar Panglima TNI.
 
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,jalur komunikasi yang terjalin antara MCC Tarakan di Indonesia, MCC Tawao di Malaysia dan MCC Bungao di Filipina merupakan pusat Sharing Informasi dan Intelijen yang menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan Trilateral Maritime Patrol Indomalphil.   “Penetapan MCC di tiga kota di tiga negara tersebut diharapkan akan mampu meredam dan sejauh mungkin dapat meminimalisir insiden yang mungkin terjadi di wilayah perairan dan menjadi perhatian bersama ketiga negara,” ujarnya.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmatyo menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu perwujudan pelaksanaan pembentukan MCC di Tarakan, sekaligus bersamaan dengan peresmian MCC di Tawao Malaysia dan MCC di Bungao Filipina. “Langkah kemitraan strategis tiga negara yang dilaksanakan di Tarakan, Indonesia, akan menjadi titik awal dari tekad kita bersama dalam kontribusinya pada upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas keamanan di wilayah kita masing masing, serta sebagai bagian dari upaya dalam ikut serta mewujudkan keamanan regional dan lebih luas lagi ketertiban dunia,” katanya.
 
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmatyo mengucapkan selamat dan bangga atas prestasi dari AFP yang telah mampu meredam teroris di Marawi dan membunuh sebanyak 257 teroris.  “Ini Warningagar kita juga siap setiap saat menghadapi hal yang sama, karena sel-sel tidur sudah ada di negara kita masing masing,” tegasnya.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menekankan betapa pentingnya kerjasama dan perjanjian Trilateral yang dilakukan oleh Indonesia, Malaysia dan Philipina.  “Dengan adanya kerja sama Trilateral itu akan mempermudah tukar menukar informasi dan lain-lain, karena kecepatan dan ketepatan informasi sangat diperlukan untuk langkah antisipasi sejak dini, termasuk data kemungkinan pelarian yang menyamar sebagai pengungsi yang keluar dari Marawi,” ujarnya.
 
Turut hadir pada acara peresmian MCC antara lain, Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Menhan Malaysia Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein, Menhan Filipina Delfin N. Lorenzana, Panglima Angkatan Tentera Malaysia Jenderal Tan Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohamed Noor, Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Eduardo M.Ano, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie.
 

Panglima TNI : TNI Bersama Rakyat Menjaga dan Merawat Kemerdekaan

Kepada seluruh Prajurit TNI dimanapun bertugas, pelihara sikap dan tingkah laku perbuatan yang baik dalam berinteraksi dengan masyarakat dan harus memperlakukan rakyat seperti Ibu kandung yang harus selalu dihormati, karena TNIbersama Rakyat yang menjaga dan merawat kemerdekaan.
 
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara buka puasa bersama Prajurit TNI dan Anak Yatim Piatu, di  Gedung Wiryadinata Mako Korpaskhas TNI AU Margahayu Bandung, Jawa Barat, Kamis malam (15/6/2017).
 
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengucapkan terima kasih kepada seluruh Prajurit TNI yang telah berinteraksi dengan masyarakat sangat baik, sehingga hasil surveydari beberapa lembaga survey menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada TNI sangat tinggi bahkan mendapat peringkat satu. “Ini memang suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh Prajurit TNI dengan mempedomani Delapan Wajib TNI,” ucapnya.
 
Dalam sambutannya, Panglima TNI mengutip salah satu pernyataan Syekh Yusuf yang menyatakan bahwa Islam yang baik adalah Islam yang Ma’rifatullah atau Islam yang mengenal nama, sifat dan perbuatan Allah SWT. Jadi seorang muslim yang baik adalah yang benar-benar memiliki ahklak mulia karena orang yang punya ahklak mulia adalah orang yang selalu berbuat baik dan menyenangkan orang lain dalam kehidupannya sehari-hari, katanya.
 
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, dalam ajaran Islam dan budaya lokal suku di Indonesia semua mengajarkan untuk berbuat baik dan  bersikap sopan santun. Di bulan Ramadhan ini, mari sama-sama kita menjadi umat Islam yang berahklak mulia. “Seandainya di Indonesia semua umat Islam berahklak mulia pasti tidak akan terjadi keributan seperti yang terjadi di Syria, kelompok satu dengan kelompok lainnya berperang sambil berkata Allahu Akbar,” ujarnya.
 
Di sela-sela sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali menyampaikan bahwa, pada tanggal 17 Agustus  pukul 17.00  tahun 2017 waktu setempat wilayah Indonesia, di semua Markas TNI akan melaksanakan doa bersama dengan masyarakat pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.
 
Bagi yang beragama Islam melaksanakan Murajaah yaitu Khatam Al-Qur’an yang dilakukan oleh para Hafidz Qur’an, dan bagi yang beragama Khatolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu berdoa bersama-sama yang dipimpin oleh pemuka agama masing-masing, memohon agar Indonesia penuh dengan kasih sayang, karena  agama apapun pasti mengajarkan kasih sayang, jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Buka Puasa Bersama Ribuan Umat Muslim di Grup-1 Kopassus

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menggelar buka puasa bersama ribuan umat muslim, terdiri dari Prajurit TNI dan Polri, Ulama, Kyai, Habib, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Anak Yatim Piatu, di Lapangan Markas Grup-1 Kopassus, Jalan Cilengon-Serang, Tamanbaru, Taktakan, Serang, Provinsi Banten, Jumat malam (16/6/2017).

Mengawali sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan terima kasih dan bersyukur kehadirat Allah SWT, karena bisa bersilaturahmi dan melaksanakan buka puasa bersama dengan seluruh Prajurit TNI dan Kepolisian serta para Alim Ulama dan masyarakat di Provinsi Banten.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengucapkan terima kasih atas segala kinerja yang dilakukan oleh seluruh Prajurit TNI karena telah berinteraksi sangat baik dengan masyarakat, sehingga sampai saat ini institusi TNI masih mendapatkan kepercayaan dari publik. “Berdasarkan hasil survey dari beberapa lembaga survey menunjukkan bahwa, kepercayaan masyarakat kepada TNI sangat tinggi,” ucapnya.

Panglima TNI menjelaskan bahwa, sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dahulu kala, seperti perjuangan oleh Pahlawan Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Tuanku Imam Bonjol, Sisingamangaraja ke-XII, Pangeran Diponegoro, Pattimura dan Pahlawan lainnya, semuanya berjuang sendiri-sendiri dan tidak ada hasilnya, karena bersifat kedaerahan.  “Tetapi begitu para ulama merapatkan barisan memacu berdirinya Budi Utomo pada tahun 1928 menyatukan semua umat untuk bersama-sama berjuang dengan Sumpah Pemuda nya, maka hanya 17 tahun berhasil merebut kemerdekaan Indonesia,” tuturnya.

“Itu semua dapat terjadi dan tidak bisa dipungkiri, karena tanpa fatwa ulama tidak mungkin para santri bersatu dan bergotong royong. Dan waktu itu TNI belum lahir, jadi yang berjuang adalah rakyat karena tidak ada tentaranya dan dipimpin oleh para ulama, sehingga hanya 17 tahun (1928 s.d 1945) Indonesia berhasil merdeka,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, TNI dan rakyat tidak bisa dipisahkan, karena sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran rakyat termasuk ulama dan santri.  “Setelah kemerdekaan, para ulama dan santri ada yang kembali ke pesantrennya masing-masing, namun ada pula yang berdagang, berkarya dan sekolah. Sebagian dari mereka terpanggil untuk menjaga keamanan rakyat, maka dibentuklah Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang saat ini kita kenal dengan TNI,” jelasnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa,  memberi itu lebih bahagia daripada diberi.  Menurutnya, ada tiga contoh memberi, Pertama, apabila kamu dalam keadaan dendam namun tidak bisa membalas tapi kamu maafkan, itu sama dengan memberi. Kedua, pada saat kamu mendoakan teman dan sahabatmu setiap saat, itupun memberi. Ketiga, saat kamu berbaik sangka kepada semua orang, itu juga memberi.  “Mari sama-sama kita lakukan berbagi kebahagiaan dengan memberi kepada sesama, seandainya ini kita lakukan  alangkah indahnya negeri kita ini tidak ada kebencian, semuanya rukun dan damai,” ujarnya.

“Doa yang paling mustajab di bulan suci Ramadhan adalah doa menjelang buka puasa dan sahur,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengakhiri sambutannya.

Turut hadir pada acara tersebut antara lain, Gubernur Banten, para Asisten Panglima TNI, Pangdam III/Siliwangi, Kapuspen TNI, Danjen Kopassus, Kapolda Banten, para Bupati dan Walikota Provinsi Banten.

Panglima TNI : Hutan Miliki Fungsi Strategis Menunjang Kecakapan TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa, hutan memiliki fungsi yang sangat strategis guna menunjang kecakapan para Prajurit TNI dalam melakukan berbagai latihan.

“Bagi TNI, Hutan Konservasi memiliki nilai strategis, oleh sebab itu apabila menginginkan hutan itu abadi maka kewajiban kita semua untuk menjaga dan melestarikannya,” kata Panglima TNI saat melepas Harimau Sumatera di Tambling, Pesisir Barat, Lampung, Sabtu (10/6/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, TNI mempunyai kepentingan untuk melestarikan hutan, baik Flora maupun Faunanya. “Jika terjadi perang, hutan itu merupakan keunggulan bagi kita (TNI),” ucapnya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo,  kawasan Hutan bukan hanya untuk dijadikan sebagai tempat latihan bagi pasukan TNI, tetapi juga untuk  lebih mengenal Flora dan Fauna di dalamnya dan bukan untuk dibunuh. “Kondisi Hutan Konservasi di Tanah Air saat ini, masih banyak yang rusak atau erosi dibandingkan konservasinya,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo melepas Harimau Sumatera bernama Mulli (anak gadis),  merupakan hewan yang telah dipersiapkan untuk dilepasliarkan keluar dari kandang kecilnya. “Pelepasan Harimau tersebut dilakukan setelah Tim Kesehatan Hewan menyatakan bahwa bocah Harimau itu sudah sembuh dan bisa mandiri di alam liar,” ujarnya.

Selain itu, Panglima TNI juga melepasliarkan sejumlah hewan langka, seperti Harimau Sumatera, Penyu, Elang dan sejumlah burung di kawasan Hutan Konservasi tersebut.

Turut serta mendampingi Panglima TNI diantaranya, Pendiri Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) Bapak Tommy Winata dan para Pejabat TNI, baik dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Tim COE Unamid Inspeksi Perlengkapan Kontingen Pasukan Garuda di Sudan

Tim COE (Contingent Owned Equipment) Unamid (United Nations Mission In Darfur) melaksanakan Inspeksi perlengkapan sarana dan prasarana yang ada dan diterima secara riil oleh Kontingen Pasukan Garuda Satgas Batalyon Komposit Konga XXXV-C/Unamid, di Super Camp, El Geneina, Darfur-Sudan, Afrika, Selasa (6/6/2017).

Kunjungan rombongan Tim Contingent Owned Equipment Unamid yang pertama kali ke Satgas Batalyon Komposit Konga XXXV-C/Unamid, dipimpin oleh Ketua Mr. Marinus beserta tujuh orang Stafnya, yaitu Mayor Basam, Kapten Amwav, Mr. Osman, Mr. Bonabuk, Mr. Munir, Mr. Sodik dan Mr. dr. K. Agrawal.
 
Inspeksi tersebut bertujuan untuk melaksanakan pengecekan dan kesiapan terhadap kondisi nyata peralatan dan perlengkapan serta sarana dan prasarana berdasarkan daftar/list yang sudah ada dari negara kontingen Indonesia, untuk dicocokan oleh data yang dimiliki Tim COE Unamid.
 
Dalam kegiatan inspeksi, rombongan Tim COE Unamid diterima langsung oleh Wadan Satgas Batalyon Komposit Konga XXXV-C/Unamid Mayor Inf Jenris Yulmal Vinas mewakili Komandan Satgas Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. yang sedang berdinas di daerah El Faser.
 
Acara diawali dengan perkenalan dari Wadan Satgas dan jajarannya, dilanjutkan penjelasan tentang kondisi nyata peralatan dan perlengkapan baik kendaraan besar maupun yang kecil, persenjataan beserta amunisi juga perkantoran, gudang, barak serta peralatan pendukung dan penunjang kegiatan lainnya yang ada di Markas Kontingen Garuda atau Satgas Indobatt-03.
 
Inspeksi tersebut meliputi Major Equipment, personel dan Self Sustainment. Untuk Inpseksi Major Equipment antara lain heavy equipment, vehicle (commercial and militery pattern), generator, containner, hospital level 1 dan trailer serta personel soldier. Sedangkan Inspeksi Self Sustainment melipuiti minor enggineering equipment, office, catering, communication, electrical, accommodation, walfare, kichen, laundry, cleaning, fire figting, medical basic, observation dan miscellaneous.
 
Pada akhir inspeksinya, Tim COE Unamid menunjukan rasa cukup puas terhadap penyiapan maupun kesiapan Kontingen Indonesia yang sangat baik secara umum dan mengucapakan terima kasih atas kerja samanya selama melaksanakan pengecekan terhadap kondisi nyata dilapangan.
 
Komandan Satgas Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. yang baru tiba dari El Faser, menyempatkan diri untuk hadir pada acara evaluasi hasil inspeksi Tim COE Unamid pada sore hari.
 
“Inspeksi kali ini cukup baik dan layak, agar tetap dijaga kondisinya dengan pemeliharaan secara rutin, berkala dan terjadwal dengan baik, sehingga kedepannya untuk COE berikutnya bisa ditingkatkan dan bisa lebih baik lagi dalam segala bidang, kata Letkol Inf Syamsul Alam.

Lindungi Perairan Nusantara, Bakamla RI Optimalkan Transponder BRIsat

Tugas Bakamla RI sesuai dengan UU No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan dan Perpres No. 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut, yakni melakukan kegiatan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Sestama Bakamla RI Laksda TNI Agus Setiadji, S.AP. dalam acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Transponder BRIsat antara BRI dengan Bakamla RI di Aula Gedung BRI 1, Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46, Jakarta Pusat, Rabu (7/6/2017).

Secara khusus, lanjutnya, salah satu fungsi yang diemban Bakamla RI dalam menjalankan tugasnya adalah menyelenggarakan Sistem Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan di wilayah perairan Indonesia, melalui penginderaan jarak jauh dengan Sistem Surveillance Terintegrasi.

BRI berhasil menjadi bank pertama di dunia yang memiliki satelit sendiri. Sebagai rasa syukur kepada masyarakat dan kontribusi kepada Indonesia, BRI berkomitmen untuk mengalokasikan empat dari 45 transponder yang dimiliki BRIsat kepada pemerintah Indonesia.

Bakamla RI menjadi salah satu instansi yang mendapatkan slot transponder tersebut dari lima kementerian dan lembaga yang ada di Indonesia. Kementerian dan lembaga pemerintah tersebut antara lain Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI); Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri); Kementerian Keuangan; Badan Intelijen Negara (BIN); dan Bakamla RI.

Dengan menggunakan BRIsat, Bakamla RI dapat melakukan patroli surveillance lebih baik dan optimal. Tidak hanya menghemat biaya untuk bahan bakar operasi laut dan udara, namun kecepatan informasi yang didapatkan juga merupakan nilai tambah.

Peran komunikasi satelit dalam mendukung kinerja Bakamla RI sangatlah strategis dan menjadi tak terelakkan bagi keberhasilan tupoksi Bakamla RI, mengingat Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, tutur Laksda  Agus Setiadji.

Bakamla RI mengapresiasi kebijakan BRI dalam komitmennya untuk mengalokasikan slot transponder bagi kepentingan negara. Bakamla RI juga mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Informasi, yang telah mempertimbangkan Bakamla RI sebagai salah satu instansi yang tepat dalam penggunaan transponder BRIsat.

Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Kominfo Rudiantara; Kepala Staf aangkatan Darat Jenderal TNI Mulyono; Kepala Staf Umum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, MPA., MBA.; Inspektur Pengawasan Umum Polri Komjen Pol Drs. Dwi Priyatno, S.H.; Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo; Sekretaris Utama BIN Drs. Zaelani; Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksda TNI Andi Achdar; Direktur Data dan Informasi Bakamla RI Laksma TNI Isbandi Andrianto, S.E., M.M.; dan Direktur Kerja Sama Sandi, S.H.

Panglima TNI : TNI Tetap Bersatu Dengan Rakyat dan Ulama Demi Keselamatan Negara

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, sampai kapanpun TNI tetap bersatu dengan Rakyat dan para Ulama termasuk Santri demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta tetap melindungi keselamatan negara dan bangsa yang kita cintai bersama.

Demikian dikatakan Panglima TNI pada acara Buka Puasa Bersama dengan ribuan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Santri, Ulama dan Keluarga Besar TNI-Polri, di Masjid Al-Munawar, Ternate, Maluku Utara, Rabu malam (7/6/2017).

Panglima TNI menyatakan bahwa, keberadaan personel TNI dan Polri dimanapun mereka berada adalah untuk melindungi dan menjaga masyarakat agar merasa aman dan tenang.  “Saya minta kepada seluruh masyarakat Indonesia, apabila mengetahui ada orang-orang yang tidak dikenal dan kemungkinan datang dari Marawih Filipina, segera laporkan kepada pihak Kepolisian maupun TNI,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan tentang  perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu Jenderal Sudirman memimpin perang gerilya untuk merebut wilayah Yogjakarta dari penjajah Belanda, anak buahnya sering memanggil Pak Sudirman dengan sebutan Kyai. “Hal ini dikarenakan Jenderal Sudirman merupakan seorang Santri, Guru Agama dan menjadi Kepala Sekolah dari organisasi keagamaan yaitu Muhammadiyah, yang selalu menjalankan Syariat Islam,” jelasnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa dalam memimpin tentara harus mengutamakan kaidah-kaidah agama dan bertutur kata yang halus, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dihadapan ribuan jamaah yang hadir, Panglima TNI menceritakan bahwa ada seorang pemuda yang dalam waktu empat hari berhasil membangun tembok dengan teliti dan rapi, menggunakan 1.000 batu bata. Namun, saat pemuda mengetahui dan melihat ada 2 batu bata yang tidak bagus pada bangunan tersebut, pemuda itu menyesali dan akan membongkar semua bangunan. Ketika pemuda tersebut hendak membongkar bangunannya, tiba-tiba ada seorang lelaki tua datang dan meminta air minum kepada pemuda tersebut, kemudian dia memuji dan berkata, alangkah indahnya bangunan ini, siapa yang membangunnya? tanya lelaki tua itu.

“Pemuda itu menjawab saya yang membangun tembok itu. Apakah Bapak tidak melihat ada 2 batu bata yang jelek?. Lalu jawab lelaki tua, saya melihat ada 2 batu bata yang jelek, tetapi saya lebih menghargai 998 batu bata yang sempurna. Mendengar apa yang dikatakan lelaki tua tersebut, si pemuda menjadi sadar dan mengurungkan niatnya untuk membongkar bangunannya,” ungkap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa dari cerita di atas dapat diartikan, semua manusia memiliki kekurangan, yang sempurna hanya milik Allah SWT. “Apabila kita melihat sesuatu, lihatlah yang baik dulu, baru yang jeleknya. Kalau mau menjadi orang yang luar biasa, pasti mempunyai banyak kebaikan dan sedikit kekurangannya,” ujarnya.

Sementara itu menjawab pertanyaan awak media terkait pengamanan wilayah Maluku Utara yang berbatasan dengan Marawih Filipina, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, akan menambah pasukan di wilayah Ternate untuk patroli di laut, kemudian Pesawat Boeing pengintai dari Koopsau II TNI AU yang akan mengamati, apabila ada perkembangan situasi di wilayah udara segera memberikan laporan. “Saya menambah personel satu kompi TNI AD dan beberapa Kapal TNI AL, selanjutnya akan saya amankan setiap pantai di wilayah Maluku Utara,” pungkasnya.

Panglima TNI : Muhammadiyah Ikut dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia  

Muhamadiyah salah satu organisasi agama yang ikut dalam memperjuangkan kemerdekaan Bangsa Indonesia, dari ancaman penjajah yang ingin merebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat  memberikan ceramah kebangsaan di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Ringroad Selatan, Bantul Yogyakarta, Minggu (4/6/2017).
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman adalah salah satu tokoh pejuang hasil didikan dan kader Muhammadiyah, serta pada masa itu juga sebagai Guru Kepala Sekolah Muhammadiyah dan Ketua Muhammadiyah di Cilacap.  “Perjuangan TNI tidak terlepas dari rakyat dan Muhammadiyah, sehingga begitu Jenderal Soedirman memimpin yang apa diajarkan di Muhammadiyah juga diterapkan di militer,” ungkapnya.
 
“Pada saat memperjuangkan kemerdekaan beliau tidak pernah lepas dari bersuci, tidak pernah batal wudhu,  dan selalu mengerjakan sholat tepat waktu walaupun dalam kondisi yang sangat genting sekalipun, hal-hal tersebutlah yang diterapkan oleh ajaran Muhammadiyah,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Pada kesempatan tersebut Panglima TNI meminta agar warga Muhammadiyah dan seluruh bangsa Indonesia harus semakin waspada, untuk terus berperan dan berjuang dalam menjaga NKRI.   “TNI lahir dari rakyat dan bersama Muhammadiyah, mari kita bergandengan tangan membangun dan jangan mudah terprovokasi agar bangsa Indonesia menjadi besar dan menjadi bangsa pemenang,” ucapnya.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan kompetisi global. Dalam menghadapi tantangan tersebut, bangsa Indonesia harus menjadi bangsa pemenang.  “Kompetisi yang tadinya antar negara menjadi antar manusia, inilah salah satu kompetisi global. Orang yang tinggal di luar negara-negara ekuator akan mengalami krisis pangan, energi dan air, sehingga akan melakukan migrasi menuju daerah ekuator seperti Indonesia,” jelasnya.
 
Panglima TNI juga menyatakan bahwa, negara yang kalah dalam kompetisi akan menjadi negara multi krisis yang dapat menyebabkan terjadinya migrasi lintas negara. Migrasi tidak sama seperti pengungsi, karena migrasi perpindahan manusia antar negara untuk mencari penghidupan yang lebih baik. “Bila kita lengah menjaga bangsa ini, tidak menutup kemungkinan bangsa Indonesia akan terkena dampak migrasi tersebut,” tuturnya.
 
Kedatangan Panglima TNI di Masjid Islamic Center UAD Yogyakarta merupakan kegiatan Silaturahmi dan Safari Ramadhan 1438 Hijriah bersama komponen masyarakat. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, Gubernur AAU Marsda TNI Imam Sudrajat, anggota DPR RI Hanafi Rais dan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Sabrar Fadhilah.
 

Kontingen Garuda Laksanakan Pembersihan Sampah di Universitas Bangui Afrika

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-C/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah pimpinan Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos., selaku Komandan Satgas (Dansatgas), mendapat tugas dari Minusca untuk membersihkan sampah-sampah yang berada disekitar Universitas Bangui, Afrika Tengah, Sabtu (3/6/2017).

Dansatgas Kizi TNI Mayor Czi Widya Wijanarko saat melaksanakan peninjauan mengatakan bahwa, mahasiswa Universitas Bangui Republik Afrika Tengah mengeluh kondisi sekitar kampus yang sangat kotor dengan bertumpuknya sampah. Hal inisangat mengganggu aktifitas belajar mengajar karena menimbulkan bau yang tak sedap, sehingga pihak kampus berkoordinasi dengan Minusca untuk membantu mengatasi permasalahan sampah tersebut,” katanya.

Mayor Czi Widya Wijanarko juga menyampaikan bahwa, pengerjaanmembersihkan sampah dimulai denganmenurunkan alat berat yaitu, Louder dan Dump Truck. Menurutnya pembersihan sampah ini memerlukan waktu 4 hari karena banyaknya sampah yang menumpuk dan jauhnya tempat pembuangan sampah yang ada di Bangui ini.

Lebih lanjut Dansatgas Kizi TNI menekankan kepada operator alat berat dan pengemudi dump truck untuk selalu menjaga faktor keamanan dan keselamatan bekerjaagar saat melakukan pembersihan sampah tidak terjadi kecelakaan, demi menjaga nama baik Pasukan Garuda dimata masyarakat lokal.

Kegiatan tersebut mendapat respon yang positif dari Rektor Universitas Bangui dan Mahasiswa, tak sedikit mahasiswa untuk meminta foto bersama dengan para Pasukan Garuda yang bekerja di tempat tersebut,” ucap Mayor Czi Widya Wijanarko.

Selama penugasannya di Afrika Tengah, sebanyak 200 Prajurit TNI (178 TNI AD, 18 TNI AL dan 4 TNI AU) yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-C/Minusca dibawah pimpinan Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos (Abituren Akmil 2001) sebagai Dansatgas yang sehari-hari menjabat Pabandya Jaslog Slogdam VI/Mulawarman di Kodam VI/Mulawarman, Balikpapan, melaksanakan tugas diantaranya, membangun jalan dipedalaman hutan Afrika dan kegiatan Cimic (Civilian Military Coordination) serta kegiatan lainnya yang terkait dengan tugas-tugas dari Minusca.