Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Polkam

Panglima TNI : Teroris Musuh Seluruh Komponen Bangsa Indonesia

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa teroris itu adalah musuh seluruh komponen bangsa Indonesia, tanpa terkecuali dan teroris itu adalah kejahatan terhadap negara.  Demikian ditegaskan Panglima TNI menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan,Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).
 
Terkait masalah terorisme, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Forum ke-14 ACDFIM tahun 2017 beberapa waktu lalu di Filipina juga menyampaikan bahwa, aksi terorisme yang selama ini terjadi telah meluas ke berbagai bentuk kepentingan, baik aspek ideologi, ekonomi, sosial budaya dan bahkan pertahanan keamanan. “Dalam upaya penanggulangan terorisme, Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis baik pada skala nasional, regional dan internasional,” katanya.
 
Panglima TNI menjelaskan bahwa pada lingkup nasional, pelibatan TNI pada penanggulangan terorisme dilakukan melalui penempatan personel TNI pada lembaga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pembentukan dan penyiapan Satuan Gultor TNI AD, TNI AL dan TNI AU, menyelenggarakan Latgab Satgultor TNI, dan Latgab Satgultor TNI dengan Polri.
 
Sedangkan pada tataran regional dan internasional, dilakukan beberapa langkah antara lain, meningkatkan kerja sama Sharing Information/ Intelligence antar negara-negara sahabat, melaksanakan patroli koordinasi dengan negara-negara sahabat; dan Latihan Bersama (Latma) Satgultor TNI dengan negara-negara sahabat.
 
Sementara itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dalam sambutannya pada acara Buka Puasa Bersama mengatakan antara lain bahwa, momentum bulan Ramadhan dan Hari Pancasila sebagai kesempatan untuk rekonsiliasi dan memfokuskan energi untuk membangun kesejahteraan. “Sekarang waktunya rekonsiliasi, fokuskan energi kita bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan membangun bangsa. Oleh karenanya, jangan habiskan energi untuk berpecah belah,” ujarnya.
 
Buka Puasa Bersama di Rumah Dinas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh Qadarrasmadi dan Saritilawah oleh Ahmad Nur, serta ceramah agama dan ditutup dengan doa dipimpin oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.  Dilanjutkan buka puasa bersama dan Shalat Maghrib berjamaah, dengan Imam Ustadz Husni Ismail.
 
Acara Buka Bersama dihadiri oleh diantaranya, Presiden RI Joko Widodo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Agus Hermanto serta Ketua KPU Arief Budiman.

Panglima TNI : Pancasila Adalah Ideologi Yang Ditanamkan Dengan Cara Doktrin  

Pancasila adalah Ideologi yang harus ditanamkan dengan cara doktrin yang disesuaikan dengan strata pendidikan, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP) dan seterusnya, namun yang paling penting adalah bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat.
 
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, dengan Inspektur Upacara Presiden RI Ir. Joko Widodo, di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Penjambon, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2017).
 
Panglima TNI menyampaikan bahwa, Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.  “Sila-sila Pancasila tersebut harus diajarkan dan dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia sejak usia dini, seperti cara bertoleransi dalam beragama, berinteraksi dengan manusia, menunjukkan cara berbangsa, cara berdemokrasi dan cara mencapai keadilan bagi semua warga negara,” jelasnya.
 
Sejak lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni 1945, baru kali ini diadakan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara nasional di seluruh Indonesia.  “Upacara memperingati Hari Lahir Pancasila ini, merupakan benar-benar fundamental bagi Ideologi Negara Pancasila dan Bangsa Indonesia,” ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyomengatakan bahwa, sejarah lahir Pancasila harus selalu dikampanyekan kepada generasi penerus bangsa. “Bagaimana dengan perasaan kita apabila generasi selanjutnya tidak tahu kapan lahirnya Pancasila,” ucapnya.
 
Menjawab pertanyaan wartawan tentang Undang-Undang Teroris, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, tidak mau berandai-andai karena undang-undangnya belum jelas, dan hukum adalah Panglima bagi TNI, maka TNI akan patuh dengan hukum.   “Kalau kita dan anak cucu kita ingin aman, maka kita harus benar-benar mengakui kalau teroris adalah kejahatan terhadap negara. Alangkah bodohnya bangsa ini kalau masih menganggap teroris sebagai kejahatan tindak pidana, pada hal di negara-negara lain teroris itu sudah dianggap kejahatan terhadap negara,” tegasnya.
 
Sementara itu, terkait keterlibatan TNI dalam evakuasi WNI di Marawi Filipina karena sedang berlangsung operasi militer, Panglima Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa karena itu masih wilayah Filipina, maka urusan evakuasi ditangani olehThe Armed Forces of the Philippines (AFP).  “Pemerintah kita tetap berkoordinasi dengan pemerintah Filipina. Disamping itu, TNI sudah dan tetap melaksanakan operasi pengaman laut  mulai dari Halmahera Utara,  Morotai, Sangier, Morore sampai ke Sulawesis Utara,” katanya.
 

Panglima TNI : Jaga Reputasi dan Kehormatan Pati TNI

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, para Perwira Tinggi (Pati) yang telah memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula, boleh berbangga. Namun demikian, rasa bangga ini janganlah berhenti sebagai sebuah kebanggaan semata mengingat masih ada tantangan tersendiri, yakni bagaimana bisa mempertahankan sekaligus meningkatkan reputasi.

“Reputasi Pati TNI tidak dibangun dalam sehari, tetapi bertahun-tahun dan harus dipelihara secara terus-menerus. Oleh karenanya, jagalah reputasi tersebut, karena di situlah pangkat, jabatan, kehormatan para perwira dipertaruhkan,” tegas Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara kenaikan pangkat 53 Perwira Tinggi (Pati) TNI, di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (31/5/2017).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, kriteria mencapai pangkat Perwira Tinggi TNI adalah capaian keberhasilan dalam melaksanakan tugas, sehingga reputasi individu dan satuan tempat bertugas diakui dan layak diapresiasi, kemudian mengalir penghargaan sekaligus kehormatan untuk menyandang pangkat lebih tinggi.

Panglima TNI menyampaikan bahwa, semakin tinggi pangkat para perwira TNI, pasti dituntut untuk lebih arif dalam bersikap, bijaksana dalam setiap mengambil keputusan, penuh dedikasi dan integritas diri sebagai seorang Perwira Tinggi TNI.  “Ini semua, memerlukan perjuangan dan konsistensi, karena seorang Perwira Tinggi TNI akan diuji kualitas, integritas dan kapabilitas keperwiraannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, TNI telah mencanangkan tahun bersih-bersih dari korupsi, sehingga apapun yang kita lakukan harus bersih dari tindakan korupsi sekecil apapun. “TNI tidak akan melindungi dan tidak akan memberi toleransi kepada oknum prajurit yang melakukan tindakan korupsi,” tegasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama usai upacara kenaikan pangkat, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memimpin serah terima jabatan Aspers Panglima TNI dari Marsda TNI Bambang Samoedro kepada Marsda TNI  Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., yang sebelumnya menjabat sebagai Aspers Kasau.

Adapun 53 Pati TNI yang naik pangkat, terdiri dari 27 Pati TNI AD,  yaitu : Letjen TNI Hinsa Siburian (Wakasad), Mayjen TNI Ahmad Supriadi (Pa Sahli Tk.III Komsos Panglima TNI), Mayjen TNI Djundan Eko Bintoro, M.Si., (Han) (Kasatwas Unhan), Mayjen TNI Widagdo H. Sukoco (Aster Kasad), Mayjen TNI Ivan Ronald Palealu, S.E., (TA. Pengkaji Bid. Strategi Lemhannas), Mayjen TNI Achmad Yuliarto, S.Sos., M.P.A., (TA. Pengajar Bid. Ilpengtek Lemhannas), Mayjen TNI Toto Siswanto, S.IP., M.M., (Sahli Bid. Hankam Setjen Wantanas), Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko (Pa Sahli Tk. III Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI), Mayjen TNI Ainurrahman (Pangdivif-1 Kostrad), Mayjen TNI Agus Suhardi (Pangdivif-2 Kostrad), Mayjen TNI dr. Bambang Dwi Hasto, Sp.B., (Kapuskesad), Mayjen TNI Drs. Jan Pieter Ate, M.Bus., M.A., (Warek III Bid. Kerjasama Kelembagaan Unhan), Brigjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr., (Han) (Dirdok Kodiklatad), Brigjen TNI Gatot Sudjatmiko, S.IP., (Dirlat Kodiklatad), Brigjen TNI Ali Hamdan Bogra, S.IP., M.Si., (Bandep Lingkungan Sosial Setjen Wantanas), Brigjen TNI Deddy Kusbandi, S.IP., M.Si., (Direvbang Sesko TNI), Brigjen TNI Mundasir, S.I.P., M.M., (Bandep Lingstrareg Setjen Wantanas), Brigjen TNI Agus Winarna, S.I.P., M.Si., M.Tr., (Han) (Ka Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unhan), Brigjen TNI Dr. Untung Sunardo, M.M., M.B.A., (Waka Puskesad), Brigjen TNI Komang G. Karmasunu, S.I.P., M.M., (Pati Ahli Kasad Bid. Manajemen Sishankamneg), Brigjen TNI Sabar Simanjuntak, S.I.P., M.Sc., (Danrem 131/Stg (Manado) Kodam XIII/Mdk), Brigjen TNI Kup Yanto Setiono, M.A., (Dirjakstra Ditjen Strahan Kemhan), Brigjen TNI Fulad, S.Sos., M.Si., (Penmil pada PTRI PBB di New York Amerika Serikat), Brigjen TNI B. Agustin Silitonga, S.E., (Karo Perencanaan Organisasi dan Keuangan Setjen Wantanas), Brigjen TNI Mindarto (Karo Humas Settama Lemhannas), Brigjen TNI Tatok Sugiharto, S.Sos., (Kapuskom Publik Kemhan) dan Brigjen TNI Isdarmawan Ganemoeljo (Waaslog Kasad).

15 Pati TNI AL, yaitu : Laksda TNI Toto Permanto, S.E., (Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI), Laksda TNI Edy Suwito, (Pa Sahli Tk. III Bid. Wassus & LH Panglima TNI), Laksda TNI Riyadi Syahardani, (TA Pengkaji Bid Demografi Lemhannas), Laksda TNI E. Estu Prabowo, SM., M.Sc., (TA Pengajar Bid Geopol & Wasantara Lemhannas), Laksma TNI R. Teguh Isgunanto, M.A., (Athan RI di Canberra Australia), Laksma TNI I Wayan Suarjaya, S.Sos., M.Tr. (Han)., (Direvdik Debid Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas), Laksma TNI Maman Firmansyah (Dankodikopsla Kodiklatal), Laksma TNI Tedjo Sukmono (Kadisminpersal), Brigjen TNI (Mar) Amir Faisol, S.Sos., (Danlantamal XIV/Sor Koarmatim), Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi, (Danlantamal XII/Ptk Koarmabar), Laksma TNI Ribut Eko Suyanto, S.E., M.M., (Danlantamal IV/Tpi), Laksma TNI I Wayan Wetha, (Pa Sahli Tk. II Sosbud Sahli Bid. Sosbudkum HAM & Narkoba Panglima TNI), Laksma TNI Budi Setiawan, S.T., (Karo Kerjasama Settama Lemhannas), Laksma TNI Haesi Afianto, S.E., (Irlog Itjen Kemhan) dan Laksma TNI Rubiyanto, S.E., M.M., (Kadiswatpersal).

11 Pati TNI AU, yaitu : Marsda TNI Yadi Indrayadi S., M.S.S., (Pangkoops II/Mks), Marsda TNI Johannes Berchman SW. (Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI), Marsda TNI Yoyok Yekti Setiyono, (TA. Pengajar Bid. Sismennas Lemhannas), Marsda TNI Noor Pramadi, S.E., (TA. Pengajar Bid. Ideologi Lemhannas), Marsma TNI Gandhara Olivenca (Pati Sahli Kasau Bid. Kersalem), Marsma TNI Gatot Purwanto, M.Si (Han)., (Dirjianbang Kodiklat TNI), Marsma TNI Indrianto Wibowo Leksono (Karo Telematika Settama Lemhannas), Marsma TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M., M.Tr. (Han)  (Pangkosek Hanudnas III Mdn), Marsma TNI dr. M. Daradjat, Sp.An., (Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito), Marsma TNI drg. Chairul Maulidi, Sp.KG., (Pa. Sahli Tk. II Bid. Jahpers Panglima TNI) dan Marsma TNI Uganda Irwanto (Bandep Hankam Setjen Wantannas).

Prajurit TNI Peringati International Peacekeeper’s Day

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit (Yonkomposit) Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 dibaw ah Letkol Inf Syamsul Alam, S.E sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) melaksanakan upacara dalam rangka memperingati International Peacekeeper’s Day di Unamid Sector West, Elgeneina, Sudan, Afrika, Sabtu (27/5/2017).

Peringatan International Peacekeeper’s Day atau Hari Pasukan Pemeliharaan Perdamaian PBB International dicetus pada tanggal 29 Mei tahun 2003, sebagai penghormatan para anggota pasukan misi pemeliharaan perdamaian PBB yang gugur dalam menjalankan tugas mereka diberbagai wilayah konflik di dunia.

Upacara memperingati Hari Pasukan Pemelihara Perdamaian diawali dengan jajar kehormatan yang ditandai peletakan karangan bunga oleh Wali of West Darfur, Head of Office Unamid Sector  West, Unamid Sector West Police Commander, Unamid Deputy Sector West, dengan tujuan untuk menghormati profesionalitas, dedikasi dan keberanian para prajurit yang terlibat dalam berbagai misi di seluruh dunia.

Peringatan ini dapat menjadi sarana untuk lebih meningkatkan rasa solidaritas dan rasa kebersamaan yang mendalam diantara sesama komunitas Peacekeepers yang bersemboyan “Blue Helmet is the Syimbol of Hope” dan semboyan tersebut diharapkan dapat membantu perwujudan masa depan yang lebih aman dan damai, khususnya bagi negara-negara di dunia yang saat ini tengah dilanda konflik.

Dalam upacara tersebut, ditampilkan Parade Pasukan dan dipertunjukkan pagelaran Culture Event dari negara Indonesia, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, Sudan,  diantaranya seperti Merpati Putih, Kolone Senapan, Gandrang Bulo, Reog Ponorogo, Yongmoodo, Pakistan Tradisional Dance, Nigeria Traditional Dance, Bangladesh Dance,  Sudan Traditional Dance, dan diakhiri Tarian Gemu Famire bersama seluruh personel yang hadir pada acara tersebut, dimana sebelumnya telah dilaksanakan foto para pejabat Unamid di taman Garden Indobatt-03.

Hadir pada acara tersebut pejabat Head of Office Unamid Sector  West, Wali of West Darfur, 15”th Division CommanderSector West Commander, Chief Judge of west Darfur, dan beberapa staf dari Unamid serta pemuka agama dan tokoh masyarakat setempat.

Pasukan Garuda Konga XXXVII-D/Minusca Gelar Seni Budaya Indonesia

Pasukan Garuda dari Satuan Tugas Kompi Zeni Tentara Nasional Indonesia (Satgas Kizi TNI) Konga XXXVII-D/Minusca yang akan melaksanakan tugas sebagai Peacekeeper dibawah naungan PBB selama satu tahun di Republik Afrika Tengah/Central Afrika Republic (CAR), beberapa waktu lalu menggelar pertunjukan Seni Budaya Indonesia pada acara Cultural Event, di PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) TNI, Sentul, Bogor-Jawa Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 200 Prajurit TNI (176 TNI AD, 19 TNI AL dan 5 TNI AU) Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) dibawah pimpinan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. sebagai Dansatgas, telah selesai melaksanakan latihan PDT (Pre Deployment Training) di PMPP TNI, Sentul, Bogor-Jawa Barat, untuk menggantikan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-C/Minusca pada bulan Agustus mendatang.

Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy mengatakan bahwa, penampilan Seni Budaya Indonesia seperti Tari Jaranan, Tari Kecak, Tari Maumere, Reog dan Kolone Senapan, akan digelar pada saat pelaksanaan Medal Parade atau pemberian medali oleh UN(United Nation) kepada personel Satgas Kizi TNI maupun acara-acara lainnya selama bertugas di bumi Republika Afrika Tengah. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang untuk menampilkan kesiapan Pasukan Garuda dalam mereprentasikan berbagai kebudayaan Indonesia di daerah misi,” ucapnya.

“Pada hakikatnya selain menjadi bagian dari personel penjaga perdamaian dunia yang bertugas di Afrika, Pasukan Garuda juga menjadi duta budaya bangsa guna dapat mempromosikan keanekaragaman budaya Bangsa Indonesia di dunia internasional, terutama di daerah misi,ujar Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy.

Lebih lanjut Dansatgas menyampaikan bahwa, dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan dapat mengetahui sejauh mana kesiapan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca dalam menampilkan seni kebudayaan yang telah disiapkan. Hal ini sangatlah penting dalam menunjang tugas pokok yang akan dilaksanakan di daerah misi nantinya,” katanya.

Sementara itu, Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Ahmad Marzuki menyampaikan rasa bangganya terhadap penampilan yang telah disuguhkan oleh para prajurit Kontingen Garuda. Beliau menilai bahwasanya penampilan yang ada sudah layak dan siap untuk ditampilkan di daerah misi nantinya. “Personel Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca agar jangan berpuas diri dan senantiasa berlatih di sela-sela waktu yang ada,” pesannya.

Turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya, Wakil Komandan beserta para Direktur PMPP TNI serta Komandan Denma dan Komandan PSOPP (Pasukan Siaga Operasi Pemeliharaan Perdamaian) PMPP TNI.

Panglima TNI : Kepala Daerah Wujudkan Persatuan Bangsa dan Cegah Potensi Ancaman

Para Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota merupakan jabatan yang sangat strategis dalam mewujudkan persatuan dan pembangunan bangsa serta mencegah potensi ancaman bangsa.  Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan II bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah hasil Pilkada tahun 2015 dan 2017, di Gedung Badan Pengembangan SDM Kemendagri, Jalan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (24/5/2017).

“Para Bupati dan Walikota adalah penguasa tunggal di wilayah masing-masing, jika ada jarum jatuh di wilayah bapak pasti akan segera tahu, karena masyarakat akan segera melaporkannya, sehingga bapak lebih tahu apa yang akan terjadi sejak awal dan dapat mengantisipasinya dengan kebijakan-kebijakan yang ada,” ulas Panglima TNI.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa Undang-Undang di Indonesia mengatakan bahwa Indonesia adalah negara bebas aktif yang bukan bangsa aggressor, sehingga TNI sebagai alat pertahanan hanya untuk melindungi bangsa dan bukan untuk menyerang negara lain.  “Sejarah membuktikan bahwa TNI selalu bersama-sama rakyat mempertahankan dan melindungi seluruh rakyat Indonesia dari segala bentuk ancaman,” ucapnya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa NKRI bukan milik suatu golongan, agama atau suatu suku, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. “Apabila tidak ada Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu bukan Indonesia, itulah keindonesiaan kita, jangan membuat pertentangan tetapi kita harus tetap utuh dan menjadi satu,” ungkapnya.

Panglima TNI menginginkan seluruh Kepala Daerah memiliki visi dalam rangka mengamankan wilayahnya dan bersinergi bersama TNI untuk menjaga persatuan bangsa dan meningkatkan pembangunan di wilayah. “Bapak punya Dandim, Danramil dan Babinsa, manfaatkan mereka untuk mendukung tugas tugas Bapak dalam rangka mewujudkan stabilitas politik, keamanan dan kesejahteraan serta pembangunan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengutip ucapan Presiden RI Ir. Joko Widodo yang mengatakan bahwa Pancasila harus diamalkan, harus dikonkritkan serta harus diimplementasikan dalam hidup berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari. “Saya yakin akan menjadi fundamental yang kokoh dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada serta dapat percaya diri dalam menyongsong masa depan dari ancaman yang semakin nyata dan perlu antisipasi sejak dini,” ungkapnya.

Di akhir pembekalannya, Panglima TNI mengatakan bahwa Indonesia mempunyai peluang ekonomi yang sangat luar biasa di dunia internasional dan harus belajar dari pengalaman krisis serta depresi ekonomi yang pernah terjadi. “Mari kita sama-sama berpacu membangun daerah kita masing-masing, mari investasi sebanyak-banyaknya dengan memberikan peluang yang besar, negoisasikan apa yang didapat oleh tenaga kerja dan apa yang didapat oleh ekonomi lanjutan,” tuturnya.

Sementara itu dihadapan awak media terkait sepenggal puisi yang dibacakan, Panglima TNI mengatakan bahwa melihat sesuatu itu harus sesuai dengan konteks yang disampaikan, karena ancaman nyata saat ini yang paling berbahaya antara lain adalah imigrasi.  “Imigrasi itu bukan pengungsian, seperti yang dikatakan Presiden RI Joko Widodo bahwa kompetisi global antar negara sekarang sudah meningkat menjadi kompetisi antar manusia yang tidak mengenal batas negara dan berusaha mencari tempat menjanjikan kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.

Panglima TNI menjelaskan bahwa, imigrasi dapat menyebabkan penduduk asli menjadi terpinggirkan. “Dari imigrasi bisa kita lihat, dahulu di Amerika ada suku Indian, sekarang hampir punah, di Australia ada suku Aborigin sekarang juga hampir tidak ada lagi dan suku Melayu di Singapura, sehingga puisi itu mengingatkan apabila kita tidak waspada nanti akan banyak anak cucu kita sama seperti Jaka (nama tokoh dalam puisi Tapi Bukan Kami Punya) yang menjadi terpinggirkan,” pungkasnya.

 

Kapuspen TNI : Potongan Puisi Panglima TNI Beri Gambaran Kebangsaan

Akhir-akhir ini beredar berita di media sosial, sehingga terjadi kesimpang-siuran terkait pembacaan puisi karangan Deni JA, berjudul “Tapi Bukan Kami Punya” yang seolah-olah Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo membacakan puisi tersebut secara lengkap, pada saat memberikan pembekalan kepada peserta Rapimnas Golkar di Hotel Novotel Balikpapan pada tanggal 22 Mei 2017.  Demikian dijelaskan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.,M.Si saat melaksanakan silaturahmi bersama wartawan mitra TNI, di Jakarta Timur, Selasa (23/5/2017).
 
“Untuk menghindari salah persepsi pembacaan puisi tersebut, perlu saya jelaskan bahwa pada  saat itu,  Panglima TNI hanya membacakan potongan puisi, untuk memberikan gambaran tentang Kebangsaan sesuai tema kepada peserta Rapimnas Golkar dan video puisi tersebut dipublikasikan Puspen TNI melalui website www.tni.mil.id,” tegas Kapuspen TNI.   

Penutupan Latihan Pratugas Kontingen Garuda Misi PBB di Afrika

Sebanyak 200 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-D/Minusca yang akan bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian dunia dibawah naungan PBB selama satu tahun di wilayah Republik Afrika Tengah/Central Afrika Republic (CAR), telah selesai melaksanakan latihan PDT (Pre Deployment Training) di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor-Jawa Barat.

Upacara Penutupan Latihan Pratugas Kontingen Garuda XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) digelar dalam suatu upacara militer beberapa waktu lalu, dengan Inspektur Upacara Wakil Komandan (Wadan) PMPP TNI Kolonel Pnb Engkus Kuswara, S.I.P., M.Tr (Han) mewakili Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Ahmad Marzuki, bertempat di PMPP TNI, Sentul Bogor, Jawa Barat.

Komandan PMPP TNI Brigjen TNI Ahmad Marzuki, dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wadan PMPP TNI mengatakan, bahwa para prajurit sudah diberikan materi standar PBB ditambah materi teknis dan aplikasi yang dirancang khusus, guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di Central Afrika Republik.   “Tetap ikuti perkembangan situasi daerah operasi sehingga persiapan sebelum berangkat akan lebih maksimal dan menggunakan waktu secara efektif, dengan menjaga kesehatan dan kebugaran fisik, serta menghindari pelanggaran yang merugikan para prajurit,” ujarnya.

“Manfaatkan waktu yang ada sebelum berangkat, untuk melaksanakan koordinasi secara baik dengan institusi maupun satuan yang berkompeten terkait penyiapan perlengkapan pendukung selama melaksanakan tugas,” kata Komandan PMPP TNI.

Mengakhiri amanatnya, Komandan PMPP TNI memberikan beberapa penekanan kepada seluruh anggota Satgas, diantaranya : Tingkatkan Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa mendapat perlindungan-Nya dalam setiap pelaksanaan tugas ; Selalu berpedoman kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan 8 Wajib TNI dan hormati Hak Azazi Manusia; Pahami karakteristik daerah operasi untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi sesuai SOP (Standar Operasi Prosedur) dan ROE (Rule Of Engagment) ; sebagai Duta-Duta Bangsa, senantiasa tetap pelihara jati diri sebagai prajurit TNI, jaga nama baik dan kehormatan pribadi, institusi dan negara.

Personel Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXVII-D/Minusca yang berjumlah 200 orang (176 TNI AD, 19 TNI AL dan 5 TNI AU), akan dipimpin oleh Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.E. (Akmil 1999) sebagai Komandan Satgas, yang sehari-hari menjabat Danyon Zipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya sebagai satuan main body dalam Satgas ini.

Panglima TNI Laksanakan Pembaretan 23 Gubernur se-Indonesia

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi para Kepala Staf Angkatan melaksanakan Pembaretan kepada 23 Gubernur se-Indonesia, sebelum digelarnya latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2017, di Pantai Teluk Buton, Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5/2017).
 
Pelaksanaan Pembaretan tersebut adalah merupakan ajang silaturahmi Panglima TNI dengan Gubernur se-Indonesia selaku penguasa tunggal di wilayah masing-masing Provinsi.
 
Sebelum pelaksanaan Pembaretan, sehari sebelumnya Kamis, 18 Mei 2017 para Gubernur melaksanakan pengecekan kesehatan oleh tim medisTNI, selanjutnya mereka melaksanakan rangkaian kegiatan, antara lain menerima pembekalan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, pengenalan menembak senjata laras panjang dan pistol serta menyaksikan latihan pertempuran jarak dekat dan menerima pembekalan dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di KRI Surabaya, dan terakhir sebelum melaksanakan pembaretan para Gubernur merasakan naik kapal-kapal pendarat menuju pantai tempat pembaretan.
 
Rangkaian kegiatan Pembaretan dinilai selaras dengan Undang-Undang No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Hanneg), dimana telah ditetapkan sistem pertahanan kita adalah Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta) dengan TNI sebagai komponen utama dibantu komponen cadangan dan komponen pendukung.   Gubernur sebagai penguasa tunggal di wilayah mempunyai peran yang sangat strategis sebagai pembina sekaligus yang memiliki komponen cadangan dan komponen pendukung dalam sistem pertahanan tersebut, sehingga perlu sinergitas antara TNI dan para Gubernur tersebut, karena TNI sangat menyadari bahwa dalam melaksanakan tugas pokoknya TNI tidak bisa sendirian.
 
Gubernur yang melaksanakan Pembaretan, antara lain Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur  Jatim Sukarwo, Gubernur  Maluku Said Assagef, Gubernur  Papua Barat Dominggus  Mandacan,  Gubernur Sumut T.  Ery Nurradi, Gubernur Sultra  Nur Alam, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Gubernur Lampung Ridho Ficardo, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Gubernur  Jabar Ahmad Heryawan, Gubernur Kaltim Awang Faruk, Gubernur Sumsel Alex Nurdin,  Gubernur Kaltara Irianro  Lambrie, Gubernur Jambi Zumi Zola, Gubernur NTB TGH M.  Zainul Majdi, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Gubernur  Sumbar Irwan Prayitno, Gubernur Sulut OIly Dondon Kambey dan Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun.
 
Usai melaksanakan Pembaretan, para  Gubernur menyaksikan secara langsung latihan PPRC TNI tahun 2017 bersama Presiden Ir. Joko Widodo dan beberapa Menteri Kabinet Kerja serta pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan.
 

Panglima TNI : Kawasan Asean Miliki Posisi Yang Sangat Penting

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa kawasan Asean memiliki posisi yang sangat penting sebagai penyedia jalur akses perdagangan,  untuk itu negara-negara di kawasan ASEAN harus mampu menjamin keselamatan dan keamanan bagi komunitas maritim internasional di wilayah perairannya.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI dalam pidatonya dihadapan para Panglima Angkatan Bersenjata Wilayah ASEAN pada Forum ke-14 ACDFIM (Asean Chiefs of Defense Forces Informal Meeting) tahun 2017,  di Sofitel Philippine Plaza, Manila Filipina, Kamis (18/5/2017).
 
Pada Forum The 14th Asean Chiefs of Defense Forces Informal Meeting ACDFIM tersebut, Panglima TNI didampingi Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Kabais TNI Mayjen TNI Hartomo, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, Waasops Panglima TNI Laksma TNI Nurhidayat dan Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, pada konteks strategis kawasan Asean dapat dilihat dari isu keamanan maritim semakin penting dalam keamanan global.  “Beberapa wilayah strategis, yang rawan dan rentan terhadap keamanan perairan, antara lain Selat Malaka, Laut Sulu dan Laut China Selatan,” katanya.
 
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, secara  geografis 70% wilayah Asean merupakan  perairan, untuk itu  Indonesia memiliki pandangan bahwa keamanan maritim menjadi salah satu faktor dominan bagi terciptanya stabilitas kawasan Asean. “Indonesia memandang bahwa keamanan kawasan maritim di Asean harus bebas dari segala ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan wilayah nasional serta tetap tegaknya hukum nasional dan hukum internasional,” jelasnya.
 
Panglima TNI mengatakan bahwa, untuk mendukung terciptanya kawasan Asean yang bebas dari segala ancaman, Indonesia telah melakukan beberapa kerja sama dengan negara di kawasan Asean, seperti melaksanakan patroli terkoordinasi antar negara pantai terkait, dalam rangka pengamanan Selat Malaka. Hasil dari kerja sama ini telah menurunkan tingkat kejahatan, seperti kasus pembajakan dan perompakan (Piracy and Sea Robbery).  “TNI juga mendukung terlaksananya Trilateral Cooperative Arrangement (TCA) dalam mengamankan jalur maritim di wilayah perairan Asean, khususnya di Laut Sulu dan Laut Sulawesi dengan melaksanakan patroli maritim trilateral,” ujarnya.
 
Dalam pidatonya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Delegasi Indonesia pada Forum ke-14 ACDFIM tahun 2017 juga menyampaikan pandangan TNI mengenai topik yang diberikan oleh tuan rumah, yakni Keamanan Maritim Dan Penanggulangan Terorisme (Maritime Security And Counter Terrorism). Menurutnya, mencermati perkembangan lingkungan strategis di kawasan, berbagai tantangan telah muncul tanpa diduga salah satunya adalah aksi terorisme yang telah mengancam banyak negara di hampir seluruh dunia, termasuk kawasan Asean dan Indonesia.
 
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwa, aksi terorisme yang selama ini terjadi telah meluas ke berbagai bentuk kepentingan, baik aspek ideologi, ekonomi, sosial budaya dan bahkan pertahanan keamanan. “Untuk itu, saya tegaskan bahwa Terorisme Merupakan Musuh Bersama,” katanya.
 
Panglima TNI menambahkan bahwa dalam upaya penanggulangan terorisme, Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis baik pada skala nasional, regional dan internasional. Pada lingkup nasional, pelibatan TNI pada penanggulangan terorisme dilakukan melalui penempatan personel TNI pada lembaga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pembentukan dan penyiapan Satuan Gultor TNI AD, TNI AL dan TNI AU, menyelenggarakan Latgab Satgultor TNI, dan Latgab Satgultor TNI dengan Polri.
 
Sementara pada tataran regional dan internasional, dilakukan beberapa langkah antara lain, meningkatkan kerja sama Sharing Information/ Intelligence antar negara-negara sahabat, melaksanakan patroli koordinasi dengan negara-negara sahabat; dan Latihan Bersama (Latma) Satgultor TNI dengan negara-negara sahabat.
 
Pada Forum ke-14 ACDFIM tahun 2017 di Manila Filipina, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyarankan beberapa langkah strategis pemberantasan terorisme pada lingkup Asean dan global yaitu, peningkatkan Rasa Saling Percaya(Confidence Building Meassure), Aksi Pencegahan (Preventive Action), Peningkatan Kapasitas Pertahanan (Capacity Building Meassure) dan Peningkatan Kerja Sama Keamanan (Security Enhancement Cooperation).
 
Sebelum mengakhiri pidatonya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berharap,  agar segenap Angkatan Bersenjata di Asean dapat mewujudkan kawasan  yang aman, damai, tenteram dan sejahtera dalam kerangka kemitraan strategis, sehingga dapat memberikan kontribusi yang konstruktif dan signifikan bagi perdamaian dunia. “Hal ini sejalan dengan tema Forum ke-14 ACDFIM tahun 2017, yakni Partnering For Change, Engaging The World,” ucapnya.