Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Let’s Prove Your Success, Orang Akan Lebih Produktif dan Optimalkan Seluruh Potensi Diri

Berubah ke arah yang lebih baik adalah tujuan setiap orang. Ketika seseorang sudah mau merubah diri, maka ia harus konsisten melaksanakan perubahan itu, supaya perbaikan diri bisa tercapai dengan baik. More »

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Panglima TNI : Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Kami ingin jiwa dan semangat luhur yang melekat pada TNI dapat terus terjaga dan dirawat sepanjang masa.  Sampai kapanpun TNI tidak pernah melupakan para pejuang dan senior yang telah memerdekakan dan mempertahankan bangsa ini. More »

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

Kunjungan Sekretariat Kementrian Luar Negeri dan Perdagangan ke BINUS UNIVERSITY

BINUS UNIVERSITY akan menjadi tuan rumah untuk Ms. Frances Adamson, Secretary of the Foreign Affairs and Trade Development of Australia pada acara seminar “Australia and Indonesia: Stronger Together” di #AussieBanget Corner yang baru diresmikan bulan Maret More »

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forwakop Gelar SME 5K Run 2017, dengan Total Hadiah Rp 100 juta

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM akan menyelenggarakan event olahraga, Forwakop SME 5K Run 2017 – Series I, dengan menargetkan 2.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelaku More »

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Panglima TNI :  Kerja Sama TNI dan Polri Sangat Strategis Dalam Menjaga NKRI

Keberhasilan pembebasan sandera di Papua adalah bentuk dari kerja sama TNI dan Polri, maka kekompakan dan kebersamaan TNI dan Polri sangat strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dilihat More »

 

Category Archives: Polkam

Panglima TNI : Doa Bersama Anak Bangsa Untuk Indonesia Yang Lebih Kasih Sayang

Doa Bersama Anak Bangsa yang dilaksanakan secara serentak pada 171717 (Tanggal 17 Agustus Pukul 17.00 Tahun 2017) di seluruh penjuru tanah air, adalah guna meneguhkan sikap bersama sekaligus menggelorakan semangat untuk Indonesia yang lebih kasih sayang.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Doa Bersama 171717 dan Muroja’ah yang diikuti oleh 8500 orang, terdiri dari Prajurit dan PNS TNI serta masyarakat umum, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap,Jakarta TimurKamis (17/8/2017).

Panglima TNI mengatakan bahwa melalui doa tulus ikhlas, apapun agama yang kita anut, kita bersama memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa untuk terwujudnya Indonesia yang lebih kasih sayang, karena rahmat Tuhan yang tiada tara dan terus mengalir ke semua umat-Nya, merupakan rahmat, rahman dan rahim kepada segenap hamba-Nya.

“Kita berdoa memohon untuk selalu dianugerahi kekuatan, kesabaran, ketekunan dan kasih sayang guna mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, berkepribadian serta adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa dengan Indonesia yang lebih kasih sayang dalam keberagaman, semakin saling mengasihi dan menyayangi dalam ikatan yang sangat baik  akan menjadi landasan yang kokoh sekaligus menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan di antara seluruh warga bangsa Indonesia.“Persatuan dan kesatuan dalam keberagaman merupakan sesuatu yang sangat indah dan kaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa memaknai kemerdekaan yang telah kita nikmati bersama selama 72 tahun hingga hari ini, selayaknyalah kita bersyukur. Bukan hanya karena telah dikaruniai kemerdekaan, tetapi juga karena kita dilahirkan sebagai bangsa patriot petarung dan sekaligus sebagai bangsa pemenang. “Atas karunia inilah kita bersyukur, sekalipun kemerdekaan itu harus dicapai melalui perjuangan darah dan nyawa segenap anak bangsa,” ucapnya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, melalui perjuangan anak bangsa yang percaya kepada kemampuan sendiri dengan senjata apa adanya, seraya menggelorakan semangat gotong royong, sehinggamemunculkan energi sosial yang mengobarkan tekad merdeka atau mati. “Energi sosial tersebut bisa muncul karena mobilisasi kekuatan umat, santri, dan pemuda serta segenap komponen bangsa oleh para Tokoh Agama, Ulama, Kyai, Habaib, Pendeta, Pastor, Pinandita, Biksu dan Tokoh Nasionalis,” ungkapnya.

Panglima TNI juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia direbut atas dorongan keinginan luhur segenap bangsa Indonesia, disertai pengorbanan harta, jiwa dan raga para Syuhada Pahlawan Kusuma Bangsa, karenanya kita juga wajib mendoakan agar Allah melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada para Pahlawan Kusuma Bangsa yang telah rela berkorban demi Ibu Pertiwi, berjasa besar dalam meneguhkan kedaulatan negeri.

“Sebagai generasi penerus penikmat kemerdekaan, marilah sama-sama memohon kepada Allah yang maha pencerah agar menerangi kita dengan cahaya ilmu dan kearifan,pandai merawat kemerdekaan, diberikan kekuatan untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjaga Pancasila, merawat dan memperkokoh ke-Bhinneka Tunggal Ika-an, serta menggelorakan tradisi semangat gotong royong,” pungkas Panglima TNI.

Dihadapan awak media Panglima TNI mengatakan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 yang dilaksanakan di Istana Merdeka, dimana para undangan menggunakan pakaian adat,  itu luar biasa. “Kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesiamemiliki keberagaman budaya yangsangat lengkap dan unikbetapa kayanya budaya Indonesia,” katanya.

Melalui HUT Kemerdekaan RI,Panglima TNI mengingatkan bahwa para pejuang telah berjuang mati-matian mengorbankan tenaga, pikiran,keringat, darah dan air mata bahkan nyawa. Para pejuang Syuhada Kusuma Bangsa menyadari bahwa kemerdekaan ini adalah Rahmat dari Allah SWT dan kemerdekaan diraih melalui perjuangan anak bangsa yang percaya kepada kemampuan sendiri, sehingga memunculkan energi sosial yang mengobarkan semangat merdeka atau mati.

“Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-harikita mempunyai tradisi luar biasa yaitu Gotong Royong yang harus diberdayakan.  Jangan memperbesar perbedaan tetapi perbedaan itu harus menjadi kekuatan bersamasehingga kita penuh kasih sayang dan damai,karena kita menyiapkan untuk anak cucu kita,” pungkas Panglima TNI.

Doa Bersama dilaksanakan di beberapa tempat, Agama Islam di Plaza Mabes TNI dipimpin oleh Habib Nabil Fuad Al-Musawwa, Agama Kristen Protestan dipimpin Pdt. Dr. Henrite Hutabarat Lebang dan Khatolik dipimpin Pastor Rofinus Neto Wuli Pr.,S.Fhil di Gedung Serba Guna (GSG) Suharnoko Harbani Mabes TNI AU, Agama Hindu di Pura Adesaka Dharma Mabes TNI AL dipimpin oleh Pinandita I Made Yadnya, dan untuk agama Buddha di Gedung Balai Wartawan Puspen TNI Cilangkap dipimpin MPU Suhadi Sandjaya.

TNI Dukung Program Pemerataan Pembangunan di Perbatasan

Pembangunan wilayah perbatasan merupakan salah satu focus konsentrasi kerja Presiden RI Ir Joko Widodo dan seluruh perangkat pemerintahan, termasuk TNI didalamnya. Bentuk konkret program Nawacita Presiden RI Ir. Joko Widodo sebagai wujud hadirnya negara di tengah masyarakat. Ini suatu langkah yang luar biasa memeratakan pembangunan terutama masyarakat di perbatasan dan Pulau terdepan, yang sebelumya tidak tersentuh dengan pembangunan maupun teknologi yang begitu pesat. Begitu juga untuk pembangunan pertahanan di wilayah perbatasan. Keterlibatan TNI dalam ranah perbatasan adalah prinsip dan sangat diperlukan, karena bagaimanapun kehadiran TNI ditengah-tengah masyarakat merupakan sebagai perekat dan pemersatu kekuatan yang andal dari ancaman pihak musuh.

Kesenjangan wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga terutama terletak pada masalah ekonomi dan pendidikan. Kita tidak menutup mata wilayah perbatasan Indonesia kerap digambarkan lebih kumuh dan miskin, dibandingkan negara tetangga yang jauh lebih maju seperti perbatasan Kalimantan dengan Malaysia. Akibatnya, banyak yang menyebrang ke Malaysia untuk belanja maupun mencari pekerjaan. Ini sangat menyedihkan padahal kita sudah merdeka 72 tahun yang lalu, namun warga perbatasan seolah terlupakan karena konsetrasi pembangunan selalu di tanah Jawa.

Warga Perbatasan merupakan teras NKRI dan berperan sebagai beranda atau halaman depan Indonesia dan atas dasar itu, pemerintah ingin  di perbatasan disediakan fasilitas bagi warga masyarakat yang masih tertinggal dengan daerah lain di Indonesia. Kondisi itu jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga yang membangun pusat pendidikan atau asrama di batas wilayah mereka. Bahkan militer mereka diwajibkan berkontribusi dalam pembangunan batas negara.

Panglima TNI : Mahasiswa Harus Optimis Wujudkan Mimpi Besar

Mimpi adalah cita-cita yang harus diwujudkan dengan kerja keras dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Selain kerja keras dan doa, diperlukan juga network yang kuat dan luas untuk mewujudkan mimpi tersebutOleh karena itu, mahasiswa harus optimis bahwa mimpi besarnya akan terwujud.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada saat memberikan Kuliah Umum kepada 4.700 Mahasiswa/Mahasiswi Universitas Jambi dengan tema Tantangan dan Peluang Menjadi Bangsa Pemenang Dalam Kompetisi Global, di Gedung Balairung Universitas Jambi, Kampus Pinang Masak Mandalo Indah,Provinsi Jambi, Selasa (8/8/2017).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mimpi besar mahasiswa adalah mimpi yang akan membawa kesejahteraan kepada masyarakat dan bangsanya.  “Bila kalian kuliah jurusan teknik jangan hanya bermimpi jadi seorang teknisi pesawat, tetapi bermimpilah menjadi seorang pemilik pesawat terbang atau pengusaha penerbangan.  Atau jangan hanya bermimpi menjadi seorang Dokter Umum atau Dokter Spesialis, tetapi bermimpilah menjadi dokter yang memiliki rumah sakit,” tuturnya.

Mimpi besar tidak akan bisa diwujudkan secara sendiri, tetapi dibutukan network untuk mendukung dan mewujudkan mimpi besar.  Network sebagai salah satu jembatan meraih sukses, sehingga harus menjaga komunikasi atau hubungan baik dengan siapa saja terutama teman-teman sesama mahasiswa,” ujarnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa, tidak ada mimpi besar akan terwujud tanpa kerja keras dan melewati rintangan dan tantangan, oleh sebab itu mahasiswa jangan mudah menyerah.  Menurutnya, mimpi akan tercapai dengan tindakan nyata dan harus fleksibel terhadap hambatan-hambatan yang ada. “Kamu harus aktif agar mimpimu itu menjadi kenyataan. Jangan puas dengan pelajaran di Kampus saja, harus ditambah dari luar,” ucapnya.

“Raihlah mimpimu dan ajak teman-temanmu untuk meraih mimpi bersama-sama, karena meraih mimpi tidak bisa diraih sendirian, tetapi jangan hanya menjadi seorang pemimpi. Kamu harus fokus terhadap mimpimu sepanjang masa dan setiap saat belajar dengan giat dan sungguh-sungguh serta tetap konsisten,” jelas Panglima TNI.

Disisi lain Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria, karena setiap suku bangsa Indonesia masing-masing memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri.  “Disamping itu, rakyat Indonesia juga memiliki karakter gotong royong, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain dan hanya di Indonesia yang memiliki bahasa gotong royong,” ujarnya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa meskipun bangsa kita sudah berjuang selama ratusan tahun untuk meraih kemerdekaan mulai dari Aceh, Sumatera Utara terus sampai Pattimura, namun kemerdekaan tidak terwujud karena masih bersifat kedaerahan.  “Menyadari hal itu, maka pada tahun 1928 semua anak bangsa bersatu tanpa melihat Suku, Agama, Ras, Bahasa, semuanya mengaku bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu Indonesia. Inilah awal dari perjuangan panjang menyatukan bangsa ini, sehingga dengan gotong royong hanya perlu 17 tahun bangsa ini dapat Merdeka,” pungkasnya.

Tujuh Negara Misi PBB Ikuti Turnamen Sektor Barat di Darfur

Sebanyak tujuh negaramisi perdamaian PBB di Darfur-Sudan mengikuti pertandingan olahraga Unamid Turnamen Sektor Barat yaituIndonesia, Nigeria, Pakistan, Bangladesh, Kenya, Senegal dan Civilian Team (Sudan).

Unamid Turnamen Sektor Baratsecara resmi dibuka oleh Komandan Sektor Barat Brigjen Asrat Ahmaddidampingi Rommel Delarosa yang mewakili HoO (Head of Ofice) dalamsuatu upacara, bertempat di Lapangan Apel Indobatt-03 CampEl Geneina, Sudan, Afrika, Senin (8/8/2017).

Kegiatan olahraga UnamidTurnamen Sektor Barat yang diselenggarakan setiap tahun, mempertandingkan beberapa cabang olahraga diantaranya Bola Voli, Tenis Meja dan Marathon. Tujuan diselenggarakan pertandingan iniuntuk meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, mempererat tali persaudaraan dan persahabatan diantara para prajurit pasukan pemelihara perdamaian yang tergabung dalam Unamid SektorBarat.

Turnamen olahraga diawali dengan pertandingan Bola Voli antaraTim Garuda Indobatt-03 vs Tim Nigeria yang berakhir dengan kemenangan Tim Indobatt-03 dengan skor 2-0, Selanjutnya antara Tim Senegal vs Police Sector dimenangkan Tim Senegal dengan skor 2-0. Pertandingan ini juga disaksikan oleh seluruh pejabat dari Unamid Sektor Barat dan Prajurit-Prajurit yang tergabung dalam pasukan pemelihara perdamaian.

Dansatgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. usai menonton pertandingan tersebut memberikan selamat kepada Tim Garuda Indobatt-03 setelah memenangkan pertandingan perdananya. “Terima kasih, kalian telah memberikan kemenangan, semoga ini menjadi motivasi bagi rekan-rekan tim kita yang lain, untuk berjuang dan dapat memberikan kemenangan-kemenangan selanjutnya, ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut mendampingi Komandan Sektor Barat, Deputy Sektor BaratKomandan Satgas Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam, S.E., beserta pejabat UnamidSektor Barat dan beberapa Perwira serta Prajur

Kasum TNI Hadiri Peresmian KRI Nagapasa-403

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri peresmian Kapal Selam Hull No. 7712 yang diberi nama KRI Nagapasa-403 oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu di dermaga galangan kapal DSME, Okpo, Geoje, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan, Rabu (2/8/2017).

Dalam peresmian dan pemberian nama (shipnaming) dihadiri juga istri Menhan RI Nora Ryamizard, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi dan CEO DSME (Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering) Jung Sung-lip.  Kapal selam ini resmi masuk dalam kapal perang di jajaran TNI Angkatan Laut. Seusai upacara pemberian nama, acara dilanjutkan dengan peresmian KRI Nagapasa-403 dan pengukuhan Komandan KRI Nagapasa-403.

 

Pemerataan Pembangunan TIK di Perbatasan dan Pulau Terluar

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang sangat cepat sehingga perlu adanya program pemerataan pembangunan sarana dan prasarana khususnya di Pulau Miangas yang masuk dalam kategori wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T) yang terletak paling utara  di Indonesia dan berbatasan langsung dengan Filipina.

Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia  (Menkominfo RI) Rudiantara didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyuni Manalip saat meninjau Infrastruktur Telekomunikasi dan Layanan Akses Informasi di Pulau Miangas, Kec. Nanusa, Kab. Kepulauan Talaud, Prov. Sulawesi Utara, Senin (31/7/2017).

“Miangas merupakan pulau kecil dan paling luar dari belasan ribu pulau di Indonesia, tetapi sangat strategis posisinya karena merupakan pulau paling utara di Indonesia sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat” kata Rudiantara.

Pada kesempatan yang sama Menkominfo RI Rudiantara meresmikan siaran digital TVRI dan  RRI di Miangas serta secara simbolis stasiun radio RRI di wilayah  Bima, Rote, Sanggau dan Belitung, selanjutnya meninjau Base Transceiver Station (BTS) milik Telkomsel. “Hadirnya siaran TVRI dan RRI di Miangas akan semakin mempermudah akses informasi masyarakat dan menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan akses informasi di wilayah Indonesia secara adil dan merata,” jelasnya.

Saat meninjau BTS, Menkominfo RI Rudiantara melakukan Video call dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang berada di Mabes TNI Jakarta. “Video call ini bertujuan untuk menguji kemampuan BTS yang telah diupgrade dengan teknologi 4G serta kualitas layanan akses internet di Pulau Miangas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudiantara menyampaikan bahwa BTS milik Telkomsel yang telah diupgrade kemampuannya dari semula yang hanya menggunakan teknologi 2G menjadi saat ini memiliki kemampuan 4G. BTS ini merupakan BTS pertama di daerah 3T di Indonesia yang dilengkapi dengan kemapuan broadband. “Layanan akses internet ini ada di 5 lokasi di Pulau Miangas yang sudah dapat mengakses jaringan internet yaitu Pos TNI AL, Rumah Pintar, SMK dan RRI, Pelabuhan dan Alun-alun,” ucapnya.

Menkominfo RI Rudiantara mengatakan bahwa tujuan kedatangan ke Miangas memastikan televisi, radio, seluler dan internet semuanya berfungsi dengan baik untuk masyarakat. “Tetapi butuh kerja sama untuk mengelola konten-konten yang ada di dunia internet agar informasi dan pesan-pesan yang ingin disampaikan terutama pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi dan Kabupaten bisa disalurkan kepada masyarakat,” tutupnya.

Upgrade teknologi BTS serta penyediaan akses layanan internet di Pulau Miangas yang dibangun oleh Dirut Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) Anang Achmad Lathief. BP3TI Kementerian Kominfo menargetkan untuk membangun 419 BTS di daerah 3T di tahun 2017. Sebanyak 140 BTS diantaranya sudah dibangun dan beroperasi. Terkait dengan penyediaan akses internet, Kementerian Kominfo menargetkan 800 lokasi di daerah 3T sudah dapat terlayani di tahun 2017.

Mantapkan Mentalitas Personel, Bakamla RI Gelar Ceramah Pembinaan Mental

Bakamla RI sebagai organisasi yang diawaki oleh multi agent personel ada dari TNI, Polri, Kejaksanaan, dan lain-lain, maka perlu diberikan motivasi guna mempererat soliditas, kekompakan, dan kebersamaan. Loyalitas pada institusi ini yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pengamanan laut.

Hal itu dikatakan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. pada acara Ceramah Pembinaan Mental bagi personel di lingkungan Bakamla RI Pusat, di Kantor Bakamla RI Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56 Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2017).

Acara yang diikuti oleh seluruh personel Bakamla RI di Jakarta, baik pejabat eselon I, II, III, IV dan staf beserta pejabat Pokja Bakamla RI ini menghadirkan penceramah, Ustadz Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag. Dalam ceramahnya, Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Sunan kalijaga ini membahas tentang kebahagiaan, kerja, dan loyalitas.

Selama dua jam lamanya, personel Bakamla RI mendapatkan asupan rohani dan tambahan ilmu serta wawasan dari beberapa hal yang disampaikannya. Merangkum yang telah disampaikan Ustadz Faiz, bahagia adalah komponen yang lebih penting daripada sekedar sukses, dimana salah satu caranya yaitu dengan bekerja. Kerja sebagai rahmat, amanah, dan aktualisasi diri. Bahwa manusia aktual menunjukkan aktualisasi dirinya melalui bekerja sehingga menjadi berguna dan bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Disamping itu, kerja sebagai ibadah, dan kerja sebagai kehormatan – self esteem untuk meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri.

Dosen yang telah bergelar Doktor sejak tahun 2015 tersebut juga memberikan penjelasan secara menarik, bahwa sebagai sumber kebahagiaan, dalam bekerja sebaiknya menonjolkan sisi optimis agar bisa sukses. Tidak takut menjadi diri sendiri, berani memulai, bersikap bijaksana, tahu kapan suatu pekerjaan harus berakhir dan menerima hasilnya dengan lapang dada, sehingga memiliki energi untuk memperbaiki kekurangannya.

Topik bahasan ketiga yaitu loyalitas sebagai kunci kerja sukses. “Loyalty means I am down with you whether you are wrong or right, but I will tell you when you are wrong and help you get it right”. Berdasarkan definisi tersebut, Ustadz Faiz mengatakan bahwa loyalitas bukanlah hitam putih, namun merupakan suatu pilihan dimana ketika mengetahui yang salah ada tanggung jawab untuk menunjukkan dan ikut memperbaikinya.

Untuk menunjukkan rahasia kesuksesan dalam dunia kerja, Ustadz Faiz mengutip Quotes Colin Powell, “There are no secrets to success: don’t waste time looking for them. Success is the result of perfection, hard work, learning from failure, loyalty to those for whom you work, and persistence”.

Sebelum mengakhiri ceramahnya ustadz dari Kota Gudeg Yogjakarta itu berpesan bahwa semakin tinggi ilmu semakin tinggi derajatnya. Oleh karena itu kegiatan yang bermanfaat untuk menambah ilmu dan wawasan, seperti kegiatan pembinaan mental ini penting untuk selalu digalakkan. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama.

Bakamla RI Tangkap Kapal Ikan di Perairan Teluk Jakarta

Lagi, Operasi Nusantara Bakamla RI kembali berhasil menangkap kapal yang diduga melanggar ketentuan dokumen di wilayah perairan Indonesia. Sebuah kapal ikan dengan dokumen-dokumen kadaluwarsa/habis masa berlaku, diperiksa dan diamankan KAL Petir di Perairan Teluk Jakarta, Jum’at malam (29/7/2017).

Kapal motor pengangkut ikan berinisial SBJ,  pada saat diperiksa aparat KAL Petir malam tadi sekira pukul 23.29 wib (29/7) diketahui sedang membawa muatan 7 ton ikan campuran dan udang serta ABK berjumlah 4 orang. Namun ketika petugas patroli memeriksa dokumen-dokumen yang diminta, didapati bahwa dokumen tidak sesuai ketentuan yang berlaku, antara lain Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kadaluwarsa/tidak berlaku, dan Surat Laik Operasi (SLO) tulis tangan dan sudah robek. Selain itu sertifikat keselamatanpun sudah mati, demikian juga halnya dengan surat keterangan perangkat radio telekomunikasi yang ada di kapal.

Kapal ikan yang sedang melakukan perjalanan dari Sungai Lumpur Palembang menuju Muara Baru Jakarta ini diduga juga memalsukan bobot kapal. Pasalnya, pada dokumen tercantum bobot 27 GT, namun berdasarkan pengamatan fisik kapal diperkirakan mencapai 50 GT.

Dugaan awal bahwa kapal ikan tersebut melanggar UU Pelayaran dan UU Perikanan. Selanjutnya, kapal patroli milik TNI AL yang dikomandani Kapten Laut (T) Sutrisna tersebut mengamankan kapal tangkapan dan menyerahkannya kepada Satkamla III Lantamal III Jakarta untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Pasukan Garuda di Sudan Patroli Water Point

Pasukan Garuda Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indonesian Battalion (Indobatt) 03 dibawah pimpinan Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. sebagai Komandan Satgas, melaksanakanpatroli rutin water point (pengambilan air) di Ardamata untuk mendukungtugas-tugas pokok prajurit yang berada di wilayah Super Camp El Geneina, Sudan-Afrika, Minggu (30/7/2017).

Komandan Satgas Indobatt-03 disela-sela kegiatannya mengatakan bahwa pengambilan air di daerah Ardamata merupakan kegiatan pengambilan air secara rutin setiap hari, dalam pengambilan air tiga sampai empat perjalanan yang dilakukan oleh Pasukan Garuda Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, pembersihan badan, mencuci pakaian, piring, memasak sayur dan lain-lain.

Letkol Inf Syamsul Alammenyampaikan selama pengambilan air setiap hari ini, dilakukan pengawalan (escort) oleh Tim PKF(Peace Keeping Force) berjumlah 17 orang dengan didukung perlengkapanlengkap seperti rompi anti peluru (Body Armour), senjata, munisi, helm dan sarung tangan yang sesuai standar keamanan, serta kendaraan 2(dua) APC (Armoured PersonnelCarrier) 2 (dua) LC (Land Cruiser) dan 2 (dua) mobil tangki air, di bawahpimpinan seorang Komandan Peleton berpangkat Letnan Dua atau Letnan Satu, yang dilaksanakan mulai pagi hingga sore dari Indobatt-03 Camp ke Ardamata sejauh 14 Km PP (pulang-pergi).

Lebih lanjut Letkol Inf Syamsul Alam mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan harus sesuai dengan SOP(Standard Operating Procedur) agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai keinginan dan aturan yang berlaku. “Selain itu tujuannya adalah memantau situasi keamanan di kampung Ardamata dan sekitarnya, sekaligus melaksanakan kegiatan pengambilan air untuk kebutuhanhidup,” ujar Letkol Inf Syamsul Alam.

Menurut Komandan SatgasIndobatt-03, sistem pengambilan air di Ardamata ini menggunakan sistem bor tanah yang disedot (pompa) disalurkan dari pipa kemudian ditampung dipenampungan air dan tahap berikutnya adalah pemberian aluminium sulfat untuk menghilangkan sedimen berbahaya yang ada di air tersebut.

“Salah satu kendala utama yang dihadapi penduduk Sudan ini adalah kelangkaan sumber air, wilayah ini jarang sekali memiliki sumur bor dan aliran sungai, yang ada hanya genangan lumpur itupun airnya berwarna cokelatkalau musim hujan airnya tidak higienis untuk kesehatan,tandas Letkol Inf Syamsul Alam, S.E.

Panglima TNI : Program Pembangunan TIK Dukung Tugas TNI di Perbatasan dan Pulau Terluar

TNI saat ini sedang merencanakan dan melaksanakan pembangunan pangkalan-pangkalan baru di wilayah terpencil, perbatasan dan pulau terluar. Program pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari Kementerian Kominfo RI sangat membantu dan mendukung tugas pokok TNI di daerah-daerah tersebut.

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat melaksanakan video conference di Mabes TNI, Cilangkap dengan Menteri Kominfo RI Rudiantara yang berada di Pulau Miangas, Sulawesi Utara, Senin (31/7/2017).

Melalui video conference,  Panglima TNI mengatakan bahwa TNI menyambut baik dan mendukung upaya Kementerian Kominfo dalam membangun dan terus mengembangkan TIK serta Penyiaran di seluruh tanah air.

“Saya atas nama seluruh prajurit TNI mendukung yang dilakukan oleh Kemenkominfo RI tentang pembangunan dan pengembangan Teknologi Informasi Komunikasi dan Penyiaran  di pulau-pulau terluar, daerah terpencil dan perbatasan di seluruh wilayah Indonesia,” tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk konkret program Nawacita Presiden RI Ir. Joko Widodo sebagai wujud hadirnya negara di tengah masyarakat. “Ini suatu langkah yang luar biasa, karena wilayah-wilayah tersebut berperan sebagai beranda atau halaman depan Indonesia dan hal tersebut sesuai dengan Nawacita Presiden RI Joko Widodo bahwa negara hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan bahwa pemerataan pembangunan melalui program Teknologi Informasi dan Komunikasi di daerah terpencil, perbatasan dan pulau terluar sangat penting karena daerah tersebut selama ini agak tertinggal secara ekonomis.

“Program pemerataan pembangunan di bidang telekomunikasi dan informatika ini selaras dengan yang dicanangkan oleh pemerintah akan melakukan pemerataan pembangunan dan sentra-sentra yang dibuat oleh Pak Menteri tentang teknologi komunikasi informasi dan penyiaran bernilai strategis dan fundamental dalam mengembangkan ekonomi,” kata Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa pembangunan pulau terluar yang dilakukan oleh TNI memiliki peran strategis sebagai implementasi program pemerintah membangun dari pinggiran melalui peningkatan infrastruktur ekonomi sekaligus menunjang tugas pokok TNI menjaga kedaulatan Negara.

“TNI memiliki kepentingan melakukan pembangunan di pulau-pulau terluar, perbatasan dan daerah terpencil, yang terkaitan juga dengan pembukaan sentra-sentra ekonomi baru dan tempat strategis untuk mendukung program-program prioritas pemerintah yang tentunya terkait juga dengan tugas pokok TNI menjaga kedaulatan negara,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI mengucapkan selamat kepada Kementerian Kominfo RI atas  bisa terpasang dan hadirnya fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Penyiaran yaitu: Seluler 4G, Internet Broadband (Pita Lebar), Penyiaran RRI, Penyiaran TVRI di Miangas yang merupakan salah satu wilayah terpencil dan hal tersebut dapat menjadi hadiah terindah bagi masyarakat di daerah terpencil, perbatasan dan pulau terluar dalam memperingati ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kalau selama ini masyarakat Miangas melihat ke belakang laut, ke depan laut, ke kiri dan kanan gunung, namun mulai sekarang sudah bisa melihat dunia luar lewat apa yang dilakukan oleh Kemenkominfo,” pungkas Panglima TNI.