Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Reformasi Koperasi Diharapkan Jumlah Koperasi Turun, Anggotanya Meningkat

Untuk membenahi data koperasi di Indonesia, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan reformasi koperasi, yang antara lain membubarkan koperasi yang sudah tidak aktif. Seperti diketahui, hingga kini koperasi yang aktif berjumlah 152 ribuan, More »

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

LPDB Kemenkop Perkuat Modal UKM Sektor Perikanan di Sumbar

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mendukung pengembangan UKM sektor Kelautan dan Perikanan di Provinsi Sumatera Barat. Dukungan itu ditandai dengan pemberian bantuan perkuatan modal usaha melalui More »

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

DPN Peradi Kecam Penganiayaan terhadap Advokat yang Sedang Jalankan Profesinya

Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengecam terjadinya dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Advokat Hamzah Zees, pada Kamis (17/7/2017) sekitar jam 09.30 Wita. Hamzah Zees merupakan anggota Peradi dengan Nomor More »

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Lantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri

Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik 729 Perwira Remaja TNI-Polri pada tanggal 25 Juli 2017, terdiri dari 225 Perwira Remaja TNI AD, 94 orang Perwira Remaja TNI AL, dan 118 orang More »

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia Sukses Menyelenggarakan Perayaan satu Dasawarsa SMESCO

SMESCO Indonesia telah selesai menggelar perayaan Satu Dasawarsa sebagai wujud Dedikasi SMESCO untuk KUMKM Indonesia yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara yang digelar dari tanggal 18 sampai 21 Juli 2017 di Gedung More »

 

Category Archives: Polkam

Panglima TNI : Korps Baret Merah Banyak Mengukir Prestasi Tugas

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan salah satu Pasukan Khusus terbaik di dunia, banyak mengukir beberapa prestasi dan berhasil dalam melaksanakan berbagai tugas operasi, diantaranya operasi Woyla di Bangkok Thailand, pembebasan sandera di Papua dan KM Sinar Kudus di Somalia serta penugasan lainnya.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara syukuran HUT Ke-65 Kopassus Tahun 2017, dengan tema “Tingkatkan Professionalisme Guna Mewujudkan Kopassus Yang Kuat Efektif, Efisien dan Dahsyat Dan Siap Melaksanakan Tugas Pokok,” di Daerah Latihan Komando Situlembang, Bandung, Jawa Barat, Senin (17/4/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI menyatakan bahwa, pada setiap diri prajurit Korps Baret Merah mengalir darah Komando yang selalu melekat pada jiwanya, bukti kecintaan prajurit Komando bukan hanya pada raganya saja bahkan sampai hayatnya. “Apabila Sang Merah Putih dan Negara memanggil, maka dipastikan prajurit Korps Baret Merah akan rela mengorbankan jiwa dan raganya,” katanya.

Dalam acara syukuran tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Ibu Nenny Gatot Nurmantyo menyerahkan potongan tumpeng dan memberikan tali asih kepada Prajurit Kopassus yang telah rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk NKRI, yaitu Letkol Inf (Anumerta) Atang Sutrisna, Lettu Inf (Anumerta) Ahmad Kirang dan Kopda (Anumerta) Suparlan yang diwakili oleh masing-masing keluarganya, serta kepada Peltu Rabinu, Pelda Karno Oyo, Serma H.D. Hidayat dan Serma Atim.

Sementara itu, Kasad Jenderal TNI Mulyono mengatakan bahwa, keberhasilan Korps Baret Merah secara nyata telah diakui negara lain di dunia, bahkan sudah melatih di beberapa negara Asia dan Afrika. “Lakukan evaluasi kerja agar senantiasa mampu memperbaiki kekurangan dan meningkatkan prestasi yang telah dicapai di masa-masa yang akan datang,” ucapnya.

“Diusia yang ke-65, Kopassus harus dapat memanfaatkan momentum dalam merefleksi kerja keras dan pengorbanan dalam rangka pengabdian kepada bangsa dan negara serta mengevaluasi atas kinerja yang telah dilakukan selama ini,” ujar Jenderal TNI Mulyono.

Pada kesempatan yang sama, Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni menyampaikan ucapan terimakasih kepada Panglima TNI, Kasad, para Sesepuh Korps Baret Merah dan undangan atas kehadirannya di Daerah Latihan Komando Situlembang, Bandung, Jawa Barat.

Danjen Kopassus mengatakan bahwa acara syukuran tahun ini dilaksanakan di Situlembang yang merupakan daerah latihan bagi Prajurit Komando digembleng, dididik dan dilatih serta sekaligus bernostalgia bagi Sesepuh Prajurit Komando. “Dengan kehadiran Panglima TNI, Kasad dan Sesepuh Korps Baret Merah disini, menambah motivasi Prajurit Komando untuk terus menata dan berbenah diri, khususnya dalam menyiapkan generasi penerus yang lebih baik,” harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, diantaranya Irjen Kemhan Letjen TNI Agus Sutomo, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Dankodiklat TNI AD Letjen TNI Agus Kriswanto, para Asisten Panglima TNI, Pangkotama, para Komandan Satuan, mantan Danjen Kopassus dan Sesepuh Korps Baret Merah.

Panglima TNI : Para Kyai dan Ulama Turut Berperan Aktif Berjuang Merebut Kemerdekaan

Para Kyai dan Ulama turut berperan aktif berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bersifat Kedaerahan dan tidak disuatu tempat saja melainkan diseluruh wilayah Indonesia. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dihadapan 10.000 Santri Pondok Pesantren Buntet pada acara Haul Al-Marhumin Sesepuhan Warga Pondok Buntet, di Desa Mertapada Kulon, Kec. Astanajapura, Kab. Cirebon, Jawa Barat, Sabtu malam (15/4/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, sejarah tidak bisa terpisahkan antara Ulama, para Santri dan TNI adalah peristiwa 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. “Bangsa Indonesia merdeka karena peran aktif para Kyai dan Ulama bersama-sama dengan umat agama lain, berbagai macam suku berjuang bersama-sama sehingga Indonesia menjadi bangsa yang hebat dalam meraih kemerdekaan,” katanya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwa perjuangan para ulama dan TNI pertama dipimpin Jenderal Sudirman, pada masa itu oleh anak buahnya dipanggil Kyai. “TNI tidak bisa terlepas dari para Kyai dan para Ulama serta Santri,” ucapnya.

Panglima TNI juga menyatakan bahwa, bangsa Indonesia sudah mulai membentuk kelompok-kelompok, ada yang merasa hebat sendiri, merasa paling mendirikan bangsa ini. “Inilah yang harus kita waspadai, adanya kelompok yang paling merasa benar, paling hebat, tidak seperti ulama yang bersatu padu bersama agama lainnya dan bangkit pada saat bangsa membutuhkannya,” tegasnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menyampaikan bahwa, dalam mengisi kemerdekaan dan mempertahankan NKRI agar tetap berdiri teguh dan tidak membedakan agama satu dengan yang lainnya. “Negara Indonesia adalah mayoritas beragama Islam yang benar-benar demokrasi dalam mengajarkan kebaikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI berharap momentum Haul ini untuk membangkitkan kebersamaan sesama Ulama dan Santri yang turut berperan berjuang merebut kemerdekaan. “Jangan sia-sia kan mereka, kita lanjutkan perjuangan dengan bergandengan tangan agar bangsa Indonesia tetap aman, tenteram dan hidup dalam sendi-sendi Pancasila,” ungkapnya.

Diakhir sambutannya Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, Santri dan Ulama mempunyai peran yang sangat penting dalam merebut kemerdekaan Indonesia, bersama komponen bangsa lainnya, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang hebat hingga saat ini.

Turut hadir pada acara tersebut antara lain Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., Kapusbintal TNI, K.H. Anas Arsyad (pengasuh Ponpes Buntet) juga sebagai dewan pengawas Ponpes Buntet Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) dan para sesepuh dan warga Buntet Pesantren 2017.

Kasum TNI : Sudah Saatnya Indonesia Kelola Laut Untuk Kemakmuran Rakyat

Pemanfaatan potensi laut Indonesia masih terkendala karena hanya fokus pada ikan dan pengelolaannya masih tradisional serta minim teknologi, hal ini yang menjadikan pemanfaatan potensi laut belum optimal. Oleh karenanya, sudah saatnya bangsa Indonesia mengelola sumber daya laut untuk kemakmuran rakyat.
Hal tersebut disampaikan Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. saat memberikan pembekalan kepada 145 Perwira TNI AL pada acara Penataran Kemampuan Teritorial (Tarpuanter) TNI AL Tahun Anggaran 2017 tentang Ketahanan Pangan Aspek Kemaritiman, di Gedung Gading Marina Inkopal, Jl. Boulevard Barat Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (13/4/2017).

“Indonesia sampai saat ini dikenal sebagai negara agraris dan sebagai negara maritim, yang memiliki sumber pangan relatif berlimpah, namun sampai saat ini masih mengandalkan sumber pangan dari darat, sedangkan potensi laut belum optimal diberdayakan,” tambah Kasum TNI.

Menurut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, Indonesia memiliki potensi laut yang sangat melimpah, dengan 60% penduduk tinggal di pesisir, memiliki luas perairan 5,8 juta km2 yang terdiri dari 2,5 juta km2 ZEE, 13,7 juta Ha Perairan Umum dan 4,3 juta Ha Daerah Potensial untuk perikanan. “Kesemuanya itu menjadi potensi yang perlu diberdayakan dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan dan kemakmuran bangsa,” katanya.

Lebih lanjut Kasum TNI menjelaskan bahwa, Indonesia terletak di posisi yang sangat strategis, yaitu berada di tengah salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia, di antara dua samudera dan dua benua. Menurutnya, sebagai negara maritim, Indonesia harus menegaskan dirinya sebagai poros maritim dunia, sebagai kekuatan yang berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. “Posisi sebagai poros maritim dunia membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun kerja sama regional dan internasional bagi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang akan mendorong perwujudan kedaulatan pangan maritim,” ungkapnya.

“Jika kita mampu mendayagunakan segenap potensi ekonomi kelautan, maka diyakini bahwa bidang kelautan tidak hanya mampu mengeluarkan bangsa ini dari persoalan kemiskinan dan pengangguran, tetapi juga dapat menghantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, makmur dan bermartabat,” ujar Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.

Kasum TNI juga menjelaskan bahwa, kedepan harus terus mengupayakan peningkatan nilai tambah industri perikanan, melalui ekstensifikasi produk perikanan dengan memperbanyak jumlah sentra produksi perikanan dan kelautan, peningkatan aksesibilitas daerah tangkapan baru, menambah lahan dan sentra produksi budi daya baru serta menambah jenis produk perikanan dan kelautan.

“Kita semua harus optimis dan mampu menghadapi segala tantangan yang ada untuk memperjuangkan peluang besar keberhasilan menuju kedaulatan pangan maritim dan daya saing bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang,” ucap Kasum TNI.

Diakhir pembekalannya Kasum TNI menegaskan kepada seluruh peserta untuk mempedomani hal-hal sebagai berikut : Pertama, mampu menjadi pelopor dalam memberikan kontribusi keilmuan terhadap kedaulatan pangan maritim dan daya saing bangsa. Kedua, mengembangkan kerja sama riset dalam mendorong perwujudan kedaulatan pangan maritim dan Ketiga, kualitas sumber daya manusia perlu diimbangi dengan penguatan mental ideologi, cinta tanah air dan nasionalisme untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang yang berdaya saing tinggi.

Panglima TNI : TNI Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pembangunan nasional yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, maka negara harus menggali sumber dana dari dalam negeri berupa pajak karena peranan pajak sangat penting dalam rangka pemerataan pembangunan demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Indonesia mempunyai peluang untuk menaikkan pendapatan negara dari pajak, karena pertumbuhan ekonomi di Indonesia sepuluh tahun terakhir rata-rata terus meningkat termasuk peningkatan cadangan devisa. Oleh sebab itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap mendukung semua pertumbuhan ekonomi,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan 53 peserta pelatihan Leadership Development Program (LDP) pejabat Eselon II Direktorat Jenderal Pajak, bertempat di The Highland Park Resort Hotel Bogor Jln. Kp.Sinarwangi, Sukajadi, Kec. Taman Sari Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/4/2017).

“Kondisi perekonomian Indonesia sampai saat ini masih terbilang cukup baik, di tengah-tengah kondisi perekonomian global. Oleh karena itu, kita harus tahu bagaimana menyikapinya dan bekerja lebih keras lagi,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di garis ekuator memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan energi. “Kondisi seperti ini yang menyebabkan negara-negara lain iri terhadap Indonesia, sehingga dapat menimbulkan ancaman dari luar,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pudjihastono, Pangdam III/Slw Mayjen TNI Muhammad Herindra dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.

Panglima TNI : KRI RE Martadinata-331 Perkuat Pertahanan dan Keamanan Laut Indonesia

Peresmian KRI Raden Eddy (RE) Martadinata-331 oleh Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Dermaga Pondok Dayung TNI AL, Jakarta Utara, Jumat (7/4/2017), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kehadiran KRI RE Martadinata-331 akan memperkuat pertahanan dan keamanan laut Indonesia.

Usai acara peresmian, dihadapan awak media Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa, kehadiran KRI RE Martadinata-331 adalah untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia, dilengkapi dengan peralatan sesuai tuntutan fungsi sebagai kapal perang. “Kapal KRI RE Martadinata-331 ini dilengkapi dengan persenjataan anti kapal permukaan, anti bawah air dan anti serangan udara serta mampu melaksanakan perang elektronika,” katanya.

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa, KRI RE Martadinata-331 merupakan kapal pertama proyek kapal SIGMA 10514 PKR (Perusak Kawal Rudal) yang pembangunannya dilakukan oleh DSNS dan PT PAL Surabaya, pemotongan alat baja pertama dilakukan di Vlisingen Belanda dan peletakan tunas dilakukan di PT PAL. KRI ini merupakan kapal Fregat kombatan utama TNI AL pertama yang dibangun di galangan kapal dalam negeri.

Saat peresmian Menhan RI mengatakan bahwa, KRI RE Martadinata-331 merupakan tuntutan organisasi untuk mengantisipasi ancaman yang terjadi akibat adanya perkembangan lingkungan strategis dan nilai strategis perairan Indonesia. “Perairan Indonesia memiliki nilai strategis bagi negara-negara di dunia, oleh karena itu dengan masuknya KRI RE Martadinata ke jajaran TNI AL harus mampu mendukung terciptanya stabilitas keamanan kawasan dan dapat mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujarnya.

KRI RE Martadinata memiliki panjang 105 meter, lebar 14 meter, draf termasuk sonar 4,23 meter, full load 5,72 meter, dengan bobot penuh 2.946 ton dan mampu melaju hingga kecepatan 28 knot. Kapal ini menerapkan teknologi siluman (Stealth) yang mengeleminasi tampakan kapal dari layar sensor kapal musuh, kehadirannya akan memperkuat jajaran satuan kapal eskorta TNI AL serta dikukuhkan sebagai kapal pimpinan atau Flagship.

Persenjataan yang dimiliki KRI RE Martadinata-331 antara lain Meriam Utama OTO Melara 76 mm Super Rapid Gun, Rudal Exocet MM 40 Block 3 dengan jarak jangkauan sejauh 180-200 km, Rudal anti serangan udara Mica berdaya sergap sasaran sejauh 20-25 km dengan ketinggian 9.144 meter, pengecoh Rudal Terma SKWS DLT-12T dan Torpedo A-244S yaitu jenis torpedo ringan berpandu yang dapat mengejar sasaran di perairan dangkal serta Meriam Close In Weapon System (CIWS) millenium 35 mm untuk menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat.

Turut mendampingi Menhan RI diantaranya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., Irjen Kemhan RI Letjen TNI Agus Sutomo dan Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia.

YSNB, Aliansi Kebangsaan dan FKPPi Akan Gelar Seminar Minimalisasi Ancaman Nonmiliter di Indonesia

Ancaman nonmiliter seperti serangan ekonomi, budaya, idiologi, cyber, dan sebagainya dapat menghancurkan sebuah bangsa tanpa satu peluru pun terlepas. Sayangnya ancaman serangan nonmiliter tersebut diabaikan. Baik oleh pemerintah maupun militer hingga kini belum melakukan koordinasi bersama guna menghadapinya. Padahal ancaman tersebut nyata, dengan contoh nyatanya kehancuran negara adidaya Uni Soviet beberapa waktu lalu.

Masih ada anggapan di sebagian besar masyarakat yang memandang sebelah mata ancaman nonmiliter tersebut, bagi kelangsungan hidup bernegara. Mereka hanya menganggap ancaman militer sebagai ancaman yang mampu menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Padahal NKRI diraih bukan sebatas lokalitas fisik namun juga lokalitas mental. Sebagai ‘mahluk’ yang tidak bersifat abadi, NKRI harus terus dirawat dan dijaga dari setiap bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG), baik yang datang dari dalam sisi militer maupun non militer.

Memahami adanya problematika krusial tersebut, Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) bersama Aliansi Kebangsaan dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) berniat menyelenggarakan Diskusi Panel Serial (DPS) selama kurang lebih 1,5 tahun agar setiap warga negara bersama memahami situasi yang ada, untuk bergerak bersama menjembatani problematika yang terjadi. Kebersamaan seluruh elemen anak bangsa, diharapkan akan mampu meminimalisasi dampak ATHG yang ada, serta dapat mengutamakan kepentingan nasional.

Seminar akan dimulai pada hari Sabtu, 8 April 2017 di Merak Room, Jakarta Convention Center (JCC), Jl. Gatot Subroto, Jakarta 10270. Untuk selanjutnya dilaksanakan setiap Sabtu Minggu pertama setiap bulan. Sebagai Keynote Speaker dan pembuka rangkaian seminar akan dilaksanakan oleh Menteri Pertahanan, Jendral TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu.

Dalam Pra Launching DPS yang diselenggarakan di Universitas Indonesia (5/4), Ketua YSNB, Aliansi Kebangsaan, dan FKPPI Pontjo Sutowo, menyatakan jika tujuan utama yang ingin dicapai YSNB, Aliansi Kebangsaan, FKPPI dan dalam menyelenggarakan DPS ini, adalah untuk mendorong timbulnya perhatian terhadap pentingnya peranan sektor sipil dalam rangka penyiapan, perencanaan, pengorganisasian, pengendalian Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta. Selain itu juga meningkatkan Ketahanan Nasional untuk mewujudkan Cita-Cita Nasional. Terakhir, untuk meningkatkan kesiapan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta dalam wujud keterpaduan antara komponen militer dan komponen sipil pada khususnya, dalam rangka menghadapi berbagai berbagai ATHG yang ada.

“Dalam Diskusi Panel Serial (DPS) ini, YSNB dan Aliansi Kebangsaan akan menginventarisasi ATHG yang ada di setiap bidang kehidupan bernegara. Selanjutnya akan menghadirkan pembicara yang sangat berkompeten dalam permasalahan-permasalahan tersebut dalam upaya adanya tindakan-tindakan untuk dapat mengatasinya. Rangkaian diskusi ini akan dihadiri seluruh elemen anak bangsa yang konsen akan perkembangan dan kemajuan Indonesia. YSNB bersama Aliansi Kebangsaan juga menghadirkan Tim Perumus yang profesional, agar hasil diskusi nantinya dapat menjadi sebuah sumbang saran bagi pemerintah, dalam menyikapi gentingnya persoalan-persoalan yang ada,” kata Pontjo Sutowo.

Tidak tanggung-tanggung, DPS akan mengundang seluruh unsur Pemerintah, Intelektual, dan Swasta agar dapat hadir dalam diskusi ini. Baik sebagai narasumber ataupun peserta tetap, agar mereka mampu memberi masukan yang diperlukan untuk menghadapi ATHG secara bersama.

Tentang Panitia DPS 2017-2018

Panitia DPS 2017-2018 merupakan gabungan dari Aliansi Kebangsaan, Yayasan Suluh Nuswantara Bakti, dan Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan-Putra Putri TNI Polri (FKPPI).

Panitia DPS 2017-2018 juga didukung oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu dan tokoh-tokoh nasional berpengalaman yang tergabung di dalamnya, yaitu antara lain: H. Pontjo Sutowo, Dr. Yudi Latif, H. Ahmad Zacky Siradj, Dr. Saafroedin Bahar, Ansel da Lopez, Iman Sunario, Nurrachman Oerip, Dr. Bambang Pharma, Ir. Bagiono Djokosumbogo, Herawati Susetyo, Irawan Djoko Nugroho, Mayjen TNI (Purn) IGK. Manila, Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri, Dr. Dirgo S. Purbo, Jendral TNI (Purn) Djoko Santoso, Marsdya TNI (Purn) Ian Santoso Perdanakusuma.**Ng

Panglima TNI Cek Langsung Pelanggaran Kedaulatan Negara di Wilayah Anambas dan Natuna

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI L. Pusung, dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Soemantri, mengecek secara langsung server dan kabel fiber optik bawah laut milik perusahaan telekomunikasi PT. Sacofa asal Malaysia yang melanggar kedaulatan NKRI di Desa Tarempa Barat, Kec. Siantan Kab. Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Kamis (6/4/2017).

Terkait pelanggaran yang dilakukan perusahaan telekomunikasi tersebut, Panglima TNI langsung memerintahkan Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Johan Wahyudi S.E. untuk menyegel dan menghentikan operasional PT Sacofa, karena belum memiliki ijin dari pemerintah RI sehingga melanggar hukum dan aturan internasional terkait keamanan suatu negara.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, bahwa penghentian operasional perusahaan telekomunikasi tersebut sudah sesuai dengan Undang-Undang Internasional Nomor 1 Tahun 1983, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) tahun 1982 yang diratifikasi menjadi Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985.

“Dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985 tertuang bahwa negara kepulauan memberikan kesempatan untuk memasang kabel bawah laut dan perusahaan yang menggelar kabel bawah laut harus mengurus perizinan dari negara bersangkutan,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI menjelaskan bahwa, kabel fiber optik milik PT. Sacofa yang melintang di bawah laut RI dapat membahayakan sistem keamanan dan kedaulatan negara. “Kabel fiber optik dan server dapat langsung terhubung ke satelit bila ada tambahan perangkat lain sehingga bisa menyensor seluruh getaran, baik yang ada dipermukaan maupun kapal selam,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, operasional PT Sacofa sebenarnya telah berakhir pada 26 November 2016 dan sudah diputuskan untuk penghentian ‎operasionalnya, namun pada tanggal 23 Maret 2017 beroperasi kembali. “Dari Kemenkopolhukam sudah menyampaikan bahwa perusahaan ini tidak boleh beroperasi lagi karena masalah ini menyangkut kedaulatan Negara, dan kedaulatan negara adalah urusan TNI,” katanya.

Menurut Panglima TNI, Pulau Anambas dan Natuna merupakan pulau yang lokasinya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia. “Tentara Nasional Indonesia wajib melindungi agar kedaulatan NKRI tetap terjaga,” pungkasnya.

203 Prajurit Ikuti Kenaikan Sabuk hitam DAN I Yoong Modo

Sedikitnya 203 prajurit dari satuan segarnisun Banda Aceh yaitu Yon Armed 17/RC, Yonkav 11/Srb, Yon Zipur 16/DA, Yonif Raider 112/DJ serta Bekangdam IM, mengikuti ujian kenaikan sabuk hitam DAN I Bela Diri Militer (BDM) Yoong Modo di Lapangan Tennis Indoor Jasdam, Neusu, Banda Aceh, Selasa (21/3/17).

Mayor Asep dari Dinas Jasmani Angkatan Darat (Disjasad) selaku ketua tim penguji mengatakan, adapun materi yang diujikan untuk menyandang Dan I ( Sabuk Hitam ) yaitu meliputi , Sogi ( Kuda-kuda ), Kodgi ( Langkah ),Nakbob ( Jatuhan ), Jumok ( Pukulan ), Tendangan ( Balchagi ), Sonkisul ( Keahlian Tangan ), Momkisul ( Bantingan ).

“Keseluruhan materi yang diujikan merupakan suatu rangkaian kegiatan dan dijadikan dasar untuk menentukan apakah seseorang layak memperoleh sabuk hitam yongmoodo,” katanya.

Ia menyatakan, sesuai ketentuan yang berlaku di jajaran TNI AD memberlakukan setiap prajurit harus berlatih dan menyandang Dan I ( sabuk hitam ) Yongmoodo, serta sebagai syarat wajib untuk kenaikan pangkat.

Mayor Asep menyatakan, tanggung jawab yang diemban penyandang sabuk hitam DAN I sangatlah berat. “Untuk itu, setelah mendapat titel Dan I harus terus berlatih di asah kemampuannya agar semakin bagus dan percaya diri,” pesannya kepada peserta ujian kenaikan sabuk.

Sementara itu, Kepala Jasmani Kodam Iskandar Muda, Kolonel Inf Akhayari, SIP mengatakan setelah mendapat titel Dan I dari uji kenaikan sabuk ini, Kolonel Inf Akhayari, SIP berharap para prajurit-prajurit Kodam Iskandar Muda akan dapat diperoleh atlit-atlit yang akan dipersiapkan dalam rangka PON maupun Sea game. Karena Yongmodo sudah masuk cabang olahraga yang diperlombakan.

“Apalagi adanya program Sanggamara Bangkit yang dicetuskan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman. Pangdam meminta agar satuan jajaran Kodam Iskandar Muda mampu berbuat yang terbaik untuk kemajuan TNI Angkatan Darat, khususnya di Kodam Iskandar Muda,” Ucap Kajasdam.

“Sehingga di 2017 ini, Kodam Iskandar Muda mampu berbuat yang terbaik,” tutup Kepala Jasmani Kodam Iskandar Muda, Kolonel Inf Akhayari, SIP.

Panglima TNI : Pemimpin Harus Peduli, Kreatif dan Inovatif

Pemimpin harus mampu melatih prajuritnya secara profesional dengan tetap memperhatikan  standar keselamatan disertai metode latihan lapangan yang kreatif, inovatif dan sesuai tahapan yang benar.

Hal tersebut dikatakan  Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 1.282 peserta Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan (Rabiniscab) TNI Angkatan Darat Tahun 2017 di Lapangan Yudha Wastu Pramuka, Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Bandung, Jawa barat, Rabu (15/3/2017).

Panglima TNI menyatakan bahwa, seorang pemimpin selalu mendampingi anak buanya dalam setiap  kegiatan, sehingga dituntut harus memiliki kemampuan ketrampilan sebagai seorang pemimpin. “Bagaimana kita mau latihan berenang bersama prajurit, kalau kita tidak bisa berenang, pemimpin harus bisa berdiri di depan, di belakang dan di tengah-tengah anggota pada semua kegiatan”, tegasnya.

“Kehadiran pemimpin hendaknya sebagai solusi bukan menjadi beban, pemimpin harus peka dan peduli terhadap anak buahnya sehingga mengetahui permasalahan yang dihadapi anggotanya dan mampu mencarikan jalan keluarnya,” imbuh Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa, pemimpin harus mampu menyiapkan prajuritnya melaksanakan tugas diplomasi militer untuk menjadi prajurit yang profesional dan hebat, yang akan tergabung dalam Kontingen Garuda pada misi PBB. “Seleksi prajurit untuk pasukan Kontingen Garuda dilakukan berdasarkan p enilaian yang obyektif agar diperoleh prajurit yang terbaik, sehingga satuan  yang bertugas tersebut dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa, seorang pemimpin harus berani menegakkan aturan tanpa diskriminasi serta dapat menunjukkan  kesamaan antara perkataan dan perbuatan.”Seorang pemimpin harus adil dalam menegakkan aturan serta bisa menjadi contoh tauladan bagi anak buahnya,” katanya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam pengarahannya menginstruksikan kepada para peserta Rabiniscab agar selalu memiliki niat dan komitmen yang dilandasi rasa tulus dan ikhlas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.  “Lakasanakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, walaupun hasilnya belum menjadi yang terbaik tetapi selesaikan dengan kemampuan yang maksimal,”tegasnya.

Di akhir pengarahannya Panglima TNI menyampaikan salam kepada seluruh prajurit  dan PNS TNI dimanapun bertugas dan berada karena Pamglima TNI sangat bangga terhadap mereka, untuk itu pimpinlah mereka dengan hati nurani dan pikiran serta dedikasi yang tinggi, agar mereka dapat  melaksanakan tugas pokok TNI dengan baik. ”Saya menginginkan setiap prajurit dan PNS TNI memiliki moril yang tinggi, agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Peserta Rabiniscab TNI AD diikuti 1.282 orang terdiri  dari para Danrem, Dandim, Komandan Batalyon dan Komandan Operasional Bin /Ops satuan kerja di Jajaran TNI Angkatan Darat.

Turut hadir pada acara Rabiniscab TNI AD tersebut antara lain, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Dankodiklatad Letjen TNI Agus Kriswanto, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI, Danpom TNI dan Danpussenif TNI AD. 

Kesebelasan Konga FC Menang Dalam Pertandingan Persahabatan

Untuk menjalin silahturahmi dengan Kontingen lainnya, personel Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-C/Minusca (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central Africa Republic) dibawah pimpinan Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos., melaksanakan pertandingan Sepak Bola Persahabatan melawan kesebelasan Kontingen Bangladesh di Lapangan Bola Garuda Camp Afrika Tengah, Selasa (14/3/2017).

Pertandingan Konga FC dan Bangladesh FC dimulai pada pukul 15.00 waktu Afrika Tengah. Pada Kesempatan ini Team dari Konga dipimpin oleh Kapten Team Praka Anton Tapun dan Bangladesh dipimpin oleh Kapten Team Pvt Abdullah.

Di babak pertama Kesebelasan Konga FC berusaha menekan pertahanan Kesebelasan Kontingen Bangladesh. Pada menit ke-15, Pratu Juwadi memecah kebuntuan dengan mencetak Goal berkat kerja sama yang baik dengan gelandang serang Praka Ali Rahman. Skor berubah 1-0 untuk kemenangan Konga FC.

Di menit awal babak kedua Kesebelasan Bangladesh terus menekan pertahanan Konga FC tetapi masih bisa dibendung oleh Bek Kesebelasan Konga FC. Dan berkat skill penjaga gawang yang bagus Praka Irwan Kusnandar, skor tidak berubah sampai dengan peluit wasit di tiup tanda akhir pertandingan.

Disela-sela pertandingan, pelatih Kesebelasan Konga FC Kapten Mar Febri Firmansyah mengucapkan sangat bangga kepada Kesebelasan Konga FC, walau di tengah-tengah pekerjaan yang padat masih bisa menunjukkan semangat bertanding yang baik.