Rayakan HUT ke-11, LPDB KUMKM Miliki Dirut Baru

Rayakan HUT ke-11, LPDB KUMKM Miliki Dirut Baru

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop dan UKM memasuki usia yang ke-11. Di hari jadinya ini, 18 Agustus sebelas tahun lalu, tercatat sejak 2008-2017, LPDB telah berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp More »

Tim Trans-TV dan LPDB Menangi Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja

Tim Trans-TV dan LPDB Menangi Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja

Tim B Trans TV dan Tim B LPDB berhasil merebut Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja 2017 yang diselenggarakan Forum Wartawan Koperasi [Forwakop]. Kedua tim itu berhasil menyisihkan 24 tim media More »

LPDB Gelontorkan Dana Bergulir Rp 35 M untuk Propinsi Kaltim

LPDB Gelontorkan Dana Bergulir Rp 35 M untuk Propinsi Kaltim

Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur merupakan kabupaten yang memiliki potensi luar biasa menarik di bidang pariwisata, pertambangan, perkebunan dan lain-lain. Di bidang pariwisata ada Pulau Derawan, Maratua, Tanjung Batu, Pelabuhan Cermin dan More »

Aroma Cake Buah Naga, Oleh-oleh Paling Rekomen dari Batam

Aroma Cake Buah Naga, Oleh-oleh Paling Rekomen dari Batam

Aroma Cake Buah Naga adalah oleh-oleh asli Batam, yang menawarkan makanan sehat dan bergizi, karena terbuat dari sari buah naga merah yang sangat mudah di jumpai di kota Batam. Selain nikmat, Cake More »

Forwakop Gelar Turnamen Tenis Meja Piala Menkop dan UKM

Forwakop Gelar Turnamen Tenis Meja Piala Menkop dan UKM

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) akan menggelar turnamen tenis meja 2017 memperebutkan Piala Menteri Koperasi dan UKM  Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Gedung SMESCO Indonesia,  Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017) pukul 08.00 – selesai. Ketentuan turnamen tenis meja adalah pesertanya More »

 

Category Archives: Serba-Serbi

Letkol Laut (P) Aminuddin Albek, SE Jabat Dansatkamla Lantamal III

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H., menyerahkan Jabatan Komandan Satuan Keamanan Laut (Dansatkamla) Lantamal III kepada Letkol Laut (P) Aminuddin Albek, SE., di Ruang Serbaguna Markas Komando (Mako) Lantamal III Jakarta, Jalan Gunung Sahari No. 2 Jakarta Utara, Senin (20/02).

Danlantamal III dalam sambutannya pada Upacara Penyerahan Jabatan Dansatkamla Lantamal III menegaskan bahwa dihadapkan pada perkembangan lingkungan strategis yang penuh dengan permasalahan yang semakin berat dan kompleks keberadaan Lantamal III di Ibu Kota Negara yang memiliki pelabuhan laut terbesar yaitu Pelabuhan Tanjung Priok dan pelabuhan-pelabuhan penunjang lainnya di sekitar Jakarta yang merupakan urat nadi perekonomian nasional, membawa konsekuensi terhadap adanya tuntutan jaminan keamanan laut.

Untuk itu Satkamla harus mampu bersikap dan bertindak tegas secara proporsional dan profesional dalam menghadapi segala kemungkinan perkembangan yang terjadi. Dengan demikian personel Satkamla Lantamal III dituntut harus menjadi prajurit matra laut yang benar-benar memahami tugas dan kewenangan yang melekat sehingga tidak ragu-ragu dalam setiap pengambilan keputusan.

“Dalam mengemban tugas baru sebagai Komandan Satkamla Lantamal III, saya berharap agar kepercayaan ini benar-benar dapat mendorong motivasi dan kreativitas serta dedikasi dan loyalitas yang tinggi bagi terwujudnya Lantamal III yang lebih baik,” kata Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H.

Letkol Laut (P) Aminuddin Albek, SE adalah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 44 yang sebelumnya berdinas sebagai Pabandya di Srena Mabesal Cilangkap dan telah memiliki berbagai pengalaman penugasan baik di KRI maupun di Staf.

Upacara penyerahan Jabatan Dansatkamla Lantamal III itu dihadiri oleh Wadan Lantamal III Jakarta Kolonel L:aut (P) Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E, para Asisten Danlantamal III, Kadis/Kasatker Lantamal III, perwakilan Perwira dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Lantamal III.

Panglima TNI : Jalin Hubungan Hakiki Antara Komandan dan Bawahan

Hubungan batin antara Komandan dan bawahan, para prajurit Komando harus lebih menyatu agar terjalin hubungan yang hakiki dalam setiap melaksanakan tugas. Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan 1.300 prajurit Kopassus di Gedung Balai Komando, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017).

Panglima TNI menyampaikan bahwa, Prajurit TNI harus menjalin hubungan antara Komandan dengan bawahan, apapun juga hal itu terikat sumpah yang harus ditegakkan. “Para Komandan satuan jangan sekali-kali menyakiti hati anak buahnya,” tegas Panglima TNI.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, setiap prajurit TNI telah disumpah menurut agamanya masing-masing diantaranya, taat pada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan. “Yang berhak memerintah kamu adalah atasanmu, kalau kamu membantah perintah pasti akan celaka,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menjelaskan bahwa, ledakan jumlah penduduk dunia yang meningkat tajam dan diprediksi akan mencapai angka delapan miliar. Sedangkan menurut para peneliti, populasi ideal penduduk dunia sekitar tiga s.d. empat miliar untuk dapat hidup dengan layak, namun realitasnya saat ini jumlah penduduk dunia sudah overload. “Posisi Indonesia yang berada di Ekuator memiliki kelebihan sumber daya alam dan energi, hal ini akan menimbulkan ancaman dari luar,” jelasnya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, pada era globalisasi saat ini, kemajuan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu pesat, seakan dunia tanpa batas dan ruang. “Saat ini peperangan sudah menggunakan IT, bukan lagi diserang dan dijajah dengan menggunakan kekuatan senjata seperti jaman dahulu,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Aster Panglima Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., Aslog Panglima TNI Marsda TNI Nugroho Prang Sumadi, Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar H. Hutagaol, Asops Kasad Mayjen TNI George Elnadus Supit dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.

Wadan Lantamal III Serahkan Flat/Rusunawa TNI AL Sunter Kepada 33 Perwira Untuk Segera Dihuni

Wakil Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Wadan Lantamal) III Jakarta Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E. mewakili Danlantamal III Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana S.H. menyerahkan Flat/Rusunawa TNI Angkatan Laut Sunter kepada 33 Perwira TNI AL untuk segera dihuni bertempat di Ruang Rapat Markas Komando (Rupat Mako) Lantamal III  Jalan Gunung Sahari Raya No 02 Ancol Jakarta Utara, Selasa (10/01).

Ke-33 perwira yang terpilih untuk menghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Sunter itu berdinas di Kotama TNI AL Wilayah Jakarta antara lain Mabesal, Koarmabar, Kolinlamil dan Lantamal III.

 Dalam sambutannya Wadan Lantamal III mengucapkan selamat bagi mereka yang mendapat Rusunawa karena telah terpilih dari sekitar 70 nama yang masuk sebagai pemohon sehingga masih banyak yang antri untuk mendapatkan Rusunawa. Untuk itu setelah pembagian kamar dan penyerahan kunci diharapkan agar para calon penghuni segera menempati Rusunawa tersebut sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

“Setelah menempati segera dipilih pengurusnya di tiap lantai. Nanti yang ditunjuk atau yang dituakan baik di lantai 1, 2 dan 3 mohon menjadi panutan untuk bisa mengayomi dan memecahkan masalah yang dihadapi warganya seperti kebersihan, keamanan dan sebagainya. Juga bagi yang mutasi dinas keluar Jakarta untuk segera mengembalikannya agar Rusunawa bisa ditempati oleh perwira lain yang membutuhkan tempat tinggal, ” kata Kolonel Laut (P) Umar Arief, S.E.

Selanjutnya para calon penghuni Rusunawa  Sunter mendapat pencerahan dari Asintel Lantamal III yang diwakili oleh perwiranya terkait dampak kerawanan yang mungkin timbul tinggal di Rusunawa serta solusi dan antisipasi dalam menghadapinya. Dilanjutkan pengarahan dari Kadiskum dan Kadisminpers Lantamal III terkait peraturan hukum dan consignes menempati Flat/Rusunawa.

Hadir pada acara tersebut Asisten Personel Danlantamal III  Kolonel Laut (KH) Untung SM, M.AP  dan para Kadis Lantamal III.

Anggota Koramil Koja Gotong Royong Benahi Halaman Makoramil

Anggota Koramil 01/Koja, Kodim 0502/JU melaksanakan korve pembenahan Makoramil agar tampak indah dan asri yang berlokasi di Jalan Tanah Merah, Rawabadak Selatan, Koja. Senin (09/01/2017).

Di sela-sela kesibukan, anggota Koramil 01/Koja melaksanakan korve yang di pimpin langsung oleh Danramil untuk membenahi halaman makoramil agar tampak indah dan asri.

Dalam Kegiatan ini pembenahan yang dilakukan seperti, membangun gapura dan perbaikan pagar.

Hal ini dilakukan dengan penuh semangat oleh para anggota mengingat kegiatan tersebut di lakukan bersama-sama sehingga tampak keceriaan dan kekompakan di antara para anggota yang selama ini di sibukan oleh kegiatan di masing-masing wilayah.

” Tempat ini merupakan tempat kita bersama maka dari itu harus kita rapikan agar dipandang indah dan asri ” tutur Danramil 01/Koja Mayor Arh Sahala Sitorus, S.T kepada para anggota sambil tersenyum.

Beliau juga menekankan agar para anggota sesuai dengan perintah harian Panglima TNI agar patuhi kedinasan guna menghindari dan jangan lakukan pelanggaran sekecil apapun, oleh karna itu kita harus buktikan kalau Koramil 01/Koja tetap exist.

Panglima TNI : Jadikan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Dalam Kehidupan Prajurit

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya telah memberikan banyak teladan bukan hanya teladan bagi istri dan anaknya, tetapi juga sebagai Imam bagi umatnya dan juga panglima perang bagi prajuritnya, serta tokoh bagi masyarakat dalam memimpin pemerintahan.

 
Hal tersebut disampaikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan Prajurit dan PNS TNI serta Ibu-Ibu Dharma Pertiwi dilingkungan Mabes TNI pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H, bertempat di Masjid Panglima Besar Jenderal Sudirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (9/01/2016).
 
Menurut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, tema Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H “Melalui Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H, Kita Jadikan Keteladanan Rasulullah Guna Mewujudkan TNI Yang Kuat dan Profesional serta Dicintai Rakyat,” sangat selaras dengan Kemanunggalan TNI-Rakyat.
 
“Kalau kita benar-benar ingin melakukan revolusi mental pada diri kita masing-masing, maka tidak ada alternatif lain kecuali meneladani perilaku Nabi Muhammad SAW guna mewujudkan TNI kuat, hebat dan profesional serta dicintai rakyat,” ujarnya.
 
Mengakhiri sambutannya Panglima TNI mengajak seluruh jamaah agar selalu bersyukur, karena masih diberi kesempatan untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. “Bukan hanya yang mengumpulkan, yang memberi makan dan minuman, tetapi kita bergembira mengikuti Maulid Nabi dengan harapan mendapat pahala dari Allah SWT,” ucapnya.
 
Sementara itu, Ir. Habib Nabil Fuad Al-Munawwa M.Si. dalam ceramahnya menyampaikan antara lain bahwa, salah satu Hadist Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa, sepanjang ada sekelompok orang yang hadir di majelis ilmu dan membaca Alquran serta mendengarkan satu ataupun dua ayat Alquran maupun hadist Nabi  Muhammad SAW, maka kelompok orang tersebut akan diberikan ketenangan. Oleh karenanya, kuatkan hubungan kita dengan Allah SWT.
 
Turut hadir dalam Maulid Nabi Muhammad SAW 1348 H diantaranya, Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Prihadi Agus Irianto, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto dan Kapusbintal TNI Laksma TNI Ir. Daradjat Hidajat, M.A.P.

Perkuat Kerjasama, ACT dan IHH Serius Tanggapi Isu Fitnah

Insani Yardim Vakfi atau IHH, badan kemanusiaan internasional berpusat di Turki menyatakan takkan berdiam diri atas beredarnya tuduhan pihaknya terlibat bantuan teroris di Suriah. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal IHH, Yavus Dede, kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) saat bertemu dalam pengukuhan kerjasama antar ACT dengan IHH, di kantor IHH di Istanbul, Jum’at (30/12).

Yavus menjelaskan, pihaknya juga mendapatkan informasi serta terus memantau perkembangan lontran isu-isu bernada tuduhan di Indonesia. Terkait tuduhan oknum tertentu di Indonesia yang beredar viral, IHH menyiapkan tim pengacara di Jakarta untuk menggugat pencemaran nama baik lembaganya. “Kalau dibiarkan, maka orang akan menganggapnya sebagai kebenaran. Harus diambil langkah hukum untuk menjaga nama baik kami,” ujarnya.

Yavus melanjutkan, langkah ini juga dilakukan karena Indonesia ‎negara penting dan berpenduduk muslim terbesar di dunia. Menurut Yavus, pihaknya perlu menyampaikan hal itu kepada ACT karena ACT menjadikan IHH mitra strategisnya.

Terkait hal ini, Senior Vice President ACT, Syuhelmaidi Syukur menegaskan, ACT sendiri sudah lama menjalin kerjasama dengan IHH tak hanya dalam merespon krisis kemanusiaan Suriah. Terkait rencana IHH membawa ke ranah hukum fitnah atas dirinya, ACT siap memberi dukungan maksimal.

“Kerja kemanusiaan ini, sudah cukup berat. Keterlaluan jika dipolitisasi, difitnah dan diseret ke isu terorisme. Tak ada kata lain, harus dilawan dengan hukum. Kita tak boleh membiarkan kekuatan anti-kemanusiaan memfitnah pegiat kemanusiaan seenaknya,” ungkap Syuhelmaidi.  Apalagi, imbuh Syuhel, ACT serius berperan optimal menolong warga Suriah korban konflik yang menjadi pengungsi terutama di wilayah Turki dengan membuka cabang di Turki. “Ini juga meneguhkan peran ACT di ranah global,” ujar Syuhel.

Sementara itu, demi memperkuat kiprahnya untuk para pengungsi Suriah di Turki, ‎ACT sebagai lembaga resmi yang taat azas dan mengusung nama baik bangsa, tak pernah mengabaikan upaya berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di manapun, termasuk di Turki. Jelang pengabisan tahun 2016, Tim SOS Suriah XI, Jum’at (30/12), melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Istanbul. Konsuler RI, Abdul Hakim menerima Tim SOS Suriah XI untuk mengoordinasikan kerja ACT dengan perwakilan pemerintah RI di Turki itu.

“Kami ikut senang atas kehadiran ACT dengan kerja kemanusiaan yang luar biasa. Kami turut mendoakan semoga semua program kemanusiaan ACT sukses. Kerjasama ACT dengan IHH sudah tepat karena mereka salah satu NGO yang terpercaya sampai saat ini dan memiliki hubungan baik dengan pemerintah,” ujar Abdul Hakim.

Terkait rencana pembukaan kantor cabang di Turki, pihak Konsulat RI ‎merespon positif. “Kami sangat senang, semoga ini bisa membawa kebaikan juga untuk Indonesia,” kata ‎Abdul Hakim. Ikut menyambut ACT, Sekretaris Pertama KBRI, Dyah Lestari Asmarani, memberi masukan terkait perkembangan situasi politik di Turki.

“Situasi politik di sini (Turki) setiap saat kondisinya bisa berubah. KBRI siap menjadi mitra bagi setiap aktivitas warga negara Indonesia di wilayah kerja kami di Turki,” ujar Dyah yang menangani urusan penerangan, sosial dan budaya KBRI di Turki. Peluang berkiprah di Turki amat strategis terutama karena posisinya sebagai international hub khususnya ke wilayah Eropa, Afrika, Timur Tengah dan Asia Tengah.‎

Syuhel juga menegaskan, negara yang hingga saat ini membuka diri menolong umat manusia yang dilanda krisis di berbagai belahan dunia adalah Turki. Turki banyak berbuat untuk kemanusiaan, hal yang tak banyak dilakukan negara lain. “Dan IHH sebagai badan kemanusiaan di Turki, gamblang menunjukkan peran itu,” imbuh Syuhel. Aksi Cepat Tanggap terpanggil membela sesama badan kemanusiaan. “Semoga kita sadar untuk tidak membiarkan fitnah merajalela,” pungkasnya.

Kapuspen TNI : Waspadai Berita Hoax

Media sosial saat ini merupakan sarana komunikasi yang paling efektif dalam pembentukan opini publik dan penyebaran pesannya hampir tidak dapat dibendung. Saat ini sekitar 130 juta-an penduduk Indonesia, termasuk prajurit TNI memanfaatkannya.

 
Media sosial menjadi medan pertempuran untuk mencapai tujuan, karena media sosial merupakan media yang sangat efektif, mudah, murah, cepat dan cakupannya sangat luas.
 
Puspen TNI selalu mengikuti dan memonitor berita / informasi yang berkembang di media sosial dan saat ini selain informasi penting ternyata lebih banyak ditemukan berita-berita bohong (hoax) yang berisi fitnah, adu domba, provokasi dan berita-berita lain yang merugikan.
 
Beberapa kasus beredarnya berita bohong (hoax) yang merugikan institusi TNI dan nama baik Panglima TNI antara lain; Dukungan kepada Panglima TNI untuk Menjadi Presiden RI, Isu Makar yang Dilakukan oleh Purnawirawan TNI yang ditayangkan Dragon TV yang diilustrasikan seperti peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI tahun 1965, Isu ceramah Panglima TNI pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Isu Keberpihakan TNI kepada Rakyat Bertujuan Makar, Rumor Jabatan Panglima TNI Mau Dicopot, Kuda Troya Jokowi dan Gatot Nurmantyo, juga Isu Panglima TNI minta Sumbangan untuk Korban Aceh.
 
Selain itu, penggunaan akun yang mengatasnamakan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berkembang cukup banyak. Di facebook saja misalnya, ada 26 akun atas nama Gotot Nurmantyo yang semuanya sangat merugikan institusi dan pribadi Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Menyikapi semakin masifnya  berita-berita bohong (hoax) yang dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, kebhinneka tunggal ikaan, dan munculnya radikalisme, maka  perlu  upaya-upaya dari semua komponen masyarakat untuk menyikapi media sosial ini dengan pembelajaran, kedewasaan, penuh kehati-hatian.
 
“Harus ada edukasi kepada masyarakat dalam menyikapi berita di media sosial,  harus cek kepada yang berwenang, dan jangan mudah untuk menyebarkan kembali berita-berita tersebut,” tegas Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.
 
Untuk itu, Kapuspen TNI berharap dilakukan kanalisasi dengan memberikan penyadaran dan pendewasaan kepada pengguna media sosial, agar dapat menumbuhkan kesadaran, sikap kritis dan cerdas seluruh warga masyarakat, sehingga dapat memilah dan memilih berita yang positif, bermanfaat sesuai dengan keinginannya.
 
“Kita harus menguasai teknologi informasi dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan bangsa. Gunakan teknologi informasi dengan tujuan yang jelas, jangan dikalahkan teknologi, tetapi jadilah tuan atas teknologi,” kata Kapuspen TNI.

Panglima TNI Ajak Seniman dan Budayawan Sebagai Duta Pertahanan Bangsa

Panglima TNI Jenderal TNI  Gatot Nurmantyo mengajak para seniman dan budayawan untuk aktif sebagai duta pertahanan bangsa, mengingat kondisi negara saat ini cenderung terpecah belah. Para seniman dan budayawan bisa menggerakan rakyat untuk melindungi bangsa Indonesia, karena seniman dan budayawan bekerja dan berkarya dengan bahasa nuraninya.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan para seniman dan budayawan pada Sarasehan Kebangsaan dengan tema “Seni dan Kebudayaan Sebagai Esensi dari Pertahanan Bangsa”, yang digagas oleh Persatuan Artis Film Indonesia 56 (PARFI56) di Balai Sarwono, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016).
 
Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, seniman dan budayawan harus memiliki semangat dan jiwa patriotisme untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dengan bahasa nuraninya. “Wali Songo saja untuk menyebarkan agama di nusantara ini, menggunakan pendekatan budaya,” katanya.
 
Panglima TNI juga mengatakan bahwa, seniman dan budayawan bisa berperan penting sebagai filtering dalam maraknya penyebarluasan informasi dan berita hoax yang kerap beredar di media sosial. “Informasi seperti ini dapat berpotensi memecah belah bangsa Indonesia, dan saya tidak ingin situasi ini dimanfaatkan pihak luar untuk menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.
 
“Indikasi itu sudah mulai ada di negara Indonesia, oleh karenanya momentum pembangunan harus tetap maju terus dan budayawan berperan sebagai pemersatu bangsa Indonesia,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Lebih lanjut Panglima TNI menuturkan bahwa, tugas TNI sesuai Undang-Undang adalah melindungi segenap bangsa Indonesi dan tugas tersebut tidak dapat dilakukan sendiri, namun harus dilakukan bersama-sama dengan rakyat yang didalamnya, termasuk seniman dan  budayawan.
 
“Seniman dan budayawanlah  yang  bisa menyampaikan berita ini dengan cara membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan Indonesia melalui karyanya,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan bahwa semua masyarakat Indonesia mempunyai sifat patriot. “Ini sebenarnya menjadi modal yang seharusnya membuat negara Indonesia kuat,” ucapnya.
 
“Kita adalah bangsa pejuang. Ini semua dapat dilihat dari seluruh suku di nusantara yang semuanya mempunyai ciri khas, yaitu tarian perang,” pungkas Panglima TNI.
 
Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, Ketua PARFI56 Marcella Zalianty serta beberapa artis senior seperti Nanik Widjaya, Dedi Sutomo, Eros Djarot dan Gusti Randa.

Membersihkan Diri Merupakan Implementasi Iman Prajurit Sapta Marga

Mari secara bersama kita mulai membersihkan diri dengan bersihkan jiwa, harta, pikiran dan amal perbuatan kita, yang merupakan sebagai implementasi dari Iman seorang Prajurit Sapta Marga, sehingga menjadikan Prajurit yang merupakan ahli surga. Demikian disampaikan Dr. KH Anwar Sanusi Pimpinan Pondok Pesantren Lembah Arafah, Bogor, pada Ceramah Rohani Islam yang dihadiri oleh Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., para Pejabat Teras dan Prajurit serta PNS di lingkungan Mabes TNI, bertempat di Masjid Panglima Soedirman, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/12/2016).

Dr. KH Anwar Sanusi menjelaskan bahwa, proses membersihkan diri yang pertama adalah Tazkiyatun Nafs yaitu membersihkan jiwa dengan memahami jenis dan tingkatan nafsu, yang terdiri dari nafsu amarah, lawwamah dan mutmainah. “Hawa nafsu dalam diri manusia yang bernama amarah itu senantiasa mengajak manusia untuk berbuat sesat, namun obatnya adalah sholat malam, qiyamulail, tahajud,” ucapnya.
 
Nafsu yang kedua adalah Nafsu Lawwamah yaitu nafsu yang sudah mengenal baik dan buruk. Menurut Dr. KH Anwar Sanusi, nafsu ini mengarahkan pemiliknya untuk menentang kejahatan, tetapi suatu saat jika ia lalai beribadah kepada Allah SWT, maka ia akan terjerumus kepada dosa. “Orang yang memiliki nafsu ini tidak tetap pendirian untuk menjalankan ketaatan dan meninggalkan perbuatan dosa,” katanya.
 
Sedangkan nafsu yang ketiga adalah Nafsu Mutmainnah yaitu nafsu yang membuat pemiliknya tenang dalam ketaatan. Orang yang memiliki nafsu mutmainnah dapat mengawal nafsu syahwat dengan baik dan sentiasa cenderung melakukan kebaikan “Manusia yang mendapatkan nafsu ini akan mendapat ridho-Nya di dunia dan akhirat, akan mendapat Husnul Khatimah  di akhir hidupnya sebagai pintu menuju syurga,” ujarnya Dr. KH Anwar Sanusi.
 
Dr. KH Anwar Sanusi dalam ceramahnya juga menuturkan bahwa, sejatinya orang-orang Islam seyogyanya harus memiliki mulut yang manis. “Guru saya Buya Hamka bilang, orang Islam kalau bicara katanya harus tua, manis, padat, indah, membujuk, merayu, menarik, menghibur dan menggapai-gapai hati orang. Jadi, kalau kita mengaku beragama apalagi prajurit Sapta Marga, apabila mulut kita kasar, iman kita perlu dipertanyakan,” terangnya.
 
Lebih lanjut Dr. KH Anwar Sanusi menjelaskan bahwa Tazkiyah kedua adalah Tazkiyatun Mal yaitu membersihkan harta, karena dalam harta umat Islam terdapat kolesterol yang apabila tidak dikeluarkan maka harta tersebut dapat terkena stroke.
 
“Tuhan memberikan jalan cantik sekali dengan Zakat, Infaq dan Shodaqoh. Shodaqoh berarti  mengeluarkan yang benar di jalan Allah SWT dan tidak ada orang yang gemar Zakat akan hidup miskin, karena jika ada yang miskin maka Allah SWT dusta kepada kita, dan itu sudah pasti impossible,” ungkapnya.
 
Tazkiyah ketiga adalah Tazkiyatun Amal yaitu membersihkan perbuatan, karena pada dasarnya Islam sangat indah sekali dengan mengajarkan pola hidup terbaik. “Jika kita berbuat baik akan kembali baik pada kita, sesuai dengan hadist yaitu, jika kamu berbuat baik maka baik untukmu utuh tanpa cacat, jika kamu berbuat jahat ujung tombak kejahatan akan merobek-robek jantungmu, baik dan buruk kembali kepada pelakunya,” tutur Dr. KH Anwar Sanusi.
 
Sedangkan Tazkiyah keempat menurut Dr. KH Anwar Sanusi adalah Tazkiyatun Fikri yaitu membersihkan fikiran, karena hidup akan melelahkan jika kita selalu berfikiran atau berprasangka buruk dan  merasa diri paling benar. “Orang yang merasa dirinya paling benar adalah musyrik karena dia samakan dirinya dengan Allah SWT yang tidak pernah salah, orang baik bukan orang yang tidak pernah berbuat salah, tapi orang yang salah sadar akan perbuatannya salah, namun cepat kembali kejalan Allah,” katanya.
 
Mengakhiri ceramahnya Dr. KH Anwar Sanusi mengatakan bahwa dosa yang tidak ampuni adalah syirik dan sifat paling buruk adalah sombong. “Sebagai ilustrasi mentari terbit dan bersinar terang tidak boleh sombon,g karena ketika sore hari akan tenggelam ditelan malam, karena seluruh kesombongan akan berakhir dengan penderitaan,” pungkasnya.

Panglima TNI Beri Penghormatan Terakhir Kepada Para Korban Pesawat Hercules

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan penghormatan terakhir kepada 13 Jenazah Prajurit TNI AU, korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 A-1334 di Hanggar  Skuadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin dini hari (19/12/2016).

Panglima TNI menyampaikan, atas nama seluruh prajurit dan Keluarga Besar TNI mengucapkan turut berbelasungkawa  atas meninggalnya para prajurit terbaik TNI Angkatan Udara korban pesawat Hercules di Wamena. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa mengampuni segala dosa-dosanya dan menerima amal ibadahnya serta ditempatkan ditempat yang indah disisi Allah SWT,”  ucapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh aparat dan masyarakat Wamena, atas kerja kerasnya dalam membantu proses evakuasi jenazah.
 
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Wamena, Polres dan Lanud Wamena,  Paskhas, Basarnas, Kodim Wamena dan Batalyon Inf 756, yang telah bahu membahu dengan semangat yang luar biasa mengevakuasi jenazah, sehingga bisa segera diterbangkan ke Malang,” tuturnya.
 
Panglima TNI juga menyampaikan pernghargaan yang tinggi kepada Tim DVI Polda Jatim yang telah bekerja keras mengidentifikasi korban. “Terima kasih atas dedikasi kerja dari Tim DVI Polda Jatim yang dengan sungguh-sungguh mengidentifikasi jenazah, sehingga ke-13 jenazah bisa dimakamkan mulai malam ini,” katanya.
 
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa, TNI akan tetap memberikan perhatian besar terhadap keluarga yang ditinggalkan. “Semua keluarga akan mendapat perhatian dari TNI, termasuk istri-istrinya yang tidak bekerja akan kita bantu untuk mencarikan pekerjaan, sehingga dengan bekerja bisa melupakan kesedihan ini,” ujarnya.
 
Panglima TNI menyampaikan bahwa, proses investigasi pesawat Hercules C-130 A-1334 segera dilaksanakan untuk mengetahui penyebab kecelakaan dan sebagai bahan evaluasi peningkatan kemampuan TNI AU. “Tim investigasi sudah ada di Wamena untuk melakukan investigasi, kita tunggu saja hasilnnya,” katanya.
 
Sesuai instruksi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Panglima TNI menegaskan akan terus meningkatkan Alutsista Dirgantara dengan memperbaharui kualitas dan kuantitasnya. “Sejak awal Presiden RI sudah menegaskan bahwa kedepan untuk pengadaan pesawat terbang, semuannya harus baru,” ucapnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan bahwa kebijakan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo tersebut disampaikan pasca jatuhnya pesawat Hercules di Medan beberapa bulan lalu. “Begitu Presiden RI menginstruksikan, harus saya laksanakan,” tegasnya.
 
Panglima TNI menjelaskan bahwa dengan kondisi geografi Indonesia, TNI AU masih membutuhkan pesawat Hercules dalam jumlah banyak untuk mendukung kekuatan udara di wilayah Indonesia. “Pasti ada penambahan Alutsista, kita masih perlu banyak Hercules, untuk jenis pesawatnya dan apa yang diperlukan ada tim tersendiri nanti,” tandasnya.