Rayakan HUT ke-11, LPDB KUMKM Miliki Dirut Baru

Rayakan HUT ke-11, LPDB KUMKM Miliki Dirut Baru

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kemenkop dan UKM memasuki usia yang ke-11. Di hari jadinya ini, 18 Agustus sebelas tahun lalu, tercatat sejak 2008-2017, LPDB telah berhasil menyalurkan dana bergulir sebesar Rp More »

Tim Trans-TV dan LPDB Menangi Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja

Tim Trans-TV dan LPDB Menangi Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja

Tim B Trans TV dan Tim B LPDB berhasil merebut Piala Menkop dan UKM Turnamen Tenis Meja 2017 yang diselenggarakan Forum Wartawan Koperasi [Forwakop]. Kedua tim itu berhasil menyisihkan 24 tim media More »

LPDB Gelontorkan Dana Bergulir Rp 35 M untuk Propinsi Kaltim

LPDB Gelontorkan Dana Bergulir Rp 35 M untuk Propinsi Kaltim

Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur merupakan kabupaten yang memiliki potensi luar biasa menarik di bidang pariwisata, pertambangan, perkebunan dan lain-lain. Di bidang pariwisata ada Pulau Derawan, Maratua, Tanjung Batu, Pelabuhan Cermin dan More »

Aroma Cake Buah Naga, Oleh-oleh Paling Rekomen dari Batam

Aroma Cake Buah Naga, Oleh-oleh Paling Rekomen dari Batam

Aroma Cake Buah Naga adalah oleh-oleh asli Batam, yang menawarkan makanan sehat dan bergizi, karena terbuat dari sari buah naga merah yang sangat mudah di jumpai di kota Batam. Selain nikmat, Cake More »

Forwakop Gelar Turnamen Tenis Meja Piala Menkop dan UKM

Forwakop Gelar Turnamen Tenis Meja Piala Menkop dan UKM

Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) akan menggelar turnamen tenis meja 2017 memperebutkan Piala Menteri Koperasi dan UKM  Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Gedung SMESCO Indonesia,  Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017) pukul 08.00 – selesai. Ketentuan turnamen tenis meja adalah pesertanya More »

 

Category Archives: Sosial

200 Kornet untuk Korban Kebakaran di Jakarta

Rumah Zakat menyalurkan 200 kornet Superqurban untuk korban kebakaran di Gg. Anggrek, Kel. Kramat Senen, Jakarta Pusat. Bantuan diberikan langsung kepada warga yang saat ini tinggal di posko pengungsian.

Selain kornet Superqurban, Rumah Zakat juga menyalurkan 2 karung pakaian layak pakai dan 40 tas sekolah. Menurut Sahruldin, Koordinator Relawan Jakarta Timur, saat ini sebagian warga masih tinggal di pengungsian, sementara sebagian yang lain tinggal bersama saudara dan kerabat dekatnya.

“Kami mendapatkan informasi bahwa untuk bantuan makanan sudah banyak bahkan berlebih. Jadi, kami coba bantu pakaian dan alat-alat sekolah, agar bencana kebakaran ini tidak membuat anak-anak patah semangat untuk pergi ke sekolah,” papar Sahruldin, Jumat (14/7).

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu, (8/7) ini menghanguskan 15 rumah warga. Saat ini, lokasi kebakaran masih dalam tahap investigasi kepolisian setempat. Diduga api berasal dari ledakan tabung gas salah satu penjual bakpau di wilayah tersebut.

”Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat atas bantuannya. Bantuan ini sangat bermanfaat, apalagi untuk anak-anak yang sekarang jadi semangat lagi pergi ke sekolah,” ujar Sumiati, salah satu warga.

 

Nurse, Wirausahawan Baru yang Senang Berbagi

Penerima manfaat bantuan ekonomi Rumah Zakat, Nurse, kini sudah bisa menjalankan usaha secara mandiri. “Alhamdulillah omzet penjualan sari kedelai saya sekarang sudah mencapai Rp15 juta per bulan,” ungkap Nurse, Rabu (12/7).

Setelah puluhan tahun menjadi buruh, Nurse memberanikan diri untuk keluar dari tempatnya bekerja dan mulai membuka usaha sari kedelai. Kemampuannya membuat sari kedelai ia peroleh dari hasil membaca dan melihat video di internet. Ketika memulai usahanya tersebut Nurse rela membagikan secara gratis produk sari kedelai kepada tetangga dan warga sekitar. Dengan demikian ia bisa tahu selera pasar dan akan lebih mudah dalam menentukan harga jual.

Selang tiga bulan berjualan sari kedelai, Nurse pun mendapat bantuan dari Rumah Zakat berupa modal, sarana usaha, serta pendampingan untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengelola bisnis tersebut. “Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari Rumah Zakat, produksi sari kedelai semakin meningkat, tentunya omzet pun meningkat. Saya bersyukur dengan adanya program pendampingan produk sari kedelai saya bisa terdaftar dan memiliki label halal, serta dinkes,” ungkapnya.

Kini Nurse tercatat sebagai penerima manfaat mandiri, keuntungan yang ia peroleh sudah bisa menyekolahkan anak-anaknya serta membayar karyawan. Menurut Nurse karyawan yang bekerja di rumahnya bukan hanya untuk membantu produksi sari kedelai, tapi juga untuk belajar agar kelak mereka bisa membuka usaha sendiri.

Sebagai wirausahawan baru, Nurse memang dikenal senang berbagi. Salah satu  caranya berbagi adalah dengan membuat program Sabtu Sehat. Sesuai dengan program tersebut, maka setiap Sabtu Nurse membagikan sari kedelai gratis untuk ibu hamil  dan lansia. Bukan hanya itu, bapak dua anak ini juga rutin menyetorkan kotak infaq Rumah Zakat yang ada di rumahnya. “Sebagai rasa syukur, sedikit-sedikit saya juga ingin jadi donatur. Dulu saya yang dibantu, semoga dengan ini saya juga bisa membantu orang lain. Mohon doanya agar saya bisa istiqomah,” ungkap Nurse.

Rumah Zakat Ubah Wilayah Paling Kumuh Jadi Juara Kebersihan

Melalui Bank Sampah, Rumah Zakat mengubah wilayah Kp. Kesunean Selatan RW 09, Kel. Kasepuhan, Cirebon yang awalnya daerah kumuh menjadi juara lingkungan selama dua tahun berturut-turut. Wilayah ini berhasil mendapatkan penghargaan dan menjadi wilayah percontohan untuk wilayah lain di Cirebon. “Ini hal yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Padahal dulu saya sudah hampir putus asa dengan lingkungan yang kotor,” ungkap Pepep, ketua RW 09, Senin (10/7).

Tantangan awal yang dihadapi saat memulai program Bank Sampah adalah kebiasaan warga membuang sampah ke laut dan pinggir sungai. Menurut Pepep, warga di wilayah pesisir seperti Kasepuhan ini memang terbiasa membuang sampah ke laut untuk membuat tanah timbul, bukan hanya sampah sendiri, jika kurang mereka pasti beli sampah dari luar. Mulanya dijadikan empang, setelah itu diurug lagi dengan sampah untuk dijadikan rumah.

“Berbagai carapun mulai kami tempuh untuk meyakinkan warga betapa kebersihan lingkungan itu penting. Edukasi tentang bank sampah masih terus berjalan hingga saat ini. Dari yang sifatnya masal seperti penyuluhan kepada warga hingga yang personal seperti ngajakin satu-satu, masih terus dilakukan,” ungkap Yusuf, Fasilitator Desa Berdaya Kasepuhan.

Dengan kegigihan dan kerja keras dari berbagai pihak, tahun 2016 Kp. Kesunean Selatan RW 09 menjadi wilayah yang mendapatkan penghargaan untuk mengikuti Program Kampung Iklim tingkat Provinsi Jawa Barat. Karena telah berhasil mengubah wilayah yang awalnya kumuh menjadi juara kebersihan bahkan hingga tingkat kota, Bank Sampah Mekar Berseri Kesunean pun mendapatkan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon berupa motor untuk mengangkut sampah serta mesin pencacah untuk komposting.

“Alhamdulillah banyak yang mau membantu program Bank Sampah ini agar semakin berkembang. Selain dari dinas, pihak posyandu juga mau turut andil dalam penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” seru Yusuf.

Rumah Zakat Bantu Kembangkan Usaha Tunanetra di Bekasi

Rumah Zakat menyalurkan bantuan modal usaha untuk Abdul Karja Khoirudin, seorang tunanetra penjual telur asin di Kampung Rawa Palangan RT 01/06, Desa Telaga Murni, Kec. Cikarang Barat. Meski tidak dapat melihat, namun Karja tetap semangat untuk menghidupi istri dan keempat anaknya.

“Setiap hari saya berjualan dari Cikarang Barat hingga Bekasi Timur dengan jalan kaki bersama istri saya. Alhamdulillah karena sudah rutin berjualan jadi sudah ada beberapa warga yang menjadi langganan. Setiap hari sekitar 100 sampai 150 butir telur asin terjual dengan harga Rp3000 per butir,” ungkap Karja, Senin (10/7).

Usaha tersebut, sudah dijalani Karja sejak dua tahun yang lalu. Pada mulanya, usaha ini ia bangun bersama dengan temannya. Namun, karena terkendala modal, usaha yang dijalani Karja sempat terhenti dan menyebabkan Karja kehilangan mata pencahariannya selama beberapa bulan.

“Alhamdulillah, dengan bantuan modal usaha dari Rumah Zakat akhirnya saya bisa melanjutkan usaha saya. Apalagi sekarang saya juga mendapatkan wawasan lebih banyak tentang kewirausahaan,” kata Karja.

Selain berjualan telur asin, setiap hari Karja juga dipercaya untuk menjadi imam di masjid sekitar rumahnya. Meskipun kondisi matanya tidak dapat melihat dengan sempurna, saat ini Karja memiliki hafalan sebanyak 15 juz.

Kisah Desa Berdaya Kasepuhan Cirebon Dulu Wilayah Paling Kumuh, Kini Juara Kebersihan

Kampung Kesunean Kelurahan Kasepuhan kini menjadi salah satu
wilayah yang paling bersih dan sehat di Kota Cirebon. Hal itu
dikarenakan sudah dua tahun terakhir berturut-turut, daerah tersebut
menjadi juara kersihan. Bahkan pada 2016, Kampung Kesunean Selatan RW
09 mengikuti program Kampung Iklim Tingkat provinsi.
Kebanggaan tersebut tidak akan terjadi bila tiga tahun lalu Ketua RW
09 Pepep Nurhadi diam saja saat daerah kekuasaannya dianggap paling
kumuh dan kotor di Kota Cirebon. “Sekitar tiga tahun lalu saya
diundang rapat oleh kelurahan, dalam rapat itu ada pembahasan tentang
kebersihan lingkungan. Dan saya menjadi sorotan karena lingkungan Kp.
Kesunean RW 09 menjadi wilayah paling kumuh dan kotor di Cirebon ini,”
tutur Pepep.
Saat itu Pepep dipertemukan oleh Rumah Zakat yang memiliki program
Bank Sampah untuk mengatasi permasalahan lingkungan. Akhirnya pada
Februari 2014, terbentuk Bank Sampah Mekar Berseri di Kampung
Kesunean.
Tantangan awal yang dihadapi saat memulai program Bank Sampah ini
adalah kebiasaan warga membuang sampah ke laut dan pinggir sungai.
“Warga di wilayah pesisir seperti Kasepuhan ini memang terbiasa
membuang sampah ke laut untuk membuat tanah timbul, bukan hanya sampah
sendiri, jika kurang mereka pasti beli sampah dari luar. Mulanya
dijadikan empang, setelah itu diurug lagi dengan sampah untuk
dijadikan rumah,” kata Pepep.
Berbagai cara ditempuh untuk meyakinkan wargabetapa kebersihan
lingkungan itu penting. Meskipun hingga kini masih banyak warga yang
belum mau mengubah kebiasaan membuang sampah ke laut. Tapi tidak
sedikit juga warga yang sadar akan kebersihan lingkungannya.
Bank Sampah Mekar Berseri yang diinisiasi Rumah Zakat pun mulai
mendapat tanggapan positif terutama dari pihakpemerintah kota. Setelah
adanya program Bank Sampah Mekar Berseri, Kp. Kesunean Selatan RW 09
berhasil menjadi juara dalam lomba kebersihan tingkat Kelurahan
Kasepuhan dan tingkat Kecamatan Lemangwungkuk selamadua tahun
berturut-turut. “Ini hal yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya.
Padahal dulu saya sudah hampir putus asa dengan lingkungan yang
kotor,” ungkap Pepep.

Rumah Zakat Lampaui Target Pengimpunan Dana Zakat

Pada Ramadhan 1438 Hijriyah, penghimpunan dana zakat di Rumah Zakat berhasil melampaui target. Tahun ini, Rumah Zakat berhasil menghimpun 101 persen dari target pengimpuan Ramadhan yaitu sebesar Rp70 miliar.

“Alhamdulillah penghimpunan zakat tahun ini berhasil melebihi target. Pertumbuhan penghimpunan dana zakat ini bisa terjadi salah satunya karena pemahaman masyarakat tentang zakat yang sudah semakin matang. Artinya, masyarakat sudah memiliki pemahaman bahwa zakat merupakan kewajiban, dan membayar zakat di lembaga resmi adalah suatu keharusan,” papar CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, Selasa (4/7).

Selain itu, Nur berpendapat, terjadinya peningkatan penghimpunan dana zakat yang terjadi setiap tahun dipengaruhi oleh lonjakan ekonomi masyarakat menjadi middle class Muslim. Hal ini mendorong kesadaran masyarakat untuk berbagi dan menyisihkan rezeki mereka.

“Saat ini masyarakat sudah banyak yang menjadikan zakat sebagai gaya hidup. Ini adalah kabar baik karena pemahaman masyarakat sudah semakin meningkat. Sepengetahuan saya hal ini terjadi pula di lembaga-lembaga zakat resmi lain,” tambah Nur.

Setiap tahun Rumah Zakat mengalami peningkatan penghimpunan dana zakat  dengan rata-rata pertumbuhan 10 persen. Tahun lalu, Rumah Zakat pun berhasil menghimpun sekitar 102 persen dari target yang ditentukan yaitu Rp60 miliar.

Rumah Zakat Bangun Jembatan di Sumedang

Rumah Zakat bersama Vertical Rescue Indonesia menyalurkan bantuan pembangunan jembatan di Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Gunasari dan Dusun Baginda, serta dijadikan akses utama warga.

“Jembatan ini adalah salah satu akses utama yang digunakan oleh warga Gunasari. Sebelumnya jembatan ini rusak, jadi warga harus menyebrang sungai ketika mengangkut hasil tani, begitu pun dengan anak-anak sekolah,” tutur Saiful Anwar, Relawan Rumah Zakat, Selasa (4/7).

Proses pembangunan jembatan sudah dimulai sejak Selasa (18/6) dan selesai pada Jumat (28/7). Kini warga sudah bisa melewati dan menggunakan jembatan tersebut untuk lalu lintas sehari-hari.

Warga Dusun Gunasari sudah dapat mengangkut hasil tani maupun barang dagangan ke kota melalui sungai Cihonje dengan lebih mudah. Begitu pula anak-anak yang tidak perlu lagi melewati sungai saat akan berangkat maupun pulang sekolah.

“Alhamdulillah dengan adanya pembangunan jembatan ini warga semakin mudah melewati sungai. Mudah-mudahan pembangunan ini dapat mendorong perkembangan ekonomi warga di wilayah ini juga bisa semakin meningkatkan semangat anak-anak agar lebih rajin lagi untuk berangkat ke sekolah,” pungkas Saiful.

Rumah Wakaf Salurkan Puluhan Al Quran Braille

Rumah Wakaf menyalurkan Wakaf Al Quran Braille untuk Majelis Taklim Al-Hikmah. Majelis Taklim Al-Hikmah ini merupakan komunitas tunanetra di Desa Quran Padasuka, Tasikmalaya. Di sini lebih dari 30 orang tunanetra bergabung dan bersama-sama mempelajari Al Quran.

Di majelis ini para santri masih ada yang belum memiliki Al Quran Braille. Sehingga saat pengajian dan pembelajaran yang rutin dilaksanakan  sepekan sekali tersebut, anggota majelis taklim harus bergantian menggunakan Al Quran Braille yang ada.

“Masih ada beberapa anggota yang belum bisa membeli Al Quran Braille. Jadi, kami sangat berterimakasih atas pemberian Al Quran Braille untuk majelis kami. Semoga menjadi amal kebaikan bagi para donatur,” ujar Ustadz Rahmat, Pendiri Majelis Taklim Al-Hikmah, (Rabu, 21/6).

Selain membaca, program yang dijalankan di Majelis Taklim tersebut ialah menghafal Al Quran. Salah satu anggota, Iin merupakan anggota paling aktif di majelis tersebut. Kini, Iin sudah bisa menghafal 30 juz Al Quran.

“Alhamdulillah meskipun masih ada beberapa yang suka lupa, tapi insya Allah saya hafal. Biasanya saya terus mengulang hafalan saya agar tidak lupa. Meskipun pertama kali belajar Braille itu agak sulit, tapi kalau kita tekun belajar dan mau terus mengulang, insyaAllah kita bisa menghafal Al Quran,” katanya.

Sejak awal bulan Ramadhan, Rumah Zakat telah menyalurkan 100.983 paket Berbagi Buka Puasa di berbagai wilayah Indonesia dari Aceh sampai Papua. Paket dibagikan mulai dari kota-kota hingga wilayah pedalaman.

Selain paket buka puasa, Rumah Zakat juga telah menyalurkan 6.245 paket Kado Lebaran Yatim, 3.812 paket Syiar Quran dan 3.092 Bingkisan Lebaran Keluarga. CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan waktu Ramadhan yang tersisa untuk menuntaskan target-target penyaluran yang belum terlaksana.

 

“Terima kasih, donasi paket Senyum Ramadhan yang diamanahkan melalui Rumah Zakat telah membahagiakan banyak keluarga dari Aceh sampai Papua. Penyaluran paket Senyum Ramadhan ini masih akan terus kami lakukan hingga menjelang Lebaran,” papar Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, Rabu (21/6).

 

Program penyaluran paket Ramadhan dikemas dengan berbagai cara. Ada yang disalurkan secara langsung kepada warga, melalui pesantren, masjid, juga dikemas dengan berbagai cara lain.  Seperti di Yogyakarta, penyaluran dilaksanakan di Gedung Basiyo XT Square, dengan berbagai penampilan dari anak asuh Rumah Zakat, siswa SD Juara Yogyakarta, serta anak yatim dan dhuafa.

 

“Event kali ini merupakan penyaluran bersama keempat program Ramadhan Rumah Zakat, karena selain buka puasa disalurkan pula 39 Kado Lebaran Yatim, 15 Bingkisan Lebaran Keluarga, dan 20 paket Syiar Quran. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat luas dalam memanfaatkan momentum Ramadhan untuk bisa sharing kebahagiaan dengan sesama,” ujar Warnitis, Branch Manager Rumah Zakat.

Panglima TNI Buka Bazar Ramadhan 1438 H

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo secara resmi membuka bazar (pasar murah) dalam rangka membantu meringankan kebutuhan Prajurit dan PNS TNI menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, bertempat di Lapangan GOR Ahmad Yani,Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (21/6/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh personel TNI dan PNS untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT, karena atas berkat dan karuniaNya kita sampai hari ini masih dapat melaksanakan ibadah puasa. “Saat ini kita berkumpul disini pada acara bazar Ramadhan 1438 H dengan didukung beberapa perusahaan yang ikut berpartisipasi. Seluruh Personel TNI dan PNS, agar dapat memanfaatkan Bazar pada bulan Ramadhan ini dengan semaksimal mungkin,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada seluruh personel TNI dan PNS yang akan melaksanakan cuti lebaran bersama agar selalu berhati-hati dalam perjalanan dan perhatikan faktor keamanan, karena mulai tanggal 22 Juni 2017 sudah ada yang diberangkatkan dengan kendaraan dinas Mabes TNI sesuai dengan tujuan masing-masing.

Pada acara bazar, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyerahkan secara simbolis sembako murah kepada delapan orang perwakilan personel TNI dan PNS di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan. Dilanjutkan  pemotongan tali balon yang bertuliskan “Bazar Ramadhan 1438 H / 2017 M Mabes TNI” oleh Ketua Umum IKKT Ibu Nenny Gatot Nurmantyo yang disaksikan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan serta para Pengurus IKKT Pragati Wira Anggini.

Sementara itu, salah seorang pengunjung bazar Lettu Cpl Yuliyana, S.Sos anggota Satharpal Denma Mabes TNI mengucapkan terimakasih kepada Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang telah mengadakan bazar di Mabes TNI, karena kegiatan ini sangat membantu personel TNI dan PNS menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H.