Dukung Kemajuan UKM, Gebyar UKM Indonesia 2017 Digelar di 18 Kota

Dukung Kemajuan UKM, Gebyar UKM Indonesia 2017 Digelar di 18 Kota

Eksistensi usaha kecil menengah UKM kian berkembang, bahkan pelaku usaha pun bergairah memproduksi dan memasarkan produk unggulan. Kementerian Koperasi dan UKM mendukung penuh dan merasa sangat senang serta bangga kegiatan yang dilakukan More »

Smesco Indonesia Gelar Pameran Seni Quilt & Needle Bertaraf Internasional

Smesco Indonesia Gelar Pameran Seni Quilt & Needle Bertaraf Internasional

Sebuah pameran bertaraf internasional yang mengangkat seni quilt dan needle digelar oleh Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP KUKM). Pameran yang berlangsung tiga hari mulai 19 hingga 21 Oktober 2017 di More »

Dirut LPDB Optimis Akhir Tahun Ini Apex Dana Bergulir Sudah Terbentuk

Dirut LPDB Optimis Akhir Tahun Ini Apex Dana Bergulir Sudah Terbentuk

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Braman Setyo menegaskan di era digitalisasi seperti sekarang ini setiap institusi/perusahaan dituntut harus peka dengan perubahan, mampu berinovasi, dan More »

Gelar Rakernas, Kongres Advokat Indonesia Ingin Penegak Hukum Taati Hukum

Gelar Rakernas, Kongres Advokat Indonesia Ingin Penegak Hukum Taati Hukum

Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) pimpinan H Indra Sahnun Lubis-Apolos Djara Bonga menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan tema “Seluruh Penegak Hukum termasuk KPK harus Taaat pada KUHAP”, di More »

Rayakan Milad, Melalui LAZ Syarikat Islam Himpun Dana untuk Rohingnya

Rayakan Milad, Melalui LAZ Syarikat Islam Himpun Dana untuk Rohingnya

Kaum Syarikat Islam (SI) merayakan milad yg ke-112 dengan mengadakan Penganjian dan Silaturahmi Nasional di Mesjid Istiglal Jakarta, pada Ahad (15/10/2017). Acara ini dihadiri tidak kurang dari 12 ribu kaum Syarikat Islam More »

 

Category Archives: Sosial

Rumah Wakaf Salurkan Sarana Belajar untuk Madrasah di NTT

Rumah Wakaf menyalurkan 20 paket sarana belajar berupa meja belajar, alat kebersihan, dan alat tulis untuk madrasah di Desa Quran Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya kondisi sarana belajar di madrasah tersebut masih kurang. Selain itu kondisi sebagian besar masyarakat yang  berpenghasilan menengah ke bawah, membuat mereka tidak mampu membelikan fasilitas belajar untuk anaknya.

“Alhamdulillah fasilitas untuk madrasah di sini sekarang semakin lengkap. Semoga ini bisa menambah semangat belajar untuk para siswa,” ujar Dedi, Duta Quran Rumah Wakaf yang juga guru di madrasah tersebut, Senin (31/7).

Selain digunakan untuk tempat belajar anak-anak, madrasah tersebut juga digunakan sebagai pusat kegiatan warga. Dedi berharap, suatu saat mereka memiliki tempat khusus untuk kegiatan belajar Al Quran.

Setelah adanya program Desa Quran Rumah Wakaf, anak-anak di Sikka mulai semangat dan giat mempelajari Al Quran. Anak-anak di wilayah tersebut yang sebelumnya tidak bisa membaca Al Quran, sekarang sudah mulai lancar membaca dan belajar menghafalkan Al Quran.

“Saya senang, sekarang punya meja belajar. Sebelumnya kita menulis di lantai dan peralatannya juga tidak lengkap. Saya jadi semakin bersemangat belajar Al Quran,” ucap Ariyanti salah satu siswa.

i5hare: Patungan Aqiqah Bagi Bayi Dhuafa

Wajah Yanto berseri-seri, pasalnya 8 bayi penghuni Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah yang diasuhnya telah diaqiqah secara gratis. “Terima kasih Rumah Aqiqah, saya sangat bahagia dengan adanya program aqiqah gratis ini, sehingga sekarang bayi-bayi di panti juga bisa merasakan  aqiqah,” ungkap Yanto.

Sebelumnya Yanto tak pernah membayangkan, bayi-bayi istimewa yang tinggal bersamanya kini mempunyai nama, lengkap beserta segala doa dan prosesi cukur rambut melalui aqiqah.  Keadaan mulai berubah ketika Yanto ditawari program i5hare, yaitu program donasi berupa “Aqiqah for Aqiqah” oleh Rumah Aqiqah, salah satu brand dari PT Agro Niaga Abadi.

Melalui program tersebut, setiap keluarga yang menunaikan aqiqah di Rumah Aqiqah dengan pilihan paket tertentu, otomatis berdonasi untuk membantu aqiqah bagi bayi yatim dan dhuafa.

“Bagi customer tentu ada kepuasan tersendiri ketika ibadahnya memiliki nilai tambah untuk orang lain, dan hal itu yang kami terapkan pada Program i5hare; Aqiqah for Aqiqah ini. Mereka yang memilih Paket B di Rumah Aqiqah, otomatis turut serta dalam Program i5hare. Alhamdulillah, meski baru berjalan sekitar dua bulan, sebanyak 21 bayi yatim dan dhuafa telah berhasil mendapat layanan aqiqah gratis,” ujar Heru Sasongko, Direktur PT Agro Niaga Abadi sekaligus penggagas Program i5hare, (26/7).

Di Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah sendiri Program i5hare telah dilaksanakan pada bulan Ramadhan kemarin. Sebanyak 8 bayi telah mendapat layanan aqiqah gratis melalui Rumah Aqiqah. Kedelapan bayi tersebut adalah bayi yang dititipkan orang tuanya di panti atau bahkan ada yang ditinggalkan begitu saja di depan pintu panti.

Program i5hare digagas sebagai bentuk perhatian kepada bayi-bayi yang berasal dari keluarga dhuafa atau bahkan yang sudah tidak mempunyai orang tua lagi. Semua proses aqiqah yang diadakan dalam program i5hare ini sama persis dengan paket aqiqah berbayar, keluarga penerima manfaat tinggal hadir ke lokasi pelaksanaan aqiqah.

“Kami menyiapkan semua keperluan aqiqah, dari penyembelihan kambing hingga makanan siap dihidangkan. Semoga kedepannya semakin banyak bayi dhuafa yang mendapat kesempatan aqiqah secara gratis melalui program dari Rumah Aqiqah ini,” Heru menyampaikan harapannya.

Rumah Zakat Bagikan Sepatu untuk Anak-Anak Pedalaman

Rumah Zakat menyalurkan sepatu siswa di SDN Margopatut 6, Dusun Margopatut, Desa Wates, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Sekolah ini hanya memiliki 20 orang siswa. Setiap hari, para siswa Margopatut harus berjalan melewati medan yang menanjak dan berbatu.

“Penyaluran ini termasuk ke dalam program Sepatu Anak Nusantara yang merupakan salah satu program rutin kami untuk memberikan fasilitas yang layak untuk anak-anak Indonesia. Karena setelah kami lihat, saat ini masih banyak anak-anak Indonesia yang memakai sepatu dan perlengkapan sekolah yang kurang layak,” ujar Dea Sukmara, Relawan Rumah Zakat, Rabu (26/7).

Selain di Nganjuk, Rumah Zakat juga menyalurkan 10 paket sepatu untuk siswa SDN Lebakterate, Indramayu. Sekolah ini juga memiliki jarak yang cukup jauh kepada rumah siswa. Beberapa siswa juga masih termasuk dalam taraf perekonomian menengah ke bawah.

Salah satu penerima manfaat, Reval merupakan seorang anak dari tukang becak. Setiap hari, Reval harus pergi berjalan kaki ke sekolah sejauh tiga kilometer dengan menggunakan sepatu yang sudah rusak.

“Alhamdulillah hari ini saya senang sekali telah mendapatkan sepatu baru dari kakak-kakak Rumah Zakat. Sepatu saya yg lama sudah rusak, karena jalan yang kami lalui setiap hari terjal dan berbatu. Sekarang saya sudah punya sepatu baru dan bagus,” ungkap Eka Pujiasari, siswa kelas VI SDN Lebakterate.

Pelatihan Wirausaha untuk Remaja di Kebumen

Untuk memberdayakan para remaja, Rumah Zakat menggelar pelatihan pembuatan abon lele di Desa Blater, Kecamatan Poncowarno, Kebumen. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Senyum Mandiri yang diberikan khusus untuk remaja di Desa Berdaya Blater.

Rumah Zakat Gelar Indonesia Mewarnai untuk 1.465 Anak

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada Minggu (23/7), Rumah Zakat menggelar kegiatan Indonesia Mewarnai. Kegiatan ini diselenggarakan serentak di  12 wilayah di Indonesia dan diikuti oleh 1.465 anak yang merupakan siswa SD Juara.

Dalam kegiatan kali ini, Rumah Zakat mengangkat tema “Anak Siaga, Kreatif, dan Berakhlak Mulia”. Hal ini untuk memberikan edukasi kepada siswa mengenai bencana yang sering terjadi di Indonesia. Kegiatan diawali dengan pemutaran video serta pemaparan mengenai bencana. Objek gambar yang diwarnai pun mengenai kebencanaan seperti, pemadam kebakaran, bencana gunung meletus, dan banjir.

“Anak adalah aset yang harus kita jaga. Hari Anak Nasional ini, kita jadikan momen untuk membangun kreativitas dan pelatihan untuk anak-anak. Dengan adanya kegiatan ini semoga anak-anak dapat membangun budaya siap siaga serta berakhlak mulia,” papar Yazid, Koordinator Relawan Rumah Zakat, Selasa (25/7).

Selain mewarnai, perayaan Hari Anak Nasional juga disemarakan dengan kegiatan lain seperti penerbangan layangan impian yang dilakukan di SD Juara Jakarta Utara. Ada pula yang dirayakan dengan belajar menanam dan mengenal jenis-jenis sayuran seperti di SD Juara Yogyakarta.

“Aku senang bisa memperingati Hari Anak Nasional dengan kegiatan mewarnai, belajar menanam serta merawat sayuran bersama kakak-kakak dari Rumah Zakat. Sekarang aku jadi semangat belajar dan makan sayur serta buah-buahan,” ujar Al Fath, siswa kelas I SD Juara Yogyakarta.

Kapal Nusantara Rumah Zakat, Berdayakan Pelosok Indonesia

Rumah Zakat dan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) meresmikan Kapal Nusantara Berdaya di Gedung Dhuafa Center, Jalan Sultan M. Djabir Sjah, Ternate. Kapal Nusantara Berdaya ini merupakan bentuk komitmen Rumah Zakat untuk memberdayakan berbagai wilayah di Indonesia melalui aksi-aksi kemanusiaan.

“Kapal ini akan mengelilingi pulau-pulau di kawasan Maluku Utara untuk melakukan aksi-aksi kemanusiaan dan pemberdayaan. Fokus programnya adalah kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur,” jelas Noor Yahya Muhammad, Chief Program Officer Rumah Zakat, Selasa, (25/7).

Pada tahun pertama, Kapal Nusantara Berdaya akan mengelilingi kawasan Pulau Halmahera, Maluku Utara. Tim Kapal Nusantara Berdaya akan mendatangi berbagai desa dan menyalurkan bantuan serta melakukan aksi-aksi kemanusiaan di sana.

Noor Yahya menambahkan, Halmahera menjadi tujuan pertama karena merupakan pulau terluas dengan masyarakat terbanyak di Maluku Utara. Nantinya Rumah Zakat telah merencanakan program Kapal Nusantara Berdaya untuk menjangkau lebih luas berbagai kawasan di Indonesia seperti Pontianak, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara.

Hal senada dikatakan oleh Ahmad Faisal Siregar, Direktur AMCF. Ia mengatakan AMFC dan Rumah Zakat memiliki misi yang sama dalam memberdayakan wilayah pedalaman Indonesia. “Kami sangat senang lembaga sosial seperti Rumah Zakat juga mengadakan program ini. Sebelumnya, kami telah meresmikan program serupa di Sorong, Papua. Semoga dengan kerja sama ini, semakin banyak wilayah Indonesia yang bisa kita berdayakan,” tuturnya.

Rumah Zakat Raih Indonesia Original Brands 2017

Rumah Zakat sebagai lembaga filantropi kembali meraih peringkat pertama dalam hasil survey IOB (Indonesia Original Brands) 2017. Ini merupakan kedua kalinya, setelah tahun 2016 kemarin, Rumah Zakat mendapatkan penghargaan dalam kategori yang sama.

Ajang penghargaan oleh Majalah SWA ini diberikan kepada brand lokal terkemuka di Indonesia yang menjadi pilihan utama konsumen dan telah menguasai pasar di Indonesia. Rumah Zakat dinilai layak menerima penghargaan ini karena telah memenuhi survey atas berbagai parameter penilaian yakni satisfaction, loyalti, advocacy, local brand competitiveness level, dan iob index.

“Saat ini, kami lebih mengoptimalkan teknologi digital sebagai sarana utama untuk menggaet donatur baru dan melayani donatur yang sudah lama. Kami juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan misi yang kami pegang yaitu memberdayakan dana zakat untuk pembangunan masyarakat,” papar Nur Efendi, CEO Rumah Zakat, Rabu (19/7).

Efendi menambahkan, di tahun 2017 Rumah Zakat bertransformasi menjadi entrepreneurial institution dalam rangka meningkatkan kepuasan serta loyalitas donatur dan penerima dana zakat. Selain itu, Rumah Zakat juga membenahi 22 titik sentuh (touch point management) kepada publik mulai dari pra interaksi, konsultasi zakat, doa, hingga penyampaian laporan.

“Kami berharap semoga penghargaan yang kami terima juga menjadi cambuk bagi Rumah Zakat untuk senantiasa meningkatkan kualitas. Kami harap setiap elemen masyarakat dapat semakin merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Zakat,” pungkas Efendi.

Rumah Zakat Salurkan 1000 Kornet untuk Pedalaman Cianjur

Rumah Zakat menyalurkan 1000 kornet Superqurban di Kampung Cigadog, Dusun Sodong, Desa Sukamulya, Kecamatan Naringgul, Cianjur. Untuk sampai di kampung ini, relawan Rumah Zakat harus melewati pegunungan, jalan yang menanjak, curam, serta berbatu.

“Melalui ekspedisi Superqurban ini kami ingin  kami ingin menambah manfaat dari qurban yang ditunaikan di Rumah Zakat. Sehingga dapat menghadirkan kebahagiaan untuk warga terutama bagi mereka yang membutuhkan,” papar Dika, Relawan Rumah Zakat, Rabu (19/7).

Selain pedalaman, kondisi masyarakat di wilayah tersebut masih termasuk dalam kategori menengah ke bawah. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan berkebun.

“Alhamdulillah, saya merasa senang dengan kedatangan Rumah Zakat ke kampung kami, apalagi dengan Kornet Superqurban, para warga bisa makan daging. Di sini mah warga hanya bisa makan daging kalau ada yang qurban dan hajatan saja. Terima kasih Rumah Zakat,” ucap Dadang, salah satu tokoh masyarakat.

Dika menambahkan, ekspedisi Superqurban akan terus dilakukan di berbagai wilayah pelosok di Indonesia. Selama tahun 2017, Rumah Zakat telah menyalurkan kornet Superqurban di wilayah pedalaman Lampung, Madura, Purwakarta, Riau, dan Ternate. Selain itu, kornet Superqurban juga telah disalurkan di berbagai wilayah bencana di Indonesia.

Rumah Zakat Kembangkan Ekonomi Warga Kasepuhan

Salah satu pemberdayaan yang dilaksanakan Rumah Zakat di Kel. Kasepuhan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon adalah dalam bidang ekonomi. Menurut Fasilitator Desa Berdaya Kasepuhan, Yusuf Hidayat, awalnya wilayah ini, selain terbelakang dalam bidang lingkungan, juga dikategorikan lemah dalam bidang ekonomi. Pada awalnya, sebagian besar warga bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang tidak begitu besar.

Hal itulah yang membuat Yusuf menginisiasi program bantuan ekonomi untuk warga. Melalui bantuan ekonomi ini diharapkan warga dapat membangun wirausaha dan mengembangkan usahanya tersebut. Usaha yang dikembangkan oleh masyarakat beragam, mulai dari produksi susu murni, minuman instan, kuliner, menjahit, dan beragam usaha lainnya.

Bagi Yusuf, meningkatkan ekonomi warga tidaklah mudah. Banyak hal yang harus dihadapi terutama ketika berhadapan langsung dengan masyarakat. “Memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi itu gampang-gampang susah,” ujar Yusuf, Selasa (18/7). Hal itu, menurut Yusuf, dikarenakan setiap masyarakat memiliki kemauan dan semangat yang berbeda dalam mengembangkan usaha.

Meski begitu, pemberdayaan ekonomi di Kel. Kasepuhan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon bisa dikatakan cukup berhasil. Pasalnya, hingga saat ini sudah ada 35 penerima manfaat dalam pemberdayaan ekonomi Rumah Zakat. Meski semuanya belum mengalami pengembangan usaha secara signifikan, tetapi hampir setiap anggota binaan telah mengalami peningkatan pendapatan. Bahkan dari 35 orang tersebut, 17 diantaranya sudah termasuk dalam kategori mandiri.

“Target awal dari pemberdayaan ekonomi ini adalah meningkatnya pendapatan warga di wilayah Kasepuhan. Hal utama dari tercapainya target itu tentu saja dari kemauan dan semangat yang dimiliki oleh masing-masing orang untuk mengembangkan usaha miliknya,” ujar Yusuf.

Rumah Wakaf Salurkan 2400 Al Quran untuk Muslim Pedalaman

Rumah Wakaf menyalurkan 2400 Al Quran untuk masyarakat muslim pedalaman di Indonesia. Pada bulan Ramadhan lalu, Rumah Wakaf telah menyalurkan 100 Al Quran untuk mualaf Suku Toguthil di Halmahera.

“Alhamdulillah masyarakat merasa senang karena biasanya menggunakan Al Quran yang sudah rusak. Tapi kali ini ada bantuan Al Quran yang bagus, kami semakin bersemangat untuk membaca dan mempelajari Al Quran,” ujar Ustaz Nurhadi, Da’i Desa Quran Ternate, Selasa (18/7).

Gerakan 2400 Al Quran untuk Muslim Pedalaman sudah disalurkan di beberapa wilayah diantaranya Lombok, Papua, Manokwari, Makassar, Flores, Labuan Bajo, Jawa Tengah, Madura, Banda Aceh, Morowali Utara, dan Maluku Utara. Nantinya, 1000 Al Quran akan didistribusikan ke Indonesia Timur, khususnya muslim Papua yang berada di Boven Digoel, Wamena, Tolikara, Waropen, dan Sarmi.

“Kami ingin menuntaskan projek kebaikan pengiriman Al Quran untuk muslim pedalaman lainnya  agar mereka memiliki Al Quran layak seperti muslim di pedalaman Halmahera. Selain itu, dengan program penyaluran wakaf Al Quran ini akan menambah nilai wakaf sehingga menjadi lebih produktif,” papar Direktur Rumah Wakaf, Soleh.

Soleh menambahkan, selanjutnya wilayah yang mendapatkan wakaf Al Quran akan dijadikan sebagai Desa Quran Rumah Wakaf. Desa Quran ini diharapkan akan mewujudkan sebuah desa di pelosok yang kuat aqidah dan akhlaknya. Sehingga mampu membangun desa menuju lebih baik dengan berlandaskan  Al Quran.