Advokat harus Tampil Bela Kebenaran dan Keadilan, bukan Gaya Hidup Hedonisme

Advokat harus Tampil Bela Kebenaran dan Keadilan, bukan Gaya Hidup Hedonisme

Hampir semua institusi penegak hukum di Indonesia mempunyai problem yang sama, yaitu saat ini tidak memiliki tokoh panutan di institusinya. Di dunia advokat pernah ada seseorang yang namanya Yap Thiam Hien, dimana More »

Panglima TNI Terima Audiensi Executive Steering Commitee IVCA

Panglima TNI Terima Audiensi Executive Steering Commitee IVCA

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah dan Pa Sahli TK III Bid. Komsos Brigjen TNI Suhardjanto menerima More »

Proses Penangkapan dan Penahanan FY oleh KPK tanpa Panggilan Kedua Bertentangan dengan KUHAP

Proses Penangkapan dan Penahanan FY oleh KPK tanpa Panggilan Kedua Bertentangan dengan KUHAP

Oleh: Gracia Panggabean Hukum Acara Pidana dibuat untuk menciptakan keadilan bagi seluruh masyarakat baik terhadap yang diduga melakukan tindak pidana maupun terhadap penegak hukum yakni hakim, polisi, jaksa, KPK dan advokat yang More »

Hak Imunitas Advokat Dinilai Kebablasan

Hak Imunitas Advokat Dinilai Kebablasan

Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredick Yunandi ditangkap oleh penyidik KPK pada Jumat (12/1/2017) malam. KPK berdalih bahwa Yunadi tak memenuhi panggilan yang dijadwalkan jumat kamarin. Fredrick yang disangkakan pasal menghalang-halangi proses More »

Rapimnas Putuskan KAI Dipimpin Kaum Hawa, Mia Lubis

Rapimnas Putuskan KAI Dipimpin Kaum Hawa, Mia Lubis

Siti Jamaliah Lubis atau yang akrab disapa Mia Lubis akhirnya ditunjuk menjadi Pejabat Pelaksana Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) menggantikan H Indra Sahnun Lubis SH yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Penunjukan More »

 

Category Archives: Sosial

Peringati Hari Jadi Kediri, Rumah Zakat Ikuti Bakti Brantas

Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Kediri, Rumah Zakat mengikuti Aksi Bakti Brantas. Aksi Bakti Brantas ini merupakan kegiatan pembersihan sampah dan penanaman pohon di tepi Sungai Brantas serta pelepasan bibit ikan endemik di Sungai Brantas.

Acara ini diikuti oleh 46 komunitas, mahasiswa, dan juga pelajar yang ada di Kota Kediri. Sebanyak 600 warga juga terlibat dan memeriahkan acara tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Kediri. Karena Rumah Zakat ingin terus aktif terlibat dalam program-program kebaikan di sekitar wilayah kami,” tutur Elwien Roodhiana selaku Branch Manager Rumah Zakat Kediri, Rabu (9/8).

Selain mengikuti rangkaian kegiatan, Rumah Zakat juga melakukan penggalangan dana untuk Palestina. Penggalangan dana dilakukan menyebar di beberapa titik wilayah Kota Kediri.

“Alhamdulillah, acara Bakti Brantas dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih banyak Rumah Zakat atas partisipasinya dalam acara ini. Semoga nanti bisa kembali bekerjasama dalam projek-projek kebaikan lain di Kota Kediri,” ujar Yustin, Ketua Panitia Bakti Brantas 2017.

Rumah Zakat Bangun Desa Berdaya Magelang Jadi Desa Wisata

Desa Bligo merupakan salah satu Desa Berdaya Rumah Zakat di wilayah Kab. Magelang, Jawa Tengah. Melihat potensi yang dimiliki oleh Desa Bligo, Rumah Zakat berinisiasi membangun desa tersebut menjadi salah satu  Desa Wisata.

“Desa Bligo ini punya banyak kelebihan terutama di potensi alamnya. Sayang jika tidak dikelola dengan baik dan dimanfaatkan. Apalagi warga di sini juga memiliki semangat untuk mengubah wajah desa yang biasa saja menjadi desa wisata dan dikenal hingga seluruh Indonesia,” tutur Wimbo, Fasilitator Desa Berdaya Rumah Zakat, Rabu (9/8).

Desa Wisata merupakan impian bagi warga Bligo, sejak tahun 2015 para penggerak karang taruna bersama Wimbo kemudian bersama-sama merintis Desa Bligo menjadi salah satu Desa Wisata yang ada di Magelang. Hal pertama yang mereka lakukan adalah mengedukasi warga agar dapat menjaga dan memanfaatkan lingkungan sekitar dengan baik.

Desa Bligo dilalui oleh dua sungai besar, yaitu Kaliprogo dan Mataram. Yang kemudian salah satunya dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. “Sungai Mataram lebih dekat dengan desa, arusnya juga tidak terlalu deras, jadi bisa dimanfaatkan untuk fun tubing,” kata Sumardi, penggerak karang taruna Desa Bligo. Saat ini baru ada 10 unit fun tubingyang dapat digunakan untuk mengarungi Sungai Mataram, dengan tiga orang guide yang menjaganya. Menurut Sumardi fun tubing ini baru dicoba setelah lebaran lalu oleh warga sekitar dan mereka antusias mengikuti kegiatan ini.

Keinginan warga memanfaatkan Sungai Mataram menjadi lokasi wisata sudah ada sejak lama, namun karena kendala biaya dan belum memadainya sarana serta prasaran akhirnya baru dapat terealisasi tahun ini. Menurut Sumardi, dengan memanfaatkan sungai sebagai salah satu lokasi wisata, warga sekitar pun akan terbantu dari sisi ekonominya. Meningkatnya perekonomian warga memang menjadi poin penting terwujudnya Desa Wisata Bligo. “Dengan membaiknya tingkat perekonomian warga, semoga diikuti juga dengan meningkatnya pendidikan warga Desa Bligo,” kata Sumardi.

Rumah Zakat Bantu Fasilitas Perpustakaan Terapung di Medan

Rumah Zakat menyalurkan bantuan sarana prasarana untuk Perpustakaan Terapung di Kelurahan Belawan I, Kampung Nelayan Kecamatan Medan Belawan. Bantuan yang diberikan berupa 1 unit laptop, infocus, printer, speaker, dan alat tulis untuk perpustakaan tersebut.

“Ini adalah salah satu bentuk komitmen dan kepedulian kami terhadap dunia pendidikan di wilayah ini. Sebab adanya Perpustakaan Terapung ini dapat membangkitkan semangat belajar juga literasi bagi anak-anak nelayan yang masih kurang dalam hal pendidikan,” ungkap Araska, Relawan Rumah Zakat Medan, Selasa (8/8).

Perpustakaan Terapung sudah dibangun sejak 2015 oleh Yayasan Bangun Bahari, yang merupakan lembaga pendidikan non formal di wilayah tersebut. Bangunan perpustakaan menggunakan ruangan bekas aula desa yang tidak begitu luas. Setiap hari Minggu sekitar 30 anak datang untuk belajar dan membaca buku di perpustakaan tersebut.

Araska menambahkan, Rumah Zakat akan menyalurkan bantuan secara rutin selama enam bulan ke depan. Bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan Perpustakaan Terapung seperti buku, alat tulis, dan kebutuhan lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih dan harapan kita bantuan operasional ini bermanfaat bagi masyarakat Kampung Nelayan terkhusus anak-anak yang belajar di Perpustakaan Terapung,” katanya dengan senang,” ujar Ali Muis, Ketua Yayasan Bangun Bahari.

Rumah Zakat Salurkan 107 Karpet untuk Masjid Bima

Rumah Zakat menyalurkan 107 karpet dan sajadah untuk membantu masjid dan mushola di Kota Bima. Repi, Koordinator Relawan Rumah Zakat Bima mengatakan penyaluran ini juga untuk melengkapi fasilitas yang sempat rusak akibat banjir akhir tahun 2016 lalu.

“Kami mendapatkan informasi bahwa pada Ramadhan lalu, masih ada beberapa masjid dan mushola di Kota Bima yang kekurangan karpet. Jadi, meskipun banjir sudah lama berlalu tapi kami tetap berusaha untuk mencoba membantu,” ujar Repi S, Senin (7/8).

Sebanyak 20 masjid dan mushola mendapatkan bantuan tersebut. Jumlah bantuan bervariasi sesuai dengan kebutuhan masjid dan mushola.

Menurut Repi, bantuan karpet dan sajadah ini juga dilakukan untuk memberikan fasilitas yang nyaman bagi tempat ibadah warga. Diharapkan dengan adanya fasilitas yang lengkap, warga menjadi lebih semangat dalam memakmurkan masjid dan mushola di wilayahnya.

Dalam penyaluran ini, turut hadir Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. Muhtar, menyampaikan apresiasi atas penyaluran yang dilakukan oleh Rumah Zakat. “Kami ucapkan terima kasih atas bantuan yang disalurkan oleh Rumah Zakat. Semoga Rumah Zakat semakin maju, sehingga semakin banyak yang dapat merasakan manfaat dari Rumah Zakat,” katanya.

HUT ke-10, Klinik Rumah Zakat Ajak 200 Warga Jalan Sehat

Klinik Pratama RBG (Rumah Bersalin Gratis) Rumah Zakat cabang Yogyakarta merayakan HUT ke-10. Dalam perayaan ini, dilakukan gerak jalan sehat yang diikuti oleh 200 warga yang tinggal di sekitar lokasi klinik tepatnya di Jl. Parangtritis Km. 10 Sewon Bantul, Yogyakarta.

“Amanah dana zakat dari para donatur Rumah Zakat menjadi spirit tersendiri bagi kami dalam melayani para pasien teruma mereka yang kurang mampu. Dengan semangat kerja 3S yaitu Semakin sehat,  Semakin produktif dan Semakin bermanfaat, kami senantiasa berusaha meningkatkan layanan klinik agar bisa semakin berkualitas,” ucap Ratna Kusumaningsih, Manager Klinik RBG Rumah Zakat Yogyakarta, Senin (7/8).

Lebih lanjut Ratna menuturkan salah satu visi yang dipegang oleh Klinik Pratama RBG Rumah Zakat ialah membangun masyarakat Indonesia sehat sehingga mampu untuk produktif dan bermanfaat bagi seluruh dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut, Klinik Pratama RBG hadir dengan berbagai layanan kesehatan primer, mulai dari persalinan normal gratis untuk dhuafa, poli dokter umum, poli KIA, imunisasi, khitan, tindik, kelas ibu hamil dan Ibu menyusui serta balita, juga layanan ambulan gratis.

Selanjutnya, dalam perayaan HUT Klinik RBG Rumah Zakat, diresmikan pula kelas Diabetes Melitus. Kelas ini nantinya akan digelar secara rutin di Klinik RBG sebagai sarana belajar dan sharing informasi mengenai penyakit Diabeter Melitus.  Kelas tersebut dibentuk guna meningkatkan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif kepada warga.

Perayaan HUT Klinik RBG Rumah Zakat ditutup dengan pembagian doorprize persembahan para donatur Rumah Zakat berupa satu unit kompor gas dan kipas angin juga hadiah menarik lainnya.  “Semoga klinik RBG  tetap ramah dalam melayani masyarakat dan tambah berkembang,” tutur Yolla Oktaviana,  Kepala Dukuh Gabusan yang turut hadir pada kegiatan tersebut.

Rumah Zakat Bagikan 3.150 Masker untuk Korban Erupsi Sinabung

Rumah Zakat membagikan 3.150 masker untuk warga yang terkena dampak erupsi Gunung Sinabung. Penyebaran masker dilakukan di empat wilayah diantaranya Kecamatan Payung, Tiganderket, Simpang Empat, dan Namanteran.

“Setelah terjadi erupsi, kebutuhan utama warga adalah masker. Karena harus segera dilakukan antisipasi agar warga tidak terkena penyakit akibat dari polusi kabut asap ini,” ujar Sumanto, Relawan Rumah Zakat, Jumat (4/8).

Sumanto menambahkan, untuk penyaluran selanjutnya, pihaknya masih menunggu perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi. Jika kabut asap masih berlanjut penyaluran akan kembali dilakukan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, hari Rabu (2/8), Gunung Sinabung kembali memuntahkan abu vulkanik hingga setinggi 4.200 meter. Letusan abu vulkanik berwarna pekat ini juga disertai dengan keluarnya awan panas sejauh 4,5 kilometer ke Tenggara Timur.

Saat ini, BPBD Karo bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan, relawan, dan SKPD beserta warga tengah melakukan pembersihan jalan, lahan, serta aset pemerintah seperti pasar dan tempat umum lainnya. Tidak ada korban jiwa karena erupsi Gunung Sinabung ini. Meski begitu, BPBD mengimbau agar masyarakat tidak memasuki zona merah yaitu dalam radius 3 kilometer dari puncak.

Masjid Nusantara Gelar Training Manajemen Masjid di NTT

Masjid Nusantara kembali mengadakan Training Manajemen Masjid (TMM) di Rote, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 60 orang peserta yang merupakan DKM dan pengurus masjid hadir mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami upayakan untuk terus mengadakan kembali Training Manajemen Masjid di berbagai wilayah. Karena kami ingin mengembalikan fungsi masjid yang bukan hanya dijadikan tempat shalat, tetapi juga pusat kegiatan masyarakat.  Untuk itu, perlu adanya SDM yang mumpuni dan tahu tentang ilmu pengelolaan masjid,” ujar Hamzah Patdri selaku Direktur Masjid Nusantara, Selasa (1/8).

Untuk mencapai tujuan tersebut, Hamzah menambahkan disampaikan beberapa materi seperti pengelolaan masjid zaman Rasulullah, urgensi manajemen masjid, langkah memakmurkan masjid, dan juga membahas problematika kekinian yang sering terjadi dalam upaya memakmurkan masjid. Para peserta mengaku senang dan antusias dengan materi yang disampaikan.

“Alhamdulillah saya bisa mengikuti kegiatan seperti ini. Dengan ini saya mendapatkan ilmu baru untuk diaplikasikan saat mengurus masjid di lingkungan saya. Semoga nantinya semakin banyak masjid yang makmur di seluruh wilayah Indonesia,” kata Sarman, salah satu peserta.

Selain di NTT, dalam waktu yang sama Masjid Nusantara juga mengadakan Training Manajemen Masjid di Kab. Pangandaran. Sebelumnya, Training Manajemen Masjid juga pernah dilaksanakan di Tasikmalaya, Garut, Tegal, Lembang, dan Sumedang.

Rumah Wakaf Salurkan Sarana Belajar untuk Madrasah di NTT

Rumah Wakaf menyalurkan 20 paket sarana belajar berupa meja belajar, alat kebersihan, dan alat tulis untuk madrasah di Desa Quran Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya kondisi sarana belajar di madrasah tersebut masih kurang. Selain itu kondisi sebagian besar masyarakat yang  berpenghasilan menengah ke bawah, membuat mereka tidak mampu membelikan fasilitas belajar untuk anaknya.

“Alhamdulillah fasilitas untuk madrasah di sini sekarang semakin lengkap. Semoga ini bisa menambah semangat belajar untuk para siswa,” ujar Dedi, Duta Quran Rumah Wakaf yang juga guru di madrasah tersebut, Senin (31/7).

Selain digunakan untuk tempat belajar anak-anak, madrasah tersebut juga digunakan sebagai pusat kegiatan warga. Dedi berharap, suatu saat mereka memiliki tempat khusus untuk kegiatan belajar Al Quran.

Setelah adanya program Desa Quran Rumah Wakaf, anak-anak di Sikka mulai semangat dan giat mempelajari Al Quran. Anak-anak di wilayah tersebut yang sebelumnya tidak bisa membaca Al Quran, sekarang sudah mulai lancar membaca dan belajar menghafalkan Al Quran.

“Saya senang, sekarang punya meja belajar. Sebelumnya kita menulis di lantai dan peralatannya juga tidak lengkap. Saya jadi semakin bersemangat belajar Al Quran,” ucap Ariyanti salah satu siswa.

i5hare: Patungan Aqiqah Bagi Bayi Dhuafa

Wajah Yanto berseri-seri, pasalnya 8 bayi penghuni Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah yang diasuhnya telah diaqiqah secara gratis. “Terima kasih Rumah Aqiqah, saya sangat bahagia dengan adanya program aqiqah gratis ini, sehingga sekarang bayi-bayi di panti juga bisa merasakan  aqiqah,” ungkap Yanto.

Sebelumnya Yanto tak pernah membayangkan, bayi-bayi istimewa yang tinggal bersamanya kini mempunyai nama, lengkap beserta segala doa dan prosesi cukur rambut melalui aqiqah.  Keadaan mulai berubah ketika Yanto ditawari program i5hare, yaitu program donasi berupa “Aqiqah for Aqiqah” oleh Rumah Aqiqah, salah satu brand dari PT Agro Niaga Abadi.

Melalui program tersebut, setiap keluarga yang menunaikan aqiqah di Rumah Aqiqah dengan pilihan paket tertentu, otomatis berdonasi untuk membantu aqiqah bagi bayi yatim dan dhuafa.

“Bagi customer tentu ada kepuasan tersendiri ketika ibadahnya memiliki nilai tambah untuk orang lain, dan hal itu yang kami terapkan pada Program i5hare; Aqiqah for Aqiqah ini. Mereka yang memilih Paket B di Rumah Aqiqah, otomatis turut serta dalam Program i5hare. Alhamdulillah, meski baru berjalan sekitar dua bulan, sebanyak 21 bayi yatim dan dhuafa telah berhasil mendapat layanan aqiqah gratis,” ujar Heru Sasongko, Direktur PT Agro Niaga Abadi sekaligus penggagas Program i5hare, (26/7).

Di Panti Asuhan Bayi Sehat Muhammadiyah sendiri Program i5hare telah dilaksanakan pada bulan Ramadhan kemarin. Sebanyak 8 bayi telah mendapat layanan aqiqah gratis melalui Rumah Aqiqah. Kedelapan bayi tersebut adalah bayi yang dititipkan orang tuanya di panti atau bahkan ada yang ditinggalkan begitu saja di depan pintu panti.

Program i5hare digagas sebagai bentuk perhatian kepada bayi-bayi yang berasal dari keluarga dhuafa atau bahkan yang sudah tidak mempunyai orang tua lagi. Semua proses aqiqah yang diadakan dalam program i5hare ini sama persis dengan paket aqiqah berbayar, keluarga penerima manfaat tinggal hadir ke lokasi pelaksanaan aqiqah.

“Kami menyiapkan semua keperluan aqiqah, dari penyembelihan kambing hingga makanan siap dihidangkan. Semoga kedepannya semakin banyak bayi dhuafa yang mendapat kesempatan aqiqah secara gratis melalui program dari Rumah Aqiqah ini,” Heru menyampaikan harapannya.

Rumah Zakat Bagikan Sepatu untuk Anak-Anak Pedalaman

Rumah Zakat menyalurkan sepatu siswa di SDN Margopatut 6, Dusun Margopatut, Desa Wates, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Sekolah ini hanya memiliki 20 orang siswa. Setiap hari, para siswa Margopatut harus berjalan melewati medan yang menanjak dan berbatu.

“Penyaluran ini termasuk ke dalam program Sepatu Anak Nusantara yang merupakan salah satu program rutin kami untuk memberikan fasilitas yang layak untuk anak-anak Indonesia. Karena setelah kami lihat, saat ini masih banyak anak-anak Indonesia yang memakai sepatu dan perlengkapan sekolah yang kurang layak,” ujar Dea Sukmara, Relawan Rumah Zakat, Rabu (26/7).

Selain di Nganjuk, Rumah Zakat juga menyalurkan 10 paket sepatu untuk siswa SDN Lebakterate, Indramayu. Sekolah ini juga memiliki jarak yang cukup jauh kepada rumah siswa. Beberapa siswa juga masih termasuk dalam taraf perekonomian menengah ke bawah.

Salah satu penerima manfaat, Reval merupakan seorang anak dari tukang becak. Setiap hari, Reval harus pergi berjalan kaki ke sekolah sejauh tiga kilometer dengan menggunakan sepatu yang sudah rusak.

“Alhamdulillah hari ini saya senang sekali telah mendapatkan sepatu baru dari kakak-kakak Rumah Zakat. Sepatu saya yg lama sudah rusak, karena jalan yang kami lalui setiap hari terjal dan berbatu. Sekarang saya sudah punya sepatu baru dan bagus,” ungkap Eka Pujiasari, siswa kelas VI SDN Lebakterate.