Direktorat Syariah LPDB KUMKM Akan Gelar Insyaf

IMG-20180910-WA0016

Langkah strategis dalam mengakselerasi lembaga pembiyaan dan pemberdayaan KUMKM di Indonesia, khususnya pembiyaan melalui pola syariah terus dilakukan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

LPDB-KUMKM sebagai  satuan kerja milik Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop da UKM), melalui Direktorat Pembiyaan Syariah akan menggelar even bertajuk, Indonesia Syariah Fair (Insyaf) pada 27 hingga 29 November 2018 mendatang di Jakarta.

Direktur Pembiyaan Syariah LPDB KUMKM Jaenal Aripin kepada wartawan mengatakan, ajang Insyaf fokus pada arah baru keuangan syariah, yang lebih inklusif dan banyak menitikberatkan pada usaha mikro. Selain itu juga mendorong munculya Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang berfungsi melayani kebutuhan permodalan bagi pengusaha skala mikro dan kecil.

Para usaha mikro kecil menengah selama ini, imbuh Jaenal, belum banyak menikmati bantuan pinjaman dari lembaga keuangan bisa terfasilitasi. Mengingat secara kuantitas pengusaha mikro menempati jumlah terbesar dari skala usaha yang ada di Indonesia.

“Bila kebutuhan permodalan bisa terlayani oleh lembaga keuangan, nilai positifnya, lembaga keuangan lebih mudah diakses oleh masyarakat dari seluruh kalangan,” kata Jaenal kepada wartawan, di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Di tempat yang sama, Direktur Utama LPDB-KUMKM Braman Setyo mengatakan meskipun  secara prinsip  penyaluran dana LPDB-KUMKM telah dimulai sejak tahun 2008, namun khusus untuk pembiayaan syariah baru sekitar 21 persen atau  Rp 1,8 triliun dari total penyaluran Rp 8,5 triliun.

“Hal ini berarti support dana LPDB-KUMKM untuk pembiayaan syariah  masih sangat sedikit, kurang dari 25 persen. Padahal kebutuhan permodalan  bagi sektor usaha riil dengan pola pembiyaan syariah tengah menggeliat saat ini, seiring dengan tumbuh dan berkembangnya usaha di sektor riil berbasis syariah,” jelas Braman.

Untuk itulah tambah Braman, LPDB-KUMKM yang diberi mandat oleh pemerintah sebagai Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkop dan UKM, memberikan layanan  pinjaman/pembiyaan konvensional dan syariah berupaya terus meningkatkan pelayanan kepada kalangan KUMKM.

Braman mengatakan dengan  kegiatan Insyaf ini diharapkan menjadi akselerator untuk menumbuhkan pengembangan UMKM. Ia menambahkan, acara ini dikemas dalam kreatifitas dan bersifat edukatif, sehingga peserta maupun pegunjung memperoleh manfaat yang maksimal.

“Kegiatan ini juga menampilkan produk pembiyaan syariah dan produk produk halal, harapannya even ini menjadi rujukan atau tempat bertemunya berbagai pihak yang terkait pola pembiyaan syariah,” pungkas Braman.