Dualisme PKPI Belum Selesai, Haris Sudarno Klaim Kepengurusannya yang Sah

IMG_20180417_122130

Haris Sudarno mengklaim dirinya Selaku Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang sah. Jabatan ini ia emban berdasarkan Kongres Luar Biasa PKPI di Hotel Cempaka. Meski demikian, saat ini, imbuhnya, masih adanya dualisme dalam partai PKPI.

“Memang PKPI masih ada dualisme, meskipun berdasarkan bukti-bukti yang ada kita lah yang sah,” kata Haris Sudarno kepada wartawan di Kantornya, jl Cut Mutia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Ia mengatakan selain PKPI yang di pimpinnya, saat ini masih ada PKPI pimpinan AM Hendropriyono yang memenangkan gugatan sebagai peserta pemilu 2019.

Haris juga menjelaskan, saat ini seluruh Pimpinan dan Dewan Pakar masih ada di kubu PKPI Cut Mutia.

“Para pejabat pemerintah yang berasal dari PKPI itu masih ada di Cut Mutia, seperti Bapak Sutiyoso, Bapak Yusuf Kartanegara, Bapak Mashudi Darto, dan Bapak Budhi Santoso masih ada di PKPI Kubu Haris Sudarno”, jelasnya.

Dia menjelaskan, masih ada proses hukum yang belum tuntas dalam polemik kepengurusan PKPI. Haris mengatakan kepengurusannya mengajukan kasasi usai Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara memenangkan kubu Hendropriyono.

“Dan sampai saat ini belum ada putusan dari MA terkait permohonan kasasi dari kami. Serta tanggal 27 Oktober 2017, juga menggugat ke PN Jakpus untuk mendapatkan pengesahan. Dan sampai saat ini masih berlangsung,” ungkap Haris.