Dukungan Data dalam Kerjasama Selatan-Selatan Indonesia Untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Pengelolaan dan analisis data yang valid dan kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan elemen penting keberhasilan program pemberian bantuan kapasitas Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) Indonesia kepada negara berkembang. Keberhasilan tersebut juga diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Develeopment Goals – SDGs).

 

Demikian sambutan Direktur Kerja Sama Teknik Kemlu, Mohammad Syarif Alatas, yang disampaikannya pada pembukaan Seminar mengenai “Achieving the 2030 Agenda through South-South and Triangular Cooperation: Enhancing Data Collection, Analysis and Monitoring & Evaluation” yang diselenggarakan di Bali tanggal 28 Agustus 2018 yang dihadiri oleh sekitar 60 peserta dari Tim Kornas KSST Indonesia, Kementerian/Lembaga Indonesia serta pemangku kepentingan terkait pelaksanaan program KSST.

 

Direktur KST Kemlu menambahkan bahwa Indonesia ingin mendapatkan pengalaman dan pengetahuan dari organisasi mitra pembangunan untuk menemukan mekanisme pengelolaan dan evaluasi data yang sesuai dengan kebutuhan KSST Indonesia. Organisasi mitra pembangunan yang diundang menjadi panelis pada Seminar tersebut diantaranya UNDP, FAO, IFAD, EU, IDB, JICA, USAID, GIZ dan OECD.

 

Pada kesempatan yang sama, Head of Foresight, Outreach and Policy Reform Unit OECD, Anna Fernandes, menyampaikan bahwa OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) telah menggunakan mekanisme penggunaan dan evaluasi data untuk menilai dan memastikan setiap kegiatan pemberian bantuan mencapai hasil yang ditetapkan. Penggunaan data dan evaluasinya juga dapat digunakan untuk meningkatkan performa bantuan KSST Indonesia ke negara-negara yang membutuhkan. Tentunya keberhasilan KSST Indonesia akan berkontribusi pada pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan yang telah menjadi komitmen global.

 

Pada seminar tersebut, organisasi mitra pembangunan, termasuk OECD, memaparkan pengalaman mereka dalam pelaksanaan program-program kerjasama pembangunan yang didukung oleh pengelolaan data serta monitoring dan evaluasi yang baik. Identifikasi jenis bantuan dan model kerjasama pembangunan ditentukan diantaranya oleh data yang didapat sehingga program peningkatan kapasitas tersebut dapat memiliki hasil guna yang maksimal.

 

Melalui berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengumpulan dan analisa data ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian Kementerian/Lembaga terkait di Indonesia akan pentingnya penggunaan data untuk keberhasilan program peningkatan kapasitas kepada negara-negara berkembang. 

 

Saat ini pelaksanaan KSST Indonesia dikoordinasikan oleh Tim Koordinasi Nasional KSST (Tim Kornas KSST) yang diketuai Kemlu dimana salah satu tugasnya adalah membuat laporan serta publikasi program KSST Indonesia, dan melakukan monitoring and evaluationprogram KSST yang telah dilaksanakan. Diharapkan melalui Seminar ini, Indonesia dapat memiliki suatu mekanisme pengelolaan dan evaluasi data yang terintegrasi dalam suatu database.   

 

Database yang terintegrasi tersebut merupakan respon Indonesia untuk memperkuat upaya-upaya pelaksanaan dan revitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait data, monitoring and accountability. Melalui penguatan data tersebut, Indonesia dapat melaporkan kontribusi Indonesia untuk Goal 17 SDGs kepada PBB dan masyarakat Internasional berupa hasil pelaksanaan KSST yang terukur bagi yang berguna bagi pembangunan berkelanjutan.