Gerakan Bersihkan Sampah Plastik Serentak Di 228 Pelabuhan Pecahkan Rekor Dunia

IMG-20191015-WA0004

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memprakarsai aksi membersihkan sampah dan limbah plastik serentak di 228 pelabuhan seluruh Indonesia. Aksi yang digelar pada kamis (12/9/2019) ini berhasil memecahkan rekor dunia.

Kegiatan untuk mewujudkan lingkungan perairan bebas dari sampah dan limbah plastik itu menjadi gerakan nasional terbesar dunia, bukan saja bagi para aparatur di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut, tapi juga wajib dilakukan pada seluruh stake holder.

Selama ini, Indonesia disorot sebagai negara nomor dua penghasil sampah dan limbah plastik setelah China. Predikat yang memalukan itu didasarkan pada hasil studi yang dirilis oleh McKinsey and Co dan Ocean Conservancy, di mana sampah dan limbah plastik menjadi pemandangan yang tidak menyenangkan pada laut dan pantai Indonesia.

Gerakan ini menjadi momentum penting dan sejarah dalam memerangi sampah dan limbah plastik di seluruh perairan Indonesia.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi gerakan aksi bersih laut dan pantai harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga predikat nomor dua penghasil sampah bisa bergeser dan hilang.

“Kita semua malu, ketika kita menjadi negara penghasil sampah nomor dua, kita harus naik kelas, minimal keluar dari predikat nomor dua. Ada dipredikat sepuluh besar masih lumayan dan gerakan yang sudh dilakukan saat ini menjadi momentum penting untuk terus dilanjutkan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Budi Karya menginstruksikan, piagam MURI yang diterima sebagai gerakan kebersihan laut dan pantai terbesar dunia jangan hanya sebatas seremonial. “Kami mau sampah dan limbah plastik hilang dari perairan Indonesia ,” tuturnya.

Dia juga meminta Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto dan assosiasi terkait lainnya bersama-sama mendukung aksi ini. Minimal, mencegah dan tidak membuang limbah kapal ke laut.

“Ayo kita jaga laut kita seperti halaman rumah kita. Kita jaga kebersihannya. Bu Memey (Carmelita Hartoto) Bu Chandra Motik (pakar hukum kemaritiman) dan seluruh stakeholder terkait dukung kegiatan ini,” tuturnya.

McKinsey and Co dan Ocean Conservancy menyebutkan hasil penelitiannya, sampah yang ada di kawasan pesisir Indonesia didominasi oleh plastik dengan prosentase antara 36 hingga 38 persen.

Menhub Budi mengatakan, produk sampah di Indonesia selama ini tercatat sebanyak 64 juta ton per bulan. “Dengan gerakan ini sampah-sampah itu harus kita perangi,” tegasnya.

Piagam penghargaan MURI diterima langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi disaksikan Dirjen Perhubungan Laut R.Agus H. Purnomo dan para pejabat serta stakeholder terkait yang dilanjutkan dengan membersihkan sampah dilaut secara bersama-sama.