Harkopnas ke-72, Digitalisasi Koperasi Penting untuk Masuki Era revolusi Industri 4.0

IMG-20190712-WA0025

Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution menegaskan bahwa seluruh kebijakan pemerintah terkait ekonomi kerakyatan bisa diimplementasikan dengan pembentukan kluster ekonomi, terutama koperasi. Seperti kebijakan redistribusi aset, Perhutanan Sosial, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Dengan membentuk kluster ekonomi atau koperasi, maka transformasi ekonomi akan lebih mudah untuk dilaksanakan”, kata Darmin pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 Tahun 2019 di Gor Satria Purwokerto, dengan tema “Reformasi Total Koperasi di Era Industri 4.0″, Jumat (12/7/2019).

Di depan Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, para Bupati/Walikota se-Indonesia, Dekopin serta para insan koperasi, Darmin menyebutkan, alokasi KUR dengan bunga murah 7% akan mudah tersalurkan untuk membantu pembiayaan KUMKM.

“Dengan membentuk koperasi, kita juga akan lebih mudah mengorganisasikannya. Begitu juga dengan perbaikan di sisi budidaya lewat teknologi”, ujar Darmin.

Sementara itu Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid mengatakan, kehadiran Menko Perekonomian Darmin Nasution yang mewakili Presiden Jokowi menunjukkan bahwa pemerintah mempunyai komitmen untuk membangun ekonomi kerakyatan yang berbasis koperasi. Era revolusi industri 4.0 ini, banyak penafsiran tentang hal itu antara lain digital informasi yang perlu untuk mensharing informasi guna mempercepat perkembangan ekonomi.

“Melihat hal tersebut Dokopin meminta pemerintah untuk memanfaatkan peningkatan tekhnologi informasi untuk membangun bangsa dan negara dengan mengembangkan koperasi dan UKM,” pinta Nurdin Halid.

Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan, perkembangan Koperasi di Jawa Tengah mulai berjalan baik untuk menyesuaikan era tekhnologi industri 4.0 yang ada meskipun baru di tingkat medasos. “Koperasi-koperasi yang sudah menggunakan tekhnologi digital antara lain: Koperasi Tosima, Koperasi Karika Magelang, koperasi Srikandi di Purworejo. Semoga acara Harkopnas di Purwokerto ini dapat dijadikan sebagai batu lompatan perkembangan koperasi dan UKM,” harap Ganjar.

Jumlah koperasi di Jawa Tengah saat ini menurutnya 22.422 koperasi dan ada 4.012 koperasi yang dibubarkan karena tidak sehat.