Hindari Pengijon, Petani Duku Dihimbau untuk Berkoperasi

IMG-20180302-WA0005

Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah daerah penghasil duku yang terkenal enak. Hampir setiap rumah di sini mempunyai pohon duku, bahkan tak jarang yang mempunyai lebih dari satu pohon. Namun di tengah melimpahnya duku ini, ternyata para petani duku tidak juga sejahtera dengan hasil panenannya yang mereka nikmati setiap tahun.

Salah satu kendala yang dirasakan oleh para petani duku ini, kesulitan
menjual duku langsung ke daerah lain. Mereka umumnya menjual hasil taninya tersebut dengan cara ijon, atau sudah dijual selama sekian tahun kepada para pengijon. Sehingga harga duku dijual murah oleh petani kepada para pengijon. Masalah lain yang dikeluhkan oleh petani adalah kurangnya penelitian pertanian yang mengakibatkan pohonnya tidak bisa berbuah rutin setiap tahun.

“Untuk menghindari dari para pengijon inilah, para petani kami himbau untuk membentuk Koperasi, karena membentuk koperasi ini sangat mudah yaitu cukup minimal 20 orang dan semua anggota adalah pemilik koperasi dan prinsip koperasi adalah dari, oleh dan untuk anggota,” kata Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) Braman Setyo saat bertemu para petani duku di kawasan Candi Muaro Jambi, desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, kabupaten Muaro Jambi, Kamis (1/3/2018).

Apalagi, imbuh Bram, dengan berkoperasi bisa juga mengakses dana bergulir dari LPDB. “Kami sebenarnya sudah geregetan untuk menyalurkan dana, cuma lembaganya apa di sini,” jelasnya.

Pertemuan dengan para petani duku ini juga dihadiri oleh Anggota DPD RI
dari Propinsi Jambi Daryati Uteng, Wakil Dinaskop dan UKM Propinsi Jambi Arifin, Camat Maro Sebo Boy, Ketua Komunitas Sahabat UMKM Propinsi Jambi Rina Rusdi, Ketua Dekranasda Kabupaten Muaro Jambi yang juga istri Wakil Bupati Muaro Jambi Ririn Novianty Bambang Bayu Suseno, para kepala desa di kecamatan Maro Sebo dan lain-lain.

Rina Rusdi pada kesempatan tersebut mengungkapkan, para petani duku ini
selama ini rata-rata sudah bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai tingkat SLTA, ia berharap dengan berkoperasi mereka bisa lebih sejahtera dan bisa menyekolahkan anak-anaknya bahkan hingga ke luar negeri.

“Kita sangat berharap bagaimana petani duku ini bisa naik kelas, padahal duku dari desa Kupeh, Muaro Jambi ini kualitasnya sangat bagus, bahkan lebih bagus disbanding duku dari daerah yang selama ini sudah dikenal,” ungkap Rina.

Ketua Dekranasda Kabupaten Muaro Jambi Ririn Novianty Bambang Bayu Suseno juga mengungkapkan bahwa kabupaten Muaro Jambi ini merupakan kabupaten yang terdekat dengan Jambi, sehingga perekonomian masyarakat diharapkan bisa meningkat dengan berkoperasi.

“Kami sangat berharap LPDB memberikan informasi tentang koperasi untuk kabupaten kami. Sistem ijon ini permasalahan dari tahun ke tahun para petani duku dan belum ketemu solusinya, dengan berkoperasi semoga kita bisa lebih maju. Dan permasalahannya terkait UMKM adalah masalah permodalan dan pemasaran,” papar Ririn Novianty.