Indonesia Coffee Ivent 2020, Sarana Kembangkan UKM dan Ajang Jalin Kemitraan

IMG-20200212-WA0026

Kementerian Koperasi dan UKM memiliki program dalam mendorong pengembangan bisnis kedai kopi oleh Koperasi dan UKM berupa fasilitas skim untuk wirausaha pemula. Fasilitas sertifikasi produk antara lain merk, halal, hak cipta, HACCP dan ISO.

Selain itu juga melakukan pendampingan usaha dan kelembagaan melalui PLUT dan pelatihan vocational dalam meningkatkan keterampilan.

“Indonesia Coffee Ivent 2020 tidak hanya sebagai ajang kompetitif tingkat nasional, namun juga menampilkan pameran produk kopi, juga sebagai sarana pendukung usaha dan bertemunya para pelaku usaha untuk menjalin kemitraan,” kata Deputi bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br Simanungkalit saat membuka Indonesia Coffee Ivent (ICE) 2020, di gedung Smesco Indonesia, rabu (12/2/2020).

Minum kopi, imbuhnya, sudah menjadi gaya hidup bagi generasi milenial dan bukan sekedar minuman penghilang rasa kantuk. Saat ini banyak menjamur kedai kopi yang dikelola oleh UKM, bahkan pada 2019 ada lebih dari 2.937 outlet kedai kopi yang berdiri.

“Ini membuka peluang kerja baru sebagai barista, proffesional cupper, sales dan lain-lain, berdirinya kedai kopi juga menjadi salah satu pendukung pengembangan pariwisata di daerah, melalui kedai kopi, kita dapat mengenalkan makanan dan minuman tradisional lainnya yang dapat menarik wisatawan,” jelas Vicky, demikian Victoria akrab disapa.

Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Bisnis dan Pemasaran Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LLP KUKM) Armel Arifin, Ketua Specialty coffee Association of Indonesia Syafrudin, Ketua Umum Asosiasi Duta Indonesia Lisa Ayodhia, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Duta Indonesia Johny Rahadi, Direktur Marketing Pariwisata untuk Australia Kemenpar RI, dan lain-lain.

Ketua Specialty coffee Association of Indonesia Syafrudin mengatakan, ICE sudah dihelat sejak 2017, artinya, ajang kompetisi meracik kopi yang digelar 12 – 15 Februari ini, merupakan ajang yang keempat kali. Tapi kali ini berbeda, sebab kopi bukan hanya milik seniman dan ilmuwan pembuatnya.

“Pada Indonesia Coffee Events 2020 ini terdapat lima cabang kompetisi, yakni Indonesia Barista
Championship (IBC) dan Indonesia Brewers Cup Championship (IBrC) yang digelar di
Smesco Convention. Serta tiga cabang kompetisi yang akan digelar di Bali pada bulan April mendatang yakni Indonesia Latte Art Championship (ILAC), Indonesia Cup Taster Championship (ICTC), serta Indonesia Coffee in Good Spirits Championship (ICGSC),” kata Syafrudin.

Masing-masing juara, imbuhnya, akan mewakili Indonesia dalam World Coffee Events. Juara IBC akan mewakili Indonesia dalam World Barista Championship, serta juara IBrC akan mewakili Indonesia di ajang World Brewers Cup Championship. Keduanya akan diselenggarakan di
Melbourne, Australia pada bulan Mei mendatang.

Selain lima kategori kompetisi yang diselenggarakan, tambah Syafrudin, ICE 2020 jugamenggandeng banyak pesohor dan tokoh komunitas di luar kalangan terbatas peracik kopi, untuk menjadi narasumber pada program Coffee Village. Sebagai bagian dari event ICE, Coffee Village mengusung konsep “Bukan Cuma Eksistensi, Tapi Juga Kolaborasi.”

“Indonesia Coffee Events ini juga menjadi salah satu sarana promosi dan edukasi yang bagus serta berpotensi sekali bagi para pelaku usaha kopi mulai dari tingkat UMKM sampai kalangan professional,” pungkasnya.