Indonesia Mendorong Pemanfaatan Programme for Country Partnership Bagi Pembangunan Industri Nasional

Kemlu c.q. Direktorat Perdagangan, Komoditas dan Kekayaan Intelektual(PKKI)bekerja sama dengan Kemenperin dan UNIDO Country Officetelah menyelenggarakan Workshop on Programme for Country Partnership(PCP) di Hotel Pullman, Jakarta, pada tanggal 21 November 2017Workshopdibuka oleh Acting Dirjen Kerja Sama Multilateral, Kemlu, dan UN Resident Coordinator, serta dihadiri oleh 60 (enam puluh) perwakilan dari Kementerian/Lembaga terkait, jurnalis serta sektor swasta.

Workshop ditujukan untuk memberikan pemahaman secara lebih komprehensif mengenai PCP sebagai suatu bentuk inovasi bantuan teknis UNIDO kepada negara anggotanya. Lebih lanjut, workshop tersebut menjadi rangkaian upaya konstruktif Kemlu dan Kemenperin selaku Tim Koordinasi (Steering Committee) Kerja Sama Indonesia-UNIDO dalam mendukung mandat UNIDO sebagaimana terefleksi pada SDG 9 “build resilient infrastructure, promote inclusive and sustainable industrialization, and foster innovation”.

Kegiatan berlangsung dalam 2 (dua) sesi, yaitu sesi panel dengan narasumber dari Kementerian Perindustrian, Bappenas, dan UNIDO Representative,serta teleconferencedengan Tim PCP UNIDO Pusat. Dalam sesi diskusi, perwakilan K/L terkait mengindikasikan pertimbangan atas skema pendanaan, kontribusi Pemri berupa dana pendampingan, prioritas sektor industri yang akan dikerjasamakan, dan tahapan-tahapan dalam implementasi PCP.

Perlu digarisbawahi bahwa Pemri harus bisa membaca peluang dan tantangan pelaksanaan PCP bagi Indonesia, serta pentingnya komitmen Pemerintah dalam proses PCP (inisiasi, programming, implementasi, dan monitoring). Melalui koordinasi antar Kementerian/Lembaga yang intensif, harus dapat dipastikan bahwa PCP memang bermanfaat bagi Indonesia.Sebagai tindak lanjut, UNIDO Country Office dan Pemri akan menyelenggarakan kembali workshopatau seminar dengan mendatangkan Tim PCP UNIDO Pusat pada awal tahun 2018.