INSYAF Hadir Fasilitasi Pelaku UMKM yang Perlukan Akses Permodalan

IMG-20181127-WA0006

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) mempersembahkan Indonesia Syariah Fair (INSYAF) 2018, sebagai wadah meningkatkan Pembiayaan Syariah yang fokus pada UMKM. Ada asumsi, lembaga keuangan syariah khususnya perbankan lebih mengarah pada pembiayaan sektor usaha menengah ke atas dan hampir mengabaikan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kemudian muncul kesan lembaga keuangan bank sangat eksklusif diakses oleh para pengusaha pada level tertentu, tidak terbuka untuk pengusaha dari berbagai level, termasuk para pelaku UMKM. “INSYAF fokus pada arah keuangan syariah yang lebih inklusif dan banyak menitikberatkan pada usaha UMKM, juga ingin mendorong agar muncul Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) lebih besar lagi,” kata Direktur Pembiayaan Syariah LPDB KUMKM Jaenal Aripin saat pembukaan INSYAF, di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

LKMS, imbuhnya, selain berfungsi sebagai lembaga inklusi bagi masyarakat, juga bisa dijadikan sebagai instrumen keuangan yang fokus melayani kebutuhan permodalan bagi pengusaha pada skala mikro dan kecil.

Acara dibuka oleh Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo, mewakili Menkop dan UKM. Ia mengatakan, sebagai Satker Kemenkop dan UKM, LPDB diberi mandate oleh pemerintah, memberikan layanan pinjaman/pembiayaan kepada para pelaku usaha koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah, baik secara Syariah maupun konvensional.

“Sejak terbentuknya pada 2006 hingga kini, LPDB telah bermitra dengan 4.300 koperasi di seluruh Indonesia, 1.014.078 UMKM, menyerap 1.847.787 tenaga kerja, dan total dana tersalur Rp. 8,5 triliun,” kata Braman.

Dengan demikian, menurutnya, lembaga ini juga turut berperan membuka lapangan kerja baru, sehingga ikut membantu mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Dengan adanya Lembaga ini diharapkan permasalahan sulitnya akses permodalan yang selama ini dihadapi oleh para pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah juga koperasi bisa teratasi, sehingga ke depannya geliat usaha pada skala kecil dan mikro bisa terus meningkat, baik dari sisi volume maupun status usahanya.

Hadir pada acara ini antar lain: inisiator santripeneur Indonesia Sugeng Utomo, para eselon di lingkungan Kemenkop dan UKM, para pimpinan perbankan, para pimpinan BUMN, Gerakan Koperasi Syariah dan UMKM dan lain-lain.

Rangkaian acara INSYAF 2018 antsra lain: Silaturahim Bersama Mitra dan Partner, Silaturahim Bersama Mitra dan Partner, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Bisnis Kewirausahaan dan Bisnis Start Up, diskusi berseri tentang keuangan Syariah dan akses permodalan bagi para pelaku UMKM bertajuk “TOPI DIKSI – Tongkrong Ngopi Diskusi”.

Puncak acara INSYAF digelar pada 27-29 November 2018 di Balai Kartini, Jakarta. Acara juga diisi pemberian penghargaan kepada mitra & partner LPDB-KUMKM serta Santripreneur Indonesia Award tahun 2018.

Seminar tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah kerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), talkshow tentang akses pembiayaan di Lembaga keuangan perbankan dan non perbankan, khususnya LPDB-KUMKM.

Selain itu, acara diisi dengan Table Top yang memfasilitasi pertemuan one on one antara mitra dan partner LPDB-KUMKM dengan para pelaku usaha mikro dan kecil, dan pameran (fair) yang diselenggarakan selama tiga hari dengan menampilkan produk layanan pembiayaan dari Lembaga keuangan Syariah baik bank maupun non bank, produk UMKM dari berbagai macam sektor, baik jasa maupun hasil usaha serta beberapa tampilan dan hiburan.

Acara juga diisi dengan penandatanganan MoU Sinergitas Akses Pembiayaan Bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah antara LPDB-KUMKM dengan beberapa pihak seperti: Serikat Saudagar Nusantara (SSN), Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Perum Bulog, Bank Jabar Banten Syariah, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), PT. Zahir Internasional dan Jamkrida Syariah Banten.