INSYAF, Upaya LPDB KUMKM Pertemukan Pelaku UKM dengan Lembaga Pembiayaan Perbankan

IMG_20181129_113313

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) mempertemukan para pelaku UMKM di seluruh Indonesia dengan lembaga pembiayaan/permodalan melalui acara Indonesia Syariaf Fair (Insyaf). Acara yang digelar selama tiga hari di Balai Kartini dan gedung Smesco Jakarta itu berlangsung tiga hari, selasa hingga kamis (27-29/11/2018).

Lembaga Perbankan mitra LPDB KUMKM itu antara lain: Bank Jateng, BRI Syariah, Bank Panin Dubai, BJB Syariah, BNI Syariah, Bank Mandiri syariah, serta Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), seperti BPRS HIK Parahyangan, BPRS Cibitung, Trihamas Syariah dan lain-lain.

“Silahkan para pelaku UMKM bisa mengajukan proposal melalui lembaga perantara seperti BPRS HIK Parahyangan, BPRS Cibitung, Trihamas Syariah dan lain-lain,” kata Kepala Divisi Pembiayaan Syariah LPDB KUMKM Saefudin dalam acara Table top one on one presentation yang digelar LPDB KUMKM, di Jakarta, kamis (29/11/2028).

Untuk saat ini, penyaluran dana bergulir melalui pola syariah memang belum bisa langsung disalurkan ke UMKM, melainkan melalui lembaga perantara itu. Dan kini sedang diusulkan agar bisa disalurkan langsung ke UMKM seperti halnya sistem konvenaional.

Target penyaluran dana bergulir LPDB KUMMM tahun ini sebesar Rp 1,2 Triliun. Dari jumlah itu, imbuh Saefudin, yang disalurkan melalui pembiayaan syariah sebesar Rp 450 M. Selebihnya disalurkan melalui sistem konvensional.

Hadir juga sebagai pembicara pada acara Table top one on one presentation ini adalah: Kacab BRI Syariah Kebon Jeruk Meizar Ichsan, dari BPRS Cibitung Edi Setiyawan dan dari Jamkrindo, Barlianta Sigit.

Sementara Kacab BRI Syariah Kebon Jeruk Meizar Ichsan, mengatakan, BRI Syariah sangat mendukung program UMKM yang berbasis syariah. “Di luar banyak potensi dari bank konvensional yang dijalankan justru secara syariah, karena keterbukaan informasi mengenai margin, proses yang lebih cepat dan syarat yang lebih mudah,” jelas Meizar.

Di tempat yang sama, dari BPRS Cibitung Edi Setiyawan mengatakan, pihaknya memberikan pembiayaan kepada UMKM diperuntukkan untuk pembiayaan usaha produktif berbasis syariah. “Kami tidak meminjamkan uang, tapi meminjamkan barang dengan sistem bagi hasil,” kata Meizar.

Pembicara ke empat dari Jamkrindo, Barlianta Sigit, mengatakan, lembaga ini adalah sebuah lembaga penjaminan pembiayaan perbankan, termasuk pembiayaan UMKM. “Dengan Jamkrindo maka bisa menurunkan resiko perbankan hingga 20%, bagi pelaku UKM bisa lebih mudah mendapatkan modal kerja karena jaminannya juga tidak harus 100%, bisa cuma 70%,” kata Barlianta.