Irawan Joko Nugroho Segera Launching Buku Bumi Tak Bertepi

IMG_20181206_111915

Novel Bumi Tak Bertepi karya Irawan Djoko Nugroho adalah salah satu novel fiktif-futuristik di Indonesia. Namun berbeda dengan novel-novel lainnya, novel ini menceritakan Indonesia tidak lagi menjadi objek namun menjadi subyek. Indonesia dikisahkan mampu menyatukan seluruh dunia selepas terjadinya perang dunia yang diawali oleh tindakan Sekutu menyerang Indonesia. Selepas perang yang dimenangkan Indonesia, dunia menemukan kedamaiannya, karena sistem ekonomi kapitalis, liberalis, dan komunisme dihapus, diganti sistem ekonomi Pancasila yang menerapkan sistem ekonomi kekeluargaan penuh atau ekonomi tanpa sistem nilai.SINOPSIS

Dimulai dari kisah Hariyadi Suryadi Mantan Pengusaha sekaligus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia, yang berada di penjara Alor Bai. Penjara khusus tahanan politik yang terletak di pulau PagaiSelatan. Penjara yang diilhami hukuman sosial kepada Pangeran Jayaraga selepas gagal merebut tahta kakaknya Panembahan Seda Krapyak. Penjara itu, kini di tempati Hariyadi bersama seluruh jajaran pemerintah dan anggota dewan pada eranya. Pemenjaraan itu dilakukan sebagai balasan atas pemenjaraan lawan politik sebelumnya, yang berhasil mengambil alih kekuasaan dengan kudeta.

Penjara yang kini disebut dengan istilah Gedung Putih ini, menjadi tempat para pemikir dan simpatisan Liberalisme dan Kapitalisme serta para pemikir dan simpatisan Komunisme. Dua pemikiran yang merupakan kaki-kaki kekuasaan era Sukarno. Kedua kaki tersebut, telah diamputasi oleh pemerintah baru yang berkuasa, karena dinilai tidak memiliki jiwa nasionalisme dan dianggap sebagai candu bagi masyarakat.

Di penjara tersebut, Hariyadi membentuk kelompok Rajawali Emas. Kelompok yang diorganisir untuk dapat melarikan diri dari penjara. Agar pelarian tersebut tidak sia-sia, mereka kemudian membuat proposal pemikiran tentang apa yang harus dilaksanakan jika mereka berhasil berkuasa lagi. Proposal itu oleh kecerdikan Adhinoto Nagoro Mantan Presiden Republik Indonesia Kabinet Indonesia Bersama, dibuat menjadi resume pemikiran seluruh narapidana yang ada di dalam penjara, melalui tantangannya, apa yang akan dilaksanakan mereka jika diberi kesempatan kedua seperti Napoleon Bonaparte ataupun Mahatir Mohamad.

Tantangan itu dijawab dengan antusias seluruh narapidana. Lahirlah kemudian Proposal Indonesia Ke Depan. Berbekal proposal tersebut Hariyadi bersama kelompoknya kemudian menyiapkan rencana pelarian. Setelah hari H yang ditunggu, Hariyadi dengan para pelarian lain segera melarikan diri. Penjara yang memang seperti tidak bisa menghalangi kemauan kuat orang yang ingin lepas darinya, dengan mudah dapat dilalui.

Namun rintangan alam berupa laut, tidak mudah ditaklukkan. Harapan pertolongan para nelayan, tidak terjadi. Di saat kritis tersebut, Hariyadi dan kelompoknya ditolong oleh malaikat penolong, seorang bocah berusia 7 tahun dengan peralatan yang sangat modern.

Hariyadi menyangka jika ia tidak lagi di dunia ini, karena teknologi yang dimiliki anak tersebut, yang mengaku dirinya bernama Aditya Baru. Saat Aditya menjelaskan dirinya berada di Indonesia dan Indonesia telah menyatukan dunia dalam satu kendali, Hariyadi dan pelarian lain tertawa terpingkal mentertawakan kisah tidak masuk akal tersebut. Karena itu untuk menunjukkan kebenaran ceritanya, Aditya Baru kemudian mengajak mereka semua pergi ke Jepang, Amerika Serikat, Yala, dan Gana, sebagai daerah-daerah yang telah disatukan Indonesia. Hariyadi dan para pelarian lain semakin terkejut saat kepergian mereka adalah gratis. Hal itu terjadi karena pemerintah baru telah memberlakukan sistem kekeluargaan, sebagai perwujudan sistemekonomi Pancasila yang baru. Sistem ekonomi yang diadopsi oleh pemerintah baru tersebut, merupakan sistem ekonomi tanpa sistem nilai, seperti sistem keluarga kita. Sistem ekonomi yang melaksanakan asas kekeluargaan secara nyata.

TOKOH-TOKOH

Tokoh-tokoh cerita adalah Hariyadi Suryadi, Adhinoto Nagoro, Sanyoto Pranowo, Bungaran Tarigan, Andi Runtu dan Aditya Baru. Kelima tokoh pertama adalah para mantan pejabat Republik Indonesia. Sementara itu Aditya Baru adalah tokoh yang menyelamatkan mereka di laut lepas, dan memperkenalkan mereka dengan Indonesia yang baru.

KEKURANGAN DAN KELEBIHAN

Sangat menarik, penulis mampu membuat jalinan cerita yang ada tidak lurus, tapi penuhsuspend. Membuat pembaca akan terkesima dari jalinan cerita yang dibuat. Jujur saja perpindahan jalinan cerita satu dengan jalinan cerita lainnya sangat ‘mengagetkan’. Sehingga kadang seperti cerita di atas cerita.

Untuk menguraikan kisah perang dunia, dari sebab disatukannya dunia oleh Indonesia, penulis melalui tokoh cerita dengan gaya novelisnya mampu membingkainya dalam dua buah puisi.Australia Akan Tenggelam (hal: 213-214)danPeluruku(hal: 214-215). Dua puisi ini mampu merangkum dahsyat perang yang terjadi, dengan sebuah adonan pas.

Untuk memperhalus kutukan dan emosi yang tercipta dari puisi itu, penulis membuat kisah pembacaan puisi itu dengan nada santai,seperti seorang anak membacakan sebuah hafalan di depan kelas untuk dinilai gurunya, dengan takut-takut salah pada bacaannya(hal: 214). Sangat menarik.