KAI Minta Masyarakat Tak Ragukan Kualitas Advokat KAI

mialubis2

Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) Siti Jamaliah Lubis SH atau yang akrab disapa Kak Mia mendukung kebijakan Mahkamah Agung (MA) yang tidak akan terlibat dalam urusan Organisasi Advokat (OA). OA yang ada saat ini adalah multi bar association atau organisasi banyak, tidak tunggal seperti yang pernah terjadi.

Melalui Surat Ketua Mahkamah Agung (SKMA) No 073/2015, MA mempersilahkan para organisasi advokat mengajukan penyumpahan anggotanya menjadi advokat melalui Pengadilan Tinggi setempat. Meski sebagian mengkritik kebijakan ini, namun SKMA tersebut masih menjadi pegangan dalam proses mencetak advokat baru.

Terkait dengan problema kualitas advokat, Ketua MA Hatta Ali mempersilahkan masyarakat untuk memilih advokat yang berkualitas sesuai yang dibutuhkan, seperti yang dikemukakan jumat (27/12/2019) lalu. KAI pun menjawab terkait kualitas advokat tersebut.

Sejak didirikan pada 2008 oleh Indra Sahnun Lubis (ISL) dan ribuan advokat, KAI telah mencetak ribuan advokat berkualitas yang siap menjalankan profesi mulia (officium nobile). KAI sudah bekerjasama dengan Perguruan Tinggi yang minimal terakreditasi B, untuk menyelenggarakan pendidikan advokat (DKPA).

“KAI sudah memiliki 34 DPD dan DPC di hampir seluruh Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, ini menunjukkan KAI adalah organisasi yang mapan dan bukan organisasi yang muncul tiba-tiba,” kata Mia Lubis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Advokat KAI, imbuhnya, bekerja secara profesional dalam membantu masyarakat pencari keadilan. Masyarakat harus yakin dengan advokat KAI.

Untuk itu Mia menghimbau kepada masyarakat pencari keadilan untuk tidak ragu memakai jasa hukum advokat KAI yang sudah teruji. “KAI merupakan organisasi advokat yang baik, tentu melahirkan advokat yang baik dan berkualitas pula,” urai Mia.

KAI, jelasnya memang sudah siap dengan kebutuhan masyarakat pencari keadilan. “Masyarakat itu taunya advokat ya berkualitas, jadi KAI sudah menjawab hal itu. Tidak bisa masyarakat coba-coba dalam menggunakan advokat, ketika advokat tidak mampu kemudian pindah ke advokat yang lain. Ini kan kasihan masyarakat, itu tidak boleh terjadi pada advokat KAI,” pungkasnya.