Kemenag Tangsel Gagas Kerukunan Imlek

Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan menggelar rapat lintas sektoral dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Imlek. Kemenag Tangsel menekankan seluruh masyarakat mengamankan perayaan Imlek yang dirayakan oleh umat Konghucu pada hari Selasa (05/02/2019).

“Indonesia dikenal sebagai bangsa yang beragam, kebebasan merayakan hari besar agama perlu mendapat perhatian berbagai pihak, termasuk Kemenag dan petugas keamanan Polri-TNI,” ujar Kepala Kemenag Tangsel Abdul Rojak.

Rojak mengatakan, salah satu tradisi yang sangat dikenal pada saat Imlek adalah pemberian amplop berwarna merah. Di beberapa situasi, amplop-amplop merah ini diberikan kepada anak-anak dari para orang tua. Amplop-amplop merah ini umumnya diisi sejumlah uang dan beberapa catatan yang berisi doa kebaikan.

“Amplop atau ampau berwarna merah juga diberikan dari mereka yang telah menikah kepada para anggota keluarga yang belum menikah. Ampau itu adalah kebaikan,” ujar Rojak.

Rapat berlangsung di kantor Kemenag Tangsel (31/01/2019), selain dihadiri oleh umat Konghucu, juga dihadiri oleh tokoh Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wali Kota Tangsel yang diwakilkan kepada staf ahli Wali Kota Tangsel, Suharno; Kepala Polres Tangsel yang diwakilkan kepada Waka Polres Tangsel Kompol Arman; dan Kepala Dandim 0506 Tangerang yang diwakilkan kepada Kepala Pas Intel Kodim, Anjar.

Sementara tokoh lintas agama yang hadir antara lain Ketua PHDI Tangsel, IGN Purnama; Ketua Majlis Agama Konghucu Tangsel, TH. Saputra; Perwakilan Katolik, Rarang; Perwakilan Buddha, Romo Alvin; Ketua Vihara se-Kota Tangsel, MUI Tangsel diwakili oleh KH Juhana Zakaria; NU Tangsel diwakili oleh Hasan Asari Oramahi; para Kepala KUA, Ketua Pokjaluh, Tati Astariyati, dan lainnya.

Abdul Rojak lebih jauh mengatakan bahwa Kemenag Tangsel akan menerjunkan sejumlah tenaga untuk memantau perayaan Imlek tahun 2019. Tenaga yang akan diturunkan selain Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh), Kemenag juga akan melibatkan beberapa tenaga yang kompeten dalam bidang tersebut.

“Saya ingin perayaan Imlek tahun 2019 berjalan aman yang mendapat pengamanan langsung dari petugas keamanan di Kota Tangsel, baik dari pihak kepolisian maupun TNI, dan masyarakat. Dengan demikian umat Konghucu dapat menjalankan ibadah dengan baik,” ujar Rojak lebih jauh.

Suara keamanan juga ditegaskan oleh Kepala Pas Intel Kodim, Anjar. Menurutnya, perayaan Imlek tidak dijadikan sebagai ajang kampanye. “Di tahun politik sekarang ini, kita harus berhati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Wakapolres Kompol Arman. Wakapolres mengajak semua stakeholder dan elemen masyarakat untuk bersama-sama berkomitmen turut berperan serta dalam menjaga keamanan khususnya pada perayaan Imlek.

Staf ahli Wali Kota Tangsel Suharno mengakatan, Pemkot Tangsel mengapresiasi inisiatif Kemenag Tangsel dalam menjaga kerukunan umat beragama. Menurutnya, hidup berdampingan antarumat beragama merupakan salah satu point penting dari gagasan Wali Kota Tangsel.

“Kami sangat menghargai gagasan Kemenag Tangsel dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Kota Tangsel. Ini sejalan dengan gagasan “smart city” Ibu Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany pada tahun 2021. Salah satu komponen penting “smart city” tersebut dan hidup rukun dan damai. Ini juga gagasan pertama dan smart,” ujar staf ahli Wali Kota Tangsel Suharno.

Rapat diakhiri dengan pemberian kue Imlek secara simbolis dari pengurus Majelis Agama Konghucu Tangsel kepada Kepala Kantor Kemenag Tangsel, staf ahli Wali Kota Tangsel, Waka Polres Tangsel, dan Dandim 0506 Tangerang. (YBi)