Kemenkop dan UKM Berharap Perlu Gudang Baru untuk Menampung Hasil Panen Petani Batola

Kementerian Koperasi dan UKM  berharap Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pada Kementerian Perdagangan dapat segera menambah gudang baru bagi UKM petani penghasil komoditas padi dan dan jeruk, di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel. Hal itu sekaligus untuk menjawab keluhan para petani setempat.

Pernyataan itu dikemukakan Asisten Deputi Pengembangan Investasi Usaha, pada Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kemenkop dan UKM, Sri Istiati dalam acara temu bisnis peningkatan kerjasama investasi usaha KUMKM dan sosialisasi pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) bagi KUMKM di Banjarmasin, Kalsel, Rabu (7/3/2018).

“Dikeluhkan oleh para petani anggota koperasi bahwa jika masa panen raya gudang tidak dapat mampu lagi menampung hasil panen sehingga diharapkan Bappebti dapat segera menambah bangunan gudang baru lagi sesuai harapan para petani, dan sudah direspon untuk segera dibangun lagi,” kata Sri.

Melalui kegiatan ini Kemenkop dan UMM mendorong peningkatan kerjasama investasi usaha dan peningkatan pemanfaatan program SRG khususnya bagi KUMKM yang berada di Batola. Kabupaten ini merupakan penghasil beras dan buah jeruk terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan, karena hampir seluruh masyarakatnya adalah petani.

Acara temu bisnis peningkatan kerjasama investasi usaha KUMKM dan sosialisasi pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) bagi KUMKM menggandeng PT Tanihub Indonesia dan  Bank Kalsel untuk meningkatkan kerjasama investasi usaha bagi koperasi dan UKM petani jeruk.

PT Tanihub Indonesia yang kehadirannya untuk membantu petani di seluruh Indonesia, dengan divisi Tanifund-nya akan bekerjasama dengan kelompok-kelompok petani melalui pendanaan sampai dengan Rp 2 miliar. Sarana produksi petani, dan pendampingan usaha pertanian dari hulu-hilir akan disediakan, serta membantu memasarkan hasil panen petani melalui jejaring PT Tanihub Indonesia.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Daerah Batola, Muhammad Anthony, mengatakan melalui kerjasama ini petani akan lebih fokus pada proses produksi, sehingga produk hasil pertanian akan lebih menjamin kuantitas dan kualitasnya. Bank Kalsel akan mensupport dari sisi keuangan melalui skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah sebesar 7 persen efektif atau bunga menurun dan jika di rata – rata mencapai 35 persen.

“Kerjasama kolektivitas dengan PT Tanihub Indonesia bagi kalangan petani sejalan dengan program KUR yang mulai tahun 2018 ini lebih diprioritaskan kepada bidang pertanian,” ujar Anthony.

Diakuinya selama ini sektor pertanian paling rendah dalam memperoleh kredit karena salah satunya, bank menilai risiko sektor pertanian masih terlalu tinggi. Harga pangan yang cenderung fluktuatif dan ketidakpastian panen akibat cuaca membuat sebagian petani kerap kesulitan membayar pinjaman tepat waktu.

“Namun harapan sinergitas bentuk Kalimantan Selatan dengan PT Tanihub menjadi harapan bagi petani karena ada jaminan proses melalui hulu-hilir oleh PT Tanihub,” jelasnya.

Sedangkan dalam optimalisasi Implementasi pengelola SRG di Batola yang dikelola oleh Koperasi. Koperasi Tuntung Pandang mulai tahun 2010, hingga saat ini telah menerbitkan 125 resi yang diagunkan ke perbankan senilai total Rp 4,4 miliar melalui Bank Kalsel yang Komitmen mendukung usaha KUMKM di Batola.

“Dan pada tahun 2013 Koperasi Tuntung Pandang ini memperoleh SRG Award dari Menteri Perdagangan dan menjadi percontohan bagi koperasi calon-calon pengela SRG,” tutur dia.