Kemenkop dan UKM Dorong Anak Muda Berkreasi Batik

Batik tak lagi dikesankan sebagai pakaian resmi atau kalangan tua saja, namun kini batik

sudah mulai jadi tren berpakaian di kalangan anak muda.

Karena itu Kemenkop dan UKM memberikan apresiasi dan mendukung penuh kreativitas anak muda dalam memasyarakat batik ini di kalangan generasi muda,” ujar Sesmenkop dan UKM Agus Muharram, usai membuka Gebyar Batik Muda Nusantara, di Kota Casablanca, Jakarta, Kamis (29/9).

Hadir dalam acara itu Sapta Nirwanda, mantan Wamen Pariwisata , selaku Inisiator Pecinta Batik Nusantara, dan ketua Ikatan Pecinta Batik Indonesia, Ayu Diah Pasya.

Agus mengatakan, kegiatan Gebyar Batik Muda Nusantara yang didalamnya juga mencakup ajang pemilihan Putra dan Putri Batik Nusantara ini, sangat strategis maknanya.

“Karena selain mengajak anak muda berkreasi dan berwirausaha, juga dapat mendukung pemasaran produk dalam negeri kepada masyarakat yang lebih luas, dan sebagai bagian dari upaya melestarikan kecintaan bangsa Indonesia pada warisan budaya yang bernilai tinggi,” jelasnya.

Nilai budaya inilah yang jika dikelola dengan baik dapat memiliki nilai ekonomis tyang tinggi dan berdampak pada perkembangan bisnis dari para pelaku usaha dan desainer feysen batik di tanah air, khususnya dikalangan anak muda.

Dalam kaitan tersebut, Kementerian Koperasi dan UKM melalui Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP KUKM) dengan Galery Indonesia Wow nya yang ada di Jakarta dapat digunakan sebagai tempat yanh strategis dan bermakna bagi anak muda untuk memasarkan aneka produk produk fasyen batik nusantara yang krratif dan berdaya saing.

Sesmenkop dan UKM juga melihat keberhasilan anak muda dalam menggelar pameran dan fasyen batik ini  sebagai hal yang patut dicontoh oleh anak muda lainnya.

“Karena selain berbudaya batik, saya dengar mereka juga sukses dalam pendidikan maupun pakerjaan, mulai dari presenter tv, dokter, pengusaha dan sebagainya,” katanya.

Para anak muda pecinta batik memiliki lima modal untuk bisa sukses.
%