Kemenkop dan UKM Dorong Pengembangan Produk Unggulan Daerah

Kementerian Koperasi dan UKM menginisiasi kegiatan Expo PLUT dan Gelar Produk Unggulan di PLUT-KUMKM Kabupaten Pacitan. Kegiatan yang diadakan pada 3-4 Mei 2018 itu bertujuan sebagai sarana  promosi PLUT-KUMKM agar lebih dikenal masyarakat, khususnya UKM di wilayah Pacitan.

“Sekaligus mempromosikan produk unggulan binaan Konsultan Pendamping PLUT-KUMKM Kabupaten Pacitan, serta mengembangkan pasar produk unggulan,” kata Asdep Pendampingan Usaha, Kemenkop dan UKM Eviyanti Nasution di Pacitan, Jumat (4/5/2018).

Kegiatan Expo PLUT dan Gelar Produk Unggulan di PLUT-KUMKM Pacitan ini diadakan Kemenkop dan UKM bekerja sama dengan stakeholder terkait, yakni Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan, KOMPAK, BULOG, PT Usaha Desa, BNI, JNE, KADIN Pacitan, BPJS, dan Pacitan Mall.

“Kita berharap ini dapat mejadi schedule untuk mendongkrak upaya maju UKM,” ujar Eviyanti.

Dalam kesempatan yang sama Eviyanti memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan yang telah menunjukan komitmennya mendukung pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Pacitan, termasuk penyelenggaraan acara ini.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pacitan telah berhasil mengembangkan berbagai sentra diantaranya, adalah sentra industri batu akik, sentra olahan makanan, yang semuanya telah mewarnai ekonomi masyarakat di wilayah Pacitan.

“Kemenkop dan UKM mendukung pengembangan UKM berbasis sentra karena dapat meningkatkan daya saing UKM,” katanya.

Terkait dengan peningkatan kapasitas produksi sentra UKM industri makanan olahan berbahan baku ikan tuna. Menurut dia, penguatan sentra ini akan ditempuh melalui kerjasama, baik untuk pengadaan bahan baku, maupun pemasaran ofline dan online.

“Penguatan pasar akan dilakukan kerjasama dengan Perum Bulog  outlet Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh Indonesia,” papar Eviyanti.

Dalam kesempatan ini juga disampaikan bahwa tantangan Koperasi dan UKM dari waktu ke waktu semakin berat, utamanya dalam persaingan, baik persaingan pasar MEA maupun persaingan pasar global lainnya. Untuk UKM diminta harus terus menerus berbenah.

“Strategi dan caranya adalah memperkuat SDM, infrastruktur, peningkatan bahasa, mentalitas, kolaborasi, kompetensi,  jumlah produksi, kualitas produk, update produk berkelanjutan dan lain sebagainya,” lanjut dia.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pacitan Eny Setyowati menyampaikan dalam kegiatan Expo PLUT dan Gelar Produk Unggulan diadakan kurasi terhadap 50 produk unggulan KUMKM. Hasilnya 5-10 produk KUMKM akan diambil untuk dilakukan pendampingan usaha bekerja sama dengan KOMPAK dan PT Usaha Desa.

“Koperasi dan UMKM di Kabupaten Pacitan masih sangat membutuhkan bimbingan dan dukungan untuk pengembangan usahanya,” ungkap Eny.

Karena itu ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi UMKM di dalam memasarkan produknya. “Apalagi dengan adanya kegiatan diagnosa usaha yang dilaksanakan pada produk bazar, mudah-mudahan hasil dari diagnosa usaha ini bisa memicu semangat baru kepada para pemilik produk,” harapnya.