Kemenkop dan UKM Genjot Nilai Tambah Koperasi Peternak

IMG-20190208-WA0034

Kedeputian bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai peran yang sangat strategis terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Untuk itu ada tiga prioritas nilai tambah ekonomi yang dilakukan, yaitu sektor pertanian, industi dan jasa produktif.

Dengan indikator kinerja utama yakni persentasi peningkatan volume usaha KUMKM sektor riil terfasilitasi sebesar 10%. Terkait dengan pertumbuhan ekspor koperasi dan UKM telah terfasilitasi masing-masing 2% dan 5%.

Persentasi KUMKM yang meningkat volume usahanya melalui kemitraan sebesar 50%. Indikator kinerja utama pada 2019 tersebut diturunjan pada berbagai program pada Deputi bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM yang akan dilakukan dengan berkolaborasi dengan berbagai stake holder.

Sinergi tersebut dilakukan baik antar Kementerian lembaga, Pemda, pelaku usaha hingga sektor usaha dan organisasi non pemerintah.

Demikian disampaikan Deputi bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria BR Simanungkalit, kepada media di Jakarta, jumat (8/2/2019).

Dia menambahkan, pelaksanaan program sinergitas ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal dan diharapkan dapat menciptakan program pengembangan Koperasi dan UKM yang inklusif, sehingga program tersebut dapat dilaksanakan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Terdapat 6 sektor KUMKM yang akan dilanjutkan secara sinergi yaitu: sektor pertanian perkebunan, sektor perikanan peternakan, sektor pariwisata, kriya, kuliner dan fashion,” kata Victoria BR Simanungkalit.

Terkait progran peternakan, imbuhnya, sudah ada koperasi berhasil yakni KPTMS yang bekerja sama dengan pihak Australia atas rekomendasi Kemenkop dan UKM. Koperasi tersebut telah berhasil melelang 87 ekor pedet BX dan 13 ekor pedet Ongole (PO) dengan kualitas prima pada 15 november tahun lalu dengan menghasilkan nilai transaksi Rp 1,3 M.

“Lelang tersebut merupakan sistem baru cara menjual pedet yang biasanya langsung kepada blantik kepada masyarakat umum dengan hasil yang sangat memuaskan,” jelas Vicki, demikian Vicktoria biasa disapa.

Mengingat program tersebut akan berakhir pada 2020, dengan melihat manfaat yang begitu besar, maka Kemenkop dan UKM akan melobi pihak Australia untuk memperpanjang kerjasamanya.

Untuk alih tekhnologi berkesinambungan, imbuhnya, para pengurus koperasi juga dididik di Australia hingga 6 minggu. Diharapkan program yang berdampak signifikan terhadap pendapatan para petani peternak.